cover
Contact Name
Selma Intan Praditya Sari himawan
Contact Email
selma.intan@uai.ac.id
Phone
+6285711856586
Journal Mail Official
lp2m@uai.ac.id
Editorial Address
Kompleks Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia
ISSN : 26556277     EISSN : 26568144     DOI : -
Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang layanan masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 156 Documents
PENGEMBANGAN SOSIAL PADA BANK SAMPAH TRI ALAM LESTARI (TAL) MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN Didip Diandra
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i2.339

Abstract

Abstrak Kewirausahaan sosial menjadi wadah bagi pelaku usaha sosial untuk menggagas, memimpin dan melaksanakan strategi pemecahan masalah sosial secara inovatif melalui kerja sama dalam semua jenis jaringan sosial, serta menjalankan kegiatan usaha yang bernilai sosial di lingkungan masyarakat. Kewirausahaan sosial (masalah sosial, budaya, dan lingkungan) sering kali diasosiasikan dengan sukarelawan (voluntary) dan bukan untuk keuntungan semata (not-for profit). Sampah masih menjadi permasalahan di beberapa daerah. Sebagai ibukota, Jakarta masih menyimpan banyak masalah dengan sampah yang terselesaikan dengan baik sehingga menimbulkan masalah pada lingkungan. Namun bagi sebagian kecil masyarakat, sampah dipandang sebagai peluang yang bisa diproses untuk mendulang uang dari barang-barang yang dibuang. Ilmu kewirausahaan tidak hanya membahas masalah untung dan rugi saja. Apalagi jika dikaitkan dengan masalah sosial maka akan membawa misi sosial, menciptakan inovasi sosial, serta membuat perubahan sosial yang signifikan ditengah masyarakat. Kehadiran Ibu Tri Sugiarti melalui Bank Sampah TAL ditengah masyarakat dianggap sangat penting dan berkontribusi positif terhadap lingkungan sekitar, namun masih menyimpan masalah dalam manajemen kewirausahaannya yaitu permasalahan yang terkait dengan perencanaan pemasaran, prosedur operasional, standar dan quality control yang masih lemah. Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan pengembangan kewirausahaan sosial pada Bank Sampah Tri Alam Lestari untuk menggali potensi kewirausahaan yang sudah ada, lalu mengembangkannya dengan ilmu kewirausahaan dasar dan sosial. Pelatihan ini diberikan dalam bentuk mini workshop berupa sosialisasi serta evaluasi penilaian pada unit usaha yang sedang berjalan. Hasil dari pelatihan didapatkan bahwa entrepreneurship spirit dan kemampuan pribadi (mental) menjadi sangat dominan dalam mencapai kesuksesan bagi social entrepreneur.Kata kunci: Kewirausahaan Sosial, Daur Ulang, Inovasi Produk, Bank Sampah  Abstract Social entrepreneurship has become an essential for every social entrepreneur to create, lead, and pursue an innovative solution to social problems through relationship with others and doing activity that creates social values in society. Social entrepreneurship typically furthers broad social, cultural, and environmental goals and is commonly associated with the voluntary and not-for-profit sectors. Trash has become a problems in society. As capital city of Indonesia, Jakarta seriously fight the waste problems which creates an environmental issues. But for some people, trash has become a solution for raising money if it’s reuse, recycle, and reproduce into valuable and innovative products. Entrepreneurship typically measure performance in profit and return, but social entrepreneurs also take into account a positive return to society which brings social mission, innovation, and change in society. The present of Waste Bank TAL in society is regarded as important as its and contributed positively to environment, but still left some problems in their management such as lack of marketing plan, operational procedures, and quality control. Given training of social entrepreneurship at Waste Bank TAL has become an important to get those potential features of entrepreneurship and develop them altogether. The methods of training is given through mini workshop, socialization, and evaluation on the unit of business. The results shows the entrepreneurship spirit and self motivation (entrepreneurial mindset) has become a dominant in successful social entrepreneur.Keywords: Social Entrepreneurship, Recycle, Product Innovation, Waste Bank 
PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELA-JARAN HARIAN BERBASIS KURIKULUM 2013 BAGI GURU-GURU PAUD Rohita Rohita; Nila Fitria
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i1.335

