cover
Contact Name
Kartika Rizki Sudarwanti
Contact Email
kartikarizki@unwahas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS
ISSN : 25411608     EISSN : 25797123     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/abd
Jurnal Pengabdian Masyarakat Unwahas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Wahid Hasyim Semarang yang berisikan tentang hasil pengabdian masyarakat mengenai berbagai aspek ilmu yaitu Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertaniaan, Kesehatan, Sains dan Teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 196 Documents
PROGRAM PELATIHAN PERLINDUNGAN RESIKO KEBAKARAN DENGAN PENGENALAN DAN PENGGUNAAN APAR Prasetya Sigit Santosa; Ningrum Astriawati; Wegig Pratama; Waris Wibowo; Benny Hartanto
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i1.4438

Abstract

Kebakaran yang terjadi di Yogyakarta mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya naik ke tahun berikutnya, khususnya di daerah yang padat penduduknya serta pada wilayah atau daerah industri. Kebakaran merupakan hal yang sering terjadi, dan ini akan membahayakan serta mengancam keselamatan jiwa seseorang. Oleh karena itu sangat dibutuhkan sikap kesadaran serta kesiapan untuk menangani apabila terjadi kebakaran dan ini perlu peran serta dukungan baik oleh masyarakat itu sendiri maupun pemerintah setempat. Bertolak dari sering terjadinya bencana kebakaran tersebut sangat diperlukan suatu pelatihan perlindungan risiko kebakaran dengan pengenalan dan penggunaan APAR. Pelatihan yang dilakukan bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui serta memahami bagaimana bila terjadi musibah kebakaran serta bagaimana penanggulangannya. Pelatihan dilakukan di Dusun Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta, karena wilayah ini sangat padat penduduknya dan riskan terjadi kebakaran, disamping itu dusun Condong Catur letaknya berdampingan dengan kota Yogyakarta yang penduduknya padat. Peserta berjumlah 30 orang. Dari hasil pelatihan terjadi peningkatan pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan, diantaranya terjadi peningkatan pemahaman mengenai konsep segitiga api sebesar 90%, peningkatan pemahaman pengetahuan penggunaan APAR sebesar 87%, dan peningkatan konsep pemadaman tradisional mengalami peningkatan sebesar 83%. Kata kunci: APAR, Pelatihan, Kebakaran
PELATIHAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) PASIEN TUBERKULOSIS DALAM RANGKA MENGOPTIMALKAN PERAN PMO UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT DI PUSKESMAS BERINGIN RAYA Dian Handayani; Nurfijrin Ramadhani; Agung Giri Samudera; Ulvi Ditasari; Tiara Feni L; Dea Eka Rina
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i1.4429

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar bakteri TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnnya. Salah satu kunci utama dalam menjalankan strategi DOTS yang penting adalah peran pengawas menelan obat (PMO) dalam menjamin kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis. Tujuan dari PPM ini untuk mengetahui tingkat pemahaman pengawas menelan obat mengenai penyakit TB paru, peran dan tugas yang harus dijalankan sebagai seorang pengawas menelan obat di Puskesmas Beringin Raya. Metode yang digunakan pada kegiatan PPM ini adalah metode ceramah, diskusi dan tanya jawab mengenai penyakit tuberkulosis. Ceramah memaparkan materi tentang pentingnya peran Pengawas Menelan Obat pada pasien tuberkulosis sehingga dapat mengoptimalkan peran PMO sebagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan minum obat dan tercapainya keberhasilan terapi pengobatan TB. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan tingkat pemahaman pengawas menelan obat terhadap penyakit tuberkulosis, peran dan tugas yang harus dijalankan sebagai seorang pengawas menelan obat sudah baik terlihat adanya peningkatan nilai post-test menjadi 85,75 point. Kata kunci: PMO, Tuberkulusis Paru, Kepatuhan, Puskesmas Beringin Raya
INTERNALISASI PENGGUNAAN KATO NAN AMPEK DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA DI MAN 3 BATUSANGKAR Putri Yeni; Silvia Netri
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5550

