cover
Contact Name
M. Taufik
Contact Email
-
Phone
+628115652128
Journal Mail Official
jkmk@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Lantai II, Universitas Muhammadiyah Pontianak Jl. Ahmad Yani. Nomor 111. Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
ISSN : 23552018     EISSN : 25812858     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa menerima naskah hasil penelitian di bidang Kesehatan Masyarakat dengan focus dan scope meliputi Epidemiologi, Biostatistik, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 132 Documents
Pengaruh Pengetahuan, Sikap, Motivasi, Dukungan Sosial, Dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Dan Pengendalian Pencegahan Covid-19 Di PPM Manajemen Tahun 2021 Diana Batara Munti; Abdul Aziz; Risky Kusuma
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i1.4592

Abstract

ABSTRAKKasus COVID-19 tahun 2021 meningkat signifikan dibandingkan tahun 2020, termasuk di lingkungan PPM Manajemen. Beberapa strategi melawan penyebaran Covid-19 telah dilakukan oleh PPM Manajemen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi dan besaran dampak variabel terhadap kepatuhan dan antar variabel terhadap kepatuhan dan evaluasi upaya pencegahan penyebaran yang telah dilakukan PPM Manajemen. Penelitian kuantitatif ini dilakukan menggunakan kuesioner dengan semua pertanyaan pada kuesioner divalidasi sebelum kuesioner diberikan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sikap berpengaruh signifikan langsung dan dominan terhadap kepatuhan penerapan protokol kesehatan masing-masing sebesar 0,486 selain variabel pengetahuan dan dukungan sosial sebesar 0,249 dan 0,292 (p-value < 0.05). Sedangkan variabel yang secara tidak langsung signifikan terhadap kepatuhan adalah pengetahuan, sikap, motivasi dan dukungan keluarga. Data ini menunjukkan bahwa manajemen PPM Manajemen dapat meningkatkan kepatuhan dengan meningkatkan indikator variabel pengetahuan dan dukungan sosial. Akses informasi Covid-19 dianjurkan melalui sumber yang terpercaya seperti WHO, CDC, dan Kemenkes. Kata kunci: Kepatuhan, Sikap, Pengetahuan, Motivasi, Dukungan Sosial, dan Dukungan Keluarga 
Determinan Perilaku Seksual Remaja Di Provinsi Sumatera Utara (Analisis Data Sikap remaja 2019) suci Ramadhani; Putra Apriadi Siregar
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i1.3617

Abstract

ABSTRAKPendahuluan, Masalah Perilaku seksual pranikah merupakan salah satu masalah yang terjadi pada tingkat remaja. Perilaku seksual pranikah merupakan salah satu akibat dari pergaulan bebas yang dilakukan oleh kelompok remaja pertengahan dan akhir. Alasan dilakukannya tinjauan ini adalah untuk merinci Determinan Perilaku Seksual Remaja di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan data SKAP Remaja 2019. Bahan dan metode, Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan desain analitik cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja berusia 10-24 tahun dan belum menikah. Sampel penelitian berjumlah 1.833 remaja. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi, pemeriksaan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat menggunakan uji chi-squar . Tujuan Penelitian, Untuk menganalisis determinan perilaku seksual remaja di provinsi sumatera utara berdasarkan data SKAP remaja tahun 2019. Hasil/temuan, berdasarkan data SKAP remaja 2019 ditemukan determinan perilaku seksual pada remaja di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 26,7% remaja. Kesimpulan, Berdasarkan data SKAP 2019 yang menjadi determinan perilaku seksual adalah jenis kelamin, usia, pendidikan, tempat tinggal, perilaku berpacaran. Kata Kunci : Perilaku seksual, Remaja, Determinan
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur Di Jakarta Timur Pada Masa Pandemi Covid-19 Ester Liana; Chandrayani Simanjorang; Ulya Qoulan Karima
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i1.4481

