cover
Contact Name
Rudiansyah
Contact Email
rudisyach@gmail.com
Phone
+6281368969347
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Kol H Burlian KM 7,5 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal 'Aisyiyah Medika
ISSN : 26142791     EISSN : 26223872     DOI : -
Core Subject :
Journal ‘Aisyiyah Medika is a journal published by LPPM STIKES Aisyiyah Palembang with the first edition February 2018, with ISSN Print 2614-2791 and ISSN Online 2622-3872, where the Journal is published twice a year, every February and August. Journal papers submitted for publication can be in the form of: research, case reviews, and literature reviews in the health sector. The manuscript is an original scientific work in the last two years and has never been published before. Articles written in the Journal ‘Aisyisyah Medika cover the field of publication of this journal Multi Health Science in the fields of Medicine, Midwifery, Nursing and Pharmacy and Public Health.
Arjuna Subject : -
Articles 536 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PIL Pratiwi, Adelina; Rivanica, Rhipiduri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.1027

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi pil merupakan salah satu kontrasepsi yang paling terkenal selain kontrasepsi suntik. Umur, paritas, dan pengetahuan juga turut mempengaruhi pemilihan kontrasepsi pil. Wanita yang berumur 20-35 tahun, paritas yang kurang dari 2 orang anak, dan pengetahuan yang buruk cenderung memilih kontrasepsi pil. Tujuan: Untuk mengetahui pemilihan metode kontrasepsi pil berdasarkan umur, paritas, dan pengetahuan ibu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional sectional. Penelitian dilakukan pada bulan September – Desember 2020 di BPM X. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor kontrasepsi dari Januari – November 2020 berjumlah 921 orang dan sampel berjumlah 30 responden yang diambil secara purposive sampling menggunakan case control dengan perbandingan 15 orang pengguna kontrasepsi pil dan 15 orang pengguna kontrasepsi hormon selain pil. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat didapatkan responden yang memilih kontrasepsi pil sebanding dengan responden yang tidak memilih kontrasepsi pil 50%, usia reproduksi muda 63,3%, paritas rendah 76,7, dan pengetahuan baik 60%. Uji chi-square menunjukan variabel umur (p=1.000), paritas (p=1.000), dan pengetahuan (p=0,062)  > α = 0,05, menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara umur, paritas, dan pengetahuan ibu terhadap pemilihan kontrasepsi pil. Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya bidan agar lebih berperan aktif dalam pemberian penyuluhan keluarga berencana melalui KIE (Konseling, Informasi, dan Edukasi) tentang manfaat, efek samping, dan jenis-jenis kontrasepsi seperti kontrasepsi pil, sehingga ibu dapat memutuskan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi ibu.Kata kunci: Pemilihan Metode Kontrasepsi Pil, Umur, Paritas, Pengetahuan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI IBU DALAM PENIMBANGAN BAYI DAN BALITA KE POSYANDU Rivanica, Rhipiduri; Pratiwi, Adelina
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.1028

Abstract

Latar Belakang: Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Rendahnya partisipasi ibu dalam kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita berarti keikutsertaan ibu dalam kegiatan posyandu yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunana angka kematian ibu dan bayi. Faktor pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan ibu berpengaruh dalam keaktifan ibu di kegiatan posyandu. Tujuan: Untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan partisipasi ibu dalam penimbangan balita di posyandu BPM Sinta tahun 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh  ibu yang mempunyai bayi dan balita di wilayah kerja BPM Sinta tahun 2020 yang berjumlah 301 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 64 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data dengan chi square.  Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020. Hasil: Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu (p=0,502),  tingkat pendidikan ibu (p=0,293),  dan pekerjaan ibu (p=0,358) dengan partisipasi ibu dalam penimbangan balita ke posyandu. Saran: Kepada BPM Sinta agar melakukan posyandu yang lebih tertib dan menyertakan penyuluhan kepada ibu agar dorongan untuk berpartisipasi dalam kegiatan posyandu meningkat, sehingga pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita dapat dipantau dengan baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI TUBEKTOMI PADA PASANGAN USIA SUBUR Pratiwi, Adelina; Rahmah, Nafika Nur
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 1: Februari 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i1.1029