Abstract

Perkembangan media sosial, internet dan pergaulan yang semakin bebas, membuat siswa tidak peka terhadap norma budaya yang ada di masyarakat, begitu juga dalam etika berkomunikasi. Komunikasi Interpersonal merupakan komunikasi yang terjadi antara 2 orang komunikator atau lebih dengan komunikan yang mengharapkan adanya feedback yang diinginkan. Sehingga terjadilah komunikasi yang efektif. Di Minangkabau, komunikasi dengan orang lain memiliki aturan serta etikanya yang disebut dengan Kato Nan ampek. Ketika siswa tidak memahami dan tidak mengaplikasikan kato nan ampek dalam berkomunikasi akan disebut di Minang Indak Tau di Nan Ampek. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa-siswi mengenai penggunaan kato nan ampek dalam komunikasi interpersonal, serta dampaknya ketika tidak mampu menggunakan etika komunikasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Hasil PKM ini menunjukkan bahwa terlihat meningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa  berkaitan dengan penggunaan kato nan ampek dalam komunikasi interpersonal. Kata kunci: Internalisasi, Kato Nan Ampek, Komunikasi Interpersonal 
Program Pengabdian Guru dan Tata Usaha TK/RA di Batam Kurniawan, Dwi Ely; Dzikri, Afdhol
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.3712

Abstract

Guru dan tata usaha merupakan ujung tombak dalam pengembangan peserta didik. Namun, banyak guru yang masih mengalami kesulitan mengikuti perkembangan berbagai metode baru dalam pembelajaran terutama pada anak PAUD. Sistem inventarisasi data di sekolahpun masih menggunakan cara konvensional (mencatat di kertas). Guru PAUD dituntut untuk selalu kreatif dalam membuat media pembelajaran yang tepat sesuai perkembangan anak. Staf administrasi (TU) dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi. Metode pelaksanaan dalam program ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tahap persiapan membuat kesepakatan untuk mengalokasikan waktu dan tempat selama program pelatihan dan pendampingan. Selain itu menganalisis kebutuhan dengan melihat spesifikasi perangkat yang sudah ada dan sistem yang sudah berjalan. Tahap pelaksanaan berupa program pelatihan dan pendampingan untuk guru dan tata usaha di Batam. Pada tahap evaluasi, dievaluasi program pelatihan dan pendampingan secara keseluruhan. Harapannya setelah pelatihan dan pendampingan, guru TK / RA dan tata usaha memiliki kemampuan dalam penguasaan media IT maupun online untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyiapkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak. Selain itu dapat terjalin kerjasama mitra secara kontinuitas.
PENGENALAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS MANDIRI KEPADA ANAK USIA BALITA DI KLINIK ERNI KELURAHAN DWIKORA KECAMATAN MEDAN HELVETIA MEDANTAHUN 2020 Ani Deswita Chaniago; Rizky Vita Losi; Agnes Ferusgel
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5546

Abstract

Pemerolehan bahasa sebagai alat komunikasi sangat penting untuk di perhatikan. Pada anak balita bahasa telah dapat diajarkan atau dikenalkan agar balita dapat berinteraksi melalui komunikasi. Dari para ahli telah kita dengarkan bahwa manusia itu dapat mengenal suara mulai dari dalam kandungan. Hal ini ternyata bukan dimulai sejak anak itu bisa bicara dapat mengenal suara yang berasal yang merupakan bahasa. Dari sini dapat diketahui bahwa pemerolehan bahasa anak dapat dilakukan sejak dini bahkan sejak usia 0 tahun. Kegiatan yang dilakukan  merupakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di lingkungan klinik Erni kecamatan Dwikora, yang mana targetnya adalah orangtua yang memiliki anak usia balita. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk memberikan sosialisasi cara dan metode dalam pengenalan kosakata Bahasa Inggris sederhana secara mandiri kepada anak usia balita oleh orangtua di rumah. Kegiatan ini dilakukan dengan mensosialisasikan metode secara langsung dengan cara mencontohkan cara mengenalkan bahasa kepada anak balita baik yang sudah bisa berbicara maupun yang belum mampu berbicara di lingkungan kecamatan Dwikora, bertepatan di klinik Erni. Hasil dari kegaitan ini  meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mengajarkan kosakata bahasa inggris pada anak secara dini Para orang tua yang mengikuti kegitan ini terlihat antusias, terlihat dari komunikasi dua arah yang berlangsung aktif, Kata kunci: Kosakata Bahasa Inggris, Balita, Orangtua 
UPGRADING GURU-GURU RAUDHATUL ATHFAL (RA) SEMARANG TIMUR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MANAJEMEN KEUANGAN BERBASIS IT Melati Oktafiyani; Yulita Setiawanta
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5542

