cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2024): APRIL" : 17 Documents clear
PEMETAAN BAHAYA BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN TERHADAP KESATUAN HIDROLOGIS GAMBUT (KHG) DI KABUPATEN KUBU RAYA Wijaya, Rahmad Agung; Akbar, Aji Ali; Romiyanto, romiyanto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20988

Abstract

Abstrak: Kubu Raya termasuk Kabupaten yang sering dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan. Hal ini karena kondisi lahannya dominan tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran bahaya bencana kebakaran hutan dan lahan terhadap Kesatuan Hidrologis Gambut di Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan yaitu skoring dan bobot pada setiap parameter. Hasil pengolahan data dari tiap parameter tersebut akan menghasilkan peta bahaya bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kubu Raya. Hasil penelitian bahaya kebakaran hutan dan lahan dikelompokkan menjadi kelas rendah, kelas sedang, dan kelas tinggi. Kelas rendah memiliki luas 48.470,51 Ha atau 5,64% dengan 11 titik panas, pada kelas sedang memiliki luas 449.032,24 Ha atau 52,25% dengan 372 titik panas, dan pada kelas tinggi memiliki luas 361.878,68 Ha atau 42,11% dengan 2.106 titik panas. Terdapat 4 kecamatan dengan kelas tinggi yaitu, Kecamatan Kuala Mandor B, Kecamatan Rasau Jaya, Kecamatan Sungai Ambawang, dan Kecamatan Sungai Raya.Abstract:  Kubu Raya Regency is an area that is often hit by forest and land fires because the land is dominated by peat soil. This research aims to determine the distribution of the danger of forest and land fire disasters on the Peat Hydrological Unit in Kubu Raya Regency. The method used is scoring and weighting for each parameter. The results of data processing for each parameter will produce a disaster hazard map for forest and land fires in Kubu Raya Regency. The research results on the danger of forest and land fires are grouped into low class, medium class and high class. The low class has an area of 48,470.51 Ha or 5.64% with 11 hotspots, the medium class has an area of 449,032.24 Ha or 52.25% with 372 hotspots, and the high class has an area of 361,878.68 Ha or 42, 11% with 2,106 hotspots. There are 4 sub districts with high class, namely, Kuala Mandor B District, Rasau Jaya District, Sungai Ambawang District, and Sungai Raya District.
MODEL EARTHCOMM BERBANTUAN GOOGLE EARTH PRO: PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL MENDALAM PADA MATERI PENELITIAN GEOGRAFI Memmase, Joice Zhenrike; Purwanto, Purwanto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.21845

