cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 425 Documents
Application of Central Composite Design in the Pyrolysis Process for Making Bio-Oil Based on Meranti Wood Sawdust (Shorea pinang) Widyawati, Yeti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1457

Abstract

Renewable energy sources are gaining importance to counteract the harmful effects of fossil fuel consumption on climate change. Among these sources, bioenergy is a viable option that can be derived from different forms of biomass and used as fuel for various purposes such as transportation, power generation, buildings, and industry. Meranti sawdust is a readily available biomass source in Indonesia that can be converted into bio-oil through pyrolytic processes. Therefore, this research aims to determine the impact of key parameters, including temperature, reaction time, and particle size, on the pyrolysis process and identify optimal yield conditions. The central composite design is the method used to determine the optimal value of the operating factors of the maximum yield of bio-oil. The results showed that the optimal conditions for the pyrolysis process are achieved at 377°C, 100 minutes of reaction time, and 0.46 mm particle size, yielding 41.48%.
Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Keputusan Petani untuk Tetap Berusaha Tani Markisa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia Azrani, Utari; Ayu, Sri Fajar; Salmiah, Salmiah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keputusan petani untuk tetap membudidayakan markisa di Kabupaten Karo dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pengalaman bertani, pendapatan, dan lahan pertanian. Sebanyak 62 peserta dilibatkan dalam penelitian yang dilakukan antara April hingga Juni 2022 di empat kecamatan di Kabupaten Karo yang menghasilkan buah markisa. Teknik analisis logistik biner digunakan untuk menganalisis data. Temuan menunjukkan bahwa keputusan petani untuk terus menanam markisa di Kabupaten Karo sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan dan lahan yang tersedia. Selama ini berlangsung, tindakan petani tidak banyak dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan atau pengalaman bertani sebelumnya.
Analisis Kualitas Tanah dan Arahan Pengelolaan pada Lahan di DAS UNDA Provinsi Bali, Indonesia Febriana, Anastasia; Trigunasih, Ni Made; Sumarniasih, Made Sri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1309

Abstract

Produktivitas lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Unda terjadi penurunan akibat jenis tanah Regosol yang sangat rentan pada erosi; serta 45,64% bentuk permukaannya tergolong bergelombang, berbukit sampai bergunung, dan berkembangnya tempat galian C secara ilegal di beberapa tempat. Data kualitas tanah yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk pengelolaan tanah yang dapat meningkatkan kualitas tanah untuk meningkatkan produktivitas lahan di DAS Unda. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas tanah pada lahan di DAS Unda; untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi faktor pembatas pada kualitas tanah di DAS Unda; untuk mengetahui sebaran spasial kualitas tanah di DAS Unda; memberikan arahan pengelolaan tanah berdasarkan faktor pembatas yang diperoleh di DAS Unda. Penelitian dilaksanakan di lahan DAS Unda yang melalui Kabupaten Bangli, Karangasem dan Klungkung, Provinsi Bali. dan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan metode survei, analisis tanah di laboratorium, dan penetapan kualitas tanah. Indikator kualitas tanah yang diukur sebagai minimum data set (MDS): berat volume tanah, tekstur tanah, porositas, kadar air kapasitas lapang, pH, C-organik, KTK, KB, unsur hara (N, P dan K), dan C-biomassa. Hasil penelitian menunjukkan kualitas tanah pada lokasi penelitian tergolong buruk tingginya tingkat erosi tanah dan kurangnya kandungan bahan organik pada tanah pada SLH 2, 5, 7, 15, 16 dan 17. Pada SLH 3, 4, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 26, 27 dan 28 menunjukkan kualitas tanah sedang diakibatkan berbagai faktor seperti kelembaban tanah yang tinggi, kandungan bahan organik yang rendah, kandungan bahan hara yang tidak seimbang, kondisi morfologi tanah yang kurang ideal, dan penggunaan pupuk yang kurang tepat, pH rendah dan kepadatan tanah. Berbeda dengan SLH 1 (Desa Pempatan), 14 (Desa Menanga), 24 (Desa Gunaksa) dan 25 (Desa Telaga Tawang) dengan nilai IKT 25 tergolong kualitas baik. Faktor-faktor pembatas di daerah penelitian meliputi: pH tanah, tekstur tanah, porositas, P-tersedia, N-total, C-organik dan C-Biomassa. Direkomendasikan pengolahan tanah dengan menggunakan pemupukan dengan pupuk organik dan Urea pada SLH 1, 4, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 16, 18, 20, 22, 23, 26, dan 27. Pemupukan SP-36/TSP dianjurkan pada SLH 12, 24, 25, dan 28.
Pengaruh Pemberian Biochar Limbah Pisang terhadap Kesuburan Tanah Wedayani, Ni Made; Rai, I Nyoman; Mahardika, I Gede; Wijana, I Made Sara
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1533