Abstract

Manajemen dalam suatu organisasi adalah kegiatan yang mencerminkan bagaimana kemampuan suatu organisasi dalam mengelola siklus operasionalnya, mengelola dokumen dan laporan yang informasinya dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan secara efektif dan efisien. Raudhatul Athfal (RA) sebagai salah satu organisasi untuk pendidikan formal anak usia dini dihimbau untuk selalu memenuhi Standar Nasional PAUD baik dalam manajemen/pengelolaan lembaganya, sumber daya manusia, maupun sistem pendidikannya. Manajemen atau tata kelola keuangan akademik RA menjadi salah satu siklus operasional yang sangat penting dalam rangka menciptakan RA yang berkualitas dan memenuhi standar nasional. Oleh karena itu, upgrading atau peningkatan kualitas atau mutu sumber daya dari RA, khususnya guru- guru menjadi langkah awal untuk perbaikan kualitas sumber daya manusia yang akan berdampak pada perbaikan pengelolaan atau manajemen suatu organisasi. Diharapkan daengan adanya kegiatan pelatihan pemanfaatan teknologi informasi dengan microsoft office, khususnya microsoft excel yang akan diikuti oleh guru-guru RA yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam tata kelola keuangan berbasis teknologi, dimulai dari pembuatan data base keuangan akademik, pembukuan sederhana, pelaporan keuangan, hingga pertanggung jawaban atas laporan keuangan. Hasil dari kegiatan ini yaitu Peningkatan dalam pemahaman dan pengoperasian fungsi-fungsi dalam Microsoft Office Excel yang dapat digunakan untuk penyusunan administrasi keuangan (laporan keuangan) sederhanaKata kunci: Ikatan Guru Raudhatul Alfath, Manajemen Keuangan, Teknologi, Upgrading 
STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLAHAN PEPAYA MENJADI ABON GUNA MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DALAM USAHA RUMAHAN Firdausiyah Firdausiyah; Tony Yulianto; Ira Yudistira
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5547

Abstract

UMKM merupakan sektor ekonomi utama yang berperan dalam pertumbuhan perekonomian nasional. Adapun contoh UMKM salah satunya adalah usaha rumahan. Usaha rumahan berupa produk abon pepaya sudah mulai diperjualbelikan di kalangan masyarakat namun belum dikenal oleh masyarakat secara luas karena penjualan yang hanya dilakukan di sekitar lingkungan rumah. Dengan demikian dibuatlah pelatihan mengenai strategi pemasaran produk abon pepaya seperti pengemasan produk yang modern dan juga promosi melalui sosial media. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 3 ibu rumah tangga yang keluarganya memiliki tanaman buah pepaya. Hasil dari pelatihan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menyusun strategi pemasaran dalam sebuah usaha, hal ini dapat dilihat pada tingkat pemahaman mitra terhadap pelatihan yang telah diberikan yaitu  67% mitra sudah dapat memahami, 33% sedikit paham dan 0% tidak paham. Serta setelah menarapkan materi yang diberikan saat pelatihan dan dilakukan evaluasi, sehingga terjadi peningkatan penjualan dimana pada hari pertama sebelum evaluasi jumlah produk yang terjual sebanyak 4 buah dan hari kedua terjual sebanyak 6 buah. Setelah diadakan evaluasi penjualan bertambah yang awalnya pada hari pertama hanya terjual 7 buah namun pada hari kedua penjualan bertambah menjadi 11 buah. sehingga strategi pemasaran melalui pengemasan yang modern serta promosi melalui sosial media ini dapat diterapkan dalam sebuah usaha.Kata kunci: Abon, Ekonomi, Pemasaran, Pepaya 
SOSIALISASI ASPEK HUKUM PENGGUNAAN JAMU YANG MENGANDUNG BAHAN BAKU OBAT KIMIA BERBAHAYA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN Puti Priyana; Mitari Dianrachma; Rendi Ardiansyah
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5543

Abstract

Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Jamu merupakan salah satu obata tradisional yang kerap dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun banyak jamu yang mengandung bahan kimia obat berbahaya yang beredar di masyarakat. Pengabdian masyarakat dalam bentuk KKN ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih berhati – hati dalam mengkonsusmi obat tradisional khusunya jamu. Pengabdian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pendekatan virtual etnografi serta sosisalisasi kepada masyarakat secara online. Hasil pengabdian ini menyatakan bahwa masyarakat antusias dalam menerima video – video edukasi terkait Jamu yang mengandung bahan kimia obat berbahaya yang telah disebarluaskan.Kata Kunci :  Sosialisasi, Obat Tradisional, Bahan Baku Obat Kimia Berbahaya. AbstractTraditional Medicines are ingredients or ingredients in the form of plant ingredients, animal ingredients, mineral substances, galenic preparations, or mixtures of these ingredients that have been used for treatment from generation to generation, and can be applied in accordance with the prevailing norms in society. Jamu is a traditional medicine that is often consumed by Indonesians. However, many herbs contain dangerous medicinal chemicals circulating in the community. Community service in the form of Community Service Program aims to educate the public to be more careful in consuming traditional medicines, especially herbal medicine. This service uses a qualitative method, namely a virtual ethnographic approach and online socialization to the community. The results of this dedication show that the public is enthusiastic about receiving educational videos related to Jamu containing dangerous medicinal chemicals that have been distributed.Keywords : Socialization, Traditional Medicine, Hazardous Chemical Drug Raw Ingredients.
PSIKOEDUKASI UNTUK PENYADARAN POTENSI POSITIF SISWA SMK DALAM MENCEGAH KENAKALAN REMAJA Titin Suprihatin; Ruseno Arjanggi; Anisa Fitriani
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5548

