cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Tekno Global
ISSN : 23386762     EISSN : 24776955     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Karya-karya ilmiah dalam jurnal Tekno Global yang pertama ini merupakan hasil dari tulisan dari Praktisi, Pakar dan dedikasi para Dosen Indo Global Mandiri yang senantiasa memiliki komitmen untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan pada bidang Keteknikan baik dalam tataran praktis maupun teoritis sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan hidup. Meningkatan kualitas karya ilmiah dalam jurnal keteknikan merupakan suatu hal yang fundamental karena pembangunan adalah penopang berlangsungnya kehidupan sebuah negara. Jurnal Ilmiah Tekno Global diterbitkan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterbitkan bulan Juni diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan Maret, dan yang diterbitkan bulan Desember diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan September.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 01" : 8 Documents clear
Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh Terhadap Estimasi Produktivitas Tanaman Karet di PT Perkebunan Nusantara I Regional 7 Kebun Kedaton Syafitri, Nina; Fajriyanto; Anisa, Rahma
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.4859

Abstract

ABSTRACT Indonesia is the world's second largest rubber producer with a plantation area of 3.6 million hectares, contributing around 25% to global rubber demand. One of the important plantations in Indonesia is PT Perkebunan Nusantara VII Kebun Kedaton, with a production capacity of 10 tons per day. However, its productivity declined in 2021 due to reduced latex yields influenced by tree age and land conditions. Currently, productivity calculations are still done manually. Remote sensing monitoring technology is one method that can be used to monitor rubber productivity. This study aims to determine the relationship between the vegetation index algorithm and the age and productivity of rubber trees, as well as to compare the results of processing the EVI, ARVI, and IPVI algorithms in estimating productivity at PT Perkebunan Nusantara I Regional 7 Kebun Kedaton. The data used include Sentinel-2A imagery obtained in October 2023, land block boundaries, tree age data, and 2023 production data. The analysis was carried out using simple and multiple linear regression. The results showed that the productivity estimates using the EVI algorithm were 1,758.7 kg/ha/month, ARVI 1,762.1 kg/ha/month, and IPVI 1,782.2 kg/ha/month, while the productivity measured in the field was 1,766.3 kg/ha/month. The RMSE values for the rubber tree productivity estimation model were 1.121 for EVI, 0.619 for ARVI, and 2.334 for IPVI.  Keywords : Productivity Estimation, Rubber Plants, Vegetation Index   ABSTRAK Indonesia adalah produsen karet terbesar kedua di dunia dengan luas perkebunan mencapai 3,6 juta hektar, berkontribusi sekitar 25% terhadap permintaan karet global. Salah satu perkebunan penting di Indonesia adalah PT Perkebunan Nusantara VII Kebun Kedaton, dengan kapasitas produksi 10 ton per hari. Namun, produktivitasnya menurun pada tahun 2021 karena berkurangnya hasil lateks yang dipengaruhi oleh usia pohon dan kondisi lahan. Saat ini, perhitungan produktivitas masih dilakukan secara manual. Teknologi pemantauan melalui penginderaan jauh adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk memantau produktivitas karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara algoritma indeks vegetasi dengan usia dan produktivitas pohon karet, serta membandingkan hasil pemrosesan algoritma EVI, ARVI, dan IPVI dalam estimasi produktivitas di PT Perkebunan Nusantara I Regional 7 Kebun Kedaton. Data yang digunakan mencakup citra Sentinel-2A yang diperoleh pada Oktober 2023, batas blok lahan, data usia pohon, dan data produksi tahun 2023. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan estimasi produktivitas menggunakan algoritma EVI sebesar 1.758,7 Kg/Ha/Bulan, ARVI 1.762,1 Kg/Ha/Bulan, dan IPVI 1.782,2 Kg/Ha/Bulan, sementara produktivitas yang terukur di lapangan adalah 1.766,3 Kg/Ha/Bulan. Nilai RMSE untuk model estimasi produktivitas pohon karet adalah 1,121 untuk EVI, 0,619 untuk ARVI, dan 2,334 untuk IPVI.   Kata Kunci : Estimasi Produktivitas, Tanaman Karet, Indeks Vegetasi
Perbandingan Nilai Ketelitian Geometri Hasil Pengolahan Foto Udara Dengan UAV Wingtra One Gen II Dan Mavic 3 Enterprise (Studi Kasus: Proyek Jalan Tol Cimanggis Cibitung) Silaban, Regina Marito; Fadly, Romi; Anisa, Rahma; Dewi, Citra
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.4878

