cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 278 Documents
Bentuk Keterkaitan Masterplan Smart City Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah di Kota Pekalongan dan Semarang Marisa Aprilia; Achmad Djunaedi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i1.5455

Abstract

rencana pembangunan kota dalam hal ini masterplan smart city idealnya perlu disinkronkan dengan rencana tata ruang agar pelaksanaan pembangunan berjalan harmonis dengan pemanfaatan ruang, namun kenyataannya penyelarasan antara masterplan smart city dengan rencana tata ruang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk keterkaitan antara masterplan smart city dengan RTRW dan faktor‒faktor yang mempengaruhi keterkaitan keduanya. Penelitian ini dilakukan pada Kota Semarang dan Pekalongan dengan jenis data kualitatif, menggunakan alur pemikiran induktif kualitatif, dengan teknik pengumpulan dan eksplorasi data sekunder melalui studi dokumen, serta teknik wawancara narasumber dengan pihak yang terlibat dalam penyusunan masterplan smart city. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa keterkaitan antara masterplan smart city dengan RTRW terdapat hampir di seluruh dimensi smart city, yaitu smart living, smart branding, smart economy, smart environment dan smart society. Dimensi tersebut memiliki keterkaitan dengan kebijakan dan strategi penataan ruang RTRW. Faktor yang mempengaruhi keterkaitan keduanya yaitu proses penyusunan masterplan smart city, sinkronisasi dokumen perencanaan, kelembagaan, kontribusi dan kapasitas SDM, evaluasi dan revisi masterplan smart city, dan pendanaan. 
Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah Berbasis Sektor Ekonomi Unggulan Agnies Ayu Kusumaningdyah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i1.4363

Abstract

Kajian terhadap potensi sumberdaya di suatu daerah perlu dilakukan untuk dapat merumuskan jawaban atau strategi terhadap tantangan ekonomi yang muncul di wilayah tersebut. Begitu juga dengan Kabupaten Temanggung yang saat ini sedang bersiap untuk mendorong pengembangan wilayah di sektor ekonomi unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor unggulan di Kabupaten Temanggung serta melihat perkembangan jumlah penduduk dalam beberapa tahun terakhir ini, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengembangan wilayahnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis Location Quotient (LQ), Shift-Share, dan analisis kependudukan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Sektor Pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan sektor potensial yaitu sebagai sektor basis namun ternyata memiliki pertumbuhan yang lamban/mundur. Hal tersebut dapat dilihat dari perhitungan LQ sektor pertanian yang berada di angka 1,73 dengan nilai perhitungan shift share KPPW -0,1226. Berdasarkan tipologi sektor (LO ≥ 1, PB 0) sektor Pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan sektor potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Temanggung. Untuk mendorong pengembangan ekonomi berbasis pertanian maka dibutuhkan peningkatan kualitas SDM dan memperluas pasar dengan promosi yang lebih baik.
Hasil Belajar Geografi dan Persepsi Siswa dalam Pembelajaran Outdoor di Pantai Tobololo Hernita Pasongli; Eva Marthinu; Ramdani Salam
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i1.5192

Abstract

pembelajaran geografi di dalam kelas biasanya hanya berorientasi pada pemahaman terhadap teori, sehingga sering kali membuat siswa menjadi bosan dan kesulitan memahami. Oleh sebab itu pembelajaran geografi perlu diarahkan lebih kontekstual dengan mengajak siswa belajar langsung di lapangan, sehingga lebih dekat dengan masalah yang dipelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui hasil belajar kognitif siswa; dan 2) mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran outdoor berbasis alam di kawasan Objek Wisata Pantai Tobolo. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods), dengan metode kuantitatif sebagai metode primer. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, dan kuisioner. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan: 1) persentase ketuntasan klasikal siswa berdasarkan hasil belajar geografi sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran outdoor berbasis alam adalah sebesar 8,30%. Setelah dilakukan pembelajaran outdoor berbasis alam ketuntasan belajar meningkat menjadi 100%; 2) presepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran outdoor berbasis alam cukup positif, hal ini dapat dilihat dari persentase persepsi siswa sebesar 17% menyatakan baik dan 83% menyatakan sangat baik.
Analisis Perubahan Garis Pantai Menggunakan Metode DSAS di Desa Karimunting Kabupaten Bengkayang Wawan Wawan; Diah Trismi Harjanti; Sulistyarini Sulistyarini
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i1.5457

