Tabyin; Jurnal Pendidikan Islam
TABYIN: Jurnal Pendidikan Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Ihyaul Ulum Gresik Indonesia. Terbit setiap Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi dalam jurnal ini. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Bahasa yang digunakan dalam bentuk bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Jurnal ini bisa diakses secara terbuka yang berarti bahwa semua konten yang tersedia bebas diakses tanpa biaya, baik kepada pengguna atau pada lembaganya. Pengguna yang diizinkan untuk membaca, mendownload, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau mensitasi ke teks lengkap dari artikel tidak harus meminta izin terlebih dahulu dari penerbit atau penulis.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 No 02 (2021): Desember"
:
20 Documents
clear
Budaya Sholat Berjama’ah dalam Upaya Membentuk Karakter Religius Siswa
Alif achadah;
Nila Nur Faizah
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v3i02.141
Kebiasaan atau budaya yang baik yang ada dalam lingkungan sosial hendaknya dapat diperhatikan serta mendapatkan perhatian khusus. Salah satu budaya baik dalam lingkungan muslim yaitu budaya sholat berjama’ah yang saat ini mulai terkikis karena pengaruh teknologi, padatnya jadwal kerja, serta mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Salah satu ibadah wajib yang menjadi kewajiban setiap muslim yaitu sholat lima watu. Sholat dapat dikerjakan secara individu tetapi dianjurkan dilaksanakan dengan bersama-sama atau berjama’ah. Salah satu Pendidikan karakter yang sedang diterapkan di banyak sekolah yaitu pendidikan karakter religius. Pendidikan karakter religius yang diterapkan pada sekolah ini yaitu dengan pembiasaan sholat berjama’ah. Penanaman pendidikan karakter religius yang diterapkan adalah dengan pembiasaan sholat berjama’ah yang bertujuan untuk menanamkan sikap kedisiplinan, toleransi, serta kebersamaan pada diri peserta dididk.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Membentuk Karakter Religius Siswa
Juli Amaliya Nasucha;
Rina
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v3i02.144
Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pembelajaran PAI dalam pembentukan karakter religius siswa di Madrasah Ibitidaiyah Sabilul Huda Laban Menganti Gresik. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) wawancara mendalam,(2) observasi partisipatif,(3) dokumentasi. Proses analisa data dilakukan mulai dari pengumpulan data, editing (pemilahan), dan pengecekan keabsahan data. Untuk pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan metode triangulasi data. Artikel ini menghasilkan 1) Karakter religius Siswa di MI Sabilul Huda Laban Mengani Gresik: Para siswa-siswi mempunyai keimanan kuat, ketaqwaan kepada Allah SWT, Memiliki Akidah yang kuat, berpegang teguh pada syariat islam, Para siswa-siswi mempunyai akhlak yang mulia dan memiliki karakter yang baik. 2) Implementasi pembelajaran PAI dalam pembentukan karakter religiussiswa di MI Sabilul Huda Laban Menganti Gresik,perencanaan berupa silabus, sosialisasi, RPP, pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius siswa di MI Sabilul Huda Laban Menganti Gresik melalui 2 cara yaitu intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
Internalisasi nilai-nilai Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah
Miftakhul Muthoharoh
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v3i02.145
Masalah yang terjadi dinegara kita saat ini sebenarnya tidak lepas dari persoalan karakter. Maraknya prilaku anarkis, korupsi, manipulasi, penyelewengan jabatan serta krisis keteladanan dan kepemimpinan dari para tokoh elit di negeri ini menjadi fakta yang tidak terbantahkan. Realitas seperti ini hamper menjadi tontonan sehari-hari di media public dan bisa dilihat oleh jutaan rakyat Indonesia. Realitas ini akhirnya menggugah sejumlah kalangan untuk kembali menghidupkan nilai-nilai pendidikan karakter yang dirasa saat ini mulai tergerus oleh laju arus globalisasi dan modernisasi yang tak terbendung lagi. Dunia pendidikan sebagai benteng pertahanan terakhir yang mampu menahan derasnya terjangan dekadensi moral yang melanda bangsa ini. Pendidikan karakter sesungguhnya memiliki urgensitas yang sangat tinggi dalam membangun moral anak bangsa. Dan semestinya pendidikan karakter termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu dunia pendidikan sangat diharapkan menjadi motor penggerak untuk mengedukasi bangsa kita sehingga manusia di Indonesia leih berkarakter, bermartabat dan mulia. Tanggung jawab berat yang haris dipikul oleh dunia pendidikan akhirnya memunculkan tuntutan bagi lembaga pendidikan untuk meweujudkan cita-cita untuk membekali peserta didik dengan pendidikan karakter. Oleh karena itu tulisan ini memberikan wawasan tentang bagaimana cara menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter melalui pembelajaran pendidikan agama islam di sekolah.