Abstract

ABSTRACT The UAVs used for photogrammetric mapping have become increasingly diverse, each with distinct specifications. The Wingtra One Gen II has a relatively large size, making it difficult to access steep terrains, while the Mavic 3 Enterprise, with its smaller size, is more capable of reaching even the most challenging areas. This research aims to determine the better UAV based on geometric accuracy, data processing time, and orthophoto quality.The study utilized aerial imagery captured by the Wingtra One Gen II and Mavic 3 Enterprise UAVs in the CCTW Toll Road project. Data processing was carried out using Agisoft Metashape software. The outputs—DEM and orthomosaic—were analyzed and compared for geometric accuracy using 10 Ground Control Points (GCPs) and 9 Independent Check Points (ICPs) as references for data validation, following the guidelines of the Head of the Geospatial Information Agency Regulation No. 6 of 2018 on Technical Standards for Basic Map Accuracy.The results showed that the Wingtra One Gen II had superior geometric accuracy for orthophotos, with better LE90 and CE90 values compared to the Mavic 3 Enterprise. However, in terms of processing time, the Mavic 3 Enterprise was faster, completing the task in 9 hours, 18 minutes, and 13 seconds, compared to the Wingtra One Gen II, which took 2 days, 7 hours, and 16 minutes. The planimetric quality of the orthophotos produced by both UAVs was equally good, aligning perfectly with field conditions.   Keywords: photogrammetry, Wingtra One Gen II, Mavic 3 Enterprise, geometric accuracy   ABSTRAK Wahana atau UAV yang digunakan pada pemetaan dengan metode fotogrametri semakin banyak jenisnya dengan spesifikasi yang berbeda. Wingtra One Gen II memiliki ukuran yang relatif besar sehingga sulit untuk menjangkau area yang terjal sedangkan Mavic 3 Enterprise memiliki ukuran kecil sehinggga mudah menjangkau medan area yang terjal sekalipun. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan wahana yang lebih baik berdasarkan nilai ketelitian geometrik, waktu pemrosesan data, dan kualitas othophoto.Penelitian ini menggunakan data foto udara hasil perekaman wahana Wingtra One Gen II dan Mavic 3 Enterprise pada proyek Jalan Tol CCTW. Software pengolahan menggunakan agisoft metashape. Hasil pengolahan yaitu DEM dan Orhomosaic dari kedua wahana dianalisis dan dibandingkan berdasarkan nilai ketelitian geometrik, dengan memanfaatkan titik kontrol tanah yaitu Ground Control Points (GCP) sebanyak 10 titik  dan Independent Check Point (ICP) sebanyak 9 titik sebagai referensi untuk validasi datanya dengan menggunakan panduan Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial No. 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Teknik Ketelitian Peta Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wahana Wingtra One Gen II memiliki nilai ketelitian geometrik orthopoto LE 90 dan CE 90 lebih baik daripada wahana Mavic 3 Enterprise. Sedangkan dalam waktu pemrosesan, wahana Mavic 3 Enterprise lebih cepat yaitu 9 jam 18 menit 13 detik dibandingkan Wingtra One Gen II dengan waktu pemrosesan 2 hari 7 jam 16 menit. Kualitas planimetris orthophoto dari kedua wahana sama-sama menghasilkan kualitas yang baik yaitu tegak lurus sesuai dengan kondisi di lapangan.  Kata kunci: fotogrametri, Wingtra One Gen II, Mavic 3 Enterprise, ketelitian geometric
Ekstraksi Citra Foto Udara untuk Pemetaan Morfologi Bangunan Pada Kawasan Rawan Banjir (Studi Kasus:Keluíahan 9 Ilir, Kota Palembang): Morfologi bangunan, pemetaan udara, drone Shalihat, Annisa Kurnia Shalihat; Haidir, Hala; Natul, Al Shida
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5068

