cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya
ISSN : 25028626     EISSN : 25494074     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Besaung is a scientific journal Visual Communication Design Study Program, Faculty of Government and Culture of the University of Indo Global Mandiri which includes the results of research, meetings, community service, conceptual coordination (thinking), and analytical studies in the fields of art, design and culture. Besaung is expected to be a medium for writers to publish their works, so publishing this journal can help in advancing science in the fields of art, design and culture. This journal is published twice in one year in March and September.
Articles 317 Documents
Pengembangan Desain Produk Berbahan Bambu dengan Menggunakan Strategi Desain di Nagari Kumanis Sijunjung (Studi Kasus ; UKM Kerajinan Bambu di Nagari Kumanis, Kabupaten Sijunjung) Kendall Malik; Ferry Fernando; Silvi Amalia
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 5, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i1.1796

Abstract

Penelitian yang difokuskan adalah mengenai kerajinan bambu di Nagari Kumanis Kabupaten Sijunjung tentang pemanfaatan material bambu sebagai produk potensial dengan menggunakan strategi desain.  Daerah produksi bambu di Sumatera Barat sebagian besar diproduksi di kabupaten Sumpur Kudus di Nagari Tanjung Bonai Aur dan Kumanis, Kabupaten Sijunjung. Nagari memiliki kelompok yang disebut Kerajinan Talago Bambu. Salah satu pusat kerajinan bambu yang telah lama berkembang di Sumatera Barat adalah kerajinan bambu Tanjung Bonai Aur dan Kumanis. Diketahui bahwa kerajinan bambu di nagari Kumanis cukup unik dalam hal aspek teknis, namun dalam aspek strategi desain dan strategi pasar produk bambu belum dieksplorasi dengan baik. Sehingga siklus ekonomi dan produksi bergerak di tempat. Perkebunan bambu di Sumatera Barat adalah milik masyarakat yang dikelola secara mandiri oleh penduduk. Bambu dalam masyarakat nagari Kumanis adalah penting oleh roda ekonomi dan upaya bambu ekonomi mereka sebagai pekerjaan sampingan. Bahkan, warga Minang telah memiliki kebun bambu yang secara tidak langsung sebagai petani bambu. Ini adalah kesempatan bagi penulis dalam proyek desain ini untuk memberikan ide dan ide desain kepada komunitas dan industri kecil (homeindustry). Padahal, bahan bambu belum diolah secara khusus untuk desain produk, terutama untuk desain produk bambu dan Strategi Desain. permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan, mengolah dan memanfaat material bambu sebagai salah satu perkembangan desain pelengkap interior dan sesuai dengan kebutuhan dan selera pasar.
STRUKTUR PENYAJIAN KESENIAN REJUNG RINGIT DI DESA TANJUNG BULAN KECAMATAN PULAU BERINGIN KABUPATEN OKU SELATAN PROVINSI SUMATERA SELATAN Hidayatullah, Fadhilah
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2031

Abstract

Rejung is one of the local cultures of South Sumatra Province. The form of this art is a rhyme that uses the ethnic language "Semende". One of the speech literature that is rapidly developing in music is the art of rejung. Therefore, it is necessary to write down and know the parts of the dish in its original form. This article is the result of research that discusses the art of rejung as one of the local cultures that needs to be archived in the library. Therefore, the purpose of this study is to describe the structure of the presentation of the art of rejung ringit, which is in Tanjung Bulan village, Pulau Beringin sub-district, South OKU district. The research method used is a qualitative descriptive approach. While the technique of collecting data by means of observation, documentation, and interviews. The results showed that in the art of rejung ringit there are three parts, namely; Beginning, Essence, and Closing. The initial part is the term "inviting" by playing only musical instruments. The core part is done by combining musical instruments with vocals. The closing section presents musical instruments without back vocals. The musical instruments used are itar (guitar), gambus, and piul (violin). The three musical instruments function as musical accompaniments to the art of rejung which is performed "Setebah". While the vocals stand alone as well as the main melody in the art of rejung.
EKSPRESI DALAM SENI PATUNG KARYA GIUSEPPE PONGOLINI Mukhsin Patriansyah; Ria Sapitri
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2050

