cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 260 Documents
GLOBAL TRENDS IN ENTOMOTOXICOLOGY FORENSICS: INNOVATIONS, CHALLENGES AND FUTURE DIRECTIONS Idha Arfianti Wiraagni; Melodia Rezadhini; Naufal Tsabiqul Azmi; Lia Yulianti Siregar; Putri Anggun Dhiasworo; Muhammad Farid Rahman; Didi Erwandi Mohamad Haron
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 02 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i02.426

Abstract

ABSTRACT Forensic entomotoxicology is increasingly important in medico-legal investigations, particularly when conventional biological matrices are unavailable due to advanced decomposition. Necrophagous insects can retain xenobiotics and exhibit drug-induced developmental changes that may affect post-mortem interval (PMI) estimation. However, a comprehensive overview of global research trends and methodological progress in this field remains limited. This study supports SDGs 3(Good Health and Well-Being), 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), and 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) by promoting innovative and standardized forensic entomotoxicology practices to enhance toxicological detection and evidentiary reliability. This study aimed to evaluate global publication trends, summarize analytical and experimental approaches, and identify key challenges in forensic entomotoxicology. A combined bibliometric analysis and narrative review was conducted using Scopus and PubMed databases, covering publications from 1991 to 2025. Following systematic screening, 87 peer-reviewed studies involving 5,214 insect samples across various developmental stages were analyzed. Extracted data included insect taxa, xenobiotic classes, analytical platforms, and forensic outcomes. The results showed a marked increase in publications after 2010, peaking in 2023. Most studies focused on qualitative xenobiotic detection, while several evaluated developmental effects relevant to PMI estimation. Analytical methods evolved from GC-MS and HPLC to advanced LC-MS/MS and spectroscopic techniques. Although insects proved reliable as alternative matrices, quantitative correlations with human tissues remained inconsistent. Standardized methodologies and validated reference models are therefore essential to support the routine forensic application of entomotoxicology.
GAMBARAN PENDERITA ILEUS OBSTRUKSI DI RSUD HAJI MAKASSAR TAHUN 2023-2024 Aliyyah Butzaina Rukman; Azis Beru Gani; Zulfikri Khalil Novriansyah; Berry Erida Hasbi; Muhammad Wirawan Harahap
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 02 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i02.449

Abstract

ABSTRAK Ileus obstruksi merupakan kegawatdaruratan abdomen yang ditandai dengan morbiditas dan mortalitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penderita ileus obstruksi di RSUD Haji Makassar periode tahun 2023-2024. Metode yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan rancangan retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, diperoleh 20 pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia terbanyak adalah 21-35 tahun (25,0%), dengan jenis kelamin laki-laki yang mendominasi (70,0%). Etiologi tersering adalah hernia (55,0%), diikuti oleh adhesi (40,0%) dan tumor (5,0%). Lama rawat inap paling banyak ditemukan dalam kategori singkat (<6 hari) yaitu sebanyak 70,0%. Outcome pasien terdiri dari pasien sembuh (70,0%), dirujuk ke fasilitas kesehatan lain (10,0%), dan meninggal dunia (20,0%). Simpulan penelitian ini adalah ileus obstruksi di RSUD Haji Makassar paling banyak terjadi pada laki-laki usia produktif dengan penyebab utama hernia. Meskipun mayoritas pasien memiliki outcome kesembuhan yang baik, angka kematian sebesar 20% masih tergolong tinggi sehingga memerlukan perhatian lebih lanjut. ABSTRACT Ileus obstruction is an abdominal emergency characterized by high morbidity and mortality. This study aims to describe the characteristics of patients with ileus obstruction at Makassar Haji Hospital for the 2023–2024 period. A descriptive observational study with a retrospective design was employed. The sampling technique used total sampling, involving 20 patients. Data were analyzed descriptively using frequency distribution. The results showed that the most common age group was 21–35 years (25.0%), with a male predominance (70.0%). The most frequent etiology was hernia (55.0%), followed by adhesions (40.0%) and tumors (5.0%). The majority of patients had a short length of hospital stay (<6 days), accounting for 70.0%. Patient outcomes consisted of recovery (70.0%), referral to other health facilities (10.0%), and death (20.0%). The study concludes that ileus obstruction at Makassar Haji Hospital predominantly affects men of productive age, with hernia as the main cause. Although most patients achieved good recovery outcomes, the mortality rate of 20% remains relatively high and requires further attention..
POTENSI EKSTRAK DAUN JERUK KEPROK SEBAGAI MEDIA PENGENDALIAN JENTIK NYAMUK Aedes sp. Pretty Alya Eudioa Milano Pandie; Mustakim Sahdan; Tanti Rahayu; Agus Setyobudi
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 02 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i02.455

