cover
Contact Name
M. Taufik
Contact Email
-
Phone
+628115652128
Journal Mail Official
jkmk@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Lantai II, Universitas Muhammadiyah Pontianak Jl. Ahmad Yani. Nomor 111. Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
ISSN : 23552018     EISSN : 25812858     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa menerima naskah hasil penelitian di bidang Kesehatan Masyarakat dengan focus dan scope meliputi Epidemiologi, Biostatistik, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 132 Documents
PROGRAM LAYANAN KESEHATAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) BERAT DALAM PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI PUSKESMAS MANYARAN KOTA SEMARANG Naila Falichatul Muannisa; Septo Pawelas Arso; Nurhasmadiar Nandini
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i3.3186

Abstract

ABSTRAKPelayanan Kesehatan menjadi kegiatan yang dilakukan pemerintah dalam memenuhi hak masyarakat dalam bidang kesehatan. Standar Pelayanan Minimal (SPM) dijadikan standar dasar yang harus dilakukan. Dalam mencapai capaian SPM, salah satu indikator yang belum memenuhi standar adalah layanan kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat. Masalah kesehatan jiwa sendiri sering menjadi permasalahan terbelakang untuk ditangani. Menurut hasil studi pendahuluan, capaian SPM ODGJ berat di Puskesmas Manyaran sampai Desember 2020 terendah hanya mencapai 24,4% dan terjadi penurunan dari 2019 yaitu 46%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program layanan kesehatan ODGJ berat dalam mencapai SPM di Puskesmas Manyaran dengan metode kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Teknik purposive sampling berjenis judgement sampling yang dilakukan pada Juni-Agustus 2021. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan, puskesmas hanya melaksanakan pemeriksaan dan edukasi kepatuhan minum obat hanya saat pasien datang berkunjung dan tidak rutin dikarenakan dari kurangnya keikutsertaan dari pasien, pendataan dalam menemukan kasus, minimnya pengetahuan pelaksana program di puskesmas, tidak tersedia pelaksana professional terlatih jiwa, beban ganda pelaksana, minimnya sarana prasarana, sosialisasi dari pihak dinas kesehatan dan puskesmas yang masih jarang, minimnya pengetahuan dan keterlibatan dari keluarga pasien atau masyarakat dipengaruhi oleh faktor standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik organisasi pelaksana, sikap para pelaksana, dan lingkungan. Dalam hal ini, program layanan kesehatan ODGJ berat dalam mencapai SPM di Puskesmas Manyaran Kota Semarang belum optimal dilakukan. Maka, pelatihan penanganan kejiwaan bagi para pelaksana dan melakukan edukasi kepada masyarakat Manyaran dalam usaha meningkatkan pemahaman, motivasi, dan komitmen menjadi cara untuk mencapai target dari SPM dalam program pelayanan kesehatan ODGJ berat. Kata kunci: SPM, pelayanan kesehatan, gangguan jiwa, ODGJ 
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU IBU DENGAN DIARE BALITA DI INDONESIA: META-ANALISIS Shabrina Riskya Madjid; Nur Endah Wahyuningsih; Nikie Astorina Yunita
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i4.2911

Abstract

Secara global, diperkirakan sebanyak 88% penyakit diare disebabkan oleh sumber air bersih yang tidak layak, rendahnya kualitas sanitasi dasar rumah serta personal hygiene yang kurang. Transmisi agen infeksius diare terjadi secara fekal-oral melalui air bersih yang terkontaminasi. Penelitian meta analisis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Indonesia. Hasil efek gabungan berupa Prevalence Ratio (PR) dihitung menggunakan fixed effect model atau random effect model dengan software Meta Analisis EpiYudin. Sebanyak 25 artikel dengan desain penelitian cross sectional dilanjutkan untuk meta analisis. Hasil meta analisis menunjukkan ada hubungan signifikan antara kualitas air bersih (p= 0,0001; PR 1,47 [95%CI: 1,07-2,02]), jenis sumber air bersih (p= 0,0001; PR= 1,53 [95%CI: 1,23-1,91]), ketersediaan jamban sehat (p= 0,0001; PR= 1,69 [95%CI: 1,35-2,10]), pembuangan sampah (p= 0,0001 PR= 2,03 [95%CI: 1,28-3,22]), kebiasaan Ibu mencuci tangan (p= 0,0001; PR= 1,81 [95%CI: 1,34-2,46]), dan pengolahan air minum (p= 0,0001; PR= 1,33 [95%CI: 1,03-1,71]) dengan diare pada balita. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa faktor lingkungan dan perilaku yang tidak baik meningkatkan risiko balita mengalami diare.
HUBUNGAN PERSEPSI BODY IMAGE DAN TINGKAT EKONOMI DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI KABUPATEN NABIRE PROVINSI PAPUA siti uswatun hasanah
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i3.3745

