cover
Contact Name
Rosnina A.G
Contact Email
-
Phone
+6282364568905
Journal Mail Official
agrium@unimal.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh Main Campus, Cot Teungku Nie Street, Reuleut, Muara Batu, Aceh Utara District, Province of Aceh
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrium
ISSN : 18299288     EISSN : 26551837     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrium (Journal of Agricultural Research) ISSN 1829-9288 (Print) ISSN 2655-1837 (Online ) is a scientific publication media in are of agriculture that is published regularly every year, March and September. The manuscript comes from the results of basic and applied research, and the results of the literature review in the scope of agriculture.
Articles 450 Documents
Efektivitas Penggunaan Herbisida Paraquat Dan Atrazin Terhadap Gulma Pada Jarak Tanam Jagung (Zea mays L.) Yang Berbeda Akram, Nuzul; Baidhawi, Baidhawi; Rosnina, Rosnina
Agrium Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.1942

Abstract

This study aims to compare the active compound of Paraquat and Atrazine herbicides applied for weed controlling between plant spacing of corn. The research was conducted in Paya Beunyot Village, Banda Baro Regency North Aceh from July to September 2019, and continued with Samples analysis at the Agroecotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh. The experimental design used was a factorial randomized block design; herbicides type of paraquat with a concentration of 1.38 kg/ha, atrazine concentration 1.2 kg/ha and the second factor were plant spacing (P): P1= plant spacing of 50x30 cm, P2= plant spacing of 60x25 cm, P3= plant spacing of 75x20 cm. The results showed that herbicide applied had a very significant effect on weed wet weight, dry weight, percentage of weeds under control and phytotoxicity of weeds. The results showed the interspace of the plant gave a very significant increase in seeds weight either per plant and per plot. The result of variance analysis showed there was no interaction between herbicides utilize and planting distance in all observed variables.Keywords; Corn (Zea mays L.), herbicide, plant spacing
Analisis Elastisitas Produksi Kelapa Sawit di Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Zuriani, Zuriani
Agrium Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v11i2.612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat elastisitas faktor produksi kelapa sawit di Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey dimana penentuan lokasi ditentukan secara purposive (sengaja) di Kecamatan Lhoksukon. Data primer didapatkan dari wawancara terstruktur (quisioner) sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai instansi yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif serta di diskripsikan dalam hasil penelitian. Model analisa yang digunakan adalah fungsi linier dalam logaritma (double logarithmic function) dimana koefisien regresi secara langsung merupakan koefisien elastisitas dari masing-masing variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur rata-rata petani sampel adalah 42.75 tahun, umur ini tergolong usia produktif untuk bekerja. Tingkat pendidikan rata-rata petani sampel adalah 7.8 tahun, yang berarti setingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Dari segi pengalaman terlihat pada umumnya pengalaman petani dalam berusahatani rata-rata 20.5 tahun dan rata-rata jumlah tanggungan sampel di daerah penelitian adalah 4 jiwa. Hasil analisis regresi memperlihatkan bahwa variabel modal,  tenaga kerja, dan jumlah pupuk memiliki nilai elastisitas yang positif terhadap produksi kelapa sawit. Hal ini berarti bahwa jumlah produksi kelapa sawit di Kabupaten Aceh Utara masih dapat ditingkatkan dengan peningkatan jumlah modal, tenaga kerja dan jumlah penggunaan pupuk.
Pengaruh Dosis Pupuk Bokashi Super Terhadap Pertumbuhan Bibit Buni (Antidesma buniusL. Spreng) Anggraini, Novita; Nurliana, Nurliana
Agrium Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v15i2.1070

