cover
Contact Name
Erna Mei Lestari
Contact Email
erna_mei@dephub.go.id
Phone
+6281380109876
Journal Mail Official
jurnaltransla@dephub.go.id
Editorial Address
Jl. Merdeka Timur No. 5 Jakarta Pusat 10110
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Transportasi Laut
ISSN : 14110504     EISSN : 25484087     DOI : http://dx.doi.org/10.25104/transla
Jurnal Penelitian Transportasi Laut merupakan majalah ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian atau kajian ilmiah dalam bidang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan yang meliputi operasional kepelabuhanan, manajemendan jaringan angkutan, hukum laut, desain dan sistem perkapalan, dan lingkungan maritim.
Articles 248 Documents
Regulatory and Operational Impacts on Indonesia’s Shipbuilding Costs Handoko, Wisnu; Setiawan, Ariyono; Suwondo, Iie; Widjanarko Otok , Bambang; Wou Onn, Choo
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i1.2422

Abstract

Regulatory and Operational Impacts on Indonesia’s Shipbuilding Costs: This study aims to quantify the impact of regulatory and operational delays on shipbuilding costs in Indonesia, a maritime nation undergoing rapid infrastructure modernization. Grounded in the theoretical frameworks of institutional economics and project risk management, the research investigates how permit duration and project delays affect the financial performance of nationally significant vessel construction projects. Employing a quantitative approach, data from 14 real-world shipbuilding projects including patrol boats, offshore patrol vessels (OPVs), tankers, and submarines were analyzed. Key variables comprised total project cost (in billion IDR), permit time (months), and project delay duration (weeks). Descriptive statistics, Pearson correlations, and multiple linear regression were performed, followed by robust regression and outlier diagnostics (Cook’s Distance and VIF analysis) to ensure model reliability. The results reveal that project delays significantly increase total costs (p < 0.001), whereas permit duration exhibits a negative but context-dependent relationship. The model explains 68% of cost variation (R² = 0.68), with multicollinearity between permit time and delays (r = 0.94) indicating the need for cautious interpretation. Robust regression and diagnostic tests confirm the influence of high-cost defense projects as outliers. These findings provide actionable insights for maritime infrastructure policy, highlighting the need to streamline permit procedures, enhance inter-agency coordination, and mitigate project execution delays. This research contributes novel empirical evidence from real project data and applies advanced diagnostic techniques, addressing a critical gap in Southeast Asian maritime economics literature.
Optimalisasi Waktu Siklus Muat Batu Bara pada Kapal yang diageni oleh PT Maritel Bahtera Abadi Armadya, Muhamad Putra; Syamsiah, Sitti
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i1.2423

Abstract

Waktu siklus merupakan keseluruhan waktu yang dibutuhkan suatu proses sejak dimulai hingga selesai. Dalam konteks pemuatan batu bara, waktu siklus merepresentasikan durasi yang dibutuhkan untuk mengangkut batu bara dari tempat asalnya hingga ke palka kapal. Berdasarkan analisis waktu siklus pemuatan batu bara di kapal MV. KOSMAN, ditemukan beragam faktor yang menghambat kelancaran kegiatan pemuatan. Penelitian ini menitikberatkan pada identifikasi berbagai faktor penyebab keterlambatan waktu siklus serta perumusan langkah-langkah optimal untuk meningkatkan efisiensi proses pemuatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, serta penelaahan dokumen. Melalui pendekatan tersebut, dirumuskan sejumlah rekomendasi teknis untuk mempercepat dan meningkatkan efisiensi kegiatan pemuatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemuatan menghadapi berbagai kendala utama, antara lain keterlambatan kedatangan tongkang dan landing craft tank (LCT), kondisi cuaca, serta kendala teknis lainnya. Penelitian yang dilakukan pada kapal MV. KOSMAN dalam aktivitas pemuatan batu bara di PT Indexim mengindikasikan bahwa perbaikan waktu siklus dapat dicapai melalui optimalisasi kapasitas belt conveyor, pembaruan mekanisme shifting permit, percepatan proses bongkar muat di dermaga, serta penguatan koordinasi antarpihak. Pelaksanaan upaya tersebut menghasilkan sistem pemuatan yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.
Analisis Tarif Ideal Angkutan Barang di Sungai Musi Menggunakan Kapal Jukung Palembang Wendiansyah Putra, Sulton Bhagaskara Dewa; Soimun, Ahmad; Gilang Rupaka, Anggun Prima
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i1.2426

Abstract

Kapal Jukung merupakan jasa transportasi angkutan barang di sungai Musi yang merupakan sebagai salah satu roda penggerak perekonomian yang cukup penting bagi masyarakat Sumatera Selatan. Dalam penetapan tarif angkutan dengan tujuan yang sama kapal jukung tersebut memiliki penetapan harga tarif yang berbeda hanya berdasarkan pada perkiraan dan tanpa memiliki dasar. Pelaksanaan penelitian ini memiliki tujuan adalah untuk mengetahui tarif ideal dari angkutan barang menggunakan kapal jukung dan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi dalam penetapan tarif angkutan kapal jukung. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan yang berdasarkan pada Biaya Operasional Kendaraan (BOK), perhitungan tarif pokok, serta perhitungan tarif ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi dari biaya operasional yang didapat untuk kapal jukung dengan kapastitas muat 70 ton mencapai Rp 214.562.388/tahun, Rp 17.880.199/bulan, dan Rp Rp 599.007/hari. Tarif pokok yang didapat untuk kapal jukung dengan kapasitas 70 ton yaitu sebesar Rp 681.150/ton atau Rp 765/kg. Untuk tarif ideal yang didapat yaitu sebesar Rp 879/kg. Faktor yang mempengaruhi dari perbedaan dalam penetapan tarif pengiriman angkutan barang adalah jumlah abk kapal, kapasitas muat kapal, dan umur kapal.
Analisis Penggunaan Sistem Informasi Tol Laut (SITOLAUT)Di PT Djakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar Faturrahman, Fahmi; Syamsiah, Sitti
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i1.2407

Abstract

Inovasi teknologi mengalami perkembangan pesat di berbagai sektor, termasuk sektor maritim di Indonesia. Salah satu upaya strategis pemerintah dalam mengatasi disparitas harga barang antardaerah di wilayah kepulauan adalah dengan mengimplementasikan Program Tol Laut. Untuk mendukung kelancaran operasional program tersebut, pemerintah memperkenalkan sebuah laman bernama Sistem Informasi Tol Laut (SITOLAUT). Laman ini dirancang untuk mempermudah proses pengurusan muatan kapal, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan SITOLAUT melalui indikator penggunaan sistem, kualitas informasi, dampak terhadap pekerjaan, kepuasan pengguna (operator), perubahan tingkat pengetahuan, dan mengidentifikasi kendala teknis maupun nonteknis yang dialami operator. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam kepada para pengguna sistem. Data yang diperoleh dianalisis dan disesuaikan dengan teori-teori relevan yang mendukung kajian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum SITOLAUT mampu memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi kerja dan transparansi dalam proses logistik Tol Laut dengan median lead time pengurusan dokumen yang sebelumnya memerlukan waktu tiga hari, berhasil dipersingkat menjadi satu hari (penurunan sekitar 67%). Namun, masih terdapat beberapa kendala internal dan eksternal. Kendala internal berasal dari laman SITOLAUT, seperti pemeliharaan (maintenance), ketiadaan fitur notifikasi, serta keterlambatan pengiriman data pembayaran dengan rata-rata downtime sistem yang tercatat hanya sekitar 4 jam per bulan. Adapun kendala eksternal berasal dari pengirim (shipper) yang tidak memasukkan beberapa data yang diperlukan. Meskipun demikian, perusahaan pengguna SITOLAUT telah mampu mengatasi hambatan tersebut melalui berbagai penyesuaian dan solusi internal.
Pemberdayaan Industri Perkapalan Nasional Mendukung Poros Maritim Dunia: Pendekatan MICMAC Kharisma, Achmad Andhika; Kurniawan, Abdy; Dyusanda Putra, Taufan; Agustria, M. Elpin
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i2.2427

Abstract

Potensi demand reparasi atau docking kapal nasional perlu diakomodasi melalui ketersediaan kapasitas galangan industri perkapalan yang berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya pengembangan industri perkapalan nasional sesuai amanat UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yang menuntut dukungan stakeholders dalam penguatan industri dan armada angkutan perairan nasional. Analisis dilakukan dengan pendekatan metode Matrix of Crossed Impact Multiplications Applied to a Classification (MICMAC), yang menggabungkan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan dan tinjauan pustaka komprehensif tentang pengembangan industri perkapalan nasional. Hasil analisis merekomendasikan revitalisasi galangan kapal melalui aliansi global untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, serta klasterisasi industri untuk keberlanjutan produksi. Selain itu, diperlukan dukungan rantai pasok komponen nasional, pelatihan tenaga kerja galangan kapal yang terstruktur, intervensi pemerintah dalam inovasi produk komponen kapal termasuk standardisasi TKDN, sistem pemantauan dan evaluasi yang transparan, dan pengembangan skema pembiayaan kompetitif oleh lembaga keuangan. Kebijakan ini menjadikan industri perkapalan Indonesia kompetitif dan berdaya saing secara nasional dan global.
Analisis Kebutuhan Distribusi Logistik Mikro melalui Platform Digital pada Pedagang Sayur Lokal Rakhman, Rizqi Aini; Sianturi, Intan; Beno, Jose; Nugraha, Bugi
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i2.2428