Abstract

ABSTRAKPrevalensi status gizi gemuk pada remaja putri berdasarkan Laporan Pemantauan Status Gizi di Provinsi Papua pada tahun 2017 berada diatas angka nasional. Masalah gizi pada remaja putri dapat menghambat pertumbuhan, pematangan seksual dan meningkatkan terjadinya penyakit kronis dan degeneratif serta dapat mengarah pada persepsi body image yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan persepsi body image dan tingkat ekonomi dengan status gizi remaja putri di Kabupaten Nabire. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan 41 responden remaja putri yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2021. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi linear. Pada penelitian ini ditemukan bahwa status gizi (IMT/U) berkorelasi negatif dengan persepsi body image. Semakin besar nilai status gizi (IMT/U) maka persepsi body image remaja putri semakin negatif. Remaja putri dengan status gizi lebih dan obesitas memiliki ketidak puasan body image yang lebih tinggi sehingga akan berdampak pada status gizi. Status ekonomi keluarga remaja putri juga berhubungan dengan status gizi. Persepsi body image dan status ekonomi keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi remaja putri di Kabupaten Nabire (p<0,005). Masalah gizi pada remaja berhubungan dengan kondisi ekonomi. Orang tua dengan penghasilan kecil dan dibawah UMR tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi anaknya. Bimbingan dari orang tua dan pihak sekolah berupa penyuluhan dan koseling sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada remaja putri tentang status gizi di usia remaja.Kata kunci: Status gizi, Body image, Tingkat ekonomi, Remaja putri
PENGARUH MUTU PELAYANAN KESEHATAN DARI ASPEK MANAJEMEN ISO 9001:2015 TERHADAP KEPUASAN DAN MINAT KUNJUNGAN ULANG PASIEN Petty Rismawati; Jasrida Yunita; Budi Hartono
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i4.3794

Abstract

Peningkatan kualitas layanan yang baik tidak harus hanya berasal dari sudut pandang Puskesmas saja, tetapi harus pula berasal dari sudut pandang pasien. Melalui peningkatan kualitas layanan maka diharapkan kepuasan pasien juga akan meningkat dan loyalitas pasien melalui minat kunjungan ulang akan dapat tercipta.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan kesehatan dari aspek manajemen ISO 9001:2015 terhadap kepuasan dan minat kunjungan ulang pasien. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien yang berkunjung ke Puskesmas Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hulu dengan jumlah sampel 97 responden yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari bulam Mei – Juni 2019 dan dianalisis dengan Path Analysis. Hasil penelitian menunjukkan fokus pada pelanggan, keterlibatan personel dan pembuatan keputusan berdasarkan fakta berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Fokus pada pelanggan, keterlibatan personel dan pembuatan keputusan berdasarkan fakta, kepuasan pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan ulang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh mutu pelayanan kesehatan dari aspek manajemen ISO 9001:2015 terhadap kepuasan dan minat kunjungan ulang pasien. Saran bagi Pukesmas Tanah Merah sebaiknya mendaftarkan puskesmas untuk disertifikasi ISO 9001:2015 untuk meningkatkan kepercayaan pasien terhadap kualitas pelayanan puskesmas serta petugas kesehatan lebih perhatian dan fokus pada kebutuhan pasien dengan cara memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pasien, berempati terhadap keluhan pasien serta bersikap ramah dan sopanKata kunci: Kepuasan pasien, Minat kunjungan ulang, ISO 9001:2015
PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SIKAP LANSIA TERHADAP VAKSINASI COVID-19 Andy Muharry; Nissa Noor Annashr; Puji Laksmini
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i3.3773