Tanggung Jawab Pendidik Perspektif Abdullah Nashih ‘Ulwan
Niken Ristianah;
Toha Ma’sum
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v3i02.146
Educators are people who have responsibility in the process of internalizing religious values and strive to create individuals who will have a scientific mindset and will have perfect personalities. Educators also play a strategic role in efforts to shape the character of the nation’s generation through the process of developing the desired personality and values. Eduvators also play role in developing intellectualintelligence, emotional intelligence, spiritual intelligence, and other intelligence. Educators are also trying to develop the interest, talents, abilities, and potential of students. In addition, educators in Islamic education are people who have responsibility for the development of students by seeking all the potential and tendencies that exist in students, both covering the cognitive (knowledge), affective (attitude) domains, and the psychomotor domain (skills). According Abdullah Nashih ‘Ulwan there are several responsibilities that must be carried out by educators for children’s education, namely the responsibility for faith eduction, moral education, physical education, intellectual education, psychological education, social education, and sex education.
Implementasi Manajemen Mutu ISO 9001:2015 Dalam Meningkatkan Mutu Sarana Dan Prasarana di Sekolah
Rumina
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v3i02.147
A good management process when there are operative managerial activities. Efforts to improve the quality of school services are reflected in the application of management theory and management systems and education systems that are more micro, which can touch the overall needs of schools. Good school management is management that focuses on improving quality issues and with international standards such as ISO 9001:2015. This standard is a means to achieve quality objectives in implementing total quality control which is expected to be able to respond to developments in the era of globalization and the ultimate goal is to achieve effectiveness and efficiency of an organization. The benefits of using ISO 9001:2015 quality management are Increasing customer trust and satisfaction through organized and systematic quality assurance, Organizations that have been certified ISO 9000 are allowed to advertise that the company's quality has been internationally recognized, Quality audits which are part of ISO 9000 tasks do not need to be carried out again by the organization, and the organization's operations can be more effective and efficient. Management of facilities and infrastructure is the basis for carrying out school functions that aim to provide facilities and services in a professional manner in the field of facilities and infrastructure. An advantage for madrasas that have complete facilities and infrastructure. First, the completeness of facilities and infrastructure can lead to passion and motivation of teachers to teach. Second, the completeness of facilities and infrastructure can provide choices for students to learn.
Mengukur Integritas Kurilumum Pendidikan Indonesia dalam Menghadapi Era Society 5.0
Whan Nurdiana;
Roni Harsoyo
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v3i02.148
The curriculum is the 'key factor' of education and therefore has an important role in facilitating the process of optimal learning. In addition, the curriculum is also a major component in the success of achieving educational goals. The 2013 curriculum is a renewal curriculum from the previous curriculum and has been implemented in Indonesia since 2013. This article explains how the readiness and reliability of the Indonesian education curriculum in preparing students to be able to read various opportunities and be ready to face the challenges of the era of society 5.0. There is great hope that the substance of the curriculum owned by Indonesia can be relevant to the development of science, technology and social so that educational values can be instilled in students in social life in society in the era of society 5.0 which is conditional on the concept of a human-centered and technology-based society.
