cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 3 (2023)" : 11 Documents clear
Pengaruh Perendaman Asam Sulfat (H2SO4) Terhadap Perkecambahan Benih Sirsak (Annona muricata L ) Sipahutar, Asrul; Adelina, Rasmita; Harahap, Sri Winaty
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12837

Abstract

Tanaman sirsak merupakan tanaman yang kaya akan manfaat, oleh karena itu tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka pengembangan agroindustri dan agribisnis. Salah satu kendala pada pembibitan sirsak yaitu benih tidak segera berkecambah (dorman). Hal itu disebabkan benih sirsak memiliki kulit yang tebal dan keras sehingga bersifat impermeabel terhadap air dan gas yang menyebabkan perkecambahan menjadi terhambat atau waktu yang dibutuhkan untuk menginduksi perkecambahan semakin lama. Perlakuan skarifikasi kimia memiliki tujuan untuk membuat kulit benih lebih mudah dimasuki air ketika imbibisi. Salah satu larutan kimia yang dapat digunakan yaitu larutan asam sulfat (H2SO4). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh lama perendaman asam sulfat terhadap perkecambahan benih sirsak. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok Non faktorial dengan perlakuan sebagai berikut: P0 (kontrol), P1 (20 menit), P2 (30 menit) dan P3 (40 menit). Parameter pengamatan yang dilakukan yaitu persentase perkecambahan (%), tinggi bibit (cm), jumlah daun (helai), bobot basah (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama perendaman asam sulfat terhadap perkecambahan benih sirsak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pengamatan persentase perkecambahan yaitu 81,25%, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata pada tinggi bibit (cm), jumlah daun (helai) dan bobot basah tanaman (g). Perlakuan terbaik yaitu perendaman asam sulfat selama 30 menit.
Uji Berbagai Jenis Varietas Dan Konsentrasi Biourin Kelinci Untuk Mengetahui Karakteristik Morfofisiologis Jagung Ketan (Zea mays ceratina) Safrina, Safrina; Nazirah, Laila; Nasruddin, Nasruddin; Khusrizal, Khusrizal; Jamidi, Jamidi; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12890