Abstract

Wujud karya seni merupakan pengejawantahan terhadap suatu realitas atau peristiwa yang dialami siseniman, kemudian diungkapkan melalui wujud visual karya seni yang di dalamnya mengandung pesan, tanda dan makna yang hendak disampaikan kepada masyarakat sebagai penikmat seni. Penciptaan sebuah karya seni khususnya seni patung dapat dikatakan sebagai proses ilmiah, apabila penciptaannya didasari atau berlandaskan kepada teori-teori para ahli yang telah teruji keabsahannya. Teori-teori yang dirujuk disesuaikan kapasitasnya dalam kerangka perwujudan karya yang akan diciptakan, sehingga karya yang akan dilahirkan mempunyai landasan berpijak yang memperkokoh isi dan makna dari sebuah karya tersebut. Di samping itu dalam berolah seni, seniman juga dituntut untuk lebih kreatif. Dalam penelitian ini penulis mencoba meninjau wujud ekspresi dalam karya seni patung Gioseppe Pongolini. Karya seni fine art, khususnya karya seni patung selalu mengedepankan nilai ekspresi pribadi dari pada nilai fungsi karya seni itu sendiri. Di samping itu, Dalam wujud karya seni yang dihadirkan siseniman juga terkandung pesan simbolik yang ingin disampaikan siseniman ke dalam karya seninya. Ekspresi simbolik yang ingin disampaikan Giuseppe Pongolini ingin menyampaikan realitas melalui media besi yang merupakan ikon dari kekerasan dan ketidakadilan yang terjadi dilingkungannya. Melalui penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pengatahuan dalam proses terwujudnya suatu karya seni patung. Di samping itu, tinjauan yang dilakukan dalam penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam menganalisis suatu karya seni dan mengetahui wujud ekspresi estetis dalam karya seni patung.  
ADAT BUDAYA MINANGKABAU MELIHAT KARYA FILM DUA GARIS BIRU PRODUKSI STARVISION PLUS Riki Rikarno; Muhammad Iqbal
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2032

Abstract

Sebagaimana pada saat ini film berperan sebagai media dalam menyampiankan pesan, makna dan informasi kepada penontonnya Penelitian ini dilakukan pada objek film fiksi Dua Garis Biru produksi Starvision Plus dari perpektif pemangku adat Minangkabau di Nagari Talago Gunung Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik analisis data dengan pendekatan analisis metode desain deskriptif (descriptive design), langkah-langkah pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakat minangkabau Film Dua Garis Biru memberikan pesan dampak pergaulan bebas yang menghancurnya masa depan. Pergaulan bebas ini terjadi karena kurangnya peran orang tua dalam mendidik anak, namun film Dua Garis Biru tidak bisa di tonton oleh semua orang, sebab film ini berisikan adegan yang terlalu dewasa, dan film ini juga tidak sesuai dengan aturan adat Minangkabau dan ajaran agama Islam.
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL BAHAYA PENGGUNAAN POLISTIRENA BUSA SEBAGAI KEMASAN MAKANAN DAN MINUMAN PADA KALANGAN PEDAGANG DI KOTA PALEMBANG Raden Okta Riansyah; Husni Mubarat; Yosef Yulius
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2051

Abstract

Penggunaan kemasan polistirena busa yang berkali kali pada jenis sekali pakai dapat menyebabkan penyakit terhadap kesehatan manusia mulai dari menganggu sistem syaraf,  alergi kulit, sulit tidur, iritasi mata, diare bahkan dapat memicu kanker. Untuk di Kota Palembang, sampai saat ini masih banyak pedagang makanan yang menggunakan polistirena busa sebagai kemasan makanan, seperti pedagang bubur ayam, seblak, dan nasi goreng, tanpa menyadari bahaya yang ditimbulkan. Oleh karena itu perlu adanya perancangan kampanye sosial mengenai dampak penggunaan polistirena busa yang berlebihan.  Adapun metode pengumpulan data pada perancangan karya ini dititikberatkan pada identifikasi data, analisadata  dan perancangan pada karya Ambient media tempat sampah dan media pendukung lainnya. Perancangan ini menggunakan metode perencanaan design thinking meliputi premedia, main media dan follow up media. Data dikumpulkan melalui, observasi, wawancara, literatur dan website. Data tersebut kemudian diidentifikasi, diklasifikasi, diseleksi, selanjutnya dianalisis menggunakan metode 5W+1H, dan diinterpretasikan sesuai teks dan konteksnya. Perancangan ini bertujuan mengajak masyarakat Kota Palembang khususnya para pedagang untuk beralih ke kemasan yang lebih Higenis. Adapun karya yang dibuat pada perancangan ini diantaranya adalah ambient media berupa tempat sampah, poster, apron, T-Shirt, Masker, dan X Banner.
EMBROIDERY CRAFT BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY THROUGH PRODUCT DESIGN IN KOTA PARIAMAN Irja, Irja; Imelda, Desra
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2025

