cover
Contact Name
Dr. Supian, S.Ag., M.Ag.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltitian.fib@unja.ac.id
Editorial Address
Gedung G, LT. III, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi, Mendalo, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26153440     EISSN : 25977229     DOI : -
Titian merupakan jurnal ilmiah akademik dalam bidang kajian ilmu Humaniora (budaya) yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan untuk mempublikasikan berbagai artikel hasil penelitian, studi kepustakaan, studi lapangan, gagasan konseptual, kajian penerapan teori dalam bidang ilmu humaniora. Jurnal ini dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, maupun Arab. Jurnal ini mengutamakan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan ilmu bahasa (linguistik), ilmu sastra (Daerah, Indonesia, Inggris, Arab), Sejarah, Arkeologi, Seni, Sosiologi, Antropologi, Etnografi dan Agama. Jurnal Titian terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 235 Documents
Pelestarian Kebudayaan Seni Reog New Krido Utomo Melalui Karang Taruna Tri Tunggal Luqmawati, Sella Widya; Gunawan, Gunawan
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43216

Abstract

The times have driven many changes such as the lack of youth in recognizing local identity. Karang Taruna plays a role as a forum for youth organizations in answering these problems. This article aims to describe the role of Karang Taruna Tri Tunggal in the preservation of Reog New Krido Utomo Art as a local identity of the Karanglo Hamlet community. This research uses qualitative research methods by describing the efforts made by youth in maintaining reog art. The results showed that the efforts made by youth in preserving reog art were carried out by modifying movements, costumes, and music with new creations according to the times without leaving the original elements of art. Promoting reog art through social media, recruiting reog players from outside the village which has implications for expanding the network. New Krido Utomo Reog art is increasingly recognized outside the region for various events such as weddings, circumcisions, and school events.  Abstrak Perkembangan zaman telah mendorong banyak perubahan seperti kurangnya pemuda dalam mengenal identitas lokal. Karang Taruna berperan sebagai wadah organisasi pemuda dalam menjawab permasalahan tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Karang Taruna Tri Tunggal dalam pelestarian Kesenian Reog New Krido Utomo sebagai identitas lokal masyarakat Dusun Karanglo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan upaya yang dilakukan pemuda dalam mempertahankan kesenian reog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan pemuda dalam pelestarian kesenian reog dilakukan dengan cara memodifikasi gerakan, kostum, dan musik dengan kreasi baru sesuai perkembangan zaman tanpa meninggalkan unsur keaslian seni. Mempromosikan kesenian reog melalui media sosial, mengadakan recruitment pemain reog dari luar dusun yang berimplikasi pada  perluasan jaringan. Kesenian Reog New Krido Utomo semakin dikenal sampai ke luar daerah untuk berbagai acara seperti pernikahan, khitanan, dan acara sekolah.
Menggugat Stabilitas Makna : Suatu Pengantar atas Semiotika Sosial Nirwana, Aditya; Yulianto, Wawan Eko
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43660

