cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 238 Documents
Hubungan antara Konsep Diri dengan Hasil Belajar Agama Hindu pada Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Perhotelan Parisadha Amlapura I Wayan Dwija
LAMPUHYANG Vol 1 No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v1i1.99

Abstract

Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana konsep diri siswa kelas X SMA.Perhotelan Parisadha Amlapura, (2) bagaimana Hasil belajar Agama Hindunya, (3) bagaimana hubungan konsep diri dengan hasil belajar Agama Hindu siswa tersebut. Tujuannya adalah (1) untuk mengetahui konsep diri siswa kelas X dan hasil belajar Agama Hindu serta hubungan antara konsep diri dengan hasil belajar Agama Hindu.Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas X, sampel diambil dengan tehnik kuota random sampling. Metode pendekatannya adalah metode emperis. Data konsep diri dikumpulkan dengan angket, dan hasil belajar Agama Hindu melalui pencatatan dokumen. Uji Hipothesis menggunakan Produck Moment.Temuan penelitian, yaitu: (1) konsep diri siswa termasuk kategori sedang, (2) Hasil belajar Agama Hindu termasuk kategori sedang, dan (3) hubungan antara konsep diri dengan hasil belajar Agama Hindu tidak bersifat signifikan.Saran yang diajukan adalah: (1) kepada siswa kelas X SMA. Perhotelan Parisadha Amlapura disarankan agar membangun konsep diri secara positif, dengan memahami diri secara cermat dan mengembangkan segenap potensi diri secara maksimal, (2) kepada guru yang mengajar siswa kelas X, supaya mengoptimalkan fungsi segenap faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, (3) kepada orang tua siswa kelas X agar melaksanakan pola asuh secara demokratis supaya konsep diri anak tumbuhkembang maksimal.
Penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam Menumbuhkan Budaya Sadar Berkonstitusi di Kalangan Mahasiswa I Gede Bandem
LAMPUHYANG Vol 1 No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v1i1.100

Abstract

Dewasa ini dunia pendidikan kita menghadapai berbagai masalah yang sangat kopleks. Salah satu di antaranya adalah krisis moral dikalangan pelajar Siswa.Tawuran dan tidak jarang terjadi apabila mahasiswa berdemonstrasi bertindak anarkhis dalam menyampaikan aspirasinya. Salah satu penyebab dari semua itu adalah karena guru/dosen dalam mengajar masih banyak yang hanya mengutamakan penanaman knowledge/konsep dengan metode mengajar yang hanya menerapkan metode ceramah saja. Dengan metode ceramah saja maka akan terjadi komunikasi satu arah, siswa kurang aktif serta penekanannya hanya pada knowledge saja, sejumlah informasi atau konsep belaka. Untuk mengatasi hal itu maka dalam proses pembelajaran sangat perlu diterapkan Problem Based Learning (PBL). Dengan Problem Based Learning ini diharapkan dosen dapat membuka wawasan berfikir yang beragam dari seluruh mahasiswa, sehingga dapat mengaitkannya dalam kehidupan nyata. Dengan Problem Based Learning (PBL) ini juga diharapkan bermuara pada hasil berupa pengetahuan yang bermakna bagi mahasiswa. Pembelajaran ini paling sedikit ada delapan tahapan yaitu: (1) mengidentifikasi masalah, (2) mengumpulkan data, (3) menganalisis data, (4) memecahkan masalah berdasarkan pada data yang ada dan analisisnya, (5) memilih cara untuk memecahkan masalah, (6) merencanakan penerapan pemecahan masalah, (7) melakukan ujicoba terhadap rencana yang ditetapkan, dan (8) melakukan tindakan (action) untuk memecahkan masalah. Mudah-mudahan dengan penerapan Pembelajaran Berdasarkan Masalah ini akan bisa menumbuhkan budaya sadar berkonstiusi di kalangan mahasiswa yakni menyelesaikan masalah sesuai dengan konstituisi atau peraturan yang berlaku di Negara kita.
Motivasi Konversi Agama pada Masyarakat Sege dan Muntigunung Karangasem (Studi Komparatif) I Ketut Seken
LAMPUHYANG Vol 1 No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v1i1.105