Abstract

ABSTRAK Efektivitas ekstrak daun Jeruk Keprok sebagai insektisida nabati merupakan alternatif ramah lingkungan dalam pengendalian jentik nyamuk Aedes sp sebagai vektor utama Demam Berdarah Dengue (DBD). Daun Jeruk Keprok mengandung flavonoid, alkaloid, dan tanin yang berpotensi menyebabkan kematian jentik Aedes sp. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan rancangan acak lengkap menggunakan 360 jentik instrar III. Perlakuan terdiri dari konsentrasi 0,05%, 0,075%,0,1%,0,25% dan 0,5% dengan tiga kali replikasi. Hasil analisis univariat menunjukkan jumlah kematan jentik meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Pada konsentrasi 0,05% rata-rata kematian jentik sebanyak 8 ekor, sedangkan pada konsentrasi 0,5% rata-rata kematian mencapai 20 ekor selama 24 jam pengamatan. Hasil analisis One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan nilai signifikan antarperlakuan ( p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun Jeruk Keprok berpotensi efekif sebagai lavarsida alami yang aman dan ramah lingkungan. ABSTRACT The effectiveness of Tangerine leaf extract as a botanical insecticide is an environmentally friendly alternative for controling Aedes sp larvae as the vector of Dengue Hermorrhagic Fever (DHF). Tangerine leaves contain flavonoids, alkoloids, and tannins which have the potential to cause larva mortality. This study aimed to describe the univariate analysis of the effectveness of Tangerine leaf extract based on concentration variations againts the mortality of Aedes sp larvae. This study was a laboratory experiment using a comletely randomized design with 360 third-instar larvae. The treatmens consisted of extract concentration of 0.05%, 0.075%, 0.1%, 0.25%, and 0.5% with three replications. The univariate analysis showed that larvae mortality increased along with higher extract concentrations. At the 0.05% concentration, the average mortality was 8 larvae within 24 hours of observation. In conclusion, Tangerine leaf extract has the potential to be an effective, safe, and environmentally friendly natural larvicide.
PENGARUH PRAKTIK SLEEP HYGIENE DENGAN MEDIATOR KUALITAS TIDUR TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Putu Inggried Lakshmy Prahastyalokha; Jane Mariem Monepa; Ressy Dwiyanti; Rahma Badaruddin
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 02 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i02.456