Abstract

ABSTRACT  Mapping using drones has been widely used to fulfill various jobs because it is very important effective in terms of time, cost and map quality. The results of drone mapping really meet the needs of the cases certain areas that require up-to-date but quickly obtained high-detail images, which can then be translated into information and are effective enough to replace field surveys. Palembang city is an area that is mostly formed on swamp land which is almost always flooded throughout the year. On Initially, the settlement culture of the Palembang community was influenced by the presence of rivers, soft soil and areas tidal swamp, thus forming a pattern of two residential cores that developed from the interaction of indigenous communities north of the river and settlers to the south. river. Population growth and increasingly intensive activities Humans in Palembang City have a big impact on land use changes on a large-scale magnitude. The aim of this research is to identify building typologies in the city of Palembang. The method used is to extract geometric information from aerial photo image data (orthophoto). Then data These are classified based on building typology criteria, namely: stilt houses/pyramid houses, buildings 1-story residence, 2-story residential building, shophouse/office building, educational facilities building, buildings for religious facilities, cultural heritage buildings.  Keywords : Building morphology, aerial mapping, drone   ABSTRAK Pemetaan dengan menggunakan drone sudah banyak dilakukan untuk memenuhi berbagai pekerjaan karena sangat efektif dari segi waktu, biaya dan kualitas peta. Hasil pemetaan drone sangat memenuhi kebutuhan pada kasus-kasus tertentu yang membutuhkan gambar dengan detail tinggi terkini namun cepat diperoleh, yang kemudian dapat diterjemahkan menjadi informasi dan cukup efektif untuk menggantikan survei lapangan. Kota Palembang merupakan daerah yang sebagian besar terbentuk pada lahan rawa yang hampir selalu tergenang air sepanjang tahun. Pada awalnya budaya permukiman masyarakat Palembang dipengaruhi oleh keberadaan sungai, tanah lunak, dan Kawasan rawa pasang surut, sehingga membentuk pola dua inti permukiman yang berkembang dari interaksi masyarakat adat di utara sungai dan pendatang di selatan. sungai. Pertambahan jumlah penduduk dan semakin intensifnya aktivitas manusia di Kota Palembang memberikan dampak yang besar terhadap perubahan tata guna lahan secara besar-besaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tipologi bangunan di kota Palembang. Metode yang digunakan adalah dengan mengekstrak informasi geometri dari data citra foto udara (ortofoto). Kemudian data tersebut diklasifikasi berdasarkan kriteria tipologi bangunan yaitu: rumah panggung/rumah piramida, bangunan tempat tinggal 1 lantai, bangunan tempat tinggal 2 lantai, ruko/gedung perkantoran bangunan sarana pendidikan, bangunan sarana peribadatan, bangunan cagar budaya.   Kata Kunci : Morfologi bangunan, pemetaan udara, drone
Analisis Kerusakan Jalan Pada Ruas jalan Nasional Kertosono Nganjuk Jawa Timur (Studi Kasus Km. 107+000-115+000) daiyan, Muhammad Daiyan Saputra; Nisumanti, Sartika; Amalia, Ghina
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5195

