cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
lppm@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pemerintahan dan Politik
ISSN : 25022032     EISSN : 25020900     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pemerintahan dan Politik merupakan majalah ilmiah Universitas Indo Global Mandiri yang mencakup hasil penelitian, makalah review, dan komunikasi singkat bidang Pemerintahan dan Politik. Topik-topik yang tercakup dalam jurnal ini adalah semua bidang terkait dengan ilmu Pemerintahan dan Politik Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yakni bulan Januari dan Agustus.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 4 (2022)" : 10 Documents clear
Media Sosial dan Politisi Perempuan di Indonesia: Analisis Konten Pada Sembilan Akun Instagram Perempuan Anggota Legislatif Farisha Sestri Musdalifah; Annada Nasyaya; Miftha Pratiwi
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v7i4.2536

Abstract

Instagram, sebuah platform media sosial berbasis foto dan video, merupakan salah satu media sosial yang jadi tren di kalangan politisi perempuan sebagai media komunikasi politik. Terdapat banyak literatur mengenai penggunaan Instagram oleh para politisi, termasuk juga politisi perempuan, khususnya ketika kampanye menjelang pemilihan umum. Namun, masih sedikit literatur yang meneliti penggunaan media sosial oleh politisi perempuan setelah mereka duduk di bangku legislatif. Untuk mengisi kekosongan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana politisi perempuan, dalam hal ini perempuan anggota legislatif, menggunakan Instagram sebagai media komunikasi politik pasca pemilihan umum. Penelitian ini menggunakan multiple case study dengan mengevaluasi konten foto, video, dan keterangan konten yang diunggah ke Instagram dari sembilan perempuan anggota legislatif yang masing-masingnya berasal dari sembilan partai politik yang berbeda. Dalam mengambil data, penelitian ini menggunakan alat bantu perangkat lunak bernama Instagram Scrapper yang secara otomatis mengumpulkan gambar, video, teks, komentar, dan jumlah likes pada akun Instagram dari sembilan perempuan anggota legislatif dalam jangka waktu Januari 2020 hingga Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politisi perempuan menggunakan Instagram untuk mengunggah konten yang bervariasi, tidak hanya mengenai politik. Dalam penelitian ini, terlihat bahwa perempuan anggota legislatif mengunggah konten-konten yang dapat diklasifikasikan sebagai konten atribut feminin, konten politik berupa kegiatan sebagai anggota legislatif, atribut keagamaan, atribut nasionalisme, hingga gaya hidup sosialita.Kata Kunci: Politisi Perempuan, Komunikasi Politik, Media Sosial, Instagram, Analisis Konten
Pengaruh Budaya Organisasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Musi Banyuasin Nanang Fariyadi; Trecy Austin; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v7i4.2527

Abstract

ABSTRACT One of the factors that affect work discipline is because the organizational culture applied in the Civil Service Police Unit of Musi Banyuasin Regency is still relatively minimal so that the work discipline of the employees can be doubted, this has an impact on the performance of the employees in the Civil Service Police Unit of Musi Banyuasin Regency. This study uses quantitative methods, the technique used is observation, questionnaires and using the SPSS version 23 program. Results 1) Organizational Culture (X1) is 0.048 <0.05. Then it can be stated that the value of tcount is greater than ttable (2,006 > 1,984). Then H0 is rejected and H1 is accepted. So that the hypothesis which reads that there is an influence of Organizational Culture on employee performance is partially acceptable. 2) Work Discipline Variable (X2) has a positive and significant effect on employee performance (Y) at the Civil Service Police Unit (Satpol PP) Musi Banyuasin Regency. This can be seen that the significant value of Work Discipline is 0.000 <0.05. This shows that the value of tcount is greater than ttable (3.628>1.984), then H0 is rejected and H2 is accepted. So that the hypothesis which reads that there is an effect of Work Discipline on employee performance is partially acceptable. Keywords : Organizational Culture, Work Discipline, Performance  ABSTRAK Salah satu faktor yang mempengaruhi disiplin kerja dikarenakan budaya organisasi yang diterapkan di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Musi Banyuasin  masih terbilang minim sehingga disiplin kerja para pegawai dapat diragukan, hal ini berdampak terhadap kinerja para pegawai yang ada di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, teknik yang digunakan observasi, kuesioner dan menggunakan program SPSS versi 23. Hasil 1) Budaya Organisasi (X1) sebesar 0,048 < 0,05. Maka dapat dinyatakan bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,006 > 1,984). Maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat pengaruh Budaya Organisasi terhadap kinerja pegawai secara parsial dapat diterima. 2) Variabel Disiplin Kerja (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Musi Banyuasin. Hal ini terlihat nilai signifikan dari Disiplin Kerja 0,000<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa nilai thitung  lebih besar dari ttabel (3,628>1,984), maka H0 ditolak dan H2 diterima. Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat pengaruh Disiplin Kerja terhadap kinerja pegawai secara parsial dapat diterima. Kata Kunci : Budaya Organisasi, Disiplin Kerja, Kinerja
Implementasi Corporate Social Responsibility, Pendekatan Kolaborasi Corporate Identity dan Corporate Social Innovation Studi di PT. Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim Sumatera Selatan Isabella Isabella; Firdaus Firdaus; Eva Kurnia Farhan
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v7i4.2541