Abstract

ABSTRAK Gangguan kualitas tidur dan kesehatan mental merupakan masalah umum pada mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran yang menghadapi tekanan akademik tinggi. Praktik sleep hygiene yang buruk berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur dan berdampak negatif pada kesehatan mental, seperti stres dan kecemasan. Tingginya prevalensi gangguan tidur dan masalah kesehatan mental pada kelompok usia 15–24 tahun menunjukkan bahwa isu ini penting karena memengaruhi kesejahteraan dan produktivitas akademik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh praktik sleep hygiene terhadap kesehatan mental mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, dengan kualitas tidur sebagai mediator. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 184 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Sleep Hygiene Index (SHI), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan General Health Questionnaire-12 (GHQ-12). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan multiple regression. Hasil penelitian menunjukkan 50,5% responden memiliki praktik sleep hygiene buruk, 89,7% memiliki kualitas tidur buruk, dan 89,7% mengalami distress psikologis. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara praktik sleep hygiene dan kualitas tidur terhadap kesehatan mental (p < 0,01; r = 0,056). Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan sleep hygiene yang baik dalam menjaga kualitas tidur dan kesehatan mental mahasiswa. ABSTRACT Sleep quality disorders and mental health problems are common among students, especially medical students who have high academic pressure. Poor sleep hygiene contributes to decreased sleep quality, which negatively impacts mental health, including increased stress and anxiety. The high prevalence of sleep and mental health disorders among individuals aged 15–24 highlights the importance of this issue, as it significantly impacts students’ well-being and academic productivity. This study aims to determine the influence of sleep hygiene practices on the mental health of students of the Faculty of Medicine, Tadulako University by considering the quality of sleep as a mediator. This research method used an observational analytical method with a cross-sectional design. A total of 184 students were selected through purposive sampling. Research instruments included the Sleep Hygiene Index (SHI), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and General Health Questionnaire-12 (GHQ-12). Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods with multiple regression. The results showed that 50.5% of respondents had poor sleep hygiene practices, 87.5% experienced poor sleep quality, and 89.7% showed psychological distress. Multiple regression analysis revealed a significant relationship between sleep hygiene, sleep quality, and mental health (p < 0.001; r = 0.903), emphasizing the importance of good sleep hygiene.
KETERKAITAN PARITAS DAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER DI RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA Agnastera Putri Salsyabilla; Ricky Susanto
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 02 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i02.458

Abstract

ABSTRAK Ketika seorang wanita mengalami kehilangan darah yang signifikan setelah melahirkan, hal itu dikenal sebagai pendarahan primer postpartum. Kehilangan darah yang signifikan terjadi pada persalinan bedah (operasi caesar) ketika melebihi 1000 ml, sedangkan pada persalinan normal melalui vagina melebihi 500 ml. Karena peran pentingnya dalam kematian ibu, perdarahan postpartum merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di seluruh dunia. Ada banyak elemen yang berkontribusi pada masalah yang terus berlanjut dalam kesehatan global, dan salah satunya adalah paritas, atau riwayat ibu dalam memiliki anak. Dengan pengumpulan data tentang frekuensi pendarahan primer postpartum, persentase ibu dengan paritas berisiko tinggi dan rendah, dan pemeriksaan faktor-faktor yang berkontribusi dan dipengaruhi oleh paritas, penelitian ini berharap dapat menarik kesimpulan tentang sifat dan luasnya hubungan antara keduanya. Menggunakan informasi dari rekam medis 104 peserta, penelitian ini menggunakan pendekatan analitik cross-sectional . Uji Chi-Square digunakan untuk analisis bivariat. Ditemukan korelasi antara paritas risiko tinggi dan kejadian pendarahan primer postpartum, seperti yang ditunjukkan oleh data statistik (nilai p = 0,0001). Ibu dengan paritas risiko tinggi 5,31 kali lebih mungkin merasakan perdarahan postpartum primer dibandingkan dengan ibu dengan paritas risiko rendah, menurut penelitian estimasi risiko, yang menampilkan rasio odds (OR) sebesar 5,31. Kesimpulannya, frekuensi perdarahan postpartum primer sangat terkait dengan paritas risiko tinggi. Hal ini menekankan pentingnya inisiatif pencegahan komplikasi pascapersalinan yang mencakup pemantauan dan pengobatan wanita selama kehamilan dan setelah melahirkan. ABSTRACT When a woman has significant blood loss after giving birth, it is known as primary postpartum haemorrhage. Significant blood loss occurs in surgical deliveries (caesarean sections) when it surpasses 1000 ml, while in regular vaginal deliveries it surpasses 500 ml. Because of the significant role it plays in maternal mortality, postpartum haemorrhage is an important public health concern worldwide. There are a lot of elements that contribute to this persistent problem in global health, and one of them is parity, or the mother's history of having children. By collecting data on the frequency of primary postpartum haemorrhage, the percentage of mothers with high-risk and low-risk parity, and an examination of the factors that contribute to and are influenced by parity, this study hopes to draw conclusions about the nature and extent of the association between the two. Using information from 104 participants' medical records, the research used an analytical cross-sectional approach. The Chi-Square test was used for bivariate analysis. There was a link between high-risk parity and the incidence of primary postpartum haemorrhage, as shown by the statistical data (p-value = 0.001). Mothers with high-risk parity are 5.31 times more likely to have primary postpartum haemorrhage compared to those with low-risk parity, according to risk estimating research, which indicated an odds ratio (OR) of 5.31. The frequency of main postpartum haemorrhage is highly linked with high-risk parity, to conclude. This emphasises the significance of postpartum complication prevention initiatives that include monitoring and treating women throughout pregnancy and after giving birth.
FAKTOR YANG BERHHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PARTISIPASI USIA PRODUKTIF DALAM SKRINING PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KELURAHAN OESAPA SELATAN Angelica Patriek Elimanafe; Serlie K.A. Littik; Dominirsep O. Dodo; Fransisikus G. Mado
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 02 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i02.459

