cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 450 Documents
Penggunaan Berbagai Macam Legum Cover Crop (LCC) Dalam Menyerap Logam-Logam Berat Pada Lahan Bekas Tambang Emas Di Kabupaten Sijunjung S, Giska Oktabriana.; Syofiani, Riza; Gusmini, Gusmini; Aprisal, Aprisal
Agrium Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i1.1335

Abstract

Penelitian penggunaan berbagai macam Legum Cover Crop (LCC) dalammenyerap logam-logam berat pada lahan bekas tambang emas di kabupatensijunjung. Tujuan penelitian adalah untuk melihat LCC yang paling bagus dalammenyerap logam-logam berat pada lahan bekas tambang emas. Penelitian inidilakukan di Nagari Pala Luar Kecamatan Koto Tujuh Kabupaten Sijunjungselama 3 bulan dan dilanjutkan dengan analisis di Laboratorium Tanah FakultasPertanian Universitas Andalas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian iniadalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 5x3 dengan 5 perlakuan dan 3ulangan, perlakuan penggunaan tanaman LCC dimana, A=Kontrol (tanpa LCC), B = Mucuna conchinchinensis, C = Calopogonium mucunoide, D = Centrocemapubescen, E = Mucuna bracteata. Data analisis dengan menggunakan tabelAnova 5% apabila F hitung lebih hitung lebih dari F tabel 5 % dan uji lanjut BNJ5%. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan LCCjenis Mucuna bracteata mampu menyerap logam berat lebih banyak dibandingkan jenis LCC lainnya.Kata Kunci : LCC, Logam-logam berat, lahan bekas tambang
Evaluasi Karakter Organ Generatif Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Secara Hidroponik Wirda, Zurrahmi; S. D, Elvira; Agustina, Mira
Agrium Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v11i2.642

Abstract

Buah tomat merupakan jenis sayuran yang mengandung nutrisi yang tinggi. Ketika tanaman memasuki fase generatif akan terjadi beberapa perubahan fisik, biokimia dan fisiologis terutama terhadap buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan media tanam terhadap karakter organ-organ generatif tanaman tomat yang ditanam secara hidroponik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Victory memberikan jumlah dompolan per tanaman, jumlah bunga per dompolan dan jumlah buah per dompolan terbanyak, namun varietas Tombatu F1 memiliki diameter buah, panjang buah dan berat buah persatuan terbaik. Media tanam yang digunakan tidak memberikan pengaruh terhadap karakter organ-organ generatif tanaman tomat yang diamati.
Kajian Erosi Tanah dan Teknik Konservasi Tanah di Sub DAS Krueng Pirak Kabupaten Aceh Utara Munzir, Tiar; Akbar, Halim; Rafli, M.
Agrium Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.1941

Abstract

Land, as a natural resource, has various pressures along with the increase in the human population which has caused a decrease in the quality and land productivity. Decreasing soil quality is caused by nutrients that are washed away by rain and erosion mainly occurs on land that does not apply appropriate conservation management. The rate of erosion and sedimentation in an area illustrates the condition of the watershed management system. This study aims to predict the rate of soil erosion in the Krueng Pirak watershed in North Aceh Regency. The method used in this study is the survey method as follows: preparation, observation, data analysis and presentation of results. The results showed that the calculation of erosion predictions in the Krueng Pirak sub-watershed in North Aceh had different predictive values for each Land Mapping Unit (LMU). The highest erosion prediction is in LMU21 of 882.38 tons / ha / year with coconut vegetation, while the lowest is in LMU14 which only has 0.29 tons / ha / year. This happens because of the low carbon content of forest vegetation. For the Krueng Pirak sub-watershed area, there are several LMU areas that need to be preserved, including LMU2, LMU4, LMU6, LMU9, LMU10, LMU13, LMU15, LMU16, LMU17 and LMU21. This is because the value of predicted erosion in this area exceeds acceptable erosion values. Some conservation efforts that need to be done are in LMU 11 by integrating rubber plants with cassava plants. PL 12, SPL 13, SPL 15 by integrating the main crops with corn, upland rice, cassava, peanuts and plant residues used as mulch. Conservation in LMU16 and LMU21 is carried out by reforestation by covering the soil at the beginning of the year, while in LMU17 conservation is done by combining teak plantations with pea and green bean plants. Keywords: Sub-watershed, Prediction of Erosion, Conservation, LMU 
Post Tsunami: Marine Protected Areas (MPA) Zonation Structure of Pulo Aceh, Indonesia Rusdi, Muhammad; Khalil, Munawar; Zulfikar, zulfikar
Agrium Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v10i2.500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan kawasan perlindungan laut (Marine Protected Areas/MPA) di Pulo Aceh, Indonesia, dengan menggunakan input dari analisis Sistem Informasi Geografis. Langkah-langkah pengelolaan adalah diperlukan untuk memastikan bahwa sumber daya laut dapat hidup dan ekosistem dapat dilestarikan. Fokus penelitian ini adalah untuk menunjuk daerah-daerah tertentu sebagai daerah perlindungan laut (DPL). Pulo Aceh meliputi 24,961.9 hektar yang terdiri dari habitat daratan dan habitat lautan yang terpilih sebagai kawasan MPA. Zonasi di kawasan konservasi laut didasarkan pada data ekologi dan data ekologi konservasi, sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat. Zona utama yang telah ditetapkan dan dipetakan dalam kawasan konservasi, yaitu zona inti (94,14 ha atau 0,38 %), zona pemanfaatan (15,144.86 ha atau 60,67 %) dan zona penyangga (1,038.77 ha atau 4,16 %). Zona inti sangat dilarang dari kegiatan pengambilan hasil laut, pariwisata dan ekonomi, sementara kegiatan penelitian dan konservasi dapat diperbolehkan. Zona pemanfaatan dibagi menjadi area untuk pariwisata, penggunaan tradisional, penggunaan pelagis, penelitian dan pelatihan. Akomodasi permanen untuk kegiatan pariwisata atau pengambilan sumber daya alam diperbolehkan melalui pelaksanaan proses penilaian dampak lingkungan terlebih dahulu. Kegiatan di zona penyangga adalah sangat terbatas dan dikendalikan sepenuhnya hanya untuk kegiatan pengambilan hasil laut.
Respon Naungan Terhadap Pertumbuhan Dua Varietas Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Faizin, Rusdi; Susila, Putra
Agrium Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i2.1069