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah program perusahaan yang dikembangkan untuk masyarakat, yang bermuara untuk kemajuan perusahaan itu sendiri. Efektivitas penyaluran dana CSR program lingkungan masih sangat rendah. Begitu juga tingkat kolektifitas piutang mitra 8 binaan baru mencapai 38 persen pada tahun 2018. Dengan jumlah total penyaluran dana Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) Rp 145.615.540.853 dari jumlah dana Rp 185.430.900.474. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendekatan model Corporate Identity (CI) dalam mengimplementasikan program CSR di PT Bukit Asam Tbk dan untuk mengetahui pendekatan model Corpoarate Social Innovation (CSI) dalam mengimplementasikan program CSR di PT Bukit Asam Tbk. Untuk mendapatkan informasi dan data dalam bentuk kalimat dan gambaran nyata, penelitian ini  menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. PKBL terdiri atas Program Kemitraan Usaha Kecil dan Pembinaan Lingkungan oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Tujuan Program Kemitraan adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengusaha kecil agar menjadi mandiri sekaligus memberdayakan kondisi sosial masyarakat. Faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan selalu menjadi prioritas kami dalam mewujudkan tanggung jawab sosial. Berdasarkan beberapa dimensi pendekatan kolaborasi antara CI dan CSI dalam mengimplementasikan program CSR di PT Bukit Asam Tbk. Perlu porsi perlibatan kelompok masyarakat, organisasi masyarakat dan perlu koordinasi dan serta komunikasi dari direksi, menajer, dan staf karyawan bidang CSR agar program ini terlaksana secara maksimal.
PELAKSANAAN OTONOMI KHUSUS DIBAWAH KEKUASAAN PARTAI POLITIK LOKAL DI ACEH Afrijal Afrijal; Helmi Helmi
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v7i4.2509

Abstract

Penelitian ini ingin menjawab bagaimana pelaksanaan otonomi khusus dibawah kekuasaan partai politik lokal di Aceh. Partai local memiliki suara mayoritas baik diparlemen maupun di eksekutif, secara politik segala bentuk kebijakan yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat akan terealisasi dengan mudah. Namun harapan masyarakat tidak sesuai dengan ekpektasi bahkan pelaksanaan otonomi khusus di Aceh belum efektif dan efesien pengelolaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih mendalam mengenai pelaksanaan otonomi khusus dibawah kekuasaan partai politik lokal di Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dan dokumen. temuan dalam penelitian ini bahwa secara kelembagaan pemerintah Aceh dibawah kekuasaan partai local berhasil mengeluarkan kebijakan yang mendukung pelaksaan otsus sesuai dengan Amanah UUPA. Disisi yang lain ketika partai local berkuasa juga gagal dalam pelaksana otsus sesuai dengan aspirasi masyarakat Aceh. kedua;pengaruh sistem demokrasi local sudah memecahkan aktor parlok sehingga tidak ada dukungan organisasi dalam melaksanakan otsus. Ketiga, Kualitas kinerja birokrasi belum mampu mewujudkan Good Governance dalam pengelolaan pemerintahan  mengakibatkan kebijakan yang dihasilkan tidak efektif dan efisiensi.Kata Kunci : Otonomi Khusus, Partai Lokal, Aceh
EFEKTIVITAS PROGRAM MOTEKAR (MOTIVATOR KETAHANAN KELUARGA) DALAM MENEKAN ANGKA PERCERAIAN DI KOTA BANJAR TAHUN 2021 Riza Purnama; Mira Andriani
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v7i4.2529

