Articles
88 Documents
EFEKTIVITAS KOMPRES HANGAT UNTUK MENGURANGI INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA1 FASE AKTIF
Fia Apriani;
Sri Susilawati;
Melsa Sagita Imaniar
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v6i1.2435
Nyeri adalah hal yang lumrah dalam persalinan. Tetapi apabila tidak diatasi dengan baik akan menimbulkan masalah lain yaitu meningkatnya kecemasan atau rasa khawatir karena dan mengakibatkan vasokonstriksi yang menyebabkan aliran darah ibu ke janin menurun. Pelepasan hormon seperti katekolamin dan steroid yang berlebihan menyebabkan terjadinya ketegangan otot polos dan vasokonstriksi pembuluh darah. Sehingga dapat mengakibatkan penurunan kontraksi uterus, penurunan sirkulasi uteroplasenta, pengurangan aliran darah dan oksigen ke uterus, serta timbulnya iskemia uterus yang membuat impuls nyeri bertambah banyak, sehingga peneliti ingin mengaplikasikan teknik Kompres Hangat Untuk Mengurangi Intensitas Nyeri Persalinan kala I Fase Aktif. Metode penelitian ini adalah studi literature dengan mengkaji lima artikel penelitianyang berasal dari Garuda, Pubmed, Google Scholar. Hasil studi literatur mengungkapkan bahwa Efektivitas Kompres Hangat Untuk Mengurangi Intensitas Nyeri Persalinan Kala1 Fase Aktif dengan rata-rata hasil penelitian sebesar 0,000. Nilai signifikansi 0,000 < 0,005 artinya terdapat perbedaan nyeri yang signifikan sebelum dan sesudah.
MANAJEMEN NON FARMAKOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KELANCARAN ASI PADA IBU NIFAS
Tria Jania;
Winda Windiyani;
Ade Kurniawati
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v6i1.2436
ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, kandungan gizi dari ASI sangat khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi. ASI dihasilkan oleh kelenjar payudara wanita melalui proses laktasi. Keberhasilan laktasi ini dipengaruhi oleh kondisi sebelum dan saat kehamilan berlangsung. Salah satu upaya non farmakologis yang bisa dilakukan untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin pada ibu setelah melahirkan adalah dengan manajemen non farmakologi untuk meningkatkan kelancaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen non farmakologi untuk meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas. Metode penelitian yaitu literature review dengan pencarian artikel jurnal ini dilakukan secara elektronik dengan menggunakan beberapa database, yaitu : portal garuda dan Science Research Publishing dan Science And Technology Index (SINTA). Manajemen non farmakologi untuk meningkatkan kelancaran ASI diantaranya pijat oksitosin, pijat marmet, pijat punggung dengan menggunakan aromaterapi, konsumsi jantung pisang sangat efektif meningkatkan kelancaran ASI. Manajemen non farmakologi ini efektif digunakan untuk meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas.
EFEKTIVITAS REBUSAN JAHE EMPRIT PLUS MADU TAWON TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID
Iis Sopiah Suryani
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v6i1.2437
Nyeri haid atau Dismenore merupakan nyeri tepat nya dibagian perut yang disebabkan dari adanya kram rahim yang terjadi selama periode menstruasi. Nyeri haid yang terjadi ini sering kali mengganggu kegiatan sehari-hari seperti tidak bisa melakukan aftivitas sehari hari seperti biasanya. Salah satu upaya untuk menurunkan nyeri haid tersebut bisa dengan menggunakan teknik non farmakologi yaitu dengan menggunakan terapi herbal tradisional seperti jahe emprit dicampur madu tawon, dan dengan cara farmakologi dengan menggunakan obat obatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui efektivitas rebusan jahe emprit plus madu tawon dalam mengatasi nyeri haid pada saat menstruasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantittaif dengan metode Quasi Eksperiment dengan one Group Pretest-Posttest. Sampel yang diambil dalam penelitian ini remaja putri yang mengalami dismenor primer yang berjumlah 17 orang. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tingkat nyeri haid saat sebelum mengkonsumsi rebusan jahe emprit plus madu tawon sebesar 5.25 point, sedangkan setelah diberikan intervensi menurun dimana rata-rata tingkat nyeri haid setelah mengkonsumsi rebusan jahe emprit plus madu tawon sebesar 2.70 point. Terdapat pengaruh rebusan jahe emprit plus madu tawon (p value 0,000) pada siswi yang mengalami nyeri haid. Oleh karena itu, siswi disarankan untuk mengkonsumsi air rebusan jahe madu karena dapat menurunkan rasa nyeri pada haid.
