cover
Contact Name
Pangkuh Ajisoko
Contact Email
-
Phone
+6281282267291
Journal Mail Official
jurnaledukasia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Amal Lama Nomor 1 Tarakan
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Edukasia : Jurnal Pendidikan
ISSN : 23021225     EISSN : 2654329X     DOI : -
Jurnal ilmiah ilmu pendidikan (EDUKASIA) menerima dan memuat naskah dalam bentuk hasil penelitian (artikel ilmiah) dalam bidang pendidikan sosial, pendidikan sains, pendidikan MIPA dan kajian lain selama dalam lingkup Pendidikan. Penerbitan Jurnal Edukasia pada bulan April dan Oktober dengan E-ISSN 2654-329X dan P-ISSN 2302-1225
Articles 120 Documents
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN BAHAN AJAR SOSIOLINGUISTIK BERBASIS BUKU TEKS DI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Rita Kumala Sari; Eva Apriani
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v6i1.899

Abstract

Penelitian ini berjudul keefektifan Penggunaan bahan ajar perkuliahan sosiolinguistik berbasis buku teks di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan  model R D milik Borg dan Gall. Jenis data penelitian ini adalah data numerik dan data verbal. Data numerik yakni berupa data skor yang diperoleh dari hasil angket penilaian ahli, praktisi, dan mahasiswa terhadap produk. Data verbal tertulis berupa catatan, komentar, kritik, maupun saran-saran yang telah dituliskan oleh subjek uji pada angket penilaian; sedangkan data verbal lisan berupa informasi yang disampaikan secara lisan ketika wawancara dengan ketiga kelompok uji. Angket penilaian dan pedoman wawancara bebas digunakan sebagai instrumen pengumpul data.
DESAIN PENGEMBANGAN BUKU SAKU DIGITAL MATEMATIKA SMP BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Nurmala R; Maharani Izzatin; Alfian Mucti
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v6i2.1058

Abstract

Penelitian ini merupakan penilitian pengembangan  yang bertujuan  untuk  menghasilkan produk berupa buku saku digital matematika SMP berbasis android sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa. Pengembangan buku saku digital ini melalui beberapa tahap yaitu: tahap potensi dan masalah, tahap pengumpulan data, tahap desain, tahap validasi pakar, tahap uji coba skala kecil dan besar, serta tahap uji efektifitas. Instrumen  yang  digunakan  untuk  mengumpulkan  data  dalam  penelitian pengembangan  ini  adalah lembar penilaian dan lembar angket. Lembar penilaian digunakan untuk mengetahui tanggapan pakar ahli media dan ahli materi mengenai produk, sedangkan angket digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap buku saku digital yang telah dikembangkan dan juga untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa dengan menggunakan produk yang dikembangkan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis uji kelayakan produk, analisis tanggapan siswa, dan analisis minat belajar siswa. Produk yang dikembangkan berupa buku saku digital matematika SMP berbasis android layak digunakan, hal ini ditunjukkan dengan penilaian validasi ahli media diperoleh skor total 28 dengan persentase 77,77% dengan kriteria layak dan validasi ahli materi diperoleh skor total 31 dengan persentase 86,11% dengan kriteria sangat layak. Selanjutnya, produk yang dikembangkan dapat meningkatkan minat belajar siswa, hal ini ditunjukkan oleh data angket minat belajar diperoleh 75% atau sebanyak 60 siswa berada pada kategori minimal tinggi.
ANALISIS KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR GURU DI SDN 002 SEBATIK TENGAH Kartini Kartini; Abdul Muis
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v5i2.1004

