cover
Contact Name
Mira Mirnawati
Contact Email
miramirnawati@ung.ac.id
Phone
+6281356708379
Journal Mail Official
redaksiideaspublishing@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Joesoef Dalie/Pangeran Hidayat/JDS (Jalan Dua Susun) Nomor 110 Kota Gorontalo 96128
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya
Published by Ideas Publishing
ISSN : 2442367X     EISSN : 2656940X     DOI : https://doi.org/10.32884
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ideas adalah sebuah jurnal online berbasis OJS yang memfasilitasi publikasi artikel ilmiah dari hasil penelitian. Hasil penelitian dapat berupa hasil penelitian mandiri atau kolaboratif. Peneliti dapat berasal dari berbagai kalangan seperti guru, dosen, mahasiswa, atau praktisi. Fokus kajian keilmuan Jurnal Ideas terbagi menjadi tiga ruang lingkup yang setiap ruang lingkupnya membatasi pada beberapa kajian saja. Berikut ini secara detail dijelaskan.
Articles 759 Documents
Analisis Manajemen Pada Pembelajaran Praktikum di Era Pandemi (Studi Kasus Pada Matakuliah Fotografi) Mohamad Sajili
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.707

Abstract

Pada kondisi pandemi, banyak situasi dan perencanaan yang harus diadaptasi dengan beragam ketentuan dan regulasi, begitu pula dalam bidang penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Hal ini tentu menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam pembelajaran terutama dalam matakuliah yang bersifat praktikum. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pada efektivitas pembelajaran praktikum matakuliah Fotografi melalui komparasi hasil karya mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan karya foto yang dibuat kebanyakan tidak menggunakan teknik fotografi yang benar, komposisi yang tepat dan masih kurangnya pemahaman dalam mengatur pencahayaan (exposure), sehingga foto terlalu terang (over exposure) atau sebaliknya terlalu gelap (under exposure). In pandemic conditions, many situations and plans must be adapted to various provisions and regulations, as well as in the field of education and learning. This is certainly one of the obstacles faced in learning, especially in practical subjects. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of practicum learning in the Photography course through a comparison of student work. The research method used is descriptive qualitative. The results of the research show that most of the photos that are made do not use the right photography techniques, the right composition and there is still a lack of understanding in adjusting the exposure, so that the photo is too bright (over exposure) or otherwise too dark (under exposure).
Pembelajaran Bahasa Inggris Hybrid pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Menengah Pertama Inklusi di Kota Depok: Pengalaman dan Perspektif Peserta Didik Sri Ekawati Anwar; Harwintha Y. Anjarningsih
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.743

Abstract

Perubahan pembelajaran Bahasa Inggris yang dilakukan sepenuhnya daring menjadi pembelajaran Bahasa Inggris hybrid dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi penurunan kemampuan dan perilaku siswa. Namun, tidak terdapat jaminan bahwa mmplementasi pembelajaran Bahasa Inggris hybrid dapat berjalan secara efektif khusunya terhadap siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran hybrid di kelas bahasa Inggris di salah satu SMP di Kota Depok yang menerapkan program pendidikan inklusif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik baik siswa regular dan siswa berkebutuhan khusus lebih memilih sesi tatap muka di kelas dibanding sesi daring. Alasannya adalah kemudahan dalam memahami materi, bertanya kepada guru dan sesama siswa, serta memperoleh penjelasan dan umpan balik dari guru. Sedangkan siswa yang lebih memilih sesi daring lebih menonjolkan keleluasaan waktu dan tempat untuk belajar. The transformation from fully online English learning to hybrid English learning has carried as an effort to overcome the decline in students ability to learn English and their behavior. However, there is no guarantee that the implementation of hybrid English learning can run effectively, especially for students with special needs. This research aims to investigate the implementation of hybrid learning in an English class in one of the inclusive schools in Depok. The method used is descriptive qualitative. Data collection used interviews and observation. This research revealed that most students, both regular students and special needs students, prefer face-to-face sessions in the classroom rather than online sessions. Students reasons for choosing face-to-face sessions were the ease of understanding the material, asking the teacher and fellow students, and obtaining explanations and feedback from the teacher. Meanwhile, students who prefer online sessions highlighted the flexibility of time and place to study.
Kontestasi Spiritualitas Sebagai Pendekatan Baru Kepemimpinan Pesantren Mory Victor Febrianto
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.763

