cover
Contact Name
Mira Mirnawati
Contact Email
miramirnawati@ung.ac.id
Phone
+6281356708379
Journal Mail Official
redaksiideaspublishing@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Joesoef Dalie/Pangeran Hidayat/JDS (Jalan Dua Susun) Nomor 110 Kota Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya
Published by Ideas Publishing
ISSN : 2442367X     EISSN : 2656940X     DOI : https://doi.org/10.32884
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ideas adalah sebuah jurnal online berbasis OJS yang memfasilitasi publikasi artikel ilmiah dari hasil penelitian. Hasil penelitian dapat berupa hasil penelitian mandiri atau kolaboratif. Peneliti dapat berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, mahasiswa, atau praktisi. Fokus kajian keilmuan Jurnal Ideas terbagi menjadi tiga ruang lingkup yang setiap ruang lingkupnya membatasi pada beberapa kajian saja. Berikut ini secara detail dijelaskan.
Articles 759 Documents
Model Pembelajaran Bahasa Inggris di Dhamma Sekha Saddhapala Jaya Temanggung Dwi Maryani Rispatiningsih
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.480

Abstract

The objectives of this study are to find out teaching learning process, to find out kind of methods and to find out the obstacles. This research is deskriptive qualitative research. The subjects were 78 students. Observation, interviews, and documentation used in data colection. Analysis techniques were using reduction, presentation, and drawing conclusion. Result show that teachers used many kind of methods, they are : lecturing, question and answer method, drill, translation, grammatical translation and classical method. There are obstacles found, background of teacher’s education are not English Education, the limitation of reading resources, lack of students’ discipline, and students pasive. Penelitian memiliki tujuan antara lain untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran, untuk mengetahui metode yang digunakan guru, dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi. Metode yang digunakan Diskriptif Kualiatif. Subjek penelitian 78 siswa. Observasi, wawancara dan dokumentasi yang digunakan dalam pengumpulan data. Analisis data menggunakan reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan guru menggunakan beberapa metode pembelajaran antara lain: ceramah, tanya jawab, drill, terjemah, gramatikal terjemah dan klasikal. Kendala yang dihadapi diantanya adalah background pendidikan guru bukan dari Pendidikan Bahasa Inggris, terbatasnya sumber bacaan bagi guru, kedisplinan siswa yang masih kurang, dan siswa pasif.
Problems in Translation: The Case of EFL Learners in Translating Cultural Texts Sri Widyarti Ali; Nurlaila Husain; Helena Badu; Irmawaty Umar
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.701

Abstract

Translation is the process of transferring information from one language to another. Due to the fact that it requires proficiency in two languages, EFL students often encounter problems and difficulties during the translation process. To elucidate that fact further, this study examined students problems translating cultural texts, both from Indonesian to English and vice versa. The research data were gathered from students translation documents and source language texts, as well as from a questionnaire, in order to delve deeper into the problems students face when translating written text. The data analysis process was carried out through three stages as suggested by Miles & Huberman (1994, p: 10); reducing the data, explaining the data, and taking a conclusion. Reducing data is a process of selecting, focusing, simplifying and abstracting the data. Explaining the data is a process of organizing information and arranging the complete narration. Taking a conclusion is the process of drawing conclusions from the data. The main theory used in the process of collecting and analyzing data is the theory of translation problems proposed Alan Duff (1989) which consists of the problems of pragmatic, cultural, linguistic, and text-specific. The research result reveals some problems that the majority of students have in translating the texts, either from Indonesian into English or English into the Indonesian language. In translating the text of Indonesian into English, most of the students have problems with pragmatic aspects, in which they get difficulty finding and determining which equivalents correspond to the context of the source text. They, moreover, have problem in linguistics, such as the problems of grammar, syntax, and semantics. While in translating the text of English into Indonesian, most of them encounter the problems of pragmatics and semantics. The outcome of this study is expected to provide students with information on how to avoid and overcome difficulties encountered while translating texts, particularly those related to culture, and to serve as a guide for lecturers in developing syllabi and planning learning activities for translation courses. Penerjemahan adalah proses mentransfer informasi dari satu bahasa ke bahasa lain. Karena membutuhkan kemahiran dalam dua bahasa, mahasiswa masih sering mengalami masalah dan kesulitan dalam proses penerjemahan. Untuk mengungkap fakta tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi permasalahan mahasiswa dalam menerjemahkan teks tulis, baik dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, maupun dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Data penelitian diperoleh melalui dokumen terjemahan siswa dan teks bahasa sumber, serta angket untuk menggali lebih dalam permasalahan yang dihadapi siswa dalam menerjemahkan teks tulis. Proses analisis data dilaksanakan melalui tiga tahapan sebagaimana dikemukakan oleh Miles & Huberman (1994, p:10): (1) mereduksi data, (2) menjelaskan data, dan (3) menyimpulkan. Reduksi data adalah proses memilih, memfokuskan, menyederhanakan, dan mengabstraksi data. Menjelaskan data adalah proses mengorganisasikan informasi dan menarasikan secara utuh. Mengambil kesimpulan adalah proses menarik kesimpulan dari data. Teori utama yang digunakan dalam proses pengumpulan dan analisis data adalah teori tentang masalah penerjemahan dari Alan Duff (1989) yang terdiri dari masalah pragmatik, budaya, linguistik, dan text-specific. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa permasalahan yang dihadapi sebagian besar mahasiswa dalam menerjemahkan teks, baik dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris atau bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, sebagian besar mahasiswa mengalami masalah pragmatik, di mana mereka mengalami kesulitan untuk menemukan dan menentukan padanan kata yang paling sesuai dengan konteks bahasa sasaran. Selain itu, mereka juga menghadapi masalah linguistik, seperti masalah tata bahasa, sintaksis, dan semantik. Sedangkan dalam menerjemahkan teks bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, sebagian besar mengalami masalah pragmatik dan semantik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi mahasiswa untuk menghindari dan mengatasi permasalahan yang mungkin dihadapi dalam proses penerjemahan teks, serta dapat menjadi pedoman bagi dosen dalam merancang silabus dan merencanakan kegiatan pembelajaran mata kuliah penerjemahan.
Kawin Tangkap di Sumba dan Ketidakadilan Gender Konradus Doni Kelen
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.795

