cover
Contact Name
Muhammad Rahmani
Contact Email
-
Phone
+628115652128
Journal Mail Official
pena.kreatif@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammaditah Pontianak Jln. A. Yani No. 111 Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
ISSN : 20893027     EISSN : 25412264     DOI : http://dx.doi.org/10.29406/jpk
Core Subject : Education,
Jurnal Pena Kreatif merupakan jurnal pendidikan yang akan menerbitkan hasil penelitian dosen maupun guru. Jurnal pene Kreatif akan diterbitkan dua jenis terbitan: (1) Media Cetak, (2) Elekronik/online Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan menerbitkan artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian di bidang pendidikan, model-model pembelajaran, strategi pembelajar serta isu-isu terbaru dan tren yang terjadi secara nasional pada pengembangan pendidikan dengan tujuan memajukan pengetahuan tentang teori dan praktik pendidikan di Indonesia.
Articles 164 Documents
ANALISIS KESULITAN MEMAHAMI SOAL CERITA SISWA KELAS V PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA : ANALISIS KESULITAN MEMAHAMI SOAL CERITA SISWA KELAS V PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Marpita Sari, Erita; Peterianus, Septian
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan memahami soal cerita merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa indonesia di sekolah dasar yang menuntut siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga memahami makna, menemukan kata kunci, serta menghubungkannya dengan jawaban yang sesuai. Kurikulum merdeka menekankan penguatan literasi sebagai capaian utama, namun tanpa pemetaan kesulitan siswa, guru cenderung menggunakan strategi pembelajaran umum yang belum tentu efektif. Banyak siswa kelas v mengalami kesulitan dalam memahami soal cerita yang berdampak pada rendahnya pemahaman mereka terhadap isi bacaan dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesulitan siswa kelas v sdn 05 kota baru dalam memahami soal cerita pada pelajaran bahasa indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan 6 siswa dan guru kelas v. Hasil penelitian mengungkap empat kesulitan utama: kesulitan menemukan kata kunci soal cerita karena siswa belum mampu menentukan kata-kata penting yang menjadi inti informasi, kesulitan menentukan ide pokok yang disebabkan ketidakmampuan membedakan informasi utama dan tambahan terutama pada cerita panjang, kesulitan memahami konteks kata karena keterbatasan kosakata dan pemahaman makna kata dalam konteks berbeda, serta kesulitan memahami alur atau urutan peristiwa terutama ketika alur tidak kronologis. Guru telah melakukan upaya seperti memberikan penjelasan ulang, contoh soal, dan tanya jawab langsung. Temuan ini menegaskan perlunya pembelajaran membaca strategis yang lebih intensif dengan penekanan pada latihan menemukan ide pokok, diskusi teks, dan pemodelan berpikir oleh guru untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa dalam memahami soal cerita.
NILAI-NILAI GOTONG ROYONG DALAM PROYEK PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5): NILAI-NILAI GOTONG ROYONG DALAM PROYEK PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) Kartini, Kartini; Tri Suarno, Dendi
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai-nilai gotong royong dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada siswa kelas V SDN 12 Nusa Pandau, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya perilaku siswa yang belum sepenuhnya mencerminkan sikap kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian dalam kegiatan kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas wali kelas V dan tujuh siswa objek penelitian ini nilai gotong royong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai gotong royong telah diimplementasikan dalam kegiatan P5, khususnya pada tema kearifan lokal meliputi kolaborasi, saling membantu, tanggung jawab, kepedulian, dan menghargai pendapat teman. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan P5 tidak hanya berorientasi pada hasil proyek, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter gotong royong dan meningkatkan kualitas interaksi sosial siswa di sekolah dasar.