Abstract

The spirituality of pesantren is the solution booth spirituality and religion whichare opposed by West researchers. This study aims to find the spirituality of pesantren as a new point of view. Case studies are used to approach the fenomenon of spirituality in pesantren by making the kiai as the spiritual center. The leadership of the pesantren performs excellent service which is supported by sincerely human resources. This study strengthens the theory of Fry and Sanders, that spirituality is the basis to develop institutiona performance. On the other hand, the spiritual leadership of pesantren is based on tirakat and blessing which are absent in the study of Fry and Sanders. Spiritualitas pesantren merupakan jalan tengah antara spiritualitas yang diperlawankan dengan agama oleh peneliti di Barat. Penelitan ini bertujuan menemukan spiritualitas pesantren sebagai sudut pandang baru. Studi multisitus dipakai untuk mendekati fenomena spiritualitas di pesantren dengan menjadikan kiai sebagai pusat spiritual. Kepemimpinan pesantren menghasilkan performa berupa layanan prima yang ditopang oleh sumberdaya yang mengabdi dengan penuh keikhlasan. Penelitian ini menguatkan teori Fry dan J. Sanders, bahwa spiritualitas merupakan dasar pijak mengembangkan performa lembaga. Di sisi lain, kepemimpinan spiritual pesantren didasarkan kepada tirakat dan keberkahan yang absen dalam kajian Fry dan J. Sanders.
Analysis Factor of Consumer Behaviour Related to The Usage of Pirated Software in Indonesia Fitriani Nur Utami; Devilia Sari
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.755

Abstract

Software piracy in recent years by end-users has become a complicated problem to overcome, as seen from the still high level of software piracy in Indonesia. Previous research mentioned factors that influence the interest in pirated software based on two factors, namely Theory of Planned Behavior (TPB) and Ethics Theory. This study aims to analyze the factors that most affect end-users in using pirated software in Indonesia. This study uses a quantitative method with a descriptive research type. Sampling techniques used are non probability through accidental sampling with a sample size of 128 responses. The data is analyzed using Factor Analysis. The results showed that subjective norms, moral obligations, attitudes, perceived behavioral control, and perceived benefit are five factors that affect end-users using pirated software in Indonesia. The factor that most influences end users to use pirated software in Indonesia is the perceived benefit. This study has limitations, that only use factor analysis to understand the factors that encompass the intention of end-user using pirated software. Hoping this research can expand into adding more variables, such as attitude, intention to use pirated software, and the actual behavior of the end-users, and use more sophisticated analysis techniques such as Structural Equation Modeling. Pembajakan software yang akhir-akhir ini dilakukan oleh pengguna akhir menjadi masalah yang rumit untuk diatasi, terlihat dari masih tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia. Penelitian sebelumnya menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi minat terhadap software bajakan berdasarkan dua faktor, yaitu Theory of Planned Behavior (TPB) dan Ethics Theory. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang paling mempengaruhi pengguna akhir dalam menggunakan perangkat lunak bajakan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability melalui accidental sampling dengan jumlah sampel 128 tanggapan. Analisis data yang digunakan yaitu analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma subjektif, kewajiban moral, sikap, kontrol perilaku yang dirasakan, dan manfaat yang dirasakan adalah lima faktor yang mempengaruhi pengguna akhir yang menggunakan perangkat lunak bajakan di Indonesia. Faktor yang paling mempengaruhi pengguna akhir untuk menggunakan perangkat lunak bajakan di Indonesia adalah manfaat yang dirasakan. Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya menggunakan analisis faktor untuk memahami faktor-faktor yang meliputi niat pengguna akhir menggunakan perangkat lunak bajakan. Diharapkan penelitian ini dapat berkembang dengan menambahkan lebih banyak variabel, seperti sikap, niat untuk menggunakan perangkat lunak bajakan, dan perilaku aktual pengguna akhir, dan menggunakan teknik analisis yang lebih canggih seperti Structural Equation Modeling.
Pergeseran Kebijakan Integrasi Imigran Uni Eropa Terhadap Imigran Timur Tengah-Afrika dan Ukraina Rizal Al Hamid
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.761