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu penelitian yang mengkaji lebih dalam bagaimana proses belajar mengajar yang dilakukan guru berdasarkan pengembangan kurikulum dan sistem penilaian pendidikan dasar yang telah diimplementasikan secara professional. Guru wajib menguasai delapan keterampilan dasar mengajar yaitu: 1) keterampilan bertanya/mengajukan pertanyaan, 2) keterampilan menjelaskan/menerangkan, 3) keterampilan membimbing kelompok kecil, 4) keterampilan mengelola kelas, 5) keterampilan memberikan penguatan, 6) keterampilan memberikan variasi, 7) keterampilan membuka dan menutup pelajaran, dan 8) keterampilan mengadakan evaluasi. Oleh karena itu, peneliti mencoba untuk memberikan pemahaman keterampilan dasar mengajar bagi guru kelas di daerah Perbatasan dan keterampilan dasar mengajar yang masih belum tercapai dalam proses belajar mengajar di daerah perbatasan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif - deskriptif.Data hasil penelitian yang diperoleh dari nilai keterampilan dasar mengajar guru kelas 1, 2 dan 3 di SDN 002 Sebatik Tengah. Hasil penelitian keterampilan dasar mengajar guru menyatakan rata-rata guru di daerah perbatasan khususnya di SDN 002 Sebatik Tengah belum terampil dalam menerapkan keterampilan dasar mengajar pada pembelajaran meliputi keterampilan membuka dan menutup pelajaran, bertanya, menjelaskan, membimbing diskusi kelompok kecil, mengajar perorangan, mengelola kelas, memberi penguatan dan memberi variasi.
PROFIL KEMAMPUAN NUMBER SENSE SISWA KELAS VIII SMPN 8 TARAKAN Alfian Mucti; Dewi Astuti; Dwi Susanti
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v7i1.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kemampuan number sense siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Kelas yang diteliti dibatasi pada siswa kelas VIII-7. Adapun pengambilan data dengan menggunakan tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan number sense siswa berada dibawah standar 2,75 dengan nilai rata-rata secara keseluruhan sebesar 1,45 ,dengan nilai tertinggi 3,00 nilai terendah 1,00 dari skor maksimal 4. Dengan rata-rata ketercapaian tiap indikator sebagai berikut: 1) Indikator number magnitude sebesar 1,68; 2) Indikator number operation sebesar 1,54; 3) Indikator computional estimation sebesar 1,14. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa rata-rata siswa di kelas VIII-7 di SMPN 8 Tarakan mengalami kesulitan di semua indikator number sense
UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP GEOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN MATCHING STATEMENT COMPETITION DI SMP NEGERI 1 PANDAK KABUPATEN BANTUL Tri Heriyanto
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v7i1.1517

Abstract

ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Pandak yang beralamat di Jalan Srandakan KM 1 Gilangharjo Pandak.Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui: 1) sejauhmana teknik dan model pembelajaran inovatif  dengan pendekatan Matching Statemen Competition dapat dioptimalkan pada siswa kelas VIIIA  SMP Negeri 1 Pandak, 2)Untuk mengetahui sejauhmana penguasaan konsep geografi siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Pandak  dengan pendekatan Matching Statemen Competition 3)Untuk mengetahui sejauhmana penguasaan hasil belajar pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Pandak melalui pendekatan Matching Statemen Competition.Hasil penelitian tindakan siklus pertama dan kedua tentang materi pembelajaran Mobilitas Sosial  menggunakan pendekatan Matching Statemen Competition menunjukkan hasil yang menggembirakan yaitu kecenderungan  hasil belajar  meningkat, pembelajaran lebih menyenangkan  dengan diikuti meningkatnya kerjasama antar siswa. Melalui peningkatan semangat dan kerjasama dalam pembelajaran yang menyenangkan itu beridampak prestasi pembelajaran juga akan meningkat. Pada Siklus pertama Jumlah Siswa 38 Rata-rata Nilai 78,16 Diatas KKM berjumlah 32 atau  84,21% Kurang KKM berjumlah  6 atau  15,79%. Pada siklus kedua 38 Rata-rata Nilai 78,29  Diatas KKM 37 atau 97,37% Kurang KKM 1 atau 2,63%.Kata Kunci: Pengetahuan Sosial, Matching Statemen Competition, hasil belajar geografi
ISOLASI DIGITAL : SISI GELAP PEMBELAJARAN DARING Fadhlan Muchlas Abrori; Novri Hadi Saputra; Vlorensius Vlorensius
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): November
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v7i2.2392

