Articles
77 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER"
:
77 Documents
clear
PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (PPIA) MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DI PUSKESMAS KUTA II BADUNG
Primadewi, Kadek;
Adi Cahya Dewi, Putu
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/job.v16i2.2203
Latar belakang: Rekomendasi dari WHO bahwa pada dasarnya semua ibu hamil sebelum melakukan persalinan harus ditawarkan tes HIV untuk mencegah penularan pada bayi, yang dilakukan oleh tenaga kesehatan pada saat konseling kehamilan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pencegahan penularan HIV dari Ibu ke Anak di Puskesmas Kuta II Badung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif, dengan total responden 40 ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Kuta II. Pengambilan responden dengan total sampling. Analisis dilakukan dengan Paired Sample T-test. Hasil: Hasil yang didapatkan dari total 40 responden yaitu, pada uji pengetahuan diperoleh korelasi sebesar 0,515 (korelasi kuat) dengan signifikansi 2-tailed 0,000 (sig. ≤ 0,005) dan pada uji sikap diperoleh korelasi sebesar 0,525 (korelasi kuat) dengan signifikansi 2-tailed 0,005 (sig. ≤ 0,005). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dengan posttest tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pencegahan penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) di Puskesmas Kuta II.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN AUDIO VISUAL BERTUTUR BAHASA MADURA TERHADAP SELF EFFICACY IBU TENTANG PRAKTIK MENYUSUI DAN MAKANAN PENDAMPING ASI
NOVIANA, ULVA;
Suryaningsih, Merlyna;
Haris, Mustofa;
Aini, Qurrotu
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/job.v16i4.2263
Kejadian balita pendek atau stunting masih menjadi permasalahan global yang dialami oleh balita di dunia, termasuk Indonesia. Hasil studi pendahuluan 10 ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan didapatkan bahwa 7 (70%) memiliki self afficacy rendah dalam pencegahan stunting. Tujuan penelitian adalah menganalisis perbedaan self efficacy ibu tentang praktik menyusui dan PMT antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode penelitian ini menggunakan Quasy-experiment pretest-posttest with control group design. Variabel independent promosi kesehatan melalui audiovisual bertutur bahasa Madura sedangkan variabel dependent Self afficacy ibu tentang praktik menyusui dalam pencegahan stunting. Jumlah populasi sebanyak 72 berupa ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di Desa Jaddih, dengan sampel 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner self efficacy ibu dalam praktik menyusui dan self efficacy ibu dalam pemberian makanan tamabahan pencegahan stunting. Uji statistik menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan α 0,05. Hasil penelitian ada perbedaan self efficacy ibu anatara kelompok yang diberikan edukasi kesehatan melalui audio visual bertutur Bahasa Madura tentang praktik menyusui dengan kelompok yang tidak diberikan, ada perbedaan self efficacy ibu anatara kelompok yang diberikan edukasi kesehatan melalui audio visual bertutur Bahasa Madura tentang pemberian makanan tambahan dengan kelompok yang tidak diberikan. Tenaga kesehatan maupun calon tenaga kesehatan mendalami program mengatasi masalah stunting di Indonesia, dengan memanfaatkan media audiovisual bertutur Bahasa Madura yang mudah dipahami oleh ibu sebagai salah satu media dalam melakukan promosi kesehatan dalam pencegahan stunting
Mengurai Masalah Anemia pada Remaja Putri di Indonesia: Studi Kasus di Bangka Belitung
Permata, Tesza Rezky;
Martina Yunus, Endriyani;
Sali Pinaremas, Annisa
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/job.v16i4.2370
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi anemia pada remaja putri di Kepulauan Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 113 remaja putri berusia 14-17 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan klinis, dan pengukuran kadar hemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia sebesar 37%, dengan 51% di antaranya mengalami anemia sedang. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi usia, pendidikan ibu, kondisi menstruasi, kebiasaan sarapan, dan konsumsi tablet tambah darah. Ditemukan bahwa 68% responden tidak rutin sarapan pagi dan 74% tidak mengonsumsi tablet tambah darah. Penelitian ini menyoroti pentingnya intervensi gizi dan edukasi kesehatan untuk mengurangi prevalensi anemia di kalangan remaja putri di wilayah tersebut.