Abstract

Konsumsi sayur dan buah masyarakat Indonesia pada tahun 2023 baru mencapai 240,5 gram/kapita/hari, masih di bawah target RPJMN 2020–2024 sebesar 301,3 gram/kapita/hari, salah satunya dipengaruhi oleh inefisiensi rantai distribusi sayuran skala mikro yang mencakup keterbatasan pasokan, sifat produk yang mudah rusak (perishable), serta ketidakpastian pola belanja konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan dan pola pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung efisiensi distribusi logistik sayuran skala mikro pada penjual sayur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan unit analisis penjual dan pembeli sayur skala mikro. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan, kuesioner terstruktur, dan wawancara kepada responden, kemudian dianalisis menggunakan analisis kebutuhan dan statistik univariat untuk mengidentifikasi preferensi penggunaan platform serta indikator layanan distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,3% penjual sayur memanfaatkan WhatsApp untuk meminimalisir risiko barang tidak terjual, sementara 59,4% pembeli masih memilih pasar tradisional dan pedagang keliling, meskipun platform digital seperti Gojek/Grab mulai diminati (43,8%). Dari sisi fitur yang diharapkan, responden memprioritaskan daftar barang, informasi harga, identitas penjual, jaminan kualitas produk, serta opsi pembayaran tunai (Cash on Delivery). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi platform digital berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi logistik sayuran skala mikro ditinjau dari tiga aspek utama: (1) efisiensi operasional, melalui pengurangan pemborosan akibat produk tidak terjual dan optimalisasi manajemen stok; (2) efisiensi last-mile delivery, melalui percepatan waktu pengiriman dan penurunan biaya distribusi; serta (3) peningkatan aksesibilitas pasar, melalui perluasan jangkauan konsumen dan peningkatan kepercayaan transaksi digital pada pedagang sayur lokal.
Optimized AIS-Derived Indicators through Application of Port Administrative Boundaries Nastiar, Gery; Pramana, Setia; Krismawati, Dewi
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i2.2429

Abstract

Defining port boundaries for Automatic Identification System (AIS) data processing is challenging, since docks and berthing facilities are relatively easy to define, while anchorage zones in open waters are often less clearly delineated. This study uses administrative boundaries, known as Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (Port Working Area, DLKr), to represent port areas as the Area of Interest (AoI) in AIS data processing. With DLKr, port boundaries can be clearly outlined and divided into several zones, enabling more accurate calculation of AIS-derived indicators. The research estimates port calls and port stay durations using the Stationary Marine Broadcast Method (SMBM), focusing on cargo, tanker, and passenger vessels at the Port of Tanjung Priok during 2024. The AIS-derived indicators generated with DLKr as the AoI show good performance, with an RMSE of 55.94 and a MAPE of 5.27%. In addition, the results are supported by the similarity in patterns and distribution of port call values when compared with the official maritime statistics provided by the Ministry of Transportation.
Strategi Penguatan Keamanan Maritim Pelabuhan Tanjung Emas melalui Implementasi ISPS CodeIntegrasi TOWS Matrix dan Expert Judgment Albyyo, Muhammad Genta; Dewi, Aditya Mutiara; Ridwan; Pratama, Agung Nanda; Tarigan, Egia Nina
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v27i2.2494

Abstract

International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code merupakan instrumen utama dalam menjaga keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan dari berbagai bentuk ancaman, baik konvensional maupun nonkonvensional. Seiring dengan meningkatnya digitalisasi pelabuhan, tantangan keamanan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup ancaman siber dan penggunaan teknologi tanpa izin, seperti drone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penerapan ISPS Code di Pelabuhan Tanjung Emas serta merumuskan strategi penguatan keamanan pelabuhan yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini mengintegrasikan TOWS Matrix dan Expert Judgment untuk merumuskan strategi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama Pelabuhan Tanjung Emas terletak pada ketersediaan prosedur keamanan standar dan kompetensi personel keamanan. Namun, masih ditemukan kelemahan berupa ketidaksesuaian antara implementasi lapangan dan dokumen kepatuhan ISPS Code. Analisis menunjukkan bahwa 75,9% strategi mencapai konsensus (IQR ≤ 1) dengan rata-rata (mean) 4.19 (kategori tinggi). Enam strategi prioritas tinggi yang direkomendasikan untuk diimplementasikan dalam jangka pendek, mencakup penguatan SDM berbasis TIK, digitalisasi pemeriksaan ID Card, optimalisasi sistem manajemen keamanan, dan peningkatan patroli terkoordinasi sebagai bagian dari implementasi ISPS Code yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 17, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 16, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 18 No. 2 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 4 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 3 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 2 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 17 No. 1 (2015): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 4 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 3 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 2 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 16 No. 1 (2014): Jurnal Penelitian Transportasi Laut More Issue