Abstract

ABSTRACT Highways are transportation infrastructure that is very important in supporting land transportation as a link between regions. Apart from that, road infrastruc ture is also the lifeblood of economic, political, socio-cultural and national security defense. This research aims to determine the types of damage and differences in the percentage assessment of road damage between the Surface Distress Index method and the International Roughness Index method on the Nganjuk -kertosono National Road section KM.107+000 – 115+000. Based on the analysis and discussion of the types of damage that occurred on the Kertosono-Nganjuk KM 107+000-115+000 National Road, namely cracked crocodile skin, loose grains, longitudinal cracks, expansion, collapse, patches, block cracks, holes and grooves. The difference in the assessment of road damage conditions obtained using the Surface Distress Index method in good condition has a percentage of 0%, moderate condition is 43.75%, slightly damaged condition is 31.25% and heavily damaged condition is 25.00%, whereas International Roughness Index method with road conditions in the good category at 31.25% and road condition s in the moderate category at 68.75%. Road conditions using the SDI method are heavily damaged so reconstruction needs to be carried out and road conditions using the IRI method are moderate so routine/periodic maintenance needs to be carried out.  Keywords :. Surface Distress Index, International Roughness Index and Type of Road Damage   ABSTRAK Jalan raya merupakan infrastruktur transportasi yang sangat vital untuk mendukung mobilitas darat dan menghubungkan berbagai daerah. Selain itu, infrastruktur jalan juga berfungsi sebagai tulang punggung kehidupan ekonomi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kerusakan serta perbandingan persentase kerusakan jalan antara metode Surface Distress Index dan International Roughness Index) pada ruas Jalan Nasional Nganjuk-Kertosono KM 107+000 – 115+000. Berdasarkan hasil analisis, jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan ini antara lain retak kulit buaya, butiran lepas, retak memanjang, mengembang, amblas, tambalan, retak blok, lubang, dan alur. Perbedaan penilaian kondisi kerusakan jalan dengan metode Surface Distress Index  diperolehd yang termasuk dalam kategori baik tidak ada (0%), sedangkan 43,75% dalam kategori sedang, kategori rusak ringan sebesar 31,25%, dan 25,00% dalam kategori rusak berat. Sementara berdasarkan metode International Roughness Index, nilai kondisi jalan dengan kategori baik mencapai 31,25%, dan kondisi jalan dalam kategori sedang mencapai 68,75%. Berdasarkan hasil penilaian kedua metode, yang menunjukkan kondisi jalan mengalami kerusakan berat yang membutuhkan penanganan rekonstruksi adalah metode SDI, sementara penilaian dengan metode IRI menunjukkan kondisi jalan dalam kategori sedang yang memerlukan pemeliharaan rutin atau berkala.  Kata Kunci : Surface Distress Index, International Roughness Index dan Jenis kerusakan jalan
Analisa Kapasitas Ruang Parkir Palembang Icon Mall dengan Menggunakan Metode Satuan Ruang Parkir (SRP) Safiudin, Safiudin; Nisumanti, Sartika; Al Qubro, Khodijah
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5196