Permainan Kartu Sehat sebagai Edukasi Untuk Pencegahan Stunting Fase 10-14 Tahun Program 8000 HPK
Sofiyetti, Sofiyetti;
Mustofa, Kartika
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/job.v16i4.2385
8000 HPK is a continuation of the 1000 HPK concept which requires full attention to children and adolescents to prevent stunting. Games are one method of nutrition education that is effective in increasing children's knowledge about the importance of balanced nutrition. This research aims to determine the increase in nutritional knowledge using the Healthy Card Game method at SDIT An Nahl, Jambi City as one of the interventions for nutritional problems in school age children in the 10-14 year phase in accordance with the 8000 HPK program to prevent stunting in children, pre-teens and teenagers. The method in this research is Quasi Experimental by comparing the results before and after intervention through pre and post tests. Students are given nutrition education through healthy card games. The respondents in this research were all students at SDIT An Nahl, Jambi City, who were taken as a probability sample. The data obtained will be analyzed statistically using the Wilcoxonn test. The mean value is different between students' knowledge between the pretest and posttest. The research results showed that the average knowledge score before and after the intervention had increased by 1.19 points. With a mean before intervention of 8.03 points and after intervention of 9.22 points. Test analysis using T-Test on Pretest and Posttest respondents. The results of data testing showed a p value = 0.000 <0.05. The research conclusion was that there was a significant difference in knowledge between knowledge before and after the balanced nutrition educational intervention with healthy card games.
Dampak Stunting Terhadap Kesehatan Anak: Narrative Review
Alifariki, La Ode;
Arifiati, Nurce;
Rini, Mutia Puspa;
Nurseha, Nurseha;
Ruwiah, Ruwiah;
Indah, Indar
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/job.v16i4.2388
Stunting in children is a global public health problem that has a significant impact on physical, cognitive and social development. This research analyzed ten studies that examined the relationship between stunting and various aspects of child development, including cognition, motor skills and behavior. The research methods used varied, including cohort studies, case-control studies, and cross-sectional designs, with populations consisting of children under seven years of age in various countries. The results showed that children who were stunted had lower cognitive and motor scores compared to non-stunting children. Additionally, environmental factors, such as maternal education and perinatal conditions, contribute significantly to developmental outcomes. This research emphasizes the need for integrated early intervention to prevent stunting and support children's optimal development. Although this study provides important insights, limitations in design, sample size, and unmeasured variables must be noted. These findings underscore the importance of policies that support child nutrition and health to improve long-term well-being
PENGETAHUAN REMAJA TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA SISWA DI SMAN 6 PUNTEUT KOTA LHOKSEUMAWE
Elvieta, Elvieta;
Us, Hafsah;
AB, Myrna Lestari
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/job.v16i4.2389
Premarital sexual behavior is a complex public health problem, influenced by various factors such as knowledge, social norms, and group pressure. It is hoped that sufficient knowledge about sex can influence a person's sexual behavior, but the relationship between the two still needs to be explored further. This study aims to test whether there is a significant relationship between knowledge about sex and pre-marital sexual behavior. This study used a cross-sectional design with a sample consisting of young adult individuals. Data was collected through a questionnaire that measured the respondent's level of sexual knowledge and pre-marital sexual behavior. Statistical analysis was carried out using a correlation test to determine the relationship between knowledge and behavior. The results of statistical tests show that there is no significant relationship between knowledge and pre-marital sexual behavior (p-value > 0.05). Even though respondents have sufficient knowledge about sex, factors other than knowledge, such as social pressure, group norms, and psychological and emotional aspects, influence their sexual behavior more. Sufficient knowledge about sex is not enough to be the main determining factor in changing premarital sexual behavior. These results indicate the need for a more complex approach in addressing the issue of pre-marital sexual behavior, involving social, psychological and emotional factors in addition to increasing knowledge
Hubungan Antara Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) pada Ibu Bersalin dengan Kejadian Asfiksia di Puskesmas Bantarujeg Kabupaten Majalengka
Iis, Iis;
Rohaeni, Ela;
Afifah, Laela Latifatul
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/job.v16i4.2392
Premature rupture of membranes (PROM) is the rupture of the membranes before the labor process takes place. PROM is one of the factors causing neonatal asphyxia. Neonatal asphyxia occurs due to disruption of O2 exchange from the mother to the fetus. This study aims to determine the Relationship Between the Incidence of Premature Rupture of Membranes (PROM) in Mothers Giving Birth and the Incidence of Asphyxia in the Bantarujeg Health Center Work Area, Majalengka Regency. The research design used analytical and cross-sectional designs. Data collection in this study used delivery report data using a checklist. Sampling used a random sampling technique using a sample of 78 respondents of fertile women. Data processing in the study used univariate analysis and bivariate analysis with the Pearson Chi-Square Statistical test method. The results of the study showed that out of 78 respondents, 22 people (28.2%) experienced PROM, 24 newborns (30.8%) experienced asphyxia and a p value of 0.001 <0.05 was obtained. It is concluded that there is a relationship between Premature Rupture of Membranes (PROM) in Women Giving Birth and Asphyxia Incidents. It is expected that health workers, especially midwives, will participate more actively in providing holistic care to women about Premature Rupture of Membranes both during primary obstetric services and collaboration.