Abstract

ABSTRACT Motekar cadres (Family Resilience Motivators) were formed in 2014 by recruiting around 1,000 motekar cadres spread across villages/kelurahan in 27 regencies/cities in West Java, especially areas that have a relatively low level of family resilience, both vulnerable and characterized by The divorce rate is high, and that's what happened in the City of Banjar, it has been 7 years since the establishment of this Motekar program, but the population of Banjar City is the highest in West Java, at 3.74%. The writer uses descriptive qualitative research method in order to deepen the findings and analysis of the research. The theory used as a knife of analysis is the effectiveness of budiani. The results of the study found that first, the accuracy of the program had not run as expected because it turned out that the ratio of Motekar cadres was 1: 9,983, so it was not possible for this program to be on target as a whole. Second, in terms of program socialization, there were findings that the majority of the people of Banjar City did not know what the Motekar program was. Third, from the dimensions of the accuracy of the program and the socialization of the program that has not been fully implemented, that is the reason why the objectives of this program have not been achieved. Namely, one of its achievements is to reduce the divorce rate which is the estuary of vulnerable family problems. Although, this motekar program is an innovation from the West Java Provincial Government. It needs special attention from the Banjar City Government as a coach and user of energy from motekar cadres, so that the problems of vulnerable families that lead to divorce can be suppressed. Keywords : Effectiveness, Motekar, Divorce, Family Resilience  ABSTRAKKader Motekar (Motivator Ketahanan Keluarga) dibentuk pada tahun 2014 dengan merekrut sekitar 1.000 orang kader motekar yang  tersebar di Desa/Kelurahan di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, terutama daerah-daerah yang memiliki tingkat ketahanan keluarga yang relatif rendah, baik rentan ditandai dengan angka perceraian yang tinggi, dan itu yang terjadi di Kota Banjar, sudah 7 tahun sejak dibentuknya program motekar ini, namun angka penduduk Kota Banjar tertinggi di Jawa Barat, yakni diangka 3,74%. Metode penelitian kualitatif deskriptif penulis gunakan dalam agar memperdalam temuan dan analisis penelitian. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah efektivitas dari budiani. Hasil penelitian menemukan pertama, ketepatan program belum berjalan sesuai harapan karena ternyata rasio kader motekar 1: 9.983, sehingga tidak memungkin program ini tepat sasaran secara menyeluruh. Kedua, dari segi sosialisasi program, terdapat temuan bahwa masyarakat Kota Banjar mayoritas belum mengetahui apa itu program Motekar. Ketiga, dari dimensi ketepatan program dan sosialisasi program yang belum berjalan dengan sepenuhnya, itulah yang menyebabkan tujuan program ini belum tercapai. Yakni salahsatu capaiannya adalah menurunkan angka perceraian yang merupakan muara dari permasalaha keluarga rentan. Walaupun, program motekar ini adalah inovasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat Perlu perhatian khusus dari Pemerintah Kota Banjar sebagai pembina dan pengguna tenaga dari kader motekar, sehingga permasalahan keluarga rentan yang berujung perceraian dapat ditekan. Kata Kunci : Efektivitas, Motekar, Perceraian, Ketahanan Keluarga  
MENYOAL KUALITAS CALEG PEREMPUAN MENJELANG PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 DI ACEH Aklima Aklima
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v7i4.2514