Abstract

ABSTRAKProgram Keluarga Berencana (KB) merupakan pengendalian penduduk di Indonesia yang dilakukan untuk meminimalisir kepadatan penduduk dan menaikkan kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Sebelum masa pandemi, Angka kelahiran atau Total Fertility Rate (TFR) di Indonesia sebesar 2,6 berada di atas rata-rata angka kelahiran di ASEAN yaitu 2,4 dan ketika pandemi terjadi penurunan penggunaan kontrasepsi karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menyebabkan fasilitas pelayanan kesehatan dibatasi, dapat memicu turunnya kepesertaan KB dan resiko kelahiran meningkat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan alat kontrasepsi pada WUS di Kecamatan Duren Sawit pada masa pandemi COVID-19 tahun 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi yang diteliti merupakan Wanita Usia Subur (WUS) yang berdomisili di Kecamatan Duren Sawit, lalu dipilih 290 sampel dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini berlangsung pada bulan April hingga Mei 2022 dan analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat dengan chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu adanya hubungan yang signifikan (p-value <0,05) antara pendapatan, pengetahuan, sikap, dukungan kader, dan dukungan suami terhadap penggunaan alat kontrasepsi. Berdasarkan analisis multivarait disimpulkan bahwa dukungan suami meruapakan variabel yang paling dominan memengaruhi penggunaan alat kontrasepsi pada WUS (POR: 21,08; 95%CI=8,70-51,07). Dengan demikian WUS yang mendapatkan dukungan suami berpotensi 21,08 kali akan menggunakan alat kontrasepsi dibanding WUS yang tidak mendapatkan dukungan suami. Kata Kunci: Alat kontrasepsi, WUS, determinan, keluarga berencana, COVID-19
Paparan Informasi Kesehatan Reproduksi Dengan Sikap Premarital Seks Dan Perilaku Berisiko Remaja (Analisis Data Sekunder SKAP 2019) Irene Febriani; Wahidah Sukriani; Itma Annah; Restu Krisnata
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i1.4566

Abstract

ABSTRAKRemaja adalah bagian perkembangan individu yang penting dan diawali dengan matangnya organ-organ fisik. Remaja mempunyai kesempatan memperoleh status kesehatan optimal, tetapi perilaku remaja tidak selalu mendukungnya. Informasi jika tidak diimbangi dengan adanya pendidikan kesehatan menjadikan remaja berusaha mencari informasi dan berpotensi berisiko melakukan premarital seks dan perilaku berisiko. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara informasi dengan sikap remaja tentang premarital seks dan perilaku berisiko, dilengkapi variabel lainnya usia, pendidikan, jenis kelamin dan kesejahteraan. Unit analisis Provinsi Kalimantan Tengah, menggunakan data sekunder Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) 2019 berjumlah 316 remaja secara systematic random sampling, desain penelitian cross sectional, dilaksanakan tahun 2020, data dianalisa menggunakan distribusi frekwensi dan simple multinomial. Hasil menunjukkan  64,4% tidak setuju dengan sikap premarital seks dan tidak melakukan perilaku berisiko. 91,2% telah menerima informasi melalui informasi luar ruang, petugas dan institusi. Sumber informasi berhubungan dengan sikap premarital seks (P Value 0.021), sumber informasi tidak berhubungan dengan perilaku berisiko. Umur berhubungan dengan sikap premarital seks (P Value 0,005) dan berperilaku berisiko (P Value 0,020). Jenis kelamin berhubungan dengan sikap premarital seks dan perilaku berisiko (P value 0,005). Variabel kesejahteraan keluarga tidak berhubungan dengan sikap premarital seks dan perilaku berisiko (P Value >0,05). Konten sumber informasi masih perlu untuk diperhatikan, fasilitator yang menyebarkan sumber informasi kembali perlu untuk diberikan pelatihan serta sasaran pemberian informasi disesuaikan dan tepat sasaran.Kata kunci: Informasi, Premarital seks, Berisiko, Remaja
Faktor Yang Berhubungan Dengan Unsafe Action Pada Pekerja Produksi Di Pabrik Fabrikasi Baja Aishawa Rahma Jauhari; Fea Firdani; Aria Gusti
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i1.4885

Abstract

ABSTRAKUnsafe action merupakan penyebab langsung kecelakaan kerja. Tempat kerja yang baru beroperasi memiliki risiko dan bahaya yang lebih tinggi terhadap kecelakaan kerja. Terjadinya unsafe action pada tempat kerja yang baru dapat memperbesar resiko terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan unsafe action pada pekerja produksi di PT Wijaya Karya Pabrik Fabrikasi Baja Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain ­cross sectional terhadap 72 pekerja, sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen (pengetahuan, sikap, beban kerja, stres kerja, kelelahan kerja, dan pengawasan) dan variabel dependen yaitu unsafe action. Pengolahan data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,4% pekerja melakukan tindakan tidak aman, 37,5% memiliki pengetahuan rendah, 51,4% memiliki sikap negatif, 55,6% memiliki beban kerja berat, 58,3% memiliki tingkat stres kerja sedang, 52,8% mengalami kelelahan kerja dan 50,0% menyatakan pengawasan yang dilakukan kurang. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,006), sikap (p=0,000), stres kerja (p=0,000) dan pengawasan (p=0,000) dengan unsafe action, tidak ada hubungan antara beban kerja (p=0,162) dan kelelahan kerja (p=0,160) dengan unsafe action. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling dominan berhubungan dengan unsafe action adalah pengawasan (p=0,003). Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, stres kerja dan pengawasan dengan unsafe action. Pengawasan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan unsafe action. Diharapkan kepada perusahaan melakukan pengawasan secara ketat dan rutin dengan menerapkan sistem punishment dengan tingkatan yang lebih berat. Kata kunci: fabrikasi baja, unsafe action, pengawasan
Peran Dukungan Sosial Keluarga Pada Pasien Positif Covid-19 Kota Pontianak Widya Lestari; Riszky Ramadhan; Anggi Rahmawati
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i2.4121