Abstract

This research starts from concerns about the custom in Sumba which recognizes capture marriage as one of the choices of several ways to propose to a woman. The purpose of this research is to unravel the tangled threads of gender inequality in Sumba and to enlighten the Sumba people in general and women in particular about the importance of gender justice and the importance of respecting the human rights of a woman. The method used in this research is etnography with a qualitative descriptive approach. The results of this study show that the practice of capture marriage, which is a forced marriage practice, is actually very degrading to a womans dignity because marriage occurs without love but with the agreement of their parents. The data in this study will be obtained from field studies, observations and interviews and after that analyzed using reciprocity theory. The results of this study are hoped to be used as evaluation material for the Sumba people to immediately stop the practice of capture marriage. Penelitian ini bertolak dari keprihatinan akan adanya kebiasaan di Sumba yang mengenal kawin tangkap sebagai salah satu pilihan dari beberapa cara meminang seorang perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengurai benang kusut ketidakadilan gender di Sumba dan ingin memberi pencerahan kepada masyarakat Sumba pada umumnya dan Perempuan pada khususnya akan pentingnya keadilan gender dan pentingnya menghargai hak-hak asasi seorang perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan praktek kawin tangkap yang adalah sebuah praktek kawin paksa sesungguhnya sangat merendahkan martabat seorang perempuan karena perkawinan terjadi tanpa cinta melainkan atas kesepakatan orang tua. Data dalam penelitian ini didapat dari studi lapangan, observasi dan wawancara dan setelah itu dianalisis dengan menggunakan resiprositas. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi bagi masyarakat Sumba supaya segera menghentikan praktek kawin tangkap.
Pendekatan Autoetnografi dalam Mengkaji Perhiasan sebagai Identitas Perempuan Urban Jakarta Dhyani Widiyanti
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.807