Abstract

Abstrak: Keunggulan dalam model pembelajaran Earth System Science in The Community (Earthcomm) yaitu mampu mempersiapkan peserta didik dalam proses penyelidikan ke dalam menganalisis tentang fenomena. Kegiatan menganalisis pada saat melakukan penyelidikan dalam pembelajaran geografi, dibutuhkan kemampuan berpikir spasial yang baik. Namun, pengajaran geografi yang berpusat pada guru dan berfokus pada materi masih banyak diterapkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan membangun kapabilitas kemampuan berpikir spasial pada tingkat mendalam menggunakan model pembelajaran Earthcomm, sebagai subjek penelitian siswa IPS kelas X di SMAN 3 Malang dengan memanfaatkan media Google Earth Pro. Quasi Experiment menjadi jenis penelitian ini dengan Pretest and Posttest with Nonequivalent Control Group Design dan menggunakan instrumen tes esai yang telah diverifikasi validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan indikator kemampuan berpikir spasial mendalam, pertanyaan-pertanyaan disusun secara terstruktur. Analisis data untuk Uji One Way Anova dengan bantuan Windows SPSS 25. Penelitian ini menghasilkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,025 < 0,05 dan dinyatakan bahwa model Earthcomm dengan media Google Earth Pro berpengaruh terhadap kemampuan berpikir spasial mendalam pada materi penelitian geografi. Adapun tahapan terpenting yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir spasial mendalam siswa menggunakan model pembelajaran Earthcomm yaitu pada tahapan pengumpulan dan analisis data. Sebab, model Earthcomm membutuhkan waktu yang banyak dalam pelaksanaannya.Abstract: Excellence in the Earth System Science in The Community (Earthcomm) learning model is able to prepare students in the process of investigation into analyzing phenomena. Analyzing activities when conducting investigations in geography learning, good spatial thinking skills are needed. However, geography teaching that is teacher centered and material-focused is still widely applied in Indonesia. This study aims to build spatial thinking capabilities at a deep level using the Earthcomm learning model, as a research subject for grade X social studies students at SMAN 3 Malang by utilizing Google Earth Pro media. Quasi Experiment becomes this type of research with Pretest and Posttest with Nonequivalent Control Group Design and uses essay test instruments that have been verified for validity and reliability. Based on indicators of deep spatial thinking skills, questions are arranged in a structured manner. Data analysis for One Way Anova Test with the help of Windows SPSS 25. This study produced a Sig (2-tailed) value of 0.025 < 0.05 and it was stated that the Earthcomm model with Google Earth Pro media affected the ability to think deeply spatial in geography research material. The most important stage that needs to be done to optimize students' deep spatial thinking skills using the Earthcomm learning model is at the stage of data collection and analysis. Because, the Earthcomm model requires a lot of time in its implementation.
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PENENTUAN KELAYAKAN WISATA PANTAI DI GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Tang, Beddu; Asmidar, Asmidar; Yunus, Muhammad; Nur, Muhammad; Darmawati, Darmawati
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20570

Abstract

Abstrak: Kecamatan Galesong Utara memiliki potensi wisata dengan pasir putih yang relatif terjaga kondisinya dan memiliki keragaman biota yang menarik serta air laut yang jernih membuat pengunjung sangat terpesona dengan keindahan tersebut. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui kesesuaian wisata pantai Galesong Utara dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah metode survey, dengan pengambilan data primer dan sekunder, pengambilan data dilakukan pada 3 stasiun. Data primer meliputi data fisik kawasan pantai yang digunakan untuk kegiatan wisata di kawasan pantai. Analisis data menggunakan Indeks Kesessuaian Wisata (IKW) untuk mengetahui wilayah yang layak menjadi wisata pantai. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 3 stasiun pengamatan di dapatkan bahwa setiap lokasi memiliki nilai indkes kesesuaian yang hampir sama yaitu stasiun 1 nilai IKW sebesar 2,844, stasiun nilai IKW sebesar 2,844 dan stasiun 3 nilai IKW sebesar 2,625, didapatkan persentas indeks kesesuaian untuk stasiun 1 sebesar 94,8%, stasiun 2 sebesar 94,8% dan stasiun 3 sebesar 87,5%.  Data hasil analisis dan overlay citra (peta kesesuaian) menunjukkan bahwa wilayah Galesong Utara Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar sangat sesuai (kategori S1) untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi dengan luasan area 105,8 ha, sehingga wilyah ini dapat dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan meningkatkan perekonomian masyaraakat setempat.                                                                                                Abstract: North Galesong District has tourism potential with white sand that is relatively well maintained and has a variety of interesting biota and clear sea water, making visitors very enchanted by this beauty. This research aims to determine the suitability of North Galesong beach tourism by utilizing the Geographic Information System (GIS). The benefit of this research is that it can serve as a guide in the development and management of beach tourism in Takalar Regency. The method used is a survey method, with primary and secondary data collection, data collection was carried out at 3 stations. Primary data includes data on the aquatic environment, the physical environment of the beach, the area used for tourism activities in the coastal area. Data analysis uses SPOT or Landsat imagery to find out areas that are suitable for beach tourism. Based on the results of research conducted at 3 observation stations, it was found that each location had almost the same measurement value, namely station 1 with a value of 2.844, station with a value of 2.844 and station 3 with a value of 2.625. The conformity index for station 1 was 94.8%, station 2 was 94.8% and station 3 was 87.5%. Data from analysis and image overlay (suitability map) shows that the North Galesong District, North Galesong District, Takalar Regency is very suitable (category S1) for beach tourism activities in the recreational category with an area of 105.8 ha.
HUBUNGAN PENGALAMAN BENCANA DENGAN SELF EFFICACY SISWA SMP N 3 GANTIWARNO DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR Gisa Zahrani, Anisa Tabriz; Wardhani, Puspita Indra
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.21967

