cover
Contact Name
Sani Ega Priani, M.Si., Apt.
Contact Email
-
Phone
jurnal.farmasyifa@gmail.c
Journal Mail Official
jurnal.farmasyifa@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi - Universitas Islam Bandung Jalan Rangga Gading No. 8, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa
ISSN : 25990047     EISSN : 25986376     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa (JIFF) merupakan Jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian di ruang lingkup Farmasi meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Klinik dan Komunitas, Biologi Farmasi, Farmasetika, Farmasi Mikrobiologi dan Bioteknologi, dan Farmakokimia. Disamping penelitian, jurnal ilmiah Farmasyifa juga memuat artikel hasil review terkait perkembangan ilmu kefarmasian di Indonesia berbasis penelitian.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022)" : 10 Documents clear
KAJIAN PENGEMBANGAN SISTEM MIKROENKAPSULASI UNTUK PENINGKATAN STABILITAS VITAMIN C Raisha Az Zahra
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.9878

Abstract

Vitamin c merupakan vitamin esensial yang mudah terdegradasi akibat oksigen, temperatur,  cahaya, pH, serta panas sehingga dapat berpengaruh terhadap kestabilannya ketika akan dirancang sebagai produk makanan, farmasi, dan kosmetika. Enkapsulasi merupakan salah satu pengembangan teknologi yang diketahui mampu meningkatkan stabilitas zat aktif yang rentan mengalami ketidakstabilan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan agen pengenkapsulasi serta faktor yang dapat meningkatkan kestabilan pada sistem enkapsulasi vitamin c pada suhu dan waktu tertentu. Kajian ini berbasis systematic literature review dengan melakukan pengkajian artikel yang diperoleh dari database dengan reputasi baik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknik enkapsulasi yang sering digunakan adalah spray drying. Selain itu, proses enkapsulasi dengan menggunakan teknik dan agen pengenkapsulasi yang berbeda dapat meningkatkan stabilitas vitamin c yang ditandai dengan nilai pengujian stabilitas penyimpanan serta efisiensi enkapsulasi yang tinggi. Agen pengenkapsulasi yang memberikan nilai efisiensi enkapsulasi tertinggi adalah gelatin dan gom arab senilai 98%. Selain itu, agen pengenkapsulasi yang memberikan stabilitas kadar vitamin c pada suhu 20-25ºC selama 30 hari adalah minyak palem, air suling, dan surfaktan polivinil alcohol dalam Solid Lipid Microcapsules (SLMs) sebesar 97,62±08%. Keberhasilan sistem enkapsulasi dalam memberikan stabilitas terhadap vitamin c dapat dikaji melalui nilai polidispersitas, morfologi, kurva distribusi ukuran partikel, serta penambahan eksipien tambahan. Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa pengembangan vitamin c dengan sistem enkapsulasi potensial untuk meningkatkan stabilitas vitamin c sehingga waktu simpan dapat ditingkatkan.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA MENCIT JANTAN PUTIH (Mus musculus) Suhrah Febrina Karim; Hilmiati Wahid; Wahyuni Wahyuni; Wulanda Sari Yusuf
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.8970

Abstract

Inflamasi yaitu suatu respon  jaringan vaskular terhadap infeksi maupun kerusakan jaringan dengan mendatangkan sel dan molekul pertahanan tubuh dari peredaran darah ke lokasi yang diperlukan untuk mengeliminasi penyebab yang mengganggu. Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan kimia yang terdiri dari flavanoid, tanin, dan saponin. Kandungan flavanoid dalam daun pepaya dipercaya dapat dijadikan sebagai antiinflamasi. Flavonoid dapat menghambat siklooksigenase atau lipooksigenase dan menghambat akumulasi leukosit di daerah sehingga dapat menjadi antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mencit jantan putih (Mus musculus). Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Daun Pepaya di ekstraksi dengan metode maserasi yang selanjutnya dibuat Sediaan Gel dilanjutkan dengan metode pembentukan edema buatan pada telapak kaki mencit (Mus musculus) dengan menggunakan keragenan 1%. Hasil penelitian sediaan gel ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya  L.) dibuat dengan konsentrasi 0,2%, 0,3% dan 0,4%. Penurunan Volume Edema di mulai pada Jam ke- 2 sampai Jam Ke-6 untuk Semua Kelompok gel ekstrak Ekstrak Etanol Daun Pepaya (0,2%, 0,3% dan 0,4 %). Kontrol Negatif tidak mengalami Penurunan Edema berbeda dengan Kontrol Positif yang mengalami Penurunan. Berdasarkan hasil pengamatan selama penelitian hewan uji, bahwa pada ekstrak 0,3% lebih signifikan mengalami penurunan volume Edema dibanding dengan kelompok pembanding Neuromacil Gel sebagai kontrol positif.
REVIEW ARTIKEL : POTENSI TANAMAN HERBAL DI INDONESIA DALAM MENINGKATKAN KEBUGARAN TUBUH Fadila Nur Annisa; Ganis Fitria Fauziyyah; Imam Adi Wicaksono; Keri Lestari
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.8841