Abstract

Tantangan utama yang dihadapi pendekatan semiotika struktural saat ini adalah keterbatasannya dalam merespons kompleksitas media dan komunikasi modern. Di sisi lain, kecenderungan reduksi dalam praktik interpretasi semiotik—yang cenderung ahistoris dan mengabaikan kompleksitas budaya serta konteks lokal—memperlihatkan kebutuhan akan pendekatan yang lebih reflektif dan kontekstual. Tulisan ini merupakan sebuah conceptual – review paper yang bertujuan menyajikan pemetaan terhadap konsep-konsep kunci dalam semiotika sosial serta menjelaskan transisinya dari prinsip-prinsip semiotika struktural. Semiotika sosial diposisikan sebagai strategi analisis yang menekankan pada produksi, interpretasi, dan penggunaan tanda dalam konteks sosial. Dalam kerangka ini, sumber daya semiotik dilihat bukan semata sebagai sistem kode linguistik, melainkan sebagai modal sosial yang digunakan secara strategis untuk mengonstruksi makna. Kajian atas gaya, genre, diskursus, dan modalitas sumber daya semiotik memungkinkan pendekatan yang lebih kontekstual dan kritis terhadap praktik representasi, sekaligus mengungkap relasi kuasa yang tersembunyi di balik praktik semiotik dalam berbagai lingkungan sosial. Abstract One of the main challenges faced by structuralist semiotics today lies in its limited adaptability to the complexities of modern media and communication. Simultaneously, there has been a notable reductionism in semiotic interpretation practices—often ahistorical and inattentive to cultural and local contexts—highlighting the need for a more context-sensitive and reflective approach. This article is a conceptual – review paper that aims to map out the key concepts in social semiotics and trace the theoretical transition from structuralist principles. Social semiotics is positioned as an analytical strategy that focuses on the production, interpretation, and use of signs within social contexts. In this framework, semiotic resources are understood not merely as linguistic codes, but as social modalities strategically employed to construct meaning. The study of style, genre, discourse, and modality within semiotic resources enables a more critical and situated understanding of representational practices and exposes the socio-political power structures embedded in semiotic activities across diverse contexts.
Visualisasi Topeng Barongan di Blora, Jawa Tengah Suryana, Wawan; Rahim, Muhamad Ali
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43750

Abstract

One of the traditional crafts of the Indonesian people is masks, mask crafts almost every region or tribe has a tradition of making masks, especially masks made of wood, this is because Indonesia has many very fertile wood forests. The problem is what is the philosophical meaning of the Barongan mask in Blora. The research method uses qualitative descriptive. The results are that many craftsmen make their work made of wood, namely the village of Brabowan Blora, Central Java Province, one of the villages in Blora, the community lives from the craft of making barongan masks that utilize teak wood waste. The findings of this study are that the art of barongan masks is thriving in Blora so that it indirectly develops other infrastructure, one of which is the home industry for making barongan masks, with the existence of a home industry indirectly barongan masks continue to be produced in the village of Brabowan barongan masks live and can support other Blora people Abstrak Salah satu kerajinan tradisi masyarakat nusantara adalah topeng, kerajinan topeng hampir tiap daerah atau suku mempunyai tradisi pembuatan topeng terutama topeng yang terbuat dari bahan kayu ini disebabkan karena Indonesia banyak tumbuh hutan kayu yang sangat subur. Permasalahannya apa makna filosofis dari topeng Barongan di Blora. Metode penelitian, menggunakan deskriptif kualitatif. Hasilnya banyak pengrajin membuat karyanya terbuat dari kayu adalah desa Brabowan Blora Provinsi Jawa Tengah salah satu desa di Blora masyarakatnya hidup dari kerajinan membuat topeng barongan yang memanfaatkan limbah kayu jati. Temuan penelitian ini kesenian topeng barongan tumbuh subur di Blora sehingga secara tidak langsung menumbuh kembangkan infrastruktur lainnya salah satunya adalah home industri pembuatan topeng barongan, dengan adanya home industri secara tidak langsung topeng barongan terus di produksi di desa Brabowan topeng barongan hidup dan bisa menghidupi masyarakat Blora lainnya.
Globalisasi Dalam Sektor Literasi Anak: Peran Gramedia dalam Memperkenalkan Buku Anak Internasional di Indonesia Hidayat, Nashwa; Suryadipura, Dadan; Rolansyah, Salsabi
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43800

