cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 278 Documents
Analisis Kondisi Lingkungan Pesisir dan Permasalahan Sampah di Pantai Mangunharjo Kota Semarang Ash-shidiqy, Muhammad Iqbal; Adhira, Faris Tsani; Al Farouq, Muhammad Umar; Dhia Naura Vinolia Ghanim; Hapsari, Putri Mei; Salsabila, Dhiya; Iftinanti Hanun; Fidyasari, Nur Afifah; Setyaputra, Muhammad Hisyam Prabowo; Susilowati, Indah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33662

Abstract

Permasalahan sampah laut di wilayah pesisir sering kali dipandang secara simplistis sebagai akibat dari rendahnya etika lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan pesisir dan permasalahan sampah di Pantai Mangunharjo dengan mengintegrasikan perspektif Blue Economy dan Blue Justice. Dengan menerapkan metode campuran (mixed-methods), data dikumpulkan melalui survei terhadap 38 responden, pemetaan partisipatif, photovoice, dan wawancara mendalam yang diolah menggunakan perangkat lunak Atlas.ti. Hasil penelitian menunjukkan adanya kontradiksi yang signifikan; kesadaran lingkungan responden tergolong tinggi (2.01), namun perilaku pengelolaan sampah tetap berada pada kategori sedang cenderung rendah. Dokumentasi visual melalui photovoice mengonfirmasi terjadinya fenomena "jebakan sampah" pada akar mangrove akibat ketiadaan sistem drainase. Analisis diagram jaringan mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran pemerintah memicu pengabaian infrastruktur secara kronis, yang kemudian memaksa warga melakukan praktik pembuangan sampah berbahaya sebagai pilihan rasional untuk bertahan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis di Mangunharjo adalah bentuk ketidakadilan sistemik di mana kerentanan ekonomi masyarakat pesisir diperparah oleh absennya dukungan fasilitas negara. Rekomendasi utama riset ini menekankan perlunya intervensi infrastruktur pengelolaan limbah yang inklusif dan integratif untuk memutus rantai jebakan sistemik tersebut.
Analisis Potensi dan Permasalahan Wilayah Dataran Tinggi Dieng Sebagai Dasar Pengembangan Wilayah Perspektif Geografi Regional Setiawati, Tia; Darmawan, Darwis
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33681

Abstract

Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan strategis di Jawa Tengah yang memiliki karakteristik biofisik dan sosial-budaya yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan permasalahan wilayah Dieng sebagai dasar perumusan strategi pengembangan wilayah melalui pendekatan geografi regional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sintesis data sekunder dari berbagai literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi utama Dieng terletak pada sektor pariwisata alam dan budaya, serta sektor pertanian hortikultura (kentang). Namun, pengembangan wilayah ini menghadapi tantangan serius berupa degradasi lingkungan, risiko bencana geologi (gas beracun dan gerakan tanah), serta alih fungsi lahan yang masif. Dari perspektif geografi regional, integrasi antara perlindungan ekosistem hulu dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal menjadi kunci keberlanjutan. Diperlukan penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana dan diversifikasi ekonomi agar ketergantungan pada satu komoditas pertanian dapat dikurangi. Pengembangan infrastruktur pariwisata yang ramah lingkungan harus diprioritaskan untuk menjaga kelestarian geo-heritage Dieng.
Ketahanan Masyarakat Perkotaan Menghadapi Banjir Studi Kasus Kelurahan Ulujami Jakarta Selatan Ma'dika, Zelda Palin; Wulandari, Fitri; Saputra, Muhammad Saddam Iqbal; Azzahra, Salsabila; Rahman, Fathin Aulia
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33750

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang berulang di kawasan perkotaan dan menimbulkan dampak multidimensi terhadap kehidupan masyarakat. Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan, merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap banjir akibat luapan Kali Pesanggrahan, curah hujan tinggi, kepadatan permukiman, dan keterbatasan kapasitas drainase. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis tingkat ketahanan masyarakat Kelurahan Ulujami terhadap banjir berdasarkan perspektif modal manusia, modal finansial, dan modal sosial, serta 2) menganalisis proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir dari aspek sosial ekonomi dan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada masyarakat pada tingkat RT/RW, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat ketahanan masyarakat Kelurahan Ulujami berada pada kategori sedang hingga tinggi, yang didukung oleh modal manusia dan modal sosial yang relatif kuat, terutama pada aspek pengetahuan dasar banjir, kondisi kesehatan keluarga, solidaritas antarwarga, dan akses informasi kebencanaan. Namun demikian, modal finansial masih tergolong rendah, ditandai oleh keterbatasan pendapatan, minimnya kepemilikan dana darurat, dan ketergantungan pada satu sumber penghasilan; 2) dari aspek rehabilitasi dan rekonstruksi, pemulihan sosial ekonomi pasca banjir telah berjalan cukup baik, tetapi belum sepenuhnya terintegrasi dengan upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan kelembagaan.
Mitigasi Struktural dan Strategi Adaptasi Masyarakat terhadap Bencana Abrasi di Kawasan Pesisir Jerowaru Utari, Melisa Dewi; Hadi, Hasrul; Apriyeni, Baiq Ahda Razula; Subhani, Armin
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33965

