cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 267 Documents
Pengaruh Lingkungan Fisik Sekolah Terhadap Minat Belajar Siswa MTs NW Pringgabaya Lombok Timur Nurhayati Nurhayati; Susmala Dewi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v1i2.859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Lingkungan fisik sekolah terhadap minat belajar siswa MTs NW Pringgabaya Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode korelasional. Penelitian korelasi merupakan salah satu bagian penelitian ex-post facto, karena biasanya peneliti tidak memanipulasi keadaan variabel yang ada dan langsung mencari keberadaan hubungan dan tingkat hubungan variabel yang direfleksikan dalam koefisien korelasi. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah melalui observasi dan penyebaran angket. Observasi ini di gunakan untuk mengetahui lingkungan fisik sekolah, dan angket ini digunakan untuk mengetahui minat belajar siswa. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data adalah, menggunakan analisis data dengan korelasi product moment. Setelah dilakukan perhitungan terhadap data tentang pengaruh lingkungan fisik sekolah terhadap minat belajar siswa kelas VIII, diperoleh t hitung = 2.363 dan nilai t tabel sebesar 2.021 dengan tingkat signifikan adalah 5%.
Persepsi Masyarakat Mengenal Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Norsidi Norsidi; Suherdiyanto Suherdiyanto; Herly Yosi Manu
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3288

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang persepsi masyarakat mengenal pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan statistik sederhana menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) persepsi masyarakat terhadap keberadaan ekowisata hutan mangrove di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah adalah rata-rata nilai 91,57 % dengan kategori sangat baik; 2) persepsi masyarakat terhadap manfaat ekowisata hutan mangrove di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah adalah rata-rata nilai 88,23 % kategori baik; dan 3) persepsi masyarakat terhadap kebersihan ekowisata hutan mangrove di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah adalah nilai rata-rata 84,86 % cukup.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Model Pembelajaran Pengetahuan Mitigasi Bencana Gempabumi Berbasis Permainan Tradisional Bengkulu Panut Setiono; Dwi Anggraini; Hasnawati Hasnawati
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.2975

Abstract

Pengetahuan mitigasi bencana gempabumi penting dikuasai oleh peserta didik usia sekolah dasar, tujuannya untuk memiminalisir dampak fisik dan psikis ketika gempabumi terjadi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan pengembangan model pembelajaran pengetahuan mitigasi bencana gempa bumi berbasis permainan tradisional Bengkulu. Analisis kebutuhan dalam penelitian ini merupakan bagian proses penelitian dan pengembangan (RD) model ADDIE. Analisis kebutuhan dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kurikulum dan analisis karakteristik siswa sebagai pengguna. Pengecekan keabsahan data penelitian dilakukan dengan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah model pembelajaran pengetahuan mitigasi bencana gempabumi berbasis permainan tradisional Bengkulu dapat dilaksanakan di Kelas IV Sekolah Dasar. Tema pembelajaran yang dapat digunakan yaitu Tema Daerah Tempat Tinggalku. Materi pokok yang ditetapkan yaitu: 1) gotong royong, 2) gerak dasar lari, 3) menjaga kelestarian alam, 4) sikap peduli lingkungan, 5) sikap disiplin menjaga kelestarian lingkungan, 6) Membedakan pengetahuan mitigasi bencana masa lampau dan masa sekarang, dan 7) Membuat diagram batang. Hasil analisis kurikulum menunjukkan bahwa model pembelajaran pengetahuan mitigasi bencana gempabumi untuk siswa sekolah dasar dapat dikembangkan.
Pemanfaatan Citra Landsat 8 Untuk Identifikasi Sebaran Kerapatan Vegetasi di Pangandaran Udin Wahrudin; Siti Atikah; Athiyyah Al Habibah; Qorry Pradnya Paramita; Hilman Tampubolon; Dede Sugandi; Riki Ridwana
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v3i2.1790

