cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 267 Documents
Penggunaan Metode PURINA dalam Pendidikan Mitigasi Bencana Gempa Bumi pada Anak Usia Dini Variza, Cindy Rantikal; Pramajati, Hikmat; Sutrisno, Imam Tri
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33456

Abstract

Dalam rangka pengurangan risiko dan dampak bencana, maka pendidikan kebencanaan sebagai fondasi pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana sangat penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode PURINA dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan anak usia dini terhadap bencana gempa bumi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental pre-posttest dengan sampel purposive dari anak TK di Sumedang, dibagi kelompok kontrol (ceramah dan simulasi) dan intervensi (PURINA). Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, univariat, dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan di kedua kelompok (p<0.001), namun tidak ada perbedaan signifikan antarkelompok (p=0.778) dikarenakan kedua kelompok diberikan intervensi yang tidak jauh berbeda. Namun, inervensi yang diberikan pada kelompok intervensi lebih variatif sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik bagi anak. Dengan demikian, metode PURINA efektif, namun aspek simulasi perlu menjadi komponen utama. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan kurikulum mitigasi bencana di sekolah dan riset keperawatan.
Pemetaan Risiko dan Mitigasi Bencana Banjir Berbasis Nature Based Solutions di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Rani, A. Salwa Diva; Usman, Khairul Sani; Nurfatimah; Risnawati K
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33554

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrologis dominan di Sulawesi Selatan, dengan Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, sebagai wilayah terdampak parah akibat curah hujan ekstrem dan luapan Sungai Jeneberang. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan banjir dan merumuskan strategi mitigasi berbasis Nature Based Solutions (NbS). Penelitian menggunakan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif), dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder berupa aspek fisik dasar wilayah. Analisis spasial Overlay diterapkan pada enam parameter (ketinggian lahan, kelerengan, curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan, dan jarak sungai) untuk memetakan kerawanan. Hasil pemetaan menunjukkan tiga tingkat kerawanan: Rendah (6,09%), Sedang (85,67%), dan Tinggi (8,24%), yang terkonsentrasi di dataran rendah sepanjang Sungai Jeneberang. Strategi mitigasi NbS yang dirumuskan mencakup pengembangan infrastruktur resapan air (biopori, sumur resapan), konservasi agroforestri, dan restorasi vegetasi riparian serta lahan basah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi NbS efektif untuk menekan risiko banjir sekaligus memperkuat ketahanan ekologis dan sosial masyarakat Pallangga.
Kerangka Penilaian Kapasitas Intelektual dalam Tata Kelola Risiko Banjir Studi Kasus Kabupaten Pidie Nazifa, Naurah; Sunarharum, Tri Mulyani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33637

Abstract

Banjir masih menjadi permasalahan serius di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia. Terdapat 17 dari 23 kecamatan teridentifikasi sebagai wilayah rawan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kapasitas tata kelola dalam pengelolaan risiko banjir di Kabupaten Pidie dengan fokus pada dimensi kapasitas intelektual. Penilaian dilakukan menggunakan kerangka asesmen terstruktur dengan mengevaluasi 12 indikator yang dikelompokkan ke dalam tiga fase pengelolaan banjir, yaitu pra-banjir (resist), saat banjir (absorb dan recover), dan pasca-banjir (adapt). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara dengan empat instansi pemerintah utama, yaitu BPBD, PUPR, BAPPEDA, dan SETDAKAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas intelektual tata kelola banjir di Kabupaten Pidie berada pada tingkat sedang, dengan kinerja yang relatif lebih baik pada fase tanggap darurat, namun masih lemah pada aspek kesiapsiagaan dan adaptasi pasca-banjir. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen kapasitas tata kelola tidak hanya berfungsi untuk menggambarkan kondisi eksisting, tetapi juga sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi kesenjangan kelembagaan dan mengarahkan upaya perbaikan di masa mendatang.
Analisis Kondisi Lingkungan Pesisir dan Permasalahan Sampah di Pantai Mangunharjo Kota Semarang Ash-shidiqy, Muhammad Iqbal; Adhira, Faris Tsani; Al Farouq, Muhammad Umar; Dhia Naura Vinolia Ghanim; Hapsari, Putri Mei; Salsabila, Dhiya; Iftinanti Hanun; Fidyasari, Nur Afifah; Setyaputra, Muhammad Hisyam Prabowo; Susilowati, Indah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33662

