cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 425 Documents
Aplikasi Ekstrak Rebung Bambu sebagai GA3 Alami untuk Meningkatkan Kualitas Buah Anggur (Vitis vinifera L.) Varietas Kediri Kuning Mayadewi, Ni Nyoman Ari; Astawa, I Nyoman Gede; Danga, Jeni Rambu Yaku
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1705

Abstract

Anggur var. Kediri Kuning adalah varietas anggur unggulan yang dibudidayakan di Indonesia. Gibberellic Acid/GA3 merupakan salah satu ZPT yang menginduksi terjadinya partenokarpi, mempengaruhi perkembangan biji dalam buah. Rebung bambu merupakan bahan alami penghasil GA3 yang bisa dijadikan alternatif untuk meningkatkan kualitas buah anggur var. Kediri Kuning. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal yaitu aplikasi ekstrak rebung bambu yang terdiri dari beberapa konsentrasi yaitu : K0 = tanpa disemprot, K1 = konsentrasi 25%, K2 = konsentrasi 50%, K3 = konsentrasi 75%, K4 = konsentrasi 100%, K5 = GA3 sintetis 200 ppm (kontrol positif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi/pemberian ekstrak rebung bambu berpengaruh tidak nyata terhadap variabel morfologi buah anggur varietas Kediri Kuning. Terdapat kecenderungan pemberian konsentrasi ekstrak rebung bambu 50% mampu meningkatkan jumlah beri/tandan (43,66%), berat beri/tandan (35,54%), kandungan vitamin C (131,56%), kapasitas antioksidan (144,16%), serta mampu menurunkan jumlah biji/beri (20,24%), berat biji/beri (36,43%), total asam (68,89%) dibandingkan dengan control. Aplikasi ekstrak rebung bambu sebagai sumber GA3 pada stadia bunga mekar mampu meningkatkan kualitas anggur var. Kediri Kuning, walaupun belum bisa menciptakan anggur tanpa biji (seedless).
Exploration of the Dayak Onion (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) in the Borderlands of North Kalimantan, Indonesia Sekarsari, Retno Ayu; Damanhuri, Damanhuri; Kuswanto, Kuswanto
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1659

Abstract

The Dayak onion (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) is a plant endemic to Kalimantan, Indonesia, known for its medicinal properties. This study explores the distribution and morphological diversity of Dayak onions in the border areas of North Kalimantan, encompassing Tana Tidung, Bulungan, Malinau Regencies, and Tarakan City. Fifteen unique accessions were collected, and their morphological traits were characterized both qualitatively and quantitatively. The distribution analysis revealed an even spread of Dayak onions across the studied regions. The diversity analysis, using the Shannon-Wiener index, indicated variations in certain quantitative traits like plant height and root length, while qualitative traits like leaf and bulb characteristics remained largely uniform. Principal Component Analysis (PCA) identified key morphological characters contributing to the observed diversity, and cluster analysis revealed kinship relationships among the accessions, with some groups showing high similarity coefficients. This research provides valuable insights into the distribution, diversity, and genetic relationships of Dayak onions in North Kalimantan, contributing to potential agricultural and conservation applications.
Contribution of Non-Wood Forest Products to Community Income Around Mount Bromo Forest Areas with Special Purposes Agustina, Ana; Wardana, Miki Satria; Rahmadwiati, Rissa
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1747

Abstract

. Utilization of Non-Wood Forest Products (NWFP) by the community is divided into three categories according to economic value, namely the level of subsistence, the level of local use, and commercial. The interaction of the surrounding community with KHDTK Mount Bromo includes various uses of the area in the form of wood and non-wood, including NWFPs. Therefore, it is necessary to study the contribution of NWFPs to the income of the people around KHDTK Mount Bromo. This study aims to assess the potential of Non-Wood Forest Products (NWFPs) in the vicinity of KHDTK Mount Bromo and determine their contribution to the local community's income.  This study was conducted from January to March 2023, this study used an interview method with a questionnaire to obtain information from respondents chosen by purposive sampling in Delingan Village, Gedong Village, and Sewurejo Village, Karanganyar Regency, Central Java. The results of this study obtained information that the contribution of NWFPs to the income of the community around KHDTK Mount Bromo was 17.3% in Delingan Village, 5.18% in Gedong Village, and 20% in Sewurejo Village with the largest potential for NWFPs in the three research locations were durian, with an annual yield in Delingan Village of 1,040 kg, Gedong Village of 415 kg, and Sewurejo Village of 1,625 kg. The contribution of NWFPs in rupiah in Delingan Village is IDR 95,815,000/year; in Gedong Village is IDR 54,100,000/year; and in Sewurejo Village is IDR 116,490,000/year. The results of the F-test showed significant results with factors such as the age of the respondent, number of family members, education, land area, and distance from house to land on NWFP's income.
Aksi Gen dan Daya Gabung pada Persilangan Jagung Ketan Ungu terhadap Karakter Hasil Arsyam, Asriyanto; Saptadi, Darmawan; Sugiharto, Arifin Noor
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1750

