cover
Contact Name
Erna Mei Lestari
Contact Email
erna_mei@dephub.go.id
Phone
+6281380109876
Journal Mail Official
jurnaltransla@dephub.go.id
Editorial Address
Jl. Merdeka Timur No. 5 Jakarta Pusat 10110
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Laut
ISSN : 14110504     EISSN : 25484087     DOI : http://dx.doi.org/10.25104/transla
Jurnal Penelitian Transportasi Laut merupakan majalah ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian atau kajian ilmiah dalam bidang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan yang meliputi operasional kepelabuhanan, manajemendan jaringan angkutan, hukum laut, desain dan sistem perkapalan, dan lingkungan maritim.
Articles 238 Documents
Desain Kapal Tradisional Pinisi untuk Jaringan Tujuan Wisata Berkelanjutan: Studi Kasus Gugus Kepulauan Selayar Alwi Sina Khaqiqi; Adam Hilal Dwianto
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v22i1.1559

Abstract

Kapal Pinisi merupakan salah satu alternatif moda trnasportasi yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi potensi pariwisata di Takabonerate Kepulauan Selayar dan kemudian pendapatan pariwisata dapat menyumbang pendapatan negara. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rute dan dimensi kapal berdasarkan survei kebutuhan pengguna dan karakteristik lokasi yang optimum menggunakan metode optimasi. Hasil analisis didapatkan bahwa Kapal Pinisi yang dirancang ditargetkan untuk segmen pasar dengan pendapatan sedang untuk wisatawan yang berusia kurang dari 30 tahun. Ukuran Kapal Pinisi yang optimum memiliki kapasitas 15 penumpang dengan dimensi LOA 37.14 meter, LPP 26.63 meter, LWL 26,96 meter, B 8.05 meter, T 2.65 meter, dan H 4.55 meter. Rute kapal dengan paket 5 hari 4 malam melewati rute Pelabuhan Rauf Rahman, Jinato, Lantigiang, Tinabo, Tinanja, Taka Lamungan, Tarupa Kecil, Latondu Kecil, dan kembali ke Pelabuhan Rauf Rahman. Dalam sekali roundtrip kapal memiliki waktu berlayar selama 98 jam dan waktu di pelabuhan pangkal selama 24.03 jam dengan jumlah 1 kapal. Harga jasa kapal wisata untuk penumpang penyelam sebesar 208 USD/malam-pax untuk lower deck dan 221 USD/malam-pax untuk main deck. Sedangkan harga jasa untuk penumpang non-penyelam sebesar 193 USD/malam-pax untuk lower deck dan 206 USD/malam-pax untuk main deck.  
Maritime Tribunal as Quasi-Judicial Body in Indonesia Ghalib Alghani Lusarno
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i2.1746

Abstract

Maritime Tribunal as Quasi-Judicial Body in Indonesia; Supreme Court is a judicative body under Article 24 of the 1945 Constitution 1945. The development of the legal system in Indonesia has established new institutions with judicative power to settle certain disputes which are attributed from the special legislation. In the field of maritime law in Indonesia, the Maritime Tribunal has the authority to conduct further examination of a shipwreck in accordance with the Shipping Law. This article uses the normative legal research method with the statutory statute approach. This matter requires further analysis towards the legality of the Maritime Tribunal's authority in Indonesia, that the tribunal is part of the an echelon II organ of the Ministry of Transportation. Based on the criteria and characteristics of a quasi-judicial body, Maritime Tribunal is a quasi-judicial body that possessed has mixed authority of executive function in implementing rules and regulation and administration in the maritime sector, as well as nd judicative function to conduct legal process concerning shipwrecks, that the result of the examination becomes the consideration of the judge in general courts to issue the judgment. The judge in civil or criminal disputes that arise from shipwrecks, in making consideration of the judgment, oblige the disputing parties to settle further examination of a shipwreck in Maritime Tribunal.  
Survei Batimetri untuk Penentuan Volume Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Patimban : Subang, Jawa Barat Mohamad Ihsan Wijaya; Alfi Satriadi; Sugeng Widada
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i2.1684

