cover
Contact Name
Oda I. B. Hariyanto
Contact Email
oda@uib.ac.id
Phone
+627787437111
Journal Mail Official
oda@uib.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada Baloi Set Ladi
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2655965X     DOI : -
Jurnal Pariwisata Indonesia (ALTASIA) merupakan hasil penelitian yang mengikuti situasi dan kondisi kekinian sesuai dengan perkembangan Dynamic Global Tourism. Mengaplikasikan teori dan kajian ilmiah di bidang Kepariwisataan serta mengkompilasi kajian-kajian analisis kritis kepariwisataan secara multidimensi dan multidisiplin. Terbit secara berkala setiap enam bulan sekali, bulan Februari dan Agustus.
Articles 213 Documents
Strategi Pengembangan Desa Wisata Kerta Kabupaten Gianyar Provinsi Bali dalam New Normal Era Ni Kadek Sri Mirayani; Ni Putu Tiya Paristha; Ni Kadek Ratih Octaviana
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i1.6844

Abstract

Wabah Penyakit Virus Corona berdampak pada hampir semua aspek kehidupan, termasuk pada industri pariwisata. Wisata pedesaan merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang membawa dampak ekonomi bagi masyarakat karena masyarakat terlibat langsung dalam pengembangan dan pengelolaan desa wisata. Oleh karena itu, dapat diprediksi bahwa desa wisata memiliki prospek pengembangan yang baik untuk kedepannya, terutama di era pasca pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi pengembangan Desa Wisata Kerta sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat di masa new normal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Berdasarkan temuan data yang diperoleh, dirancang empat strategi utama yang dapat digunakan dalam pengembangan Desa Wisata Kerta. Pertama, strategi pengembangan aspek kualitas daya tarik dengan mengoptimalkan pengembangan potensi pertanian dan budaya. Kedua, strategi pengembangan produk industri pariwisata dengan menyediakan akomodasi dan fasilitas berbasis masyarakat setempat. Ketiga, strategi untuk mengembangkan aspek pemasaran pariwisata dengan meningkatkan penggunaan media sosial dan mengoptimalkan kolaborasi triple helix. Keempat, strategi pengembangan aspek pengelolaan desa wisata dengan meningkatkan kapasitas SDM pariwisata dan perhotelan untuk mendukung pariwisata era pasca pandemi dan optimalisasi penerapan protokol kesehatan di Desa Wisata Kerta. Secara praktis, penelitian ini memberikan manfaat terhadap Desa Wisata Kerta terkait penyusunan strategi pengembangan wisata pedesaan yang dapat dilakukan di era new normal, agar kegiatan pariwisata dapat pulih kembali dan mampu bersaing dengan desa wisata lainnya, khususnya yang ada di Kabupaten Gianyar, Bali.
Individual Travel Cost Method Sebagai Barometer Nilai Manfaat Ekowisata Bee Jay Bakau Resort Probolinggo Mochammad Fattah; Susadiana Susadiana; Dwi Sofiati; Diana Aisyah; Asyifa Anandya; Mentari Puspa Wardhani
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i1.6902

Abstract

Bee Jay Bakau Resot (BJBR) merupakan wisata yang memanfaatkan kelestarian dari ekosistem mangrove sebagai daya tarik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis nilai ekonomi wisata dari pengelolaan BJBR. Teknik pengampilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 70 individu. Penelitian ini menggunakan analisis individual travel cost method (ITCM) dengan data kunjungan 5 tahun mulai tahun 2017-2021 dan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk menentukan surplus konsumen tahun sebelumnya. Ekowisata BJBR menawarkan atraksi wisata alam dan buatan dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan ekologi mangrove. Kesediaan membayar dari wisatawan melalui ITCM rata-rata sebesar Rp. 135.954,61 individu/kunjungan. Kunjungan wisatawan ke BJBR rata-rata sebanyak 80.875 individu. Nilai manfaat wisata yang dihasilkan dari keberadaan ekowisata BJBR rata-rata sebesar Rp.10.140.862.138/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan ekosistem mangrove sebagai ekowisata yang lestari memberikan nilai manfaat bagi manusia, khususnya manfaat langsung sebagai wisata sehingga wisatawan atau masyarakat mempunyai kesadaran untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove karena memberikan nilai ekonomi yang besar.
Upacara Adat sebagai Ikon Pengembangan Cultural Tourism di Kabupaten Pacitan Bagus Wahyu Setyawan; Anggoro Putranto; Djoko Sulaksono
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i1.7090

