cover
Contact Name
Dr. Supian, S.Ag., M.Ag.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltitian.fib@unja.ac.id
Editorial Address
Gedung G, LT. III, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi, Mendalo, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26153440     EISSN : 25977229     DOI : -
Titian merupakan jurnal ilmiah akademik dalam bidang kajian ilmu Humaniora (budaya) yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan untuk mempublikasikan berbagai artikel hasil penelitian, studi kepustakaan, studi lapangan, gagasan konseptual, kajian penerapan teori dalam bidang ilmu humaniora. Jurnal ini dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, maupun Arab. Jurnal ini mengutamakan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan ilmu bahasa (linguistik), ilmu sastra (Daerah, Indonesia, Inggris, Arab), Sejarah, Arkeologi, Seni, Sosiologi, Antropologi, Etnografi dan Agama. Jurnal Titian terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 235 Documents
The Language of Shame in Cyber Discourse: A Critical Discourse Analysis of Gendered Moral Policing on X Media Istiqomah, Istiqomah; Sastia, May; Salsabila, Elfa; Rangkuti, Rahmadsyah
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i2.48850

Abstract

Cyber Discourse Analysis (CDA), which analyzes how language constructs and maintains power relations in online communication, enables us to study gendered moral policing on the internet. This research aims to provide linguistic evidence of how moral judgment and gender discrimination are realized in public reaction to Erika Carlina's pregnancy scandal on the social media site X. A qualitative descriptive approach, theorized by Fairclough's (1995) three-dimensional CDA model and supported by Van Dijk's (2015) discourse theory and Cameron's (2012) verbal hygiene theory, is employed. The research demonstrates that male respondents employ rational and evaluative language with a consideration of responsibility and social norms, while female respondents use emotional and corrective language that demonstrates internalized patriarchal ideology. The findings show that online discussion is an electronic extension of classical moral control, whereby the discourse of shame is employed as a communal tool of gendered judgment and social control in Indonesian society. Abstrak Analisis Wacana Siber (Cyber Discourse Analysis/CDA), yang menelaah bagaimana bahasa membangun dan mempertahankan relasi kuasa dalam komunikasi daring, memungkinkan penelitian terhadap praktik gendered moral policing atau pengawasan moral berbasis gender di internet. Penelitian ini bertujuan memberikan bukti linguistik mengenai bagaimana penilaian moral dan diskriminasi gender direalisasikan dalam reaksi publik terhadap skandal kehamilan Erika Carlina di media sosial X. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan kerangka teori Analisis Wacana Kritis tiga dimensi dari Fairclough (1995), serta didukung oleh teori wacana Van Dijk (2015) dan teori verbal hygiene dari Cameron (2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden laki-laki cenderung menggunakan bahasa yang rasional dan evaluatif dengan mempertimbangkan tanggung jawab serta norma sosial, sedangkan responden perempuan menampilkan bahasa yang emosional dan korektif yang merepresentasikan internalisasi ideologi patriarki. Temuan ini mengungkap bahwa diskusi daring merupakan perpanjangan elektronik dari praktik kontrol moral klasik, di mana wacana malu digunakan sebagai alat komunal untuk menghakimi dan mengontrol perilaku berbasis gender dalam masyarakat Indonesia
The Existence of Blind Radio Drama Represents the Real World Adnan, Muhammad; Tantri, Niki Raga; Pribadi, Fantri; Astari, Andi Tenri Juli; Utama, Galuh Tulus
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i2.49489

Abstract

Radio drama, as an auditory medium, is often perceived as "blind" due to its lack of visual modality, making its representation of reality a unique challenge. This qualitative research, employing a semiotic analysis approach, aims to analyze the forms of denotative and connotative messages in radio drama and examine its strategies for conveying a story that listeners can understand. Data were collected through literature study and in-depth interviews with listeners, then analyzed interactively. The results indicate that radio drama constructs understanding through audio symbols, such as dialogue, sound effects, and music, which listeners recognize based on prior sensory experiences. These symbols convey not only literal meaning (denotative) but also evoke emotional and cultural values (connotative). Therefore, although "blind," radio drama richly represents the real world through the power of sound and the listener's active imagination, proving that the absence of visuals is not a limitation but a unique characteristic that enables the creation of its own reality. Abstract Drama radio, sebagai medium auditif, sering dianggap “buta” karena tidak menyertakan modalitas visual, sehingga representasi realitasnya menjadi tantangan tersendiri. Penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pesan denotatif dan konotatif dalam drama radio serta mengkaji strateginya dalam menyampaikan cerita yang dapat dipahami pendengar. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan pendengar, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama radio membangun pemahaman melalui simbol-simbol audio, seperti dialog, efek suara, dan musik, yang dikenali pendengar berdasarkan pengalaman inderawi sebelumnya. Simbol-simbol ini tidak hanya menyampaikan makna harfiah (denotatif) tetapi juga membangkitkan nilai emosional dan kultural (konotatif). Dengan demikian, meskipun “buta,” drama radio justru merepresentasikan dunia nyata secara kaya melalui kekuatan suara dan imajinasi aktif pendengar, membuktikan bahwa ketiadaan visual bukanlah bentuk keterbatasan, melainkan keunikan yang memungkinkan terciptanya realitas tersendiri.
Analisis Bentuk Linguistik pada Penerjemahan Judul Buku Berbahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia Suandari, Fitri; Zulprianto, Zulprianto; Lindawati, Lindawati
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i2.49580