Analisis Kesulitan Siswa Sekolah Dasar Dalam Memahami Konsep Pecahan Pada Pembelajaran Matematika : Menganalisis kesulitan siswa memahami konsep pecahan Widyasari, Windi; Khoiri, Ahmad
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa sekolah dasar dalam memahami konsep pecahan pada pembelajaran matematika di kelas IV SDN 05 Bloyang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa, dengan teknik pengumpulan data berupa tes tertulis, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar pecahan, khususnya pada materi pembagian pecahan dengan penyebut berbeda. Kesulitan yang dialami siswa meliputi kurangnya pemahaman konsep dasar, kesulitan memahami soal, kelemahan dalam perhitungan, serta kurangnya pengulangan materi di rumah. Selain itu, proses pembelajaran yang cenderung menekankan pada pemberian contoh soal tanpa penjelasan konsep secara mendalam, sikap belajar siswa yang pasif, serta motivasi belajar yang rendah turut memengaruhi pemahaman siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembelajaran yang lebih menekankan pada pemahaman konsep secara mendasar dan penggunaan metode yang bervariasi agar siswa dapat memahami materi pecahan dengan lebih baik.
ETNOMATEMATIKA PADA KERAJINAN ANYAMAN TIKAR MASYARAKAT SUKU DAYAK KENINJAL Kristiani, Ica; Welly Ferianti, Flesia
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep etnomatematika yang terdapat pada kerajinan anyaman tikar masyarakat Suku Dayak Keninjal pada Desa Madya Raya, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif menggunakan metode etnografi. Subjek penelitian terdiri atas seorang pengrajin anyaman tikar dan  seseorang tetua istiadat yg memahami budaya menganyam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. hasil penelitian membagikan bahwa dalam proses pembuatan anyaman tikar terdapat aneka macam konsep matematika, mirip menghitung jumlah helai daun pandan, pengukuran berukuran tikar secara tradisional, pola berulang, simetri, dan  konsep geometri datar berupa persegi dan  sudut siku-siku. Konsep-konsep matematika tadi diterapkan secara alami serta intuitif tanpa menggunakan alat ukur modern, dan  diwariskan secara turun-temurun. Temuan ini membagikan bahwa kerajinan anyaman tikar memiliki potensi menjadi sumber belajar matematika yang kontekstual dan  berbasis budaya lokal.
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS IV DALAM MEMAHAMI MATERI BANGUN DATAR: ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS IV DALAM MEMAHAMI MATERI BANGUN DATAR Ariansyah, Ariansyah; Waridah, Waridah
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan analitis siswa sejak jenjang sekolah dasar. Salah satu materi yang dipelajari pada kelas IV sekolah dasar adalah bangun datar. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa kelas IV dalam memahami materi bangun datar di SD Negeri 05 Kotabaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 12 siswa kelas IV dan satu orang guru kelas sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes esai sebanyak 10 soal, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 dari 12 siswa (58,3%) mengalami kesulitan dalam memahami materi bangun datar. Bentuk kesulitan yang dialami siswa meliputi kesulitan memahami konsep, membedakan ciri-ciri bangun datar, menggunakan rumus keliling dan luas, serta menyelesaikan soal cerita. Kesulitan yang paling dominan adalah pada penyelesaian soal cerita. Faktor penyebab kesulitan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya pemahaman konsep dan kemampuan membaca siswa, serta faktor eksternal seperti metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan media pembelajaran konkret. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu menekankan pada pemahaman konsep melalui penggunaan media konkret, pendekatan visual, serta latihan soal kontekstual.
ANALISIS RESPON SISWA TERHADAP PENGGUNAAN KIT MATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN KURMER SEKOLAH DASAR Fitriyani, Fitriyani; Khoiri, Ahmad
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the response of fourth-grade students to the use of mathematics kits in learning within the Merdeka Curriculum. The research employed a Mixed Methods approach with a Sequential Explanatory Design, which begins with quantitative data collection followed by qualitative data to provide deeper explanations of the results. The subjects of this study were 23 fourth-grade students at SDN 25 Tahalut. Data were collected through student response questionnaires, observations, and interviews. The questionnaire used a Likert scale ranging from 1 to 4. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics including mean, median, and mode, while qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that students’ responses to the use of mathematics kits were in the very good category, with a mean score of 84.61, a median of 85, and modes of 84 and 85. After being converted to a Likert scale, the average score was 3.38, which falls into the very good category. Observations and interviews also indicated that the use of mathematics kits increased students’ activeness, attention, and enthusiasm during mathematics learning. Therefore, mathematics kits can serve as an effective learning medium to help students understand mathematical concepts more concretely and create a more engaging and interactive learning environment.
