cover
Contact Name
Era Triana
Contact Email
-
Phone
+628116616456
Journal Mail Official
rekayasa_ftsp@bunghatta.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Jurnal Rekayasa Gedung G Lantai 3 Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta, Jl. Sumatera Ulak Karang, Padang 25133 Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL REKAYASA
Published by Universitas Bung Hatta
ISSN : 14120151     EISSN : 26229455     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa is a open access journal focusing on the scientific work of lecturers/academics, practitioners and professionals to the study of civil engineering, architecture, quantity surveying, urban and regional planning issues. This journal discusses issues relating to sustainability in the economic, social, environmental, and institutional dimensions of urban development and planning in Indonesia and throughout the world.
Articles 126 Documents
OPTIMASI BIAYA DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE TIME COST TRADE OFF PADA PROYEK REHABILITASI RUMAH JABATAN WALIKOTA KUPANG Syahdana, Adryan Dheva; I Gusti Agung Ananda Putra
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2021 di Kota Kupang, kota tersebut dilanda badai seroja menyebabkan kerusakan pada banyak rumah dan gedung. Menurut data yang tercatat oleh situs kompasid, sekitar 52.793 unit bangunan terkena dampak badai tersebut. Banyak upaya yang harus dilakukan masyarakat maupun pemerintah kota Kupang untuk memperbaiki kediaman mereka. Salah satunya yaitu melakukan pekerjaan konstruksi. Pekerjaan konstruksi yang dilakukan ialah untuk merenovasi bangunan-bangunan yang rusak setelah bencana alam tersebut. Namun, sering kali terjadi ketidak sesuaian antara jadwal perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan, menyebabkan keterlambatan dan peningkatan biaya dalam pelaksanaan proyek. Skripsi ini membahas studi kasus Rehabilitasi Rumah Jabatan Walikota Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang mengalami keterlambatan akibat berbagai faktor termasuk cuaca buruk dan kurangnya penyelesaian proyek yang memadai. Dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lintasan kritis, menentukan waktu normal dan waktu percepatan, serta mencapai keseimbangan optimal antara biaya dan waktu pelaksanaan proyek. Setelah melakukan crash duration, Durasi dari waktu optimal proyek dengan percepatan penambahan tenaga kerja adalah 59 hari yang berarti lebih cepat 4 hari dari waktu keterlambatan proyek sebelumnya yaitu 63 hari. Sedangkan biaya optimal proyek dengan percepatan penambahan tenaga kerja adalah Rp 3,742,542,230.03 yang dimana terdapat penurunan biaya proyek sebesar Rp 12,976,877.97 dari biaya normal Rp 3.755.519.108,00.
STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN BATA MERAH DAN BATA RINGAN SEBAGAI PENYUSUN DINDING: Studi Kasus : Rumah-rumah Sederhana di Sumedang, Karawang, dan Banten Viencent Cheristian Laia; Pranata, Yosafat Aji
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material untuk komponen bangunan sangat bervariasi, khususnya dinding. Penggunaan material bata merah dan bata ringan merupakan material yang sangat umum dalam konstruksi bangunan sederhana di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji secara langsung bagaimana perbedaan yang dihasilkan dari material dinding penyusun bata merah dan bata ringan untuk masing masing model rumah yang berbeda dan juga lokasi yang berbeda. Ruang lingkup penelitian ini adalah kondisi bangunan rumah subsidi yang tersebar di beberapa wilayah meliputi lima model rumah yang terletak di lokasi perumahan yang berbeda. Penelitian ini melakukan perbandingan terhadap tipe rumah yang berbeda, dengan lokasi yang berbeda serta komponen penyusun dinding yang berbeda untuk menjadi validasi terhadap perbandingan kekakuan struktur bangunan yang dipengaruhi dari perbedaan penggunaan bata merah dan juga bata ringan. Pembebanan gempa dengan respons spektrum menjadi komponen utama dalam melakukan analisa kemampuan bangunan yang berdeformasi dan pengaruhnya terhadap kekuatan kapasitas struktur. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil analisis pada kelima denah rumah yang berbeda dan juga lokasi yang berbeda material bata ringan terlihat memiliki pengaruh terhadap perpindahan dan juga deformasi yang lebih besar daripada bata merah. namun berdasarkan analisis izin perpindahan, kapasitas gaya dalam dan juga izin deformasi masih memenuhi untuk keamanannya bagi rumah sederhana.
