cover
Contact Name
Hasrul Hadi, M.Pd.
Contact Email
hasrulhadi299@gmail.com
Phone
+6281997905824
Journal Mail Official
geodikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidika Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Hamzanwadi Jln.TGKH.Muhammad Zainuddin Abdul Madjid No.132 Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25491830     DOI : ttp://dx.doi.org/10.29408/geodika
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles 278 Documents
Pengenalan Drone untuk Pembelajaran Geospasial Bagi Generasi Z dan Generasi A Fitria Nuraini Sekarsih; Dwi Rahayu; Raditya Maulana Anuraga
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34359

Abstract

Perkembangan teknologi drone membuka peluang baru dalam pembelajaran geospasial yang lebih interaktif dan berbasis pengalaman langsung. Namun, pemanfaatan teknologi ini membutuhkan pemahaman keterampilan operasional dan istilah teknis tertentu yang harus dikuasai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan drone dalam pembelajaran geospasial bagi generasi Alfa dan generasi Z. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan 20 peserta, terdiri atas 10 anak generasi Alfa dan 10 anak generasi Z. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan pengenalan pengoperasian drone, pengambilan gambar udara, serta interpretasi data spasial. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner, observasi psikomotorik, dan wawancara. Data yang diperoleh, kemudian akan dilakukan skoring untuk melihat kememampuan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Alfa mampu menguasai keterampilan dasar seperti menyalakan, mengendalikan arah, dan mendaratkan drone, tetapi masih kesulitan memahami istilah teknis pengoperasian. Bagi peserta, pengoperasian dasar lebih familiar dengan istilah sederhana seperti naik, turun, kanan, kiri, menghidupkan, dan mematikan. Sementara itu, generasi Z lebih unggul dalam membaca informasi geospasial dan mengaitkannya dengan konsep geografi. Secara keseluruhan, pembelajaran berbasis drone meningkatkan motivasi belajar, keterampilan teknologi, serta literasi spasial siswa, meskipun penguasaan istilah teknis masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan kontekstual dan visual.
Resiliensi Komunitas Berbasis Pengetahuan Lokal dalam Menghadapi Erupsi Gunung Slamet di Desa Ketenger Kabupaten Banyumas Shofiah Nur Salma; Anang Widhi Nirwansyah; Sriyanto
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34493

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis resiliensi masyarakat Desa Ketenger dalam menghadapi ancaman erupsi Gunung Slamet dengan menempatkan pengetahuan lokal sebagai kerangka utama kapasitas adaptif. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis  interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif, serta diuji melalui triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan validitas temuan. Studi ini mengungkapkan resiliensi komunitas terbentuk melalui interaksi lima parameter kapasitas adaptif, yaitu modal sosial, kepemimpinan komunitas, akses terhadap sumber daya, sistem komunikasi, dan pembelajaran kolektif. Pengetahuan lokal tidak hanya berfungsi sebagai nilai simbolik atau warisan budaya, tetapi berperan aktif dalam membentuk kesadaran risiko, pengambilan keputusan, dan respons kolektif masyarakat terhadap ancaman erupsi. Integrasi antara praktik sosial-budaya dan sistem formal kebencanaan menghasilkan pola resiliensi yang bersifat kontekstual, legitimatif, dan berkelanjutan. Temuan penelitian menegaskan bahwa penguatan kapasitas adaptif berbasis pengetahuan lokal merupakan strategi kunci dalam membangun resiliensi komunitas di wilayah rawan bencana gunungapi.
Etika Lingkungan dan Adaptasi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah di SPA Dadaha Kota Tasikmalaya Meida Kusmiati; Senny Virgita; Rizka Annisa Nuralim; Muhammad Farhan; Berinda Cesilla Azwar; Yani Sri Astuti
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34505