Abstract

ABSTRACT  The presence of Palembang Icon Mall in the city centre could potentially add to the traffic jams in Palembang. This congestion occurs predominantly on holidays. The availability of parking space will be problematic when the demand is greater than the capacity of available parking space. To solve the problem, it is necessary to identify the availability of parking by analyzing the characteristics and levels of parking services in the Mall, characteristics that are analyzed such as parking volume, parking duration, parking accumulation, park index, parking turn over, and SRP. The research uses a quantitative approach with the collection of primary and secondary data by means of direct survey to the field. Based on the results of the research, it can be concluded, motorcycle and car parking in Palembang Icon Mall is a parking outside the street (off street parking), motorcycles and cars parking in Palembang Icon Mall is the parking position 900 with the island parking pattern, parking space in the Palembang Icon Mall is a private owned parking. The results of the calculation of the SRP with the approach of Formula Z, the car SRP required is 570 SRP, parking space available is 618 SRP, motorcycle SRP needed is 485 SRP and parking space is 700 SRP. From the results of such research, the parking space for motorcycles and cars is sufficient and meets the needs of parking in Palembang Icon Mall. Keywords: Parking accumulation, Parking index, Turn Over Parking    ABSTRAK  Keberadaan Palembang Icon Mall di pusat kota berpotensi menambah kemacetan di kota Palembang. Kemacetan ini terutama pada hari libur. Ketersediaan ruang parkir akan menjadi bermasalah ketika permintaan lebih besardari kapasitas ruang parkir yang tersedia. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan identifikasi ketersediaan parkir dengan menganalisis karakteristik dan tingkat pelayanan parkir di Mall tersebut, karakteristik yang dianalisis seperti volume parkir, durasi parkir, akumulasi parkir, indeks parkir, turn over parkir, dan SRP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan data primer dan sekunder dengan cara survei langsung ke lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan, parkir sepeda motor dan mobil di Palembang Icon Mall merupakan parkir di luar badan jalan (off street parking), parkir sepeda motor dan Mobil di Palembang Icon Mall merupakan posisi parkir 900 dengan pola parkir pulau, parkir sepeda motor di Palembang Icon Mall merupakan parkir yang dimiliki dan dikelola oleh swasta. hasil perhitungan SRP dengan pendekatan Rumus Z, SRP mobil yang dibutuhkan yaitu sebesar 570 SRP, ruang parkir tersedia sebesar 618 SRP, SRP sepeda motor yang dibutuhkan yaitu sebesar 485 SRP, ruang parkir tersedia sebesar 700 SRP, dari hasil penelitian tersebut maka ruang parkir sepeda motor dan mobil cukup memadai dan memenuhi kebutuhan parkir di Palembang Icon Mall. Kata Kunci: Akumulasi Parkir, Indeks Parkir, Turn Over Parkir
Studi Kelayakan Jalan Lingkar Pangkal Pinang – Batu Bariga Sadai Indra, Indra Jaya Putra; Nisumanti, Sartika; Baniva, Ratih
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5218

Abstract

ABSTRACT The construction of proper road infrastructure is very important to support the economic growth of an area. The spatial planning set by the Provincial Government of the Bangka Belitung Islands plans the construction of the Pangkalpinang – Batu Beriga – Sadai Ring Road. The availability of an adequate road network is expected to help open up the isolation of border areas, thereby improving accessibility and increasing the mobility of the population. This road segment is an important access route for the island region to the Toboali harbor and tourist attractions such as Tanjung Berikat beach and Toboali harbor. The purpose of this research is to analyze the economic and financial feasibility of this road segment by calculating the difference between BOK (Vehicle Operation Cost) and NK (Time Value and Time Saving). The economic aspect is analyzed based on the benefit-cost ratio (BCR) and net present value (NPV) parameters as a feasibility reference. From the analysis results, the recap of the Benefit Cost Ratio value is 10% = 764.32 Benefit Cost Ratio 12% = 782.74 Benefit Cost Ratio 15% = 782.68 IRR 10% = 12.36 IRR 12% = 14.62 IRR 15% = 14.60 NPV 10% = Rp. 1.442.849.450.375.310 NPV 12% Rp.1.410.952.049.481.800 NPV 15% = Rp.1.362.851.291.513.830. Keywords: BOK, Time Value, Net Present Value   ABSTRAK Pembangunan infrastruktur jalan yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Rencana tata ruang yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merencanakan pembangunan Jalan Lingkar Pangkalpinang – Batu Beriga – Sadai. Tersedianya jaringan jalan yang memadai diharapkan dapat membantu membuka keterisolasian daerah perbatasan, sehingga dapat membuka aksesibilitas, meningkatkan mobilitas penduduk. Ruas jalan ini merupakan akses penting daerah kepulauan  menuju pelabuahan Toboali serta objek wisata seperti pantai Tanjung Berikat dan  pelabuhan Toboali. Tujuan penelitian ini  menganalisis kelayakan Ekonomi  dan finansial pada ruas jalan ini dengan menghitung dihitung berdasarkan selisih BOK (Biaya Operasional Kendaraan/Vehicle Operation Cost) dan NK (Nilai Waktu dan Time Saving). Adapun menganalisis aspek ekonomi berdasarkan paramater benefit cost ratio (BCR) dan net present value (NPV) sebagai acuan kelayakan. Dari hasil analisis didapatkan rekapitulasi nilai Benefid Cost Ratio 10% = 764,32 Benefid Cost Ratio 12% = 782,74 Benefid Cost Ratio 15%= 782,68 IRR 10% = 12,36 IRR 12% = 14,62 IRR 15%= 14,60 NPV 10% = Rp. 1.442.849.450.375.310 NPV 12% Rp.1.410.952.049.481.800 NPV 15% = Rp.1.362.851.291.513.830 Kata Kunci: BOK, Nilai Waktu, Net Present Value.
Distribusi Spasial Kesehatan Mangrove Pada Citra Satelit Multitemporal Sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim tridawati, anggun; Armijon, Armijon; Sari, Atika; Darmawan, Soni
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5300

