cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 238 Documents
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal Ni Kadek Juliantari
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.113

Abstract

Artikel mengenai pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan BI di masyarakat yang tidak mencerminkan kearifan lokal dan (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sementara metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi berbantuan catatan lapangan dan metode studi dokumentasi. Hasilnya adalah banyak ditemukan gejala penggunaan BI yang terjadi di masyarakat yang jauh dari harapan kompetensi komunikatif tersebut dan tidak mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal. Gejala penggunaan BI yang tidak santun, misalnya. Penggunaan bahasa yang tidak santun tersebut sangat memicu terjadinya konflik. Sementara itu, pembelajaran BI berbasis kearifan lokal dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan komunikatif, yakni dengan cara menampilkan beberapa contoh peristiwa komunikasi yang senyatanya dan selanjutnya menuntut siswa agar mampu mempraktikkan komunikasi sesuai dengan tata cara berkomunikasi atau etika berkomunikasi yang santun, yang di dalamnya terkandung nilai-nilai yang arif dan bijaksana.
Berlatih Bersama sebagai Strategi Alternatif Peningkatan Kemampuan Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Menerapkan Pembelajaran Kooperatif pada SMP Negeri di Kabupaten Karangasem I Made Subagia
LAMPUHYANG Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i2.114

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatkan kemauan dan kemampuan guru Pendidikan Agama Hindu pada tingkat SMP se- Kabupaten Karangasem dalam menerapkan metode kooperatif pada pembelajaran di kelas melalui pelatihan bersama. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan rancangannya adalah penelitian tindakan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Karangasem pada sekolah SMP Negeri se-Kabupaten Karangasem sebanyak 20 sekolah SMP Negeri. Penelitian tindakan sekolah (PTS) terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus adalah (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi. Dari hasil penelitian diketemukan guru SMP Negeri di Karangasem kesulitan menerapkan pembelajaran kooperatif karena mereka tidak paham tentang sintak pembelajaran kooperatif. Setelah diberikan pelatihan tentang pembelajaran kooperatif menunjukkan bahwa dengan berlatih bersama mampu meningkatkan kemauan dan kemampuan guru Agama Hindu pada tingkat SMP Negeri se-Kabupaten Karangasem dalam menerapkan pembelajaran Kooperatif. Peningkatan yang terjadi sangat signifikan, yakni mencapai 86%. Sebagian besar guru yang diteliti setelah mengikuti pelatihan menerapkan metode kooperatif tipe STAD dan Jiksaw. Berdasarkan temuan ini maka dapat disimpulkan bahwa melaui berlatih bersama mampu meningkatkan kemauan dan kemampuan Guru Pendidikan Agama Hindu pada tingkat SMP Negeri di Karangasem dalam menerapkan pembelajaran Kooperatif.
Penulisan New Diary untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas IXC SMP Dharma Kirti Sengkidu Ni Kadek Juliantari
LAMPUHYANG Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i2.116

Abstract

penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan (1) membiasakan menulis new diary pada siswa, (2) meningkatkan kemampuan siswa menulis cerpen melalui penulisan new diary, (3) mendeskripsikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran menulis cerpen melalui penulisan new diary, dan (4) mendeskripsikan respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran. PTK ini dilaksanakan melalui dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IXC SMP Dharma Kirti Sengkidu, Tahun Ajaran 2008/2009 yang berjumlah 30 orang (14 laki-laki dan 16 perempuan), yang nilai rata-rata klasikalnya adalah 66,24. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi dokumentasi, metode penugasan, metode observasi, metode angket, dan metode wawancara. Metode studi dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan menulis new diary dan kemampuan menulis cerpen. Data tersebut dianalisis secara kualitatif. Sementara itu, data kemampuan menulis cerpen yang dikumpulkan dengan metode penugasan dianalisis secara kuantitatif. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai langkah-langkah pembelajaran. Datanya dianalisis secara kualitatif. Data respons siswa yang dikumpulkan dengan metode angket dianalisis secara kuantitatif, sedangkan yang dikumpulkan dengan metode wawancara dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) siswa mau dan mampu menulis new diary karena diberikan motivasi; (2) nilai menulis cerpen siswa adalah 72,63 pada siklus 1 dan 78,07 pada siklus 2; (3) menulis cerpen dapat dilakukan berdasarkan new diary; dan (4) siswa senang mengikuti pembelajaran tersebut. Dengan demikian, dapat ditarik simpulan bahwa (1) kemauan dan kemampuan menulis new diary dapat ditumbuhkembangkan dengan pemberian motivasi dan pelatihan; (2) dengan penulisan new diary, hasil menulis cerpen siswa dapat ditingkatkan; (3) belajar menulis cerpen dapat dilakukan dengan cara yang inovatif melalui penulisan new diary; dan (4) belajar dalam suasana menyenangkan membawa keberhasilan yang signifikan.
Magibung di Karangasem sebuah Kajian Pendidikan Moral I Ketut Seken
LAMPUHYANG Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i2.117