Abstract

Permasalahan sampah laut di wilayah pesisir sering kali dipandang secara simplistis sebagai akibat dari rendahnya etika lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan pesisir dan permasalahan sampah di Pantai Mangunharjo dengan mengintegrasikan perspektif Blue Economy dan Blue Justice. Dengan menerapkan metode campuran (mixed-methods), data dikumpulkan melalui survei terhadap 38 responden, pemetaan partisipatif, photovoice, dan wawancara mendalam yang diolah menggunakan perangkat lunak Atlas.ti. Hasil penelitian menunjukkan adanya kontradiksi yang signifikan; kesadaran lingkungan responden tergolong tinggi (2.01), namun perilaku pengelolaan sampah tetap berada pada kategori sedang cenderung rendah. Dokumentasi visual melalui photovoice mengonfirmasi terjadinya fenomena "jebakan sampah" pada akar mangrove akibat ketiadaan sistem drainase. Analisis diagram jaringan mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran pemerintah memicu pengabaian infrastruktur secara kronis, yang kemudian memaksa warga melakukan praktik pembuangan sampah berbahaya sebagai pilihan rasional untuk bertahan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis di Mangunharjo adalah bentuk ketidakadilan sistemik di mana kerentanan ekonomi masyarakat pesisir diperparah oleh absennya dukungan fasilitas negara. Rekomendasi utama riset ini menekankan perlunya intervensi infrastruktur pengelolaan limbah yang inklusif dan integratif untuk memutus rantai jebakan sistemik tersebut.
Analisis Potensi dan Permasalahan Wilayah Dataran Tinggi Dieng Sebagai Dasar Pengembangan Wilayah Perspektif Geografi Regional Setiawati, Tia; Darmawan, Darwis
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33681

Abstract

Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan strategis di Jawa Tengah yang memiliki karakteristik biofisik dan sosial-budaya yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan permasalahan wilayah Dieng sebagai dasar perumusan strategi pengembangan wilayah melalui pendekatan geografi regional. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sintesis data sekunder dari berbagai literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi utama Dieng terletak pada sektor pariwisata alam dan budaya, serta sektor pertanian hortikultura (kentang). Namun, pengembangan wilayah ini menghadapi tantangan serius berupa degradasi lingkungan, risiko bencana geologi (gas beracun dan gerakan tanah), serta alih fungsi lahan yang masif. Dari perspektif geografi regional, integrasi antara perlindungan ekosistem hulu dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal menjadi kunci keberlanjutan. Diperlukan penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana dan diversifikasi ekonomi agar ketergantungan pada satu komoditas pertanian dapat dikurangi. Pengembangan infrastruktur pariwisata yang ramah lingkungan harus diprioritaskan untuk menjaga kelestarian geo-heritage Dieng.
Ketahanan Masyarakat Perkotaan Menghadapi Banjir Studi Kasus Kelurahan Ulujami Jakarta Selatan Ma'dika, Zelda Palin; Wulandari, Fitri; Saputra, Muhammad Saddam Iqbal; Azzahra, Salsabila; Rahman, Fathin Aulia
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33750

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang berulang di kawasan perkotaan dan menimbulkan dampak multidimensi terhadap kehidupan masyarakat. Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan, merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap banjir akibat luapan Kali Pesanggrahan, curah hujan tinggi, kepadatan permukiman, dan keterbatasan kapasitas drainase. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis tingkat ketahanan masyarakat Kelurahan Ulujami terhadap banjir berdasarkan perspektif modal manusia, modal finansial, dan modal sosial, serta 2) menganalisis proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir dari aspek sosial ekonomi dan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada masyarakat pada tingkat RT/RW, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tingkat ketahanan masyarakat Kelurahan Ulujami berada pada kategori sedang hingga tinggi, yang didukung oleh modal manusia dan modal sosial yang relatif kuat, terutama pada aspek pengetahuan dasar banjir, kondisi kesehatan keluarga, solidaritas antarwarga, dan akses informasi kebencanaan. Namun demikian, modal finansial masih tergolong rendah, ditandai oleh keterbatasan pendapatan, minimnya kepemilikan dana darurat, dan ketergantungan pada satu sumber penghasilan; 2) dari aspek rehabilitasi dan rekonstruksi, pemulihan sosial ekonomi pasca banjir telah berjalan cukup baik, tetapi belum sepenuhnya terintegrasi dengan upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan kelembagaan.
Mitigasi Struktural dan Strategi Adaptasi Masyarakat terhadap Bencana Abrasi di Kawasan Pesisir Jerowaru Utari, Melisa Dewi; Hadi, Hasrul; Apriyeni, Baiq Ahda Razula; Subhani, Armin
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i1.33965

Abstract

Bencana abrasi merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang banyak terjadi di Kawasan pesisir di Indonesia, termasuk di Kawasan pesisir Jerowaru, Lombok Timur. Upaya mitigasi dan adaptasi harus terus dilakukan secara efektif agar dapat mengurangi risiko dan dampak bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya mitigasi struktural dan strategi adaptasi masyarakat untuk mengurangi risiko bencana abrasi di Kawasan Pesisir Jerowaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif model Milles & Huberman, dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: upaya mitigasi struktural dilakukan dengan pembangunan fisik seperti pembangunan tanggul laut, struktur hybrid engineering berbahan bambu, dan konservasi-rehabilitasi lahan mangrove. Adapun strategi adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana abrasi antara lain berupa adaptasi sosial-ekonomi, adaptasi infrastruktur dan permukiman, adaptasi lingkungan, serta adaptasi kelembagaan dan kebijakan lokal.