cover
Contact Name
Dr. Supian, S.Ag., M.Ag.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltitian.fib@unja.ac.id
Editorial Address
Gedung G, LT. III, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi, Mendalo, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26153440     EISSN : 25977229     DOI : -
Titian merupakan jurnal ilmiah akademik dalam bidang kajian ilmu Humaniora (budaya) yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan untuk mempublikasikan berbagai artikel hasil penelitian, studi kepustakaan, studi lapangan, gagasan konseptual, kajian penerapan teori dalam bidang ilmu humaniora. Jurnal ini dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, maupun Arab. Jurnal ini mengutamakan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan ilmu bahasa (linguistik), ilmu sastra (Daerah, Indonesia, Inggris, Arab), Sejarah, Arkeologi, Seni, Sosiologi, Antropologi, Etnografi dan Agama. Jurnal Titian terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 235 Documents
Identifikasi Nilai Pedagogis Tarian Lulo untuk Integrasi Bangsa (Study Ethnography Masyarakat di Sulawesi Tenggara) Nasir; Rahmawati M
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.542 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i2.8175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai pedagogis tarian Lulo untuk Integrasi Bangsa. Penelitian dilatar-belakangi oleh fakta bahwa masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang multikultur. Pluralitas masyarakat membawa dampak positif, dan juga dampak negatif yang berpotensi pada perpecahan dan konflik. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah nilai yang bisa merekatkan keragaman tersebut; nilai yang telah menjadi bagian dari tradisi atau budaya dari masyarakat atau komunitas tertentu. Dengan penggunakan pendekatan ethnography, peneliti melibatkan beberapa pihak sebagai sumber informasi, seperti: tokoh masyarakat, ahli kurkulum, administrator sekolah; kepala sekolah dan guru-guru (partisipan FGD). Selain itu, dokumentasi (foto-foto) dari observasi langsung juga ditampilkan untuk memberikan visual dan untuk mengkonfirmasi data-data dari wawancara. Berdasarkan penelitian, ditemukan jika tarian Lulo merupakan sebuah kesenian masyarakat Tolaki yang melibatkan struktur gerak, perasaan, dan keterampilan. Peneliti menyimpulkan jika tarian lulo memenuhi prinsip-prinsip kurikulum menjadi sebuah input atau materi pembelajaran, karena tarian lulo berisi unsur kegiatan pikir, olah hati, olah rasa, karsa, serta olah raga dan mengandung nilai-nilai positif seperti: persatuan, sikap menghargai dan tunduk/patuh pada norma atau aturan.
Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jambi dan Perannya Terhadap Tradisi dan Budaya Melayu Supian
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.385 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i2.8176

Abstract

Tulisan ini mendalami bagaimana sejarah berdiri dan berkembangnya Nahdlatul Ulama (NU) di Provinsi Jambi dan bagaimana peran NU dalam perkembangan dan eksistensi Tradisi dan Budaya Melayu di Jambi. Seringkali dipahami dan dinyatakan bahwa NU didirikan oleh kiyai dan ulama tradisionalis, sebagai garda depan dalam menjaga tradisi dan budaya Islam, sehingga menjadi sangat relevan ketika meneliti bagaimana peran NU dalam eksistensi dan pengembangan budaya melayu, khususnya budaya melayu Jambi. Keberadaan adat, tradisi dan budaya melayu Jambi yang ditopang oleh jargon “adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah” merupakan adat, tradisi dan budaya yang harus berbasiskan agama (Islam). Sehingga penting untuk dilihat bagaimana peran agama (Islam) khususnya NU, dalam pengembangan dan termasuk mempertahankan adat, tradisi dan budaya melayu ditengah arus pemahaman yang cenderung memutus mata rantai adat, tradisi dan budaya tersebut. Secara kultural, mayoritas masyarakat melayu adalah NU, maka itu berarti juga bahwa adat dan budaya melayu tersebut juga berasal dari kultural NU, sehingga perlu ditelisik nilai-nilai religius dan islami yang ada dalam adat dan budaya melayu tersebut.
Musik Tarawak Tarawoi dalam Ritual Ngagah Harimau di Masyarakat Pulau Tengah Kabupaten Kerinci Masvil Tomi; Hadiyanto; Amor Seta Gilang Pratama; Muhammad Alfath; Putri Anisa Utami
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.567 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i2.8177