Kajian Etnomatematika Pada Tenun Ikat Motif Tengkawang Desa Tumbak Raya Suku Dayak Keninjal Anjeli, Meisy; Welly Ferianti, Flesia
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the ethnomathematical concepts found in the ikat weaving with the tengkawang motif created by the Dayak Keninjal community in Desa Tumbak Raya. This research used a qualitative approach with an ethnographic method to understand the cultural meanings and mathematical activities involved in the weaving process. The research subjects consisted of traditional weavers and community figures who understand the process of making the tengkawang motif and its philosophical meaning. Data were collected through direct observation, in-depth interviews, documentation, and literature studies. The results of the study show that the tengkawang motif, which is inspired by the fruit of the tengkawang tree, symbolizes fertility, prosperity, and community welfare. In addition to its cultural value, the tengkawang motif also contains several mathematical concepts such as geometric shapes (triangles), symmetry, and repeating patterns. Furthermore, mathematical activities are found in the weaving process, including counting the number of threads (counting), measuring the size of the fabric (measuring), and designing the motif patterns (designing). These findings indicate that the weaving practices carried out by the Dayak Keninjal community indirectly contain mathematical concepts that naturally develop within their cultural activities. Therefore, the ethnomathematical study of the tengkawang motif in ikat weaving can be used as a contextual culture-based mathematics learning resource while also supporting the preservation of local wisdom.
INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Yusiani, Yusiani; Mastiah, Mastiah
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the process internalizing character values in IPAS learning and to identify the character values integrated into learning for fourth-grade elementary school students. This research used a descriptive qualitative approach conducted at SD Negeri 26 Sidomulyo. The research subjects consisted of a fourth-grade teacher and fourth-grade students.” Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions using technique triangulation to ensure data validity. The results showed that the internalization of character values was implemented through lesson planning, the teaching and learning process, and the teacher’s role modeling in attitudes and behavior. The character values internalized include responsibility, cooperation, discipline, honesty, and curiosity. These values were applied through learning activities such as group discussions, experiments, and interactions between teachers and students. Therefore, IPAS learning plays an important role in instilling character values in elementary school students.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STOIKIOMETRI KELAS XI SMA NEGERI 12 KENDARI Nurul Anjani, Fadilah; Fahyuddin; Muh Alim Marhadi
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine students’ level of learning motivation, describe their learning outcomes in stoichiometry, and analyze the relationship between the two. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 36 eleventh-grade students of SMA Negeri 12 Kendari in the 2025/2026 academic year, selected using simple random sampling. Data were collected through a learning motivation questionnaire and a learning outcomes test.The results indicated that students’ learning motivation was in the high category, with an average score of 76.04. Meanwhile, their learning outcomes were classified as good, with an average score of 78.96. The Spearman Rank correlation test showed a positive and significant relationship between learning motivation and learning outcomes, with a correlation coefficient of 0.350 and a significance value of 0.036 (p < 0.05).
Pengaruh Media Jam Dinding Terhadap Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Siswa Kelas III Salsabila, Nur; Mardiana, Mardiana; Septiadi, Wahyu
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was motivated by the low level of students’ enthusiasm in participating in conventional mathematics learning, which has impacted their ability to solve word problems. The purpose of this research was to determine the effect of using a “wall clock” learning media on students’ ability to solve word problems in the topic of time measurement for third-grade students at SD Negeri 28 Kelakik. The study employed a quantitative approach with a pretest–posttest control group design. Data were collected through tests administered before and after the treatment, as well as classroom observations during the learning process. The experimental group received instruction using wall clock media as a visual aid to facilitate understanding of time measurement concepts in daily life, while the control group was taught using conventional methods. The results indicated an increase in the average scores of the experimental group from pretest to posttest. Hypothesis testing showed a significance value of 0.008 (α < 0.05), indicating that the use of wall clock media had a significant effect on students’ ability to solve word problems. Therefore, wall clock media can serve as an alternative instructional tool to support improved mathematics learning outcomes in elementary schools.