Abstract

Perempuan urban adalah perempuan yang dipenuhi komplektitas, yang selain adanya sejumlah hal yang mengandung unsur konstruksi budaya patriarki, juga memiliki tegangan terkait identitas kulturalnya. Salah satu cara untuk merepresentasikan identitas tersebut adalah dengan melalui fashion yang dikenakannya, yang dalam penelitian ini, secara spesifik, adalah perhiasan. Pertanyaan tentang identitas perempuan urban Jakarta yang direpresentasikan melalui perhiasan ini didekati dengan metode autoetnografi dengan teknik pengumpulan data yang melibatkan observasi, wawancara mendalam, serta studi literatur yang terkait dengan konsep-konsep seperti representasi, identitas, dan dekonstruksi. Berdasarkan observasi dan wawancara mendalami terhadap lima orang perempuan urban dan pembacaan diri penulis dengan metode autoetnografi, ditambah dengan penerapan konsepsi representasi, identitas, dan dekonstruksi, ditemukan bahwa identitas perempuan urban Jakarta dibentuk salah satunya oleh perhiasan yang digunakan, namun sifat identitas tersebut cenderung kontradiktif, tidak tegas, menyebar, dan manasuka (arbitrary). Selain itu, identitas perempuan urban Jakarta secara dekonstruktif direpresentasikan melalui perhiasan sebagai manipulasi citra untuk mendapat pengakuan maupun dukungan dalam bentuk nyata maupun simbolis. Upaya konkret dari manipulasi citra ini bisa dilihat dari berbagai tindakan yang terhubung dengan konsepsi menyuntik diri. Urban women are full of complexities, which retain elements of patriarchal cultural construction and tensions related to their cultural identity. One way to represent this identity is through the fashion they wear, including, specifically in this study, jewellery. The question about the representation of the identity of urban women in Jakarta, Indonesia, through jewellery is approached using the autoethnographic method with data collection techniques that involve observation, in-depth interviews, and literature studies related to concepts such as representation, identity, and deconstruction. Based on in-depth observations and interviews with five urban women and analysis using the autoethnographic method, coupled with the application of the conceptions of representation, identity, and deconstruction, it was found that the identity of urban women in Jakarta was shaped by the jewellery they used. However, the nature of the identity tends to be contradictory, indeterminate, diffuse, and arbitrary. In addition, the identity of urban women in Jakarta is deconstructively represented through jewellery as an image manipulation to gain recognition and support in tangible and symbolic forms. The concrete efforts of this image manipulation can be seen from the various actions related to the concept of self-injecting.
Gambaran Sikap Mengampuni pada Orang Dewasa yang Mengalami Hipertensi Essensial Stephanie Brenda Kandou Togas; Grace Fresania Kaparang; Nova Lina Langingi
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.808

Abstract

Silent Killer tetap menjadi masalah kesehatan global yang cukup besar. Tindakan pengampunan dapat membuat hasil besar bagi kesehatan dan salah satunya mengurangi tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sikap mengampuni pada orang dewasa yang mengalami hipertensi essensial di Kelurahan Kakaskasen 1 Tomohon. Metode yang digunakan yaitu metode observasional analitik deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Analisa data menggunakan uji Spearmans correlation dan pengumpulan data menggunakan kuesioner Heartland Forgiveness Scale untuk sikap mengampuni dan untuk tekanan darah menggunakan alat tensi aneroid. Hasil analisaunivariat menunjukan bahwa dari 55 responden, 11 (20%) orang memiliki tekanan darah normal, 23 (41.8%) orang pre-hipertensi, 21 (38.2%) orang hipertensi sedangkan dari sikap mengampuni, menunjukan bahwa responden kebanyakan memiliki sikap mungkin mengampuni dan tidak ada yang tidak mengampuni. Uji spearman menunjukkan tidak ada korelasi statistik yang signifikan antara sikap mengampuni secara keseluruhan beserta subskalanya(sikap mengampuni diri, orang lain maupun situasi) dengan tekanan darah sistolik dan diastolik.Bagi penderita hipertensi untuk dapat meningkatkan sikap mungkin mengampuni kepada sikap yang suka mengampuni. Perlu bagi pemberi jasa kesehatan untuk mengingatkan hal ini dalam edukasi kesehatan untuk memperbaiki dan bahkan mencegah hipertensi. Rekomendasibagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini menjadi eksperimental dengan terapi mengampuni pada penderita hipertensi, ataupun dengan menambahkan variabel yang mempengaruhi psikologi dan fisiologi terhadap sikap mengampuni seperti keadaan ekonomi, pekerjaan, keluarga, perbedaan keyakinan, budaya, pengalaman hidup dalam berinteraksi dengan orang lain dan berbagai faktor lain. The Silent Killer remains a sizable global health problem. The act of forgiveness can have big health outcomes and one of them is reducing blood pressure. The purpose of this study was to describe the attitude of forgiveness in adults with essential hypertension in Kakaskasen 1 Tomohon. The method used is descriptive correlative analytic observational method with a cross sectional approach. Analysis of the data using the Spearmans correlation test and data collection using the Heartland Forgiveness Scale questionnaire for forgiveness and for blood pressure using an aneroid blood pressure device. The results of the univariate analysis showed that from 55 respondents, 11 (20%) people had normal blood pressure, 23 (41.8%) had pre-hypertension, 21 (38.2%) had hypertension, while from the attitude of forgiveness, it showed that most respondents had an attitude of perhaps forgiving and no one does not forgive. Spearman's test showed that there was no statistically significant correlation between forgiveness as a whole and its subscale (forgiving oneself, others and situations) with systolic and diastolic blood pressure. For people with hypertension, it is possible to increase forgiveness to a forgiving attitude. It is necessary for health service providers to remind this in health education to improve and even prevent hypertension. Recommendations for further researchers can develop this research into experimental with forgiveness therapy in patients with hypertension, or by adding variables that affect the psychology and physiology of forgiveness such as economic conditions, work, family, differences in beliefs, culture, life experiences in interacting with other people and various another factor.
Pengembangan Multimedia Interaktif Menggunakan Articulate Storyline Mata Pelajaran Marketing Kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) Wilda Nurfi Dera Sagita; Veni Rafida
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.778