Abstract

Ikon pariwsata di suatu daerah selalu menampilkan karakteristik dan potensi khusus yang terdapat di daerah tersebut. Kota Pacitan sebagai salah satu destinasi pariwisata di Pulau Jawa yang kerap kali dikunjungi oleh para wisatawan karena memiliki banyak potensi wisata di bidang keindahan alam, kuliner, hasil kerajinan, kesenian, dan wisata berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai upacara adat yang terdapat di Kabupaten Pacitan sebagai salah satu ikon pariwisata berbasis budaya. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah beberapa upacara adat yang terdapat di Kabupaten Pacitan, yaitu Upacara Adat Ceprotan dan Upacara Adat Eret. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi observasi dan wawancara mendalam dengan narasumber. Analisis data menggunakan metode analisis interaktif dan analisis jalinan. Hasil yang dari analisis data ditemukan fakta bahwa, upacara adat ceprotan dan upacara adat eret merupakan upacara adat yang secara periodik dilakukan rutin oleh masyarakat di Kabupaten Pacitan. Upacara adat ceprotan dilakukan setiap sekali dalam setahun, sedangkan upacara adat eret bertempat dilakukan rutin oleh masyarakat setiap jangka waktu tertentu, seperti tiga bulan sekali ataupun 6 bulan sekali. Pelaku dalam kedua upacara adat tersebut melibatkan banyak orang, yang terdiri dari masyarakat dalam satu desa. Kedua upacara adat tersebut juga memadukan upacara adat dengan pentas kesenian, sehingga dapat menarik minat para wisatawan. Adanya kedua upacara adat tersebut oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pacitan dijadikan agenda rutin dan masuk dalam salah satu ikon wisata budaya di Kabupaten Pacitan
Media Sosial dan Pengaruhnya Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan di Kawasan Wisata Chinangkiak Dreampark Solok Sumatera Barat Rayhand Putra Ardinata; Retnaningtiyas Susanti; Hayatul Khairul Rahmat
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i1.6796

Abstract

Belakangan ini, Kawasan Wisata Bukik Chinangkiek Dreampark menjadi objek wisata baru yang buming di berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, maupun Twitter. Namun, dilihat dari akun Instagram milik Kawasan Wisata Bukik Chinangkiek Dreampark kurang terkelola dengan baik dan belum memiliki followers yang banyak. Hal ini melatar belakangi penelitian ini yang bertujuan untuk menggali pengaruh media sosial terhadap minat berkunjung wisatawan ke Kawasan Wisata Bukik Chinangkiak Dreampark. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan populasi dalam penelitian ini berjumlah 10.250 orang wisatawan dan dengan menggunakan derajat signifikansi 90%, maka sampel dalam penelitian berjumlah 100 orang dengan teknik penentuan sampel menggunakan metode non-probability sampling yaitu dengan menggunakan teknik sampling accidental. Adapun teknik pengumpulan data yang menggunakan angket dengan skala Likert. Temuan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif antara media sosial terhadap minat berkunjung wisatawan ke Kawasan Wisata Bukik Chinangkiek Dreampark. Adapun besar pengaruh media sosial terhadap minat berkunjung wisatawan yaitu sebesar 0.063 atau 6,3%. Hal ini menunjukkan media sosial mempengaruhi sebesar 6,3% minat berkunjung wisatawan ke Kawasan Wisata Bukik Chinangkiek Dreampark. Temuan penelitian ini akan memberikan manfaat bagi manajemen destinasi wisana, dimana media sosial turut mempengaruhi minat berkunjung wisatawan, di samping faktor-faktor yang lain yang turut mempengaruhi minat berkunjung wisatawan.
Studi Analisis Pemasaran Wisata Kuliner Kota Yogyakarta Teddy Chandra; Ade Rakhmanto; Bambang Syamsudin; Eka Pramita Marsongko; Tatan Suhendar
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i1.7260