EFEKTIVITAS TERAPI KOMPRES LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI PADA IBU 2-3 HARI POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR KOTA TASIKMALAYA
Heni Nurakilah
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v6i1.2438
Penatalaksanaan pembengkakan payudara yang berdampak pada ketidaklancaran pengeluaran ASI dapat dilakukan dengan terapi non-farmakologis, yaitu dengan kompres lidah buaya (aloe vera). Tujuan penelitian ini untuk efektivitas terapi kompres lidah buaya (aloe vera) terhadap kelancaran pengeluaran ASI. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya pada Bulan Januari s.d Februari 2022. Penelitian ini merupakan pre-eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Subjek penelitian sebanyak 40 orang ibu nifas 2-3 hari. Variabel kompres lidah buaya (aloe vera) terhadap kelancaran pengeluaran ASI di analisis menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui efektivitas sebelum dan sesudah pemberian kompres lidah buaya (aloe vera). Hasil penelitian diperoleh kelancaran pengeluaran ASI dengan nilai rerata posttest pada kelompok intervensi 9,10 dan nilai rerata posttest pada kelompok kontrol 6,70. Terapi kompres lidah buaya (aloe vera) menunjukan kelancaran pengeluaran ASI dengan rerata ±SD 9,20±0,304 (p=0,001). Simpulan: Pengompresan dengan lidah buaya (aloe vera) memiliki efektivitas terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu 2-3 hari post partum di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar Kota Tasikmalaya.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER MENGENAI DETEKSI DINI STUNTING
Elviana Prihatiningsih;
Rahmi Nurrasyidah;
Sugita Sugita;
Kuswati Kuswati
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v6i2.2801
Stunting is still a health problem in Indonesia. The role of cadres is very important in detecting stunting. This study aims to determine the effect of health education on the knowledge of cadres about stunting. This research was conducted in Desa Cangkringan, Kec. Banyudono Kab. Boyolali. The research method is quasi eksperiment with one group pre and post test design. Health education was carried out to all cadres in Desa Cangkringan (26 respondents). Measurement of knowledge was carried out before and after health education using a questionnaire. The results of the study there was an increase in the average value before and after health education, the average value before was 45.9 and after health education was 89.2. The results of the bivariate test showed that there was a relationship between health education and knowledge of cadres about stunting (p value <0.005). The conclusion of this study, health education can increase the knowledge of cadres about stunting.
PENATALAKSANAAN DEEP BACK MASSAGE UNTUK MENGURANGI INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF
Rita Rahmawati;
Sri Wahyuni Sundari;
Meti Patimah
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v6i2.2912
Nyeri persalinan terjadi karena adanya kontraksi, jika tidak diatasi dengan baik dapat menimbulkan kecemasan, melemahnya kontraksi uterus, kala I memanjang, fetal distress serta IUFD. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan dengan cara nonfarmakologi yaitu deep back massage. Tujuan asuhan ini untuk mengurangi nyeri pada persalinan kala 1 fase aktif. Deep back massage yaitu melakukan gosokan dengan menggunakan kedua tangan pada daerah sacrum. Metode ini diberikan selama 20 menit pada kala 1 fase aktif. Pengukuran nyeri menggunakan NRS (Numerical Rating Scales). Pemberian Asuhan ini dilakukan pada bulan Maret Mei 2022 di Puskesmas Karanganyar dengan tanggal dan waktu yang berbeda pada setiap klien. Asuhan ini dilakukan pada 5 orang yang berada di kala 1 fase aktif persalinan. Berdasarkan hasil asuhan skala nyeri sesudah yaitu 40 % nyeri ringan dan 60 % nyeri sedang. Dapat disimpulkan bahwa dengan penatalaksanaan deep back massage ini dapat mengurangi nyeri pada saat proses persalinan kala 1 fase aktif. Disaran kan bagi instansi kesehatan metode deep back massage dapat di implementasikan untuk mengurangi rasa nyeri selama persalinan, sehingga membuat ibu bersalin menjadi lebih rileks
PENATALAKSANAAN RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI
Sri Hardianti Rahayu;
Sri Susilawati;
Winda Windiyani
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v6i2.2917
Dismenore Primer adalah kram atau nyeri pada saat menstruasi tanpa disertai dengan adanya kelainan pada alat reproduksi. Untuk menangani dismenore tersebut, bisa dilakukan teknik relaksasi nafas dalam yang dapat menurunkan kecemasan, ketegangan otot, meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi dalam darah. Asuhan relaksasi nafas dalam dilakukan untuk menganalisis efektivitas penurunan tingkat nyeri dismenore primer pada remaja putri. Metode pengkajian nyeri yang digunakan dalam asuhan ini adalah dengan skala penilaian numerik (Numerical Rating Scale) dengan subyek 7 orang remaja putri di Pondok Pesantren AlIttihad Purbaratu Kota Tasikmalaya yang berusia 10-18 tahun yang sebelumnya tidak mengonsumsi analgesik secara oral. Sebelum dilakukan asuhan, nyeri yang dirasakan berada dalam kategori sedang, dan setelah dilakukan asuhan didapatkan skala nyeri dalam kategori ringan. Hasil asuhan ini menyimpulkan bahwa teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan nyeri dismenore primer pada remaja putri. Dari hasil asuhan ini diharapkan dapat digunakan sebagai penatalaksanaan untuk mengurangi nyeri dismenore primer pada remaja putri
PENERAPAN KOMPRES HANGAT UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III FISIOLOGIS
Risa Melliana Hanifah;
Dewi Nurdianti;
Ade Kurniawati
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v6i2.2918
Nyeri punggung adalah rasa tidak nyaman yang diakibatkan karena rahim yang semakin membesar dan berat badan bertambah yang menyebabkan otot jadi bekerja lebih berat, jadi dapat menyebabkan stress pada otot dan sendi. Bahkan nyeri akan menyebar ke bagian pelvis dan akan kesulitan untuk berjalan maka dari itu memerlukan alat bantu jalan. Tujuan asuhan ini adalah untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III fisiologis yang telah diberikan kompres hangat. Asuhan tentang penerapan kompres hangat untuk mengurangi nyeri punggung telah dilakukan di Puskesmas Karanganyar pada 5 orang ibu hamil trimester III fisiologis selama 3 hari kunjungan. Hasil setelah dilakukan kompres hangat sebelum dikompres dan sesudah dikompres hangat sebanyak 3 orang pada kategori nyeri berat, 2 orang nyeri sedang, kemudian setelah diberikan kompres hangat nyeri punggung ibu hamil trimester III fisiologis selama 3 hari mengalami penurunan yaitu sebanyak 3 orang pada kategori ringan, 1 orang pada kategori sedang, dan 1 orang pada kategori tidak nyeri. Kesimpulan dari asuhan ini adalah kompres hangat dapat menurunkan nyeri punggung.