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Musik Tarawak Tarawoi Dalam Ritual Ngagah Harimau di Masyarakat Pulau Tengah Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Penelitian ini dilakukan karena Musik Tarawak Tarawoi Dalam Ritual Ngagah Harimau tersebut memiliki fungsi tersendiri. Tarawak Tarawoi merupakan musik yang digunakan dan dipercayakan bisa untuk memangil Roh nenek moyang dan penjaga hutan di desa Pulau Tenggah Kecamatan Keliling Danau Kerinci, upacara ritual itu mengambarkan bagaimana hubungan antara manusia dan harimau pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah Musik Tarawak Tarawoi Dalam Ritual Ngagah Harimau yang dikaji dari fungsi dan bentuk penyajiannya. maka penelitian ini di fokuskan pada rumusan masalah yang akan membahas: Penyajian Musik Tarawak Tarawoi Dalam Ritual Ngagah Harimau di Masyarakat Pulau Tengah Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.
Islam dan Bina Damai: Ikhtiar Membumikan Doktrin Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin Ahmad Asroni
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.237 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i2.8178

Abstract

Pasca tumbangnya rezim Orde Baru, terorisme dan radikalisme Islam di Indonesia tumbuh subur secara signifikan. Tindakan terorisme dan radikalisme berdampak buruk terhadap Islam. Publik internasional terutama publik Barat melabeli Islam sebagai teroris, agama pedang, dan predikat negatif lainnya. Artikel ini mendiskusikan fakta-fakta bahwa Islam merupakan agama damai. Hal ini dapat dilihat melalui berbagai dimensi yaitu: semantik, teologi/doktrin, sejarah, dan mistik (tasawuf). Selain memaparkan topic-topik tersebut, artikel ini lebih lanjut mendeskripsikan bagaimana mendakwahkan doktrin Islam yang damai tersebut kepada masyarakat Muslim Indonesia melalui keluarga, institusi pendidikan, ulama, dan lembaga/organisasi-organisasi Islam.
Tipologi Gerakan Mahasiswa melalui Organisasi Mahasiswa Islam di Purwokerto muhamad riza chamadi; Rifka Ahda Sumantri
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.761 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i2.8179

Abstract

Gerakan mahasiswa melalui organisasi mahasiswa Islam adalah ekspresi idealisme mahasiswa tentang keagamaan dan nasionalisme dalam bernegara Indonesia. Organisasi mahasiswa Islam di Purwokerto, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Unit Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Keempat organisasi itu masih ada di Purwokerto. Artikel ini adalah hasil dari studi deskriptif kualitatif yang bertujuan menggambarkan varian jenis gerakan mahasiswa Islam melalui empat organisasi tersebut. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisisdata menggunakan proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian telah menemukan gambaran tipologi gerakan mahasiswa Islam seperti gerakan politik, dakwah keagamaan, akademik dan karir kewirausahaan.
Pergerakan Perempuan di Minangkabau: Kiprah Rohana Kudus dalam Nasionalisme Tahun 1912-1972 Ema Pratama Agustiningsih
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.339 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i2.8180

Abstract

Tujuan artikel ini adalah mengetahui Sejarah pergerakan Rohana Kudus di Minangkabau seta Kiprah Rohana Kudus dalam Nasionalisme tahun 1912-1972. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sesuai dengan metode sejarah. Metode sejarah merupakan proses menguji dan menganalisi peninggalan masa lampau dan juga dapat merekontruksi sebanyak-banyaknya peristiwa masa lampau. Metode penelitian sejarah kritis terdiri dari empat tahapan pokok yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi fakta, dan terakhir adalah historiografi. Berdasarkan penjelasan artikel ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa pertama, Pergerakan Rohana Kudus di Minangkabau dimulai sejak timbulnya rasa kepedulian terhadap perempuan yang masih terikat adat dimana mereka hanya bisa bergerak di ranah kasur ,sumur dan dapur. Berkat kedekatanya dengan orang Belanda dan anak seorang pegawai Belanda. Rohana Kudus bisa membaca, menulis dan membuat kerajinan. Ia juga piawai dalam mengurus rumah tangganya. Kemudian yang kedua, Kiprah Rohana Kudus dalam Nasionlaisme tahun 1912 -1972 yaitu mendirikan sekolah bagi penduduk pribumi, membuat tulisan tentang perlawanan perempuan melalui Koran Sunting Melayu, membuat perempuan mandiri dalam ekonomi dengan mendirikan Kerajinan Amai Satia ( KAS) , ikut dalam perlawanan dengan perang Gerilya dan membantu dapur umum, serta ia adalah Jurnalistik dan wartawati perempuan pertama Indonesia
Menjadi Minangkabau di Dunia Melayu Kerinci: Identifikasi Akulturasi Budaya Minangkabau di Kerinci ditinjau dari Tinggalan Arkeologi dan Sejarah Asyhadi Mufsi Sadzali; Yusdi Anra; Benny Agusti Putra
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.081 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i2.8221