Abstract

Kebugaran tubuh perlu dicapai dan dipertahankan agar terhindar dari kelelahan berlebihan saat melakukan setiap aktivitas fisik. Terdapat banyak tanaman herbal yang secara empiris digunakan oleh masyarakat dalam membantu meningkatkan kebugaran tubuh. Pembuktian aktivitas stimulan dapat dilakukan dengan pengujian efek tonikum pada setiap tanaman herbal, yang dilakukan secara praklinik pada hewan uji dengan menggunakan metode natatory exhaustion. Tujuan dibuatnya artikel ini yaitu untuk memberikan informasi mengenai tanaman apa saja yang memiliki potensi dalam meningkatkan kebugaran melalui penelusuran pustaka jurnal pada database elektronik berupa Google Scholar. Beberapa tanaman herbal di Indonesia yang diperoleh seperti ceguk, gula aren, ilalang, kayu akway, kemiri, kenikir, lada hitam, mengkudu, nira aren dan air tebu, pandan, pasak bumi, pegagan, petai, sambiloto, sawo manila, dan secang. Metabolit sekunder dalam tanaman yang paling berpengaruh dalam kebugaran tubuh diantaranya flavonoid, alkaloid, fenol, terpenoid, dan juga saponin.
TINGKAT PENGETAHUAN, PERSEPSI, DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP KEHALALAN OBAT DI JAWA TIMUR Abdul Hakim; Hajar Sugihantoro; Ihda Kurnia Aspari; Chrisandy Ramadhanty; Nanda Garintalia Kusnanto; Isnaini Khoirun Nur Amin
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.9608

Abstract

Obat merupakan salah satu produk farmasi yang memiliki peranan penting dalam kesehatan. Status kehalalan dari produk-produk farmasi menjadi perhatian karena diterapkannya Undang-Undang Jaminan Halal Produk, artinya seluruh produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan wajib bersertifikat halal. Namun keyataannya, obat-obat yang beredar di masyarakat banyak yang belum diketahui status kehalalannya. Kondisi tersebut bisa jadi dikarenakan pengetahuan, persepsi dan sikap masyarakat, karena ketiga hal tersebut bisa mempengaruhi perilaku masyarakat untuk menggunakan obat halal dan ini bisa mempengaruhi industry farmasi dalam memproduksinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur tingkat pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat Jawa Timur terhadap kehalalan obat. Penelitiannya berupa penelitian observasional. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan aplikasi google form. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 684 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap kehalalan obat adalah 65% dalam kategori baik, 30% kategori cukup dan 5% kategori kurang. Persepsi responden adalah 68% dalam kategori baik, 31% kategori cukup, dan 1% kategori kurang. Sedangkan sikap responden adalah 70% termasuk dalam kategori baik, 29% kategori cukup dan 1% kategori kurang.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus Tomentosa (Aiton) Hassk) DENGAN METODE DPPH Marwati Marwati; Syamsu Nur; Nur Khairi; Nursamsiar Nursamsiar
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.9053

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) merupakan tanaman yang telah banyak dimanfaatkan masyarakat dalam pengobatan berbagai penyakit. Daun karamunting diketahui memiliki kandungan senyawa kimia fenolik, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan daun karamunting dalam meredam radikal DPPH. Daun karamunting diektraksi dengan metode dingin (maserasi dan sonikasi) dan metode panas (refluks) menggunakan pelarut etanol 70% dan pengujian aktivitas antioksidan dengan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515 nm. Hasil ekstraksi diperoleh rendemen metode maserasi, sonikasi dan refluks berturut-turut 15,6%; 3,4% dan 6,4%. Pengujian aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 sebesar 15,33 µg/mL;6,1815 µg/mL dan 6,9720 µg/mL. Metode ekstraksi mempengaruhi aktivitas antioksidan dari daun karamunting dalam meredam radikal bebas DPPH.
EVALUASI INVITRO AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA DARI EKSTRAK DAUN DAN AKAR TUMBUHAN Elephantopus mollis Kunth Verawati Verawati; Miftahur Rahmi; Intan Suci Mayasari
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.8361