Abstract

Abstrak: Klaten merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang paling rawan banjir untuk kategori non pesisir. Berdasarkan Peraturan Daerah Klaten Nomor 11 Tahun 2011 mengenai Tata Ruang Wilayah Kabupaten Klaten Tahun 2011-2031 dijelaskan bahwa kawasan rawan bencana banjir di Kabupaten Klaten salah satuanya adalah Kecamatan Gantiwarno. Pengalaman bencana yang pernah dialami peserta didik sebelumnya akan menjadi pembelajaran supaya siswa lebih siap untuk menghadapi bencana di kemudian hari, sedangkan self efficacy pada diri siswa dapat menentukan keyakinan siswa untuk mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengalaman bencana dan self efficacy serta hubungan antara keduanya bagi siswa SMP N 3 Gantiwarno.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 203 responden dengan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis tingkat pengalaman bencana siswa SMP N 3 Gantiwarno sebesar 78,98% dan termasuk dalam kategori Sedang. Selanjutnya, tingkat self efficacy siswa SMP N 3 Gantiwarno yaitu 75,7% yang termasuk dalam kategori Cukup Tinggi. Berdasarkan uji korelasi pearson product moment, diperoleh nilai sig. 0.00<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel pengalaman becana dan self efficacy.Abstract:  In the non-coastal category, Klaten is the district most vulnerable to flood disasters. Based on Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Klaten Number 11 of 2011, which determines the spatial layout of Klaten Regency in 2011-2031, one place that is vulnerable to flooding catastrophes is the Gantiwarno District. Students' past disaster experiences will serve as lessons to make them more resilient to disasters in the future, and how confident they are to react effectively in the case of a flood disaster would depend on their degree of self efficacy.The purpose of this study is to ascertain the degree of self-efficacy and disaster experience among students at SMP N 3 Gantiwarno, as well as the correlation between the two.The type of research used is quantitative using univariate and bivariate methods. The data analysis technique used in the research is the Pearson product moment. Utilizing a simple random sampling methodology, 203 respondents were gathered for the sample. The results of the analysis of the disaster experience level of students at SMP N 3 Gantiwarno were 78.98% which was included in the medium category. Furthermore, the level of self-efficiency of students at SMP N 3 Gantiwarno is 75.7% which is included in the Quite High category. Based on the Pearson product moment correlation test, self efficacy and the catastrophe experience variable are positively correlated with the resulting Sig value. 0.00<0.05.
INOVASI PAKET WISATA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus: CV Holiday Indonesia, Kabupaten Balukumba) Thesa, Suma; Sarira, Matius Tinna; Ridwan, Masri; Madjid, Rahmawati; Sugiarto, Agus; Sianipar, Christina Indriani; Takasi, La Ode Muhammad Ruspan; Sejati, Andri Estining
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20836