Abstract

pesisir Desa Karimunting dimanfaatkan sebagai kawasan pariwisata, industri, dan pelabuhan berhadapan dengan Laut Natuna sehingga terpengaruh langsung oleh dinamika pesisir. Proses alam yang dinamis dan aktivitas manusia menyebabkan perubahan kenampakan muka daratan yang dapat mengancam keseimbangan ekosistem dan kelangsungan sumberdaya pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran fenomena perubahan garis pantai beserta faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Teknik pengumpulan data menggunakan survey atau uji akurasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perubahan garis pantai yang menjorok ke laut dan ke darat. Perubahan garis pantai di Desa Karimunting yang terjadi pada tahun 2011 diketahui sepanjang 18.534 meter, sedangkan pada tahun 2020 sepanjang 19.661 meter. Dengan demikian perubahan garis pantai yang terjadi sejak tahun 2011 sampai tahun 2020 yaitu sepanjang 1.127 meter atau bertambah 6%. Perubahan garis pantai akibat abrasi dengan pergeseran terjauh yaitu 43,40 meter sedangkan oleh fenomena akresi adalah 175,15 meter. Sebaran fenomena perubahan garis pantai didorong oleh faktor fisik berupa formasi geologi, tipe tanah dan topologi pantai. Aktivitas manusia dalam memanfaatkan ruang di darat ikut mendorong perubahan garis pantai berupa alih fungsi lahan.
Dampak Migrasi Penduduk pada Akulturasi Budaya di Tengah Masyarakat Armansyah Armansyah; Mirna Taufik; Nina Damayanti
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i1.4463

Abstract

Migrasi terjadi sebagai dampak pilihan rasional seseorang akibat sebuah tekanan atau hasrat untuk memperbaiki kualitas hidup. Dalam prosesnya, pelaku migrasi yang disebut migran akan mengalami sebuah adaptasi dengan lingkungan baru, yaitu di tempat tujuan migrasi. Adaptasi ini tentunya akan menghasilkan sebuah akulturasi budaya yang berdampak bukan hanya pada migran, namun juga pada masyarakat di lingkungan tempat bermigrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa saja faktor penyebab yang memungkinkan terjadinya akulturasi budaya oleh proses migrasi dan apa saja dampak atau bentuk akulturasi budaya yang dihasilkan oleh proses migrasi. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menggunakan berbagai artikel yang mengkaji masalah migrasi dan akulturasi budaya. Analisis dan penyajian datanya menggunakan deskriftif analisis, yang dilengkapi dengan bagan dan narasi serta sintesis dari peneliti. Hasil penelitian ini telah menunjukkan beberapa kesimpulan: Pertama, faktor-faktor yang dapat menyebabkan akulturasi budaya dalam proses migrasi adalah durasi migrasi, perkawinan, intensitas pergaulan, pendidikan, dan pendapatan. Sementara itu, bentuk-bentuk akulturasi budaya yang dihasilkan akibat proses migrasi, antara lain: bahasa, gaya bicara, gaya berpakaian, mata pencaharian, bentuk rumah, permukiman, pergeseran kepemilikan lahan, upacara adat pernikahan, agaman, dan  konflik.
Analisis Pemanfaatan Ruang Terhadap Perubahan Garis Pantai di Pulau Derawan Kabupaten Berau Yusliana Yusliana; Hasrianyah Hasrianyah; Lulu Mari Fitria
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i1.5198

Abstract

berbagai potensi yang dimiliki wilayah pesisir menyebabkan pemanfaatan ruang terus mengalami peningkatan. Meski memiliki nilai ekonomi tinggi, namun masifnya pemanfaatan ruang tersebut menjadi ancaman wilayah pesisir, termasuk di Pulau Derawan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pemanfaatan ruang dan perubahan garis pantai di Pulau Derawan. Teknik pengumpulan data utama dalam penelitian ini menggunakan teknik studi dokumen, baik data dokumen dari instansi pemerintah maupun dokumen spasial seperti citra google earth dan peta penggunaan lahan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografi dengan teknik overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode tahun 2011-2020 telah terjadi peningkatan pemanfaatan ruang sangat signifikan untuk kawasan permukiman dari 9,41 ha bertambah menjadi 17,86 ha. Terdapat pula area yang mengalami penysutan area seperti RTH akibat alihfungsi lahan, bahkan beberapa area hilang seperti dermaga umum dan landasan helikopter (helipad) akibat adanya abrasi pantai. Sedangkan garis pantai selama kurun waktu 10 tahun tersebut mengalami pengurangan panjang lingkar garis pantai sepanjang 93 meter atau 9,3 meter pertahun.
Peran Kelompok Tunak Besopok dalam Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengembangan Wisata Alam Gunung Tunak Hasrul Hadi; Armin Subhani; Suroso Suroso; Sri Agustina; Mutmainnah Mutmainnah; Zahratul Hayati
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i1.5954