Abstract

This article examines the role of Gramedia, one of Indonesia's largest publishers and distributors, in introducing international children's. The article emphasizes how globalization makes it easier to acquire a wide range of literary materials, enabling kids to interact with many cultures and viewpoints through imported literature. Using a qualitative approach with a descriptive design, this research aims to analyze how Gramedia's collaboration with international publishers in presenting imported children's books reflects the dynamics of globalization in children's literacy in Indonesia. Through the collection of primary data via semi-structured interviews with one of publishers from Gramedia and secondary data from a variety of online sources, the findings reveal that Gramedia's collaboration with international publishers has successfully presented high-quality content that enriches the literacy experiences of Indonesian children while exposing them to global values and narratives.  Through these partnerships, Gramedia promotes cultural exchange and increases access to a variety of literary materials, enabling kids to interact with tales that represent various viewpoints and beliefs. Abstract Artikel ini membahas peran Gramedia, salah satu penerbit dan distributor terbesar di Indonesia, dalam memperkenalkan buku-buku anak internasional untuk meningkatkan literasi di kalangan generasi muda Indonesia. Artikel ini menekankan bagaimana globalisasi mempermudah akses terhadap berbagai macam bahan bacaan, sehingga anak-anak dapat berinteraksi dengan berbagai macam budaya dan sudut pandang melalui bacaan yang diimpor. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kolaborasi Gramedia dengan penerbit internasional dalam menghadirkan buku-buku anak impor merefleksikan dinamika globalisasi dalam literasi anak di Indonesia. Melalui pengumpulan data primer melalui wawancara semi-terstruktur dengan salah satu penerbit dari Gramedia dan data sekunder dari berbagai sumber daring, temuan pada riset ini menunjukkan bahwa kolaborasi Gramedia dengan penerbit internasional telah berhasil menghadirkan konten berkualitas tinggi yang memperkaya pengalaman literasi anak-anak Indonesia sekaligus mengekspos mereka pada nilai-nilai dan narasi global.  Melalui kemitraan ini, Gramedia mendorong pertukaran budaya dan meningkatkan akses ke berbagai materi literasi, sehingga anak-anak dapat berinteraksi dengan dongeng-dongeng yang mewakili berbagai sudut pandang dari negara lain.
Local Wisdom Values of Arakan Sahur, Takbiran, and Hadrah Tradition in Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat (An Ethnolinguistics Study) Afria, Rengki; Chotimah, Khusnul; Izar, Julisah; Fatrizal, Fatrizal; Fardinal, Fardinal; Maharja, Syafria
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43905

Abstract

ndonesia has a variety of cultures and local wisdom. One of the local wisdoms is the tradition carried out by an ethnic group. As a country that has a cultural diversity, there are many traditions carried out by local communities in Indonesia. for example, in Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi Province. Kuala Tungkal is an area that is still in attached to its traditions. This research aims to describe local wisdom in the traditions in Kuala Tungkal, namely arakan sahur, takbiran, and hadrah tradition. This research is included in the type of qualitative descriptive research. The data in this research are in the form of the arakan sahur, takbiran, and hadrah tradition. Based on the result of disscussuon, the Kuala Tungkal Muslim community rejoices in welcoming Islamic holidays and without any doubt shows the public to uphold their Malayness. Abstrak Indonesia memiliki beragam budaya (culture) dan kearifan lokal (local wisdom). Salah satu kearifan lokal adalah tradisi-tradisi yang dilakukan oleh sekelompok etnis. Sebagai negara yang memiliki keragaman budaya, terdapat banyak sekali tradisi-tradisi yang dilakukan oleh masyarakat-masyarakat di daerah di Indonseia. Misalnya di daerah Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Tajung Barat, provinsi Jambi. Kuala Tungkal merupakan daerah yang masih lekat dengan tradisinya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kearifan lokal pada tradisi-tradisi yang ada di Kuala Tungkal yaitu Arakan Sahur, Takbiran, dan Hadrah Tradisi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa tradisi arakan sahur, takbiran dan hadrah tradisi. Berdasarkan hasil pembahasan masyarakat muslim Kuala Tungkal yang bersuka ria menyambut hari-hari besar Islam dan tanpa ada keraguan menunjukkan kepada khalayak untuk menjunjung tinggi kemelayuannya.
Peran LSM Yayasan Kakak dalam Mencegah dan Mengatasi Perilaku Merokok Anak di Bawah Umur di Kota Surakarta Dewi, Revana Silvia; Trinugraha, Yosafat Hermawan
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43990