Abstract

Program pengembangan hibrida unggul baru terus dilakukan mengingat tingginya permintaan jagung. Pemahaman sifat aksi gen yang terlibat dalam sifat tertentu sangat penting untuk meningkatkan hasil panen. Persilangan dialel berguna untuk menentukan aksi gen aditif dan non-aditif yang mengendalikan sifat-sifat yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai aksi gen dan kemampuan kombinasi pada persilangan jagung ungu. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian tempat ± 600 m dpl dengan suhu harian 18,1-31,0⁰C. Bahan yang digunakan adalah empat galur tetua jagung ungu 12 M - 01, 12 M - 02, 12 M - 03, 12 M - 04. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan perkawinan diallel penuh dengan 16 kombinasi persilangan yang terdiri dari 4 tetua, 6 persilangan antara tetua dan 6 persilangan resiprok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan varians daya gabung umum (DGU) dari tertinggi ke rendah secara berurutan terdapat pada karakter diameter tongkol (2.7678), berat jagung tanpa klobot (1.1522), berat tongkol (0.8112), berat 100 biji (0.426), kadar Brix (0.3266), jumlah baris biji/tongkol (0.2238), panjang tongkol (0.0861) dan berat jagung dengan klobot (-1.5091). Varians daya gabung khusus (DGK) dari tertinggi ke rendah secara berurutan terdapat pada karakter berat jagung dengan klobot (49.6993), berat jagung tanpa klobot (36.1253), berat tongkol (7.0353), kadar Brix (3.0065), panjang tongkol (2.1695), diameter tongkol (0.7424), jumlah baris biji/tongkol (-0.3573) dan berat 100 biji (-5.3678). Rasio varians DGU:DGK tertinggi ke terendah terdapat pada karakter diameter tongkol (3.7285), berat tongkol (0.1153), kadar Brix berat (0.1086), panjang tongkol (0.0397), berat jagung tanpa klobot (0.0319), berat jagung dengan klobot (-0.0304), jumlah baris biji/tongkol (-0.06264) dan berat 100 biji (-0.0794). Nilai rasio σ2DGU/σ2DGU yang bernilai kurang dari satu menunjukkan pengaruh DGK lebih besar daripada pengaruh DGU. Aksi gen non aditif terdapat pada karakter jumlah baris biji per tongkol, panjang tongkol, berat tongkol, berat 100 biji, berat jagung tanpa klobot, berat jagung dengan klobot dan kadar Brix. Derajat dominansi menunjukkan dominansi parsial terjadi pada karakter diameter tongkol. Dominansi berlebihan positif terjadi pada beberapa karakter berat jagung dengan klobot, berat jagung tanpa klobot, panjang tongkol, berat tongkol, berat 100 biji dan kadar Brix serta negatif pada karakter jumlah baris biji/tongkol.
Dampak Pemanfaatan Ruang terhadap Kelestarian Mangrove di Teluk Ambon, Indonesia Matitaputy, Enrico; Retraubun, A. S. W.; Selanno, Debby A. J.; Papilaya, R.L.; Puturuhu, F.
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1482