Abstract

Antidesma bunius L. Spreng atau sering dikenal dengantanaman buni merupakan tanaman multifungsi dari famili Euphorbiaceae.Buni bermanfaat baik secara ekologis dan ekonomis. Namun, eksistensi dan potensi tanaman Buni ini belum terungkap dibandingkan dengan  kurangnya informasi  dan  teknik budidaya buni.Pemberiaan pupuk merupakan salah satu upaya peningkatkan pertumbuhan  dalam  budidaya Buni . Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk bokashi super terhadap pertumbuhan bibit buni (Antidesma bunius L. Spreng).  Penelitian ini dilaksanakan dari Agustus s.d  Oktober 2017. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari perlakuan dosis pupuk bokashi super A (Kontrol); B(100 g/polybag);C (200 g/polybag), D (300 g/polybag), dan E(400 g/Polybag).Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 (lima) kali. Analisis data yang digunakan adalah analisis tren. Perlakuan pemberian beberapa dosis pupuk Bokashi pada tanaman Buni umur satu tahun tidak memberikan perbedaan pertumbuhan yang  cukup nyata  dengan perlakuan tanpa diberi pupuk. Pertumbuhan tanaman buni yang konsisten meningkat pada pertumbuhan diameter, tinggi maupun jumlah daun terdapat pada tanaman yang diberi perlakuan pupuk 200 g/polybag.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas IPB 3S Pada Beberapa Sistem Jajar Legowo Maisura, Maisura; Jamidi, Jamidi; husna, Asmaul
Agrium Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2353

Abstract

Rice is the main staple food for Indonesian people where it is cultivated in the paddy field. Considering the population growth in Indonesia is increasing, it requires an effort to increase rice production to meet the needs of the growing population. One of the efforts is through planting superior varieties such as IPB 3S with a planting system which is known as “Jajar Legowo”. This research was conducted from January to April 2018 in Puloe Iboih Village, Kuta Makmur Sub-district, North Aceh and Agroecotechnology Laboratory, Malikussaleh University. The purpose of this research is to discover the impact of the “Jajar Legowo” planting system on the growth and production of IPB 3S variety. This research used  Randomized Block Design (RBD) Non-Factorial with planting system Jajar Legowo (3:1 and 4:1) which have plant spacing 25cmx25 cm with space between plants 40 cm. These treatments had 3 replications. The results revealed that planting system Jajar Legowo significantly increased the number of tillers at 50 and 60 days after planting, plant height at 30 days after planting, the amount of chlorophyll at 60 days after planting, grain weight, yield, and harvest index. From this research, it is found that the best plant spacing in the Jajar Legowo planting system was 3:1.
Pemanfaatan Bungkil Jagung Dalam Pengomposan Pelepah Kelapa Sawit Arfianti Saragih, Dina; Yosephine Sitompul, Ingrid Ovie; Mariandi Rambe, Iqbal
Agrium Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2348

Abstract

Tanaman kelapa sawit memiliki limbah seperti pelepah kelapa sawit yang dapat digunakan sebagai nutrisi tanaman dalam bentuk kompos.  Untuk mempercepat proses pengomposan pelepah kelapa sawit dapat diberikan penambahan tepung jagung sebagai nutrisi mikroorganisme  yang berperan dalam mendegradasi daun kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kompos C/N, kompos C-Organik, kandungan nitrogen kompos, dan lama pengomposan daun kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan 5 perlakuan: kontrol P0 (pelepah 2kg), P1 (pelepah 2 kg dan tepung jagung 0,2 kg), P3 (pelepah 2 kg dan tepung jagung 0,4 kg), P4 (pelepah 2 kg dan 0, 6 kg tepung jagung), P5 (2 kg pelepah dan 0,8 kg makanan inti). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan pH kompos dari daun kelapa sawit sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Hasil peengomposan kadar C-Organik tertinggi terdapat pada komposisi 0,6 kg tepung jagung dengan 2 kg pelepah daun sawit  dengan nilai 40,11% dan terendah ditemukan pada pemberian 0,8 kg tepung jagung pada 2 kg pelepah daun kelapa sawit dengan nilai 37,27%. Kandungan nitrogen tertinggi ditemukan pada  P3 dengan pemberian  tepung jagung 0,4 kg pada  2 kg  pelepah daun sawit dengan nilai 2,61% sementara nilai terendah pada P1 dengan penambahan 0,2 kg tepung jagung  pada  2 kg pelepah dengan nilai 1,97 %. Hasil rasio C/N tertinggi dijumpai pada  P2 (tepung jagung 0,2 kg pada pelepah  2 kg daun sawit  dengan nilai 20,10% dan nilai terendah pada perlakuan P3 pada pemberian 0,6 kg tepung jagung pada  2 kg  pelepah daun sawit  dengan nilai 14,92%.
Analisa Produktivitas Kelapa Sawit Di Dataran Tinggi Kebun Bah Birong Ulu–PT. Perkebunan Nusantara IV Ningsih, Tuty; Maharany, Rina; Khoirul Fu’adh, Sukri
Agrium Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2354