Abstract

Usaha Kerajinan Sulaman tradisional di Kota  Pariaman merupakan keterampilan yang didapatkan secara turun temurun, sehingga pengusaha sulaman dalam mengembangkan usaha  masih tradisonal dan menggunakan desain motif produk  yang lama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi berbagai faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi usaha kerajinan sulaman Kota Pariaman serta merumuskan alternatif strategi yang digunakan. Hasil Penelitian mendiskripsikan Analisis SWOT pada  Tabel IFAS skor kekuatan 2,2 dan kelemahan 0,65, sehingga memiliki daya saing kekuatan sebesar 1,55. Sedangkan Tabel EFAS menggambarkan skor peluang 2,9 dan skor ancaman sebesar 0,32, sehingga daya saing peluang sebesar 2,58. Pada diagram SWOT posisi usaha sulaman kota Pariaman berada pada kuadran growth (pertumbuhan ), maka alternatif strategi yang digunakan adalah  strategi SO, Strategi WO, Strategi ST dan Strategi WT. Strategi WO adalah melakukan inovasi dan perbaikan desain motif produk dengan motif baru seperti : motif siriah gadang, motif pucuak rabuang, motif itiak pulang patang, motif saluak laka, motif aka cino dan motif kombinasi kaluak paku dan kacang balimbiang.
Analisis Potensi Pengembangan Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar Sebagai Desa Wisata Kerajinan Songket Heru Pranata
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2033

Abstract

Salah satu bentuk pengembangan pariwisata yang menempatkan masyarakat atau komunitas setempat dalam pengelolaannya adalah desa wisata. Pandai Sikek merupakan sebuah Kenagarian (desa) wisata kerajinan yang terdapat di Kecamatan x Koto Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat sebagai daerah penghasil kerajinan tenun yang dikenal oleh masyarakat Minangkabau dengan nama “Songket”. Seni kerajinan tenun ini sudah menjadi ikonnya Pandai Sikek yang menjadi tujuan utama wisatawan berkunjung ke daerah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan  Pandai Sikek sebagai desa wisata kerajinan songket berdasarkan kajian aspek sedian dan aspek permintaan guna memberikan rekomendasi pengembangan Nagari Pandai Sikek kedepannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran, yaitu metode kualitatif untuk mengkaji aspek sediaan (supply), karakteristik masyarakat, serta kebijakan, dan metode kuantitatif untuk mengkaji aspek permintaan wisata (demand). Hasil penelitian menunjukan Pandai Sikek memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata kerajinan songket, namun perlu perbaikan serta mengoptimalkan terkait aspek sediaan yaitu: elemen aksesibilitas, amenity, promosi, informasi dan kelembagaan.
Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Peranan Orang Tua Terhadap Aplikasi Sosial Media Tiktok Destiara Chairunisya; Heri Iswandi; Bobby Halim
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2052

Abstract

Aplikasi TikTok pada zaman sekarang sudah sangat populer di kalangan masyarakat dan di internet, dengan ditambah banyaknya populasi dunia semakin banyak juga pengguna internet, semakin banyak pengguna internet semakin banyak juga pengguna Aplikasi TikTok ini dari kalangan anak- anak hingga dewasa. Sepanjang tahun 2018 hingga sekarang Aplikasi TikTok menduduki puncak teratas untuk aplikasi media sosial yang paling sering di unduh secara global. Dengan banyaknya dan pesatnya informasi, dan konten - konten yang terdapat di sosial media, anak- anak secara tidak sengaja ataupun sengaja mengakses konten- konten tersebut dengan tanpa batasan, dan mungkin sebagian dari anak- anak tidak tahu apa yang sedang mereka lihat di internet baik itu sebuah informasi ataupun hal- hal yang berdampak negatif, dikarenakan mereka masih anak- anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar dan di fase masih mempelajari suatu hal. Layaknya barang yang membuat kecanduan, media sosial juga membuat candu para penggunanya yang rata-rata merupakan remaja dan dewasa. Tidak dipungkiri bahwa TikTok ini sangatlah adiktif kepada beberapa orang. Aplikasi TikTok dibuat oleh perusahaan di Cina Byte Dance dengan di bawah naungan CEO Zhang Yiming pada tahun 2016 sebagai aplikasi video jangka pendek yang dilengkapi dengan musik. Konten- konten di aplikasi TikTok ini pun beragam. Setiap aplikasi sosial media tentunya selalu ada konten negatif, banyaknya pengguna TikTok yang dibawah umur, maka perlunya peracangan Iklan Layanan Masyarakat peranan orang tua dalam membatasi konten- konten yang di tonton anak dan mencegah dampak konten negatif tersebut dengan media utama yaitu video edukatif.
Bentuk Penyajian Musik Talempong Goyang di Sanggar Carano Kota Palembang Yelli, Nofroza; A. Heryanto, A. Heryanto; Utami, Sonia Anisa
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2028