Abstract

Abstrak Hasil penelitian mengenai Pengetahuan, Pemahaman Dan Penerapan Kurikulum 2013 Guru-Guru TK yang dilakukan oleh Rohita dan Fitria (2017) diketahui bahwa tingkat pengetahuan guru mengenai kurikulum 2013, sebesar 95.8%,dan tingkat pemahaman sebesar 21%. Namun, 91,7% responden mengalami kesulitan dalam memahami kurikulum 2013 serta kesulitan dalam menggunakan kurikulum 2013. Sementara dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) berbasis kurikulum 2013, 58.40% guru belum menggunakan kurikulum 2013 dalam menyusun perencanaan pembelajaran, serta 79.20% merasa kesulitan dalam menyusun RPPH menggunakan kurikulum 2013. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru PAUD dalam menyusun RPPH berbasis Kurikulum 2013. Metode kegiatan yang dilaksanakan berupa pemberian pre tes, penyajian materi, simulasi pelaksanaan pembelajaran sesuai RPPH yang telah disusun sebelumnya, dan pemberian pos tes. Subjek penelitian adalah guru-guru PAUD di wilayah Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yaitu sebesar 25% yang diikuti dengan peningkatan kemampuan peserta dalam menyusun RPPH, yaitu sebesar 37.50% dibandingkan sebelum pelatihan. Hal ini disebabkan salah satunya karena metode pelatihan yang dilakukan dengan cara penyampaian materi, workshop dan simulasi. Namun dalam pelaksanaan simulasi, guru-guru PAUD belum mampu menghadirkan media sesungguhnya atau bentuk tiga dimensi dalam proses penyampaian materi. Sementara media yang digunakan masih lebih banyak pemakaian paper and pencil. Adapun simpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman guru PAUD dalam menyusun RPPH Berbasis Kurikulum sebesar 25% dan peningkatan kemampuan guru PAUD dalam menyusun RPPH Berbasis Kurikulum sebesar 37.50%.Kata Kunci : Guru PAUD, Kurikulum 2013, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran HarianAbstrak The results of the study on Knowledge, Understanding and Application of 2013 Curriculum for Kindergarten Teachers conducted by Rohita and Fitria (2017) revealed that the level of teacher knowledge about the 2013 curriculum was 95.8%, and the level of understanding was 21%. However, 91.7% of respondents experienced difficulties in understanding the 2013 curriculum and difficulties in using the 2013 curriculum. While in the preparation of the 2013 curriculum-based Daily Learning Plan (RPPH), 58.40% of teachers did not use the 2013 curriculum in preparing learning plans, and 79.20% felt the difficulty in preparing RPPH using the 2013 curriculum. The purpose of this activity was to improve the understanding and ability of PAUD teachers in compiling RPPH based on 2013 curriculum. The method of the activities carried out was giving pre-tests, presenting material, implementing simulation according to RPPH previously prepared, and giving test post. The research subjects were PAUD teachers in the Tanah Abang District, Central Jakarta. The results of the training activities showed an increase in participants' understanding of 25% followed by an increase in the ability of participants to prepare RPPH, which was 37.50% compared to before training. This is due to one of them because the training method is carried out by delivering material, workshops and simulations. But in the implementation of simulations, PAUD teachers have not been able to present real media or three-dimensional forms in the process of delivering material. While the media used is still using paper and pencil. The conclusion of this activity is that there is an increase in the understanding of PAUD teachers in compiling curriculum-based RPPH by 25% and an increase in the ability of PAUD teachers to develop curriculum-based RPPH of 37.50%.Keywords: 2013 Curriculum, Daily Learning Implementation Plan, PAUD Teachers   
EDUKASI TERHADAP REMAJA DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN GAME DENGAN BIJAK ikhsan Fuady; Rangga Saptya MP
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i1.361