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama yang berkontribusi besar terhadap angka kesakitan dan kematian, sehingga deteksi dini melalui skrining menjadi strategi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan rendahnya partisipasi masyarakat usia produktif dalam skrining PTM di Kelurahan Oesapa Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 1.485 orang dengan sampel 90 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, serta dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak berpartisipasi dalam skrining PTM (73,3%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kerentanan (p=0,351) dan persepsi manfaat (p=0,573) dengan partisipasi skrining. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi hambatan (p=0,005) dengan partisipasi skrining PTM. Kesimpulannya, rendahnya partisipasi skrining PTM dipengaruhi oleh tingginya persepsi hambatan, sehingga upaya peningkatan partisipasi perlu difokuskan pada pengurangan hambatan yang dirasakan masyarakat. ABSTRACT Noncommunicable diseases (NCDs) are a major health problem that significantly contributes to morbidity and mortality rates, making early detection through screening a critical strategy. This study aims to analyze the factors associated with low participation among the working-age population in NCD screening in the Oesapa Selatan subdistrict. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of 1,485 individuals, with a sample of 90 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through interviews using a questionnaire that had been validated for validity and reliability, and analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents did not participate in NCD screening (73.3%). There was no significant association between perceived vulnerability (p=0.351) and perceived benefits (p=0.573) and screening participation. Conversely, there was a significant association between perceived barriers (p=0.005) and NCD screening participation. In conclusion, low NCD screening participation is influenced by high perceived barriers; therefore, efforts to increase participation should focus on reducing the barriers perceived by the community.
ANALISIS KERUGIAN EKONOMI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS OESAPA Diyen Fani Mariatin Moinfani; Dominirsep Ovidius Dodo; Tasalina Yohana Gustam; Petrus Romeo
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 02 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i02.460