Abstract

Russias invasion on Ukraine resulted in a wave of refugees from Ukraine to European Union countries. But Europe looks more open in welcoming the arrival of Ukrainian refugees. Whereas Europe is very defensive, even some countries firmly reject refugees and immigrants from the Middle East and Africa. This research is a comparative study. The purpose of this study is to find out whether or not the policy shifts made by the European Union in dealing with Middle Eastern-African and Ukrainian refugees, and see the form of the shift. The conclusion is that the European Union imposes a more loose and flexible refugee policy against Ukrainian refugees, even though the procedure is very informal. At first glance the policy for Ukrainian refugees is a good thing but tends to be discriminatory and racist. Invasi Rusia terhadap Ukraina mengakibatkan gelombang pengungsi dari Ukraina ke negara-negara Uni Eropa. Eropa terlihat lebih terbuka dalam menyambut kedatangan gelombang pengungsi Ukraina. Eropa terkesan sangat defensif bahkan beberapa negara menolak dengan tegas pengungsi dan imigran dari Timur Tengah dan Afrika. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan studi komparatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji ada tidaknya pergeseran kebijakan yang dibuat oleh Uni Eropa dalam menangani pengungsi Timur Tengah-Afrika dan Ukraina, serta melihat bentuk pergeserannya. Kesimpulannya adalah Uni Eropa memberlakukan kebijakan pengungsi yang lebih longgar dan fleksibel terhadap pengungsi Ukraina bahkan prosedurnya sangat mudah dan tidak terlalu formal. Sekilas kebijakan untuk pengungsi Ukraina adalah hal yang baik namun cenderung diskriminatif dan rasis.
Analysis of The Corona Virus Outbreaks Short-Term Effects on Indonesias Economy and Poverty Saiful Adhi Saputra; Karta Sedyatmo
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.769

Abstract

The goal of this study is to look at the short-term effects of the coronavirus epidemic in Indonesia on the economy and poverty. The Indonesian government has enacted many policies to limit the incidence of coronavirus transmission in the country, however, these efforts have had a significant impact on the countrys economy and poverty. Indirectly, the coronavirus pandemic harmed Indonesias economic sector. This viral epidemic has reduced job prospects, raised unemployment, and led some sectors to shut down, resulting in a drop in peoples earnings and spending power. Furthermore, the Indonesian economy was hit by a downturn, which pushed up the poverty rate. The coronavirus outbreak has an immediate impact on all levels of society and diverse groups; nevertheless, the IMF expects that the impact of this virus outbreak will endure for a long period, implying that this virus will have a long-term influence. The Indonesian government has implemented several policies that are causal in suppressing the corona viruss transmission, such as health protocols, large-scale social restrictions (PSBB), and restrictions on community activities (PPKM), as well as policies for community economic recovery and poverty alleviation, such as the distribution of fast and medium-term social assistance, as well as capital assistance. The governments program is projected to minimize the rate of coronavirus transmission and restore economic mobility in Indonesia, as well as address the problem of poverty, particularly among those affected by the corona virus epidemic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak jangka pendek dari wabah virus corona di Indonesia terhadap perekonomian dan kemiskinan. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan banyak kebijakan untuk membatasi kejadian penularan virus corona di negara ini, namun upaya tersebut berdampak signifikan terhadap perekonomian dan kemiskinan negara. Secara tidak langsung, pandemi virus corona merugikan sektor ekonomi Indonesia. Epidemi virus ini telah mengurangi prospek pekerjaan, meningkatkan pengangguran, dan menyebabkan beberapa sektor ditutup, mengakibatkan penurunan pendapatan dan daya beli masyarakat. Lebih jauh lagi, perekonomian Indonesia mengalami keterpurukan yang mendorong naiknya angka kemiskinan. Wabah virus corona berdampak langsung pada semua lapisan masyarakat dan kelompok yang beragam; namun demikian, IMF memperkirakan dampak wabah virus ini akan bertahan lama, menyiratkan bahwa virus ini akan memiliki pengaruh jangka panjang. Pemerintah Indonesia telah menerapkan beberapa kebijakan yang bersifat kausal dalam menekan penularan virus corona, seperti protokol kesehatan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), serta kebijakan pemulihan ekonomi masyarakat dan kemiskinan. pengentasan, seperti penyaluran bansos cepat dan jangka menengah, serta bantuan permodalan. Program pemerintah tersebut diproyeksikan untuk menekan laju penularan virus corona dan memulihkan mobilitas ekonomi di Indonesia, serta mengatasi masalah kemiskinan, khususnya di antara mereka yang terkena dampak epidemi virus corona.
Analisis Kinerja Pegawai dalam Pelayanan Tunjangan Guru di Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau Paisal Paisal; Entang Adhy Muhtar; Milwan Milwan
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.696