Abstract

Pelabuhan merupakan pintu gerbang pusat perekonomian suatu negara. Indonesia juga sedang membangun pelabuhan bertaraf internasional sebagai dukungan untuk meningkatkan perekonomian nasional di daerah pantai utara jawa. Pembangunan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan ekspor di Indonesia. Dalam rangka pembangunan di pantai utara jawa, Pelabuhan Patimban, diharapkan dapat memberikan pelayanan prima yang mampu menekan biaya logistik sehingga dapat menarik kapal jenis Post Panamax singgah di pelabuhan. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan dukungan aspek teknis berupa alur pelayaran. Berdasarkan pada desain pengembangan pelabuhan, kedalaman ideal alur pelayaran yaitu -14 m dari low water spring (LWS), oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi untuk memastikan apakah kedalaman telah sesuai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi batimetri pada sebagian alur pelayaran dan besarnya volume pengerukan yang diperlukan. Dari data survai batimetri yang didapatkan telah dilakukan koreksi dengan menggunakan data survai pasang surut. Dari hasil pemeruman (sounding) didapatkan data kedalaman yang berkisar antara -5 mLWS sampai -11 mLWS. Berdasarkan kedalaman terkini dan rencana desain keruk tersebut diperlukan adanya pengerukan dengan volume sebesar 715.521 m³. Pengerukan diharapkan akan meningkatkan keamanan dan keselamatan alur pelayaran dalam mendukung kinerja pelabuhan.
Evaluation Analysis of Commercial Port Hierarchy in Indonesia: A Case Study of Ports in East Java Province Alwi Sina Khaqiqi; Alif Damara; Maulidia Putri Azuningrum; Wahyu Nur Hidayatun Nisa
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i2.1783

Abstract

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2009 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional(RIPN), pelabuhan dikelompokkan menjadi 4 hierarki yaitu Pelabuhan Utama, Pelabuhan Pengumpul, PelabuhanPengumpan Regional, dan Pelabuhan Pengumpan Lokal. Pengelompokan pelabuhan dilakukan denganmenggunakan beberapa kriteria dari segi teknis maupun non-teknis. Saat ini terdapat 1.240 pelabuhan yang tersebardi Indonesia, namun belum semua pelabuhan sesuai dengan hierarkinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikesesuaian antara kondisi pelabuhan saat ini dengan kriteria RIPN, khususnya untuk pelabuhan di Provinsi JawaTimur. Indikator yang ditinjau meliputi potensi produksi, kapasitas terpasang, panjang dermaga, kecepatan bongkarmuat dan aliran produksi industri ke pelabuhan di Provinsi Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwaproduksi arus muatan terbesar di Provinsi Jawa Timur adalah Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 87,04%.Kesesuaian hierarki pelabuhan saat ini yaitu Pelabuhan Tanjung Perak sebagai Pelabuhan Utama, Pelabuhan Gresikdan Pelabuhan Tanjung Wangi sebagai Pelabuhan Pengumpul, dan Pelabuhan Probolinggo sebagai PelabuhanPengumpan Regional yang mana telah sesuai dengan usulan kriteria baru terkait hierarki pelabuhan pada RIPN.
Locating a Hub Port in Eastern Indonesia Using Network Analytics Armand Omar Moeis; Nur Faqih Wirawan; Arry Rahmawan Destyanto; Andri D. Setiawan; Bahy Helmi Hartoyo Putra; Teuku Yuri Zagloel; Akhmad Hidayatno
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i2.1695

Abstract

The main, current challenge to the maritime logistics system of Indonesia is the low level of freight transport from its eastern region. The transportation of goods to and from the eastern and western regions of Indonesia must be balanced if efficiency is to be enhanced and costs are to be reduced. One remedy to the current imbalance is increasing the existing economies of scale. This could be achieved by developing a hub port to enable goods to be consolidated and transported efficiently. The present study employs network analytics to determine the best site for a hub port in the eastern region of Indonesia. The coordinates of the ports in that region were analyzed using centrality algorithms and the NetworkX library. Based on analysis result, in perspective of relative distance between ports then Bitung port will be recommended as hub port in eastern Indonesia.
Perilaku Pengguna Jasa Angkutan Penyeberangan Dalam Pencegahan Covid-19 Pada Lintasan Merak-Bakauheni Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Feronika Sekar Puriningsih; Wiwit Trisnawati; Sujarwanto Sujarwanto; Achmad Andhika Kharisma
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i1.2014