Abstract

Latar belakang: Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seseorang secara permanen dengan cara mengoklusi tuba falopii sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum. Data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI pada bulan Januari-Oktober 2017 sebanyak 85 orang, dari 85 orang tersebut yang melakukan kontrasepsi tubektomi sebanyak 74 orang. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi pada pasangan usia subur di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI Tahun 2017. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Variabel independen : pendidikan, usia, paritas dan pekerjaan dan variabel dependen : pemilihan kontrasepsi tubektomi. Hasil: dengan uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara usia (P value 0,009) dan paritas (P value (0,040), tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan (P value 0,629) dan pekerjaan (P value 1,000). Saran: Diharapkan agar penyuluhan kepada masyarakat lebih ditingkatkan agar masyarakat semakin mengerti tentang manfaat maupun dampak dari kontrasepsi tubekomi itu sendiri.Kata Kunci : Tubektomi, Pendidikan, Usia, Paritas, Pekerjaan
ANALISI MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN BERDASARKAN STATUS GIZI DAN PEMBERIAN ASI Rahmadaniah, Indah; Anggraini, Rini; Soleha, Marchatus; Sari, Sagita Darma
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.1018

Abstract

Latar belakang : Pertumbuhan dan perkembangan anak, di tahun pertama merupakan periode yang sangat penting, periode ini merupakan kesempatan emas dan masa yang rentan terhadap pengaruh negatif, status kesehatan yang baik, asupan nutrisi yang baik dan cukup, pola pengasuhan yang benar dan stimulasi yang tepat selama periode ini sangat membantu anak untuk tumbuh dengan sehat sehingga mampu mencapai kemampuan optimalnya. Tujuan : diketahuinya motorik kasar pada bayi usia 3-12 bulan berdasarkan status gizi dan pemberian ASI. Metode : jenis penelitian kuantitatif bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 45 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April tahun 2020 di BPM Fauziah Hatta Palembang. Data yang digunakan data sekunder dan primer melalui metode melihat catatan bidan dan wawancara. Penilaian status gizi bayi menggunakan pengukuran antopometri berdasarkan IMT/U, untuk menilai motorik kasar bayi dengan menggunakan KPSP. Analisis data menggunakan uji statistic chi square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil :  Pemberian ASI pada bayi usia 3-12 bulan sebesar 80%. Status gizi bayi usia 3-6 bulan dengan kategori baik sebesar 84,4%. Motorik kasar pada bayi usia 3-12 bulan dengan kategori sesuai sebesar 84,4%. Saran: Untuk mendapatkan motorik kasar yang sesuai sebaiknya orang tua mencukupi gizi seimbang untuk bayinya, serta perlunya memberikan mainan/latihan pada anak yang dapat  merangsang motoriknya. Pemantauan perkembangan pada bayi usia 3-12 bulan sebaiknya dilakukan secara teratur minimal 3 bulan sekali, penilaian dengan menggunakan KPSP dapat dilakukan di puskesmas terdekat, sehingga orang tua dapat dengan mudah untuk mengetahui perkembangan anaknya.Kata Kunci : Pemberian ASI, Status gizi, Motorik kasar
PENGARUH TERAPI KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP SKALA NYERI ARTHRITIS RHEUMATOID Romliyadi, Romliyadi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.1030

Abstract

Latar belakang: Arthritis Rheumatoid. Nyeri pada sendi karena atritis rheumatoid sangat menganggu sehingga mempengaruhi kualitas hidup atau aktivitas penderita, oleh karena itu perlu penanganan salah satunya terapi kompres air hangat. Tujuan: megetahui pengaruh terapi kompres air hangat terhadap skala nyeri arthritis rheumatoid. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan One Group Pre test-Post test Design. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17-30 april 2021. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan penyakit Arthritis Rheumatoid yang pernah berobat ke UPTD Puskesmas Banyuasin. Sampel diambil secara Accidental Sampling berjumlah 38 responden. Analisa data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh terapi kompres air hangat terhadap skala nyeri Arthritis Rheumatoid di wilayah UPTD Puskesmas Banyuasin dengan p value 0,000. Saran: Diharapkan bagi puskesmas agar penelitian ini dapat bermanfaat sebagai bahan tambahan ilmu pengetahuan tentang penyakit arthritis rheumatoid serta dasar acuan untuk memberikan penyuluhan secara terjadwal dalam setiap bulan dan memperaktekkan secara langsung kepada pengunjung yang datang berobat dengan teknik terapi kompres air hangat terhadap penurunan skala nyeri arthritis rheumatoid tersebut. Kata kunci  : Kompres Air Hangat, Nyeri Sendi, Atritis Rheumatoid
MANAJEMEN KONFLIK SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KINERJA TENAGA KESEHATAN DI RSUD Muhammad Andika Sasmita Saputra; Alkhusari Alkhusari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.1019