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan dikenal sebagai silent killer karena sering tanpa gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi serius. Secara global, diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa mengalami hipertensi, dan hampir setengahnya tidak mengetahui statusnya. Di Indonesia, prevalensi mencapai 29,2%, sedangkan di Nusa Tenggara Timur sebesar 26,4%. Di Kota Kupang, kasus hipertensi di Puskesmas Oesapa meningkat signifikan dari 4.985 kasus pada tahun 2022 menjadi 59.888 kasus pada 2024. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya kerugian ekonomi pada penderita hipertensi di Puskesmas Oesapa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 352 responden dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan total kerugian ekonomi sebesar Rp177.197.117 per tahun dengan rata-rata Rp503.400 per pasien. Biaya tidak langsung merupakan komponen terbesar, diikuti biaya langsung medis dan nonmedis. Biaya tak berwujud tergolong rendah, dengan sebagian besar responden jarang mengalami gangguan, meskipun kekhawatiran terhadap komplikasi masih dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun dampak psikologis relatif terkendali, diperlukan penguatan upaya promotif, preventif, serta peningkatan kepatuhan terapi untuk menekan beban ekonomi hipertensi. ABSTRACT Hypertension is a highly prevalent non-communicable disease and is known as a silent killer because it is often asymptomatic but carries the risk of serious complications. Globally, an estimated 1.4 billion adults have hypertension, and nearly half are unaware of their status. In Indonesia, the prevalence reaches 29.2%, while in East Nusa Tenggara it is 26.4%. In Kupang City, hypertension cases at the Oesapa Community Health Center increased significantly from 4.985 cases in 2022 to 59.888 cases in 2024. This study aims to determine the magnitude of economic losses for hypertension sufferers at the Oesapa Community Health Center. This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The study sample consisted of 352 hypertension patients selected using simple random sampling. The analysis was conducted descriptively. The results showed a total economic loss of IDR 204.443.117 (approximately USD 11.605) per year, with an average loss of IDR 580.803 (approximately USD 33) per patient per year. Most respondents fell into the low intangible cost impact category, although concerns about complications remained the most dominant aspect. Indirect costs constitute the largest component of the economic losses of hypertension patients, while intangible costs are relatively low. These findings highlight the need to strengthen promotive and preventive efforts, as well as improve adherence to therapy, to reduce the economic burden of hypertension.
HUBUNGAN ANTARA PAPARAN KIE KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PERSIAPAN KEHAMILAN PADA CALON PENGANTIN DI PUSKESMAS BAKUNASE KOTA KUPANG Yuliana Sonia Bupu; Christina Rony Nayoan; Tanti Rahayu; Marni Marni
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 02 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i02.461

Abstract

ABSTRAK Persiapan kehamilan merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mencegah terjadinya komplikasi selama masa kehamilan, salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesiapan calon pengantin adalah melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara paparan KIE kesehatan reproduksi dengan pengetahuan dan sikap tentang persiapan kehamilan pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah calon pengantin yang mengikuti program KIE, dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner melalui wawancara dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki paparan KIE yang rendah-sedang (61,3%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori baik (48,4%) dan cukup (41,9%). Seluruh responden menunjukkan sikap positif terhadap persiapan kehamilan (100%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara paparan KIE dengan pengetahuan (p-value = 1,000). Analisis hubungan dengan sikap tidak dapat dilakukan karena data bersifat konstan. Disimpulkan bahwa paparan KIE tidak berhubungan signifikan dengan pengetahuan calon pengantin. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang lebih iatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dalam persiapan kehamilan yang sehat. ABSTRACT Pregnancy preparation is an important effort to improve maternal and infant health and prevent complications during pregnancy. One strategy that can be implemented to improve the readiness of prospective brides and grooms is through reproductive health Communication, Information, and Education (IEC). This study aims to analyze the relationship between exposure to reproductive health IEC and knowledge and attitudes about pregnancy preparation among prospective brides and grooms in the Bakunase Community Health Center, Kupang City. Quantitative analytical observational study was used in this research with a cross-sectional approach. The study population was prospective brides and grooms who participated in the IEC program, with a sample of 31 respondents selected through total sampling technique. Data were collected using questionnaires through interviews and analyzed univariately and bivariately using Fisher's Exact test with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had low-moderate IEC exposure (61.3%). Most respondents had good (48.4%) and sufficient (41.9%) knowledge levels. All respondents showed a positive attitude towards pregnancy preparation (100%). The bivariate analysis showed no significant relationship between IEC exposure and knowledge (p-value = 1.000). Analysis of the relationship with attitudes could not be conducted due to constant data. It was concluded that IEC exposure was not significantly associated with prospective brides' knowledge. Therefore, more innovative and sustainable educational strategies are needed to improve understanding of healthy pregnancy preparation.
HUBUNGAN PERAN GURU, ORANG TUA DAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEHAMILAN REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI TOBU KABUPATEN TTS Elsa Olla; Masrida Sinaga; Tanti Rahayu; Christina Rony Nayoan
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 02 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i02.462