Abstract

Penerapan menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak) diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19. Masa adaptasi kebiasaan baru berarti memberlakukan standar kehidupan baru. Maksud kajian adalah untuk melakukan evaluasi terhadap perilaku penumpang memenuhi protokol kesehatan di terminal penumpang maupun di atas kapal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional, menggunakan skala Guttman. Dari hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa, kesadaran memakai masker masih kurang baik dengan nilai 49%, kesadaran untuk membawa masker cadangan sangat baik dengan nilai 94%. Dari hasil pengamatan masih banyak ditemuai penggunaan masker yang tidak benar, bahkan ada yang tidak dipakai masker. Kesadaran untuk menjaga jarak sangat baik sebesar 99%. Dari hasil pengamatan untuk kelompok perjalanan/keluarga, biasanya sulit untuk menjaga jarak dengan duduk saling berdekatan dan bahkan membuka masker. Kesadaran untuk mencuci tangan masih kurang sebesar 56%, sebanyak 44 % karena keharusan. Pemahaman perilaku hidup sehat (3M) sangat baik sebesar 88%. Berdasarkan penilaian penumpang untuk kecukupan fasilitas protokol kesehatan dinilai baik sebesar 79%, keberadaan pengawas sangat baik sebesar 80%, kedisiplinan penumpang dinilai baik sebesar 85%. Responden setuju protokol kesehatan tetap diberlakukan sebanyak 93%. Pelabuhan dinilai aman dari penyebaran covid, dengan nilai sebesar 74 %. Semua penumpang tetap berminat menggunakan angkutan penyeberangan.
Konsep Smart Port di Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia Chyntia Limas; Okti Setyaningsih; okkie Putriani; Ibnu Fauzi
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v23i2.1847

Abstract

Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan pembangunan di Indonesia. Konsep Ibu Kota Negara baru ialah sebagai kota yang smart, green, beautiful, sustainable, dan berwawasan lingkungan. Lokasi Pelabuhan Balikpapan berdekatan dengan Kawasan Ibu Kota Negara akan menjadi infrastruktur pendukung IKN sesuai dengan demand dan konsep IKN. Penelitian ini berfokus pada analisis mengenai potensi smart port yang dapat diterapkan pada Pelabuhan Balikpapan sebagai penopang Ibu Kota Negara dalam aspek perekonomian. Dalam mencapai tujuan tersebut, maka digunakan metode deskriptif untuk menganalisis potensi penerapan smart port di Pelabuhan Balikpapan berdasarkan kondisi eksisting pelabuhan, konsep IKN, serta konsep smart port. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa arus peti kemas di Pelabuhan Balikpapan menurun dari tahun 2014-2019, yaitu dengan rata-rata sebesar 12,25% di Terminal Kariangau. Jumlah penduduk di Kawasan Ibu Kota Negara sebanyak 2,9 juta jiwa juga akan mengalami pertumbuhan penduduk sebesar 0,1%. Peningkatan arus peti kemas diakibatkan pertumbuhan demand di Kawasan IKN dapat ditopang dengan penerapan smart port. Penggunaan teknologi yang belum dilakukan secara maksimal, penggunaan energi dan sistem keamanan keselamatan yang masih konvensional, serta belum adanya manajemen lingkungan memadai meningkatkan urgensi penerapan konsep smart port di Pelabuhan Balikpapan.
Faktor Penyebab Keterlambatan Pengeluaran Barang Impor Pada Lapangan Penumpukan Wilayah 2 Terminal Multipurpose PT Pelabuhan Tanjung Priok Kencana Verawati; Henita Rahmayanti; Winoto Hadi; Anthony Costa; Salsabila Almira
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v24i1.2022

