cover
Contact Name
Selvi Qomariah
Contact Email
selviadp09@gmail.com
Phone
+6282231230066
Journal Mail Official
lppmnhm@yahoo.com
Editorial Address
Jl. RE. Martadinata No. 45 Bangkalan Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan
ISSN : 19793340     EISSN : 26857987     DOI : https://doi.org/10.36089/job
Core Subject : Health, Science,
JURNAL ILMIAH OBSGIN is a national midwifery journal which publishes scientific works for midwives, academic people and practitioners. Welcomes and invites original research article in midwifery, including : Birth | Pregnancy | Newborn | Adolescence | Family Planning | Climacterium | Midwifery Community | Education in midwifery | complementary therapy in midwifery
Articles 942 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Pendapatan Orang Tua dan Pola Makan dengan Status Gizi Balita di Puskesmas Katobu Kabupaten Muna Amiruddin, Amiruddin; Samai, Suarna; Munir, Asmawati; Sriwulandari, Ulan
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutritional status is the state of children’s health which is determined by the degree of physical need for energy and other nutrients obtained from food and food whose physical impact is measured by anthropometry and categorized based on world health organization standards. This study aims to determine the relationship between diet, level of knowledge and income of parents with nutritional status. This type of research is correlational with a design cross sectional where the population is 1484 respondents, with a sample size of 315 respondents with a proportional cluster random sampling technique. The results showed that there were 39 toddlers (12.4%) in good category eating patterns, 144 toddlers (45.7%) and less than 132 toddlers (41.9%). The level of knowledge of parents in the high category was 47 respondents (14.9%), medium was 244 respondents (77.5%) and low was 24 respondents (7.6%). The income of parents in the high category was 45 respondents (14.3%), 246 respondents (78.1%) medium and low 24 respondents (7.6%). There are 4 under fives (1.3%) over nutrition status, normal 259 toddlers (82.2%) and low 52 toddlers (16.5%). Based on the results of the Spearman Correlation test, it can be concluded that diet, the level of knowledge and income of parents are related to the nutritional status of children under five at the Katobu Health Center, Muna Regency (p < 0.05).
Pengaruh Edukasi Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting di Desa Penfui Timur Wilayah Kerja Puskesmas Tarus Tahun 2023 Manalor, Loriana L.; Saleh, Asmulyati S.
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1597

Abstract

The background of toddlers experiencing stunting indicates chronic poor health conditions, which can be dangerous if not treated (Indonesian Ministry of Health Data and Information Center, 2018). Indonesia is a country with a fairly high prevalence of stunting compared to other middle-income countries. Data from the NTT Provincial Health Service for 2022 experienced an increase of 1.1 percent from 2021, namely 20.9 percent. Data on the stunting rate in 2022, which rose to 22.0, was released by the NTT Working Group (Pokja) for handling stunting as of March 18 2022. One of the areas with the highest prevalence is Kupang Regency with a proportion of 41.4% or 5,390 children under five. The number of toddlers in the Tarus health center is 5141 people, 548 stunted children, and 122 stunted children in East Penfui village (Tarus PKM Data, 2022). The aim is to find out the knowledge of posyandu cadres in handling stunting in East Penfui village, the Tarus Health Center working area, Kupang Regency. The method used is descriptive which describes the characteristics of a population/phenomenon that is the object of research. Researchers want to know the understanding of posyandu cadres about preventing stunting in children. The research subjects were all posyandu cadres in East Penfui Village, Central Kupang District, Kupang Regency.
Kalender Sebagai Media Promotif Pencegahan Stunting di Kota Kupang Anggaraeningsih, Ni Luh Made Diah Putri; Mamoh, Kamlus; Al Tadom, Nurlaela
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1598