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di perkotaan semakin kompleks seiring meningkatnya timbulan sampah dan kedekatan fasilitas persampahan dengan kawasan publik. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berkaitan dengan aspek teknis, sosial, dan etika lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkaji etika lingkungan pengelola serta bentuk adaptasi masyarakat terhadap keberadaan SPA Sampah Dadaha di Kota Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik etika lingkungan pengelola terlihat melalui upaya pengangkutan dan pengendalian penumpukan sampah, meskipun masih dipengaruhi keterbatasan kapasitas operasional dan kepatuhan masyarakat. Sementara itu, masyarakat menunjukkan bentuk adaptasi yang cenderung pragmatis dan toleran terhadap dampak lingkungan, seperti bau dan penumpukan sampah pada waktu tertentu. Adaptasi dilakukan melalui penyesuaian aktivitas sehari-hari untuk mengurangi gangguan lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di kawasan perkotaan dipengaruhi oleh relasi sosial, tanggung jawab lingkungan, serta kemampuan masyarakat dalam beradaptasi terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Uji Erodibilitas Tanah Berdasarkan Penggunaan Lahan di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat M. Harjiman Tamimi; Padusung; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34519

Abstract

Permasalahan kehilangan tanah akibat erosi menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, erodibilitas tanah menjadi salah satu unsur krusial dalam menentukan daya tahan tanah terhadap erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai erodibilitas tanah dan keeratan hubungan beberapa sifat tanah yang menentukan besarnya erodibilitas berdasarkan penggunaan lahan di Desa Guntur Macan Kecamatan Gunungsari. Sampel tanah diambil di tiga penggunaan lahan pada kemiringan 25-35% dan 35-45% yaitu lahan pertanian, semak belukar, dan hutan kemasyarakatan sebanyak 6 titik sampel dengan total 24 sampel tanah yang dilakukan dengan metode Purposive Sampling pada kedalaman 0–20 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat erodibilitas kebun campuran sebesar 0,26 di kemiringan 25-35% dan 0,27 di kemiringan 35-45%, semak belukar dengan nilai 0,21 di kemiringan 25-35% dan 0,18 di kemiringan 35 45%, hutan kemasyarakatan dengan nilai 0,10 di kemiringan 25-35% dan 0,05 di kemiringan 35-45%. Hubungan korelasi bahan organik tanah dengan erodibilitas 0,9821, selanjutnya hubungan dengan nilai ukuran butir tanah 0,9687, kemudian hubungannya dengan struktur tanah 0,7670, dan hubungannya dengan permeabilitas tanah 0,4457.
Strategi Adaptasi Sosial dan Budaya Komunitas Suku Manggarai di Perumahan Bengkuring Kota Samarinda Rista Serina Num; Najma Nur Mawwadah; Mei Vita Romadon Nigrum; Iya' Setyasih; Arum Sekar Kedhaton
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34711

Abstract

Komunitas Suku Manggarai sebagai pendatang menghadapi tantangan sosial dan budaya di Perumahan Bengkuring, Kota Samarinda. Tantangan tersebut berupa perbedaan bahasa, pola komunikasi, kebiasaan sosial, nilai budaya, dan stereotip masyarakat setempat. Kondisi ini menyebabkan mereka harus beradaptasi terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat, sambil mempertahankan identitas budaya asal mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi bentuk-bentuk strategi adaptasi sosial dan budaya yang dilakukan komunitas Suku Manggarai di lingkungan Perumahan Bengkuring. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian meliputi masyarakat Komunitas Suku Manggarai di Perumahan Bengkuring. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi adaptasi sosial dilakukan melalui pola komunikasi terbuka, penggunaan bahasa Indonesia dalam interaksi sehari-hari, partisipasi aktif dalam kegiatan masyarakat, serta membangun hubungan harmonis dengan warga sekitar. Strategi adaptasi budaya dilakukan dengan tetap mempertahankan penggunaan bahasa daerah, nilai kekeluargaan, dan tradisi gotong royong, sekaligus beradaptasi dengan norma dan budaya masyarakat lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan komunitas Suku Manggarai dalam menyeimbangkan pelestarian budaya asal dan penyesuaian terhadap budaya baru menjadi faktor penting integrasi sosial yang harmonis.
Penerimaan Bersyarat Atas Pembangunan Kawasan Perumahan: Studi Persepsi dan Dinamika Sosial di Kawasan Kota Jambi M. Farandika Akbar; Muhammad Guntur; Royhan Himawan Putra
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34762

