cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 267 Documents
Penanggulangan Krisis Air Bersih di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Baiq Tahyatul Wafi; Armin Subhani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v1i2.858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanggulangan krisis air bersih di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk Desa Seriwe, maka permintaan air bersih akan terus meningkat. Belum optimalnya pelayanan PDAM di Desa Seriwe membuat pemenuhan air bersih menjadi terganggu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data dilapangan dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Teknik sampel menggunakan sampel purposive sampling, dengan subjek penelitian terdiri dari pemerintah Desa Seriwe dan masyarakat Desa Seriwe yang merasakan dampak langsung krisis air bersih. Setelah data terkumpul, data kemudian dianalisis dengan teknik analisis kualitatif, interactive model. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa usaha penaggulangan krisis air bersih yang dilakukan oleh pihak pemerintah yaitu dengan menyediakan bak penampungan air bersih yang merupakan bantuan dari BNPB. Sementara itu, usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk menanggulangi krisis air bersih yaitu dengan membeli air bersubsidi dari PDAM yang dijual menggunakan mobil tangki air.
Analisis Pengembangan Wilayah Berbasis Komoditi Kakao di Kabupaten Tanah Datar Suci Purnama Sari; Ahyuni Ahyuni
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3268

Abstract

Besarnya potensi pengembangan kakao di Kabupaten Tanah Datar memerlukan perencanaan penggunaan lahan dengan mempertimbangkan kesesuaian lahan agar dapat mengoptimalkan produksi perkebunan dan pengembangan industri kakao. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif pengembangan wilayah dengan memanfaatkan potensi perkebunan kakao dengan konsep indigeneous development. Penelitian ini bersifat prediktif dengan pendekatan kuantitatif dengan melakukan analisis kesesuaian lahan untuk mengetahui potensi produksi komoditi perkebunan kakao serta arahan industri berbasis kakao yang dapat dikembangkan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumen dan survey lapangan. Teknik analisis yang digunakan adalah Fuzzy Analysis untuk menentukan luas kesesuaian lahan sehingga didapat potensi komoditi kakao, selanjutnya dilakukan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan arahan industri berbasis kakao yang dapat dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14.700,46 ha luas lahan sangat sesuai untuk perkebunan kakao dengan potensi produksi sebesar 118.835,1 ton/ha. Hasil analisis AHP menunjukan, prioritas kebijakan utama untuk pengembangan industri kakao di Kabupaten Tanah Datar adalah: 1) kontinuitas pasokan bahan baku, 2)  penyediaan teknologi pengolahan; dan 3) dukungan kebijakan pemerintah terkait pengembangan agroindustri kakao dengan alternatif utama pengembangan hasil industri berbasis kakao. 
Perencanaan Sarana dan Prasarana Penanganan Bencana Kebakaran pada Wilayah Pemukiman Padat Penduduk di Kota Mataram Lalu Muh. Kabul; Muaidy Yasin; Armin Subhani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i2.4358

Abstract

Penelitian sebelumnya mengenai perencanaan sarana dan prasarana penanganan bencana kebakaran  masih bersifat parsial, belum komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kepadatan penduduk dan tingkat risiko kebakaran dan perencanaan sarana dan prasarana penanganan bencana kebakaran yang bersifat komprehensif meliputi alat pemadam api ringan, hidran, personil pemadam kebakaran, mobil pemadam kebakaran, dan pos pemadam kebakaran.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa kepadatan penduduk memiliki hubungan signifikan dengan tingkat risiko kebakaran dimana semakin tinggi kepadatan penduduk, diikuti dengan tingkat risiko kebakaran yang semakin tinggi. Dari sisi perencanaan, keberadaan kondisi sarana dan prasarana penanganan bencana kebakaran di Kota Mataram masih jauh dari kebutuhan ideal. Oleh karena itu, untuk mencapai kebutuhan ideal, maka setiap tahun perlu dilakukan perencanaan yang dituangkan dalam rencana kerja Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram.                
Cover Volume 4, Nomor 2, Desember 2020 Cover, Dewan Redaksi, dan Daftar Isi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v4i2.3029

Abstract

-
Upaya Pengurangan Resiko Bencana Banjir di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Trucuk Kabupaten Klaten Diana Pramesti Listiaji; Mutiara Ilmi; Sri Wisudaryono; Dadang Surya Bima; Aprilia Nur Rahmawati
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v3i2.1760