Abstract

Masalah gizi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia Tahun 2022 prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6 persen. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur kejadian stunting tahun 2022 sebesar 35,3 persen. Kota Kupang mengalami penurunan kasus stunting sebesar 15,7 persen dari tahun 2018 sebesar 23,3 persen, namun kasus ini masih jauh dari target propinsi < 10 persen. Salah satu penyebab stunting yaitu kekurangan gizi kronis dalam waktu lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai. Tujuan untuk melihat perbedaan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting balita sebelum dan sesudah pemberian media kalender pencegahan stunting dalam mendeteksi dini gangguan pertumbuhan dalam pencegahan stunting. Metode Quasi eksperimen one group pre test post test. Responden sebanyak 30 ibu balita yang merupakan total sampling. Analisa univariat dengan mean pre test dan analisa bivariat dengan uji wilcoxon signed rank. Hasil Didapatkan mean pretest 64,68 dan post test 92,43, dan ada pengaruh media kalender terhadap pengetahuan ibu balita dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan: terdapat pengaruh pengetahuan ibu balita yang diberikan pendidikan kesehatan dengan media kalender pencegahan stunting.
Motivasi Keluarga Dalam Memberikan Dukungan pada Pasien ODGJ dengan Malaria di Wilayah Puskesmas Arso Kota Kabupaten Keerom Provinsi Papua Suriyani, Suriyani; Halim, Nasrah; Gentindatu, Sofietje J; Musphita, Fitri Dia
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1599

Abstract

One of the complications of malaria is cerebral malaria which causes mental disorders. The aim of this research is to determine the relationship between family motivation factors in providing support to ODGJ patients with malaria in the Arso City area, Keerom Regency. Research Method with a cross-sectional design. The population is all families who have ODGJ patients with a history of malaria, people who are declared clinical malaria and are registered as patients in Keerom Regency totaling 289 people. The sampling technique was simple random sampling and 51 people were obtained. However, at the time of data collection there were only 18 families, because some were unwilling and some had moved to the city. Data analysis used the Spearman's Rho statistical test. The results of research on strong family motivation, mostly good family support, amounted to 16 people (88.9%). This research also shows that the results of the Spearman's Rho statistical test obtained a p value of 0.002 (p<0.05) and a correlation coefficient value of r = 0.686. Conclusion: Family motivation factors are related to family support in providing support to ODGJ patients with malaria.
Peran Perempuan dalam Perencanaan Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Penfui Timur Boimau, Serlyansie V; Al-Tadom, Nurlaelah; Boimau, Andriana M.S.
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1601

Abstract

Peran perempuan dalam pencegahan stunting melalui perencanaan keluarga sangat penting. Pengambilan keputusan dalam perencanaan keluarga misalnya pada usia berapa menikah, berapa jumlah anak, jarak anak sangat mempengaruhi terjadinya stunting. Data Puskesmas Tarus Tahun 2020 bahwa angka stunting di Kecamatan Kupang Tengah sebanyak 451 orang dengan persentase 14,6% sedangkan jumlah balita stunting di desa Penfui Timur sebanyak 50 orang atau sebanyak 9,6% dari jumlah balita. Ada beberapa faktor yang juga mempengaruhi terjadinya stunting diantaranya perencanaan keluarga yang kurang memadai dari pasangan suami istri yang ingin memiliki anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran perempuan dalam perencanaan keluarga sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Penfui Timur. Metode penelitian yang digunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan objek dan fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan dalam perencanaan keluarga sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Penfui Timur sangat minim . Hasil wawancara menunjukan peran perempuan dalam perencanaan keluarga sangat didominasi oleh suami.dibuktikan dari hasil wawancara mendalam terhadap informan utama bahwa sebagian besar ibu tidak melakukan peran tetapi peran ini diambil alih oleh suami dan keluarga.
Hubungan Pola Makan dan Gaya Hidup dengan Status Gizi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Amiruddin, Amiruddin; Sirih, Muhammad; Irfandi, Irfandi
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1604