Abstract

Abstrak: Turunnya pandemi Covid-19 memberikan tantangan dalam inovasi paket wisata yang aman dan berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengusulkan  inovasi dalam pembuatan paket wisata di CV. Holiday Indonesia. Penelitian berjenis kualitatif dengan deskriptif. Pengumpulan data dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif dan langkah kualitatif reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Pariwisata Kabupaten Bulukumba bermanfaat untuk mengetahui letak lokasi atraksi wisata, akomodasi dan aksesibilitas. Sistem Informasi Geografis Pariwisata CV. Holiday Indonesia. bermanfaat untuk memasarkan produk wisata yang dikelolah oleh perusahaan, Produk Paket Wisata yang dapat di pasarkan melalui website berbasis sistem infomasi geografi menggunakan model stopover yang terdiri dari Pantai Apparalang, Pantai Tanjung Bira, Pulau Liukang dan Pusat Pembuatan Kapal Phinisi di Tana Beru’dengan rute selama 2 Hari 1 Malam.  Penelitian ini merekomendasikan kepada CV. Holiday Indonesia untuk menyusun model website pemasaran pariwisata berbasis sistem informasi geografi. Serta diperlukan uji coba produk sebelum dikembangkan.Abstract:  The decline of the Covid-19 pandemic presents a challenge in innovating safe and quality tour packages. The purpose of this study is to advocate innovation in making tour packages at CV. Indonesian Holidays. This type of research is qualitative with descriptive. Collecting data with interview and documentation techniques. Data analysis used descriptive analysis techniques and qualitative data reduction steps, data presentation, and conclusions. The research results show that the use of the Bulukumba Regency Tourism Geographic Information System is useful for finding out the location of tourist attractions, accommodation and accessibility, CV Tourism Geographic Information System. Indonesian Holidays. useful for marketing tourism products managed by the company, Tour Package Products which can be marketed through websites based on geographic information systems using a stopover model consisting of Apparalang Beach, Tanjung Bira Beach, Liukang Island and the Phinisi Shipbuilding Center in Tana Beru' with a route of 2 Day 1 Evening. This research recommends to CV. Holiday Indonesia to develop a tourism marketing website model based on geographic information systems. As well as required product trials before being developed.
PERAN FORUM PENGURANGAN RISIKO BENCANA (FPRB) DALAM LITERASI BENCANA ERUPSI MERAPI DI KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG Septiyani, Rani Dwi; Juhadi, Juhadi; Setyowati, Dewi Liesnoor; Aji, Ananto
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.21000

Abstract

Abstrak: Gunungapi Merapi merupakan salah satu gunungapi sangat aktif di Indonesia yang hampir setiap tahun mengalami erupsi. Namun disisi lain, tingkat kesadaran masyarakat terahadap bencana erupsi Gunungapi Merapi masih rendah. Salah satu upaya mitigasi bencana erupsi Gunungapi Merapi, yaitu melalui peningkatan pengetahuan literasi bencana pada masyarakat di Kawasan Rawan Bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran lembaga sosial FPRB dan mengetahui upaya peningkatan literasi bencana erupsi gunungapi Merapi. Populasi penelitian terdiri atas kelompok  FPRB dan Kepala Keluarga dari masyarat lokal di Desa Ketunggeng, Dukun, Sengi. Sampel penelitian menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 anggota FPRB dan 98 masyarakat. Variabel penelitian terdiri dari peran FPRB dan tingkat literasi bencana masyarakat. Teknik pengumpulan data observasi, angket, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian: (a) Peran FPRB dilakukan dengan penyuluhan, simulasi, monitoring, penyediaan pasokan kebutuhan, akses informasi, penentuan titik kumpul dan lokasi evakuasi, (b) Tingkat literasi bencana relatif rata-rata cukup tinggi, yaitu 76% di Desa Dukun, 74% di Desa Sengi dan di Desa Ketunggeng 60%. Upaya FPRB dalam meningkatkan leterasi bencana pada masyarakat cukup berpengaruh dalam peningkatkan kesadaran dan menjadi sarana dalam pengurangan risiko bencana. Abstract: Mount Merapi is one of the most active volcanoes in Indonesia which experiences eruptions almost every year. However, on the other hand, the level of public awareness of the Mount Merapi eruption disaster is still low. One of the efforts to mitigate is by increasing disaster literacy knowledge among communities in Disaster Prone Areas. This research aims to identify the role of the social institution FPRB and determine efforts to increase literacy in the Merapi volcanic eruption disaster. The research population consisted of the FPRB and heads of families in the villages of Ketunggeng, Dukun, Sengi. The research sample used a stratified random sampling technique with a total sample of 52 FPRB members and 98 members of the public. The research variables consist of the role of the FPRB and the level of community disaster literacy. Data collection techniques are observation, questionnaires, documentation and interviews. The data analysis technique uses frequency distribution analysis. Research results: (a) The role of FPRB is carried out through counseling, simulation, monitoring, providing needed supplies, access to information, determining gathering points and evacuation locations, (b) The disaster literacy level is relatively high on average, namely 76% in Dukun Village, 74% in Sengi Village and 60% in Ketunggeng Village. FPRB's efforts to increase disaster literacy in the community are quite influential in increasing awareness and becoming a means of reducing disaster risk.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: POLA SPASIAL, TREN DAN DINAMIKA DEFORESTASI HUTAN DALAM PRESPEKTIF PENGINDERAAN JAUH Noer, Marwah; Dimyati, Muhammad
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.17122