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah penerjemahan judul buku berbahasa Inggris (BSu) dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia (BSa). Tujuannya adalah menganalisis bentuk linguistik yang ditemukan pada judul BSu dan BSa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang pembelajaran bahasa Inggris serta bidang penerjemahan, khususnya dalam konteks penerjemahan judul buku berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi, baik daring maupun luring. Data diperoleh secara acak sehingga terkumpul 212 judul buku (122 novel dan 90 buku motivasi). Analisis dilakukan berdasarkan satuan bahasa berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk frasa paling dominan (159 data), diikuti kalimat (34), klausa (11), dan kata (8). Bentuk frasa dinilai efektif karena bersifat deskriptif dan minim ambiguitas, sedangkan klausa dan kalimat cenderung sulit diterjemahkan tanpa mengubah gaya atau nuansa teks asli. Abstract This study uses a descriptive qualitative approach. The object of this study is the translation of English book titles (SL) and their translations into Indonesian (TL). The aim is to analyze the linguistic forms found in the SL and TL titles. This study is expected to make a significant contribution to English language learning and translation field, especially in the context of translating English book titles into Indonesian. Data collection was carried out through observation and documentation, both online and offline. Data were obtained randomly, resulting in 212 book titles (122 novels and 90 motivational books). Analysis was carried out based on linguistic units in the form of words, phrases, clauses, and sentences. The results show that the phrase form was the most dominant (159 data), followed by sentences (34), clauses (11), and words (8). The phrase form is considered effective because it is descriptive and has minimal ambiguity, while clauses and sentences tend to be difficult to translate without changing the style or nuance of the original text.
The Inheritance System and Functional Changes of Niti Naik Mahligai Dance in Siulak Mukai Tengah, Kerinci Community Jambi Regency Utari, I Dewa Ayu Sri; Abbas, Zaini Bin; Supenida, I Dewa Nyoman
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i2.49663

Abstract

This study aims to explain the inheritance system and changes the function of dance Niti naik Mahligai community Siulak Middle Mukai Kerinci in Jambi. By using qualitative data, descriptive analytical method used is done with data collection techniques in which there are literature study, observation, interviews, and the data were analyzed. As to analyze the approach of science and art, as well as using multiple inheritance dance theory, change theory, and the theory of functions. The results of the study dance inheritance system Niti naik Mahligai a kinship system vertically as seen from the genetic mechanisms that they have a blood relationship. Besides, the system is legally customary inheritance is matrilineal system according to (maternal lineage). On the other hand changes the function of climbing Niti naik Mahligai dance influenced by modernization, technology, and is also influenced by internal and external factors. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sistem pewarisan dan perubahan fungsi tari Niti Naik Mahligai pada Masyarakat Siulak Mukai Tengah Kabupaten Kerinci Jambi. Dengan menggunakan data kualitatif, Metode yang digunakan deskriptif analitis yang dilakukan dengan teknik pengumpulan data yang didalamnya terdapat studi pustaka, observasi, wawancara, kemudian data yang diperoleh dianalisis. Adapun untuk menganalisis menggunakan pendekatan ilmu budaya, serta menggunakan beberapa teori pewarisan tari, teori perubahan, dan teori fungsi. Hasil penelitian sistem pewarisan tari Niti Naik Mahligai merupakan sistem kekeluargaan secara vertikal yang dilihat dari mekanisme genetik yang masih mempunyai hubungan darah. Selain itu sistem pewarisan secara hukum adat adalah menurut sistem matrilineal (garis keturunan pihak ibu). Disisi lain Perubahan fungsi tari Niti Naik Mahligai dipengaruhi oleh modernisasi, teknologi, dan juga dipengaruhi faktor internal serta eksternal.
Representasi Perempuan dalam Seni Lukis Kontemporer Berbasis Media Cat Air: Kajian Narasi Visual dan Identitas Sanjaya, Jesslyn; Djenmakani, Laurens Enrico; Baene, Basituasi; Ernawan, Erika; Suryana, Wawan
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i2.50151

Abstract

The power of female figures is often invisible and implied, but in many works of art, women often become symbols of beauty and hidden strength. Identity, existence, and social reflection are often represented in female figures behind the visible visual side. The issue raised is how female figures depicted in visual form can still have a strong visual narrative and identity that supports the visual work. The aim of this research is to reveal the visual form of female figures represented in contemporary art based on watercolor media so that they have a strong visual narrative and identity. The method used is qualitative descriptive with literature studies and analysis of the works of artists who raise the theme of women.  The results show that with personal experience as a woman and comparing with other artists, the representation of female figures can also reveal emotional narratives and complex social identities behind their beautiful and aesthetic visual forms. This paper is expected to provide new insights into the representation of female figures in contemporary art, especially from the perspective of visual narrative and identity. Abstract Kekuatan dari sosok perempuan sering kali tidak terlihat dan tersirat langsung, namun dalam banyak karya seni rupa, perempuan sering menjadi simbol kecantikan sekaligus kekuatan yang terselubung. Identitas, eksistensi, dan refleksi sosial sering direpresentasikan ke dalam sosok perempuan dibalik sisi visual yang terlihat. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana sosok perempuan yang digambarkan ke dalam bentuk visual tetapi memiliki narasi visual dan identitas yang kuat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkapkan wujud visual figur perempuan yang direpresentasikan ke dalam seni kontemporer berbasis media cat air sehingga memiliki narasi visual dan identitas yang kuat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan estetis.  Hasilnya menunjukkan bahwa dengan pengalaman pribadi yang direpresentasikan sebagai wujud visual perempuan dapat memperlihatkan narasi emosional dan juga identitas sosial yang kompleks dibalik bentuk visualnya yang terlihat cantik dan estetis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru tentang representasi figur perempuan dalam seni rupa kontemporer khususnya dari sisi narasi visual dan identitasnya.