PENATALAKSANAAN AROMATERAPI LEMON UNTUK MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I
Rani Damayanti;
Dewi Nurdianti;
Noorhayati Novayanti;
Rissa Nuryuniarti
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v6i2.2919
Kehamilan merupakan suatu proses yang fisiologis dan alamiah, dimana setiap perempuan yang memiliki organ reproduksi sehat, telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang sehat maka besar kemungkinan akan mengalami kehamilan. Biasanya diikuti dengan rasa ketidaknyamanan yang dialami ibu hamil saat trimester pertama kehamilan yaitu mual & muntah (Emesis gravidarum). Penyebab terjadinya mual muntah salah satunya karena peningkatan hormon estrogen dan Human Chorionik Gonadotropin (HcG) yang jika tidak segera ditangani akan berlanjut pada Hyperemesis Gravidarum. Asuhan ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan aromaterapi lemon untuk menurunkan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Metode asuhan ini dilakukan kepada ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum dengan cara menghirup aroma terapi lemon yang ditetes dalam tisu atau kapas yang sudah diberikan 5 tetes minyak esensial lemon dihirup kurang lebih 5 menit. Hasil asuhan yang telah dilakukan pada 5 orang responden menunjukan hasil rata-rata skala mual muntah sebelum asuhan yaitu 9 dan sesudah dilakukan pemberian aromaterapi lemon menjadi 3,2. Dapat disimpulkan bahwa aromaterapi lemon terbukti efektif dapat menurunkan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Bagi ibu hamil diharapkan dapat menggunakan aromaterapi lemon sebagai alternatif atau sebagai salah satu jenis terapi non farmakologi dalam penanganan emesis gravidarum
PELAKSANAAN PELVIC ROCKING UNTUK MEMPERCEPAT LAMA KALA I FASE AKTIF DAN KALA II PERSALINAN
Lilis Pauziah;
Noorhayati Novayanti;
Meti Patimah
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/bimtas.v6i2.2920
Persalinan lama merupakan penyebab terjadinya kegawatdaruratan pada ibu dan bayi. Pada persalinan lama ibu lebih berisiko terjadi perdarahan karena atonia uteri, laserasi jalan lahir, infeksi, kelelahan dan syok, sedangkan pada janin dapat meningkatkan risiko asfiksia berat, trauma cerebral, infeksi dan cedera akibat tindakan. Banyak cara untuk meminimalkan kejadian persalinan lama, salah satunya dengan cara penerapan teknik pelvic rocking dengan birthing ball yang merupakan latihan menggoyangkan panggul. Tujuan dari asuhan ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelvic rocking terhadap lama waktu persalinan kala I dan kala II. Metode asuhan ini dilakukan dengan ibu duduk diatas birthing ball kemudian menggoyangkannya ke sisi kanan, kiri, depan dan kebelakang selama 30 menit dilakukan 2 kali dalam seminggu selama 6-8 kali latihan. Subjek asuhan ini dilakukan pada 5 orang ibu hamil trimester III di TPMB V, waktu asuhan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret-16 April 2022. Berdasarkan hasil asuhan yang telah dilakukan didapatkan hasil 4 responden mengalami percepatan kemajuan persalinan dengan rata-rata 160 menit pada kala I fase aktif dan 27 menit pada kala II, sementara 1 orang mengalami perpanjangan kala I karna adanya penyulit persalinan. Kesimpulanya bahwa pelvic rocking dengan birthing ball efektif mempercepat lama persalinan kala I fase aktif dan kala II persalinan pada primipara. Bidan dapat menambah pengetahuan mengenai pelvic rocking, sehingga dapat dijadikan salah satu asuhan ibu hamil dalam upaya mempersiapkan diri menghadapi persalinan.