Pengembangan Teh Avocel-C sebagai Antikolesterol berbasis Sumber Daya Lokal di Puskesmas Tlanakan
Octaviana, Lianita Primi;
Rahmawati, sylvina;
Deviany Widyawaty, Eka
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/job.v16i4.2393
Penyakit jantung koroner, akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner, menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan prevalensi tertinggi kedua di Jawa Timur pada tahun 2018. Tingginya kadar kolesterol merupakan penyebab utama, berkontribusi hingga 56% terhadap kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teh herbal Avocel-C, yang terbuat dari daun alpukat, seledri, dan jeruk nipis, dalam menurunkan kadar kolesterol pada pasien hiperkolesterolemia di Puskesmas Tlanakan. Metode penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan purposive sampling, melibatkan 30 responden dengan kadar kolesterol >200 mg/dL. Hasil pengukuran menunjukkan perbedaan signifikan antara kadar kolesterol sebelum dan sesudah pemberian Avocel-C, dengan rata-rata kolesterol sebelum 225.267 mg/dL dan setelah 179.667 mg/dL. Uji statistik Paired Sample T-Test menghasilkan p-value 0.000, menunjukkan bahwa penurunan ini adalah efek nyata dari pemberian the avocel-c. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian teh avocel-c efektif menurunkan kadar kolesterol penderita hiperkolesterol.
Pengembangan sediaan pangan fungsional dari ubi jalar kuning (Ipomoea batatas L.) sebagai imunomodulator balita dalam upaya pencegahan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tlanakan
Rahmawati, Sylvina;
Octaviana, Lianita Primi;
Widyawaty, Eka Deviany
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/job.v16i4.2394
Stunting adalah hambatan pertumbuhan linier pada balita yang terjadi karena kurangnya gizi dan nutrisi selama setidaknya 1000 hari pertama kehidupan. Salah satu kabupaten prioritas stunting yaitu Kabupaten Pamekasan yang menempati urutan ke dua tertinggi prevalensi balita stunting di Jawa Timur yaitu sebesar 38,7%. Ubi jalar merupakan bahan pangan lokal yang berlimpah ketersediannya, selain itu merupakan sumber karbohidrat non beras tertinggi keempat setelah padi, jagung, dan ubi kayu. Ubi jalar kuning ini mempunyai potensi besar sebagai sumber makanan dan minuman fungsional seiring dengan makin tingginyakesadaran masyarakat khususnya balita stunting. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian sediaan pangan fungsional dari ubi jalar kuning (Ipomoea batatas L.) sebagai imunomodulator balita dalam upaya pencegahan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tlanakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimental pre and post test design untuk menilai pengaruh pemberian Formulasi taro milk terhadap panjang badan dan berat badan balita gizi kurang. Sampel dalam penelitian ini adalah balita dengan gizi kurang yang memenuhi kriteria inklusi di Wilayah Kerja Puskesmas Tlanakan sebanyak 30 orang. Uji Statistik yang digunakan Uji Paired T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Taro Milk memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan panjang badan dan berat badan balita. Uji t untuk perubahan panjang badan (t = -6.952, p = 0.000) dan berat badan (t = -16.401, p = 0.000) menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mengalami perubahan yang signifikan (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pemberian Taro Milk berkontribusi dalam peningkatan status gizi balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah taro milk efektif dalam meningkatkan BB balita gizi kurang di Puskesmas Tlanakan.
Pengembangan produk Sauro-C sebagai Galaktagogue untuk Meningkatkan Produksi ASI dalam upaya preventif kejadian stunting di Ponkesdes Mlajah Kabupaten Bangkalan
Diana, Alis Nur;
Firdaus, Nailufar;
Widyawaty, Eka Deviany
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/job.v16i4.2395
Stunting merupakan masalah yang dihadapi negara-negara tergolong miskin dan sedang berkembang. Masalah ini penting yang tidak dapat diabaikan begitu saja khususnya di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, didapatkan angka kejadian balita stunting di Indonesia mencapai 30.8%. Berbagai faktor yang menjadi penyebab terjadinya stunting pada bayi lahir normal adalah tidak terlaksananya inisiasi menyusui dini (IMD), gagal memberikan ASI eksklusif, dan proses penyapihan yang terlalu dini. Salah satu faktor yang menyebabkan ibu tidak memberikan ASI adalah produksi ASI yang sedikit. Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa upaya non farmakologis, salah satunya berupa pemberian produk Sauro-C yang berasal dari daun katuk dan temulawak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas produk sauro-c sebagai galaktagogue untuk meningkatkan produksi ASI di Ponkesdes Mlajah Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimental pre and post test design untuk menilai pengaruh pemberian Formulasi Sauro-c terhadap produksi ASI. Sampel penelitian ini adalah sebagian ibu menyusui di Ponkesdes Mlajah Bangkalan sebanyak 30 orang. Uji statistik yang digunakan Paired sample T-test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.000 (kurang dari 0.05) menunjukkan bahwa perbedaan tersebut secara statistik signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian Sauro-C secara signifikan meningkatkan produksi ASI pada responden.