cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya
ISSN : 25028626     EISSN : 25494074     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Besaung is a scientific journal Visual Communication Design Study Program, Faculty of Government and Culture of the University of Indo Global Mandiri which includes the results of research, meetings, community service, conceptual coordination (thinking), and analytical studies in the fields of art, design and culture. Besaung is expected to be a medium for writers to publish their works, so publishing this journal can help in advancing science in the fields of art, design and culture. This journal is published twice in one year in March and September.
Articles 317 Documents
Pelestarian Sardundun Sebagai Budaya Masyarakat Di Desa Tanjung Bulan Fadhilah Hidayatullah
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 5, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i1.1798

Abstract

Artikel ini membahas hasil penelitian pada sastra tutur Sardundun yang ada di desa Tanjung Bulan, Kecamatan Pulau Beringin (OKU Selatan). Dilatar belakangi oleh perlunya pewarisan budaya lokal yang mempunyai nilai kehidupan, namun sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakatnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah menyajikan syair yang terdapat unsur budaya bahasa dan seni yang mempunyai kekayaan budaya lokal daerah setempat. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah agar masyarakat mengetahui bahwa provinsi Sumatera Selatan memiliki kebudayaan pada sastra tutur Sardundun. Nilai yang terkandung adalah prinsip kehidupan yang ada pada makhluk adalah dengan menyampaikan rasa syukur pada sang pencipta, yang didasari pada hati nurani melalui media bahasa yang dituturkan. Melalui pewarisannya dapat dilakukan dengan media bahasa yang dituturkan. Namun tidak sebatas lisan, akan tetapi lisan yang dituliskan. Awalnya dalam bentuk tuturan yang dilisankan, saat ini hanya dapat dilakukan dengan cara dituturkan melalui media tulis. Melalui pewarisan budaya lokal tersebut sangat tepat dilakukan dengan media tulis kemudian baru dituturkan. Pewarisan tersebut lebih efektif dilakukan di lembaga pendidikan, karena sebagai wadah dalam proses belajar dan mengajar. Rekomendasi untuk dilakukan penelitian lanjutan, sehingga dapat dijadikan sebagai materi untuk dunia pendidikan, sehingga transformasi budaya lokal sardundun terlaksana dan pewarisannya dapat terwujud. Dengan demikian budaya lokal tersebut tetap eksis dan ada ditengah masyarakat tempat tuturan itu lahir, serta familiar ditengah masyarakat pada umumnya.
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PROMOSI KERAJINAN LAKER PALEMBANG Galang Sabillah Bahar; Husni Mubarat; Bobby Halim
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i2.1857

Abstract

Laker is a typical Palembang handicraft in the form of all products or household utensils made of wood, rattan, bamboo or whatever is painted with black ink and then coated with varnish as an ingredient to beautify it as well aspreservative. In this modern era the use of Crafts Laker in palembang is increasingly fading and it's not longer a culture in the City of palembang, especially the younger generation. The lack of promotion carried out on Laker handicrafts has made many of today's young generations not too familiar with Laker crafts, not even a few of them don’t know at all what laker craft is. Moreover, in the current development era, there is a fear of changing cultural heritage forms as a result of the impact of the development and progress of modern technology and other cultural elements that come from outside. To avoid this, visual promotion efforts are needed to the people of Palembang. This promotion was carried out to be able to invite the people of Palembang to cultivate laker crafts in daily life,especially the younger generation. Therefore the Visual Communication Design, Promotion of Laker Crafts is a form of persuasive effort to the people of Palembang, especially to get to know the Laker Crafts so that they can instill a sense of love and pride in Palembang Laker crafts that are known to the Palembang youth, and can invite Palembang people, especially the younger generation cultivate Laker crafts in daily life along with the trends of the times. Keywords : Traditional Craft, Palembang’s Laker, Unique Craft
ANALISIS POSTER VIDEO KLIP LATHI : KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE Sitompul, Anni Lamria; Patriansyah, Mukhsin; Pangestu, Risvi
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v6i1.1830