Abstract

Berdasarkan fakta dilapangan banyak ibu hamil mengalami kekurangan gizi akibat rendahnya asupan gizi yang dapat memberi dampak negatif bagi Ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan gaya hidup dengan status gizi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Poasia. Populasi pada penelitian ini berjumlah 602 orang. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling karena populasi dalam penelitian ini terdiri dari ibu hamil yang mempunyai karakteristik yang tidak homogen sehingga diperoleh sampel sebanyak 240 responden. Teknik analisis data menggunakan uji koefisien korelasi Kendal Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan ibu hamil kategori baik sebanyak 62 responden (10%), kategori sedang sebanyak 154 responden (64%), kategori kurang sebanyak 24 responden (26%), dan gaya hidup ibu hamil kategori baik sebanyak 221 responden (92%), kategori buruk sebanyak 19 responden (8%), sedangkan status gizi ibu hamil kategori kurang sebanyak 29 responden (12%), kategori normal sebanyak 149 (62%), kategori lebih 46 responden (19%) dan kategori obesitas 16 responden (7%). Simpulan yang diperoleh yaitu pola makan dan gaya hidup ibu hamil memiliki hubungan secara signifikan dengan status gizi ibu hamil (p < 0.05), hal ini disebabkan semakin baik pola makan dan gaya hidup seseorang maka semakin baik status gizi ibu hamil.
Evaluasi Kebijakan Pencegahan Stunting di Kabupaten Asmat Provinsi Papua Selatan Rerey, Heni Voni; Masrif, Masrif; Mogan, Martina; Wahyuni, Sri
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1605

Abstract

Background: The prevalence rate of stunting in the last 2 years in Papua Province from 29 regencies/cities with the highest stunting cases, namely Asmat Regency, has increased, namely in 2021 by 38.1%, rising to 54.5% in 2022. Objective: To evaluate prevention policies Stunting in ASMAT Regency, South Papua Province. The research method is qualitative descriptive by conducting in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD) and observation. The selection of informants in this research used a purposive sampling technique. There were 12 informants in the research. Research instruments: interview guide, in-depth interview recording tool. Data Analysis Using Content Analysis. Research results: The obstacles to implementing stunting prevention policies from the input side are that human resources are still lacking and community health centers which are far from the Health Service cannot implement the 1000 HPK program. The obstacles to the process component are the cadres who cook the food for 1000 HPK (not nutrition officers) so it is found that there are still vegetables that are too cooked in cooking and the lack of counseling from Health Officers when monitoring meals on the spot at the 1000 HPK Post, recording and reporting from the midwife guarding the 1000 HPK Post less complete. Obstacles from the Output Component of basic immunization coverage are still some that have not met the target because parents are prohibited from immunizing and when the baby is re-visited for immunization, the baby has been taken to the forest to look for food for months or even years, carrying pregnant women and children. child. Suggestion: it is best to issue a policy from the Regent to prohibit pregnant women and children from being taken into the forest to look for food so that they can participate in the 1000 HPK program from the beginning of pregnancy until the baby is 2 years old to prevent stunting.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Banten Periode Januari-Juni Tahun 2023 Heddy, Heddy; Ananda, Rizky; Marfuah, Marfuah
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1614

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi, berat lahir adalah berat yang ditimbang (satu) jam setelah lahir. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2015 dari 20.5 juta bayi baru lahir hampir 15% bayi lahir dengan bayi berat lahir rendah. Jumlah kematian neonatal di Provinsi Banten tahun 2020 sebesar 4.2 per 1.000 kelahiran hidup. Kejadian Berat Badan Lahir Rendah terjadi pada umur ibu tidak beresiko 20-35 tahun yaitu sebanyak 55.6% dan pada usia kehamilan Preterm <37 minggu yaitu sebanyak 54.2%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di RSUD Banten Periode Januari-Juli Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional (5%), populasi dalam penelitian ini berjumlah 1020 bayi dengan jumlah sampel 287 bayi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan hasil analisis univariat yang mengalami Bayi Berat Lahir Rendah mayoritas usia ibu tidak berisiko 20-35 sebanyak 189 (65.9%), mayoritas paritas tidak berisiko 2-3 sebanyak 157(54.7%), mayoritas usia kehamilan aterm >37 minggu sebanyak 232 (80.8%), mayoritas tidak anemia >11 gr% sebanyak 282 (98.3%). Sedangkan hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah dengan (p value = 0,047), tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah dengan (p value = 0,975), ada hubungan antara usia kehamilan dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah dengan (p value = 0,000), dan tidak ada hubungan antara anemia dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah dengan (p value = 0,602). Diharapkan dari hasil penelitian ini Rumah Sakit dapat mensosialisasikan dan memberikan informasi untuk menambah pengetahuan tentang penyebab, pencegahan dan cara penanganan Bayi Berat Lahir Rendah.
Hubungan Pemberian Konseling pada Akseptor KB terhadap Ketepatan Pemilihan Alat Kontrasepsi Wulandari, Setyo Retno; Winarsih, Wiwin; Istichomah, Istichomah
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i4.1437