Abstract

Latar Belakang: Mayoritas masyarakat dan organisasi di Indonesia masih memandang konflik adalah hal yang buruk dan merusak sehingga kurang mendapatkan perhatian yang serius, ditambah kurangnya pengetahuan tentang manajemen konflik. Bila konflik dibiarkan terus berlarut makakeharmonisan, keselarasan, dan keseimbangan dalam kinerjapun akan ikut terpengaruh. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan manajemen konflik dengan cara kompetisi, kolaboratif, menghindar, dan akomodasi dengan kinerja tenaga kesehatan. Metode: Penelitian kuantitatif ini mengunakan desain studi cross sectional melalui pendekatan analitik observasional dengan sampel sebanyak 198 responden yang diambil menggunakan tekhnik proportionate random sampling. Hasil: Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan kompetisi (P-Value = 0,134) dan menghindar (P-Value = 0,084) dengan kinerja tenaga kesehatan, ada hubungan kolaboratif (P-Value = 0,034), kompromi (P-Value = 0,015), dan akomodasi (P-Value = 0,002) dengan kinerja tenaga kesehatan.Saran:Tenaga kesehatan dan para manajer diharapkan agar dapat menambah serta meningkatkan pengetahuan tentang manajemen konflik dan menggunakannya dalam menyelesaikan konflik yang terjadi. Kata Kunci : Manajemen Konflik, Kinerja, Tenaga Kesehatan
ANALISIS PERAN KELUARGA TERHADAP DERAJAT HIPERTENSI PADA LANSIA Romliyadi Romliyadi
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.1031

Abstract

Latar belakang: Peran keluarga adalah tingkah laku spesifikyang diharapkan oleh seseorang dalam konteks keluarga.Jadi peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu.Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg.Hipertensi sering menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan semakin tingginya tekanan darah.Tujuan: Diketahui analisis peran keluarga terhadap derajat hipertensi pada Lansia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang digunakan pada pemilihan sampel dalam penelitian ini digunakan purposive sampling dengan analisa data univariat dan bivariat. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan September - Desember 2019.Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi dengan jumlah 78 responden. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan mengenal masalah kesehatan dengan derajat hipertensi (p-value = 0,016), ada hubungan mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat dengan derajat hipertensi (p-value = 0,024), ada hubungan memberi perawatan dengan derajat hipertensi (p-value = 0,016), ada hubungan menciptakan suasana rumah yang sehat dengan derajat hipertensi (p-value = 0,015), ada hubungan merujuk pada fasilitas kesehatan masyarakat dengan derajat hipertensi(p-value= 0,002). Saran: Disarankan dalam mengatasi pasien hipertensi hendaknya keluarga menggunakan peran keluarga seperti mengenal masalah kesehatan, memberi perawatan, menciptakan suasana rumah yang sehat dan merujuk pada fasilitas kesehatan.Kata kunci: Peran Keluarga, Derajat Hipertensi, Lansia
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK Handayani, Sri; Rianti, Ida
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.1053