Abstract

Komunikasi dari masa ke masa terus mengalami perkembangan, mulai dari penggunaan sinyal asap, drum, penemuan kertas, telegraf, telepon, komputer, email hingga menuju internet sebagai media dalam berkomunikasi. Salah satu yang media komunikasi yang berkembang saat ini adalah poster. Poster dipakai untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada masyarakat umumnya dicetak dan ditempatkan di ruang publik atau melalui media yang sekarang familiar yaitu media sosial. Tanda visual yang digunakan designer dalam poster ditujukan kepada masyarakat supaya masyarakat dapat mengerti pesan dan tujuan informasinya. Penggunaan tanda visual poster dari video klip lagu “Lathi” yang mengangkat akan tema toxic relationship sangat menarik untuk ditelusuri, dibedah dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan semiotika. Semiotika adalah kajian ilmu mengenai tanda yang ada dalam kehidupan manusia serta makna dibalik tanda tersebut. Tanda visual yang akan diangkat untuk dianalisa dalam tulisan ini adalah sistem tanda dalam bentuk poster dari video klip lagu “Lathi” karya dari Andy Andrians (Art Director dari Lathi).
ANALISIS MELODI LAGU ANEUK YATIM CIPTAAN RAFLY KANDE Abdul Rozak; Haria Nanda Pratama; Rico Gusmanto
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i2.1839

Abstract

Aneuk Yatim adalah lagu yang diciptakan pada tahun 1999 oleh Rafly, memiliki pesan dan makna perdamaian dalam merespon persoalan gejolak politik di Aceh, serta merepresentasikan kondisi anak-anak di Aceh pada masa konflik. Melalui lirik maupun melodi, Rafly mampu menciptakan suasana kesedihan yang dapat dirasakan oleh masyarakat terhadap kondisi dan situasi di masa konflik. Vokal pada lagu Aneuk Yatim ciptaan Rafly memiliki struktur dan bentuk melodi yang terdiri dari ornamen musik, susunan perjalanan melodi dan scale. Penelitian ini menguraikan melodi pada lagu Aneuk Yatim ciptaan Rafly Kande menggunakan teori musik Barat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui metode analisis melodi pada musik Pop di Indonesia umumnya dan musik Pop daerah khususnya. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif, dengan metode analisis deskriptif, dibantu dengan pendekatan etik dan emik untuk mempermudah kelancaran dalam proses pencarian data. Pemilihan metode dan pendekatan dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan partisipan. Bentuk dan struktur melodi pada lagu Aneuk Yatim ciptaan Rafly Kande terdiri dari dua bagian dengan tempo 60 bpm, yang masing-masing bagian dibagi dalam dua kalimat/periode. Pada kalimat tersebut disusun berdasarkan bermacam-macam bentuk motif, yang masing-masing motif memiliki melodi dan scale yang diulang pada periode/kalimat selanjutnya dengan sedikit perubahan melodi pada akhir figures (frase penutup). Penggunaan tangganada pada lagu ini adalah Tangganada Minor Asli dan Minor Harmonis, dengan teknik pengembangan sekuen, diminished, dan augmented. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi acuan dan referensi dalam perspektif objek formal maupun objek material, terkait dengan analisis bentuk dan struktur melodi, pengembangan pola melodi yang dibahas dalam keilmuan musik Barat.
Keberadaan Musik Gong Buleuh pada Masyarakat Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi Deria Sepdwiko
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 5, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i1.1799

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengungkapkan Keberadaan Musik Gong Buleuh Pada Masyarakat Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi, jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan metode menginterprestasikan fenomena berdasarkan isu-isu seni pada masyarakat Kota Sungai Penuh. Objek penelitian ini adalah Keberadaan Musik Gong Buleuh pada Masyarakat Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi. Data yang di kumpul melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan berpedoman pada teknik etnografi. Adapun temuan hasil penelitian ini menyatakan bahwa Keberadaan musik Gong Buleuh ini di tengah masyarakat, sangat berperan penting dalam upacara Kenduhai Sko. Keunikan dalam sebuah instrumental yag terbuat dari buluh sesuai dengan keadaan Ekologi daerah Kota Sungai Penuh. Dengan demikian keberadaan musik Gong Buleuh ini tidak terpuruk bagi generasi muda tentunya menggali eksistensi agar tetap dilestarikan oleh budaya khususnya Kota Sungai Penuh. Musik Gong Buleuh  sebagai  kesenian tradisional memberikan makna  dalam kehidupan masyarakat Kerinci dan penampilannya memiliki aturan-aturan tertentu yang tidak boleh dilanggar. Apabila dilanggar akan mendapat sangsi sehingga musik Gong Buleuh bersifat ritual dalam upacara Kenduri Sko. Upacara  Kenduri Sko yang dilaksanakan dalam sepuluh tahun sekali sebagai pembersih benda-benda pusaka juga merupakan ajang silahturrahmi antar lapisan masyarakat. Dalam acara ini tanpa  menampilkan musik Gong Buleuh maka upacara dianggap tidak bermakna bagi masyarakat Kota Sungai Penuh. Dengan adanya musik Gong Buleuh dalam upacara Kenduri Sko masyarakat dapat berkomunikasi dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk meresmikan pembukaan Kenduri Sko tersebut.  
BENTUK LAGU MARS FKIP UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG IRINGAN MUSIK FORMAT ORKESTRA Silo Siswanto
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i2.1858