Abstract

Alam Kerinci salah satu wilayah pedalaman Sumatera dan dikelilingi bukit barisan yang membentang di bagian barat dan timur. Selain itu. wilayah ini berada ditengah-tengah dua kebudayaan besar yang sangat berpengaruh yaitu Melayu Jambi dan Alam Minangkabau. Suku kerinci sebagaimana juga halnya dengan suku-suku lain di Sumatera adalah penutur bahasa Austronesia. Berdasarkan bahasa dan adat-istiadat suku Kerinci dapat diikategorikan dekat dengan Minangkabau, akan tetapi dari segi administratif sejak masa keemerdekaan, Kerinci telah menjadi bagian dari Jambi. Kedua kondisi tersebut pada ahirnya mempengaruhi kebudayaan kerinci, baik dari segi artefaktual, maupun dari segi etnografinya. Pada artefak yang tersebar di Kerinci banyak kemiripan bentuk dengan artefaktt ual yang ada di Minangkabau, demikian juuga secara etnografi semisal sistim sosial yang juga matrilineal, atau garis eturunan dari Ibu. Sebagai bagian dari wilayah Jambi, identitas melayu Jambi juga melekat dalam identitas kebudayaan masyarakat kerinci. Fenomena ini pada akhirnya menjadi rumusan masalah yang membawa penulis untuk meneliti nya, lebih lanjut. Untuk menjawab ini maka digunakan metodologi arkeologi, dimulai proses ientifikasi kemudian melakukan analisis bentuk-bentuk akulturasi dua kebudayaan yang terdapat pada artefak dan tradisi masyarakat Kerinci. Hipotesa sementara, proses akulturasi yang terjadi bersifat perebutan dominasi, sehingga bentuk adopsi budaya yang paling mencolok dianggap sebagai patron budaya yang paling mempengaruhi, yang dalam hal ini adalah minangkaabu.
Menelisik Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Jambi Berbasis Cerita Rakyat dalam Membangun Peradaban Warni Warni; Rengki Afria
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.188 KB) | DOI: 10.22437/titian.v3i2.8222

Abstract

Sastra lama merupakan perwujudan dari budaya-budaya lokal masyarakat. Sastra lama hadir lewat tradisi yang secara turun-temurun terus dihadiahi dari generasi ke generasi. Di dalamnya, terkandung nilai-nilai kearifan lokal yang jika ditelisik akan membuahkan suatu ide-ide baru. Kearifan lokal merupakan suatu identitas lokal yang eksistensinya dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat setempat. Suatu bentuk kreativitas dapat dihadirkan dengan memunculkan kembali sumber daya lokal yang terdapat pada nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, akan terbangun suatu bentuk kreativitas yang berlandaskan kearifan lokal. Ini merupakan upaya dalam melestarikan kearifan lokal masyarakat serta memanfaatkannya untuk menciptakan kreativitas baru tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal. Oleh sebab itu, perlu digali kembali nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi pada masa lampau agar kreativitas masyarakat terus berkembang dengan tidak menghilangkan identitas lokal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan kembali cerita rakyat yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Dengan begitu, nilai-nilai kearifan lokal dapat digali dan diambil manfaatnya untuk membangun peradaban.
Rekonstruksi Tari Salura Buna Sebagai Warisan Budaya Melayu Jambi Raflesia Meirina; Warni
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.21 KB) | DOI: 10.22437/titian.v4i2.7609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana  pandangan masyarakat  Desa Berembang  Kabupaten Muaro Jambi terhadap tari Salura Buna, Bagaimana  proses  rekonstruksi  Tari  Salura  Buna  di Desa  Berembang Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi  dan Bagaimana hasil rekonstruksi Salura Buna di Desa Berembang Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kualtitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini di dapat beberapa konstruksi tari di antaranya : gerak meminta, gerak sembah, gerak genggam satu, gerak genggam dua, gerak lenggang putra dan gerak lenggang putri. Kata kunci : konstruksi tari, salura Buna, Melayu Jambi
Makna Simbol dalam Tradisi Burdahan di Pondok Pesantren Kramat Madliyah nur lintang utami Lintang
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.149 KB) | DOI: 10.22437/titian.v4i2.8265

Abstract

AbstractKramat Islamic Boarding School is one of the Islamic boarding schools that has a tradition of burdah prayer which is usually held on Thursday evenings Friday at eight o'clock, and the evening prayers. In the tradition of burial prayer there are things that have symbolic meaning. This study aims to determine the meaning of the symbols of the objects used in the activities of the body. This research is a library research because part of the research process utilizes various kinds of literature that are relevant to the problem under study. The data collection method uses the interview method. This research uses theoretical triangulation techniques. The data collected was analyzed by content analysis. Burdahan tradition is an activity that aims as an expression of longing and deep love for the Prophet Muhammad with all its implications. This burdah shalawat uses symbols that are used as decorative ornaments such as yellow mushrooms, ivory coconut, various fruits, various flowers that have meaning and contain advice that is so important for human life. Especially proposed for the congregation shalawat burdah. Keywords: the meaning of symbols and traditions

Page 6 of 24 | Total Record : 235