HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam
Focus dan scope artikel yang akan diterima dan diterbitkan dalam Jurnal HUKUMAH harus masuk dalam lingkup keilmuan bidang hukum dan hukum Islam yaitu:
Bidang hukum mencakup (tapi tidak terbatas pada bidang) : hukum materiil dan formil, tinjauan hukum dari aspek politik, sosial, ekonomi, antropologi, psikologi
Bidang hukum Islam mencakup (tapi tidak terbatas pada bidang): fiqh, ushul fiqh, masail fiqhiyyah serta masalah fiqh kontemporer.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2021)"
:
10 Documents
clear
PELAKSANAAN AKAD NIKAH BERJABAT TANGAN PADA MASA COVID 19 DI KUA KECAMATAN UJUNGBATU KABUPATEN ROKAN HULU
SYUKRI ROSADI
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55403/hukumah.v4i1.250
Pernikahan khususnya pada masyarakat Ujungbatu, sebagian melaksanakan seluruh rangkaianprosesi ritual/tradisi pernikahan, dan sebagian pula melangsungkan pernikahan tanpa melaluiberbagai ritual/tradisi pelaksanaannya pun secara sederhana, namun tetap dalam ramburambu kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama terkaitpelayanan pernikahan. Pernikahan yang dilaksanakan pada masa pandemi membawaperubahan perilaku masyarakat lebih-bersahaja, namun tidaklah menghilangkan nilai sakralsebuah pernikahan, baik nilai sosial maupun nilai moral (spiritual). Kesakralan sebuahpernikahan terletak pada niat. Oleh karena itu, masyarakat tetap memberikan apresiasiterhadap pelayanan yang dilakukan oleh KUA walaupun dalam pelayanan terbatas danpernikahan yang dilangsungkan lebih ―bersahaja. Dalam praktik pelaksanaan akad nikah padamasa covid-19 ini dapat dilaksanakan atau dilangsungkan meskipun tanpa berjabat tangan,untuk mencegah tertularnya covid-19. Sebelum melaksanakan ijab kabul calon mempelailaki-laki, calon mempelai perempuan, wali nikah, dan yang lainnya harus memenuhi protokolkesehatan dengan mencuci tangan memakai masker, dan sarung tangan. Maka dengankemadharatan ini pernikahannya tetap sah. Dan dalam hukum Islam keabsahan nikah tetapsah. Dan dengan memenuhi syarat dan rukun nikahnya seperti adanya calon mempelai lakilaki, calon mempelai perempuan, dua orang saksi, wali, dan ijab kabul. Sejalan dengankesimpulan diatas maka para pihak yang akan melaksanakan atau melangsungkan ijab kabulharus memenuhi protokol kesehatan. Dan ijab kabul tanpa berjabat tangan tetap sah
PENGARUH LEADERSHIP DAN PEMASARAN TERHADAP PERKEMBANGAN BISNIS HOTEL SYARIAH DI KOTA PADANG SIDIMPUAN (Studi Pada Hotel Natama Syariah di Kota Padang Sidimpuan)
HARYA DESMAN
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55403/hukumah.v4i1.246
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel Leadership, dan Pemasaranterhadap Perkembangan Bisnis Hotel Natama Syariah di Kota Padangsidimpuan, denganmenggunakan seluruh karyawan Hotel Natama Syariah di Kota Padangsidimpuan sebagaiobjek penelitian. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengambilan sampel datasensus dan metode analisis regresi linear berganda dengan menggunakan alat analisis SPSS.Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data primer dengan menggunakan 32 sampeldari populasi karyawan Hotel Natama Syariah di Kota Padang Sidimpuan. Hasil penelitian iniberdasarkan Analisis Regresi Linear Berganda menunjukan bahwa variabel Leadershipmemiliki hubungan yang signifikan positif terhadap Perkembangan bisnis Hotel NatamaSyariah di Kota Padang Sidimpuan dengan probabilitas 0,000 < 0,05 dan diperoleh koefisienregresinya sebesar 0.447, variabel Pemasaran menunjukan adanya hubungan yang signifikanpositif terhadap perkembangan bisnis Hotel Natama Syariah di Kota Padang Sidimpuandengan probabiltas sebesar 0.000 < 0.05 dan diperoleh koefisien regresinya sebesar 0,924.Sementara itu secara bersama-sama variabel Leadership, dan pemasaran berpengaruh secarasignifikan terhadap Perkembangan Bisnis Hotel Natama Syariah di Kota Padang Sidimpuan.Sehubungan dengan adanya pengaruh yang signifikan variabel Leadership dan Pemasaranterhadap Perkembangan Bisnis Hotel Natama Syariah di Kota Padang Sidimpuan, pihak hoteldi sarankan untuk selalu lebih memperhatikan variabel Leadership dan meningkatkanPemasaran Hotel agar Hotel Natama Syariah di Kota Padang Sidimpuan dapat berkembangdan semakin diminati pengunjung untuk selanjutnya. Penelitian ini unik dengan metodeteknik pengambilan sampel data sensus serta menggunakan karyawan sebagai sampel
PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA MINIMARKET NAHDA SUNGAI BENGKAL
MASHUDI HARIYANTO
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55403/hukumah.v4i1.253
Berdasarkan observasi awal penulis terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian di Minimarket Nahda Sungai Bengkal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian, pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian, serta mengetahui pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan survei. Populasi penelitian ini adalah jumlah pengunjung rata-rata Minimarket Nahda dalam waktu enam bulan. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, serta data diolah dengan bantuan program SPSS Versi 20.Hasil penelitian menunjukkan, secara parsial harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal sebesar 73,7%. Kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada Minimarket Nahda Sungai Bengkal sevesar 17,4%. Hasil uji R Square diperoleh nilai sebesar 0,738. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel harga dan kualitas pelayanan 73,8%, sedangkan sisanya sebesar 0,262 atau 26,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
KETETAPAN BAGIAN AYAH DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM DI INDONESIA
JASMIATI -
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55403/hukumah.v4i1.247
Penelitian ini ditulis berdasarkan latar belakang yang terdapat dalam Kompilasi Hukum Islamsebagaimana termuat dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) pada buku II hukum kewarisan,pasal 177 menyatakan bahwa, “Ayah mendapat bagian sepertiga jika tidak ada anak bila adaanak ayah mendapat seperenam (1/6), ayah menerima seperenam (1/6) dalam keadaanpewaris ada meninggalkan anak, jelas telah sesuai dengan al-Quran, maupun rumusannyadalam fiqih. Tetapi menetapkan ayah menerima bagian sepertiga (1/3) dalam keadaan tidakada anak, tidak terdapat dalam al- Quran, tidak tersebut dalam kitab fiqih manapun, termasukSyiah. Ayah mungkin mendapat sepertiga (1/3) tetapi tidak sebagai dzawil furudh, itupundalam kasus tertentu seperti bersama dengan ibu dan suami, dengan catatan ibu menerimasepertiga (1/3) harta, sebagaimana yang lazim berlaku dalam madzhab jumhur Ahlu Sunnah.Namun bukan bagian sepertiga (1/3) untuk ayah yang disebutkan dalam Kompilasi HukumIslam.