Abstract

Bencana abrasi merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang banyak terjadi di Kawasan pesisir di Indonesia, termasuk di Kawasan pesisir Jerowaru, Lombok Timur. Upaya mitigasi dan adaptasi harus terus dilakukan secara efektif agar dapat mengurangi risiko dan dampak bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya mitigasi struktural dan strategi adaptasi masyarakat untuk mengurangi risiko bencana abrasi di Kawasan Pesisir Jerowaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif model Milles & Huberman, dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: upaya mitigasi struktural dilakukan dengan pembangunan fisik seperti pembangunan tanggul laut, struktur hybrid engineering berbahan bambu, dan konservasi-rehabilitasi lahan mangrove. Adapun strategi adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana abrasi antara lain berupa adaptasi sosial-ekonomi, adaptasi infrastruktur dan permukiman, adaptasi lingkungan, serta adaptasi kelembagaan dan kebijakan lokal.
Identifikasi Pasar, Hotel, dan Blauran di Kawasan Pasar Besar Kota Palangka Raya Noor Hamidah; Alimutdin Simanjuntak; Mahdi Santoso; Noor Mahmudah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.33685

Abstract

Kawasan Pasar Besar Palangka Raya merupakan pusat aktivitas perdagangan tradisional yang berkembang seiring dinamika sosial dan ekonomi kota. Pasar sebagai inti aktivitas ekonomi memicu tumbuhnya fungsi-fungsi pendukung seperti perhotelan serta kawasan Pasar Tradisional (Blauran) yang berkembang sebagai ruang aktivitas campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik spasial, fungsi ruang, serta hubungan aktivitas antara pasar, hotel, dan Blauran dalam satu kesatuan kawasan Pasar Besar Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, pemetaan kawasan, serta kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar berperan sebagai pusat aktivitas ekonomi harian dengan intensitas tinggi, hotel berfungsi sebagai pendukung perdagangan dan jasa kota, sedangkan kawasan Blauran berkembang sebagai ruang transisi yang mengakomodasi aktivitas formal dan informal. Ketiga elemen tersebut membentuk struktur ruang kawasan komersial yang dinamis namun belum terintegrasi secara optimal secara arsitektural. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar konseptual bagi penataan dan pengembangan kawasan Pasar Besar Palangka Raya secara terpadu dan berkelanjutan.
Identifikasi Tingkat Kerentanan Bencana di Kabupaten Halmahera Selatan Anna Hayatuz Zahra; Zharanaya Putri Aurelia; Bulan Hafshah Syakira; Falevi Saputra; Muzani Jalaluddin
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.33807

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kerentanan bencana di Kabupaten Halmahera Selatan berdasarkan aspek sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan sebagai dasar mitigasi. Analisis dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode overlay, skoring, dan pembobotan terhadap data sekunder tahun 2023–2024 di 30 kecamatan, mengacu pada Perka BNPB No. 2 Tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% wilayah Kabupaten Halmahera Selatan berada pada kategori kerentanan sedang dan hanya tiga kecamatan yang termasuk kategori kerentanan rendah, yaitu Mandioli Utara, Bacan Barat, dan Gane Timur Tengah. Pada komponen kerentanan sosial, Kecamatan Kayoa Selatan memiliki nilai tertinggi (0,89), sedangkan Gane Barat Utara memiliki nilai terendah (0,25). Kerentanan fisik tertinggi terdapat di Kayoa Selatan, Bacan Selatan, dan Batang Lomang, yang memiliki kepadatan bangunan tinggi serta aksesibilitas terbatas. Kerentanan ekonomi menunjukkan variasi mencolok dengan Obi Selatan dan Gane Timur sebagai wilayah dengan tingkat kerentanan tertinggi. Pada aspek lingkungan, Kecamatan Obi menunjukkan nilai tertinggi (0,72), mencerminkan kondisi ekologi yang rentan. Secara keseluruhan, hasil analisis spasial menegaskan bahwa kerentanan di Kabupaten Halmahera Selatan bersifat heterogen, sehingga diperlukan strategi mitigasi berbasis wilayah yang mempertimbangkan karakteristik sosial-ekonomi dan lingkungan setempat.
Analisis Regresi Spasial: Pengaruh Luas Lahan Sawah dan Jumlah Petani Terhadap Produksi Pangan di Kabupaten Bogor Dian Nita Pangastuti
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34195