Abstract

Solar radiation in Indonesia is quite abundant because geographically it is located at equatorial latitudes, so people are vulnerable to feel the bad effects of solar radiation. Chemical components with antioxidant properties can also act as sunscreens to prevent the negative effects of solar radiation. This study aimed to determine the antioxidant and sunscreen activity of the leaf and root extract of the Tutup Bumi (Elephantopus mollis Kunth) plant. The antioxidant activity test was examined by the DPPH radical scavenging method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) while the sunscreen potency was determined by calculating the SPF value using the Mansur method spectrophotometrically. The results of the examination showed that the antioxidant activity was quite strong, namely the leaf extract with IC50 79.38 g/mL and root extract 78.38 g/mL. The SPF value of the leaf extract is better than that of the root extract, where at a concentration of 500 ppm, the leaf extract has an SPF of 7.661 in the Extra category while the root extract at the same concentration has an SPF value of 5.176 in the Medium category. Tutup Bumi leaf and root extracts have potential as antioxidants and sunscreens.
PENELUSURAN PUSTAKA: POTENSI KELOMPOK SENYAWA BIOKIMIA BUAH LEUNCA (Solanum nigrum L.) SERTA MEKANISMENYA PADA TERAPI KANKER Andri Ryandi
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.9759

Abstract

Kanker adalah suatu kondisi pertumbuhan sel yang tidak normal di dalam tubuh. Terapi kanker dapat dilakukan melalui pembedahan yang disertai dengan kemoterapi dan/atau radioterapi. Diantara ketiganya, kemoterapi merupakan pilihan yang terbilang lebih mudah dijalani pasien, karena diberikan dalam bentuk sediaan yang tidak memerlukan tekhnik khusus dalam pengaplikasiannya. Meskipun begitu, efektifitas pengobatan dengan kemoterapi masih tergolong rendah, sehingga upaya pembuatan atau penemuan senyawa dengan efektifitas yang tinggi masih terus dilakukan. Mayoritas obat kemoterapi merupakan senyawa kimia sintetis, dan sampai tulisan ini dibuat, hanya ada empat kelompok senyawa biokimia antikanker yang paling efektif dan telah banyak digunakan, yaitu alkaloid vinca, epipodophyllotoxins, taxane, dan derivat camptothecin. Karenanya, penelitian terkait senyawa biokimia antikanker masih harus dikembangkan. Salah satu upaya untuk mengembangkan senyawa antikanker adalah dengan melakukan penelitian terhadap tumbuhan terkait kandungan senyawa biokimianya. Penelitian terhadap tumbuhan juga mampu memberikan nilai tambah terkait pemanfaatannya, terutama jika tumbuhan tersebut telah digunakan oleh masyarakat secara luas. Salah satu tumbuhan dengan potensi aktivitas antikanker adalah leunca (Solanum nigrum L.). Leunca telah banyak diteliti terkait aktivitasnya sebagai antikanker dan menunjukan hasil yang cukup baik. Buah leunca memiliki potensi sebagai antikanker karena kandungan kelompok senyawa khas didalamnya, meliputi kelompok senyawa alkaloid steroid, glikosida steroid, dan glikoalkaloid steroid. Mekanisme kerjanya berlangsung melalui beberapa cara, yaitu sebagai antiproliperatif, menginduksi apoptosis, antineoplastik, meningkatkan radiosensitivitas terapi kanker dan antimetastasis. Penelitian terkait buah leunca yang merupakan bahan pangan khas yang dikonsumsi secara tradisional dapat menjadi faktor pendukung bagi masyarakat dalam mengonsumsi panganan tradisional, karena selain didorong oleh budaya, lingkungan, atau kebiasaan, tapi juga secara ilmiah.
STUDI LITERATUR AKTIVITAS ANTIDIABETES TANAMAN SUKU CUCURBITACEAE Dian Eka Fakhira; Aulia Nurfazri Istiqomah; Patonah Patonah
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.9547