Abstract

Lapangan penumpukan merupakan fasilitas yang diberikan kepada importir sebagai tempat penimbunan sementara dengan jangka waktu optimal barang impor.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi barang impor terlambat dikeluarkan dari lapangan penumpukan. Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan tehnik analisis faktor exploratory. Berdasarkan hasil 9 variabel yang telah dianalisis menggunakan tehnik analisis faktor diketahui terbentuk 2 faktor yang mempengaruhi keterlambatan pengeluaran barang impor di lapangan penumpukan karena memiliki nilai eugenvalue 1 yaitu faktor pertama, 4,637 dan faktor kedua, 2,561. Tahap selanjutnya pengelompokan terhadap variabel kedalam 2 faktor terbentuk yaitu sebagai berikut, faktor pertama terdiri atas variabel keterlambatan trucking, padatnya traffic di area pelabuhan, gangguan pada sistem autogate dan jaringan, buruknya cuaca serta besarnya biaya penumpukan akibat lamanya waktu timbun dan faktor kedua terdiri atas variabel kurang tanggapnya importir dalam melengkapi dokumen impor, pengurusan barang impor jalur merah, proses penerbitan dokumen SPPB serta barang impor yang sudah memiliki SPPB tapi belum dikeluarkan dari lapangan penumpukan. Pemberian nama faktor pada penelitian ini akan memperhatikan variabel yang membentuk faktor tersebut. Faktor 1 akan diberi nama Teknis dan faktor 2 akan diberi nama Administrasi. Diketahui bahwa keragaman data dari masing – masing faktor ini adalah faktor 1 Teknis 51,52% dan faktor 2 Administrasi 28,45%. 
Analisis Sertifikasi Pelaut, Keterampilan, dan Kesejahteraan Awak Kapal Sebagai Variabel Mediasi Terhadap Kinerja Operasional Kapal Ivan - Potto; Sri - Handayani; Yana - Tatiana; Prasadja - Ricardianto
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v24i1.2059

Abstract

Analysis Of Seafarer Certification, Skills Ship Crew, And Ship Crew's Welfare As Mediation Variables Against Ship Operational Performance. This study aims to determine the effect of certification, skills, and welfare of the crew on the operational performance of ships at PT Amas Samudra Jaya. This study uses quantitative methods, with the number of samples based on the Slovin formula of as many as 100 respondents. Collecting data in the form of a statement sheet with a Likert scale model. To solve the problems the authors, use two methods of data collection, namely, field data (field research) and library data. Both methods of data analysis use path analysis with the Smartpls3 SEM model. The results of the analysis and discussion show that the first hypothesis has a significant positive direct effect on seafarers' certification on the welfare of crew members. Second, there is a significant positive direct effect of crew skills on the welfare of crew members. Third, there is a significant positive direct effect of seafarers' certification on the operational performance of ships. Fourth, there is a significant positive direct effect of crew skills on ship operational performance. Fifth, there is a significant positive direct effect on the welfare of the crew on the ship's operational performance. Sixth, the welfare of the crew can mediate seafarers' certification of the ship's operational performance. Seventh, the welfare of the crew can mediate the skills of the crew on the operational performance of the ship.Keywords: Seafarers Certification, Crew Skills, Crew Welfare, Ship Operational Performance
Penerapan Model Pareto Analysis dalam Pengendalian Persediaan Suku Cadang Mesin Induk Kapal (Studi Kasus MT. Gonaya VIII) Abdy Kurniawan; samsul bahri
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v24i1.2106

Abstract

Pelayaran merupakan salah satu sektor usaha yang berperan penting dalam sistem logistik, secara internal sendiri perusahaan pelayaran sendiri perlu mengatur logistiknya agar perusahaan dapat bertahan hidup, mampu mendapatkan keuntungan dan dapat berkembang mengikuti perkembangan pasar yang terjadi. Kapal sebagai salah satu sarana operasional utama dari perusahaan pelayaran perlu menjaga kondisi permesinannya agar mampu terus beroperasi secara optimal dan terhindar dari kerusakan yang dapat mengganggu jadwal pelayaran serta dampak negatif lainnya yang merugikan perusahaan. Ketersediaan suku cadang mesin induk kapal merupakan sesuatu yang harus selalu diperhatikan oleh operator kapal dan perusahaan pelayaran sebagai induk usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengelolaan suku cadang di kapal serta pengelompokan persediaan suku cadang berdasarkan aspek biaya dengan menggunakan analisis pareto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian persediaan suku cadang di atas kapal masih bersifat konvensional dan persediaan suku cadang untuk critical part di atas kapal masih menjadi persediaan yang minimum yang baru disuplay jika terjadi kerusakan. Sebagai rekomendasi, pihak perusahaan perlu selalu melakukan kontrol dan pendokumentasian mengingat kebutuhannya sangat bervariatif dan harga yang berfluktuatif. Sehingga dapat dilakukan persediaan suku cadang yang lebih efisien dan efektif. 

Filter by Year

2014 2024