Abstract

AbstrakPemanfaatan game dikalangan remaja memiliki peran yang efektif sebagai wadah untuk hiburan. Tetapi pemanfaatan game tidak tepat memiliki efek samping game terhadap kehidupan sehari hari remaja, mulai dari kurang bersosialIsasi hingga perilaku kekerasan dikalangan remaja. Penyuluhan terhadap remaja bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang variasi game berdasarkan rating pengguna, maupun cerdas dalam manajemen penggunaan game dalam kehidupan remaja sehari hari. Pengetahuan remaja tentang varian/ragam game berdasarkan rating relatif rendah sebagaian besar pemengetahuannya tersebar pada kategori sangat rendah dan rendah yaitu sebesar 65 persen. Metode edukasi dan sosialisasi ini adalah dengan beberapa tahapan. Tahap pertaman tim pengabdian memberikan edukasi dan diskusi tentang beragam bentuk game, karakteristik, serta karakteristik pengguna game yang tepat. Selanjutnya beberapa permainan dan kuis untuk meingkatkan literasi remaja tentang pemanfaatan game secara bijak. Kegiatan penyuluhan ini mampu meningkatkan pemahaman para remaja dalam mengenali game yang baik digunakan, hal ini dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan remaja relatif signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan.Kata kunci: Edukasi, Game, Penyuluhan  Abstract The use of games among teenagers has an effective role as a forum for entertainment. But the improper use of games has the side effects of games on the daily lives of adolescents, ranging from lack of socialization to violent behavior in adolescents. Counseling against adolescents aims to provide understanding to adolescents about the variety/variance of games based on user ratings, as well as being smart in managing game use in daily teenage life. Teenagers' knowledge about game variants/based on the rating is relatively low, most of the knowledge is spread in the very low and low categories, which is 65 percent. The method of education and outreach is by several stages. The first stage of the dedicated team provided education and discussion about various forms of games, characteristics, and characteristics of the right game user. Furthermore, some games and quizzes to improve teen literacy about game use wisely. This counseling activity can increase the understanding of teenagers in recognizing games that are well used, this can be seen from the relatively significant increase in adolescent knowledge before and after counseling.Keywords: Education, Games, Counseling
PENGABDIAN MASYARAKAT: UPAYA MENGHINDARI STROKE PADA IBU RUMAH TANGGA BERUSIA 30 TAHUN KE ATAS Nita Noriko; Firli Azkia Rahmi; Adienda Yoesmah Zhafirah; Astria Prastika Dewi; Clarinda Puspitajati; Zahid Azka Ramadhan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i1.365