Abstract

Perkembangan Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku dan kota Orde I dalam lingkup wilayah Provinsi Maluku memicu perkembangan struktur dan pola ruang meluas ke kawasan pesisir. Dampak pembangunan yang tidak terkendali turut mempengaruhi ekosistem mangrove berupa berkurangnya luasan lahan hutan mangrove di beberapa wilayah di Kota Ambon. Dengan mengamati komunitas mangrove di Teluk Ambon dilakukan pada wilayah perairan pantai Negeri Passo, Waiheru, Nania, Negeri Lama, dan Poka, yang mewakili wilayah Teluk Ambon Dalam dan Negeri Tawiri, yang mewakili wilayah Teluk Ambon Luar. Dengan metode eksploratif dan teknik pengolahan data citra, pengamatan dan analisa dampak. Hasil penelitian menunjukan pengurangan luasan hutan mangrove dipengaruhi oleh wilayah pemanfaatan untuk permukiman penduduk, jembatan dan Pelabuhan, Pasar Mardika, Hotel/Penginapan, Restoran dan Café, tempat rekreasi, fasilitas kesehatan, penambangan bahan galian C, pertanian, docking, perikanan tangkap, perikanan budidaya, tempat pembuangan sampah, Dampaknya adalah komunitas mangrove tidak banyak ditemukan pada Teluk Ambon Bagian Luar karena pengaruh arus dan gelombang yang relatif besar dan perairan Teluk Ambon Bagian Luar ekosistem mangrove hanya ditemukan pada wilayah pantai Negeri Tawiri. Komposisi spesies mangrove pada wilayah Teluk Ambon secara keseluruhan, diperoleh 19 Spesies mangrove sejati tergolong dalam 10 famili dan 13 genus. Jumlah spesies mangrove pada perairan Teluk Ambon lebih rendah dibandingkan jumlah spesies mangrove di Indonesia. Indikator dampak juga ditunjukkan dengan nilai kualitas air sungai yang tidak sesuai dengan baku mutu (bau, warna, DO, BOD, COD dan keberadaan E. coli), semakin meningkatnya sampah padat yang dihasilkan, serta tingginya sedimentasi pada beberapa wilayah mangrove di perairan Teluk Ambon
Identification of the Role of Stakeholders in Sustainable City Forests, Case Study of Beringin Medan City Forest, North Sumatra, Indonesia Marpaung, Sutan Sahala Muda; Has, Dini Hardiani; Lubis, Dita Anggriani; Marpaung, Jihan Ulayya
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1797

Abstract

Management of forest cities becomes an essential strategy in strengthening environmental and social urban areas, particularly in facing the challenge of urbanization. This study aims to analyze stakeholders' roles, contributions, and strategies to increase synergy in the management of Medan Beringin City Forest. The MACTOR analysis method is used to understand the interaction between stakeholders and the factors influencing them. The results show that the involvement of various parties, including government regions, institutions, self-subsistent society, local community, and private sector, is essential in sustainable city management. City Government and Environment and Forestry Service's key roles in collaboration with other institutions are also seeded. Recommendation strategies can strengthen the effectiveness of management of forest cities, not only in Medan but also in other cities facing similar challenges.
Mangrove Diversity as An Indicator of Ecosystem Health on Ambon Island, Indonesia Latumahina, Fransina Sarah; Susilawati, Susilawati; Antonius, Antonius; Tewoloipaky, Wasti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1637

Abstract

The research aims to determine the species richness, diversity and distribution of mangrove populations in forest areas, which is one of the parameters of forest health in the Passo Village’s mangrove forest. It was conducted from July to August 2023 on Ambon Island using the Forest Health Monitoring Field Methods Guide. The research covered 2 hectares of mangrove forest with 3 clusters of 12 observation plots. It was found that seven species of mangroves were found in the area, namely Sonneratia alba,  Rhizophorastylosa, Avicennia marina, Aegiceras corniculatum, Bruguiera gymnorrhyza and Bruguiera parviflora. Cluster 1 had 260 trees. Cluster 2 had 321 trees, and Cluster 3 had 193 trees. The highest value of mangrove species richness was at the sapling level of 1,003. Meanwhile, the species diversity was classified as low at only 0.701 at the seedling level. The highest density of the Sonneratia alba species was 4,290, the species dominance of the Sonneratia alba was 22,240, and the highest importance index occupied by the Sonneratia alba was 160.95. Considering the low level of mangrove forest biodiversity on Ambon Island, rehabilitation and reforestation efforts are needed to maintain the quality and health of the ecosystem, especially in facing the impact of climate change on small islands.
Uji Kemampuan Bacillus spp. dalam Menghambat Ganoderma boninense Pat. Penyebab Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit Secara in Vitro Elfina, Yetti; Sukendi, Sukendi; Efriyeldi, Efriyeldi; Sutikno, Agus
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1816