ANALISA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KECAMATAN PENUKAL UTARA KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR Rirantri; Henggar Risa Destania; Ratih Bavina
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan secara berkelanjutan yang harus dipenuhi setiap saat, Kecamatan Penukal Utara semakin banyak menggunakan air seiring dengan perkembangannya yaitu khususnya air bersih, maka sudah pasti untuk beberapa tahun kedepan akan membutuhkan air bersih yang lebih banyak lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan air bersih yang dibutuhkan masyarakat Kecamatan Penukal Utara hingga tahun 2032. Penelitiaan ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data-data yang digunakan anatara lain data jumlah penduduk 5 tahun terakhir, data pelanggan PDAM menurut jenis-jenis pelanggan 5 tahun terakhir dan data kebutuhan air bersih untukpelanggan Kecamatan Penukal Utara. Hasil dari penelitiaan ini yang didapat bahwa kebutuhan air bersih daerah pelayanan menurut prediksi Pertambahan jumlah pelanggan untuk Kecamatan Penukal Utara 25,621 l/det, sedangkanKetersediaan Sumber air bersih masih mampu mencukupi kebutuhan air bersih hingga tahun 2032. Sedangkan kebutuhan reservoir unit Penukal Utara menjadi 530,64 m³ dan hanya mampu menampung hingga tahun 2028 dan akan mengalami kekurangan sebesar 130,64 m³ pada tahun2032.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL BUS RAPID TRANSIT (BRT) TRANS PADANG KORIDOR BUNGUS TELUK KABUNG – PASAR RAYA Evince Oktarina; Abdussalam
JURNAL REKAYASA Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal REKAYASA (In Progress)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37037/jrftsp.v15i2.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Padang pada Koridor Bungus Teluk Kabung–Pasar Raya dengan mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. SK.687/AJ.206/DRJD/2002. Evaluasi dilakukan terhadap beberapa indikator utama, meliputi kapasitas dan load factor, headway dan waktu tunggu, waktu siklus, kecepatan kendaraan, tingkat keterlambatan, ketersediaan armada, serta karakteristik penumpang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dan kuesioner, dengan pengumpulan data pada hari kerja dan hari libur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas armada bus sedang telah sesuai dengan standar, namun tingkat pemanfaatannya masih rendah. Nilai load factor rata-rata sebesar 39,69% berada jauh di bawah standar ideal 70%, yang mengindikasikan belum optimalnya penyerapan permintaan layanan. Rata-rata headway dan waktu tunggu penumpang masih memenuhi standar pelayanan minimal, tetapi terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada jam sibuk akibat keterbatasan armada dan kondisi lalu lintas. Selain itu, kecepatan operasional bus dan tingkat keterlambatan layanan belum memenuhi standar yang ditetapkan, terutama pada periode puncak perjalanan. Secara keseluruhan, kinerja operasional BRT Trans Padang pada koridor penelitian belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui penambahan armada, penyesuaian jadwal operasional, serta dukungan manajemen lalu lintas untuk meningkatkan efisiensi, keandalan, dan kualitas layanan angkutan umum perkotaan di Kota Padang.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYUSUNAN RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) IBUKOTA KABUPATEN PADANG PARIAMAN Saputra, Adrian; Jumas, Dwifitra Y
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padang Pariaman menjadi salah satu dari 12 kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Barat dengan ibukota kabupaten yaitu Parit Malintang. Saat ini kondisi perkembangan kawasan Ibukota Padang Pariaman sangatlah cepat dalam perkembangannya. Oleh karena itu perkembangan kawasan ini perlu diarahkan agar lebih merata dan menyeluruh di kawasan perkotaan maupun sekitarnya. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) suatu kota harus ditetapkan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) bagian dari wilayah kota tersebut yang perlu disusun. Hal ini dapat tercapai dengan rencana tata ruang yang baik agar bisa terwujud suatu ruang yang aman, nyaman dan berkelanjutan. Dalam mendukung hal tersebut dibutuhkan pula peran masyarakat dalam penyusunan RDTR Ibukota Kabupaten Padang Pariaman. Hal ini penting karena masyarakat lebih tahu dengan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka dan untuk itu perlunya peran masyarakat dalam penyusunan rancangan dokumen RDTR tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa partisipasi dari masyarakat dalam penyusunan RDTR kawasan Ibukota Kabupaten Padang Pariaman belum efektif. Tidak semua masyarakat diundang, hanya perwakilan dari masyarakat saja. Bentuk partisipasi masyarakat dalam penyusunan RDTR ini secara vertikal. Hal ini dapat terjadi dengan suatu kondisi tertentu masyarakat terlibat dan menjadi bagian dalam suatu program dengan pihak lain. Sedangkan Tingkat partisipasi masyarakat dalam penyusunan RDTR kawasan Ibukota Kabupaten Padang Pariaman berada pada tingkat empat yaitu Consultation (konsultasi) dari sebanyak delapan tangga partisipasi Arnstein. Konsultasi dilakukan dengan mengundang pendapat-pendapat masyarakat sebagai langkah lanjutan setelah diberikan informasi.