Abstract

Technological developments are growing rapidly in almost all aspects so that teachers must be able to harmonize teaching methods so they are not left far behind with the times, namely by utilizing technology-based learning media. This research aims to knowing the feasibility of a product based on the expertise's material and students' learning outcomes after using interactive multimedia marketing products. This research method is Research and Development by applying the 4D development method. Due to the limitation of affordability and time, this research is only at the development stage. The results of validation resulted in a very feasible conclusion consisting of material experts 86%, eligible from linguistics 71%, very eligible 86% from media experts, it is very eligible feasible from 94% of students' responses and can encourage better learning outcomes with quite effective criteria by getting an average Gain Score 58,83567 and classical completeness reaching 100%. So Android-based interactive multimedia is very feasible and can be applied at SMKN 1 Surabaya to improve learning outcomes. Perkembangan teknologi semakin cepat berkembang hampir ke semua aspek sehingga guru harus mampu menyelaraskan cara mengajar agar tidak tertinggal jauh dengan perkembangan zaman yaitu dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi. Tujuan penelitian dari pengembangan ini yaitu menentukan kelayakan produk berdasarkan ahli materi, bahasa dan media serta respon siswa beserta hasil belajar siswa sesudah menggunakan multimedia interaktif. Metode penelitian ini ialah Research And Development dengan menerapkan metode pengembangan 4D karena keterbatasan waktu maka riset ini hanya sampai tahap pengembangan. Hasil validasi menghasilkan kesimpulan yang sangat layak yang terdiri dari ahli materi 86%, Layak dari ahli bahasa 71%, Sangat Layak 86% dari ahli media, sangat layak dari respon siswa 94% dan dapat meningkatkan hasil belajar yang lebih baik dengan kriteria cukup efektif dengan mendapatkan rerata Gain Score 58.83567 dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 100%. Jadi multimedia interaktif berbasis android sangat layak dan dapat diterapkan di SMKN 1 Surabaya guna meningkatkan hasil belajar.
Adat Perkawinan Beda Kasta dalam Perspektif Hak Asasi Manusi di Kei, Maluku Tenggara Helena Jalnuhuubun; Fricean Tutuarima; Ridwan Hatala
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.770

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat adat desa taar tentang bagaimana dampak perkawinan beda kasta dipandang dari perspektif hak asasi manusia dan untuk mengetahui bagaimana solusi tentang perkawinan beda kasta di Kei sebagai tujuan menegakan hak asasi manusia yang ada. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Taar Kecamatan pulau dullah selatan Kota Tual. Pengambilan data primer dilakukan malalui wawancara terhadap sejumlah informan yang dianggap mengetahui perkawinan beda kasta yang terjadi di Desa Taar. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa perkawinan beda kasta adalah suatu perkawinan yang di larang atau perkawinan beda kasta adalah pelanggaran adat pada Desa Taar, pasangan yang melaksanakan perkawinan beda kasta akan merasakan dampak yang sangat besar dalam kehidupannya. Solusi untuk perkawinan beda kasta adalah masyarakat harus mengerti aturan adat agar tidak ada pelanggaran adat yang ditemukan. This research is a qualitative descriptive study that aims to find out how the perception of the indigenous people of Taar village about the impact of inter-caste marriage from the perspective of human rights and to find out how the solution to inter-caste marriage in Kei is to uphold existing human rights. This research was conducted in Taar Village, Dullah Island District, South of Tual City. Primary data collection was carried out through interviews with a number of informants who were considered to know about inter-caste marriages that occurred in Taar Village. The results of the study found that inter-caste marriage is a marriage that is prohibited or inter-caste marriage is a violation of customs in Taar Village, couples who carry out caste-different marriages will feel a very big impact in their lives. The solution for inter-caste marriages is that people must understand customary rules so that no customary violations are found.
Kompetensi dan Wawasan Kesejarahan Guru dalam Mata Pelajaran Sejarah di SMA Kota Gorontalo Darwin Une
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.781