Abstract

ABSTRAKLansia merupakan kelompok usia yang memiliki risiko tinggi jika terinfeksi COVID-19. Namun, cakupan vaksinasi lansia dosis 1 dan 2 masih rendah. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada Bulan September-November tahun 2021. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat lansia yang tinggal di Dusun Leuwidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas penelitian yaitu pengetahuan dan dukungan keluarga. Sementara itu, variabel terikatnya adalah sikap lansia terhadap vaksinasi COVID-19. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dalam penelitian ini sebanyak 65 orang. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square). Hasil penelitian menunjukkan 50,8% lansia memiliki pengetahuan kurang baik, 58,5% lansia memperoleh dukungan yang rendah dari keluarga dan 53,8% lansia memiliki sikap negatif terhadap vaksinasi (53,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dan dukungan keluarga dengan sikap lansia terhadap vaksinasi COVID-19 (p<0,05). Sikap responden yang negatif terhadap vaksin COVID-19 tidak terlepas dari aspek kognitif yang dimiliki oleh responden tersebut, dimana aspek kognitif merupakan salah satu komponen dari sikap. Dukungan keluarga yang tinggi terhadap lansia akan menjadikan mereka bersikap lebih optimis dan positif dalam menghadapi segala permasalahan kesehatan yang dihadapinya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan Kata kunci: pengetahuan, dukungan keluarga, sikap, vaksinasi COVID-19
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Sehat Di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Tahun 2021 Zelda Duwieka Restu; Vera Yulyani; Agung Aji Perdana
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i4.4104

Abstract

Masalah kepemilikan jamban sehat masih menjadi sorotan bagi sebagian besar masyarakat. Sekitar 4,5 miliar orang di dunia tidak memiliki toilet yang sehat. Pencapaian akses jamban sehat untuk Indonesia baru mencapai 81,04%, Provinsi Lampung 90,64%, Kota Bandar Lampung 96,01%, Kecamatan Teluk Betung Selatan 87,55% dan Kelurahan Pesawahan baru 87,82%. Wilayah yang berada di pesisir sungai memicu masyarakat tidak memiliki septic tank sebagai penampungan tinja (110 KK). Tujuan penelitian ini untuk diketahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 2521 KK, jumlah sampel 207 KK dari 3 RT dengan teknik pengambilan data menggunakan Purposive Sampling dan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan (p value = 0,004) status ekonomi (p value = 0,018) dengan kepemilikan jamban sehat. Tidak ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepemilikan jamban sehat (p value = 0,648). Kesimpulan ada hubungan pengetahuan dan status ekonomi dengan kepemilikan jamban sehat dan tidak ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepemilikan jamban sehat, oleh karna itu masyarakat, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan berkomitmen untuk menyelenggarakan arisan jamban sehat guna membangun jamban komunal.
APLIKASI SMARTPHONE “TEENFIT” DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM SUPLEMEN ZAT BESI PADA REMAJA DI BANTUL INDONESIA Tuti rohani; Fiya Diniarti; Henni Febriawati
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i3.3253