Abstract

Secara umum, persyaratan untuk menanam kelapa sawit pada ketinggian   0-400 m di atas permukaan laut. Tingginya permintaan Minyak Sawit Mentah di pasar internasional telah menyebabkan pemerintah memperluas perkebunan kelapa sawit ke ketinggian tinggi. Budidaya kelapa sawit di dataran tinggi akan mempengaruhi tingkat produksi dan produktivitas. Penelitian ini dilakukan di Perkebunan Bah Birong Ulu PT. Perkebunan Nusantara IV dari Januari hingga September 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) produktivitas kelapa sawit tertinggi pada 2017 adalah 1.280 ton/ha/tahun dan produktivitas terendah pada 2015 adalah 1.071 ton/ha/tahun. (2) Realisasi produksi untuk TBS kelapa sawit dan RJT lebih rendah dibandingkan dengan potensi produksi. Padahal realisasi produksi untuk RBT lebih tinggi jika dibandingkan dengan potensi produksi.
Karakteristik Sifat Tanah Sebagai Faktor Penentu Potensi Pertanian Di Nagari Silokek Kawasan Geopark Nasional Syofiani, Riza; Diana Putri, Santi; Karjunita, Nike
Agrium Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2349

Abstract

Penelitian tentang analisis karakteristik sifat kimia dan fisika tanah di Nagari Silokek kawasan geopark nasional Kabupaten Sijunjung, telah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui karakteristik sifat tanah sebagai faktor penentu potensi pertanian di Nagari Silokek kawasan geopark nasional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Sampel diambil secara purposive random sampling. Sampel tanah diambil pada dua kedalaman yaitu 0-20 cm dan 20-40 cm dengan menggunakan bor Belgie. Analisis sampel tanah meliputi tekstur tanah dengan metode Ayak dan  Pipet, pH (1:1) dengan metoda elektroda gelas pH meter, N-total dengan metode Kjedahl, P-tersedia dengan metode Bray-2 diukur pada spektrofotometer, K yang dapat dipertukarkan dengan metode pencucian dengan amonium asetat pH 7 dan C-organik dengan metode Walkey and Black. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa karakteristik sifat kimia dan sifat fisika tanah di Nagari Silokek mempunyai tingkat kesuburan tanah yang rendah. pH tanah berada pada kriteria masam, kandungan N-total dan P-tersedia tanah pada kriteria rendah, sementara itu K-dd dengan kriteria sedang dan C-organik tanah berada pada kriteria sangat remdah. Tekstur tanah di Nagari Silokek berada pada kelas tekstur pasir berlempung. Kata kunci : sifat tanah, Silokek, Geopark
Uji Potensi Alelopati Ekstrak Daun Mangga (Mangifera indica. L.) Sebagai Bioherbisida Terhadap Gulma Babandotan (Ageratum conyzoides L.) Guntoro, Guntoro; Yusuf Dibisono, Mhd; Sinaga, Anisyah
Agrium Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi optimum ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.) yang memiliki senyawa fenol yang berfungsi sebagai bioherbisida yang dapat menghambat pertumbuhan gulma Babandotan (Ageratum conyzoides). Penelitian ini dilakukan di rumah kaca STIPAP dari bulan April hingga Mei 2019. Metode yang digunakan adalah Desain Acak Lengkap Non-Faktorial. Variabel yang diamati adalah tinggi gulma, panjang akar gulma, bobot basah gulma, dan bobot kering gulma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa alelokimia ekstrak daun mangga 60% merupakan konsentrasi yang efektif dan merupakan bioherbisida alternatif dalam mengendalikan pertumbuhan gulma. Kata kunci : Bioherbisida, Mortalitas, Gulma Babandotan, Alelopati
Pemanfaatan Kotoran Sapi Dan Pupuk NPK Yara-Mila 16-16-16 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Murdhiani, Murdhiani; Maharany, Rina
Agrium Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2350

