cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 267 Documents
Pemanfaatan Keanekaragaman Bambu Secara Hidrologis, Ekonomis, Sosial dan Pertahanan Revi Mainaki; Rendra Zainal Maliki
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v4i1.1951

Abstract

Indonesia is one of countries with a relatively high level of biodiversity. One of these biological resources, is bamboo. The existence of bamboo plants in Asia, including Indonesia, is widely used by segments, reeds, midribs, colors and height for various purposes. The writing of this article aims to explain the use of bamboo diversity in a hydrological, economic, social and defense manner in society, as one of the alternative solutions for the utilization of biological resources in Indonesia. The type of data used is literature data in the form of scientific papers or relevant research results. The data that has been collected is then analyzed using a qualitative descriptive approach. The results showed: 1) the hydrological function of bamboo provides direct benefits as a conservation plant reducing erosion, preventing landslides, good land cover for water catchments, while indirectly as a support for the population's water needs such as pipes, canals and water containers; 2) the economic function of bamboo helps to support human needs, increase income and open up new economic opportunities such as building construction materials, plaits, concrete bones, ropes, connecting tools, roofs, floors and bridges; 3) The social function of bamboo is to trigger social activities between individuals or community groups, such as the use of bamboo for musical instruments, eye drops, fishing rods, nurseries, rafts and cigarette pipes; and 4) The function of bamboo defense itself is closely related to the history of the Indonesian people, especially as a weapon in the fight against invaders, in addition to the function of bamboo defense itself, namely as a defense field and live and artificial fences.
Evaluasi Tingkat Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Mohamad Agus Sanjayah; Agus Purnomo; Bayu Kurniawan
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3198

Abstract

Salah satu permasalahan sektor pariwisata adalah kurang tersedianya sarana dan prasarana pariwisata. Permasalahan ini muncul dikarenakan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata masih belum merata di setiap wilayah. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei cross sectional. Data yang digunakan mencakup hasil observasi lapangan, yaitu sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon. Penelitian berada di seluruh wilayah Kecamatan Pujon, dan untuk penentuan sampel diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Kriteria dalam penentuan sampel adalah keberadaan lokasi wisata di sebuah desa dan desa penghubung pariwisata. Jumlah sampel yang diperoleh 8 desa yakni: 1) Desa Bendosari, 2) Sukomulyo, 3) Pujon Kidul, 4) Pandesari, 5) Ngroto, 6) Ngabab, 7) Pujon Lor dan 8) Madiredo. Hasil evaluasi sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang yang mencakup sarana pokok, penunjang, pelengkap, prasarana umum dan prasarana kebutuhan masyarakat tersebar di delapan desa. Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang tersedia dengan Desa Pandesari dan Pujon Lor termasuk kategori memadai. Desa Bendosari, Sukomulyo, Pujon Kidul, Ngabab, dan Ngroto termasuk kategori cukup memadai, dan Desa Madiredo kategori kurang memadai.
Evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah Berdasarkan Kerawanan Tanah Longsor di Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi Damar Fauzan Bayuhasta; Eko Kusratmoko; Adi Wibowo; Safira Nur Aisyah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i2.4171

Abstract

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menjadi dasar dalam pengelolaan dan pemanfaatan ruang agar bencana tanah longsor di Indonesia tidak terjadi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kejadian tanah longsor yang paling sering terjadi di Kecamatan Cikakak setelah tahun 2012 atau saat RTRW telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kerawanan longsor dan mengevaluasi rencana tata ruang wilayah di Kecamatan Cikakak terhadap kerawanan longsor. Metode penelitian yang digunakan adalah model Index storie untuk pemetaan kerawanan longsor dan overlay data spasial kerawanan longsor dengan RTRW. Jenis data yang digunakan adalah data kejadian tanah longsor, curah hujan, lereng, litologi, jenis tanah dan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Cikakak memiliki kerawanan longsor dominan sedang seluas 7.989,1 hektar (70,9%). Hasil analisis RTRW menunjukkan bahwa rencana tata ruang yang memiliki kerawanan longsor sedang dominan yaitu kawasan hutan konservasi, sedangkan penggunaan lahan permukiman yang telah sesuai dengan RTRW juga memiliki kerawanan longsor tinggi yang luas (249,8 hektar). Sistem peringatan dini, penghijauan, dan pembangunan infrastruktur lainnya di kawasan permukiman dapat dilakukan untuk mengurangi risiko longsor di Kecamatan Cikakak.
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model Think Pair Share (TPS) Terhadap Hasil Belajar Geografi Tuti Mutia; Sri Agustina; Suroso Suroso; Ramli Akhmad
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v4i2.2869