Abstract

ABSTRAKPrevalensi anemia kekurangan zat besi pada usia 12-15 tahun di beberapa negara mencapai 50 %. Prevalensi anemia zat besi pada remaja putri dapat dicegah dan diturunkan dengan pemberian Weekly Iron-Folic Acid Supplementation (WIFS). Berbagai upaya promotif dan preventif belum menunjukkan keberhasilan. Aplikasi kesehatan "TEENFIT" dilengkapi dengan materi tentang perilaku anemia dalam mengonsumsi suplemen zat besi. Tujuan : Penggunaan “TEENFIT” dapat meningkatkan pengetahuan yang dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan konsumsi suplemen zat besi pada remaja sekolah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design.  Penelitian dilakukan pada remaja sekolah putri berusia 15-17 tahun, sampel kelompok intervensi (n=48) dan kelompok kontrol (n=47) dilakukan secara random. Penelitian dilakukan 12 minggu menggunakan App “TEENFIT”. Analisis uji beda dengan menggunakan paired sample test. Analisis mann-withney untuk menguji keefektifan kepatuhan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan signifikansi 5 %.  Hasil: terdapat peningkatan kepatuhan pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (p 0.000) dan perbedaan sebelum dan setelah dilakukan intervensi menggunakan App “TEENFIT” (P 0.000). Kesimpulan: penggunaan Aplikasi “TEENFIT” meningkatkan kepatuhan minum suplemen Tablet Tambah darah pada remaja putri sekolah. Kata kunci: Aplikasi Kesehatan, Kepatuhan, anemia remaja, Tablet Tambah Darah
LITERATUR REVIEW: IMPLEMENTASI PROGRAM BINA KELUARGA LANSIA GUNA MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA DI MASA PANDEMI COVID-19 Isah Fitriani; Lina Handayani
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i4.4516

Abstract

ABSTRAKPandemi COVID-19 membawa banyak perubahan yang signifikan termasuk sistem soal dan kesehatan. Salah satu acuan bagi arah kebijakan Kementerian Kesehatan RI adalah kesinambungan dalam implementasi pendekatan pelayanan kesehatan yang berlaku di seluruh tahapan siklus hidup manusia sejak dalam kandungan hingga dewasa tua (lanjut usia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program Bina Keluarga Lansia berdasarkan teori George C. Edward III dalam meningkatkan ketahanan keluarga di masa Pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka melalui analisis artikel yang relevan dengan topik penelitian dengan rentang penerbitan tahun 2012-2022. Basis data yang digunakan untuk mengumpulkan literatur adalah google scholar dengan kata kunci “implementasi kebijakan”, “BKL” dan “ketahanan keluarga”. Peneliti menemukan sebanyak 1.780 artikel yang kemudian diinklusi menjadi 7 artikel yang relevan.  Dari ketujuh artikel tersebut dapat diketahui bahwa program Bina Keluarga Lansia (BKL) di Indonesia mengalami penurunan partisipasi dan kinerja yang cukup signifikan. Kendati demikian, program BKL masih bisa berjalan di beberapa wilayah Indonesia karena memiliki sikap pelaksana yang baik sehingga keterbatasan sumber daya maupun faktor lainnya dapat diatasi. Di lapangan, rangkaian kegiatan BKL dilaksanakan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, fisik, skrining kesehatan, dan lain sebagainya. Dengan demikian, apabila peran BKL bisa dimaksimalkan, maka ketahanan keluarga akan meningkat terutama selama masa Pandemi COVID-19. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, BKL, Ketahanan Keluarga ABSTRACTThe COVID-19 pandemic has brought about many significant changes, including the question and health system. One of the references for the policy direction of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia is the continuity in the implementation of a health service approach that applies at all stages of the human life cycle from in the womb to old adulthood (elderly). This study aims to determine the implementation of the Elderly Family Development program based on George C. Edward III's theory in increasing family resilience during the COVID-19 Pandemic. The method used is a literature review through analysis of articles relevant to the research topic with a publishing range of 2012-2022. The database used to collect literature is Google Scholar with the keywords "policy implementation", "BKL" and "family resilience". Researchers found as many as 1,780 articles which were then included into 7 relevant articles. From the seven articles, it can be seen that the Elderly Family Development (BKL) program in Indonesia experienced a significant decrease in participation and performance. Nevertheless, the BKL program can still run in several parts of Indonesia because it has a good attitude of implementers so that limited resources and other factors can be overcome. In the field, a series of BKL activities are carried out in various social, physical, health screening activities, and so on. Thus, if the role of BKL can be maximized, then family resilience will increase, especially during the COVID-19 pandemic. Keywords: Policy Implementation, BKL, Family Resilience
KEMATANGAN SOSIAL EMOSIONAL REMAJA PANTI ASUHAN (STUDI KASUS PADA REMAJA PANTI ASUHAN TUNAS HARAPAN) Lutfia Indah Hapsari; Sri Nugroho Jati; Elly Trisnawati
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i2.3920