Abstract

Salah satu teknik budidaya jagung ketan adalah penggunaan varietas unggul dan penggunaan pupuk organik biourine kelinci. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok  dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari (V1) varietas Arumba, (V2) varietas Kumala, (V3) varietas Srikandi, dan (V4) varietas Rasanya. Faktor kedua adalah konsentrasi biourine kelinci yang terdiri dari (U0) 0 ml/l, (U1) 150 ml/l, dan (U2) 250 ml/l. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih umur berbunga, jumlah tongkol yang ditanam, panjang tongkol, berat tongkol, panjang tongkol tanpa tongkol, berat tongkol. tanpa tongkol, jumlah baris benih per tongkol, berat 100 biji, dan produksi ton/ha serta kandungan amilopektin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas terbaik adalah varietas Arumba (V1). dan pemberian biourinee terbaik terdapat pada perlakuan (U2) 250 ml/liter. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara variasi perlakuan dan pemberian biourine kelinci terhadap beberapa parameter perlakuan
Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Organik Cap 3 Kelapa Dan Berbagai Jenis Mulsa Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Nur, Hardianti; Mulyani, Cut; Marnita, Yenni
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dengan pemberian dosis pupuk organik cap 3 kelapa dan berbagai jenis mulsa organik, serta mengetahui interaksi  antara pemberian dosis pupuk organik cap 3 kelapa dan berbagai jenis mulsa organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola factorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor dosis pupuk organik cap 3 kelapa dengan notasi D yang terdiri dari 3 taraf yaitu : D‚ = 0,81 kg/plot (10 ton/ha), D‚‚ = 1,21 kg/plot (15 ton/ha), dan D‚ƒ = 1,62 kg/plot (20 ton/ha). Faktor Jenis Mulsa Organik  dengan notasi M yang terdiri dari 3 taraf yaitu : M‚ = Ampas tebu, M‚‚ = Tandan Kosong Kelapa Sawit, dan M‚ƒ = Jerami Padi. Parameter  yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong per tanaman, jumlah polong perplot, berat 100 biji dan produksi per Ha (ton). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cap 3 kelapa berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman kacang hijau umur 4, 5 dan 6 MST, Jumlah Polong per Plot dan Berat 100 biji. Hasil terbaik yaitu didapatkan pada perlakuan D‚ƒ = 1,62 kg/plot. Pemberian jenis mulsa organik memberikan pengaruh nyata pada parameter Jumlah Polong per Plot dan Berat 100 biji. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan jenis mulsa organik jerami padi yaitu M‚ƒ. Interaksi dosis pupuk organik cap 3 kelapa dengan berbagai jenis mulsa organik memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman kacang hijau umur 4, 5 dan 6 MST dan berpengaruh nyata pada berat 100 biji. Interkasi terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan dosis pupuk organik cap 3 kelapa 1,62 kg/plot dan mulsa jerami padi.
Pengaruh Lama Blansir Dan Suhu Pengeringan Terhadap Kualitas Bubuk Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Hayati, Hayati; Nurahmi, Nurahmi; R, Yolanda
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.13024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama blansir dan suhu pengeringan terhadap kualitas bubuk cabai merah varietas TM-999. Cabai merah merupakan komoditas hortikulturabernilai ekonomi tinggi yang digunakan luas dalam industri makanan dan farmasi. Cabai ini kayaakan nutrisi penting seperti karbohidrat, lemak, protein, kalsium, vitamin A, B1, dan C, serta memiliki potensi sebagai agen anti kanker berkat kandungan lasparaginase. Penelitian dilakukandi Laboratorium Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas SyiahKuala, Banda Aceh, selama Februari hingga Mei 2023. Penggunaan berbagai peralatan laboratorium seperti oven, kipas angin, ayakan 60 mesh, dan lainnya, mendukung penelitian ini. Sementara itu, bahan yang digunakan meliputi 9 kilogram cabai merah varietas TM-999 yang dipanen setelah mencapai usia 90 hari, serta bahan kimia tertentu. Penelitian mengikuti desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi lama blansir (0, 2, dan 3 menit) dan suhu pengeringan (50°C, 55°C, dan 60°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama blansir berpengaruh signifikan terhadap warna a dan aroma, dengan lama blansir 3 menit memberikan kualitas bubuk cabai merah optimal. Suhu pengeringan berpengaruh pada kadar vitamin C, dengan suhu 50°C menjadi yang terbaik. Selain itu, penelitian ini tidak menemukan interaksi yang signifikan antara lama blansir dan suhu pengeringan terhadap kualitas cabai merah. Hasil ini memberikan panduan berharga untuk meningkatkan proses pengeringan dan kualitas bubuk cabai merah dalam aplikasi industri pangan dan farmasi.
Pengaruh Dosis Pupuk Urea Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Husna, Rika; Yasir Afif, Muhammad; Rahmawati, Marai
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis Urea dan konsentrasi Pupuk Organik Cair NASA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.) di dataran tinggi Gayo. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2021 berlokasi di lahan milik warga yang berlokasi Tetunyung Kampung Takengon Timur, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2  faktor, yang pertama adalah dosis pupuk Urea yaitu tanpa pupuk Urea Kontrol (U0), 100 kg/ha (U1), 150 kg/ha (U2), and 200 kg/ha (U3) sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi POC NASA yaitu tanpa POC NASA 0 ml/l (N0), 3 ml/l (N1), 6ml/l (N2) dan 9 ml/l (N3). Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan dosis Urea memberi pengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman 14HST, 21HST dan 28HST , jumlah daun 14HST, 21HST dan 28HST, panjang daun, lebar daun, berat berangkasan basah dan hasil per hektar Dosis pupuk Urea terbaik adalah Urea 100 kg/ha menunjukkan rata-rata hasil per hektar tertinggi yaitu 23,50 ton/ha. Perlakuan konsentrasi POC NASA memberikan pengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, berat berangkasan basah, dan potensi hasil per hektar. Konsentrasi POC NASA terbaik  yaitu 3 ml/L dengan hasil per hektar tertinggi yaitu 15,67 ton/ha. Terdapat interaksi yang nyata antara dosis Pupuk Urea dan konsentrasi POC NASA parameter tinggi tanaman umur 14HST, 21HST dan 28 HST, jumlah daun 14HST, 21HST dan 28HST , panjang daun, lebar daun, berat berangkasan basah, dan hasil per hektar. Kombinasi dosis pupuk Urea dan konsentrasi POC NASA yang terbaik adalah pupuk Urea 100 kg/ha dan konsentrasi POC NASA 3 ml/L memberikan hasil per hektar terbaik yaitu 30,95 ton/ha.
Pengaruh Dosis Pupuk Kalium Terhadap Hasil Beberapa Jenis Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Hayati, Mardhiah; Efendi, Arfan; Nurhayati, Nurhayati; Nura, Nura; Faudiah, N
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.13122

Abstract

Tanaman ubi jalar merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat ditingkatkan hasilnya dengan pemberian dosis pupuk kalium pada klon lokal Saree yang sudah beradaptasi di daerah asalnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis pupuk KCl dan jenis ubi jalar yang sesuai serta interaksi antara keduanya terhadap hasil ubi jalar. Penelitian ini dilaksanakan di dataran menegah Saree, Kabupaten Aceh Besar dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dari April hingga Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4 x 2 dengan 3 ulangan yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk KCl (0, 100, 200, dan 300 kg ha-1). Faktor kedua adalah jenis ubi jalar (klon lokal Saree dan varietas Cilembu). Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis pupuk kalium 300 kg ha-1 terbaik untuk parameter hasil umbi ubi jalar, sedangkan varietas Cilembu cenderung lebih baik untuk parameter hasil umbi ubi jalar.
Pengaruh Pemberian Jenis Pupuk Organik Dan Jumlah Bibit Perlubang Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) kartini, kartini; Iswahyudi, Iswahyudi; Riza Juanda, Boy
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12218