Pergeseran Konsep Talak dari Kitab Fikih ke Peraturan Perundang-Undangan Indonesia: Perspektif Sosiologi Hukum Islam
ADI HARMANTO
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55403/hukumah.v4i1.299
Dalam kitab-kitab fikih, para ulama menyepakati, bahwa talak adalah hak prerogatif suami. Dengan kata lain, seorang suami, kapan pun dan di mana pun dapat menjatuhkan talak kepada istrinya hanya dengan mengucapkan ikrar atau pernyataan talak yang jelas, shariih maupun dengan tidak jelas, kinayah. Sementara dalam perundang-undangan Indonesia, baik dalam Undang-Undang Perkawinan Indonesia maupun dalam Kompilasi Hukum Islam, menyatakan bahwa sebuah talak hanya dapat dijatuhkan suami di hadapan dan atas pertimbangan pengadilan agama. Ta’lik talak juga menjadi sebuah keharusan dalam KHI yang sebelumnya tidak ditemukan presedennya dalam kitab-kitab fikih. Dari sini, terlihat bahwa konsep talak telah mengalami perubahan, pergeseran dan perluasan. Penelitian ini akan berusaha melihat fenomena pergeseran tersebut melalui lensa Sosiologi Hukum Islam dengan menggunakan metode kualitatif-deskriftif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pergeseran konsep talak dari kitab-kitab fikih ke peraturan perundang-undangan Indonesia adalah bertujuan selain untuk mempersulit dan mengurangi perceraian juga untuk meningkatkan status perempuan yang merupakan imbas dari gejala sosial dan budaya abad kedua puluh.
HUBUNGAN KOMPETENSI SOSIAL DAN KOMPETENSI PROFESIONAL DENGAN MOTIVASI KERJA GURU DI MADRASAH ALIYAH SWASTA KECAMATAN RAMBAH KABUPATEN ROKAN HULU
JUNAIDI JM
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55403/hukumah.v4i1.248
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang (1) Apakah terdapat hubungan kompetensisosial dengan motivasi kerja guru di Madrasah Aliyah Swasta Kecamatan RambahKabupaten Rokan Hulu, (2) Apakah terdapat hubungan kompetensi profesional denganmotivasi kerja guru di Madrasah Aliyah Swasta Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu,(3) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi sosial dan kompetensiprofesional dengan motivasi kerja guru di Madrasah Aliyah Swasta Kecamatan RambahKabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional . Sampeldalam penelitian ini berjumlah 65 orang guru Madrasah Aliyah swasta Kecamatan RambahKabupaten Rokan Hulu Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket dandokumentasi. Teknik analisa data menggunakan empat langkah, yaitu: uji normalitas, ujilinearitas, uji homegenitas serta uji korelasi.Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1)Hubungan kompetensi sosial dan motivasi kerja sebesar 0,742 (positif) dengan besaran nilaiSignificance (2-tailed) 0,000 < 0,05 yang menjelaskan hubungan antara kompetensi sosial danmotivasi kerja signifikan.(2) Hubungan professional dan motivasi kerja sebesar 0,521 (positif)dengan besaran niali Significance (2-tailed) 0,037 < 0,05 yang menjelaskan hubungan antaraprofessional dan motivasi kerja signifikan (3) Hubungan kompetensi sosial dan professionaldengan motivasi kerja sebesar 0,517 (positif) dengan besaran niali Significance (2-tailed)0,001 < 0,05 yang menjelaskan kompetensi sosial dan kompetensi professional denganmotivasi kerja guru signifikan.
EFEKTIVITAS SIDANG KELILING DALAM PENERAPAN ASAS PERSIDANGAN CEPAT, SEDERHANA DAN BIAYA RINGAN (Studi Di Pengadilan Agama Padangsidimpuan)
AHMAD SOLEH HASIBUAN
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55403/hukumah.v4i1.244
Tulisan ini membahas tentang bagaimana efektivitas sidang keliling di Pengadilan Agama Padangsidimpuan dengan melihat dari sisi asas persidangan cepat, sederhana dan dan biaya ringan. Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan penelitian lapangan (field research), yaitu dengan mengumpulkan data dari pihak-pihak Pengadilan Agama Padangsidimpuan yang ikut serta dalam sidang keliling masyarakat yang mengikuti sidang keliling. Untuk keefektivitasan sidang keliling dapat dilihat dari beberapa faktor. Untuk faktor biaya sidang keliling dinilai efektif membantu masyarakat karena dapat meringankan biaya transportasi perjalanan bagi masyarakat, sedangkan bagi pihak Pengadilan Agama Padangsidimpuan dinilai kuang efektif karena biaya yang dihabiskan untuk program sidang keliling menjadi lebih besar dari pada masyarakat langsung ke Pengadilan Agama Padangsidimpuan. Untuk faktor jarak dan waktu sidang keliling dinilai efektif bagi pihak masyarakat yang berperkara karena masyarakat tidak lagi merasakan jauhnya jarak dan lamanya waktu perjalan ke Pengadilan Agama Padangsidimpuan, sedangkan bagi pihak Pengadilan Agama Padangsidimpuan sebaliknya, untuk memulai sidang akan menjadi lebih lama. Untuk faktor proses penyelesaian perkara, apabila perkaranya yang hanya dihadiri tergugat (verstek) dan perkara yang tinggal putusan sidang keliling dapat di nilai efektif, sedangkan apabila perkaranya dihadiri oleh kedua belah pihak sidang keliling dinilai kurang efektif karena terbatasnya waktu penyelenggaraan dan penerapan hukum acara. Untuk faktor pelayanan hukum dapat dinilai efektif membantu masyarakat yang berperkara sesuai dengan tujuan sidang keliling. Maka dalam penerapan asas persidangan sederhana, cepat dan biaya ringan belum sepenuhnya terlakasana dalam sidang keliling di Pengadilan Agama Padangsidimpuan.