Historis Pesantren dalam Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia
Badriyah, Laila
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v3i02.319
Pondok pesnatren merupakan bagian miniatur dari Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia yang memiliki sejarah Panjang dan kaya. Kontribusi pesantren nyata adanya dalam membangun peradaban di Indonesia degan karakteristiknya yang tidak akan lekang oleh zaman dengan elemen: masjid, kyai, pondok, santri dan kitab kuning. Pesantren mempunyai keunikan tersendiri dalam meningkatkan Lembaga Pendidikan Islam, untuk mempertahan eksistensiya dalam pengaruh globalisasi. Pemerintah dengan Kebijakannya membpunyai andil dalam mempertahan eksistensi pesantren yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan Islam yang berkualitas. Pesantren melakukan rekontruksi dalam bidang Pendidikan dengan melakukan reformulasi keilmuan, maka muncullah kelembagaan dari IAN menjadi UIN. Regulasi tersebut merupakan dedikasi pesantren untuk melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas, kreatif, memiliki skill dan kecakapan hidup profesional, agamis, serta menjunjung tinggi moralitas. Kata Kunci: Historis, Pesantren, Lembaga pendidikan Islam,
Peran Kelembagaan dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia
Syaifuddin
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.334
Islamic education has been rapidly growing in Indonesia. This development can be attributed to the diverse institutional roles of Islamic education in the country. Through literature reviews and content analysis of existing literature, it has been discovered that the roots of Islamic education in Indonesia trace back to the introduction of Islam in the region. The dissemination of Islamic education initially began through informal educational institutions like mosques, surau, langar, and similar places, along with the spread of Islamic teachings in general. These informal educational institutions later evolved into non-formal educational institutions, such as Islamic boarding schools (pondok pesantren). Non-formal educational institutions, in turn, developed into formal educational institutions like madrasahs and other Islamic schools. All of these Islamic educational institutions play a vital role in the development of Islamic education in Indonesia. It can be firmly stated that the institutional aspects of Islamic education are crucial for its advancement in the country.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di Era Society 5.0
Yuliastutik
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v3i02.507
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terjadi sangat cepat dan dapat membawa perubahan dalam masyarakat. Pada saat revolusi Industri sekarang ini program pemerintah Indonesia guna pemerataan, sudah diluncurkan kembali society 5.0. Society 5.0 merupakan era yang dicetuskan oleh pemerintah Jepang dengan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based). Era baru ini menjadi tantangan dan peluang bagi masyarakat dan khususnya siswa untuk meningkatkan soft skill sehingga mampu meningkatkan kecakapan dan keterampilan untuk belajar dan belajar sehingga mampu menjadi modal untuk masa yang akan datang. dan seperti yang kita ketahui, pendidikan saat ini berpusat pada keseimbangan, dimana internet bukan hanya sebagai media informasi melainkan berperan dalam menjalani kehidupan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah mengenai pengertian strategi guru, pengertian dan peran Society 5.0, serta minat belajar siswa di Era Society 5.0. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan studi kepustakaan (literatur). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perkembangan teknologi tidak dapat dihindari, sehingga kita harus dapat beradaptasi dan menyikapi perkembangan tersebut.
Pengembangan Aplikasi Berbasis Android Mahir Baca Kitab (AARAVI) untuk Membangun Daya Saing Internasional Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Furdianto, Muafan;
Mustofa, Bisri;
Fitrotulloh, M. Rofik
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52166/tabyin.v3i02.741
PAI teachers have an important role to participate in building and directing Indonesian Islam As academics of Islamic sciences, book reading skills are an inseparable part of PAI students. Unfortunately, the level of student ability is still weak. This is very unfortunate, considering that they are conditioned as scholars in the Islamic field but cannot study their field of knowledge through access to primary resources in ArabicTherefore, an android-based application development program was initiated called Proficient in Reading Books (AARAVI) for Islamic Studies students which is an alternative to facilitate the process of learning to read books. This learning media development research is based on Multimedia-based Instructional Design using the ADDIE model. The ADDIE model goes through 5 stages of research, namely: (1) Analysis (analysis); (2) Design (design); (3) Development (development); (4) Implementation (application); (5) Evaluation (evaluation).The subjects of this study were students majoring in Islamic Religious Education at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang batch of 2020 who were taking the Qira'atul Polar course as many as 20 people. In this AARAVI application development research, data were collected through five data sources, namely: (1) interviews, (2) literature study, (3) questionnaires, (4) tests, and (5) documentation. In this development research, three techniques were used. data analysis, namely: (1) descriptive analysis (2) quantitative descriptive analysis, this is used to process the data obtained through a questionnaire in the form of percentages. (3) as well as the analysis technique of the paired sample t-test (if the data is normally distributed) and the Wilcoxon rank tests (if the data is not normally distributed) to measure the pre and post tests. The results of this application development research indicate that the AARAVI application is very feasible to be applied as a learning medium for reading books for PAI students. This is based on the results of the validation test of material experts in the field of study with a cumulative value of 43 out of 12 statements with a percentage of 89% which means very valid, by media experts getting a cumulative score of 40 out of 12 questions with a percentage of 83% which means very valid and by students majoring in Islamic Studies. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang as a field test is 42 of 12 statements with a percentage of 87%. which means it is very valid. There is a positive and significant difference between student learning outcomes before and after the trial. This means that learning by using the product developed is effective in order to increase student learning acquisition in reading skills, so that the product is suitable for use for Islamic Education students at the mubtadi'in level