Abstract

The motto of PGRI Palembang University is that the campus advances with quality. Then a need for faculties to make a stragi in providing encouragement and motivation to the academic community to carry out the tri dharma of higher education. (FKIP) Palembang PGRI University through its highest leadership in the faculty gave a letter of assignment to work on the Mars song FKIP PGRI Palembang University to one of the music art lecturers in the performing arts education study program named Silo Siswanto, M.Sn. Then the Mars song was finished on July 23, 2018 and was launched on July 31, 2018 in the FKIP University of Palembang PGIP judicial event held at the Science Center building at the PGRI University in Palembang. Regarding the form in the Mars song, of course, this song has pieces of melody that are often known by the term phrases or musical sentences that make up the song. while the accompaniment music is arranged in an orchestra format. The formulation of the problem. (1) What is the form of Mars FKIP University PGRI Palembang song. (2) How is the accompaniment of Mars FKIP Palembang PGRI University music with orchestra format. The results of the discussion FKIP march song has a poly metric musical form where the antecedent phrase and consequent phrase do not have the same number of bars for example period C has 9 bars consisting of the phrase d 4 bars and the phrase e 5 bars.Keywords: Song Form, Mars Song, Orchestra
SENI REJUNG SEBAGAI SASTRA TUTUR ETNIK SEMENDE BERMUATAN NILAI BUDAYA LOKAL Hidayatullah, Fadhilah
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v6i1.1831

Abstract

Artikel ini membahas hasil penelitian pada seni Rejung yang ada di desa Tanjung Bulan, Kecamatan Pulau Beringin (OKU Selatan). Dilatar belakangi, perlunya untuk dipelajari dan ditransformasikan terhadap regenerasi. Karena kaya akan nilai budaya lokal. Pendekatan yang digunakan dalam  penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah terdapat syair yang memuat nilai kehidupan berisi pesan; nasihat, moral, sosial, relegi, dan estetik. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan isi pada seni rejung, baik tersurat maupun tersirat. Nilai yang terkandung adalah nilai-nilai kearifan lokal sebagai pedoman dalam pendidikan karakter. Direkomendasikan agar ada penelitian lanjutan, sehingga dapat dijadikan sebagai materi untuk dunia pendidikan, khususnya ditingkat Sekolah Dasar, sebagai materi pendidikan karakter anak, karena memuat nilai-nilai kehidupan yang berbudaya lokal etnik Semende. Seni rejung memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Nilai kebudayaannya yang lebih pada nilai-nilai kehidupan. Adapun nilai kehidupan yang terdapat pada seni rejung yang meliputi; nilai amanat dan nasihat, nilai moral, nilai religius, dan nilai estetis. Nilai amanat dan nasihat yang berkembang pada syair seni rejung yang disampaikan melalui syair seni rejung dengan berbagai judul dan jenis pantun yang diciptakan para senimannya. Nilai-nilai amanat yang terkandung melalui syair yang disajikan dalam bentuk sajian vokal dengan berbagai kenjun yang berbeda. Kemudian pada nilai estetis. Nilai estetis pada seni rejung yakni terlihat pada kenjun disetiap penyajiannya. Kenjun merupakan naik turunnya pada melodi lagu seni rejung. Kenjun tersebut dapat dimaknai pada nilai keindahan, karena adat Semende adalah adat yang indah dan damai, serta penuh dengan kasih sayang. Hal tersebut masih berhubungan dengan aturan hukum adat yang di anut, karena hukum adat Semende adalah berkiblat pada agama Islam. Keseniannya pun bermuatan nilai-nilai kehidupan sesuai dengan hukum dan syariat Islam.
BENTUK POLA PUKULAN KELUHKUPAN PADA MASYARAKAT SUKU DAYA MUARADUA OKU SELATAN Auzi Madona Adoma
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i2.1840