Abstract

Sebagai bagian dari Jabodetabek, Kabupaten Bogor mengalami urbanisasi yang memberikan tekanan ganda terhadap ketahanan pangan melalui ekspansi perkotaan yang menyebabkan alih fungsi lahan pertanian. Kondisi ini menyebabkan menurunnya jumlah tenaga kerja pertanian yang menjadi aktor kunci dalam keberlanjutan produksi pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan sawah dan jumlah petani terhadap produksi pangan di Kabupaten Bogor dalam kaitannya dengan fenomena urbanisasi yang masif di Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif deduktif dengan menggunakan regresi spasial pada software Geoda. Data yang digunakan berupa data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor dengan variabel yaitu produksi padi, luas lahan sawah dan jumlah petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan sawah dan jumlah petani berpengaruh signifikan terhadap produksi pertanian, dengan luas lahan sawah menjadi faktor yang paling dominan. Dari hasil regresi dihasilkan bahwa setiap peningkatan 1 hektare luasan lahan sawah akan meningkatkan produksi padi 12.3074 ton, dan setiap tambahan 1 orang petani akan meningkatan produksi sebesar 1.659 ton.
Analisis Spasial-Temporal Perubahan Garis Pantai dan Dampak Bencana Abrasi di Pantai Maiq Anyir Ijo Balit Rudi Susanto; Hasrul Hadi; Baiq Ahda Razula Apriyeni; Armin Subhani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34265

Abstract

Pantai Maiq Anyir di Kelurahan Ijobalit sebagai destinasi wisata pantai menghadapi ancaman bencana abrasi. Minimnya studi terkait aspek kebencanaan di wilayah Pantai Maiq Anyir menjadi dasar studi ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis perubahan garis pantai secara spasial-temporal  wilayah Pantai Maiq Anyir; 2) mengetahui dampak fisik dan lingkungan bencana abrasi Pantai Maiq Anyir; dan 3) mengetahui dampak sosial dan ekonomi bencana abrasi Pantai Maiq Anyir. Penelitian ini menggunakan gabungan metode penelitian geospasial dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis spasial-temporal citra time series tahun 2015, 2020, dan 2025 dilakukan menggunakan Google Earth Pro. Hasil penelitian menunjukkan: 1) perubahan garis pantai selama 10 tahun terakhir rata-rata 3-5 meter per tahun, dengan total lahan hilang mencapai 5,97 hektar; 2) secara fisik dan lingkungan bencana abrasi menyebabkan rusaknya komoditas pertanian pohon kelapa, erosi tanah, kerusakan infrastruktur jalan dan fasilitas wisata; 3) dampak sosial-ekonomi bencana abrasi meliputi penurunan pendapatan nelayan dan pelaku UMKM, menurunnya kunjungan wisatawan hingga 50%, dan migrasi sementara penduduk karena kerentanan lingkungan. Sehingga upaya mitigasi bencana abrasi menjadi sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampaknya.
Korelasi Antara Leaf Area Index (LAI) dan Land Surface Temperature (LST) Menggunakan Data Penginderaan Jauh Vixri Nur Sidiq; Dwi Marsiska Driptufany; Defwaldi; Ilham Armi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34270

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) merupakan kondisi meningkatnya suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat rendahnya kerapatan vegetasi dan dominasi wilayah terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Korelasi LAI dan LST dalam mengidentifikasi fenomena Urban Heat Island (UHI) di Kota Pariaman tahun 2015, 2020, dan 2025. Penelitian ini menggunakan penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 8 yang diolah menggunakan aplikasi ArcGIS. Validasi dilakukan menggunakan 38 titik sampel dan analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LAI di Kota Pariaman berada pada rentang 0 hingga 6 yang menunjukkan tingkat kerapatan vegetasi dari sangat rendah hingga sangat tinggi, sedangkan nilai LST berada pada rentang suhu 26°C hingga 28°C, di mana suhu tertinggi terdapat pada wilayah dengan vegetasi rendah dan wilayah terbangun, serta suhu terendah terdapat pada wilayah dengan vegetasi tinggi. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif antara LAI dan LST, yang berarti semakin tinggi nilai LAI, maka suhu permukaan semakin rendah. Hal ini menunjukkan bahwa vegetasi memiliki peran penting dalam mengurangi fenomena Urban Heat Island (UHI) dan menjaga keseimbangan lingkungan di Kota Pariaman.
Analisis Morfometri Sub-DAS Kali Madiun untuk Menentukan Potensi Infiltrasi Cekungan Air Tanah (CAT) Ngawi-Ponorogo Dwi Vina Febrim; Harnani; Sundus Ghaida Noor Azizah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34358

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya data terintegrasi tentang morfometri dan potensi infiltrasi sub-DAS Kali Madiun di Cekungan Air Tanag (CAT) Ngawi-Ponorogo untuk mendukung pengelolaan airtanah berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik morfometri dan potensi infiltrasi sub-DAS Kali Madiun di CAT Ngawi-Ponorogo, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengunduhan DEMNAS beresolusi 8 m dan peta administrasi wilayah dari Badan Informasi Geospasial (BIG), yang kemudian diolah dan dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menghitung parameter morfometri utama, meliputi aspek linear, areal, dan relief. Hasil menunjukkan kerapatan dan frekuensi sungai yang rendah, serta nilai infiltrasi 1,05 yang menandakan potensi infiltrasi sangat tinggi. Analisis relief memperlihatkan dominasi lereng datar hingga landai, sehingga sebagian besar sub-DAS menjadi zona imbuhan airtanah. Integrasi analisis morfometri dan spasial ini menjadi dasar penting pengelolaan dan konservasi sumber daya air, serta dapat direplikasi untuk memperkuat strategi ketahanan airtanah di DAS lain di Indonesia.