Abstract

Secara umum kecendrungan beragama di Bali mengikuti agama yang dianut oleh orang tuanya, tidak berdasarkan pertimbangan-pertimbangan logis. Fenomena ini kenyataannya di Sege dan Muntigunung tidak mutlak, mengingat di kedua tempat tersebut terjadi konversi agama dengan pertimbangan-pertimbangan yang logis, kendatipun dengan intensitas perkembangan yang berbeda. Proses konversi agama di Sege sangat berbeda dengan di Muntigunung. Di Sege diawali dengan mempelajari sebuah Alkitab namun di Muntigunung diawali dengan iming-iming bantuan kebutuhan sandang dan pangan dari pihak misionaris. Di Sege faktor utama terjadinya konversi agama disebabkan oleh faktor srada, kekosongan srada dan perkawinan, namun di Muntigunung terjadi konversi agama disebabkan oleh faktor ekonomi, dadia/klen, desa adat dan peran misionaris. Konversi agama yang disebabkan oleh srada sangat kuat bertahan, namun kalau faktor ekonomi sangat mudah kembali pada agama semula.
Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Wana Parwa I Wayan Gama
LAMPUHYANG Vol 1 No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v1i1.106

Abstract

Dewasa ini, masyarakat dunia telah mengalami perkembangan pesat, karena pengaruh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesejahteraan hidup masyarakat modern merupakan buah dari proses pendidikan. Hiruk pikuk pergaulan masyarakat sekarang ini, semakin lepas dari etika pergaulan dan norma kehidupan. Hal tersebut mewajibkan masyarakat Hindu menenggok kembali kisah-kisah cerita masa lampau yang tersurat pada epos Wana Parwa, untuk menyadari agar sejarah pahit masa lampau tidak terulang di masa yang akan datang. Masyarakat modern dengan kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotor mampu mengantisipasi hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui isi pesan pendidikan Agama Hindu yang ada di dalam cerita Wana Parwa, (2) untuk mengetahui ajaran agama Hindu yang tersurat dalam epos Wana Parwa, dan (3) untuk mengetahui nilai pendidikan Agama Hindu yang tertuang di dalam kisah Wana Parwa. Penelitian ini memiliki manfaat secara teoritis yaitu dapat digunakan sebagai informasi awal para pembaca, berkenaan dengan isi pesan nilai pendidikan Agama Hindu di dalam cerita Wana Parwa. Kemudian, secara praktis, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pegangan di dalam mengamalkan nilai-nilai pendidikan Agama Hindu, melalui refleksi kisah kehidupan masa lampau. Ajaran agama Hindu yang tersirat dalam epos Wana Parwa adalah ajaran etika, ahimsa, tat tuam asi, catur paramita, panca sradha, karmapala, nitisastra, dan dasa yama bratha. Nilai pendidikan Agama Hindu yang tertuang dalam cerita Wana Parwa meliputi nilai sopan santun, nilai kebenaran, nilai kesucian, nilai keindahan, nilai kejujuran, nilai toleransi, nilai penyadaran, nilai kebersihan hati, nilai kepercayaan, dan nilai kepahlawanan. Melalui penelitian ini, peneliti menyarankan kepada pendidik dan orang tua, untuk terus membaca cerita Ramayana dan Mahabrata, karena di dalam epos tersebut banyak ajaran agama Hindu yang menyimpan nilai-nilai pendidikan yang bisa digunakan sebagai pencerahan dan obor kehidupan kekinian.
Huluapad dan Tegen-tegenan di Desa Pakraman Muntigunung Kecamaan Kubu Kabupaten Karangasem Provinsi Bali I Made Regeg
LAMPUHYANG Vol 1 No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v1i1.107

Abstract

Desa Pakraman Muntigunung, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem Provinsi Bali termasuk daerah sulit. Desa Pakraman tersebut mempunyai berbagai keunikan di antaranya adalah kepemimpinan adatnya dengan sistim Huluapad dan pelaksanaan upacara Tegen-tegenan. Diera globalisasi ternyata Huluapad tetap eksis dan sangat berperan dalam pelaksanaan panca yadnya, termasuk upacara Tegen-tegenan. Hal ini dikarenakan Huluapad dalam pergantiannya, menggunakan usia perkawinan (senioritas) dan ditunjuk dalam paruman desa Pakraman di Bale Agung. Bale Agung sangat disakralkan, jika berani menolak atau memaksakan diri dan berkata kasar (Baos gora) ingin menjadi pengurus, maka akan terjadi malapetaka di kemudian hari, baik bagi dirinya sendiri maupun keturunannya. Prinsip ngayah sampai sekarang masih terlaksana dengan baik. Hal ini terbukti setiap melaksanakan upacara panca yadnya termasuk upacara tegen-tegenan tetap berlangsung dengan baik dan sukses.Upacara Tegen-tegenan tetap dilaksanakan, karena pernah terjadi leluhur yang sudah di aben (Jero Mihyang) semestinya dapat bertemu di jabayan Pura Desa untuk bersama-sama menerima suguhan upakara tegen-tegenan tidak dilaksanakan sesuatu yang tidak masuk aka pernah terjadi yaitu adanya Bajag yang suka mencuri bayi, membawa karung dan juga gerubug menimpa krama desa Pakraman. Dengan kejadian itu upacara Tegen-tegenan merupakan rentetan dari upacara usaba Dalem tetap dilaksanakan, bahkan krama takut tidak tangkil dalam persembahan tersebut. Di manapun mereka berada pasti datang ke desa Pakraman Muntigunung untuk melaksanakan persembahan upakara Tegen-tegenan.
Upaya Peningkatan Keimanan dan Ketakwaan Siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui Pengintegrasian Ajaran Widhi Sraddha dalam Pengajaran Konsep Struktur Atom I Gede Ariyasa
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.108

Abstract

Mempelajari ilmu kimia tidak saja diarahkan sebagai upaya untuk menyokong kehidupan manusia secara bendawi, tetapi juga mengenal Tuhan Sang Pencipta dengan segala keagungan dan kebesaranNya. Sehingga sangatlah tepat bila dalam pengajaran konsep-konsep kimia di sekolah diperlukan suatu integrasi nilai-nilai luhur ajaran agama. Hal ini guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu konsep kimia yang sangat abstrak bagi siswa kelas X SMA adalah konsep struktur atom. Guna memberikan keyakinan bahwa atom itu benar-benar ada sama seperti keyakinan kita terhadap adanya Tuhan, maka dilakukan integrasi ajaran Widhi Sraddha dalam pembelajaran struktur atom. Melalui integrasi ini, maka siswa dapat memahami bahwa pengetahuan tidak hanya dapat diperoleh melalui pengamatan (Pratyaksa Premana), tetapi dapat juga melalui logika atau pemikiran logis (Anumana Premana) dan dari keyakinan terhadap hasil-hasil penyelidikan para pakar terdahulu yang telah dituangkan dalam buku-buku (Agama Premana). Integrasi ajaran Widhi Sraddha dalam pembelajaran konsep struktur atom, dilakukan dengan langkah-langkah pembelajaran : (a) Perspektif konsep struktur atom kepada siswa; (b) Menyampaikan analogi-analogi yang dibahas dengan ajaran Widhi Sarddha yaitu dengan Agama Premana dan Anumana Premana.
Penerapan Metode Proyek dengan Memanfaatkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Wacana Argumentasi Siswa Kelas X 5 Semester 2 SMAN 1 Selat, Karangasem Putu Andyka Putra Gotama
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil pembelajaran menulis wacana argumentasi melalui metode proyek, (2) mengetahui langkah-langkah efektif penerapan metode proyek dengan memanfaatkan kemampuan berpikir kritis, dan (3) mengetahui respon Siswa Kelas X 5, semester 2, SMAN 1 Selat, Karangasem terhadap penerapan metode proyek dengan memanfaatkan kemampuan berpikir kritis. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Selat, Karangasem pada semester II Tahun Pelajaran 2009/2010. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas melalui dua siklus. Data tentang keterampilan menulis wacana argumentasi itu dikumpulkan dengan metode tes yang dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif, langkah-langkah pembelajaran dikumpulkan dengan metode observasi yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif, dan respons siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner/angket serta metode wawancara yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sebelum dilaksanakan kedua siklus tersebut, terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan pretes. Kegiatan pretes ini digunakan untuk mengetahui nilai awal keterampilan menulis wacana argumentasi siswa kelas X 5 SMA Negeri 1 Selat, Karangasem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode proyek dengan memanfaatkan kemampuan berpikir kritis dapat (1) meningkatkan keterampilan menulis wacana argumentasi siswa, (2) dilakukan melalui langkah-langkah pembelajaran yang paling tepat yaitu sebanyak 20 langkah pembelajaran, dan (3) menumbuhkan respons positif siswa dalam pembelajaran menulis wacana argumentasi.
Pengembangan Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) Berdasarkan Konteks Tri Kaya Parisudha untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VII D SMP Negeri 6 Singaraja Jero Budi Darmayasa
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.110