Abstract

Tanah pertanian di Subak Kerdung terindikasi mengalami pencemaran logam berat. Pencemaran tanah yang terjadi dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk dan pestisida berlebih selama proses budidaya serta akibat kontaminan logam berat yang terkandung pada aliran air. Untuk meminimalisir kontaminan logam berat yang diserap tanaman dan tanah serta meningkatkan kesuburan tanah, diperlukan agen pembenah tanah berupa biochar. Biochar berbahan limbah pisang dapat menjadi suatu alternatif bahan bakunya karena mudah didapat dan efektif dalam menanggulangi logam berat. Penelitian dilakukan di rumah kaca, kebun percobaan Universitas Udayana dalam rentang waktu tiga bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biochar limbah pisang dalam meningkatkan variabel kesuburan pada sampel tanah yang diambil dari Subak Kerdung. Penelitian tersebut menggunakan metode eksperimen, yakni rancangan acak kelompok (RAK) tersarang 2 faktor dengan 3 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah jenis dan dosis limbah pisang sebagai bahan pembuat biochar. Jenis limbah pisang yang digunakan terdiri atas empat taraf, yaitu biochar batang pisang (Bt), biochar kulit buah pisang (Kl), biochar tandan buah pisang (Tn), dan biochar campuran (batang pisang+ kulit buah pisang+ tandan buah pisang) (Cam) serta kontrol (tanpa pemberian biochar). Sedangkan, dosis biochar juga terdiri atas empat taraf, yaitu 0t.ha-1 (D0), 5t.ha-1 (D1), 10t.ha-1 (D2), dan 15t.ha-1 (D3). Variabel kimia tanah yang diuji meliputi C-organik, N total, KTK, kadar air, dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan biochar kulit buah pisang dosis 5t.ha-1 dapat meningkatkan nilai C-organik tanah secara maksimal, biochar batang pisang dosis 15t.ha-1 dapat meningkatkan nilai N-total dan kadar air secara maksimal, dan pengaplikasian biochar batang pisang dosis 5t.ha-1 dapat meningkatkan nilai KTK secara maksimal dibandingkan dengan tanah tanpa biochar.
Pengaruh Jenis Cacing dengan Komposisi Media Bahan Baku Batang Pisang, Kotoran Sapi dan Cocopeat terhadap Kandungan Unsur Kimia Vermikompos Arohman, Dennes Fajar; Priyadarshini, Rossyda; Santoso, Setyo Budi
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1232

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, berpengaruh terhadap buangan limbah yang ditimbulkan oleh aktivitas sehari – hari. Limbah organik dapat menimbulkan pencemaran, untuk mengurangi dampak dapat diolah menjadi pupuk kompos dengan cara vermikomposting. Vermikomposting adalah proses merombak bahan organik dengan bantuan cacing sebagai dekomposer dengan kotoran cacing sebagai produk akhir. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi media bahan baku vermikompos serta jenis cacing terhadap kualitas vermikompos yang dikukur dari kadar unsur hara  C-organik, N, P, K, dan C/N Rasio. Pada pengomposan menggunakan metode RAL faktorial dengan dalam pembuatan pupuk vermikompos, dengan faktor A yaitu (A0) tanpa cacing, jenis cacing Eudrilus eugeniae (A1) dan cacing Lumbricus Sp (A2), kemudian faktor berikutnya adalah komposisi dari bahan baku Cocopeat, Kotoran sapi dan Batang pisang, didapatkan komposisi sebagian berikut : B1 : Batang Pisang 50% + Kotoran Sapi 25% + Serabut Kelapa 25% , B2 : Batang Pisang 25% + Kotoran Sapi 50% + Serabut Kelapa 25%, B3 : Batang Pisang 25% + Kotoran Sapi 25% + Serabut Kelapa 50%. Faktor tersebut akan menghasilkan pupuk kascing memiliki unsur hara sesuai dengan standar SNI NO.261/2019 tentang spesifikasi pupuk organik padat, pada perlakuan pemberian jenis cacing Eudrilus dengan komposisi bahan baku B2 mendapatkan hasil parameter kimia yang terbaik, ditinjau dari kandungan C-Organik, N-total, K-total dan C/N Rasio yang telah memenuhi persyaratan sedangkan pada unsur P-total belum memenuhi persyaratan dengan syarat minimum 2.
Use of PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) to Increase Yields of Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L.) in Monoculture Planting Systems and Under the Shade of Mature Citrus Plants Aryanada, Povarezza; Tyasmoro, Setyono Yudo; Widaryanto, Eko
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1471