Abstract

Abstrak Stroke merupakan ancaman kesehatan yang dapat disebabkan berbagai faktor diantaranya tekanan sistol dan diastol, gula darah, asam urat dan kolestrol darah di atas normal. Sangat disayangkan pada umumnya ibu rumah tangga tidak memahami dan kurang perhatian terhadap kondisi kesehatannya khususnya kualitas makanan yang dikonsumsi. Oleh sebab itu diperlukan penyuluhan mengenai cara menghindari stroke dan pemeriksaan kesehatan diperlukan oleh para wanita. Metode yang digunakan adalah survei kondisi kesehatan berupa pemeriksaan darah dan penyuluhan terhadap wanita berusia 30 tahun ke atas yang selanjutnya dikelompokkan 2 kelompok. Kelompok pertama adalah wanita yang berusia 30-50 tahun dan kelompok kedua di atas 50 tahun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di salah satu RT di Lampiri, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Hasil pemeriksaan pada pertemuan pertama menunjukkan bahwa tekanan darah sistol wanita usia 30-50 tahun berbeda nyata dengan yang berusia > 50 tahun (p<0,05) yaitu 147,00/90,11 mmHg dan 155,1429/84.4286 mmHg. Asam urat, kolestrol dan gula darah sebelum penyuluhan menunjukkan batasan angka normal, kecuali gula darah wanita di atas usia 50 tahun. Wawasan yang diberikan kepada masyarakat pada pertemuan adalah tentang makanan sehat dan gaya hidup untuk melindungi ancaman stroke. Pengukuran tekanan sistol pada pertemuan 2 menunjukkan penurunan yaitu dari 140,9655/82,68 mm Hg menjadi 134,1500/81,30 mm Hg. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat tersebut adalah penyuluhan dan deteksi kesehatan perlu dilanjutkan secara periodik.Kata kunci: Asam urat, Diastol, Gula darah, Kolestrol, Pengabdian masyarakat, Sistol, StrokeAbstractStroke is a health threat that was caused by several factors such as systole and diastole pressure, blood glucose, uric acid above normal. However usually housewives not aware of their health especially the quality of their food were consumed. Counseling how to avoid from stroke and detected health housewife are important. The goals of the public service were to offer the preventive strategy from stroke protection. The Methodology was a survey of health condition especially blood pressure, cholesterol, uric acid, and blood glucose and health care counseling to women more than 30 years old which divided into two groups. First group was women 30-50 years old dan the second group more than 50 years old. The public service program conducted in one of RT in Lampiri Pondok Kelapa East Jakarta. The result indicated in the first meeting systole of the women 30-50 years old were higher and significantly different with > 50 years old (p 0,05), there were 147,00/90,11 mm Hg and 155,1429/84,4286 mm Hg. Uric acid, cholesterol, and blood glucose before counseling showed normal in women 30-50 years old and abnormal in > 50 years old women. The topic of counseling was healthy food and lifestyle to preventive the stroke attack. The second meeting systole showed decreasing from 140,9655/82,68 mm Hg to 134,1500/81,30 mm Hg. The conclusion of public service is counseling and detection of health have to continue in periodic time. Keyword: Uric acid, Diastole, Blood glucose, Choleserol, Public service, Cystole, Stroce
PELATIHAN ALAT PERINGATAN DINI MANDIRI BENCANA LONGSOR DAN BANJIR PADA KARANG TARUNA KELURAHAN SEMPUR KECAMATAN BOGOR TENGAH Anwar Mujadin; Octarina Nur Samijayani; Suci Rahmatia
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i1.364

Abstract

AbstrakMenurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan kelurahan Sempur kecamatan Bogor Tengah ditetapkan sebagai kawasan rawan longsor dan Banjir. Kelurahan ini adalah pemukiman penduduk yang berlokasi di daerah tanah lembah bertebing serta di pinggir aliran sungai Ciliwung. Saat ini daerah potensi sering terjadi longsoran adalah daerah RW 05, 06 dan 07 atau berada tepat di area belakang Rumah Sakit Salak sampai Tugu Air Mancur (sempur kaler). Melalui program Prime Public Service 2019 UAI, telah dilakukan pelaksanaan program pemperdayaan masyarakat berbentuk pelatihan alat peringatan dini mandiri bencana longsor dan banjir kepada mitra karang taruna kelurahan Sempur kecamatan Bogor Tengah. Pelatihan dilaksanakan diruang serbaguna kelurahan Sempur, tiap hari minggu jam 13.00 WIB dengan 10 kali pertemuan (3-4) jam. Di setiap akhir sesi pelatihan mitra, kit praktek harus diuji coba dan diimplementasikan langsung pada titik lokasi rawan bencana. Hasil kegiatan telah berhasil merubah mindset mitra (remaja) agar bisa berfikir rasional akan keselamatan diri sendiri maupun orang lain terhadap bencana alam. Perilaku masyarakat pada daerah rawan bahaya mampu dikendalikan secara elektronik melalui alat peringatan dini elektronik buatan mitra setempat. Penyediaan alat peringatan dini dari pemerintah umumnya akan dirusak maupun dicuri. Namun bila alat peringatan dini elektronik buatan masyarakat sendiri, minimal akan dijaga dan dirawat terus.Kata Kunci: Alat Pemindai Longsor, Pemindai Gempa, Pemindai Banjir AbstractAccording to Volcanology and Geological Disaster Mitigation (PVMBG) department, kelurahan Sempur kecamatan Bogor Tengah is designated as an area prone to landslides and floods. Kelurahan Sempur is a residential area located in a cleared valley and along the Ciliwung River. Potential areas for landslides often occur are RW 05, 06 and 07 located behind the Salak Hospital to Tugu Air Mancur. Through UAI Prime Public Service program 2019, has been carried out training program for early warning system landslides and floods devices to youth partners in Sempur. Training has been conducted in multipurpose room kelurahan Sempur office, every Sunday at 13.00 West Indonesia Time, with 10 meetings among 3-4 hours. Each training session, the practice kit must be tested and implemented directly at disaster-prone locations. Training has succeeded in changing the mindset of youth partners so that they can think rationally about the safety of themselves and others against disasters. Community behavior in hazard-prone areas can be controlled electronically through electronic early warning system devices made by youth partners. The Provision of early warning equipment from the government will generally be damaged or stolen. However, if the electronic early warning devices is made by the community itself, They will always be cared for and looked after.Keywords: Lanslides Scanners, Earthquake Scanners, Flood Scanners
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIMUNING Ihsana El Khuluqo; Tati Nuryati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i1.358