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui persepsimahasiswa terkait kendala selama pembelajaran daring yang berkaitan dengan isolasidigital. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan datadilakukan dengan kuesioner semi terbuka, dan wawancara. Informan dalam penelitian iniadalah mahasiswa pendidikan biologi Universitas Borneo Tarakan. Berdasarkan hasilpengelompokan permasalahan pembelajaran daring dibagi menjadi 4 masalah yangterkait isolasi digital: kompleksitas perkuliahan yang susah dikemas dalam pembelajarandaring, platform yang tidak familiar, jaringan internet, dan permasalahan gawai. Hasilyang didapatkan sebanyak 75,7% informan menjawab bukan permasalahan teknis yangmenyebabkan pembelajaran daring menjadi hal yang merugikan. Namun, kompleksitasmatakuliah yang tidak bisa dikemas dalam pembelajaran daring merupakan penyebabutama. Hal ini terjadi dari sisi dosen yang kurang maksimal dalam mengelola kontendalam sebuah media digital atau keterbatasan jam perkuliahan.
PERMAINAN TRADISIONAL KALIMANTAN UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA Ratna Dewi; Siti Rahmi
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): November
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v7i2.2393

Abstract

Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian pesan yang dilakukan antara dua orang atau lebih dengan peluang untuk memberikan umpan balik. Komunikasi interpersonal siswa SMP Negeri 2Pulau Derawan masih rendah, hal ini ditunjukkan dari perilaku siswa yang kurang kompaksaat ada perlombaan kelas, meluapkan emosi lewat FB, lebih senang menyendiri main gad-ged dansulit mengungkapkan pendapat dalam situasi diskusi. Salah satu upaya yang dilakukan untukmeningkatkan komunikasi interpersonal siswa menggunakan bimbingan kelompok dengan teknikpermainan tradisional Kalimantan yaitu permainan betewah dan pindah bintang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik permainan tradisional kalimantan terhadap komunikasiinterpersonal siswa. Jenis peneitian adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desainone group pre-test post-test design, Populasi penelitian ini sebanyak 42 siswa dan sampel 8 siswakelas IX SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala komunikasiinterpersonal, Realibilitas diperoleh koefisien 0,757 yang menunjukan tingkat reliabilitas tinggi.Analisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan 22.0 SPSS windows. Berdasarkan hasil analisis data perhitungan uji-wilcoxon nilai asymp sig = 0,12 α = 0,05 maka ditolak yang berarti ada pengaruh penerapan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tradisional Kalimantan untuk meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas IXSMP Negeri 2 Pulau Derawan.
PENERAPAN TEORI APOS DALAM ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Maharani Izzatin
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): November
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v7i2.2394

Abstract

Pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan dasar matematika yang harus dimilikioleh siswa. Teori terkait tahapan pemecahan masalah digunakan dalam melakukan analisisterhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Salah satu teori yang dapat digunakan adalah teori APOS. Dalam teori APOS, terdapat empat tahapan yaitu: 1) aksi (action), adalahtransformasi dari objek-objek yang dipelajari dan yang dirasakan oleh siswa, sertainstruksi tahap demi tahap bagaimana melakukan operasi, 2) proses (process)didefinisikan sebagai struktur kognitif yang melibatkan imajinasi tentang transformasimental atau fisik yang terjadi secara internal, ditunjukkan dengan seseorang sudah bisamelakukan tingkat aksi secara berulang kali, 3) objek (object), dapat diartikan sebagaisesuatu yang dihasilkan dari pengkonstuksian mental yang telah dilakukan pada tahapproses, dan 4) skema (scema) yaitu kumpulan aksi, proses, dan objek yang dirangkummenjadi sebuah skema.
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG CAMPURAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS VIB SD NEGERI 003 TARAKAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Prayudi Ariessanto
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): November
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v7i2.2390