Abstract

Kerapatan vegetasi merupakan presentase suatu spesies vegetasi atau tumbuhan yang hidup di suatu luasan tertentu. Kerapatan vegetasi salah satunya dapat diketahui dengan menggunakan teknik NDVI. Teknik yang dapat digunakan untuk keperluan menganalisis vegetasi. Informasi data kerapatan vegetasi, luas lahan, dan keadaan dilapangan dapat dideteksi dari penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hasil identifikasi kerapatan vegetasi daerah Kabupaten Pangandaran menggunakan metode klasifikasi terbimbing minimum distance dan menguji hasil interpretasinya menggunakan confussion matrix. Salah satu manfaat informasi data kerapatan vegetasi ini ialah dapat memberikan gambaran mengenai ketersediaan ruang terbuka di Kabupaten Pangandaran. Klasifikasi kerapatan vegetasi pada citra Landsat 8 dengan kombinasi RGB 753 menghasilkan warna ungu dengan yang berarti sangat rapat, oranye yang berarti rapat, kuning yang berarti cukup rapat, hijau dengan vegetasi jarang, dan biru yang berarti vegetasi sangat jarang. Total hasil akurasi pada confussion matriks bernilai 64% yang  berarti tingkat akurasi peta cukup rendah karena biasanya nilai yang diterima dan diharapkan itu lebih dari 85%.Hal ini dikarenakan oleh keadaan di lapangan yang dinamis karena sebagian besar kerapatan vegetasi di lapangan berkurang akibat pengalihfungsian lahan. 
Willingness To Pay Pengunjung Wisatawan Andeman Boonpring Dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Veneshia Auralia Medida; Agus Purnomo
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i2.3998

Abstract

Desa wisata Andeman Boonpring sebagai tujuan wisata sebelumnya merupakan daerah perlindungan sebagai embung yang digunakan sebagai cadangan air Kecamatan Turen. Keadaan alam ini harus dilindungi agar terus menjadi daya tarik wisatawan, sehingga lingkungan wisata tersebut selalu dalam keadaan bersih, salah satunya dengan menerapkan Willingness to Pay (WTP) kepada pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya nilai WTP yang mampu dibayarkan wisatawan guna menjaga lingkungan desa wisata serta untuk dianalisis beberapa faktor yang melatarbelakangi nilai WTP para wisatawan dalam pelestarian desa wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional yang menghubungkan empat variabel independent. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran nilai WTP yang mampu dibayarkan oleh wisatawan Andeman Boonpring berada pada nilai rata-rata sebesar Rp.2.593,7 (Rp.2.500). Sedangkan faktor yang mempengaruhi WTP menunjukkan bahwa variabel asal wisatawan (X1), pendapatan (X3), dan variabel biaya (X4) memiliki koefisien poritif. Artinya, variabel ini berpengaruh besar terhadap WTP. Sedangkan Koefisien variabel pendidikan (X2) berkoefisien negatif dengan hal ini variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap WTP.
Identifikasi Bahaya Longsor Lahan di Sebagian Wilayah Poncokusumo dan Wajak Kabupaten Malang Listyo Yudha Irawan; Ade Yulyanto; Ahmad Zaini T.S; Anang Ma’ruf; Elok Nailatus Sa'idah; Fadel Mahardhika Setiawan
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v4i2.2474

Abstract

Wilayah Poncokusumo dan Wajak merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Malang. Poncokusumo dan Wajak memiliki penggunaan lahan, geologi, dan morfogenesis yang bervariasi. Kondisi fisiografis tersebut berpengaruh terhadap peningkatan ancaman bahaya longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya longsor lahan dan persebarannya. Metode yang digunakan dalam identifikasi bahaya longsor yaitu metode skoring yang mengacu pada Peraturan Kepala BNPB Tahun 2012, Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 13-7124-2005, Metode Tidak Langsung, dan Risiko Bencana Indonesia (RBI) BNPB Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi geologi wilayah penelitian tersusun atas material gunungapi seperti lahar dan endapan lahar. Material tersebut bersifat lepas dan tidak stabil. Berdasarkan klasifikasi kemiringan lereng wilayah ini terdiri dari daerah yang datar dengan kemiringan 0-8% hingga daerah yang curam dengan kemiringan 40%. Berdasarkan kondisi morfologinya dapat diketahui bahwa wilayah ini merupakan wilayah rawan terhadap kejadian longsor. Tingkat bahaya longsor lahan di sebagian wilayah Poncokusumo dan Wajak adalah rendah dan sedang. Tingkat bahaya longsor lahan rendah didominasi oleh penggunaan lahan hutan. Tingkat bahaya bencana lonsor sedang didominasi oleh penggunaan lahan permukiman. Luas wilayah dengan tingkat bahaya rendah adalah 860,8 Ha dan luas tingkat bahaya sedang adalah 365,1 Ha.
Studi Kandungan Bakteri E.Coli pada Airtanah (Confined Aquifer) di Permukiman Padat Penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia Baiq Liana Widiyanti
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v3i1.1471