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat berjudul Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu Lansia di Desa Cimuning Wilayah Kerja Puskesmas Cimuning bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai kesehatan pada usia lanjut. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu pendekatan persuasive dengan tahapan-tahapan pelaksanaan yaitu (1) melakukan pendekatan persuasive kepada masyarakat sebagai kader posyandu, (2) Penyuluhan kesehatan/ceranah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, dan simulasi, (3) pemeriksaan fisik (4) serta pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan isik kesehatan masyarakat lanjut usia. Di kelurahan Cimuning baru terbentuk 8 Posyandu Lansia dari 26 RW yang ada, sehingga perlu dibentuk lagi posyandu lansia pada RW yang belum memiliki posyandu lansia. Dengan demikian Program Kerja Sama Mitra (PKM) dalam pengabdian masyarakat menawarkan solusi antara lain dengan pelatihan dan pendampingan kader posyandu lansia. Kegiatannya antara lain: Sosialisasi pentingnya posyandu lansia melalui Forum Kelurahan/RW, rekrutmen dan pelatihan kader posyandu lansia, layanan posyandu lansia, penyuluhan kesehatan, PMT, penimbangan, vitamin dan permainan-permainan yg menyenagkan dan menyehatkan, peningkatan kesehatan, komunikasi interpersonal yang bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Kesimpulan bahwa pelatihan dan pendampingan kader posyandu lansia kelurahan Cimuning sangat bermanfaat dalam meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup lansia pelayanan kesehatan lansia di posyandu.Kata kunci : Lansia, Pengabdian, Posyandu AbstractCommunity service titled Training and Assistance for Elderly Posyandu Cadres in Cimuning Village Cimuning Health Center Work Area aims to build public awareness about health in old age. The method of implementing this community service activity is a persuasive approach with stages of implementation, namely (1) carrying out a persuasive approach to the community as a posyandu cadre, (2) health education / interactive stories, group discussions, questions and answers, and simulations, (3) physical examinations ( 4) as well as recording and reporting the results of health examinations for the elderly. The elderly posyandu services emphasize promotive and preventive services without ignoring curative and rehabilitative efforts. In Cimuning Village, only 8 Elderly Integrated Healthcare Center was formed from 26 existing RWs, so it is necessary to re-establish elderly Integrated Healthcare Center for RWs that do not yet have elderly Integrated Healthcare Center. Therefore the Partnership Cooperation Program in community service offers solutions including, among others, training and mentoring for elderly Integrated Healthcare Center cadres. The activities socialization of the importance of Integrated Healthcare Center for the elderly through the Village Office Forum, recruitment and training of elderly Integrated Healthcare Center cadres, elderly Integrated Healthcare Center services, health counseling, supplementary feeding, weighing, vitamins and games that are fun and healthy, improving health, interpersonal communication in collaboration with surrounding communities. The Conclusion that the training and assistance of elderly Integrated Healthcare Center cadres in Cimuning Village are very useful in improving the health status and quality of life of elderly health services in the Integrated Healthcare Center.Keywords: Integrated Healthcare Center, Elderly, Devotion
UPAYA MENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIALISASI SUMBER BAHAN PANGAN MENYEHATKAN (TEPUNG CANNALINA) Nita Noriko; Elma Alfiah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i1.366