Abstract

Magibung merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilaksanakan pada setiap kegiatan upacara Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Rsi Yadnya, Manusia Yadnya dan Bhuta Yadnya di Karangasem. Acara magibung dimaksud adalah makan bersama menghadapi satu wadah atau tempat yang berisi nasi beserta lauk pauknya menjadi satu tempat. Dalam artikel acara magibung ini bertujuan untuk mendapatkan nilai praktis dan nilai pendidikan moral. Penulisannya menggunakan pendekatan deskriftif kwalitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengolahan data dengan metode diskriftif dan komparatif. Nilai praktis dengan sistem magibung yaitu menghitung banyaknya tamu yang makan pada suatu acara, secara matematika dapat dihitung demikian: banyaknya tamu yang datang dibagi 6 = X sela, sehingga si pemilik kerja dapat menghitung penghabisan sebelumnya. Apabila mendatangkan tamu sebanyak 600 orang maka gibungan yang harus disiapkan sebanyak 100 gibungan. Nilai Pendidikan Moral dalam acara adat Magibung adalah : dapat meningkatkan sikap kekeluargaan, mendewasakan sikap anak, menerapan sikap sosial yang mengacu pada ajaran Tat Twam Asi.
Pengaruh Penerapan Pendekatan Bilingual Preview-Review dan Concurrent dalam Seting Kooperatif STAD terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Singaraja Ni Putu Damayanti
LAMPUHYANG Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i2.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, perbedaan antara penerapan pendekatan pembelajaran bilingual Preview-review dan Concurrent dalam seting Kooperatif STAD terhadap hasil belajar kognitif, aktivitas belajar, dan sikap siswa kelas X SMA Negeri 1 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Sampel diambil dengan tehnik random sehingga didapatkan sebagai kelas Preview-review adalah kelas X3 dan sebagai kelas Concurrent adalah kelas X2. Untuk kelas Preview-review dan Concurrent dilaksanakan dalam seting kooperatif STAD. Data penelitian adalah skor pretest dan posttest kemampuan kognitif siswa, dikumpulkan dengan tes hasil belajar, skor sikap siswa terhadap pelajaran biologi dikumpulkan dengan tes sikap, dan skor aktivitas belajar siswa, dikumpulkan dengan lembar observasi. Data penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif. Pengujian hipotesis menggunakan analisis kovarian multivariat (MANCOVA). Semua pengujian hipotesis menggunakan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis dengan MANCOVA menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa, dan aktivitas siswa yang belajar dengan pendekatan pembelajaran bilingual Preview-review dalam seting kooperatif STAD berbeda secara signifikan dengan siswa yang belajar dengan pendekatan pembelajaran bilingual Concurrent, sikap siswa tidak berbeda secara signifikan. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini disarankan agar pendekatan pembelajaran bilingual Preview-review dipertimbangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran Biologi, khususnya pada sekolah-sekolah SBI/plus dalam upaya maningkatkan hasil belajar siswa (kognitif, sikap, dan aktivitas), dan juga kemampuan bahasa Inggris siswa.
Pentingnya Soft Skill bagi Mahasiswa Calon Guru Putu Andyka Putra Gotama
LAMPUHYANG Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i2.119