Abstract

Tanaman serai wangi merupakan salah satu tanaman yang menghasilkan minyak atsiri dari kelompok Graminae atau rerumputan. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan jumlah bibit per lubang tanaman terhadap pertumbuhan tanaman serai wangi serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik dengan notasi (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : P1 = kotoran ayam, P2 = kotoran kambing, dan P3 = kotoran sapi. Faktor kedua adalah jumlah bibit per lubang tanam dengan notasi (J) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: J1 = 2 bibit/lubang tanam, J2 = 3 bibit/lubang tanam, dan J3 = 4 bibit/lubang tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman serai wangi, jumlah daun, dan jumlah anakan. Jumlah bibit per lubang tanam berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, dan jumlah anakan. Interaksi antara jenis pupuk organik dan jumlah bibit per lubang tanam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan. 
Pemberian Bahan Organik, Mikrob Selulolitik Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Hapsoh, Hapsoh; Rahma Dini, Isna; Muttakin, Ahmad
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12836

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman legum yang termasuk famili Fabaceae. Produksi kacang tanah mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini diduga karena cara budidaya yang kurang tepat serta daya dukung kemampuan tanah yang terbatas. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi kacang tanah melalui pemupukan organik dan anorganik, yaitu dengan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian bahan organik TKKS dengan mikrob Selulolitik dan pupuk NPK, pengaruh pemberian TKKS dengan mikrob selulolitik dan pengaruh pemberian pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Riau. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor I pemberian bahan organik TKKS dengan tiga taraf yaitu, 0 t.ha-1, TKKS+mikrob Selulolitik 5 t.ha-1, Kompos TKKS dekomposer mikrob selulolitik 5 t.ha-1. Faktor II pemberian pupuk NPK dengan tiga taraf, NPK 50% (0,625 g per polibag), NPK 75% (0,9375 g per polibag) dan NPK 100% (1,25 g per polibag). Parameter yang diamati adalah jumlah polong per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, persentase polong bernas per tanaman, berat biji kering per tanaman, dan berat 100 biji. Hasil penelitian interaksi pemberian kompos TKKS, TKKS dengan mikrob selulolitik dan pupuk NPK berpengaruh terhadap jumlah polong per tanaman dan berat 100 biji kering.
Optimalisasi Produksi Kedelai Varietas Anjasmoro Dengan Manipulasi Arah Baris Dan Gulma Adnan, Adnan; Munauwar, Muhammad Muaz
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12661

Abstract

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang tediri dari dua faktor. Faktor pertama manipulasi arah baris tanaman : utara-selatan, timur laut-barat daya, timur-barat, tenggara-barat laut. Faktor ke dua waktu penyiangan gulma : penyiangan terus menerus, 14 hari setelah tanam, 28 hari setelah tanam, (14 dan 28) hari setelah tanam. Enam belas kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan manipulasi arah baris tidak memberikan pengaruh terhadap seluruh parameter pengamatan. Pada pengamatan hari ke 28 dan hari ke 42 setelah tanam tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan penyiangan gulma terus menerus dan penyiangan gulma (14 dan 28) hari setelah tanam. Umur berbunga dan panen tercepat tanaman kedelai terdapat pada perlakuan penyiangan gulma 14 hari setelah tanam. Berat biji per tanaman dan jumlah polong bernas per tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan penyiangan gulma terus menerus dan penyiangan gulma (14 dan 28) hari setelah tanam.
Penggunaan Pupuk Organik Dan Anorganik Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasi Kentang (Solanum tuberosum L.) Afrilia, Surahmi; Nasruddin, Nasruddin; Khusrizal, Khusrizal; Ismadi, Ismadi; Wirda, Zurahmi
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.13182

Abstract

Tanaman kentang  merupakan tanaman hortikultura yang mengandung karbohidrat, vitamin, serat dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Produktivitas kentang di Indonesia masih rendah disebabkan pengelolaan belum optimal, teknik pemupukan kurang tepat. Penggunaan pupuk anorganik terus menerus mengakibatkan tanah menjadi keras, menurunnya kandungan bahan organik, rusaknya struktur tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dan anorganik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kentang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor yaitu perlakuan perbandingan pupuk organik kotoran kuda dan limbah kulit kopi dengan taraf 5 taraf 20:0, 15:5, 10:10, 5:15 dan 0:20 ton/ha; dan dosis pupuk anorganik NPK dengan 4 taraf 0, 500, 700 dan 900 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk organik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat umbi pertanaman, berat umbi perplot dan grade umbi. Dosis pupuk anorganik NPK berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan perumpun, jumlah umbi pertanaman, jumlah umbi perplot, berat umbi pertanaman, dan berat umbi perplot. Tidak ada interaksi antara perlakuan pupuk organik dan dosis pupuk anorganik NPK.

Page 1 of 2 | Total Record : 11