ANALISIS FAKTOR DOMINAN YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA WAKTU PELAKSANAAN PROYEK X DI IKN Rahmawati, Fitri; Sari, Oryza Lhara
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pembangunan di Pulau Kalimantan saat ini sedang mengalami peningkatan karena adanya rencana pemindahan ibu kota dengan nama resmi Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemindahan ini memicu berbagai persiapan, terutama di sektor pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan melalui proyek konstruksi. Berkaitan dengan waktu penyelesaian proyek yang memegang kunci utama agar tidak terjadi pembengkakan biaya dan pengurangan mutu, kinerja waktu adalah suatu proses yang digunakan untuk mengetahui perbandingan antara jadwal waktu yang telah direncanakan dengan waktu sebenarnya penyelesaian proyek (pekerjaan aktual). Mengingat pentingnya waktu penyelesaian pada sebuah proyek, penelitian ini akan dilakukan di Proyek XYZ di IKN yang pada masa pelaksanaannya menunjukkan adanya penurunan progres kerja proyek. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian dan pengolahan data menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan faktor paling dominan yang dapat memengaruhi kinerja waktu menurut perspektif pelaksana pada proyek adalah Faktor Keuangan (X5) dengan nilai Beta sebesar 0.540. Berdasarkan hasil analisis ini didapatkan rekomendasi ahli terkait faktor dominan yang ada agar dapat diterapkan pada proyek dengan melakukan pengelolaan keuangan yang baik oleh perusahaan, termasuk memiliki dana cadangan, kemampuan mencari modal tambahan, perencanaan penggunaan dana yang baik, melengkapi persyaratan administrasi pencairan termin proyek, memaksimalkan sumber daya yang ada, serta mengawasi jalannya proyek secara berkala.
PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM DALAM PROVINSI RUTE PAYAKUMBUH-PADANG Andelin, Reyhan; Farid Arifan Hatta; Rifky Julian Amanda; Muhammad Alhidayat
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini secara khusus mempelajari bagaimana pelaku perjalanan memilih moda transportasi ,menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelaku perjalanan untuk memilih moda transportasi, dan menghasilkan model matematis dari kemungkinan probabilitas pemilihan moda transportasi antara Bus dan Travel di wilayah studi. Metode discrete choice menggunakan statistik untuk mengevaluasi adanya faktor yang memengaruhi keputusan penumpang untuk memilih antara bus dan Travel. Dua model yang digunakan untuk analisis adalah model logit biner selisih dan nisbah. Analisis regresi linear digunakan untuk menyelesaikan kedua model ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai probabilitas moda transportasi yang dipilih akan berubah sebagai akibat dari perubahan nilai biaya. Berdasarkan penelitian, nilai probabilitas pemilihan moda transportasi dapat berubah karena perubahan biaya. Mempengaruhi piemilihan moda dengan perbandingan 86.6% pengguna memilih Travel dan 13.4% memilih Bus. Persamaan model pemilihan moda dari penelitian ini adalah Y = -4,986 + 0,599(X1) - 2,453(X2) + 4,799(X3) dimana X1 adalah waktu tempuh, X2 adalah waktu tunggu, dan X3 adalah Biaya Perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan kompetisi antara Bus dan Travel dalam rute Payakumbuh – Padang dipengaruhi oleh biaya perjalanan. Analisis logit biner menunjukkan bahwa variabel Waktu Perjalanan dan Waktu Tunggu tidak berpengaruh secara parsial, sementara variabel Biaya berpengaruh secara parsial terhadap pemilihan moda transportasi. Variabel dependent berpengaruh 58.9% secara simultan terhadap pemilihan moda transportasi.