Abstract

Abstrak: Deforestasi merupakan hal yang menjadi perhatian dunia, laju deforestasi yang kian meningkat menjadi hal yang penting dikaji pola dan penyebabnya. Memahami pola, tren, dan dinamika deforestasi sangat penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Penginderaan jauh merupakan teknik yang paling sering digunakan dalam memetakan perubahan penggunaan lahan atau tutupan lahan termasuk deforestasi. Review ini dipandu oleh model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systemic Review and Meta-Analyses). Lima artikel terkait deforestasi dan penginderaan jauh ditinjau dan dibandingkan menggunakan variabel judul, kata kunci, tujuan, sumber data, variabel, lokasi, metode, dan temuan utama. Hasil systematic literature review ini adalah metode penginderaan jauh yang dipadukan dengan GIS merupaka metode yang sangat baik dan cocok untuk melihat pola spasial, tren dan dinamika deforestasi hutan. Metode ini dianggap sangat efektif karena data penginderaan jauh saat ini sudah banyak tersedia dan dapat diakses dengan mudah. Landsat merupakan citra satelit yang paling banyak digunakan dalam kajian deforestasi. Variabel umum yang digunakan dalam penelitian deforestasi adalah luas hutan, lahan terbangun, lahan pertanian/ perkebunan dan tanah kosong. Dengan mengkaji tren dan dinamika deforestasi di berbagai negara, diharapkan dapat menghambat laju deforestasi di negara tersebut dan juga diharapkan adanya kebijakan yang sesuai untuk masing-masing negara dalam memperbaiki pengelolaan hutan.Abstract:  Deforestation is a matter of global concern. The increasing rate of deforestation is an important matter to study its pattern and causes. Understanding deforestation patterns, trends, and dynamics is essential to realizing sustainable development. Remote sensing is the most frequently used technique in mapping land use or cover changes, including deforestation. This review was guided by the PRISMA model (Preferred Reporting Items for Systemic Review and Meta-Analyses). Five articles related to deforestation and remote sensing were reviewed and compared using the variables title, keywords, objectives, data sources, variables, location, methods, and main findings. This systematic literature review shows that remote sensing combined with GIS is an excellent and suitable method for viewing spatial patterns, trends, and dynamics of forest deforestation. This method is considered very effective because currently remote sensing data is widely available and can be accessed easily. Landsat is the most widely used satellite imagery in deforestation studies. Common variables used in deforestation research are forest area, built-up land, agricultural/ plantation land, and vacant land. By studying the trends and dynamics of deforestation in various countries, it is hoped that this will inhibit the rate of deforestation in these countries and it is also hoped that appropriate policies will be developed for each country in improving forest management.

Page 2 of 2 | Total Record : 17