Abstract

Keluhkupan merupakan suatu alat tradisi yang digunakan masyarakat suku Daya sebagai penyampai informasi dengan menggunakan kayu utama (keluhkupan) dan tongkat (helu) yang dipukulkan dengan pukulan pukulan keras yang memiliki pola-pola irama berbeda dari tanda-tanda musibah yang ada pada tiap pukulan keluhkupan, diantaranya adalah musibah kematian, bencana alam dan huruhara. Adapun ketiga pukulan ini memiliki pola bunyi yang berbeda baik dari dinamika, tempo dan ritme. Masyarakat yang dipercaya untuk memukul Keluhkupan hanya diperbolehkan adalah tokoh adat (laki-laki saja) serta yang menabuh Keluhkupan harus benar-benar mengetahui bagaimana bentuk pola-pola bunyi pukulan Negu Kematian, Negu Sasah Bencana dan Negu Sasah Huru-hara. Negu Kematian dilakukan bila ada masyarakat desa yang meninggal dunia, tokoh adat memukul Keluhkupan dari lembut hingga semakin kuat dengan pukulan dari perlahan hingga semakin cepat. Negu Sasah Bencana pukulan ini dilakukan jika ada bencana tokah adat memukul Keluhkupan dengan kuat dan cepat. Negu Sasah Huru-hara pukulan ini sebagai isyarat bahwa telah terjadi perkelahian tokoh adat memukul Keluhkupan dengan cepat dan kuat yang menandakan tergesah-gesah atau Kesasah.
MANAJEMEN SANGGAR SENI TARI TRADISIONAL DINDA BESTARI DI KOTA PALEMBANG Nurdin Nurdin
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 5, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i1.1800

Abstract

Sanggar Seni Tari Tradisional Dinda Bestari merupakan sanggar tari yang mengajarkan tari tradisional, tari kreasi dan tari kontemporer. Di sanggar ini juga mengajarkan tari anak-anak dan membuka kelas khusus anak-anak. Dalam sanggar ini siswa yang tergabung tidak hanya anak dan remaja akan tetapi ada juga yang dewasa.Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan seperti apa manajemen Sanggar Seni Tari Tradisional Dinda Bestari yang berdomisili di Kota Palembang Sumatera Selatan, yang menerapkan fungsi manajemen pada semua aspek kegiatan sanggar diantaranya perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan dan pengendalian. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah saya sendiri selaku pemilik, pendiri dan sekaligus pengelolah sanggar ini. Objek penelitian ini yaitu Sanggar Seni Tari Tradisional Dinda Bestari di Kota Palembang yang meliputi, latar belakang berdirinya dan sistem manajemen yang diterapkan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu participant observe, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan human instrument yaitu peneliti itu sendiri yang berperan sebagai instrumennya, berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data, dan membuat kesimpulan atas temuannya. Teknik analisi data menggunakan reduksi data, deskripsi data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa Sanggar Seni Tari Tradisional Dinda Bestari menggunakan fungsi manajemen  sebagai (1) perencanaan (Planning), (2) pengorganisasian (Organizing), (3) pelaksanaan (Actuating), dan (4) pengawasan (Controlling).
PELAJARAN SENI BUDAYA PADA PELAKSANAAN PPL MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP 35 NEGERI PALEMBANG Ilhaq, Muhsin; Fadillah, Yenny
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v6i1.1832

Abstract

Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan suatu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), meningkatkan mutu lulusan serta sebagai pra-kondisi mahasiswa calon guru mengenali lingkungan sekolah dan mendapatkan pengalaman mengajar. Berbeda dengan pelaksanaan PPL sebelumnya, fenomena pandemi Covid-19 terjadi bertepatan dengan pelaksanaan PPL tahun 2020. Kondisi yang tidak biasa tersebut menuntut pihak pelaksana dan pihak terkait lainnya untuk bijaksana menyikapi keadaan tersebut. Kepala Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi dan mendeskripsikan pembelajaran seni budaya dengan materi pokok seni rupa, seni musik dan seni tari di sekolah SMP 35 Negeri Palembang oleh mahasiswa peserta PPL masa pandemi covid-19, mulai dari persiapan perangkat pembelajaran, sistem pelaksanaan pembelajaran dan teknik evaluasi. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian, kebijakan kepala sekolah yang tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah baik pusat maupun daerah, mahasiswa peserta PPL tetap melaksanakan pembelajaran secara daring menggunakan aplikasi pilihan masing-masing.