KONSEP KELUARGA SAKINAH DALAM KELUARGA KARIR DI KECAMATAN RAMBAH KABUPATEN ROKAN HULU MENURUT PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA
KALIANDRA SAPUTRA PULUNGAN
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55403/hukumah.v4i1.249
Manusia diciptakan sebagai mahkluk sosial, dan membutuhkan orang lain didalammengarungi bahtera kehidupan. Salah satu jalan mengarungi kehidupan adalah denganmengarungi pernikahan/ perkawinan. Maka dari pernikahan akan tumbuh kasih sayang sejatidan membuahkan kesetian dan keserasian. Dalam istilah agama disebut pernikahan yangmawaddah wa rahmah atau keluarga sakinah. Mewujudkan keluarga sakinah mawaddahwarahmah adalah merupakan kemaslahatan bagi setiap pasangan yang berumah tangga.Berdasarkan hal itu maka penulis merumuskan masalah yaitu: Bagaimana konsepsi keluargasakinah dalam keluarga karir menurut perspektif Hukum Keluarga di Kecamatan RambahKabupaten Rokan Hulu, dan Bagaimana implementasi dari keluarga sakinah dalam keluargakarir di Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Adapun tujuan penulisan ini dilakukanadalah untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang keluarga sakinah terutama dalamkeluarga yang memiliki karir. Untuk menjamin keutuhan penulisan ini, penulis menggunakanmetode interview, sedang untuk menganalisis data yang telah terkumpul penulismenggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penulisan diketahui bahwakonsepsi keluarga sakinah dalam keluarga karir di Kecamatan Rambah Kabupaten RokanHulu adalah berdasarkan agama, sikap saling menghormati, jujur, dan saling terbuka.Kesimpulan ini didasarkan pada contoh seperti; bahwa banyak keluarga yang menerapkanajaran agama pada semua anggota keluarga terutama pada anak-anak mereka danmengajarinya untuk selalu jujur dan selalu menghormati semua anggota keluarga terutamaorang tua mereka. Adapun tentang implementasi dari keluarga sakinah dalam keluarga kariryang ada di Kecamatan Rambah terbentuk atas dasar agama yang kuat dan sikap salingterbuka dan saling menghormati antar anggota keluarga, sifat jujur dan tenggang rasa yangdiajarkan kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya, serta selalu bersyukur atas nikmatdan rezeki yang di berikan oleh Allah SWT
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
ARPIZAL -
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55403/hukumah.v4i1.245
Penelitian ini di latar belakangi oleh perkembangan perbankan syariah dari segi aset maupundari segi kontribusi perbankan syariah yang berdampak pada aktifitas sosialnya di dalammasyarakat .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Islamic SocialResponsibility, Reputasi, Kepatuhan Syariah dan Maqasid Syariah Terhadap kinerjaperbankan syariah . Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang telah tergabung BankUmum Syariah (BUS) pada Web Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari tahun 2014 sampaidengan akhir tahun 2018 sebanyak 13 perusahaan. Variabel Indenpenden dalam penelitian iniadalah Islamic Social Responsibility, Reputasi, Kepatuhan syariah, Maqasid syariahsedangkan variabel dependen penelitian ini adalah Kinerja Perbankan Syariah. Jenis data yangdigunakan dalam penelitain ini adalah Data Skunder. Data tersebut merupakan laporantahunan dan keuangan perusahaan pada periode tahun 2014-2018. Analisis yang digunakanuntuk menguji hipotesis ini adalah Analisis Data Rekreasi Linier dengan menggunakan alatbantu SPSS 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh Islamic SocialResponsibility, Reputasi, Kepatuhan Syariah dan Maqasid Syariah secara simultanberpengaruh terhadap kinerja perbankan syariah. Hal ini berarti variabel-variabel tersebutperlu dijadikan salah satu bahan pertimbangan.