Abstract

Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Trucuk merupakan sekolah yang rawan banjir. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui tingkat pemahaman warga sekolah tentang bencana banjir, 2) Mengetahui tingkat kesadaran warga sekolah terhadap upaya pengurangan risiko bencana banjir dan 3) Mengetahui tingkat kesiapsiagaan warga sekolah dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan kuisoner. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) tingkat pengetahuan warga sekolah mengenai bencana banjir berada pada kategori tinggi (75%), 2) tingkat kesadaran warga sekolah terhadap upaya pengurangan risiko bencana banjir berada pada kategori tinggi (47%) dan 3) tingkat kesiapsiagaan warga sekolah dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir juga berada pada kategori tinggi (70%). Dengan demikian, jika dilihat dari tiga indikator tersebut maka dapat disimpulkan bahwa upaya pengurangan risiko bencana banjir di Madrasah Tsanawiyah Trucuk Kabupaten Klaten berada pada kategori tinggi.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Stop Motion Pada Mata Pelajaran Geografi Adella Rahayu Pangestu; Ajun Purwanto; Rosanti Rosanti
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i2.3807

Abstract

Media pembelajaran sangat penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar terutama untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun saat ini masih belum banyak pengembangan media pembelajaran yang dilakukan oleh guru terutama guru geografi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kevalidan dan kepraktisan video Animasi Stop Motion pada pembelajaran geogarfi di kelas X SMA Negeri 1 Mempawah Hilir. Ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (RD) dengan model Hannafin and Peck. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa aspek materi, mendapat skor rata-rata 85% (valid), aspek manfaat mendapat skor rata-rata 84% (valid), aspek penggunaan mendapat skor rata-rata 82,2% (valid), dan kesesuaian media mendapat skor rata-rata 86,7% (valid). Maka secara keseluruhan, penilaian oleh ahli materi menghasilkan rata-rata persentase 84,4% dengan kriteria valid. Untuk validasi ahli media penilaian terhadap 5 aspek penilaian, yaitu aspek tujuan, visual, audio, penggunaan dan manfaat dari aspek tujuan mendapatkan skor rata-rata 84% (valid), aspek visual mendapatkan skor rata-rata 80% (valid), aspek audio mendapatkan skor rata-rata 92% (valid), aspek penggunaan 95% dan aspek manfaat mendapat skor rata-rata 91,4% (valid). Secara keseluruhan, penilaian terhadap produk yang dikembangkan oleh ahli media menghasilkan rata-rata skor 88,4% dengan kriteria valid. Berdasakan data tersebut maka media pembelajaran berbasis video animasi stop motion pada pelajaran geografi dikatakan valid dan kepraktisannya  layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Interaksi Wilayah Pusat Pertumbuhan melalui Pendekatan Skalogram dan Gravitasi di Wilayah Pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta Yusliana Yusliana; Mutiasari Kurnia Devi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v4i2.2721

Abstract

Pertumbuhan wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta lebih banyak berpusat pada Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY). Konsentrasi pertumbuhan wilayah ini menimbulkan ketimpangan dan permasalahan lain terkait daya dukung lingkungan di KPY. Pusat-pusat pertumbuhan di luar pusat pertumbuhan eksisting diperlukan, khususnya untuk mengatasi ketimpangan antar wilayah di DIY. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kecamatan-kecamatan yang berpotensi untuk menjadi pusat pertumbuhan di wilayah pesisir selatan DIY. Penentuan pusat pertumbuhan potensial dilakukan dengan melakukan kombinasi analisis skalogram, model gravitasi, dan jumlah serta sebaran penduduk. Hasil dari kombinasi analisis tersebut menunjukkan Kecamatan Wates sebagai kecamatan yang berpotensi untuk berkembang sebagai pusat pertumbuhan primer. Sementara Kecamatan Kretek di Kabupaten Bantul berpotensi untuk berkembang sebagai pusat pertumbuhan sekunder. Kecamatan Saptosari di Kabupaten Gunungkidul menjadi kecamatan yang berpotensi untuk ditetapkan sebagai pusat pertumbuhan tersier.
Analisis Bahaya Kerusakan Fungsi DAS Cimanuk Hulu Berbasis Daya Dukung Lingkungan Dwi Rahayu Susanti; Boedi Tjahjono; Yayat Hidayat
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v2i2.1106