Abstract

ABSTRACT Women's political guarantees in the general elections have not met the 30% quota. This is in terms of the fulfillment of the selected women's quota. The dominance of political masculinity is still a record of problems in the representation of women in the political field. This study answers the problem of the quality of women's caleg ahead of the 2024 general election in Aceh using a qualitative approach to critical analysis through documentation and interviews. The results of the study showed that; The model of thinking Representation of substance that cultivates in the internal society so that women's social trust in women is not well established, the existence of political parties does not pay attention to women's political guarantees in realizing reserved seats. On the other hand, efforts to strengthen the quality of women's caleg ahead of the 2024 general elections can be carried out by optimizing affirmative action policies on the emphasis of reserved seats, optimizing the function of political parties to conduct political education for library candidates and strengthening political modalities in an effort to increase the percentage of women's representation in the legislature.    Keywords : Women, Affirmative Action, General Election ABSTRAK Jaminan politik perempuan dalam pemilihan umum belum memenuhi kuota 30%. Hal ini ditinjau dari pemenuhan kuota perempuan yang terpilih. Dominasi maskulinitas politik masih menjadi catatan problematika dalam repersentasi perempuan dibidang politik. kajian ini menjawab persoalan kualitas caleg perempuan menjelang pemilihan umum tahun 2024 di Aceh dengan menggunakan pendekatan kualitatif analisis kritis melalui dokumentasi dan wawancara. Adapun hasil kajian menunjukkan bahwa; Model berpikir Representasi subtansi yang membudaya diinternal masyarakat sehingga social trust perempuan terhadap perempuan tidak terjalin dengan baik, keberadaan partai politik tidak memerhati jaminan politik perempuan dalam mewujudkan reserved seats. Dilain sisi upaya penguatan kualitas caleg perempuan menjelang pemilihan umum tahun 2024 dapat dilakukan dengan mengoptimalisasi kebijakan affirmative action pada penekanan reserved seats, optimalisasi fungsi partai politik untuk melakukan pendidikan politik bagi caleg perenpuan serta penguatan modalitas politik upaya meningkatkan persentase keterwakilan perempuan di legislatif.    Kata Kunci : Perempuan, Affirmative Action, Pemilihan Umum 
Ekonomi Politik Sinema: Analisis Liberalisasi Industri Pertunjukan Film di Indonesia Ferdiansyah Rivai; Gunawan Lestari Elake; Yuniarsih Manggarsari
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v7i4.2533

Abstract

Penelitian ini kbertujuan untuk mencari tahu bagaimana kondisi industri pertunjukan film nasional pasca liberalisasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesoia di tahun 2016. Tulisan ini juga membahas dan strategi pemerintah dalam memanfaatkjan peluang serta menganggulangi dampak buruk yang dibawa oleh kebijakan. Dengan menggunakan metode kualitati, penulis mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan pembacaan terhadap dokumen-dokumen yang tersedia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa liberalisasi belum berhasil menciptakan iklim yang kompetitif di dalam industri pertunjukan film di Indonesia, dan justru malah menciptkan pasar yang oligopoliKata Kunci : Liberalisasi, Industri Film, Ekonomi Kreatif
EFEKTIVITAS MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT POLITIK PRAKTIS DALAM KAMPANYE PEMILIHAN KEPALA DESA DI KECAMATAN SUNGAI KERUH KABUPATEN MUSI BANYUASIN Masayu Adiah; Lies Nur Intan
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v7i4.2521