Abstract

Cayenne pepper is a vegetable commodity, which can be categorized as a commercial commodity and has the potential to be developed. The problem that arises is that more and more agricultural land is getting damaged. One effort to overcome this problem is to use organic fertilizers such as PGPR. The purpose of this study was to obtain the optimum dose of PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) on the growth and yield (quantity and quality) of cayenne pepper in a monoculture cropping system and under the shade of mature citrus trees. The research was conducted in a Citrus Orchard, Tegalgondo Village, Karangploso District, Malang Regency. The time of the research was carried out in December 2022 - March 2023. This study used a Randomized Block Design (RBD) with two factors, namely the concentration of PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) and the planting system. The first factor is the treatment of the application of the planting system which consists of 2 levels, namely MN (Monoculture) TS (Under the Orange Shade). The second factor was the treatment of PGPR concentration consisting of 4 levels, namely, P0 (without PGPR), P10 (10 ml.-1 concentration), P20 (20 ml.-1 concentration), P30 (30 ml.-1 concentration) and Treatment randomized in each group. and cropping system treatment. The results showed that there was no real interaction between the cropping system and PGPR on the growth of cayenne pepper plants. This is because there is a different effect on each treatment.
Pengaruh POC Rumput Laut sebagai Substitusi Nutrisi AB Mix pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) dengan Sistem Hidroponik Pangaribuan, Darwin H.; Widagdo, Setyo; Ginting, Yohannes C.; Saputri, Intania Puput; Fathulloh, M.
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1069

Abstract

Budidaya hidroponik umumnya menggunakan nutrisi AB Mix yang mengandung unsur hara yang lengkap.  Penggunaan pupuk organik cair (POC) dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengurangi kebutuhan nutrisi AB Mix. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh pemberian POC rumput laut sebagai substitusi nutrisi AB Mix (2) Mengetahui komposisi terbaik POC rumput laut yang disubstitusikan dengan nutrisi AB Mix. Perlakuan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan tunggal dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas empat taraf, yaitu R0 (100% AB Mix), R1 (AB Mix 75% + POC rumput laut 25%), R2 (AB Mix 50% + POC rumput laut 50%), dan R3 (AB Mix 25% + POC rumput laut 75%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC rumput laut sebanyak 25% sebagai substitusi nutrisi AB Mix setara dengan kualitas nutrisi AB Mix 100% yang ditunjukkan oleh variabel pengamatan dengan rata-rata panjang daun 17,26 cm, lebar daun 12,42 cm, jumlah daun 12,50, tingkat kehijauan daun 37,08, jumlah stomata daun 30,33, bobot segar batang dan daun 159,50 g, bobot kering batang dan daun 12,00 g, bobot segar akar 5,17 g, bobot kering akar0,78 g, dan diameter batang 12,00 mm. Komposisi terbaik POC rumput laut yang disubstitusikan dengan nutrisi AB Mix yaitu AB Mix 75% + POC rumput laut 25%, yang dibuktikan dengan bobo segar daun dan batang sebesar159,50 g atau mampu bersaing sebesar 99,27 % dari perlakuan 100 % AB Mix.
Association of Single Nucleotide Polymorphisms (SNPS) to Black Spot Resistance in Roses Yemer, Genet Kebede; Debener, Thomas; Linde, Marcus; Maiss, Edgar
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1316