Abstract

Penyakit busuk batang akar (BPB) merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan menurunnya efisiensi kelapa sawit. BPB disebabkan oleh Ganoderma boninense Pat. Alternatif pengendalian penyakit ini yang dapat dilakukan adalah dengan pengendalian hayati menggunakan Bacillus spp, karena bersifat ramah lingkungan.. Tujuan penelitian untuk menguji kemampuan Bacillus spp.  yang dapat menghambat G. boninense dan menentukan kap Bacillus spp. dalam mempengaruhi morfologi G. boninense penyebab BPB pada kelapa sawit secara in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimen dan terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan, yaitu: tanpa Bacillus spp., Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus cereus, Bacillus pseudomycoides, Bacillus velezensis 1, Bacillus velezensis 2, Bacillus velezensis 3. Data  hasil pengamatan dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% menggunakan program SPSS versi 25. Data hasil pengamatan yang diperoleh dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus spp. yaitu B. amyloliquefaciens, B. cereus,  B. pseudomycoides, B. velezensis 1, B. velezensis 2 dan B. velezensis 3 mampu menghambat G. boninense namun 3 Bacillus spp. yaitu B. cereus, B. pseudomycoides dan B. amyloliquefaciens tidak mampu menghasilkan zona hambat. B. velezensis 2 lebih baik dalam menghambat G. boninense dengan daya hambat 78,05%, zona hambat 58,8%, daya hambat filtrat 92,49%. Bacillus spp. mampu mempengaruhi karakteristik makroskopis dan mikroskopis G. boninense, dapat menyebabkan G. boninense tidak mampu menghasilkan konidia serta dapat menghambat perkecambahan spora G.boninense. 
Effect of Application of Sago Dregs and Rice Straw Biochar on Growth and Yield of Soybean (Glycine max L.) in Inceptisol Wambrauw, Sopia Fransina; Islami, Titiek; Sumarni, Titin
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1626

Abstract

This research was conducted to determine the effect of giving sago dregs and rice straw biochar on growth and yield and to determine the correct dose of biochar for use in inceptisol soil. The research was conducted at the Experimental Garden of the Research Institute for Various Nut and Tuber Crops (BALITKABI) IP2TP Jambegede, Jl. Agriculture, No.6 Kemiri Village, Kepanjen District, Malang Regency – East Java. The design used was a Randomized Block Design (RBD), which consisted of 6 treatments and was repeated four times. There are 6 treatments, namely: P0 = without biochar; P1 = 100% rice straw biochar; P 2 = sago dregs biochar 100%; p 3 = sago pulp biochar 75% + rice straw biochar 25%; p 4 = sago pulp biochar 50% + rice straw biochar 50%; p 5 = sago pulp biochar 25% + rice straw biochar 75%. Observations included plant height, number of leaves, leaf area, seed weight per plant, and weight of 100 seeds. Data were analyzed using a variance test (Anova) by MS Excel. The results of this research show that the administration of sago dregs biochar and rice straw has a significant effect on yield and growth, where treatment (P3) with a mixture or combination of 75% sago dregs + 25% rice straw biochar, gave the best response compared to other treatments, with results reached 1.64 t.ha-1. Thus, a mixture or combination of 75% sago dregs biochar + 25% rice straw biochar can be used in Inceptisol.
Identification and Characterization of Ralstonia solanacearum Species Complex from Ginger (Zingiber officinale) in Semarang Regency, Indonesia Setiawan, Andree Wijaya; Jayanti, Ruth Meike; Herawati, Maria Marina; Natalia, Kezia; Kusuma, Jonathan Galih Raka
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1731

Abstract

The Ralstonia solanacearum species complex is a highly destructive plant pathogen with a remarkably broad range of hosts, and ongoing discoveries continue to expand its host list. In May 2023, a new type of bacterial wilt affecting ginger (Z. officinale) crops in Semarang Regency, Central Java was reported. Early symptoms included sudden withering of leaves in adult plants followed by complete wilting and darkening of the vasculature, ultimately leading to plant death. This research specifically investigates the spread of Ralstonia solanacearum Species Complex within ginger cultivation in Semarang Regency. Twenty bacterial isolates were collected from soil and diseased Z. officinale plants at twenty different locations. Physiological and biochemical analyses confirmed that the causative agent for Z. officinale bacterial wilt was Ralstonia solanacearum belonging to biovar 3 and 4. The study also revealed that the distribution of this pathogen remains focused in the Banyubiru and Sumowono sub-districts. These findings will enhance our understanding of how Ralstonia solanacearum Species Complex spreads among ginger crops and its impact on them.