Abstract

In Surakarta City, as many as 59% of children have started smoking at the age of under 12 years or equivalent to elementary school children. One of the causes that often arise is due to environmental, family and friendship factors. This study aims to determine how the role of the Kakak Foundation in preventing and overcoming the smoking behavior of minors in Surakarta City and what factors are the supporters and obstacles in carrying out prevention programs. This research uses a case study research method and Talcott Parsons' Structural Functionalism Theory as the theoretical basis. The results showed that the Kakak Foundation has an important role in preventing smoking in children by taking preventive action, namely socialization with the title Kampung Bebas Smoke Rokok (KBAR). Kakak Foundation in carrying out its role, requires other stakeholders such as the Surakarta Children's Forum, Youth Movers. There are still obstacles in the success of the program such as many cigarette advertisements found in the form of banners near the school area.  Abstract Di Kota Surakarta, sebanyak 59% anak sudah mulai merokok pada usia di bawah 12 tahun atau setara dengan anak SD. Penyebab yang sering muncul salah satunya adalah karena faktor lingkungan, keluarga, dan pertemanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Yayasan Kakak dalam mencegah dan mengatasi perilaku merokok anak di bawah umur di Kota Surakarta serta faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat dalam menjalankan program pencegahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dan Teori Struktural Fungsionalisme dari Talcott Parsons sebagai dasar teori. Hasil penelitian menunjukan bahwa Yayasan Kakak memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan merokok pada anak dengan cara melakukan tindakan preventif, yaitu sosialisasi dengan tajuk Kampung Bebas Asap Rokok (KBAR). Yayasan Kakak dalam menjalankan perannya, membutuhkan stakeholders lainnya seperti, Masyarakat, Sekolah, Komunitas Pemuda Penggerak. Masih ditemukan hambatan-hambatan dalam menyukseskan program tersebut seperti banyak ditemukan iklan rokok berupa spanduk di dekat area sekolah.
Peran Modal Sosial Memperkuat Eksistensi Pasar Gede Hardjonagoro Sebagai Destinasi Wisata Kuliner Fatihah, Rochmani Putri; Purwanto, Danang
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.43997

Abstract

This research discusses the importance of the role of social capital in developing the potential of traditional markets in order to strengthen their existence during modernization and challenges created from internal parties and traditional market conditions. The research location was Pasar Gede Hardjonagoro Solo. The purpose of this study is to determine the social capital (trust, social networks, norms of reciprocity) according to Robert Putnam contributes to the increase in the tourist attraction of Pasar Gede Hardjonagoro Solo. The research method used in this research is using qualitative research methods with an instrinsic approach. Based on research at Pasar Gede Hardjonagoro, it is known that in this market there is enough potential to become a culinary tourism destination, this is inseparable from the role of market stakeholders in capturing opportunities and opportunities from market visitation, where existing social capital has actually been utilized well to strengthen the existence of Pasar Gede Hardjonagoro as a sustainable culinary tourism destination. Abstrak Penelitian ini membahas mengenai pentingnya peran modal sosial dalam mengembangkan potensi yang ada pada pasar tradisional agar dapat memperkuat eksistensinya di tengah arus modernisasi dan tantangan yang tercipta dari pihak internal dan kondisi pasar tradisional. Lokasi penelitian dilakukan di Pasar Gede Hardjonagoro Solo. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui modal sosial (kepercayaan, jaringan sosial, norma timbal balik) menurut Robert Putnam berkontribusi terhadap peningkatan daya tarik wisata Pasar Gede Hardjonagoro Solo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan instrinsik. Berdasarkan penelitian di Pasar Gede Hardjonagoro diketahui bahwa dalam pasar ini cukup berpotensi untuk menjadi destinasi wisata kuliner, hal ini tidak terlepas dari peran stakeholder pasar dalam menangkap peluang dan kesempatan dari daya kunjung pasar, dimana modal sosial yang ada sebenarnya sudah dimanfaatkan dengan baik untuk  memperkuat eksistensi Pasar Gede Hardjonagoro sebagai destinasi wisata kuliner yang berkelanjutan.
Komodifikasi Konten Tawuran Antar Kelompok Gangster di Kalangan Remaja di Jakarta Timur Saputra, Alit Adi; Purwanto, Danang
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.44160