Abstract

Permintaan kacang panjang meningkat setiap tahunnya, sementara produksi belum dapat memenuhi permintaan pasar. Peningkatkan hasil tanaman kacang panjang dapat dilakukan secara intensifikasi dengan pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik secara tepat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu pemberian kotoran sapi dengan 4 taraf, yaitu : K0 = 0 kg/ha (kontrol), K1 = 10 ton/ha (2,88 kg/plot), K2 = 15 ton/ha (4,32 kg/plot), K3 = 20 ton/ha (5,76 kg/plot) dan pemberian pupuk NPK  Yara-Mila 16-16-16 dengan 3 taraf, yaitu : Yo = 0 kg/ha (kontrol), Y1 = 15 kg/ha (43,2 g/plot), Y2 = 300 kg/ha (86,4 g/plot). Parameter yang diamati; tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga tanaman, produksi per tanaman dan produksi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2 minggu setelah tanam (MST) dan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 2, 4 dan 6 MST, dan produksi per plot. Jumlah daun terbanyak umur 2 MST adalah 8.44 helai pada perlakuan K3. Tinggi tanaman yang tertinggi umur 6 MST adalah 230.87 cm pada perlakuan K3. Produksi per plot terberat adalah 2.97 kg pada perlakuan K3.Pemberian pupuk NPK Yara-Mila 16-16-16 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 dan 6 MST. Tinggi tanaman yang tertinggi umur 6 MST adalah 218.64 cm pada perlakuan Y2. Interaksi antara kedua perlakuan menunjukkan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 4 MST, yaitu 16.93 helai pada perlakuan K1Y1. Kata Kunci : Kotoran Sapi, Pupuk NPK Yara-Mila, hasil
Tingkat Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kedelai Pada Berbagai Jarak Tanam Dan Konsentrasi Giberelin Nazaruddin, Muhammad; Irmayanti, Irmayanti
Agrium Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i1.2356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan konsentrasi giberelin (GA3) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Desain yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor-faktor yang diteliti adalah jarak tanam yang terdiri dari 3 tingkatan, yaitu: J1 dengan jarak 40 cm x 20 cm, J2 dengan jarak 40 cm x 15 cm, J3 dengan jarak 30 cm x 30 cm, dan faktor konsentrasi giberelin yang terdiri dari 4 kadar, yaitu: G0 tanpa aplikasi giberelin, konsentrasi G1 75 ppm, konsentrasi G2 95 ppm, konsentrasi G3 115 ppm. Perlakuan jarak tanam secara signifikan mempengaruhi jumlah cabang produktif dan berat kering100 biji. Perlakuan terbaik ditemukan pada jarak 30 cm x 30 cm (J3). Konsentrasi giberelin memiliki efek yang sangat signifikan terhadap tinggi tanaman pada 45 dan 60 hari setelah tanam dan berat kering 100 biji. Perlakuan terbaik ditemukan pada konsentrasi 95 ppm.Kata kunci: kedelai, jarak tanam, giberelin

Page 9 of 45 | Total Record : 450