Abstract

ABSTRACT Mangrove forests are coastal ecosystems that play a strategic role in climate change mitigation through shoreline protection, blue carbon storage, and the provision of ecosystem services. Periodic monitoring of mangrove health is essential to support sustainable management and ecosystem restoration. This study aims to map the spatial distribution and analyze the dynamics of mangrove health in Labuhan Maringgai District, East Lampung Regency, Lampung Province, using Sentinel-2A imagery from 2015, 2016, 2017, 2018, 2020, and 2023. Mangrove health was assessed using the Mangrove Health Index (MHI), developed from four vegetation indices: Normalized Burn Ratio (NBR), Green Chlorophyll Index (GCI), Structure Insensitive Pigment Index (SIPI), and Atmospherically Resistant Vegetation Index (ARVI). Validation of annual mangrove spatial distribution using a confusion matrix resulted in an overall accuracy (OA) ranging from 90% to 94%. The results show a significant increase in the area of mangroves in the good health category from 1.73 ha (2015) to 540.04 ha (2023), accompanied by a decrease in the poor health category from 138.64 ha to 21.34 ha. Fluctuations in the moderate health category reflect natural growth dynamics and the influence of anthropogenic activities. These findings highlight the role of adaptive, multi-temporal spatial data-based management in maintaining mangrove health and prioritizing restoration in areas classified as poor. Keywords : mangrove health index, mangrove, vegetation index   ABSTRAK Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim melalui perlindungan garis pantai, penyimpanan karbon biru, dan penyediaan jasa ekosistem. Pemantauan kesehatan mangrove secara periodik sangat penting untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan dan restorasi ekosistem. Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi spasial dan menganalisis dinamika kesehatan mangrove di Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Provinsi Lampung, menggunakan citra Sentinel-2A tahun 2015, 2016, 2017, 2018, 2020, dan 2023. Kesehatan mangrove dihitung menggunakan Mangrove Health Index (MHI) yang dibangun dari empat indeks vegetasi, yaitu Normalized Burn Ratio (NBR), Green Chlorophyll Index (GCI), Structure Insensitive Pigment Index (SIPI), dan Atmospherically Resistant Vegetation Index (ARVI). Validasi distribusi spasial mangrove setiap tahun menggunakan confusion matrix menghasilkan tingkat akurasi keseluruhan (OA) antara 90–94%. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan signifikan luas mangrove kategori kesehatan baik dari 1,73 ha (2015) menjadi 540,04 ha (2023), diikuti penurunan luas kategori buruk dari 138,64 ha menjadi 21,34 ha. Fluktuasi pada kategori sedang menunjukkan dinamika pertumbuhan alami dan pengaruh aktivitas antropogenik. Temuan ini menegaskan peran pengelolaan adaptif berbasis data spasial multi-temporal untuk mempertahankan kesehatan mangrove serta memprioritaskan restorasi pada area berkategori buruk. Kata Kunci : mangrove health index, mangrove, indeks vegetasi
Analisis Metode Percepatan Pekerjaan Pondasi Borepile Berbasis Time Cost Trade off Proyek Tower Merial Jakarta Wahyudi, Eko; Girsang, Hamonangan
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.5342