Abstract

Gangster brawl content is widely consumed by the public, marked by high levels of Instagram engagement. This reality can bring opportunities for content commodification that generates financial gain through endorsement practices. This is because high engagement can attract advertisers to collaborate on endorsements. The researcher uses the Media Commodification perspective by Vincent Mosco. The main objective is to identify the causes and how the process of commodification of gangster brawl content occurs. Qualitative research methods with a case study approach and snowball sampling techniques. Primary data collection techniques through FGDs, in-depth interviews, and digital content observations. Data validity testing uses triangulation techniques. The results of the study show that the reality of brawl content commodification occurs through online gambling site endorsement practices and also the sale of gangster group identity merchandise as an advantage of having high engagement and prestige in the gangster brawl scene. Implications for community stakeholders can trigger preventive efforts for the surrounding environment related to new patterns of juvenile delinquency today, and have value for the authorities to enforce criminal law violations in this case strategically.  Abstract Konten tawuran gangster ramai dikonsumsi publik dengan ditandai tingkat engagement instagram yang tinggi. Realitas ini dapat membawa peluang terjadi komodifikasi konten yang menghasilkan keuntungan finansial melalui praktek endorsement. Sebab, engagement yang tinggi dapat menarik pengiklan untuk bekerja sama endorsement. Peneliti menggunakan perspektif Komodifikasi Media oleh Vincent Mosco. Tujuan utamanya mengidentifikasi penyebab dan bagaimana proses terjadinya komodifikasi konten tawuran gangster. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengambilan sampel snowball sampling. Teknik pengumpulan data primer melalui FGD, wawancara mendalam, dan observasi konten digital. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan realitas komodifikasi konten tawuran terjadi melalui praktek endorsement situs judi online dan juga jualan merchandise identitas kelompok gangster sebagai keuntungan memiliki engagement dan prestise yang tinggi dalam skena tawuran antar gangster. Implikasi bagi stakeholder masyarakat, dapat memancing upaya preventif bagi lingkungan sekitarnya terkait pola baru kenakalan remaja masa kini, serta memiliki nilai bagi pihak berwenang guna penegakan pelanggaran hukum pidana kasus ini secara strategis.
Visualisasi Perempuan Heroik Dari Majapahit dalam Karya Seni Lukis Kontemporer Abidin, Zeta Ranniry; Suryana, Wawan
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.44187

Abstract

The Majapahit Kingdom represents a significant chapter in the history of the Nusantara and is considered a foundational precursor to the formation of Indonesia. This study centers on one of its prominent figures, the Maharani of Majapahit, Gayatri Rajapatni. Not many have recorded the history of the greatness of Majapahit in politics, culture, and art until it is conveyed to the young generation of Indonesia today. Presenting this in a more contemporary way and acceptable to the younger generation is a challenge in itself. This study aims to visualize the history of Majapahit into the visual language of contemporary painting so that it can touch the interests of the younger generation. This objective is pursued through a qualitative descriptive method combined with a visual language approach. The research sample consists of a sculpture originating from the Majapahit Kingdom. The result are presented as digital paintings that visually interpret and represent the historical narrative of Majapahit. So, the potential for color and visual tendencies will be more progressive and contemporary. Abstrak Kerajaan Majapahit merupakan sejarah kebesaran atas Nusantara yang menjadi cikal bakal berdirinya Indonesia. Fokus penelitian ini bertumpu pada Maharani Majapahit yaitu Gayatri Rajapatni. Belum banyak yang merekam sejarah kebesaran Majapahit baik dalam politik, budaya, dan seni hingga tersampaikan ke generasi muda Indonesia saat ini. Mempresentasikan hal tersebut dengan cara yang lebih kekinian dan dapat diterima generasi muda merupakan sebuah tantangan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan sejarah Majapahit dalam aspek politik, budaya, dan seni ke dalam bahasa rupa lukisan kontemporer sehingga mampu menyentuh minat generasi muda. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan bahasa rupa. Sampel penelitian ini adalah karya seni patung yang digagas dari kerajaan Majapahit. Hasil penelitian berupa karya seni lukis kontemporer yang merepresentasikan sejarah Kerajaan Majapahit dalam kajian politik, budaya, dan seni dalam bahasa visual kontemporer. Jadi, potensi akan kecenderungan warna dan visual akan lebih progresif dan kekinian.
Studi Semiotika Roland Barthes Pada Film “12 Certa Glen Anggara” Juwindah, Juwindah; Yusmah, Yusmah; Nurlaelah, Nurlaelah; Rasyid, Rustam Efendy
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.44594