Abstract

AbstrakDusun Teluk Bunder Desa Dewisari, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat terletak di DAS Citarum yang masyarakatnya sudah terpapar pola makan masyarakat perkotaan yang cenderung mengkonsumsi  garam, gula, lemak, tinggi, serta rendah serat dan protein. Jika tidak ada upaya perbaikan perspektif tentang  pola makan makan  di masyarakat maka  akan memicu timbulnya penyakit hipertensi dan  diabetes mellitus tipe 2 (T2DM). Komplikasi  yang dapat timbul dari kedua penyakit tersebut adalah berbagai keluhan  cardiac, stoke, glaucoma, neuropathy dan stroke.  Kondisi ini dapat menurunkan kualitas dan produktifitas SDM. Upaya untuk memperbaiki pola makan masyarakat dalam bentuk monitoring  status kesehatan dengan parameter  tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, dan berat badan serta edukasi  pola makan sehat kepada masyarakat diperlukan. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk  meningkatkan status kesehatan masyarakat. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah monitoring status kesehatan masyarakat, pemberian edukasi mengenai pola makan sehat, jenis makanan yang menyehatkan seperti yang berasal dari  tepung komposit ganyong spirulina atau  (Tepung Cannalina) dan evaluasi hasil edukasi. Kondisi kesehatan para ibu rumah tangga menunjukkan banyaknya kelainan metabolik seperti gula darah, kolesterol dan asam urat di atas normal serta gemuk dan obesitas.Kata kunci : Cannalina,  Hipertensi, Pola makan, Teluk bunder, T2DM Abstract Teluk Bunder, Dewisari Village, Rengasdengklok, Karawang, West Java is located in the Citarum watershed where the community ha been exposed to the eating patterns of urban communities who tend to consume salt, sugar, fat, high, and low in fiber and protein. If there is no effort to improve perspective on eating patterns in the community it will trigger the onset of hypertension and type 2 diabetes mellitus. Complications that can arise from the two diseases are various cardiac diseases, stroke, glaucoma, neuropathy and, stroke. This condition can reduce the quality and productivity of human resources. Efforts to improve community eating patterns in the form of monitoring health status with parameters of blood pressure, blood sugar, uric acid, cholesterol, and body weight and education on healthy eating patterns to the community are needed. The aim of community services was to improve the health status of the community. The method of implementation carried out was monitoring public health status, providing education about healthy eating patterns, types of healthy foods such as canna spirulina flour or (Cannalina Flour) and evaluation of educational results. The health conditions of housewives showed a number of metabolic abnormalities such as blood sugar, cholesterol and uric acid above normal as well as fat and obesity.Keywords: Cannalina, Hypertension, Diet, Bunder bay, T2DM
Peningkatan Kompetensi Pengolahan Data Sederhana Dengan Microsoft Excel 2013 Pada PKBM Bina Bangsa Larangan Selatan Kota Tangerang Yesi Puspita Dewi; Wulandari Wulandari
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i1.359