Abstract

ABSTRACTThe existence of village heads is due to village head elections which are held in each village and specifically regulated in Law Number 6 of 2014 concerning Villages, Minister of Home Affairs Regulation Number 63 of 2017 and regional regulations. In the village government system, the village head is directly elected by the villagers from candidates who meet the requirements and can become the village head with the highest number of votes in the election. The community is expected to be involved in election activities to elect the village head leader of their choice. In reality, the village community as a whole has participated in the village head election process starting from the nomination process, candidate campaign and village head election. In the era of digital communication through the massive use of social media in society, the village head election process has always been a hot topic of conversation. This is then used as a tool in campaigning by the candidates for village heads. This is also the reason for the author to scientifically reveal whether social media is an effective campaign media in the village head election campaign in Sungai Keruh District, Musi Banyuasin Regency. The general purpose of this study was to find out about the process of village head election campaigns through the use of social media as a medium of political communication at the village level, especially in the Sungai Keruh District, Musi Banyuasin Regency. The specific purpose of this study was to prove the effectiveness of social media as a practical political tool in the village head election campaign in Sungai Keruh District, Musi Banyuasin Regency.The research method used in this study is a case study, as an effort to observe the object in depth by digging up data about the object under study, and analyzing the data. The object of this research is candidatefor village head and community in Sungai Keruh District, Musi Banyuasin Regency.The provisional findings of this study indicate that social media has been used massively in the 2020 and 2021 village head election campaigns in the Sungai Keruh District, Musi Banyuasin Regency. Social media such as whatsapp and facebook have proven to be effective as practical political tools in the village head election campaign in this research area. Keywords: Social Media, Practical Politic.  ABSTRAKKeberadaan kepala desa dikarenakan adanya pemilihan kepala desa yang diselengarakan di tiap desa dan secara khusus diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 63 Tahun 2017 dan peraturan daerah. Dalam sistem pemerintah desa, kepala desa dipilih langsung oleh penduduk desa dari calon yang memenuhi syarat serta dapat menjadi kepala desa dengan jumlah perolehan suara terbanyak dalam pemilihan. Masyarakat diharapkan ikut terlibat dalam kegiatan pemilihan untuk memilih pemimpin kepala desa yang menjadi pilihannya. Dalam kenyataannya, masyarakat desa secara keseluruhan telah ikut berpartisipasi dalam proses pemilihan kepala desa mulai dari proses pencalonan, kampanye calon dan pemilihan kepala desa. Di era komunikasi digital melalui penggunaan media sosial yang massive dalam masyarakat, proses pemilihan kepala desa selalu menjadi bahan perbincangan yang hangat. Hal ini kemudian dijadikan sebagai alat dalam berkampanye oleh para calon kepala desa. Hal ini pula yang menjadi alasan penulis untuk mengungkap secara ilmiah apakah media sosial tersebut sebagai media kampanye yang efektif dalam kampanye pemilihan kepala desa di Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang proses kampanye pemilihan kepala desa melalui penggunaan media sosial sebagai media komunikasi politik di tingkat desa, khususnya di wilayah Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk membuktikan efektivitas media sosial sebagai alat politik praktis dalam kampanye pemilihan kepala desa di Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, sebagai upaya untuk mengamati objek secara mendalam dengan cara menggali data mengenai objek yang diteliti, dan menganalisis data tersebut. Objek penelitian ini adalah calon kepala desa dan masyarakat di wilayah Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin. Temuan sementara penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial telah digunakan secara massive pada kampanye pemilihan kepala desa tahun 2020 dan 2021 di wilayah Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin. Media sosial seperti whatsapp dan facebook terbukti efektif sebagai alat politik praktis pada kampanye pemilihan kepala desa di wilayah penelitian ini. Kata Kunci: Media Sosial, Politik Praktis.
Model Collaborative Governance dalam Pembangunan Pariwisata Alam di Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu Herwin Sagita Bela; Alip Susilowati Utama
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v7i4.2461