Abstract

Kualifikasi akademik seorang guru di sekolah sangat dipengaruhi oleh kompetensi dan wawasan kesejarahan yang cukup memadai. Setiap guru sangat dituntut memiliki kompetentesi keahliuan dan wawasan pengettahuan luas dalam melaksanakan tugas mengajar di kelas. Karena kompetensi seorang guru merupakan tolok ukur bahwa dia mampu mengajarkan ilmu pada anak didiknya, sedangkan wawasan keilmuan merupakan sumber pengetahuan yang luas dan harus dimiliki guru sebagai modal mengajar di dalam kelas agar siswa-siwwa tidak memandang remeh terhadap pengetahuan yang dimiliki guru. Terkait dengan penelitian komptensi dan wawasan kesejarahan guru mata pelajaran sejarah yang dilakukan di SMA Kota Gorontalo, maka penulis melihat komptensi dan wawasan kesejarahan guru tidak terbatas pada penguasaan sejarah nasional sebagai bahan pelajaran melainkan pula penguasaan guru terhadap sejarah lokal juga tidak ketinggalan disinggung oleh guru dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini lebih berfokus pada masalah bagaimana kompetensi dan wawasan kesejarahan guru mata pelajaran sejarah di SMA Kota Gorontalo. Dengan menggunakan metode wawancara dan analisis data kualitatif, maka hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata guru mata pelajaran sejarah memiliki kompetnsi dan kesejarahan yang luas dalam bidang keilmuannya. Buktinya ketika mereka mengajar sangat menguasai materi ajar, menggunakan metode yang relevan dengan bahan ajar, menggunakan media pembelajaran yang menarik siswa, dan pengelolaan kelas dengan sangat baik sehingga tercipta suasana interaksi belajar mengajar yang menyenangkan. Kualifikasi akademik seorang guru di sekolah sangat dipengaruhi oleh kompetensi dan wawasan kesejarahan yang cukup memadai. Setiap guru sangat dituntut memiliki kompetentesi keahliuan dan wawasan pengettahuan luas dalam melaksanakan tugas mengajar di kelas. Karena kompetensi seorang guru merupakan tolok ukur bahwa dia mampu mengajarkan ilmu pada anak didiknya, sedangkan wawasan keilmuan merupakan sumber pengetahuan yang luas dan harus dimiliki guru sebagai modal mengajar di dalam kelas agar siswa-siwwa tidak memandang remeh terhadap pengetahuan yang dimiliki guru. Terkait dengan penelitian komptensi dan wawasan kesejarahan guru mata pelajaran sejarah yang dilakukan di SMA Kota Gorontalo, maka penulis melihat komptensi dan wawasan kesejarahan guru tidak terbatas pada penguasaan sejarah nasional sebagai bahan pelajaran melainkan pula penguasaan guru terhadap sejarah lokal juga tidak ketinggalan disinggung oleh guru dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini lebih berfokus pada masalah bagaimana kompetensi dan wawasan kesejarahan guru mata pelajaran sejarah di SMA Kota Gorontalo. Dengan menggunakan metode wawancara dan analisis data kualitatif, maka hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata guru mata pelajaran sejarah memiliki kompetnsi dan kesejarahan yang luas dalam bidang keilmuannya. Buktinya ketika mereka mengajar sangat menguasai materi ajar, menggunakan metode yang relevan dengan bahan ajar, menggunakan media pembelajaran yang menarik siswa, dan pengelolaan kelas dengan sangat baik sehingga tercipta suasana interaksi belajar mengajar yang menyenangkan.
Pentingnya Perlindungan Hukum Terhadap Rahasia Dagang Bagi Pengusaha Kuliner Pengolahan Makanan dan Minuman Hani Subagio
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.726