Abstract

dalam menjaga eksistensi sumber daya alam sekaligus meningkatkan manfaat wisata alam maka kegiatan konservasi dan pengembangan wisata alam sangat penting untuk dilakukan, termasuk kegiatan konservasi dan pengembangan wisata di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tunak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kelompok Tunaq Besopok dalam konservasi sumber daya alam dan pengembangan wisata di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Milles and Huberman dengan tahapan: pengumpulan data (data collecting), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan peran kelompok Tunak Besopok dalam konservasi sumberdaya alam terutama dalam pelestarian satwa seperti rusa, kupu-kupu, dan burung elang. Sementara itu peran kelompok tunak besopok dalam pengembangan wisata di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tunak antara lain terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan wisata, seperti sebagai pemandu wisata, jasa transportasi, dan pelaksana event-event wisata.
Evaluasi Implementasi Program Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) di Kecamatan Sikap-Dalam Kabupaten Empat Lawang Saifullah Saifullah; Agam Marsoyo
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i1.4480

Abstract

Implementasi program Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan nasional dengan mengangkat ekonomi di desa- desa tertinggal dan berkembang. Namun pada kenyataannya belum menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap kawasan perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil implementasi program KPPN dengan menggunakan kriteria evaluasi relevansi, efektifitas, efisiensi, dan keberlanjutan pada tingkat output. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Sikap-Dalam dengan jenis data kuantitatif menggunakan alur pemikiran deduktif kuantitatif, teknik pengumpulan data berupa kuisioner dengan sampel penelitian sebanyak 294 petani yang dianalisis berupa statistik deskriptif. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa implementasi program KPPN telah memenuhi kriteria relevansi. Sedangkan kriteria efektifitas, efisiensi dan keberlanjutan belum terpenuhi.
Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Desa Tompe Kabupaten Donggala Rendra Zainal Maliki; Arifuddin Abd Muis; Khairurraziq Khairurraziq
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i2.6588

Abstract

Kearifan lokal merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam mengurangi dampak bencana. Kearifan lokasi juga merupakan warisan atau tradisi turun temurun pada suatu kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mitigasi bencana masyarakat berbasis kearifan lokal desa Tompe Kecamatan Sirenja. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan ekologi atau kelingkungan. Informan penelitian ini terdiri dari 20 masyarakat, 1 tokoh agama, dan 1 tokoh adat. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat nama lokal dalam masyarakat desa Tompe atau toponimi yang digunakan masyarakat dalam menyebutkan wilayah atau bencana alam. Tompe yang berarti lumpur diartikan bahwa desa Tompe pada zaman dulu yaitu berlumpur. Istilah tsunami sendiri diartikan sebagai lembotalu atau ombak yang besar. Untuk nama gempa masyarakat Tompe menyebutkan dengan linggu dan istilah ogo adalah air. Selain itu, masyarakat masih menjaga dan melestarikan kearifan lokal budaya setempat. 
Pengaruh Media Pembelajaran Google Earth Terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Siswa SMA Agus Santoso; Muhammad Asyroful Mujib; Sri Astutik
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i2.5998

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai rendahnya kemampuan berpikir spasial siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media pembelajaran geografi berbasis Google Earth terhadap kemampuan berpikir spasial siswa SMA. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen semu. Indikator kemampuan berpikir spasial meliputi: comparison (kondisi dan koneksi spasial), aura (spatial aura atau zona pengaruh objek ke sekitarnya), region, hirarchy, transition, analogy, pattern, dan association (korelasi). Data yang diperoleh melalui tes kemampuan berpikir spasial siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran geografi berbasis Google Earth berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir spasial siswa, dengan hasil uji T-Test yang meninjukkan sig.2-tailed 0,000. Pemanfaatan media pembelajaran geografi berbasis Google Earth mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa, yang dibuktikan dengan kelas eksperimen memiliki skor Gain yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 0,7 dan 0,43, dengan selisih skor Gain sebesar 0,23. Kemampuan berpikir spasial siswa setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan Google Earth mengalami peningkatan yang signifikan.