HUKUM SEMBELIHAN YANG TIDAK DISEBUTKAN NAMA ALLAH (TELAAH TERHADAP PEMIKIRAN IMAM ASY-SYAFI’I 150 H - 204 H)
Amrin Borotan
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55403/hukumah.v4i1.341
Menurut jumhur ulama, menyebutkan nama Allah (tasmiyah) ketika hendak menyembelih hewan adalah wajib. Ibnul Qayyim berkata,”Tidak diragukan lagi bahwa dengan mengucapkan basmallah akan menjadi hewan sembelihan menjadi baik dan menjadikan orang yang menyembelih serta hewan sembelihannya jauh dari setan. Jika hal itu tidak diucapkan, maka setan akan mengerumuni orang yang menyembelih dan hewan sembelihannya. Hal ini akan menjadikan hewan yang disembelih terlihat menjijikan. Nabi Saw. Jika menyembelih hewan beliau mengucapkan basmallah. Ayat al-An‟am 121 menunjukkan bahwa hewan yang tidak disembelih dengan menyebut nama Allah hukumnya haram, jika yang menyembelih adalah seorang muslim.” Akan tetapi menurut Imam Syafi‟i membaca tasmiyah ketika hendak menyembelih hewan adalah Sunnah. Dimana ayat ini menjelaskan bahwa hewan sembelihan yang haram dimakan adalah hewan yang di sembelih disebut selain nama Allah, atau sembelihan bagi berhala. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, Imam Syafi‟i tidak mensyaratkan tasmiyah sebagai syarat sahnya sembelihan, al-Syafi‟i memahami surah al-An‟am ayat 121 bukan sebagai perintah untuk tidak memakan sembelihan yang tidak disebut nama Allah padanya. Akan tetapi ayat tersebut dipahami sebagai larangan untuk tidak memakan daging sembelihan yang padanya disebut nama selain Allah, seperti untuk berhala dan lain-lain. Kedua, Menurut Imam Syafi‟i Surah al-An‟am ayat 121 menjelaskan bahwa hewan sembelihan yang haram dimakan adalah hewan yang disembelih disebut selain nama Allah, atau sembelihan bagi berhala. Adapun dalil yang dipakai oleh Imam Syafi‟i adalah bahwasanya Allah membolehkan memakan sembelihan ahlul kitab, Artinya: “Pada hari ini Dihalalkan bagimu yang baik-baik. makanan (sembelihan) orangorang yang diberi Al kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka”. Ketiga, Mazhab Asy-Syafi'i tetap memakruhkan orang yang menyembelih hewan bila secara sengaja tidak membaca lafadz basmalah. Tetapi walau pun sengaja tidak dibacakan basmalah, tetap saja dalam pandangan mazhab ini sembelihan itu tetap sah. Jadi penulis sependapat dengan pendapat Imam Syafi‟i dimana ketentuan sah atau tidak sahnya sebuah penyembelihan yang sesuai dengan syariah. Ketentuan lain merupakan adab atau etika yang hanya bersifat anjuran dan tidak memengaruhi kehalalan dan keharaman hewan itu.