Abstract

Masalah kependudukan masih menjadi masalah utama yang dihadapi oleh Negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia mencapai angka 270,20 juta jiwa. Terjadi peningkatan pertumbuhan penduduk sebanyak 32,56 juta jiwa dibandingkan hasil sensus yang dilakukan pada tahun 2010. Menurut data Survei Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP) 2019, analisis situasi akseptor KB di Indonesia sebesar 58,73%. Dimana 43,9% menggunakan metode KB hormonal dan 14,8% memilih nonhormonal. Berdasarkan survei BKKBN tahun 2021,terjadi kendala dalam hal pelayanan kesehatan pada masyarakat termasuk dalam keberlangsungan program KB, hal ini mengakibatkan banyak akseptor KB yang dropout dikarenakan kurangnya informasi terkait KB sehingga banyak akseptor KB yang memiliki sikap negative terhadap program KB. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pemberian Konseling pada akseptor KB terhadap ketepatan pemilihan alat kontrasepsi . di Desa Glagah, Temon, Kulon Progo Metode Penelitian survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden. teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian ada hubungan antara pemberian konseling terhadap ketepatan pemilihan alat kontrasepsi di Desa Glagah, Temon, Kulon Progo.
Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia, Status Gizi, dan Sosial Ekonomi Pada Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gandus Palembang Tahun 2023 Claudia, Fitri Sindi; Ciselia, Dewi; Afrika, Eka
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 1 (2024): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i1.1538

Abstract

One of the causes of maternal death is iron deficiency anemia in pregnant women which can cause complications in pregnancy. According to the World Health Organization (WHO), in 2021 the prevalence of pregnant women worldwide who experience anemia is 41.8%, the prevalence of anemia in pregnant women in Africa by 57.1%, Asia 48.2%, Europe 25.1% and America 24.1%. The prevalence of anemia in Indonesia in 2019 is 48.9%. Based on data from the South Sumatra Provincial Health Office in 2020 the prevalence of anemia in pregnant women reached 7.26%, while the aim of this study was to determine the relationship between knowledge about anemia, nutritional status and socioeconomic status with the incidence of anemia in pregnant women in the work area of the puskesmas gandus palembang in 2023. Type and Design Research is quantitative in nature using an analytic survey method with a cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women who checked at the Gandus Health Center in 2023, totaling 467 people. Samples were taken by accidental sampling technique. The number of respondents used in this study was 34 respondents. The results of univariate analysis obtained from 34 respondents, 6 (17.6%) experienced anemia and 28 respondents (82.4%) did not experience anemia. The results of the chi-square statistical test for knowledge variable obtained ρ value = 0.031, nutritional status variable ρ value = 0.001, socioeconomic variable ρ value = 0.041 less than α = 0.05 indicating that there is a significant relationship between knowledge and the incidence of anemia in pregnant women at the Gandus Health Center in Palembang in 2023. Suggestions for the Gandus Health Center are expected. This research can be used as input material in an effort to increase information to the Gandus Health Center, especially about anemia in pregnant women.