Abstract

Pembangunan kawasan perumahan di wilayah perkotaan sering diposisikan sebagai indikator pertumbuhan ekonomi, namun pada saat yang sama memunculkan dinamika sosial dan kekhawatiran ekologis di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penerimaan sosial masyarakat terhadap pembangunan perumahan di Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden di dua wilayah pengembangan perumahan yakni Kecamatan Alam Barajo dan Paal Merah Kota Jambi. Analisis data kemudian dilakukan secara deskriptif mendalam dengan menguraikan hasil bahwa 100% responden menyatakan dukungan terhadap pembangunan, yang dipersepsikan sebagai proses urbanisasi yang tidak terhindarkan dan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan hunian di kawasan perkotaan. Manfaat utama yang diharapkan adalah terbukanya kesempatan kerja dan peluang usaha serta manfaat perkembangan ekonomi secara langsung hingga peluang perkembangan infrastruktur perkotaan. Namun demikian, dukungan tersebut bersifat bersyarat dan didominasi kekhawatiran terhadap potensi banjir dan persoalan persampahan, diikuti kepadatan lalu lintas serta peningkatan kriminalitas perkotaan. Temuan ini menunjukkan pola penerimaan pragmatis atau dukungan kritis, di mana masyarakat secara simultan melakukan kalkulasi atas manfaat ekonomi dan risiko sosial-ekologis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan perumahan yang responsif, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan sosial-ekologis di kawasan perkotaan.
Analisis Strategi Pengembangan Tata Ruang Wisata Kebun Stroberi sebagai Destinasi Edukasi Berbasis Lahan Hortikultura Dewi Mutiara Alun; Gerinda Puspa Sari; Ervina Mairani Putri; Dina Khairu Nisa; Risda Fanadilla; David Wicaksono; Muhammad Ilyas Marzuqi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi tata ruang eksisting serta menyusun strategi pengembangan tata ruang kebun stroberi di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, sebagai destinasi wisata edukasi berbasis hortikultura. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi ketidakteraturan jalur sirkulasi, belum jelasnya pembagian zona, serta belum terintegrasinya fungsi edukasi dalam kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain convergent parallel. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, kuesioner skala Likert, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tata ruang eksisting masih belum optimal ditinjau dari aspek sirkulasi, zonasi, dan pemanfaatan ruang. Temuan observasi, wawancara, dan analisis spasial memperlihatkan masih terjadinya tumpang tindih antara jalur wisatawan dan jalur operasional petani, serta belum adanya batas yang jelas pada area pembibitan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, disusun rekomendasi penataan ruang berbasis konsep keterbacaan ruang (spatial legibility) yang meliputi penguatan jalur sirkulasi, penegasan batas zona, pembagian kawasan berdasarkan fungsi, serta penyediaan fasilitas edukasi. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keteraturan ruang, kenyamanan pengunjung, dan mendukung pengembangan kawasan sebagai destinasi eduwisata berkelanjutan.
Pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran Geografi Nofila Syari; Armin Subhani; Susmala Dewi; Ramli Akhmad
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v10i2.34893

Abstract

Pembelajaran Geografi yang masih menggunakan metode konvensional menyebabkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik belum berkembang secara optimal, khususnya pada materi litosfer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada mata pelajaran Geografi di SMAN 1 Pringgasela. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 69 peserta didik yang terdiri atas 35 peserta didik kelas eksperimen dan 34 peserta didik kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kreatif berupa pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning (PJBL) berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Dengan demikian, model PJBL layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran Geografi untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik.