cover
Contact Name
Erna Mei Lestari
Contact Email
erna_mei@dephub.go.id
Phone
+6281380109876
Journal Mail Official
jurnaltransla@dephub.go.id
Editorial Address
Jl. Merdeka Timur No. 5 Jakarta Pusat 10110
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Laut
ISSN : 14110504     EISSN : 25484087     DOI : http://dx.doi.org/10.25104/transla
Jurnal Penelitian Transportasi Laut merupakan majalah ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian atau kajian ilmiah dalam bidang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan yang meliputi operasional kepelabuhanan, manajemendan jaringan angkutan, hukum laut, desain dan sistem perkapalan, dan lingkungan maritim.
Articles 238 Documents
Hybrid Learning Berbasis Asynchronous dalam Meningkatkan Kepuasan Peserta Diklat Pelaut BP3IP Jakarta Rahman, Arief; Mayseptyana, Annik; Rochyana, Mochamad Furqon; Hidayat, Achmad; Raharjo, Indarno Sugeng; Sugiawiharja, Egi; Wibi, Prasetyo
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i2.2296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas informasi, sistem, dan pelayanan terhadap kepuasan peserta diklat asynchronous. Penelitian tentang penerapan pembelajaran daring telah banyak dilakukan dengan menggunakan model kesuksesan sistem informasi DeLone dan McLean. Namun, belum banyak yang mengkaji secara spesifik terkait faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan peserta diklat asynchronous. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kepuasan peserta diklat asynchronous sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan kuesioner yang disebarkan kepada 110 peserta diklat asynchronous. Data dianalisis dengan SEM-PLS untuk menguji pengaruh langsung variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas informasi dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta diklat asynchronous. Adapun kualitas sistem tidak berpengaruh secara signifikan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa untuk meningkatkan kepuasan peserta diklat asynchronous, perbaikan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas informasi pembelajaran daring dan kualitas layanan pendukung pembelajaran. Dengan demikian, kepuasan peserta diklat asynchronous dapat ditingkatkan untuk mendukung keberlanjutan sistem pembelajaran hybrid learning berbasis asynchronous.
Analisis Kelayakan Peluang Bisnis Non Diklat BP3IP Sebagai Satker BLU Dengan Pendekatan Bisnis Model Canvas Ocviany, Dian Lieska; Akhmad, Buce; Desmon, Agusta Deo; Yusar, Yulinda; Akib, Irawaty Muh; Mitrady, Joy; Jamaan, Aris
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i2.2297

Abstract

Sebagai Unit Pelaksana Teknis yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan kepelautan sesuai STCW 1978, BP3IP juga merupakan Satuan Kerja Pemerintah yang telah menerapkan pengelolaan keuangan melalui sistem Badan Layanan Umum dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai Satker Badan Layanan Umum, BP3IP diberikan keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dengan tetap menonjolkan produktivitas, efisiensi, dan efektifitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui peluang bisnis dan penerapan strategi pemasaran pada Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta dengan menggunakan pendekatan business model canvas pada tahun 2022 serta mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam rangkaian sebuah kegiatan bisnis melalui analisis SWOT. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang berhubungan dengan pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan status obyek yang diteliti pada saat penelitian dilakukan. Pendekatan kualitatif yang dilakukan adalah untuk memahami fenomena yang terjadi seperti persepsi, perilaku dan tindakan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menemukan peluang bisnis dan strategi pemasaran yang sesuai dan tepat melalui hasil analisis faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman di BP3IP Jakarta. Hasil analisis tersebut mendapatkan bahwa BP3IP Jakarta perlu melakukan diversifikasi produk/jasa non diklat untuk mengatasi penurunan pendapatan pada salah satu produk/jasa utama, sehingga melalui diversifikasi produk/jasa tersebut, BP3IP Jakarta dapat tetap meningkatkan pendapatannya. 
Integrasi Pelayaran Tradisional dalam Logistik Nasional: Menentukan Strategi Prioritas dan Manajemen Pelabuhan Andromeda, Vega Fonsula; Prasetiawan, Andi; Sihombing, Derma Watty
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i2.2298

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui integrasi bisnis pelayaran tradisional dalam logistik nasional dan mengetahui peluang pelayaran tradisional Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dalam logistik nasional. Penentuan prioritas pengelolaan dilakukan dengan menggunakan analisis AHP yang didukung dengan observasi, wawancara, angket, dan studi dokumen untuk mengungkap faktor-faktor internal dan ekternal pada bisnis pelayaran tradisional di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dalam logistik nasional. Prioritas ditentukan oleh indeks yang diperoleh dari analisis. Berdasarkan data yang diperoleh, analisis menghasilkan tingkat inkonsistensi sebesar 0,02% yang mengindikasikan tingginya konsistensi pendapat para ahli tentang prioritas pengelolaan, policy support, competitiveness, market insurance, human resource capacity, business incentives, infrastructures & facilities, dan management. Berdasarkan prioritas pengembangan pelayaran tradisional, hanya tiga dari tujuh aspek yang memperoleh perhatian tinggi. Aspek Policy support, human resource capacity, dan market tersebut memiliki indeks yang jauh lebih tinggi dengan dukungan program tol laut. Hasil analisis AHP sangat menekankan perlunya dukungan kebijakan dalam integrasi usaha pelayaran tradisional ke tol laut. Hasil analisis SWOT menunjukkan tujuh prioritas pengembangan pelayaran tradisional dengan bisnis pelayaran tradisional membutuhkan dukungan. Sebagian besar faktor internal dan eksternal berdampak rendah terhadap integrasi. Hanya ada dua peluang, yaitu paradigma baru transportasi laut dan posisi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebagai pelabuhan pengumpan yang berdampak tinggi terhadap rencana pengelolaan strategis. Bisnis pelayaran tradisional di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saat ini berada pada posisi oportunistik yang kuat. Pengembangan pelayaran tradisional harus diutamakan terutama pada dukungan kebijakan yang diikuti dengan peningkatan daya saing dan penjaminan pasar.
Analisis Budaya Keselamatan Terhadap Tingkat Pelayanan Jasa Transportasi Penyeberangan Ferry Pelabuhan Bakauheni Della, Rhaptyalyani Herno; Permata, Debby Yulinar; Syakurah, Rizma Adlia; Agustien, Melawati; Ramadhani, Arya Pratama
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i2.2299

Abstract

Indonesia memiliki 17.504 pulau dengan garis pantai 81.000 Km. Maka dari itu Indonesia disebut sebagai negara maritim. Pada transportasi penyeberangan feri di Indonesia memiliki 294 rute yang antara lain 229 rute perintis dan 65 rute niaga. Namun, Indonesia menduduki peringkat ke 2 dari 43 negara terhadap peristiwa kecelakaan yang terjadi pada kapal feri di dunia. Penelitian ini memiliki kerangka penelitian yang menguraikan mengenai budaya keselamatan, terdapat lima variabel yang memengaruhi kinerja keselamatan yaitu praktik keselamatan, manajemen keselamatan, pengetahuan keselamatan, kesadaran pribadi terhadap praktik keselamatan, dan perilaku keselamatan. Dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh dan kepentingan dari budaya keselamatan di penyeberangan feri akan tingkat kecelakaan dan keselamatan penyeberangan. Studi kasus dipilih adalah Pelabuhan Bakauheni. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan dengan jumlah penumpang terbanyak di Pulau Sumatra dan merupakan pelabuhan yang menghubungkan antara dua pulau utama di Indonesia yaitu Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Analisis penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) dan didapatkan hasil dari ke lima variabel tersebut bahwa pengaruh budaya keselamatan terhadap perilaku keselamatan yaitu kurangnya penyelenggaraan simulasi praktik keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 dan zero accident yang ada pada angkutan penyeberangan feri di pelabuhan belum maksimal dikarenakan kurangnya manajemen keselamatan yang ada pada perusahaan terkait.
Evaluasi Penerapan Tokyo MoU Guna Meningkatkan Aspek Keselamatan Kapal Indonesia pada Pelayaran Internasional Priadi, Antoni Arif; Ferdillah, Rendi
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v25i1.2305

Abstract

Dalam rangka mematuhi standar peraturan internasional mengenai keselamatan pelayaran, keamanan, serta pencegahan pencemaran laut, merupakan tanggung jawab masing-masing negara bendera terhadap kapal-kapal yang mengibarkan benderanya. Sebagai negara berbasis maritim, setiap tahunnya ratusan kapal berbendera Indonesia berlayar ke luar negeri. Namun, masih tingginya angka persentase penahanan terhadap kapal berbendera Indonesia menyebabkan kurangnya kepercayaan dunia pelayaran terhadap standar keselamatan kapal Indonesia. Meskipun saat ini Indonesia termasuk dalam daftar “white list” di Tokyo MoU, Indonesia sangat rentan kembali ke daftar “grey list” bahkan “black list” jika tidak segera memperbaiki posisinya di dalam daftar “white list”. Peningkatan performa negara bendera menjadi sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan tersebut dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait. Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka identifikasi terhadap jenis defisiensi yang menyebabkan penahanan kapal berbendera Indonesia dilakukan dengan klusterisasi menggunakan model Software, Hardware, Environment, dan Liveware (SHEL). Kemudian, penentuan stakeholder sebagai lapisan pertahanan untuk mencegah terjadinya penahanan kapal menggunakan model Swiss Cheese. Hasilnya adalah tiap stakeholder yang merepresentasikan tiap lapisan keju sebagai lapisan pertahanan mendapatkan identifikasi masalah yang spesifik dari tiap komponen pada SHEL, dan strategi pencegahan dapat diformulasikan dengan baik bagi tiap stakeholder. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi oleh regulator, pemilik kapal atau perusahaan pelayaran, nahkoda, dan kru kapal dalam menerapkan strategi alternatif pencegahan penahanan kapal.
Kesiapan Industri Pelayaran dan Maritim di Sumatera Selatan terhadap Teknologi Kapal Otonom Della, Rhaptyalyani Herno; Lirn, Taih-Cherng; Rachmannullah, Ashari Fitra; Elkansyah, Haris
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i2.2376

Abstract

Di era saat ini, teknologi berkembang dengan cepat dan mampu mencakup setiap aspek kehidupan manusia. Ini tidak hanya terbatas pada perangkat elektronik rumah tangga, tetapi juga transportasi. Transportasi adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, di darat, udara, dan laut. Dalam hal transportasi maritim, salah satu kemajuan teknologi yang sedang dikembangkan adalah di bidang kapal tanpa awak, juga dikenal sebagai kapal otonom. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kesiapan karyawan di perusahaan pelayaran, dan kesiapan lingkungan maritim di Sumatera Selatan terhadap teknologi ini. Studi ini menggunakan metode studi literatur dan metode wawancara untuk mendistribusikan. Kuesioner dan analisis penelitian menggunakan model penerimaan teknologi (TAM) dengan lima dimensi. Kuesioner didistribusikan secara acak kepada 282 pekerja aktif di perusahaan pelayaran di Sumatera Selatan. Analisis persepsi yang menjadi dasar 27 variabel menggunakan model TAM didasarkan pada dimensi kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, sikap terhadap penggunaan teknologi, niat perilaku untuk menggunakan, dan penggunaan sistem aktual. Analisis menggunakan analisis statistik, uji faktor konfirmatori, dan structural equation modelling. Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data, ditemukan bahwa masih ada kurangnya minat di antara pekerja di perusahaan pelayaran untuk mengubah sistem penggunaan kapal manual mereka menjadi kapal otonom, meskipun mereka sudah mengetahui kelebihan teknologi ini. Hal ini yang menjadikan ketidaksignifikannya manfaat yang dirasakan dengan minat menggunakan teknologi (P=0,110) dan juga ketidaksignifikannya kemudahan pengguna terhadap perilaku terhadap penggunaan teknologi (P=545). Sementara itu, perusahaan pelayaran akan senang mengadopsi teknologi kapal otonom di masa depan karena akan meningkatkan produktivitas mereka.
Konsepsi Wirausaha: Komponen Utama Permintaan Transportasi Tiarto, Tiarto; Darunanto, Danang
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i2.2377

Abstract

Transportasi diartikan sebagai kegiatan “pemindahan” barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Demikian pula wirausaha diartikan “memindahkan” berbagai sumber ekonomi dari suatu wilayah dengan produktivitas rendah ke wilayah dengan produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar. Asumsi ini tercermin dalam literatur konvensional yang menekankan bahwa transportasi dan wirausaha keduanya berfungsi “memindahkan” (sumber daya ekonomi) sebagai permintaan turunan. Keduanya merupakan ekspresi dari fungsi penawaran dan permintaan yang dibedakan secara spasial dan dengan demikian dianggap “berasal” dari kegiatan lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana konsepsi wirausaha memengaruhi permintaan transportasi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif yang secara eksploratif mencari penemuan baru terkait pengaruh wirausaha terhadap transportasi. Perluasan makna, maksud, dan tujuan hubungan transportasi dan wirausaha menggeser paradigma transportasi menjadi seperti halnya perjalanan untuk mencapai tujuan besar. Perjalanan sebenarnya merupakan suatu penemuan tidak tercapai dalam mencari tanah baru, tetapi dengan cara melihat dengan mata baru. Bila dahulu tujuan transportasi diartikan sebagai mencari tanah baru, kini tujuan diartikan dengan melihat dengan mata baru. Mata wirausaha mengubah paradigma transportasi dari sekedar memindahkan dari tempat asal ke tempat tujuan, menjadi memindahkan dari wilayah produktivitas rendah ke wilayah produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar. Konsepsi wirausaha secara katalis berpengaruh terhadap transportasi, yang tidak hanya berarti memindahkan dalam arti riil, melainkan juga dalam arti tidak riil / abstrak. Dengan kata lain, transportasi memindahkan informasi yang terhubung cyber dan/atau uang melalui e-banking. Dahulu transportasi berarti memindahkan barang, sedangkan wirausaha berarti memindahkan jasa. Transportasi adalah permintaan turunan versus wirausaha sebagai permintaan langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, permintaan transportasi turunan tanpa komponen wirausaha tidak akan berjalan dengan benar. Kedua, konsepsi wirausaha sebagai komponen utama transportasi turunan telah dapat menciptakan lompatan besar dalam empat jenis derived demand meliputi: (1) Direct Derived Demand, (2) Indirect Derived Demand, (3) Derived Demand for Labour, dan (4) Derived for Capital. Bahkan secara masif, berhasil membangun beragam infrastruktur konektivitas jalan hingga infrastruktur pelayanan masyarakat.
Identifikasi Risiko Kecelakaan pada Kegiatan Embarkasi dan Debarkasi di Pelabuhan Makassar Syamsiah, Sitti; Mustika, Ika; Fitriyana, Rina; Firnayanti, Firnayanti; Rahmat Hidayat, Andi Muh
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i2.2378

Abstract

Kegiatan embarkasi dan debarkasi penumpang di pelabuhan merupakan aspek kritis dalam sektor maritim yang memerlukan perhatian serius untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi selama proses embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan penelitian lapangan (field research) di mana peneliti terjun langsung ke lokasi untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan menggunakan fishbone analisis untuk mengidentifikasi masalah dan mengidentifikasi penyebab utama. Subjek penelitian ini ditentukan secara purposive, yang melibatkan petugas pelabuhan dan penumpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai risiko, termasuk kondisi cuaca yang buruk, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya pelatihan bagi petugas. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas pelabuhan, pelatihan rutin untuk petugas, serta implementasi prosedur keamanan yang lebih ketat untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan keamanan dan keselamatan selama kegiatan embarkasi dan debarkasi penumpang dapat ditingkatkan.
Analysis of Indoor Air Pollutants in the Simulator Building at Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang El Husna, Iksiroh; Unzilatirrizqi Dewantoro, Yan El Rizal; Azise Wijinurhayati, Anissofiah; Idayatma, Widya Putri
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i2.2379

Abstract

Polusi Udara Dalam Ruang saat ini menjadi suatu permasalahan yang serius, karena telah menjadi penyebab 4,5 juta kematian setiap tahunnya. Ruang simulator kapal merupakan salah satu ruangan tertutup yang memungkinkan terpapar polusi udara dalam ruang. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur dan menganalisis kualitas udara dalam ruangan di beberapa lokasi terpilih diruang simulator kapal. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan perpaduan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif dengan pendekatan case control dan bersifat observasional analitik dengan objek ruang simulator. Kualitas parameter fisik suhu, intensitas cahaya, dan jumlah mikroorganisme masih dibawah baku mutu yang dipersyaratkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1077 Tahun 2011. Sedangkan parameter kelembaban tidak memenuhi baku mutu kelembaban udara dalam ruang yaitu sebesar 40% Rh – 60% Rh.
Quo Vadis Pengaturan Unit Pelaksana Tugas Bidang Pelayaran Agung Wicaksono, Dian; Mulyani, Cora Kristin; Hantoro, Bimo Fajar
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i2.2380

Abstract

Eksistensi Unit Pelaksana Tugas (UPT) pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan saat ini masih disertai beberapa permasalahan kelembagaan seperti tumpang tindih kewenangan antar UPT, tidak sesuainya UPT dengan direktorat teknis, hingga ketidaksesuaian organisasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 66 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Penelitian ini berfokus menjawab rumusan masalah berikut: (1) Bagaimana pengaturan mengenai unit pelaksana tugas di bidang pelayaran? (2) Bagaimana evaluasi dan rekomendasi atas pengaturan kelembagaan unit pelaksana tugas di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia? Hasil dari penelitian ini penting untuk menjadi rekomendasi dalam penataan dan penguatan kelembagaan di bidang pelayaran. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menganalisis secara deskriptif kualitatif data sekunder berupa peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya konstruksi pengaturan di bidang pelayaran yang memberikan mandat pembentukan UPT serta penyelenggaraan fungsi pemerintahan di bidang pelayaran. Dengan demikian, rekomendasi kelembagaan yang diberikan adalah perlu adanya pembentukan UPT sesuai mandat pengaturan di bidang pelayaran.

Filter by Year

2014 2024