Abstract

Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk mencegah terjadinya tindak kenakalan remaja yang berpotensi melanggar hukum. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara memberi psikoedukasi dalam bentuk pelatihan untuk penyadaran potensi positif siswa. Sasaran kegiatan ini adalah siswa siswi SMK Islam X.  Hasil pengukuran menggunakan Tes EPPS untuk melihat dorongan agresi siswa, diperoleh 25 siswa memiliki dorongan agresivitas dalam kategori sedang, 15 siswa termasuk kategori cukup tinggi dan 10 siswa masuk kategori tinggi. Untuk aspek need of achievement, 25 siswa memiliki dorongan berprestasi dalam kategori sedang, 20 orang dalam kategori cukup tinggi dan 7 orang masuk kategori tinggi. Data ini menjadi dasar bagi penyuluh untuk memberikan materi tentang pengendalian diri dalam rangka mencegah terjadinya perilaku agresif atau kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan diskusi menggunakan media audiovisual. Dengan pemberian psikoedukasi remaja memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang potensi non kognitif yang dimiliki dan bagaimana memanfaatkan potensi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Remaja juga mengetahui cara-cara yang dapat digunakan untuk mengendalikan diri dari dorongan agresi yang dimiliki, dapat menempatkan teman sebaya sebagai partner dalam aktivitas-aktivitas positif, dan remaja dapat memanfaatkan sumber-sumber eksternal yang ada di lingkungannya (sekolah, rumah) untuk kepentingan positif.Kata kunci: Kenakalan remaja, agresi, potensi positif, psikoedukasi 
PENERAPAN HOME VISIT DENGAN STRATEGI CONTROLLED HOME LEARNING PADA SISWA RA MIFTAHUL ULUM KEPANJEN JEMBER Fina Aunul Kafi; Dewi Latifah Yuniarti
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5544

Abstract

The impact of the Covid-19 pandemic makes the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia since March 2020 stipulates that learning to be carried out at home for all levels of education, including kindergarten. RA Miftahul Ulum Kepanjen Jember is the affected part of this policy. There are many problems faced by students and parents of RA Miftahul Ulum during the online learning process, such as absent learning interactions, low motivation, and parents do not know how to operate online learning applications. The researcher conductes community service by cooperating with RA Miftahul Ulum as a partner in implementing the home visit learning model with a controlled home learning strategy. This community service article aimed to describe home visits with controlled home learning strategies and the response of students and parents of RA Miftahul Ulum students. The research method used was a qualitative method with data collection techniques using a questionnaire involving respondents 40 parents and 40 students. The results showed that on average the students and their parents responded positively to the home visit with a controlled home learning strategy that was applied to learn at home. In conclusion, the teacher visit learning model with a controlled home learning strategy can improve the learning quality of RA Miftahul Ulum students as long as distance learning is established by the government. Keywords: home visit, motivation, controlled home learning, online, offline AbstrakDampak pandemi Covid-19 membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sejak Maret 2020 menetapkan agar pembelajaran dilakukan di rumah secara daring untuk semua jenjang pendidikan, termasuk taman kanak-kanak. RA Miftahul Ulum Kepanjen Jember menjadi bagian yang terimbas kebijakan tersebut. Banyak masalah yang dihadapi siswa dan orangtua RA Miftahul Ulum selama proses belajar daring, seperti tidak adanya interaksi belajar, motivasi belajar rendah, dan tidak semua orangtua tahu cara mengoperasikan aplikasi pembelajaran daring. Peneliti melakukan pengabdian masyarakat dengan menggandeng RA Miftahul Ulum sebagai mitra dalam menerapkan model pembelajaran home visit dengan strategi controlled home learning. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan home visit dengan strategi controled home learning dan respon siswa dan orangtua RA Miftahul Ulum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang melibatkan responden 40 orangtua dan 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata siswa dan orangtua merespon positif home visit dengan strategi controlled home learning yang diterapkan untuk pembelajaran di rumah. Kesimpulannya, model pembelajaran kunjungan guru dengan strategi controlled home learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa RA Miftahul Ulum selama ditetapkannya pembelajaran jarak jauh oleh pemerintah.Kata kunci: home visit, motivasi, controlled home learning, daring, luring

Page 11 of 20 | Total Record : 196