Abstract

AbstrakPusat Kegiatan Belajar Masysrakat (PKBM) Bina Bangsa merupakan salah satu lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan nonformal yang beralamatkan di Larangan Selatan Kota Tangerang Provinsi Banten. Tujuan didirikan PKBM ini adalah membantu siswa putus sekolah dengan mengambil sekolah paket. Permasalahan lain yang terjadi yaitu lulusan PKBM masih bersifat kuantitas, belum dibarengi dengan kualitas. Siswa PKBM Bina Bangsa perlu menigkatkan kompetensi agar dapat bersaing dimasyarakat terutama dalam bidang komputer terutama pengolahan data sederhana menggunakan Microsoft Excel. Microsoft Excel sendiri sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan dan perkantoran, sehingga kompetensi ini perlu ditingkatkan guna meningkatkan keterampilan siswa dalam mengolah data sederhana. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini pertama Analisa yaitu dengan Analisa Situasi Peserta, Identifikasi Masalah, Menentukan Tujuan dan Rencana Pemecahan Masalah, Kedua implementasi yaitu pada saat pelaksanaan memberikan teori ke siswa dan dilakukan tanya jawab dan praktikum studi kasus, Ketiga Evaluasi yaitu memberikan post test ke siswa. Hasil dari post test yang di kerjakan siswa didapat nilai rata-rata yang dikombinasikan dengan parameter keberhasilan dan didapat nilai “A” yang berarti kompetensi kemampuan mengolah data sederhana menggunakan Microsoft Excel meningkat setelah dilakukan pelatihan kegiatan pengabdian masyarakat ini.Kata kunci: Kompetensi siswa, Microsoft excel, Pelatihan komputer, Pengolahan data sederhana, PKBM Abstract Center for Community Learning Activities (PKBM) Bina Bangsa is one of the institutions engaged in the field of non-formal education which is addressing the South Larangan, Tangerang City, Banten Province. The purpose of this PKBM was to help students drop out of school by taking a package school. Another problem that occurs is that PKBM graduates are still quantity, not accompanied by quality. Bina Bangsa PKBM students need to improve their competence to compete in the community, especially in the field of computers, especially simple data processing using Microsoft Excel. Microsoft Excel itself has been widely used in various fields of work and offices, so this competency needs to be improved to improve student skills in processing simple data. The methods used in this training are firstly Analysis of Participant Situation Analysis, Problem Identification, Determining Goals and Problem-Solving Plans, Secondly, implementation, when the implementation of a theory is made to students and question and answer practicum and case study practicum, Third Evaluation is to provide a post-test to students. The results of the post-test conducted by students obtained an average value combined with the parameters of success and obtained the value of "A" which means that the competency of simple data processing skills using Microsoft Excel increases after this community service training is conducted.Keywords: Computer training, Microsoft excel, PKBM, Simple data processing, Student Competencies
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI KELUARGAUNTUK KADER JPPA KELURAHAN SADENG DALAM MEWUJUDKAN KOTA LAYAK ANAK Naiza Rosalia; Mutia Rahmi Pratiwi; Fibriyani Nuraliya
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i2.368

Abstract

AbstrakTingginya angka kekerasan pada anak di kota Semarang yang mencapai 195 kasus di tahun 2018 perlu menjadi perhatian bagi pemerintah maupun masyarakat. Hal ini harus segera diatasi karena kota Semarang menargetkan menjadi Kota Layak Anak pada tahun 2020. Upaya telah dilakukan Pemkot Semarang namun belum berdampak signifikan pada penurunan angka kekerasan pada anak.Indikator Kota Layak Anak tidak hanya daritertanganinya anak korban kekerasan, namun juga bagaimana langkah preventif yang dilakukan. Komunikasi keluarga yang baik dapat menjadi benteng pertahanan awal pencegahan kekerasan pada anak.Hal ini menjadi dasar dilakukannyapengabdian masyarakat berupaworkshop mengenai pengembangan komunikasi keluarga untuk kader JPPA (Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak) Kelurahan Sadeng, Semarang.Peranan JPPA (Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak) Kelurahan Sadeng sudah menjadi embrio yang baik namun belum maksimal karena mereka hanya bertindak saat ada kasus namun tidak melaksanakan langkah preventif. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pemberian materi dan pengukuran pemahaman peserta terkait komunikasi keluarga yang selama ini dipahami dan telah dilakukan.Hasil post test tertulis yang dilakukan menunjukan terjadi peningkatan kemampuan kamunikasi yang dimiliki oleh para peserta selaku Kader JPPA.Kata kunci:Komunikasi Interpersonal, Kota Layak Anak, Semarang AbstractThe high rate of violence against children in Semarang which reached 195 cases in 2018 needs to be a concern of all parties both government and society. This must be addressed immediately because the city of Semarang is targeting to became a city worthy of children by 2020. Semarang City Government has made various efforts but it has not yet had a significant impact on reducing the number of violence against children. The indicator of the City Worth Child is not only how children who are victims of violence can be handled properly, but also how to take action to prevent violence against children as a preventive act. Good communication in a family can certainly be a stronghold early in preventing violence against children. This became the basis of community service in the form of workshops related to the development of family communication for JPPA (Women’s and Child Protection Network) Sadeng Village, Gunungpati District, Semarang. The role of JPPA in Sadeng Village has become a good embryo, but it is not optimal, because they only take action when their area cases but do not carry out preventive measures. The method of implementation was carried out by providing material and measuring the participant's understanding of family communication that had been understood and done. The result of the written post-test showed an increase in the communication skills possessed by the participants as JPPA Cadres.Keywords:Interpersonal Communication, City Worth Child, Semarang 
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI KELUARGAUNTUK KADER JPPA KELURAHAN SADENG DALAM MEWUJUDKAN KOTA LAYAK ANAK Rosalia, Naiza; Pratiwi, Mutia Rahmi; Nuraliya, Fibriyani
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i2.368