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaranMatematika materi bangun ruang campuran pada siswa kelas VIB SDN 003 Tarakan.Penelitian ini digunakan untuk menjawab permasalahan, apakah penerapan modelpembelajaran kooperaif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar matematika materibangun ruang campuran pada siswa kelas VIB SDN 003 Tarakan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIB semester 2 SDN 003 Tarakanyang berjumlah 36 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan.Penelitian ini dilaksanakan dalam 4 bulan mulai bulan Januari 2020 sampai bulan April2020. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 kali siklus pembelajaran yang masingmasingsiklusterdiri dari empat tahapan yakni, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan,dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, test, dandokumentasi. Data dianalisis secara statistik menggunakan rumus statistic sederhana. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa melalui model pembelajarankooperaif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar Matematika materi bangun ruangcampuran pada siswa kelas VIB SDN 003 Tarakan tahun pelajaran 2019/2020. Hasilbelajar siswa mengalami peningkatan klasikal pada siklus I rata-rata yang tuntas dalampembelajaran sebanyak 17 orang siswa atau 47,22%, dengan rata-rata nilai secara klasikalmencapai 62,40 sedangkan pada pertemuan berikutnya terjadi peningkatan yangsignifikan hingga pada siklus II rata-rata yang tuntas dalam pembelajaran sebanyak 29orang siswa atau 80,5% dengan rata-rata nilai secara klasikal mencapai 75,90 sehinggamelebihi dari indicator ketuntasan dalam pembelajaran dengan KKM 65, demikian jugaterjadi aktivitas siswa dan guru sangat aktif sehingga dapat disimpulkan bahwa hasilbelajar siswa telah mengalami peningkatan melalui model pembelajaran kooperaif tipeSTAD materi matematika bangun ruang campuran siswa kelas VIB SD Negeri 003Tarakan.
INDENTIFIKASI MASALAH MAHASISWA KOTA TARAKAN, KALIMANTAN UTARA Riski Sovayunanto
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): November
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/edu.v7i2.2391

Abstract

Identifikasi masalah dilakukan untuk mengetahui berbagai kendala atau masalah guna memberikanbantuan untuk mengatasi permasalahan, hambatan, gangguan, kendala atau kesulitan yang terjadipada mahasiswa. Instrumen penelitian menggunakan teknik Daftar Cek Masalah (DCM). Metodepenelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel mahasiswa S1 tahunangkatan 2019 sebanyak 324 subjek. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan rumusprosentase. Hasil penelitian dalam artikel ini fokus membahas aspek dan indikator yang sangatbermasalah dengan nilai prosentase 51% - 100%. aspek dan indikator yang sangat bermasalah sertamemerlukan bantuan para ahli, yaitu (1) aspek kesehatan, dengan indikator masalah mahasiswa seringgugup; (2) aspek keadaan ekonomi, indikator masalah mahasiswa mengharapkan memperolehbeasiswa; (3) aspek hubungan pribadi dengan indikator masalah mahasiswa ingin memiliki teman yangakrab dan ingin hidup lebih tenang; (4) aspek kehidupan social-keaktifan berorganiasasi denganindikator masalah mahasiswa merasa malu jika berhadapan dengan orang banyak; (5) aspek kebiasaanbelajar dengan indikator masalah mahasiswa belajar kalua ada ulangan, belajar tidak teraturwaktunya, dan kalu belajar sering mengantuk; (6) aspek masa depan dan cita-cita pendidikan/ jabawatan dengan indikator masalah mahasiswa ingin melanjutkan S1/ S2/ S3 tetapi juga ingin bekerja.

Page 7 of 12 | Total Record : 120