Abstract

Tanaman Nilam membutuhkan cahaya yang relatif sedikit, terutama pada awal pertumbuhan setek tanaman. Untuk mejamin pertumbuhan bibit tanaman nilam perlu diberi  pelindung, baik  pelindung dari tanaman maupun pelindung buatan. Intensitas  cahaya yang rendah mampu meningkatkan parameter pertumbuhan tanaman nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan terhadap pertumbuhan nilam varietas Tapak Tuan, dan varietas Lhokseumawe. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar Meulaboh Kabupaten Aceh Barat pada September 2016  s/d April 2017. Bahan yang digunakan yaitu stek tanaman nilam, paranet 25% (75% cahaya  diterima), paranet 50% (50% cahaya diterima), dan tanpa paranet. Pupuk yang digunakan adalah, pupuk organik, Urea, SP36 dan KCl, zat perangsang tumbuh yaitu grow tone. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah (split plot design). Petak utama adalah naungan dan anak petak adalah varietas nilam yaitu varietas Tapaktuan dan varietas Lhokseumawe. Adapun parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter pangkal batang, jumlah cabang, jumlah daun dan luas daun. Pemberian naungan 50% memberi pengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter pangkal batang, jumlah daun dan luas daun. Sedangkan varietas Lhokseumawe menunjukkan peningkatan pertambahan tinggi tanaman, diameter pangkal batang, jumlah cabang, jumlah daun dan luas daun.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max Merr) Yang Diberi Pupuk Nitrogen Dan Molibdenum Pada Tanah Podsolik Merah Kuning T. Sirenden, Ruben; Anwar, Moch.; Damanik, Zafrullah
Agrium Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v13i2.1901

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang diberi pupuk N dan Mo pada tanah Pozolik Merah Kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun menurut pola faktorial. Faktor pertama adalah adalah pemberian nitrogen (N) yang terdiri dari empat aras yaitu  0, 20, 40 dan 60 kg ha-1 dan faktor kedua adalah pemberian molibdenum (Mo) yang terdiri dari 0, 50, 100, dan 150 g ha-1.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  interaksi  N dan Mo tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati, tetapi  faktor tunggal N dan Mo berpengaruh nyata terhadap semua variabel  kecuali pada tinggi tanaman 3 mst. Dosis  60 kg ha-1 N memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman 68,13 cm, jumlah cabang 8,84,  jumlah biji 163.33 dan  berat biji kadar air 12 % adalah 13,43 g tanaman-1.  Dosis  150  g ha-1 Mo memberikan hasil terbaik yaitu tinggi tanaman 70,00 cm, jumlah cabang 8,42,   jumlah biji 160,50 dan  berat biji kadar air 12 % adalah  13,63 tanaman-1Kata Kunci : Tanah Pozolik Merah Kuning, Kedelai, Nitrogen (N) , Molibdenum (Mo)
Karakter Agronomi Jagung Manis Varietas Sugar 75 Akibat Perlakuan Pupuk Kandang Ayam dan Kalium Yusuf N, Muhammad
Agrium Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v12i1.386