Abstract

Tujuan pembelajaran tercapai apabila siswa secara aktif berinteraksi dengan komponen pembelajaran yang diatur oleh guru. Salah satu komponen pembelajaran yang dapat menunjang pencapaian tujuan pembelajaran adalah model pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat menghasilkan interaksi terbuka antar siswa yaitu Think Pair Share (TPS). Model tersebut memberikan siswa kesempatan untuk berfikir dan membantu dengan teman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran TPS terhadap hasil belajar Geografi.  Jenis Penelitian ini yaitu eksperimen semu (Quasi Eksperiment), dengan desain nonquivalent control group design. Variabel penelitian terdiri dari: 1) variabel terikat adalah hasil belajar siswa dan 2) variabel bebas adalah model pembelajarn TPS. Hasil belajar siswa diukur menggunakan tes yang terdiri dari dua yaitu tes objektif dan subjektif, Instrumen yang digunakan yaitu tes pilihan ganda yang berjumlah 40 butir. Analisis data menggunakan uji T independent dengan bantuan SPSS 20.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran TPS berpengaruh terhadap hasil belajar. TPS memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan kemampuan analisis terhadap suatu permasalahan dan mengkomunikasikannya.
Analisis Tingkat Kesiapan Guru dalam Menerapkan Materi Kebencanaan Pada Proses Pembelajaran di Kabupaten Klaten Hastari Setyo Palupi; Mikko Wahyu Masution; Putri Ainur Rida; Meliyani Meliyani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v3i2.1751

Abstract

Berbagai bencana di Indonesia sebagian besar terkait dengan proses geologi seperti gempabumi, vulkanisme, dan tsunami. Dilihat dari letak dan kondisi fisiknya, Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko tinggi terjadinya bencana. Dengan maraknya bencana yang terjadi di Indonesia, maka tidak sedikit korban jiwa yang ditimbulkan, termasuk dari kalangan anak-anak usia sekolah. Oleh sebab itu, diperlukan kesiapan guru dalam menerapkan materi kebencanaan pada proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui tingkat kesiapan guru dalam menerapkan materi kebencanaan di sekolah dan mengetahui pengaruh tingkat pendidikan serta umur guru dalam menerapkan materi kebencanaan di sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kesiapan guru dalam menerapkan materi kebencanaan di sekolah berada pada kategori tinggi, dibuktikan dengan angka persentase sebesar 72% dari keseluruhan populasi penelitian.
Identifikasi Kenampakan Morfologi Gua Banyu dan Sekitarnya di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang Mohammad Ainul Labib; Eko Haryono; Agung Suprianto; Prasetyo Adi Irianto; Khoirul Hidayat; Iis Dwi Masruroh; Devi Prasetyo
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i2.3323

Abstract

keberadaan gua dengan berbagai fungsinya perlu dipelajari terutama terkait dengan karakteristik gua. Kenampakan morfologi dan tingkatan lorong gua dapat digunakan untuk memahami karakteristik gua tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi dan tingkatan lorong Gua Banyu dan sekitarnya di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Penentuan kenampakan morfologi dilakukan dengan mengidentifikasi penampang melintang dan perhitungan kuantitatif. Sementara tingkatan lorong gua diukur dengan analisis frekuensi panjang lorong gua. Hasil penelitian menunjukkan morfologi yang terdapat di Gua Banyu dan sekitarnya didominasi perkembangan semicercular, yang diikuti perkembangan runtuhan maupun canyon. Sedangkan tingkatan lorong gua memiliki empat tingkatan. Tingkatan pertama terdapat di chamber Gua Sio dan sungai bawah tanah Gua Sio. Tingkat kedua ditandai munculnya mulut gua yang lain (Gua Kirek, Gua Maron, dan Gua Megarsari). Tingkatan ketiga terdiri dari lorong Gua Kirek, Gua Maron, Gua Megarsari, dan Gua Banyu yang telah berkembang. Sedangkan mulut Gua Banyu terlihat pada tingkatan keempat.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Karya Ilmiah Mahasiswa Geografi melalui Pembelajaran Berbasis SETS (Science, Environment, Technology, Society) Karunia Puji Hastuti; Parida Angriani; Faisal Arif Setiawan
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v4i2.2642

Abstract

Menulis merupakan proses untuk menuangkan ide/gagasan dalam bentuk tulisan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa masih menganggap manulis merupakan suatu hal yang sulit dan tidak penting. Fakta lainnya menunjukkan bahwa budaya menulis telah berganti ke budaya menyalin (copy-paste). Oleh sebab itu diperlukan strategi tertentu untuk menstimulasi mahasiswa mengatasi berbagai kesulitan menulis karya ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penulisan karya ilmiah mahasiswa dengan menerapkan pembelajaran berbasis SETS (Science, Environment, Technology, Society). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis and Mctaggart. Subjek penelitian adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang berjumlah 14 orang. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa pada pra tindakan sebesar 59,14% (kategori cukup), pada Siklus I sebesar 70,42% (kategori baik), dan pada Siklus II sebesar 76,71% (kategori baik). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis SETS dapat meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Lambung Mangkurat.
Pola Pengelolaan Tanah Adat Jurang Koak di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Lalu Amrillah; Suroso Suroso
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v2i2.1103