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah soft skill itu penting ditanamkan kepada mahasiswa calon guru, (2) mengetahui kapan soft skill itu bisa ditanamkan pada diri seseorang, dan (3) mengetahui bagaimana cara menanamkan soft skill tersebut. Kemudian, berdasarkan pembahasan, diperoleh hasil bahwa soft skill itu sangat penting dikuasai oleh seorang guru. Soft skill itu sebenarnya harus ditanamkan kepada seseorang dari kecil dan apabila dikaitkan dengan dunia pendidik, maka soft skill akan lebih baik diajarkan ketika seseorang masih menjadi mahasiswa calon guru. Selain itu, soft skill bisa ditanamkan dengan menggunakan banyak cara sesuai dengan kebutuhan, seperti diinkludkan dalam pembelajaran di kampus, pembiasan, dan penerapan metode pemodelan. Berdasarkan hasil pembahasan, maka penulis memberikan beberasa saran, yaitu (1) Mahasiswa calon guru hendaknya mampu menyeimbangkan antara hard skill dan soft skill, (2) Pihak lembaga pendidikan pencetak tenaga pendidik, hendaknya tidak mengabaikan soft skill, karena dengan hard skill dan soft skill yang seimbang akan mampu melahirkan tenaga pendidik yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia kerja, (3) Diharapkan bagi penulis lain, mampu menulis artikel yang sejenis dari aspek yang dianggap penting untuk dikaji.
Rupa Sate pada Gayah (Studi di Desa Sembung, Mengwi, Badung) I Nyoman Duwika Adi Ana
LAMPUHYANG Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i2.120

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan berbagai jenis sate yang terdapat pada gayah di Desa Sembung, Mengwi, Badung; (2) mendeskripsikan rupa sate yang terdapat pada gayah di Desa Sembung,Mengwi, Badung; (3) mendeskripsikan simbol sate pada gayah tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode observasi dan wawancara dalam pengumpulan data. Wawancara dilakukan kepada salah satu tukang banten senior yang ada di Desa Sembung, Mengwi, Badung, yakni A.A. Made Oka.Berdasarkan observasi dan wawancara tersebut diperoleh hasil sebagai berikut. Sate-sate yang digunakan pada gayah di Desa Sembung, Mengwi, Badung, dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu: sate pengideran adalah sate yang melambangkan senjata Dewata Nawa Sanga (sembilan Dewa yang menguasai arah mata angin) Sate pengurip-urip berfungsi sebagai penunjuk jumlah urip setiap sate pengideran atau Dewata Nawa Sanga, sate ini juga bisa dipakai sebagai hiasan pada gayah agar kelihatan lebih ramai dan menarik. Sate penguripan itu antara lain, sate lembat, sate kablet, dan sate asem yang memiliki makna penciptaan. Sate hiasan adalah simbol dari isi bumi/alam semesta (Bhuana agung), antara lain: sate kuung tunggal, lambang tumbuhan plawa maknanya kesuburan, sate ancak/bingin, lambang pohon bringin maknanya keagungan. Sate lawangan, lambang Candi bentar maknanya sebagai pintu masuk. Sate nagasari, lambang plawa yang paling indah, makna dari sate nagasari adalah kemegahan. Sate cepun, cepun adalah nama bunga, sate ini memiliki makna keasrian, dan sate cepaka, lambang bunga cepaka yang memiliki makna keindahan.
Konstruksi dan Validasi Tes Hasil Belajar Agama Hindu I Wayan Dwija
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.121

Abstract

Penentuan kualitas hasil pendidikan hampir selalu dilakukan dengan tes, baik tes buatan guru maupun dari institusi yang berwenang, seperti Depdiknas. Namun kualitasnya belum terjamin, karena sangat jarang dilakukan uji mutu, seperti kajian validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Di samping itu butir-butir tes tersebut disusun sering kali secara tergesa-gesa dan tidak memperhatikan komposisi materi pelajaran yang telah diajarkan oleh guru. Fenomena semacam ini terjadi pula pada Pendidikan Agama Hindu. Tulisan ini disajikan agar tersedia imformasi yang objektif, guna menjawab rumusan masalah;yakni: bagaimana cara mengkontruksi tes, menguji validitas, menghitung reliabilitas, tingkat kesukaran, dan menentukan daya beda tes hasil belajar Agama Hindu. Atas dasar data teoretis yang bersumber pada buku-buku yang ada hubungannya dengan konstruksi dan validasi tes, dapat disajikan simpulan sebagai berikut. (a). Konstruksi tes hasil belajar Agama Hindu dapat dilakukan dengan 8 tata langkah, yaitu:1) menetapkan tujuan tes, 2) analisis kurikulum, 3) menyusun tabel kisi-kisi, 4) menulis butir Tts, 5) analisis kualitatif, 6) analisis kuantitatif, 7) revisi butir tes, dan 8) skoring hasil tes. (b). Kegiatan validasi ada dua jenis, yaitu: validasi secara teoretis dan empiris. Validasi teoretis adalah proses validasi untuk mengetahui ketepatan alat ukur secara isi, konstruk teori dan bahasa. Dalam hal ini perlu masukan dari para pakar dalam bidang content, ahli tes, dan bahasa. Sedangkan validasi empiris adalah kegiatan pembakuan alat ukur berdasarkan hasil uji coba yang dianalisis dengan cara –cara yang relevan. Validasi empiris bertujuan untuk mengetahui kualitas alat ukur yang menyangkut validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Hasil Belajar Asuhan Kebidanan Komunitas Ditinjau dari Kecerdasan Emosional Ni Ketut Erawati
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis masalah ditinjau dari kecerdasan emosional mahasiswa. Dalam prosesnya penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa semester IV UPT Akademi Kebidanan Singaraja dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 98 orang, yang terbagi dalam dua kelas, selanjutnya dipilih secara random satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis kovarians (ANAKOVA) satu jalur. Hasil penelitiannya adalah : (1) hasil belajar Asuhan Kebidanan Komunitas pada mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah berbeda secara signifikan dengan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (2) setelah dikendalikan oleh variabel kecerdasan emosional, terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan model konvensional (3) terdapat kontribusi yang signifikan antara kecerdasan emosional mahasiswa dengan hasil belajar asuhan kebidanan komunitas Dari hasil temuan penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap hasil belajar asuhan kebidanan komunitas ditinjau dari kecerdasan emosional mahasiswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Perubahan Konseptual Berbasis Kearifan Lokal dan Seting Kooperatif terhadap hasil Belajar IPA Siswa SD Tahun Ajaran 2009/2010 Kadek Dewi Wahyuni Andari
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.123

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen pada siswa kelas V SD tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran perubahan konseptual berbasis kearifan lokal dan model pembelajaran konvensional, (2) menguji perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan seting pembelajaran kooperatif GI dengan seting pembelajaran kooperatif STAD, dan (3) menguji pengaruh interaktif antara model pembelajaran dan seting pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah nilai hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan rancangan posttest only control group design versi faktorial 2×2. Populasinya seluruh siswa kelas V di SD Gugus V yang terdistribusi menjadi 8 kelas. Dengan teknik class random sampling, terpilih kelas Va SD Lab Undiksha dan kelas V SD 1 Baktiseraga yang dikenai model pembelajaran perubahan konseptual berbasis kearifan lokal (MPPK-KL), kelas Vb SD Lab Undiksha dan V SD 1 Banjar Tegal yang dikenai model pembelajaran konvensional (MPK). Data dianalisis secara deksriptif dan statistik dengan menggunakan ANOVA faktorial 2×2. Uji komparasi pasangan nilai-nilai rata-rata menggunakan statistik Least Significant Difference. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan: pertama, terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelompok MPPK-KL dan MPK (F = 5,370; p<0,05), kedua, terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelompok seting pembelajaran kooperatif GI dan STAD (F = 7,445; p<0,05), ketiga, dalam pencapaian hasil belajar, model pembelajaran dan seting pembelajaran kooperatif berinteraksi secara positif dan signifikan (F = 4,074 dan p<0,05).

Page 3 of 24 | Total Record : 238