Abstract

 Air sangat vital bagi kehidupan mahluk hidup, termasuk juga manusia. Air merupakan salah satu sarana dan media penyebaranberbagai macampenyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas air sumur gali terhadap potensi pencemaran Escherichia coli. Penelitian berlokasi di daerah padat penduduk Desa Dasan Lekon, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Jenis penelitian adalah survai deskriptif, dengan mengambil 6 lokasi sampel air melalui pertimbangan arah kontur tinggi muka airtanah. Uji kualitas airtanah menggunakan metode MPN (Most Probable Number).Data dianalisis secara deskriptif dengan mengunakan tabel. Hasil penelitian memperoleh data bahwa semua sumur gali yang menjadi lokasi pengambilan sampel terkontaminasi bakteri E.coli dengan kisaran nilai 490 hingga lebih dari 24000 per 100 ml air sumur.Kontaminasi air sumur oleh bakteri E.coli berhubungan dengan sumber pencemar seperti septic tank, jarak sumur dengan sumber pencemar, tempat pembuangan sampah serta kondisi fasilitas sanitasi yang tidak memadai.
Pemetaan Sebaran Daerah Rawan Kekeringan untuk Menentukan Sistem Pertanian di Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Fauzi; Tuti Mutia; Ramli Akhmad; Hasrul Hadi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3447

Abstract

Kekeringan merupakan fenomena yang dapat berdampak terhadap berbagai sektor penting seperti sektor pertanian, kehutanan, perkebunan, dan sumberdaya air. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran daerah rawan kekeringan di Kabupaten Lombok Tengah, hal ini sebagai upaya menentukan sistem pertanian yang cocok. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi dokumen dan observasi. Data dianalisis dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu dengan teknik tumpang susun (overlay). Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) daerah yang mengalami kekeringan dengan kategori sangat rawan yaitu Kecamatan Praya Tengah; 2) daerah yang mengalami kekeringan dengan kategori rawan yaitu Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Janapria, Kecamatan Kopang, Kecamatan Batukliang, dan Kecamatan Jonggat; 3) daerah yang mengalami kekeringan dengan kategori sangat tidak rawan yaitu Kecamatan Batukliang Utara, Pringgarata, Praya, Praya Barat Daya, dan Praya Barat; 4) berdasarkan kategori tingkat kerawanan kekeringannya, maka daerah dengan tingkat kekeringan sangat rawan cocok dengan sistem pertanian tegal pekarangan, daerah dengan tingkat kekeringan rawan cocok dengan sistem sawah, dan daerah dengan tingkat kekeringan sangat tidak rawan cocok dengan sistem ladang dan pekarangan.
Pola Sirkulasi Kawasan Tepi Sungai Kahayan Kota Palangka Raya Tatau W. Garib; Noorhamidah Noorhamidah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v1i1.3007