Abstract

Rose black spot caused by Diplocarpon rosae is the most severe and global disease of garden roses. Breeding of disease resistant varieties is one of the most important goals of modern garden rose breeding. Single nucleotide polymorphisms (SNPs) are the most abundant type of polymorphism found in eukaryotic genomes. SNP markers can be used in a wide variety of applications, including association studies, genetic diversity analysis, and marker-assisted selection in plant breeding programs. The aim of this project was to analyze black spot resistance in a rose association panel through leaf inoculation assays with single isolate pathotypes as well as a field mixture of D. rosae isolates and to establish a relationship between resistance and the available SNP markers. In this study, 96 diverse cultivars of roses were evaluated phenotypically for resistance against black spot through artificial inoculations. 63000 SNPs that were developed in previous studies were used to genetically analyze the cultivars and find associations with resistance against black spot disease using mixed linear model in TASSEL 3.0. Differences in the phenotypic reaction to field mixture of isolates and the Ab13 single conidial isolate of this pathogen were observed between genotypes. One hundred and forty-nine SNPs were found to be significantly associated with resistance against field mixtures of black spot. For the Ab13 single isolate, only one significant SNP was found. These SNPs were mapped on the rose chromosomes, and found on chromosome one, three and four. These associated SNP and Rdr1 markers can be used for marker-assisted selection in breeding for black spot resistance in rose. 
Deteksi Fusarium Patogenik Terbawa Umbi Benih Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium cepa L. group aggregatum) Hanif, Andini; Wiyono, Suryo; Munif, Abdul; Hidayat, Sri Hendrastuti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1567

Abstract

Infeksi patogen tanaman merupakan salah satu penyebab menurunnya produksi bawang merah di Indonesia. Salah satu penyakit utama pada bawang merah adalah busuk pangkal batang yang disebabkan oleh infeksi Fusarium oxysporum. Infeksi Fusarium patogenik pada umbi benih bawang merah dapat menyebabkan kejadian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman bawang merah. Oleh karena itu perlu dilakukan uji kesehatan umbi benih, untuk mendeteksi keberadaan Fusarium patogenik pada umbi benih bawang merah. Uji kesehatan umbi benih bawang merah dilakukan dengan menggunakan metode blotter test. Selanjutnya isolat Fusarium yang muncul dari hasil blotter test diuji sifat patogenisitasnya pada umbi dan tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Fusarium terbawa umbi benih bawang merah pada beberapa varietas dan sifat patogenisitasnya. Hasil penelitian menunjukkan varietas bawang merah dengan persen infeksi Fusarium tertinggi pada varietas Bima (74,5%) dengan nekrosis basal plate (79%). Hasil uji patogenisitas menunjukkan dari 60 isolat Fusarium diperoleh dari uji blotter test, 46,6% merupakan isolat Fusarium patogenik.
Keragaman Genetik dan Heritabilitas pada Keturunan Hasil Persilangan Blewah (Cucumis melo var. Cantalupensis) dan Melon (Cucumis melo L.) Sholihatin, Rosyita; Ashari, Sumeru; Kuswanto, Kuswanto
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i3.1399

Abstract

Blewah merupakan tanaman yang masuk ke dalam genus cucumis melo yang memiliki keunggulan tekstur daging buah yang lunak dan tebal, namun memiliki tingkat kemanisan rendah sehingga nilai ekonominya rendah. Penelitian bertujuan untuk memperbaiki kualitas tanaman blewah melalui persilangan dengan tanaman melon yang memiliki rasa yang manis.  Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan, masing-masing perlakuan diulang enam kali sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap parameter tinggi Tanaman, Diameter Batang, Umur Tanaman, Bobot Buah, Diameter Buah, Panjang Buah, Ketebalan buah, dan Tingkat Kemanisan. Data hasil pengamatan dianalisa dengan analisis keragaman, uji lanjut Duncan Multiple Range Test, koefisien keragaman genetic (KKG), dan analisis heritabilitas. Perhitungan kergaman genetik dan heritabilitas hasil persilangan dilakukan untuk melihat besarnya keragaman yang disebabkan oleh faktor genetik dan besarnya kontrusi tetua kepada keturunannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai koefisien keragaman genetik (KKG) dan heritabilitas beragam yang berkisar 2,14% -44,57%. KKG yang tergolong tinggi adalah pada parameter bobot buah (44,57%) dan panjang buah (36,21%). Hal ini menunjukan bahwa keragaman bobot buah dan pnjang buah dipengaruhi oleh factor genetic. Nilai heritabilitas yang tergolong tinggi ialah pada parameter panjang buah (0,74), diameter buah (0,52), bobot buah (0,50), dan tingkat kemanisan buah (0,50). Hal ini berarti bahwa pewarisan sifat dari tetua pada keturunan tertinggi pada parameter panjang buah, diameter buah, bobot buah dan tingkat kemanisan buah. Nilai rata-rata keturunan pertama hasil persilangan blewah dan melon berada diantara kedua tetua. Karakteristik keturunan pertama hasil persilangan merupakan penggabungan dari karakteristik kedua tetuanya.