Abstract

ABSTRAKPandemi Corona Virus yang terjadi pada akhir tahun 2019 telah mengubah banyak kebiasaan manusia di berbagai aspek kehidupan. Pasien terkonfirmasi covid-19 Pontianak mencapai 115 orang. Pada saat menjalankan isolasi secara mandiri maupun di rumah sakit, pasien seharusnya tetap mendapatkan dukungan dari keluarga karena dukungan yang diberikan keluarga menjadikan motivasi pasien untuk sembuh. Dukungan dari keluarga dapat meningkatkan imunitas bagi tubuh pasien dan mempercepat penyembuhan. Jika pasien tidak mendapatkan dukungan dari keluarga dan stres akan sakit yang di derita maka membuat gejala yang awalnya hilang muncul kembali sehingga memperlambat kesembuhan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dukungan sosial keluarga pada pasien covid-19 di Kota Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis dengan cara kualitatif. Hasil penelitian ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa terdapat dukungan sosial keluarga yang besar dari kedua subjek penelitian untuk anggota keluarga yang terkena covid-19. Terdapat dukungan sosial keluarga yang besar dari kedua subjek untuk anggota keluarga yang terkena covid-19. Dukungan yang terlihat seperti merasakan kesedihan, memberikan perhatian, memberikan kata-kata dukungan, aktif mencari informasi berkaitan dengan pengobatan dan pemenuhan obat-obatan yang diperlukan. Setiap orang yang terkena covid-19 haruslah diberikan dukungan sosial dari keluarga untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Dukungan sekecil apapun sangatlah berharga seperti dukungan sosial keluarga yang berupa dukungan emosional, penilaian positif, dukungan instrumental dan dukungan informatif merupakan hal yang penting untuk diberikan pada pasien covid-19 untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.Kata kunci: Dukungan sosial keluarga, Pasien Covid-19, Pontianak
Pengaruh Pemberian Cookies Tepung Jawawut Terhadap Perubahan Status Gizi Baduta Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Tebing Bulang Terati Terati; Rati Meta Sari; Imelda Telisa
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i2.4422

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis di 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Upaya peningkatan status gizi masyarakat termasuk penurunan prevalensi balita pendek menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional dan stunting juga memberikan dampak bukan hanya tinggi badan tetapi juga terhadap perkembangan otak yang tidak maksimal. Tujuan penelitian yaitu untuk melihat adanya pengaruh pemberian cookies dari tepung jawawut terhadap perubahan panjang badan baduta stunting di wilayah kerja Puskesmas Tebing Bulang. Rancangan penelitian ini ada 2 tahap yaitu tahap pertama menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial menggunakan Uji Organoleptik dengan panelis sebanyak 30 orang dan tahap kedua rancangan Two-Group Pretest-Postest Design with Control Group. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 822 baduta didapatkan sampel sebanyak 30 orang. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Dengan cara pengelompokkan baduta stunting, membuat nomor undian, pengundian untuk pengambilan sampel secara acak, nomor yang keluar dijadikan sampel penelitian.   Hasil uji t- dependen bahwa rata-rata panjang badan sebelum intervensi yaitu 74,960 cm dan sesudah intervensi selama 30 hari berturut-turut yaitu 75,107 cm dengan nilai p-value 0,000. Cookies tepung jawawut mempunyai pengaruh terhadap peningkatan panjang badan baduta stunting di wilayah kerja puskesmas tebing bulang. Kata kunci: Stunting, panjang badan, cookies tepung jawawut
Profil Kandungan Nutrisi dalam Buah Nanas Kota Kotamobagu Sulawesi Utara: Kajian Komprehensif untuk Potensi Kesehatan La Jumu; Nouvy Helda Warouw; Paula Krisanty; Febry Istyanto
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i2.5438