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BOTOL KACA SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN DAN LENTUR BETON Pranoto, Yudi; Dari, Yunita Wulan; Hidayat, Mohammad
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah botol kaca merupakan bahan anorganik yang tidak dapat terurai secara alami dan dapat membahayakan manusia. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk mengurangi limbah botol kaca dengan memanfaatkan limbah botol kaca yang ada sebagai bahan campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi limbah botol kaca dan persentase maksimum limbah botol kaca terhadap kekuatan tekan dan lentur beton. Mutu beton yang direncanakan adalah f’c 20 MPa. Variasi limbah botol kaca yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 7 dan 28 hari. Sedangkan, pengujian kuat lentur beton dilakukan pada umur 28 hari. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan dan lentur maksimum untuk beton umur 28 hari dengan variasi limbah botol kaca 20% sebesar 15,015 MPa untuk kuat tekan dan 3,597 MPa untuk kuat lentur. Subtitusi limbah botol kaca dapat meningkatkan kuat tekan dan lentur sebesar 15,25% dan 41,55%.
EVALUASI TINGKAT KEKUMUHAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN SANGKRAH BERDASARKAN PERMEN PUPR NO. 2 TAHUN 2016 Cahyawati, Farrah Lintang; Arrafi, Irfiarrobi' Wildhanio; Shabrina, Nadya
JURNAL REKAYASA Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi tingkat kekumuhan di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, dilakukan berdasarkan kriteria Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 2 Tahun 2016. Peraturan tersebut mencakup tujuh indikator utama, seperti kondisi bangunan, infrastruktur, dan utilitas, untuk menilai kawasan permukiman kumuh. Metode skoring digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat kekumuhan menjadi kategori bukan kumuh, kumuh ringan, sedang, dan berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kelurahan Sangkrah termasuk dalam kategori kumuh sedang, dengan tantangan utama terkait pengelolaan sampah, sistem drainase, dan kondisi perumahan. Perlunya intervensi terarah ditekankan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kawasan kumuh di Surakarta. Rekomendasi meliputi peningkatan sistem pengelolaan sampah, perbaikan infrastruktur drainase, serta penyediaan solusi perumahan yang lebih baik guna memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.
MENGIDENTIFIKASI POTENSI DAN MASALAH PADA KARAKTERISTIK FUNGSI KAWASAN TOD MRT FATMAWATI Taki, Herika Muhamad; Aulia, Anggia Putri; Imani, Azzahra Yaomil
JURNAL REKAYASA Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DKI Jakarta merupakan Ibu Kota Negara yang menjadi pusat wilayah dan tergabung dalam suatu wilayah metropolitan berskala besar. Mobilitas yang tinggi juga kerap kali menimbulkan permasalahan baru bagi lingkungan. Adanya MRT Jakarta bertujuan memberikan pedoman untuk mewujudkan lingkungan kota yang berorientasi pada manusia sebagai pengguna dan/atau kepentingan umum, dengan penekanan pada aspek kualitas fungsional, kualitas visual serta kualitas lingkungan. Permasalahannya adalah keterbatasan dan kesiapan lahan untuk pembangunan. Konsolidasi lahan diperlukan sebagai modal awal perbaikan infrastruktur dan penataan kondisi lahan dalam rangka antisipasi terhadap adanya rencana pengembangan hunian vertikal dan peningkatan intensitas/pemadatan lahan di sekitar titik transit di sepanjang koridor MRT, terutama pada area lapis (layer) kedua yang umumnya terbentuk dari kawasan permukiman berkepadatan rendah. Kawasan MRT Fatmawati ini menjadi kawasan transit yang nantinya dapat dilakukan pengembangan kawasan transit terpadu (TOD) oleh karena kemudahan akses menuju kawasan ini di kala padatnya lalu lintas pada hari weekdays terutama pada jam pulang kerja karyawan.

Page 12 of 13 | Total Record : 126