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2012 dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi pupuk kandang ayam dan kalium terhadap karakter agronomi jagung manis. Model rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu aplikasi pupuk kandang ayam (A) sebagai faktor pertama yang terdiri dari 4 taraf yaitu A0 (0 Kg/ha), A1 (10 Kg/ha),A2 (15 Kg/ha) dan A3 (20 Kg/ha). Faktor kedua yaitu aplikasi pupuk Kalium (K) yang terdiri dari K0 (0 Kg K2O/ha), K1 (90 Kg K2O/ha), K2 (120 Kg K2O/ha), dan K3 (150 Kg K2O/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang ayam dan kalium tidak berpengaruh nyata terhadap karakter agronomi jagung manis
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) Pada Perlakuan Beberapa Media Tanam dan Pupuk Organik Cair Yusuf, Muhamad; Yusuf N, Muhammad
Agrium Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v14i1.873

Abstract

This research aims to determine the role of planting media and organic fertilizer to the growth and yield of celery plants. This research was conducted at Gampong Lancang Barat District Dewantara Regency of North Aceh, with height of place more about 5 m asl with flat condition (average) Implementation of research from March until June 2015. This study used Factorial Randomized Block Design. 2 Factors studied: Planting media factor (M), consisting of 4 levels: M0: soil (5 kg) M1: soil + manure (3:2) M2: soil + sand (3:2) M3: soil + ash husk (3:2). The organic liquid fertilizer (P) factor consists of 3 levels: P0: without fertilization P1: the application of liquid organic fertilizer as much as 2 cc / liter of water P2 the application of liquid organic fertilizer as much as 4 cc / liter of water. Thus there are 12 treatments in repeated three times, so that obtained 36 units of experiment. The results showed that planting media had significant effect on plant height, number of leaves, number of midrib, length of stem at 15, 30, 45 and 60 HST, leaf area, wet and dry weight. Growth and best results were found in soil media treatment with a mixture of husk ash (M3). Organic fertilizers have a very significant effect on plant height, number of leaves, number of midrib, length of stem at 15, 30, 45 and 60 HST, leaf area, wet and dry weight. Growth and best results are found in the application of liquid organic fertilizer as much as 4 cc / liter of water (P2). There is an interaction between plant media treatment and organic fertilizer application on plant height, leaf number, midrib, mid-length at age 15, 30, 45 and 60 HST, leaf area, wet and wet weighting. The best interaction is found in soil media treatment with a mixture of husk ash and liquid organic fertilizer as much as 4 cc / liter of water (M3P2).
Several Shoot Of Cassava Plants Ananto, Ananto
Agrium Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i1.1340

Abstract

Research on Various Connections of Manihot esculenta crant for thepurpose of obtaining good quality cassava seeds and increasing farmers' income,especially cassava farmers. This study was compiled based on a completerandomized design (CRD) with four treatment levels and three replications ofeach replication consisting of four treatments, consisting of control (A),connecting local cinnamon yams with yellow cassava (B), connecting localcinnamon yams with plain cassava (C), connecting local sweet potatoes withelephant cassava (D). The variables observed were weight of fresh tuber weight(kg), number of tubers (fruit), longest tuber length (cm). Splicing using localcassava rootstock with elephant cassava stem (D), gives a better influence onfresh tuber weight (6.89 kg), tuber number (20.67 pieces) and longest tuber length (63.55 cm).Key words: Cassava, shoots, Varieties
TINGKAT LAJU INFILTRASI TANAH PADA DAS KRUENG MANE KABUPATEN ACEH UTARA Delima, Delima; Akbar, Halim; Rafli, Muhammad
Agrium Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i1.685

Abstract

Infiltration is the inclusion of water into the soil through the soil surface due to differences in matrix potential, gravitational potential and pressure potential Infiltration is an important component in soil conservation.  It is because the efforts are fundamental in managing the relationship between rainfall intensity and infiltration capacity, as well as run off. The magnitude of surface flows due to disruption of characteristics and potential land will change the ecosystem which can reduce the function of river basin (DAS). This study aims to measure the infiltration rate in the Krueng Mane watershed in North Aceh District. The method used in this research was survey method where to measure infiltration rate using infiltrometer method. The results revealed that the highest infiltration rate was 8.20 cm / h. It  was found in mixed plantation land cover, 0-3% slope and latosol soil type. The lowest infiltration rate was 1.906 cm/h, found in oil palm plantation cover, slope of 3-8% and yellow podzolic soil type (PMK). Soil texture is dominated by clay fraction, porosity value is 43,23-45,56%, moisture content is between 1.01-4,38%, C-organic content is 0,32-2,93%, soil permeability is 0, 28-11.12 cm / hour and bulk density ranged from 1.13 to 1.35 gr / cm³. The result of statistical analysis indicated that the fraction of dust had a positive correlation with the C-organic content (r = 0.851 **). The porosity of the soil is positively correlated with the permeability (r = 0.844 **).

Page 7 of 45 | Total Record : 450