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kinerja pegawai dalam pelayanan tunjangan dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara. Landasan teori yang digunakan adalah konsep indikator kinerja yang mencakup kualitas, kuantitas, waktu, kerjasama, penekanan biaya, dan pengawasan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 19 orang dengan instrumen pengumpulan data melalui wawancara, FGD, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan dari segi kualitas pelayanan ada 6 indikator pada umumnya memiliki kinerja sedang meliputi kualitas, waktu, kerjasama, dan pengawasan. Namun, ada satu indikator yakni penekanan biaya yang memiliki kinerja tinggi dalam pelayanan tunjangan guru dan satu indikator lainnya kinerja rendah yaitu kuantitas. Faktor yang mendukung kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan adalah sumber daya manusia yang baik menghasilkan kinerja yang baik dan kerjasama antarbidang atau instansi yang memudahkan proses dalam pelayanan. Adapun faktor penghambat yaitu sering menunda pekerjaan yang ada, persyaratan berkas yang tidak lengkap atau tidak memenuhi persyaratan, dan sarana prasarana yang kurang lengkap. Dinas Pendidikan seyogyanya memberikan pelatihan khusus terhadap SDM terkait peningkatan kinerja pegawai sekaligus perbaikan dalam bidang sarana dan prasarana. The study aims to determine the performance analysis of employees in the service of allowances and factors that support and hinder employee performance at the Education Office of Malinau Regency, North Kalimantan Province. The theoretical basis used is the concept of performance indicators which include quality, quantity, time, cooperation, cost suppression and supervision. The method in this research is descriptive with a qualitative approach. The informants used in this study amounted to 19 people with data collection instruments through interviews, FGDs, observations, and document analysis. The data analysis used in this research is qualitative analysis. In terms of service quality, the 6 indicators generally have moderate performance including quality, time, cooperation and supervision. but there is one indicator, namely cost suppression which has high performance in teacher allowance services and one other performance indicator, namely quantity. Factors that support the performance of employees at the Education Office are good human resources resulting in good performance and Inter-Sectoral/Agency Cooperation that facilitates the process in service. The inhibiting factors are often delaying existing work, incomplete file requirements or do not meet the requirements and Inadequate infrastructure. The Education Office should provide special training to existing human resources so that employees can become even better and also the need to add facilities and infrastructure that are lacking in service.
Perbandingan Kinerja Keuangan antara Sebelum dan Sesudah Penerapan CSR (Corporate Social Responsibility) PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Masyitah As Sahara
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ROA (Return on Asset), ROE (Return on Equity), EPS (Earning Per Share), NPM (Net Profit Margin) antara sebelum dan sesudah penerapan CSR (Corporate Social Responsbility) PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, apakah terdapat perbedaan yang signifikan. Subjek penelitian ini adalah PT. Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company, Tbk periode 2009-2013 yaitu periode sebelum penerapan CSR (Corporate Social Responsbility) dan periode 2014-2018 yaitu periode sesudah penerapan CSR. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Uji Paired Sample T-Test dengan alat bantu aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ROA (Return on Asset), ROE (Return on Equity), EPS (Earning Per Share) tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah lpenerapan CSR (Corporate Social Responsbility), sedangkan NPM (Net Profit Margin) terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penerapan CSR (Corporate Social Responsbility). This research aims to determine the difference ROA (Return On Asset) , ROE (Return On Equity), EPS (Earning Per Share), and NPM (Net Profit Margin) before and after CSR PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, whether there is a significant difference. Subject in this research is PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk period 2009 – 2013 is period before implementation of Corporate Social Responsibility and period 2014 – 2018 is period after implementation of Corporate Social Responsibility. The analysis method used is Paired Sample T-Test, test with SPSS (Statistical Product and Service Solutions) application tool. The results of research that ROA (Return On Asset), ROE (Return On Equity) and EPS (Earning Per Share) no difference at the time before and after the CSR (Corporate Social Responsibility), while NPM (Net Profit Margin) there are significant difference before and after the CSR (Corporate Social Responsibility).
Keterampilan Mengubah Teks Wawancara Menjadi Bentuk Laporan Siswa Kelas VII SMP Negeri I Lilirilau Kabupaten Soppeng Eka Sartika
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.287