Abstract

Studi Analisis Pemasaran Wisata Kuliner Kota Yogyakarta, adalah penelitian mengenai aktivitas pemasaran wisata kuliner yang dilakukan oleh pemerintah kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tujuan, yaitu: Untuk mengetahui gambaran kota Yogyakarta sebagai destinasi pariwisata; Untuk mengetahui gambaran wisata kuliner di kota Yogyakarta; dan Untuk mengetahui gambaran pemasaran wisata kuliner di kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: studi literatur; observasi; dan wawancara. Data yang didapatkan dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kota Yogyakarta yang merupakan ibu kota provinsi DI Yogyakarta memiliki banyak daya tarik wisata, termasuk daya tarik wisata kuliner yang beraneka ragam dan juga terus dikembangkan oleh pemerintah kota Yogyakarta. Pemerintah Yogyakarta mengembangkan potensi wisata kuliner tersebut dengan mengupayakan berbagai kegiatan pemasaran wisata kuliner. Upaya pemasaran wisata kuliner dari perspektif marketing mix (4P) telah dilakukan oleh pemerintah kota dan juga pemerintah provinsi Yogyakarta. Hal ini dapat diketahui dari telah dijalankannya berbagai program-program yang bersifat pembimbingan, pengawasan dan pelaporan berbagai usaha kuliner lokal baik dari sisi produk, harga, lokasi, dan juga promosi agar mampu untuk terus berkembang. Namun dari aspek strategi pemasaran segmenting, targeting, positioniong (STP), pemerintah kota Yogyakarta belum memilah, memilih dan menetapkan segmen dan juga target konsumen yang akan difokuskan. Meski demikian upaya positioning wisata kuliner telah dilakukan oleh pemerintah provinsi dan kota Yogyakarta. Dari penelitian yang telah dilakukan ini diharapkan bukan saja bermanfaat bagi pengembangan ilmu pemasaran namun juga diharapkan akan bermanfaat dalam upaya meningkatkan pemasaran wisata kuliner kota Yogyakarta.
Faktor Motivasi Kunjungan Wisatawan Labuan Bajo Pada Masa Pandemi Covid-19 Euis Widiati; Annisa Retno Utami
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i1.6819

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui motivasi wisatawan dalam memutuskan untuk berkunjung ke objek wisata Labuan Bajo selama masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis faktor, dengan menganalisis faktor penarik (pull factor) dan faktor pendorong (push factor). Penelitian dilakukan pada 135 responden yang pernah berkunjung ke Labuan Bajo selama masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tuju faktor motivasi wisatawan dalam berkunjung ke Labuan Bajo pada masa pandemi Covid-19, yaitu financial security (cuaca iklim destinasi, transportasi, amenities, kelembagaan, kawasan wisata, yang alami dan buatan), relaxation, escape, play, attraction, prestige dan strengthening, leisure time, self-fulfillment, wish fulfillment, dan social interaction. Manfaat penelitian ini diharapkan mampu memberikan saran bagi para stakeholder dan pelaku usaha pariwisata untuk dapat meningkatka jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo.
Pengembangan Wana Wisata Rowo Bayu Banyuwangi Kanom Kanom
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i1.7283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi serta formulasi strategi pengembangan Wana Wisata Rowo Bayu Banyuwangi yang kompetitif dan berkelanjutan. Penelitian ini sangat penting untuk dialukan mengingat meskipun Wana Wisata Rowo Bayu Banyuwangi memiliki potensi alam dan sosial budaya, meski demikian daya tarik wisata ini masih belum berkembang dan dikelola dengan baik. Mengacu pada hal tersebut maka sangat diperlukan upaya pengembangan yang relevan sesuai dengan potensi yang dimilikinya, ditambah dengan adanya dukungan baik dari unsur-unsur yang berkaitan dengan faktor eksternal yang dapat memberikan peluang yang sangat baik untuk berkembang. Penelitian juga bersifat eksploratif dan deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Tahapannya dimulai dari survey lokasi penelitian, observasi, studi litetur serta studi pustaka, studi dokumentasi, serta wawancara mendalam dalam rangka pengumpulan data. Penentuan narasumber dan atau informan dengan menggunakan teknik purposive sampling serta analisis data dengan menggunakan matriks SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat potensi alam dan sosial budaya yang sangat relevan dan potensial yang disesuaikan dengan formulasi strategi yang ideal. Strategi yang telah diformulasikan tersebut merupakan yang paling ideal untuk diterapkan, dan dengan penerapan tersebut akan sangat bermanfaat bagi perkembangan pariwisata serta peningkatan ekonomi masyarakat
Analisis Pola Pergerakan Wisatawan Gen Z Di Yogyakarta yang Berkunjung Ke Candi Prambanan Safira Wahida Fajri Ikhwan; Dinarsiah Chendraningrum; Hennidah Karnawati
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7850