Abstract

ABSTRAKPendahuluan, Nanas adalah buah tropis yang memiliki aspek botani yang menarik, kaya akan nutrisi, memiliki manfaat kesehatan potensial, serta memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Salah satu kota penghasil nanas terbaik adalah Kotamobagu yang berada di Sulawesi Utara. Alasan dilakukanya kajian ini adalah untuk mengetahui kandungan nutrisi dalam buah nanas Kotamobagu. Bahan dan Metode, Pemeriksaan kandungan dengan menggunakan nanas segar asal Kotamobagu yang selanjutnya pemeriksaan kimia berbasis laboratorium. Tujuan Penelitian, Untuk mengetahui gambaran profil kandungan nutrisi buah nanas Kotamobagu. Hasil, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium berbasis spektrofotometri didapatkan 29 zat gizi yang baik untuk kesehatan mulai dai multivitamin dan mineral. Kesimpulan, buah nanas Kotamobagu kaya akan nutrisi mulai dari vitamin dan mineral yang baik untuk menunjang kesehatan. Kata kunci: Nanas, kotamobagu, nutrisi, multivitamin, mineral
Hubungan Pengetahuan dan Akses Informasi dengan Persepsi Tokoh Masyarakat Mengenai Pemberian Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja Febriani Azzahra; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i2.4553

Abstract

ABSTRAKPendahuluan, Masyarakat masih menganggap tabu segala sesuatu yang berhubungan dengan seksualitas, yang meliputi pembicaraan tentang kesehatan reproduksi, maupun pemberian informasi atau pendidikan seks. Tokoh masyarakat dianggap berperan  penting  dalam  memberikan  pendidikan dan pemahaman tentang pentingnya pendidikan seks kepada orang tua agar anak mereka tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan akses informasi dengan persepsi tokoh masyarakat mengenai pemberian informasi kesehatan reproduksi remaja di Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Bahan dan metode, Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Grogol, Sukoharjo dengan responden 261 tokoh masyarakat. Pengambilan reponden menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan chi-square. Hasil, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p<0,001) dan akses informasi (p=0,028) dengan persepsi tokoh masyarakat mengenai pemberian informasi kesehatan reproduksi remaja di Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Kesimpulan, Tokoh masyarakat dapat mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan edukasi kesehatan reproduksi remaja. Peran aktif tokoh masyarakat diperlukan untuk memberikan dukungan positif dalam rangka pencegahan perilaku seks berisiko pada remaja. Tokoh masyarakat juga dapat mengakses informasi kesehatan reproduksi tidak hanya dari media internet, media sosial, media eletronik tetapi juga dari tenaga kesehatan dan seminar. Kata Kunci: Persepsi tokoh masyarakat, pengetahuan, akses informasi, pendidikan kesehatan reproduksi
Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Kurang Energi Kronis dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMK N 2 Salatiga Mahestri Wiworomukti; Yunita Dyah Puspita Santik
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v10i2.5695

Abstract

ABSTRAKAnemia merupakan kejadian kurangnya jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin abnormal yang banyak terjadi pada wanita termasuk remaja putri. Anemia masih menjadi masalah nasional maupun internasional, sedangkan penyakit ini tidak hanya memberi dampak bagi remaja putri saat ini yang mempengaruhi produkvitasnya di sekolah, tapi juga berpengaruh besar untuk kedepannya sebagai penyebab masalah kesehatan ibu dan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan kurang energi kronis dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK N 2 Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi SMK N 2 Salatiga. Sampel diambil dengan teknik total sampling pada siswi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis univariat dilakukan dengan uji deskriptif dan uji bivariat dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara indeks massa tubuh (p=0,009) dengan kejadian anemia dan tidak ada hubungan antara kurang energi kronis (p=0,173) dengan kejadian anemia. IMT yang tidak normal, baik kurang ataupun berlebih, menjadi sebab kurangnya asupan zat besi, akibatnya kebutuhan tubuh akan zat besi tidak tercukupi. Kondisi ini tidak lepas dari masa pubertas yang sedang dialami, padatnya aktivitas, dan perilaku tidak sehat yang kerap dilakukan oleh remaja putri. Adapun saran bagi sekolah agar melaksanakan inisiasi edukasi kesehatan tekait gizi seimbang dan pencegahan anemia dalam kegiatan siswi di sekolah, memantau makanan yang diperjualbelikan di lingkungan sekolah, dan melakukan pendampingan serta penertiban konsumsi tablet tambah darah dengan menunjuk sebagian siswi pada setiap kelas sebagai pionir. Kata kunci: Anemia, Indeks Massa Tubuh, Kurang Energi Kronis, Remaja Putri

Filter by Year

2017 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 4 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 3 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa More Issue