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui keterampilan mengubah teks wawancara menjadi bentuk laporan siswa kelas VII SMP Negeri I Lilirilau Kabupaten Soppeng. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Negeri I Lilirilau Kabupaten Soppeng yang terdiri atas lima kelas yang masing-masing kelas terdiri dari 40 siswa. Jadi, sampelnya sebanyak 40 siswa. Teknik pengumpulan data penilaian ini adalah teknik tes. Analisis data mengubah teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mengubah teks wawancara menjadi bentuk laporan ilmiah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lilirilau Kabupaten Soppeng dikategorikan memadai. Hal ini dinyatakan karena sebanyak 35 siswa (87,5%) yang mendapat nilai 70 ke atas atau mencapai kriteria yang ditetapkan,yaitu 85%. selain itu,ditinjau dari aspek ketuntasan belajar, sebanyak 35 orang yang sudah tuntas. The purpose of this study is learning to use interview texts into report forms for grade VII students of SMP Negeri I Lilirilau, Soppeng Regency. This research is quantitative descriptive. The population in this study were eighth grade students of SMP Negeri I Lilirilau, Soppeng Regency, which consisted of five classes, each class consisting of 40 students. So, the sample is 40 people. Techniques for approving data Assessing this is a test technique. Data analysis uses descriptive statistical techniques. The results showed that learning to use interview texts became an example of VII grade students of SMP Negeri 1 Lilirilau, Soppeng Regency, which was considered adequate. This was stated because as many as 35 students (87.5%) who scored 70 or above or reached the specified criteria, namely 85%. In addition, in terms of mastery learning aspects, as many as 35 people have finished.
Konstruksi Peran Gender dalam Produksi dan Konsumsi Makna Gugon Tuhon Ella Nazerinatul Fauziyah; Shuri Mariasih Gietty Tambunan; Rias Antho Suharjo
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.746

Abstract

Terdapat kepentingan kuasa dan ideologi dominan dalam tradisi gugon tuhon yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana makna diproduksi (encoded) dan dikonsumsi (decoded) dalam teks gugon tuhon yang dijadikan korpus penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis tekstual dan metode etnografi yaitu FGD (Focus Group Discussion). Temuan penelitian menunjukkan bagaimana perempuan diposisikan dalam gugon tuhon yaitu sebagai perempuan yang pasif dan submisif terhadap laki-laki dan dibatasi dalam ruang domestik. Dalam proses konsumsi makna, responden bernegosiasi atau berkontestasi dengan pemaknaan dominan yang ditawarkan gugon tuhon. The tradition of gugon tuhon in Javanese society, which has been imbedded in the everyday lives, is highly associated with power relation and dominant ideology. This article aims to explore how meaning is produced or encoded and consumed or decoded in the selected gugon tuhon texts. The method of analysis is through textual analysis and ethnography mainly Focus Group Discussion. Research findings show how gugon tuhon construct on how women are positioned in the society, which is being passive and submissive towards men and also is restricted in the domestic space. In the process of consumption, findings show that respondents are negotiating or contesting the dominant meanings offered by the texts.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 4 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 11 No 3 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 11 No 2 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 11 No 1 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 10 No 4 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 10 No 1 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 9 No 4 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 9 No 3 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 9 No 2 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 9 No 1 (2023): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 7 No 3 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 7 No 2 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 7 No 1 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 6 No 4 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 6 No 3 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 6 No 2 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 6 No 1 (2020): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 5 No 4 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya(November) Vol 5 No 3 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 5 No 2 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei) Vol 5 No 1 (2019): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari) Vol 4 No 4 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November) Vol 4 No 3 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus) Vol 4 No 2 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 4 No 1 (2018): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) Vol 3 No 4 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (November) Vol 3 No 3 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Agustus) Vol 3 No 2 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Mei) Vol 3 No 1 (2017): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya (Februari) More Issue