Abstract

Diabetes adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi batas normal. Tanaman obat merupakan sumber bahan baku obat yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pengobatan diabetes mellitus. Salah satu suku dari tanaman yang memiliki potensi sebagai antidiabetes adalah tanaman dari suku cucurbitaceae. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antidiabetes pada ekstrak tanaman yang berasal dari suku cucurbitaceae dilihat dari senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalam ekstrak, mekanisme kerja terhadap penurunan kadar glukosa darah, serta menentukan dosis efektif ekstrak sebagai antidiabetes dengan melakukan studi literatur. Pada penelitian ini diketahui bahwa ekstrak tanaman yang berasal dari suku cucurbitaceae memiliki aktivitas antidiabetes dengan dosis efektif 10 mg/KgBB hingga 9 gram/KgBB. Aktivitas antidiabetes pada ekstrak diketahui karena adanya kandungan senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, fenolik, β-karoten, vitamin C dan E, Charantin, vicine dan polypeptide – P insulin serta sitrullin. Ekstrak tanaman yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari 10 genus dan 17 spesies dari tanaman suku cucurbitaceae.
PROFIL KOMPONEN SENYAWA HERBA PEGAGAN (Centella asiatica L.) DARI BEBERAPA TEMPAT TUMBUH DI DAERAH SULAWESI SELATAN DENGAN ANALISIS SIDIK JARI MENGGUNAKAN FTIR Asril Burhan; Nurul Hikma; Khairrudin Khairrudin; Reny Syahruni; Marwati Marwati; Meilisa Palembangan
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.9716

Abstract

Pegagan (Centella asiatica L.) merupakan tanaman yang paling banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Khasiat dan mutu suatu obat bahan alam bergantung pada komposisi kimia yang terkandung di dalamnya. Salah satu faktor yang mendasari perbedaan komposisi kimia pada suatu tumbuhan yaitu tempat tumbuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan profil komponen senyawa pegagan dari beberapa daerah tempat tumbuh di daerah Sulawesi Selatan dengan analisis sidik jari menggunakan FTIR. Sampel yang digunakan berasal dari 9 daerah Sulawesi Selatan yaitu Toraja (Karua, Tondon, Sadan), Luwu (Batusitanduk, Lamasi, Walenrang), Makassar (Mangga 3, Tamalanrea, Moncongloe). Hasil penelitian menunjukkan spektrum yang relatif sama dari 9 jenis sampel dan pengukuran spektroskopi inframerah yang dikombinasikan dengan kemometrik, kelompok 1 (Karua, Mangga 3, Batusitanduk, Walenrang) dan variabel daerah kelompok 2 (Tondon, Tamalanrea, Lamasi,  Moncongloe) memiliki kemiripan 95,83%. Sedangkan kesamaan profil variabel daerah kelompok 1 dan 2 jika dibandingkan dengan variabel daerah kelompok 3 (Sadan) memiliki kesamaan 85,42%. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan profil komponen senyawa pada herba pegagan yang diambil dari kesembilan tempat tumbuh di daerah Sulawesi Selatan.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SEDIAAN SPRAY ANTI NYAMUK KOMBINASI MINYAK MARIGOLD (Tagetes erecta) DENGAN MINYAK NILAM (Pogostemon cablin Benth.)TERHADAP NYAMUK Aedes aegpyti Abdul Wahid Suleman; Ni Wayan Kamariasih; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.8830

Abstract

Sediaan antinyamuk merupakan sediaan yang digunakan untuk mencegah serangan nyamuk pada bagian tubuh. Sediaan antinyamuk yang biasa digunakan adalah spray antinyamuk, Penggunakan spray antinyamuk sangat baik digunakan untuk terhidar dari beberapa penyakit yang disebabkan oleh nyamuk salah satunya penyakit DBD yang di sebabkan oleh nyamuk Aedes aegpyti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan penggunaan bahan alami sebagai alternatif untuk penolak nyamuk agar meminimalkan efek samping dan mengetahui tingkat efektivitas daya tolak nyamuk terhadap nyamuk Aedes aegpyti. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan 20 ekor nyamuk yang di bagi menjadi 6 kelompok yaitu formula I sebagai kontrol (-) (minyak marigold 10%), Formula II kontrol (-) (minyak nilam 10%), Formula III kombinasi (minyak marigold 4% dan minyak nilam 6%), Formula IV kombinasi (minyak marigold 5% dan minyak nilam 5%), Formula V kombinasi (minyak marigold 6% dan nilam 4%) dan kontrol positif. Dari hasil perhitungan persentase kontrol negatif formula I terhadap, formula III yaitu 60%, formula IV 80%, dan formula V 40%. Hasil perhitungan persentase kontrol negatif formula II terhadap, formula III yaitu 66,67%, formula IV yaitu 83,33% dan formula V yaitu 50%. Daya tolak nyamuk tertinggi pada formula IV yaitu 80% dan 83,33%. Data yang didapat dianalisis menggunakan One Way anova dengan menggunakan uji LSD (least significant difference) formula IV pada kontrol (-) formula I yaitu 0,041< 0,05 terdapat perbedaan terhadap kelompok perlakuan dengan kontrol positif. Dan formula III dan IV pada kontrol (-) formula II yaitu 0,06 dan 0,135 > 0,05, tidak terdapat perbedaaan yang bermakna antara kontrol positif.

Page 1 of 1 | Total Record : 10