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Dusun Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola pengelolaan Tanah Adat Jurang Koak Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba kabupaten Lombok Timur. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti mengambil sejumlah informan kunci untuk diwawancarai dengan penarikan sampel didasarkan teknik snowball sampling. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber. Triangulasi sumber adalah menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah di peroleh melalui beberapa sumber. Triangulasi sumber akan dilakukan pada pihak pengelola taman nasional gunung rinjani, dibalai taman nasional gunung rinjani dan masyarakat yang mengelola Tanah Adat Jurang Koak. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam pengolahan data dengan mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit melakukan sintesa, memilih mana yang penting dan yang akan di pelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah di pahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Analisis data akan di bantu dengan statistik deskriftif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Tanah Adat Jurang Koak di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba dapat ditarik kesimpulan, bahwa pola pengelolaan Tanah Adat Jurang Koak di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba tidak mempengaruhi lingkungan hidup dan kawasan hutan konservasi. Hal ini dilihat dari pola pengelolaan yang secara kolektif, sarana prasarana yang memadai, dan hasil produksi yang memuaskan. Dan kalau kita lihat dari dampak kepada alam itu sendiri atau hutan itu sendiri tidak terlihat dampak negatif sedikitpun. Karna para petani di Tanah Adat Jurang Koak menanam tanaman agroforestri.
Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal (Local Knowledge, Local Wisdom, dan Local Genius) Annisa Putri; Taqyuddin Taqyuddin; Triarko Nurlambang
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i1.5417

Abstract

sepanjang tahun 2021 telah terjadi 3.092 kejadian bencana di Indonesia dengan peningkatan pada jumlah korban jiwa, korban luka-luka, warga terdampak dan mengungsi serta rumah rusak. Pengetahuan kewilayahan masyarakat sangat diperlukan sebagai pendukung dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi bencana di wilayahnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mamanfaatkan kearifan lokal yang ada. Istilah kearifan lokal pada dasarnya dapat diartikan menjadi tiga hal, yaitu local knowledge (pengetahuan lokal), local wisdom (kebijakan lokal), dan local genius (kecerdasan lokal). Artikel ini bertujuan untuk menumbuhkan konsepsi baru dalam mitigasi bencana berdasarkan ketiga istilah kearifan lokal tersebut. Metode yang digunakan ialah tinjauan literatur (literature review). Berdasarkan hasil kajian ditemukan bahwa local knowledge dilakukan oleh masyarakat di Dusun Brau, Jawa Timur, melalui ritual Cok Bakal, local wisdom dilakukan oleh masyarakat Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dengan melestarikan Repong Damar, dan local genius dilakukan oleh masyarakat Simeulue di Provinsi Aceh melalui Nandong Smong. Kearifan lokal memiliki peran penting dalam mitigasi bencana. Pemerintah perlu menindaklanjuti hal ini agar jumlah korban jiwa dan kerusakan dapat diminimalisir.
Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking dan Mengkomunikasikan Hasil Belajar Geografi dengan Teknik WS-2M Siti Sanisah; Nurin Rochayati; Hj. Mas'ad
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i1.4630

Abstract

Penelitian tindakan ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kemampuan critical thinking dan mengkomunikasikan hasil belajar Geografi. Data penelitian diperoleh dari pengamatan, dokumentasi dan penilaian hasil belajar terhadap 67 siswa. Fokus penelitian diarahkan kepada aktivitas guru, perkembangan kemampuan critical thinking dan mengkomunikaiskan hasil belajar siswa dan tanggapan siswa terhadap teknik belajar WS-2M. Hasil penelitian menunjukkan: 1) aktivitas guru meningkat dari 48.24 menjadi 89,52; 2) final score kemampuan critical thinking meningkat dari 52,56 menjadi 82,88, kemampuan mengkomunikasikan hasil belajar meningkat dari 53,33 menjadi 86,34 dan rerata hasil tes siswa menunjukkan peningkatan positif dari 60,08 menjadi 84,15; dan 3) siswa menanggapi positif penggunaan teknik belajar WS-2M. Dapat disimpulkan bahwa perubahan positif ini terjadi karena treatment dalam pembelajaran didukung keaktifan guru dan siswa. WS-2M mendorong timbulnya self confidence siswa dalam suasana enjoy for learning. Diharapkan kepada guru agar terus berinovasi sehingga siswa tidak jenuh belajar, sekaligus sebagai wahana pengembangan kreativitas guru dalam meningkatkan kualitas profesionalismenya sebagai seorang pendidik.