Abstract

Penelitian ini didasari oleh sebuah permasalahan sosial yang terjadi di Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu setelah beroperasinya secara komersial perusahaan BUMN yaitu PT. Pertamina Geotermal Energy (PGE). Oleh karena itu pemerintah desa, karang taruna dan Badan Usaha Milik Desa menjadikan desa mereka menjadi desa wisata dengan menjual keindahan alam dan wisata sungai seperti arung jeram dan river tubing tentunya dengan melibatkan perusahan PGE. Maka rumusan masalah penelitian ini bagaimana model collaborative governance dalam pembangunan pariwisata alam di Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering ulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan penerapan triangulasi data sehingga didapatkan data yang valid. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa model collaborative Governance dalam pembangunan pariwisata alam di Kecamatan Ulu Ogan menggunakan model gabungan antara model collaborative governance Ansell & Gash dan Ratner. Adapun model collaborative governance ini lebih menekankan pada proses diskusi dalam memetakan hambatan dan peluang untuk terselenggaranya kegiatan kolaborasi. Dengan identifikasi hambatan, akan diketahui langkah-langkah alternatif untuk mengatasi hambatan tersebut dengan demikian akan lebih mudah dalam menyamakan persepsi dari tujuan kolaborasi yang hendak dicapai dan membangun komitmen serta mempertahankan kepercayaan yang sudah ada dan mampu menjadikan kegiatan kolaborasi dilaksanakan secara berkelanjutan.
COMMUNITY BASED TOURISM DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA NGARGOGONDO KECAMATAN BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG Tri Asih Wismaningtyas; Ari Mukti; Yuni Kurniasih; Rizza Arge Winata; Fadlurrahman Fadlurrahman; Sri Suwitri; Sri Mulyani; Hendrarto Hendrarto
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v7i4.2525

Abstract

ABSTRACTThe development of Community Based Tourism (CBT) places the community as the main actor in various tourism activities so that the benefits are fully allocated to the local community. Ngargogondo Village has natural potential, human resource potential and strong cultural potential to be developed into a tourist attraction. This research was conducted with a qualitative descriptive method. The research location is in Ngargogondo Village, Borobudur District, Magelang Regency. Data collection techniques through FGD, interviews, observation, and documentation. Informants were selected by purposive sampling technique. The results showed that all aspects of Community Based Tourism (CBT) already existed in the implementation of tourism in Ngargogondo Village. From the aspect of environmental sustainability, the Ngargogondo Village government and parties involved in tourism activities have paid attention to environmental sustainability. This is because the preservation of nature is an attraction for tourists to visit Ngargogondo Village. From the aspect of local culture, this culture still exists in the people of Ngargogondo Village such as Topeng Ireng, Laras Madyo, Hadroh and Rampak Celeng although several other cultures have started to disappear such as Ketoprak, Jathilan and Ndolalak. From the aspect of community participation, the community has initiated the development of Menoreh Teraresing Tourism, Watu Putih Resort, Language Village and Rabbit Park. Then from the aspect of increasing community income, tourism in Ngargogondo Village has a very positive impact, especially for the absorption of labor in tourism objects and the expansion of the small and medium-sized enterprises (SMEs) market. Keywords : CBT; Tourism; Community ABSTRAKPengembangan Community Based Tourism (CBT) menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama berbagai kegiatan kepariwisataan sehingga manfaat sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat lokal. Desa Ngargogondo memiliki potensi alam, potensi sumber daya manusia serta potensi budaya yang kuat untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Teknik pengumpulan data melalui FGD, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua aspek Community Based Tourism (CBT) sudah ada dalam penyelenggaraan wisata di Desa Ngargogondo. Dari aspek keberlanjutan lingkungan, pemerintah Desa Ngargogondo dan pihak yang terlibat dalam kegiatan pariwisata telah memperhatikan kelestarian lingkungan. Hal ini dikarenakan kelestarian alam merupakan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Desa Ngargogondo. Dari aspek budaya lokal, budaya tersebut masih eksis di masyarakat Desa Ngargogondo seperti Topeng Ireng, Laras Madyo, Hadroh dan Rampak Celeng walau beberapa kebudayaan lain sudah mulai hilang seperti Ketoprak, Jathilan dan Ndolalak. Dari aspek partisipasi masyarakat, masyarakat mempunyai inisiasi dalam pengembangan Wisata Terasering Menoreh, Watu Putih Resort, Desa Bahasa dan Taman Kelinci. Kemudian dari aspek peningkatan pendapatan masyarakat, wisata yang ada  di Desa Ngargogondo memberikan dampak sangat positif khususnya untuk penyeraparan tenaga kerja di objek wisata serta perluasan pasar UMKM. Kata Kunci : CBT; Pariwisata; Masyarakat

Page 1 of 1 | Total Record : 10