Abstract

ABSTRACT Construction project delays are common and often stem from various factors. Early detection and evaluation methods, such as Earned Value Management, can help mitigate these delays. This study focuses on the borepile foundation work for the Merial Tower Building, executed by PT. Adhi Karya, Tbk. and PT. Adhi Persada Gedung, which experienced a 1.090% deviation from its initial schedule.. So, it is necessary to accelerate so that the borepile foundation work can be completed according to plan. The purpose of this study is to determine the magnitude of the change in time and cost of the borepile foundation work for the acceleration alternative by adding working hours and the number of heavy equipment. The method used in this study is analysis and evaluation using the Time Cost Trade Off method, where the data collection process begins with the implementation of field observations to determine the project overview, work methods, and heavy equipment time cycles. In addition, secondary data related to the project was collected, including schedules, RAB, unit price analysis, number of workers, and number of heavy equipment. The analysis carried out using the Time Cost Trade Off method will compare costs and time, as normal, according to the initial plan and after acceleration. Under normal conditions, the required implementation duration is 132 days with a total cost of Rp 37,819,634,071.25. After an acceleration analysis with additional working hours, the implementation duration is 107 days with a total cost of Rp 38,064,956,631.98. In the acceleration with the addition of heavy equipment, the implementation duration is 126 days with a total cost of Rp 39,737,437,364.44. In the acceleration with the addition of working hours and heavy equipment, the duration is 87 days with a total cost of Rp 38,990,904,620.72. Based on the results of the Time Cost Trade Off analysis, the acceleration that produces optimum costs and time is acceleration by increasing working hours. However, if based on the completion target with a duration of 104 days, the most appropriate acceleration analysis is a combination of adding working hours and adding work equipment with a set of drilling equipment. Keywords : Acceleration, Cost, Time, Trade Off, Project   ABSTRAK Keterlambatan dalam proyek konstruksi sering terjadi dan dapat dideteksi lebih awal menggunakan metode Earned Value Management. Salah satu kasusnya adalah proyek pondasi borepile Gedung Merial Tower oleh PT. Adhi Karya, Tbk. dan PT. Adhi Persada Gedung yang mengalami deviasi waktu sebesar 1,090% dari rencana awal. Hal ini memerlukan adanya percepatan sehingga pekerjaan pondasi borepile dapat selesai sesuai dengan rencana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya perubahan waktu dan biaya pekerjaan pondasi borepile atas alternatif percepatan dengan penambahan jam kerja dan  jumlah alat berat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis dan evaluasi dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off dimana proses pengumpulan data diawali dengan pelaksanaan observasi di lapangan untuk mengetahui overview proyek, metode pekerjaan dan time cycle alat berat. Selain itu dilakukan pengumpulan data sekunder terkait proyek antara lain schedule, RAB, analisis harga satuan, jumlah tenaga kerja, jumlah alat berat. Analisis yang dilakukan  dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off  akan dilakukan  membandingkan  biaya dan waktu, normal sesuai rencana awal maupun setelah dilakukan percepatan. Pada kondisi normal, durasi pelaksanaan yang diperlukan selama 132 hari dengan total biaya sebesar Rp 37.819.634.071,25. Setelah dilakukan analisis percepatan dengan penambahan jam kerja, diperoleh durasi pelaksanaan sebesar 107 hari dengan total biaya sebesar Rp 38.064.956.631,98. Pada percepatan dengan penambahan alat berat diperoleh durasi pelaksanaan sebesar 126 hari dengan total biaya  sebesar Rp 39.737.437.364,44. Pada percepatan dengan penambahan jam kerja dan alat berat diperoleh durasi 87 hari dengan total biaya sebesar Rp 38.990.904.620,72. Berdasarkan hasil analisis Time Cost Trade Off, percepatan yang menghasilkan biaya dan waktu optimum adalah percepatan dengan menambah waktu kerja. Namun, jika berdasarkan target penyelesaian dengan durasi 104 hari, analisis percepatan yang paling sesuai adalah kombinasi penambahan jam kerja dan penambahan peralatan kerja dengan satu set peralatan pengeboran. Kata Kunci : Percepatan, Waktu, Biaya, Trade Off, Proyek.

Page 1 of 1 | Total Record : 8