Abstract

Latar belakang: Keluarga berencana merupakan suatu usaha yang mengatur banyaknya kehamilan, kontrasepsi hormonal jenis suntikan di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaian yang praktis. Namun, alat kontrasepsi suntikan memiliki berberapa efek samping. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik. Metode: Metode desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan retrospektif, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu akseptor KB di Bidan Praktik Mandiri Shinta dari survei  analitik di dapat data ibu Sebanyak 206 Responden yang menjadi Akseptor KB Data yang digunakan adalah data Skunder , Sampel dalam penelitian ini sebanyak 179 responden dengan simple randem Sampling. Analisis data penelitian ini Menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat Analisa data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Hasil penelitian di dapatkan hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai p value, Umur (nilai p value =1,000), Paritas (nilai p value =0,993), Pendidikan (nilai p value = 1,000), Pekerjaan (nilai p value =1,000). Jadi semua variabel independen memiliki nilai p value > α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara Umur, Paritas, Pendidikan, dan Pekerjaan dengan penggunaan kb suntik, hal ini dikarenakan kurang nya jumlah sampel dan keterbatasan waktu penelitian. Saran: Diharapkan agar KB suntik diberikan secara bergantian dengan KB non-hormonal sehingga kandungan hormone dalam tubuh dapat seimbang.Kata kunci: KB Suntik, Umur, Paritas, Pendidikan, Pekerjaan 
PELAKSANAAN PERAWATAN TALI PUSAT BERDASARKAN TINGKAT PENGETAHUAN, PENDIDIKAN DAN USIA IBU NIFAS Wita Solama; Bella Angelea
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 1: Februari 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i1.1047

Abstract

Latar belakang: Kasus Tetanus neonatorum di Indonesia dari tahun ke tahun cukup meningkat karena masih banyak d provinsi-provinsi terdapat kasus bayi meninggal akibat  perawatan tali pusat yang menggunakan alkohol atau iodium. Tujuan: Tujuan ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, pendidikan dan usia ibu nifas dengan perawatan tali pusat di Rumah Sakit Muhammdiyah Palembang tahun 2019. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan ”cross sectonal”. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Accidental Sampling  yaitu pengambilan sempel yang kebetulan ada saat penelitian ini dilakukan yang berjumlah 38 Orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis  bivariat dengan menggunakan chi square. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2019. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik chi square pada tingkat kemaknaan α=0,05 didapatkan pada variabel pengetahuan ibu dengan perawatan tali ρ value =0,936 > 0,05, artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan perawatan tali pusat. Pe ndidikan ρ value = 0,789 > 0.05, usia ibu ρ value = 0.500 > 0,05, artinya tidak ada hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan perawatan tali pusat. Saran: Diharapkan untuk tenaga kesehatan di Rumah Sakit Muhammdiyah Palembang dapat memberikan penyuluhan kepada pasien mengenai perawatan tali pusat  yang benar sehingga responden dapat memperoleh pengetahuan yang baik tentang perawatan tali pusat. Kata Kunci                 : Perawatan Tali Pusat, Pengetahuan, Pendidikan, Usia
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PIL Pratiwi, Adelina; Rivanica, Rhipiduri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.1054

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi pil merupakan salah satu kontrasepsi yang paling terkenal selain kontrasepsi suntik. Umur, paritas, dan pengetahuan juga turut mempengaruhi pemilihan kontrasepsi pil. Wanita yang berumur 20-35 tahun, paritas yang kurang dari 2 orang anak, dan pengetahuan yang buruk cenderung memilih kontrasepsi pil. Tujuan: Untuk mengetahui pemilihan metode kontrasepsi pil berdasarkan umur, paritas, dan pengetahuan ibu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional sectional. Penelitian dilakukan pada bulan September – Desember 2020 di BPM X. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor kontrasepsi dari Januari – November 2020 berjumlah 921 orang dan sampel berjumlah 30 responden yang diambil secara purposive sampling menggunakan case control dengan perbandingan 15 orang pengguna kontrasepsi pil dan 15 orang pengguna kontrasepsi hormon selain pil. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat didapatkan responden yang memilih kontrasepsi pil sebanding dengan responden yang tidak memilih kontrasepsi pil 50%, usia reproduksi muda 63,3%, paritas rendah 76,7, dan pengetahuan baik 60%. Uji chi-square menunjukan variabel umur (p=1.000), paritas (p=1.000), dan pengetahuan (p=0,062)  > α = 0,05, menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara umur, paritas, dan pengetahuan ibu terhadap pemilihan kontrasepsi pil. Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya bidan agar lebih berperan aktif dalam pemberian penyuluhan keluarga berencana melalui KIE (Konseling, Informasi, dan Edukasi) tentang manfaat, efek samping, dan jenis-jenis kontrasepsi seperti kontrasepsi pil, sehingga ibu dapat memutuskan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi ibu.Kata kunci: Pemilihan Metode Kontrasepsi Pil, Umur, Paritas, Pengetahuan