Abstract

Perlindungan hukum untuk menjaga kerahasiaan resep dan/atau metode pengolahan makanan dan/atau minuman pengusaha kuliner sangatlah penting. Oleh karena itu, penelitian ini disusun untuk mengetahui upaya preventif dan reseptif sebagai bentuk perlindungan hukum rahasia dagang yang berdampak pada keberlangsungan usaha pengusaha kuliner makanan dan minuman, serta mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pengusaha kuliner dalam menjaga rahasia dagangnya. Metode penelitian ini adalah studi kepustakaan Rahasia dagang inilah yang membedakan setiap usaha walaupun produk yang dijual sama. Perlindungan hukum bagi rahasia dagang ini sangat diperlukan oleh para pengusaha kuliner. Selain usaha-usaha pencegahan peniruan dari pengusaha yang lain, perlindungan hukum rahasia dagang dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual juga sangat dibutuhkan. Penelitian ini juga membahas mengenai langkah-langkah apasaja yang harus ditempuh pengusaha kuliner agar rahasia dagangnya terlindungi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya preventif dan reseptif dapat memberikan perlindungan secara hukum kepada pengusaha kuliner pengolahan makanan dan minuman. Hal ini dibutuhkan untuk memberikan bukti otentik secara hukum kepada pemilik rahasia dagang supaya dapat memberikan bukti fisik apabila ada permasalahan dikemudian hari. Hal ini berkaca pada banyak ditemukan bahwa rahasia dagang dibawa oleh mantan karyawan untuk membuka usaha yang sama dengan menggunakan rahasia dagang milik pengusaha sebelumnya. The main purpose of this research is to find out the importance of legal protection of trade secrets for business continuity for food and beverage culinary entrepreneurs, as well as to know the steps that can be taken by culinary entrepreneurs in maintaining their trade secrets. This trade secret is what distinguishes every business even though the products sold are the same. Legal protection for trade secrets is very much needed by culinary entrepreneurs. In addition to efforts to prevent impersonation from other entrepreneurs, legal protection of trade secrets from the Directorate General of Intellectual Property is also very much needed. This study also discusses the steps that must be taken by culinary entrepreneurs so that their trade secrets are protected. This is needed to provide legally authentic evidence to the owner of the trade secret in order to provide physical evidence if there are problems in the future. This is reflected in the many findings that trade secrets were brought by former employees to open the same business using trade secrets belonging to the previous entrepreneur.
Implementasi Kopi Seduh Sebagai Inovasi Pelayanan Kependudukan di era Pandemi Covid-19 pada Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor Rusliandy Rusliandy; Syahrul Ramadhan
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.798

Abstract

The purpose of this study was to analyze the implementation of brewed coffee or online KTP messages delivered at home in Cibinong District. The method used is a qualitative approach with an analysis of the policy implementation model proposed by Grindle. The results of the study show that: brewed coffee is able to create population services by utilizing the whatsapp facility as a solution in the midst of the covid-19 pandemic. There are a number of challenges and obstacles in implementation including limited facilities and infrastructure, dependence on the district level in printing e-KTP forms, new services for printing and recording e-KTPs. The strategy for improving the implementation of brewed coffee is through: (1) improving service facilities and infrastructure (2) developing types of services (3) building mobile services for people with disabilities and the sick (4) building good communication and coordination with stakeholders (5) Establishing SOPs with service targets 1 day to 14 days (6) services in order to pay attention to the dimensions of the quality of public services. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kopi seduh atau KTP Online pesan di rumah diantar kerumah pada Kecamatan Cibinong. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pisau analisis model implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Grindle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Kopi seduh mampu menciptakan pelayanan kependudukan dengan memanfaatkan sarana whatsapp sebagai solusi di tengah pandemi covid-19. Terdapat sejumlah tantangan dan hambatan dalam implementasi diantaranya sarana dan prasarana yang terbatas, ketergantungan pada level kabupaten dalam pencetakan blanko KTP-el, pelayanan baru sebagai pencetakan dan perekaman KTP-el. Strategi perbaikan implementasi kopi seduh melalui : (1) peningkatan sarana dan prasarana pelayanan (2) pengembangan jenis layanan (3) membangun layanan mobile bagi disabilitas dan masyarakat yang sakit (4) membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan stakeholder (5) Penetapan SOP dengan target layanan 1 hari sampai dengan 14 hari (6) pelayanan agar memperhatikan dimensi kualitas pelayanan publik.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 4 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 11 No 3 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 11 No 2 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 11 No 1 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 10 No 1 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 9 No 2 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 7 No 2 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 7 No 1 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 6 No 4 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 6 No 3 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 6 No 2 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 5 No 4 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya(November) Vol 5 No 3 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 5 No 1 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 4 No 3 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 4 No 2 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 4 No 1 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 3 No 4 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 3 No 3 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Agustus) Vol 3 No 2 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 3 No 1 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) More Issue