Abstract

Banyaknya wisatawan Gen Z yang datang berkunjung ke Candi Prambanan dari berbagai daerah dan latar belakang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pergerakan wisatawan Gen Z yang ada di Yogyakarta dengan indikator jenis wisata, akomodasi, dan transportasi. Manfaat penelitian ini sebagai media informasi yang dapat dijadikan sebuah referensi bagi para pelaku usaha pariwisata mengenai pergerakan wisatawan Gen Z. Saat berwisata, tentunya wisatawan Gen Z akan membentuk sebuah pola pergerakan. Pola pergerakan merupakan sebuah perpindahan oleh wisatawan dari satu atraksi ke atraksi wisata lainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara terstruktur kepada beberapa informan. Hasil dari penelitian ini adalah wisatawan Gen Z lebih menyukai atraksi wisata alam baik itu pegunungan maupun pantai. Kenyamanan dan kebersihan merupakan hal penting dalam pemilihan akomodasi yang sesuai selera wisatawan Gen Z. Mobil merupakan jenis akomodasi yang paling banyak dipilih sebagai moda transportasi saat berwisata, dan pola pergerakan wisatawan Gen Z ada tiga yaitu single point, base site, dan destination region loop. TRANSLATE with x English Arabic Hebrew Polish Bulgarian Hindi Portuguese Catalan Hmong Daw Romanian Chinese Simplified Hungarian Russian Chinese Traditional Indonesian Slovak Czech Italian Slovenian Danish Japanese Spanish Dutch Klingon Swedish English Korean Thai Estonian Latvian Turkish Finnish Lithuanian Ukrainian French Malay Urdu German Maltese Vietnamese Greek Norwegian Welsh Haitian Creole Persian // TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster Portal Back //
Pemulihan Sektor Pariwisata: Memahami Kepribadian UMKM Margareth Setiawan
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7811

Abstract

Kepribadian merek merupakan topik yang banyak dibahas dalam banyak penelitian. Namun, sebagian besar penelitian tersebut berbicara tentang kesesuaian kepribadian merek dengan kepribadian pengguna. Belum banyak yang membahas mengenai kesesuaian antara kepribadian pemilik-manajer di UMKM dengan kepribadian merek yang mereka miliki. Padahal dengan menyadari adanya kesesuaian antara kepribadian pemilik-manajer dengan kepribadian merek yang dibentuknya, akan lebih mudah bagi pelaku UMKM untuk menentukan tujuan dan strategi bisnis. Dengan demikian, tujuan artikel ini adalah untuk menunjukkan bahwa memang ada keselarasan antara kepribadian pemilik-manajer UMKM dengan kepribadian merek yang mereka bentuk, meskipun proses ini tidak mereka sadari. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dan data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam dengan empat manajer pemilik UMKM di destinasi wisata belanja dan kuliner Kota Bandung. Berdasarkan hasil tersebut, didapatkan hasil bahwa pemilik-manajer UMKM secara naluriah memanusiakan usahanya. Peta jalan manajerial untuk membentuk kepribadian merek juga diberikan berdasarkan hasil penelitian ini. Ini adalah studi pertama yang membuktikan dampak atribut pribadi pemilik-manajer UMKM destinasi wisata belanja dan kuliner terhadap personifikasi merek yang terlihat melalui identitas dan citra merek yang sesuai dengan nilai diri dan sifat pemilik. Studi ini membantu memberikan saran dalam pemulihan sektor pariwisata khususnya di Kota Bandung. Para pemilik-manajer UMKM dapat menggunakan model yang dikembangkan oleh penulis untuk menerapkan strategi pemerekan yang lebih baik dalam menarik wisatawan. Semakin banyak bisnis yang mampu mengembangkan citra merek yang berbeda, maka semakin tinggi daya saing mereka.
Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pesisir Pasca Covid Melalui Ekowisata Bahari di Kabupaten Sidoarjo Wahyu Eko Pujianto
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i2.7651

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menjadi penghambat bagi perekonomian Indonesia, salah satunya yaitu kegiatan ekonomi di wilayah pesisir Sidaorjo. Pemerintah telah merancang program pemulihan ekonomi nasional, salah satunya melalui sektor pariwisata. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan strategi pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pasca Covid-19 melalui ekowisata bahari di Sidaorjo. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan terhadap masyarakat pesisir, sehingga berdampak pada daya beli masyarakat yang semakin rendah, dan terhambatnya sistem perekonomian masyarakat. Melalui hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat pesisir Sidaorjo dapat dilakukan melalui pendekatan ekowisata bahari. Pengembangan ekowisata bahari di wilayah pesisir Desa Kalanganyar dan Desa Tlocor dapat dikembangkan melalui strategi ekowisata berkelanjutan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip (1) pengelolaan destinasi, (2) pemanfaatan ekonomi bagi masyarakat lokal, (3) pelestarian budaya bagi masyarakat lokal dan pengunjung, serta (4) konservasi lingkungan. Strategi pengembangan ekowisata bahari memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di masa pasca pandemi Covid-19, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah terkait kebijakan yang perlu diambil oleh pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, khususnya pada sektor ekowisata bahari yang memiliki kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian masyarakat dan sistem perekonomian nasional.