Abstract

AbstrakTingginya angka kekerasan pada anak di kota Semarang yang mencapai 195 kasus di tahun 2018 perlu menjadi perhatian bagi pemerintah maupun masyarakat. Hal ini harus segera diatasi karena kota Semarang menargetkan menjadi Kota Layak Anak pada tahun 2020. Upaya telah dilakukan Pemkot Semarang namun belum berdampak signifikan pada penurunan angka kekerasan pada anak.Indikator Kota Layak Anak tidak hanya daritertanganinya anak korban kekerasan, namun juga bagaimana langkah preventif yang dilakukan. Komunikasi keluarga yang baik dapat menjadi benteng pertahanan awal pencegahan kekerasan pada anak.Hal ini menjadi dasar dilakukannyapengabdian masyarakat berupaworkshop mengenai pengembangan komunikasi keluarga untuk kader JPPA (Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak) Kelurahan Sadeng, Semarang.Peranan JPPA (Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak) Kelurahan Sadeng sudah menjadi embrio yang baik namun belum maksimal karena mereka hanya bertindak saat ada kasus namun tidak melaksanakan langkah preventif. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pemberian materi dan pengukuran pemahaman peserta terkait komunikasi keluarga yang selama ini dipahami dan telah dilakukan.Hasil post test tertulis yang dilakukan menunjukan terjadi peningkatan kemampuan kamunikasi yang dimiliki oleh para peserta selaku Kader JPPA.Kata kunci:Komunikasi Interpersonal, Kota Layak Anak, Semarang AbstractThe high rate of violence against children in Semarang which reached 195 cases in 2018 needs to be a concern of all parties both government and society. This must be addressed immediately because the city of Semarang is targeting to became a city worthy of children by 2020. Semarang City Government has made various efforts but it has not yet had a significant impact on reducing the number of violence against children. The indicator of the City Worth Child is not only how children who are victims of violence can be handled properly, but also how to take action to prevent violence against children as a preventive act. Good communication in a family can certainly be a stronghold early in preventing violence against children. This became the basis of community service in the form of workshops related to the development of family communication for JPPA (Women’s and Child Protection Network) Sadeng Village, Gunungpati District, Semarang. The role of JPPA in Sadeng Village has become a good embryo, but it is not optimal, because they only take action when their area cases but do not carry out preventive measures. The method of implementation was carried out by providing material and measuring the participant's understanding of family communication that had been understood and done. The result of the written post-test showed an increase in the communication skills possessed by the participants as JPPA Cadres.Keywords:Interpersonal Communication, City Worth Child, Semarang 

Page 2 of 16 | Total Record : 156