Abstract

ABSTRAK Kehamilan pada usia remaja merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial remaja. Faktor lingkungan sosial seperti peran guru, orang tua, dan teman sebaya dapat mempengaruhi perilaku pencegahan kehamilan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran guru, orang tua, dan teman sebaya dengan perilaku pencegahan kehamilan remaja putri di SMA Negeri Tobu, Kabupaten TTS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMA Negeri Tobu dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden yang dipilih menggunakan teknikstratified proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara peran guru dengan perilaku pencegahan kehamilan remaja putri (p=0,104). Namun, terdapat hubungan antara peran orang tua (p<0,001) dan peran teman sebaya (p < 0,001) dengan perilaku pencegahan kehamilan remaja putri. Orang tua disarankan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja melalui berbagai sumber informasi dan memperkuat peran mentoring dalam mendampingi remaja. Selain itu, perlu dilakukan edukasi kesehatan reproduksi kepada teman sebaya agar dapat menjadi sumber informasi dan dukungan yang positif dalam upaya pencegahan kehamilan remaja. ABSTRACT Adolescent pregnancy is a reproductive health issue that can impact adolescents’ physical, psychological, and social well-being. Social environmental factors, such as the roles of teachers, parents, and peers can influence adolescent pregnancy prevention behaviors. The aims of this study were to examine the relationship between the roles of teachers, parents, and peers and adolescent pregnancy prevention behaviors among female students at SMA Negeri Tobu, TTS Regency. A quantitative cross-sectional study was used in all population of female adolescents at SMA Negeri Tobu. The sample size of 99 respondents were selected using proportionate stratified random sampling technique. Data collection was conducted using a questionnaire with a Likert scale. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The results indicate that there is no association between the role of teachers and adolescent girls’ pregnancy prevention behaviors (p=0.104). However, there is an association between the role of parents (p=0.001) and the role of peers (p=0.001) and adolescent girls’ pregnancy prevention behaviors. It is recommended that parents improve communication and supervision and pay attention to the influence of peers in preventing adolescent pregnancy.
HUBUNGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DENGAN TINGKAT PRESTASI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 KOTA PALU TAHUN 2025 Dhia Fakhirah Adistya; Rosa Dwi Wahyuni; Elli Yane Bangkele; Miranti
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 02 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i02.468

Abstract

ABSTRAK Gangguan penglihatan merupakan isu kesehatan global yang mendapat perhatian serius, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara ketajaman penglihatan yang diukur dengan bagan Snellen dan prestasi akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Palu. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional yang melibatkan 189 responden. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Mayoritas siswa (180 orang) tidak mengalami gangguan penglihatan, sedangkan 9 siswa mengalami gangguan penglihatan; (2) Sebagian besar siswa (166 orang) memiliki prestasi akademik yang tergolong baik, sementara 23 siswa tergolong tidak berprestasi; (3) Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara gangguan penglihatan dengan prestasi akademik (p=0,002), meskipun kekuatan hubungan tersebut sangat lemah (koefisien korelasi=0,016). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun hubungan statistik terdeteksi, kontribusi gangguan penglihatan terhadap variasi prestasi akademik dalam sampel ini sangat kecil. Hasil yang tampak kontradiktif ini diduga disebabkan oleh ukuran sampel yang besar dan adanya variabel perancu lainnya. ABSTRACT Vision impairment is a global health issue that has received serious attention, including in Indonesia. This study aims to analyze the relationship between visual acuity measured using the Snellen chart and academic achievement in 11th grade students at SMA Negeri 2 Palu. The study design used an analytical observational approach with a quantitative and cross-sectional design involving 189 respondents. The results of the study show: (1) The majority of students (180) did not experience visual impairment, while 9 students did; (2) Most students (166) had good academic performance, while 23 students did not; (3) There was a statistically significant relationship between visual impairment and academic achievement (p=0.002), although the strength of the relationship was very weak (correlation coefficient=0.221). These findings indicate that although a statistical relationship was detected, the contribution of visual impairment to the variation in academic achievement in this sample was very small. These seemingly contradictory results are thought to be due to the large sample size and the presence of other confounding variables.