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola sirkulasi jalan pada tepian sungai kahayan yang direkomendaikan digunakan sebagai dasar pertimbangan penataan kawasan/guidelines bagi sistem sirkulasi  tepian sungai Kahayan.   Metode penelitian iin menggunakan metode kualitatif (A qualitative method) berdasarkan ekplorasi data lapangan yaitu tiga tahap dilakukan: tahap persiapan, tahap lapangan, dan tahap pasca lapangan. Tahap lapangan melakukan survei dan wawancara mengenai pola-pola jalan yang terdapat di permukiman tepian Sungai Kahayan.  Potensi pola jalan yang akan dieksplorasi melalui temuan lapangan antara lain: pola jalan titian kayu/jembatan kayu, pola jalan cor beton, dan pola jalan aspal. Selanjutnya data dianalisis dengan metode komparasi dan deskriptif-interpretatif mengenai perkembangan pola jalan terhadap perbaikan kualitas fisik permukiman tepian Sungai Kahayan Berdasarkan analisis eksisting terlihat bahwa pola jalan utama titian linier terhadap bangunan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga pola kategorisasi fungsi  jalan: 1) Jalan tanah: terbuat dari tanah, beton dan aspal, lebar jalan antara 2 -3 meter, kemiringan jalan datar pada wilayah yang menyesuikan posisi kontur, dan curam pada beberapa bagian, denga anak tangga sebagai tambahan, dapat dilalui kendara roda dua dan empat, posisi jalan antara bangunan, dan vegetasi, pola jalan mengikuti kontur. 2) Jalan titian: terbuat dari bahan kayu kelas I maupun kayu sisa, lebar jalan antara 1 - 2,5 meter, jalan titian datar menyesikan posisi lahan, ketinggian jalan titian dari bantaran antara 1 - 3 meter, beberapa vegetasi dan street furnitur dapat didesain menyesuikan posisi jalan, dapat dilalui kendara roda dua, posisi jalan antara bangunan, dan ruang terbuka, pola jalan linier mengarah dari tepian sungai ke arah bantaran. 3) Jalan titian terapung: terbuat dari bahan kayu kelas II maupun kayu sisa, lebar jalan antara 0,6 - 1,5 meter, jalan titian datar menyesikan posisi bangunan, ketinggian jalan titian dari jalan titian menyesuikan ketinggian permukaan air sungai, beberapa vegetasi dan street furnitur dapat didesain menyesuikan posisi jalan, dapat dilalui pejalan kaki, posisi jalan antara bangunan, dan bangunanan maupun ruang terbuka, pola jalan linier konfigurasi menyesuikan posisi bangunan. Secara  fisik faktor yang mempengaruhi pola bentuk sirkulasi pada permukiman  kawasan tepian sunga Kahayan adalah: kontur lahan pada tepian sungai, ketinggian air sungai pada jalan titian dan jalan apung, bangunan yang terbangun, vegetasi, kondisi lahan dengan beberapa anak sungai, kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Strategi Pengembangan Objek Wisata Gua Batu Cermin Ditinjau dari Aspek Lingkungan Geografis di Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat Nining Indayani; Susmala Dewi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v2i1.870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui  Hambatan dan Srategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Gua Batu Cermin Ditinjau Dari Aspek Lingkungan Geografis Di Kecamatan Komodo Kabupaten Manggrai Barat.  Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, bertujuan mengumpulkan data berupa kata kata tertulis dari orang orang yang di wawancarai  atau orang orang yang diamati pada saat melakukan penelitian. Secara umum Subjek dalam penelitian ini  adalah masyarakat/pengunjung, pemerintah pariwisata dan pemandu pariwisata di Gua Batu cermin NTT. Adapun Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah dengan mengunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi secara lansung dengan informasih di lapangan untuk mendapatkan data yang di butuhkan. Data Analisis data dalam penelitian ini mengunakan model analisis interaktif, model analisis interaktif terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Jadi hasil penelitian yang di temukan oleh peneliti selama di lokasi penelitian diantaranya faktor mengahabat perkembangan objek wisata Gua Batu cermin MCK/ kamar mandi masih kurang, tempat dududuk (berugak) dan musollah belum ada, kurangnya perawatan, kualitas dan kuantitasa  sumber daya manusia di bidang pariwisata  dan kebudayaan  masih kurang  dan persaingan dengan antraksi wisata lain di luar Kabupaten Manggarai Barat,  kurangnya infrastrukutur trasportasi umum masih kurang.