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah, untuk menentukan daya dukung jasa ekosistem penyediaan pangan, pengaturan tata air dan analisis kerusakan fungsi DAS Cimanuk Hulu, menggunakan metode AHP dan MCE. Daya dukung jasa ekosistem penyediaan pangan tahun 1995-2015 mengalami peningkatan luas. Pada tahun 1995 luas lahan rendah seluas 9.188 Ha, tahun 2005 seluas 4.814 dan tahun 2015 seluas 4.940 Ha. Luas lahan berpotensi sedang pada tahun 1995 sekitar 56.248 Ha, tahun 2005 seluas 45.400 dan tahun 2015 seluas 44.651. Luasan penurunan lahan sedang dari tahun 1995-2005 seluas 10.894 Ha, tahun 2005-2015 seluas 748 Ha. Luasan lahan berpotensi tinggi mengalami peningkatan, tahun 1995 seluas 52.132 Ha, tahun 2005 seluas 67.360 Ha dan tahun 2015 seluas 44.651. Daya dukung jasa ekosistem pengtauran tata air dari tahun 1995-2015 mengalami penurunan luasan, pada tahun 1995, luas lahan rendah seluas 15.551, kemudian pada tahun 2005 seluas 27.759 dan pada tahun 2015 seluas 31.225 Ha. Luasan lahan berpotensi sedang pada tahun 1995 sekitar 41.158 Ha, tahun 2005 seluas 53.044 dan untuk tahun 2015 seluas 51.390 Ha. Lahan berpotensi tinggi mengalami penurunan dari tahun 1995 seluas 52.132 Ha, sedangkan tahun 2005 seluas 67.360 Ha dan pada tahun 2015 seluas 44.651. pada penelitian ini diperoleh bahwa terjadi penurunan dayadukung pengaturan tata air, akibatnya DAS mengalami kerusakan fungsi. Hal ini disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan sebagai areal pertanian pangan. , setidaknya dari tahun 1995 hingga 2015, telah berdampak buruk dengan menurunnya daya dukung tata air DAS hulu, atau dengan kata lain telah merusak fungsi DAS sebagai daerah tangkapan air.
Morfometri Perubahan Garis Pantai Kura-Kura Desa Karimunting Menggunakan Citra Time Series dan Faktor Pengaruhnya Agus Sugiarto
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3445

Abstract

Akselerasi perubahan garis pantai akibat abrasi yang terjadi di pantai Kura-kura Desa Karimunting dari waktu ke waktu sangat dirasakan oleh masyarakat stempat. Diperlukan kajian untuk mendeskripsikan fenomena tersebut secara keruangan sehingga dapat dijadikan acuan dalam mencari solusi atas permasalahan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengukur perubahan garis Pantai Kura-Kura Desa Karimunting; 2) untuk mengkaji bagaimana faktor akselerasi abrasi Pantai Kura-Kura Desa Karimunting dari aspek fisik; dan 3) untuk mengkaji bagaimana faktor akselerasi abrasi Pantai Kura-Kura Desa Karimunting dari aspek sosial. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data proses keruangan dengan overlay citra time series tahun 2008 dan 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perubahan garis pantai Kura-kura Desa Karimunting selama 12 tahun sepanjang 28,4 meter atau 2,37 meter pertahun; 2) faktor fisik yang mempengaruhi akselerasi abrasi Pantai Kura-kura yaitu: iklim dimana pergerakan angin yang mempengaruhi pergerakan arus laut dan topografi pantai yang memotong pergerakan arus laut dan minimnya vegetasi penutup lahan; dan 3) aspek sosial yang memberikan akselerasi abrasi pantai Kura-kura desa Karimunting adalah aktifitas sosial ekonomi yang tidak memperhatikan kearifan ekologis.
Analisis Kesesuaian Biogeofisik Pantai Labuhan Haji Sebagai Kawasan Wisata di Kabupaten Lombok Timur Hafizin Hafizin; Agus Muliadi Putra
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v1i1.3006

Abstract

The lack of medium, infrastructure, and information on support authority of tourism area is an inhibitor factor of the tourism development in Labuhan Haji beach. The objective of this research is to analyze the appropriateness of Labuhan Haji to become a tourism area in East Lombok based on the beach bio-geo-physic, depth, the type, the width, the material of bottom waterworks, the current speed, the brightness, dangerous biota, and the fresh water supply. This research is quantitative descriptive. There area 19 station investigated in this research. The data gathered based on the parameter in each station are then analized using Tourism Suitability Index (Indeks Kesesuaian Wisata/IKW) which is agreed with beach tourism suitability matrix. Based on the data gained from each quay, it can be concluded that all the investigated quays area categorized very suitable. This means that Labuhan Haji beach is included an suitable area to be a beach tourism area especially for bathing, swimming, recreation, and enjoying the beauty of the beach.