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu ‘Bagaimanakah Bentuk Penyajian Musik Talempong Goyang Di Sanggar Carano Kota Palembang?. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Bentuk Penyajian Musik Talempong Goyang Di Sanggar Carano Kota Palembang, dengan harapan sangat bermanfaat bagi semua pihak diantaranya bagi mahasiswa, bagi guru serta bagi peneliti sendiri. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dimana data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini di analisis hingga menjadi sebuah laporan penelitian yang memiliki target luaran yaitu dipublikasikan ke dalam sebuah jurnal ilmiah dan dijadikan sebagai bahan ajar pada mata kuliah terkait, khususnya seni musik. Talempong adalah sebuah alat musik yang berasal dari Sumatera Barat. Alat musik ini berbentuk seperti bonang pada kesenian gamelan dari pulau Jawa, namun perbedaannya terletak pada ukuran dan nada, dimana alat musik talempong berukuran lebih kecil dan terdiri dari 7 nada. Talempong terbuat dari kuningan, tetapi ada juga yang terbuat dari kayu dan batu. Saat ini talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan dan dipasarkan. Kesenian talempong goyang merupakan kesenian tradisi sumatera barat, sehingga lagu-lagu yang dibawakan juga menggunakan lagu-lagu daerah sumatera barat. Seperti diantaranya, ayam den lapeh, bareh solok, malam bainai dan lain sebagainya.
TELAAH MINIMNYA APRESIASI PADA KARYA SENI GRAFIS DI SUMATERA KHUSUSNYA DI KOTA PALEMBANG Heri Iswandi
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2047

Abstract

              Sebagai kata benda abstrak ‘seni’ adalah kemampuan kreatif manusia dalam menanggapi alam; kemampuan istimewa dalam mangubah suatu ide menjadi konsep kreatif yang dinyatakan menjadi suatu yang menarik, fungsional atau inspiratif. Seni adalah hasil karya manusia yang dibuat melalui proses pengerjaan yang memerlukan ketrampilan khusus atau luar-biasa. Dalam berkarya seni, kepentingan pribadi bagi si senimannya tentunya berbeda-beda, ini disebabkan oleh kebutuhan hidup dan pemaknaan hidup yang bebeda-beda pula. Kepentingan pribadi yang bebeda-beda semacam itu mengakibatkan penikmat seni juga mencari sendiri nilai-nilai pribadinya pada sebuah karya seni, dan hal tersebutlah yang membuat seseorang memiliki apresiasi seni yang berbeda-beda. Salah satu cabang seni murni, yaitu seni grafis dalam kaitannya dengan media ataupun teknik yang dipakai dalam pengungkapan kreatifitas seni grafis seharusnya tidak perlu diperdebatkan, yang utama adalah seni grafis yang me-Indonesia, yang menunjukkan identitas grafis yang dimiliki Indonesia tanpa terpengaruh oleh negara lain. Karya seni grafis selalu lekat dengan teknik dan medium yang digunakan. Sejak seni grafis berkembang di Indonesia, perkembangannya seakan semakin merosot tajam. Seni grafis menjadi cabang seni murni yang konvensional dengan teknik dan mediumnya. Namun lama-kelamaan pemikiran itu mulai hilang dengan adanya karya-karya seni grafis baru yang merespon kekayaan teknik dan medium. disertai oleh pemikiran konsep yang plural. Di dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk menelusuri fungsi seni grafis di tengah masyarakat, Khususnya di kota Palembang. Seni grafis sebagai salah satu medium seni rupa memang belum sepopuler seni lukis, patung, dan bahasa rupa lainnya. Seni grafis baru terindentifikasi ketika bersinggungan dengan ranah pendidikan. Padahal seni grafis sudah dikenal di Indonesia sejak 1940-an. Banyak hal yang membuat seni grafis sebagai bahasa rupa kurang memasyarakat. Namun, bukan berarti seni grafis tidak mempunyai nilai lebih dari genre seni rupa lainnya.