Abstract

ABSTRAKStudi prevalensi penelitian dalam permasalahan perilaku dan emosional anak di Panti Asuhan terdapat perilaku negatif anak, 26,9% mengalami gangguan perilaku, dan 10,2% gangguan emosi pada kelompok umur 10-14 tahun.  Data hasil wawancara menunjukkan bahwa remaja di panti asuhan mengalami permasalahan dalam kesulitan beradaptasi, kurang mampu menyelesaikan masalah, kurang percaya diri dan beberapa permasalahan perilaku sosial dan emosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran kematangan sosial emosional remaja di Panti Asuhan Tunas Harapan. Desain penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek Penelitian adalah remaja Panti Asuhan, berjenis kelamin perempuan, berjumlah 7 orang dan berusia 11-18 tahun. Metode penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data hasil skrining self-assessment, analisis asesmen tes grafis, dan dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan asesmen tes psikologis menunjukkan bahwa kematangan sosial digambarkan ada perasaan tertekan dalam berhubungan dengan lingkungan (85%), sedangkan pada kematangan emosi aspek pengendalian diri (46,5%); Aspek penerimaan diri (57%), aspek kemandirian (28%). Hasil skrining self-assessment menggambarkan indikator analisis masalah remaja panti asuhan memiliki skor yang rendah dan cenderung mengalihkan emosi pada objek lain (displacement). Remaja Panti Asuhan Aisyiyah Tunas Harapan memiliki permasalahan kematangan sosial emosional yaitu adanya perasaan tertekan dalam berhubungan lingkungan kurang percaya diri, insecure, inferior, serta belum mampu mengelola emosi dengan baik. Namun, sudah menunjukkan sikap mandiri yang baik dengan sudah meninggalkan rasa ketergantungan pada orang lain. Temuan penelitian ini memiliki limitasi seperti sampel yang sedikit, tentunya kurang untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Kata Kunci: Kematangan sosial-emosional, Remaja, Panti Asuhan
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA GURU MTsN 1 TANGERANG SELATAN Yulia Dwi Fatmawati; Ayatun Fil Ilmi; Holidah Holidah; Riris Andriati
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i3.3803

Abstract

ABSTRAKNyeri merupakan penyakit yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang, salah satu nyeri yang dapat menyebabkan kecacatan dan dapat menyebabkan masalah dalam kesehatan adalah Nyeri punggung bawah atau Low back pain. Menurut WHO 2013 Low back pain   merupakan diagnosis untuk suatu penyakit namun merupakan nyeri yang dirasakan di area yang terkena bervariasi lama terjadinya nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis faktor determinan keluhan Low back pain   pada guru MTsN 1 Tangerang Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dimana jumlah populasi sebanyak 76 responden guru. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Faktor yang berhubungan adalah variabel lama duduk dengan p-value 0,024 dan variabel posisi kerja dengan p-value 0,016 faktor yang tidak berhubungan adalah variabel usia dengan p-value 0,344, variabel jenis kelamin dengan p-value 0,118, variabel masa kerja dengan p-value 0,108 dan kebiasaan merokok dengan p-value 1,000 berdasarkan hasil analisis multivariate didapatkan OR = 4,125 yang menunjukan responden yang bekerja dengan waktu duduk yang lama memiliki peluang 4,125 kali mengalami risiko keluhan low back pain. Maka dari itu variabel yang paling dominan adalah lama duduk berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 76 guru MTsN 1 Tangerang Selatan. Disimpulkan bahwa dari total 76 responden terdapat 63 responden (82,9%) mengalami keluhan low back pain ringan-sedang dan 13 responden (17,2%) mengalami keluhan low back pain parah – sangat tersiksa dan variabel yang paling dominan adalah variabel lama duduk. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi dan pemahaman bagi guru di MTsN 1 Tangerang Selatan dan dapat menggunakan waktu kosong saat jam kerja dengan merenggangkan otot tubuh. Kata kunci: Low back pain, Posisi Kerja, Lama Duduk dan Guru

Filter by Year

2017 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 4 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 3 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa More Issue