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menetahui meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas VIID SMP Negeri 6 Singaraja dengan Pengembangan strategi pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) berdasarkan konteks Tri Kaya Parisudha mampu. Penelian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas tiga siklus. Subjek penelitian semua siswa kelas VII D SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2006/2007 sebanyak 35 orang terdiri atas 18 orang siswa laki dan 17 orang siswa perempuan. Data yang dikumpulkan meliputi data motivasi dan prestasi belajar. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa angket motivasi yang dibuat dengan skala Likert dan tes prestasi belajar. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor rata-rata (), Mean Ideal (MI), dan Standar Deviasi Ideal (SDI). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan prestasi belajar siswa setiap siklus meningkat. Siklus I rata-rata prestasi belajar siswa 74,7 dengan daya serap (DS) 74,7% dan ketuntasan belajar klasikal (KB) 63 %. Siklus II prestasi belajar mengalami peningkatan dari 74,7 menjadi 77,9 dengan daya serap 77,9 % dan ketuntasan belajar 66%. Rata-rata prestasi belajar pada siklus III yaitu 83, daya serap (DS) 83%, dan ketuntasan belajar klasikal 89%. Sehingga dapa di simpulkan Pengembangan strategi pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) berdasarkan konteks Tri Kaya Parisudha mampu meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas VIID SMP Negeri 6 Singaraja, disamping itu prestasi belajar matematika siswa juga meningkat.
Kulit Bersisik Ditinjau dari Perkawinan Sapinda Perspektif Hindu I Made Subagia
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.111

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi tentang penderita kulit bersisik yang merupakan penyakit menurun, di desa terisolasi secara geografis dan sosial di kecamatan Kintamani, Kabuparen Bangli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) cara penurunan penyakit kulit bersisik di desa terisolasi di Kintamani, (2) pandangan masyarakat tentang penyakit kulit bersisik, dan (3) upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit kulit bersisik. Populasi penelitian berjumlah 22.308 orang. Subjek penelitian adalah penderita kulit bersisik dan objeknya adalah penyakit kulit bersisik. Metoda yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan kajian pustaka. Data yang terkumpul dianalisis secara deskririf. Dari observasi dan wawancara didapatkan penderita kulit bersisik di daerah terisolasi di Kintamani berjumlah 20 orang, terdiri dari enam orang perempuan dan 14 orang laki-laki dengan rentangan umur dua bulan sampai 40 tahun. Penderita tersebar di empat desa yaitu di desa Abang Batudinding, Sukawana, Suter, Songan A, dan Songan B. Semua penderita dihasilkan dari pasangan keluarga yang melakukan perkawinan sapinda, sehingga menguatkan bahwa kulit bersisik merupakan penyakit kulit yang bersifat menurun (genetik). Keadaan fisik penserita kulit bersisik sangat memprihatinkan. Masyarakat sekitar meandang bahwa kulit bersisik merupakan penyakit kulit biasa, tidak menular,dan tidak bersifat menurun. Upaya preventif yang dapat dilakukan antara lain: (1) menghindari perkawinan antar keluarga (sapinda), (2) membuat “ awig-awig” yang berisikan himbauan bahwa perkawinan keluarga (sapinda) bersifat “panas”.
Pengaruh Konsep Penghijauan dan Konsep Pembangunan Perumahan terhadap Konsep Daya Dukung Lingkungan pada Siswa Kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja Putu Jaya Wiriasa
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh konsep penanaman dan pengembangan konsep perumahan dengan konsep daya dukung lingkungan pada siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, 2) pengaruh konsep penanaman untuk daya dukung konsep lingkungan dalam siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, dan 3) pengaruh konsep pembangunan perumahan dengan konsep daya dukung lingkungan siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Populasi penelitian ini adalah 200 siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Itu diambil 50 siswa sebagai sampel penelitian secara acak. Data konsep penanaman, konsep perumahan, dan konsep daya dukung lingkungan dikumpulkan dengan kuesioner. Pengumpulan data, kemudian dianalisis dengan analisis regresi multivariat dan univariat (Anareg). Temuan penelitian ini adalah: 1) konsep penanaman dan konsep pembangunan perumahan dipengaruhi konsep daya dukung lingkungan siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, 2) konsep tanam mempengaruhi konsep daya dukung lingkungan pada siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, dan 3) konsep pembangunan perumahan dipengaruhi konsep daya dukung lingkungan pada siswa siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Berdasarkan temuan itu, dapat disimpulkan bahwa konsep penanaman dan konsep pembangunan perumahan berpengaruh secara signifikan konsep daya dukung lingkungan pada siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha.

Page 2 of 24 | Total Record : 238