Abstract

Film “12 Cerita Glen Anggara” menceritakan tentang Glen Anggara yang bertemu dengan Shena, seorang gadis yang memiliki 12 daftar keinginan yang ingin dicapai sebelum penyakit yang diderita Shena semakin parah. Tujuan dari penelitian ini, untuk menganalisis pemaknaan semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam film “12 Cerita Glen Anggara” karya Luluk HF. Film ini dipilih karena menyuguhkan beragam nilai kehidupan yang tersembunyi di balik narasi remaja dan kisah romansa, seperti nilai kekeluargaan, persahabatan, serta kepedulian sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif deskripti. Data diperoleh dari tuturan dan adegan dalam film “12 Cerita Glen Anggara” yang dianalisis menggunakan tiga lapisan pemaknaan Barthes: denotatif (makna literal), konotatif (makna emosional/budaya), dan mitos (makna ideologis).  Sumber data penelitian ini berasal dari film 12 Cerita Glen Anggara yang ditayangkan pada aplikasi netflix sejak tanggal 23 Januari 2023. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa simak, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan beberapa data berupa tuturan dan adegan yang masing-masing memuat pemaknaan mendalam yang mencerminkan pandangan budaya dan nilai-nilai sosial masyarakat. Melalui kajian ini, dapat disimpulkan bahwa film 12 Cerita Glen Anggara tidak hanya menjadi tontonan hiburan, tetapi juga sarat makna simbolik yang layak dikaji secara semiotik untuk memahami pesan-pesan tersembunyi yang disampaikan kepada penonton. Abstract The movie “12 Stories of Glen Anggara” tells the story of Glen Anggara who meets Shena, a girl who has 12 wish lists to achieve before Shena's illness gets worse. The purpose of this study is to analyze the semiotic meaning of Roland Barthes which includes the meaning of denotation, connotation, and myth contained in the film “12 Stories of Glen Anggara” by Luluk HF. This movie was chosen because it presents a variety of life values hidden behind teenage narratives and romance stories, such as family values, friendship, and social care. The approach used in this research is descriptive qualitative type. Data were obtained from speech and scenes in the film “12 Stories of Glen Anggara” which were analyzed using Barthes' three layers of meaning: denotative (literal meaning), connotative (emotional/cultural meaning), and mythical (ideological meaning).  The data source of this research comes from the movie 12 Stories of Glen Anggara which was aired on the netflix application since January 23, 2023. By using data collection techniques in the form of listening, recording, and documentation techniques. Data analysis techniques are done by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study found some data in the form of speech and scenes, each of which contains deep meaning that reflects the cultural views and social values of society. Through this research, it can be concluded that the movie 12 Stories by Glen Anggara is not only an entertainment spectacle, but also full of symbolic meanings that deserve to be studied semiotically to understand the hidden messages that want to be conveyed to the audience.