cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2024)" : 13 Documents clear
Teknis Supervisi Guru Pada Kurikulum Merdeka Belajar Di Era Society 5.0 Ningsih, Ni Putu Diah Untari
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada dasarnya teknis Supervisi pada kurikulum merdeka belajar sama saja dengan supervisi pada umumnya. Merdeka belajar hanya sebuah spirit yang mendorong agar pembelajaran dilaksanakan secara merdeka, baik bagi guru maupun bagi peserta didik. Konsep merdeka belajar ini dicanangkan oleh Nadiem Anwar Makariem, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang merupakan kebijakan baru untuk persoalan-persoalan dalam pendidikan di Indonesia. Merdeka Belajar adalah kebebasan dalam cara berpikir dan belajar. Di dalam era Society 5.0 di bidang pendidikan difokuskan dalam keahlian 4C yaitu keterampilan berpikir kritis, keterampilan berpikir kreatif, keterampilan bekerja sama atau berkolaborasi, dan keterampilan berkomunikasi. Selain keahlian ada pula kemampuan yang mengharuskan dimiliki pada era society 5.0 ini, yaitu kepemimpinan, literasi digital, komunikasi, kecerdasan emosional, kewirausahaan, pemecahan masalah, dan kerja tim.
Efektifitas Ethno Project Based Teaching Module Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Smk Restumuning, Tabanan Sinta Diarini, I Gusti Ayu Agung
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas Ethno Project Based Taching Module untuk meningkatkan kreativitas siswa SMK Restumuning. Rancangan desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimential learning yaitu dengan kelompok kelas control dan eksperimen pretest-posttest design. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif (masukan kritik, saran) dan kuantitatif (evaluasi responden berupa angket dan observasi). Teknik pengumpulan data menggunakan metode Pretest – Posttest Control Group Design yang dianalisis menggunakan uji hipotesis analitik dengan uji normalitas dan statistik inferensial dengan uji t (independent sample T-test) untuk melihat perbedaan hasil rata-rata kelompok. Jumlah penduduk kategori ini berjumlah 40 orang. Metode penelitian ini adalah purposive sampling. Pada pretest yang belum diterapkannya treatment nilai rata-rata menunjukkan hasil 108,29, nilai tertinggi 115,00, nilai terendah yaitu 99,00 dan rentang data 16,00. Setelah diberikannya treatment Ethno Project Based Teaching Module semua nilai mengalami peningkatan yaitu rata-rata menunjukkan hasil 115,74, nilai tertinggi 123,00, nilai terendah 110,00 dan rentangan data pada nilai posttest memperoleh nilai 13,00.
Ekstrakurikuler Yoga Bagi Siswa Kelas VIII Smp Negeri 8 Denpasar Yogantara, I Wayan Lali; Pratiwi, Cindy Ayu Ramadhani
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.380

Abstract

SMP Negeri 8 Denpasar melaksanakan ekstrakurikuler dengan berbagai materi di antaranya adalah yoga. Ekstrakurikuler yoga hanya diperuntukkan badi siswa kelas VIII. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses dan implikasi pelaksanaan ekstrakurikuler yoga bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Denpasar. Digunakan jenis penelitian kualitatif, pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Proses pelaksanaan ekstrakurikuler yoga bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Denpasar, diawali dengan persiapan sarana dan prasana, persembahyangan bersama di lapangan sekolah, pemanasan atau peregangan, latihan asana, pranayama dan meditasi, pengarahan pelatih dan diakhiri dengan penutupan dan acara bebas, (2) Implikasi pelaksanaan bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Denpasar, meliputi peningkatan kesehatan fisik dan spiritual siswa, peningkatan kualitas pembelajaran siswa dan peningkatan prestasi belajar siswa.
Ratu Ayu (Rangda) Dan Ratu Gede Barong : Proses Pembuatan, Ngrehang, Napak Pertiwi Dalam Sakralisasi Desa Adat Angantelu Kajian Sastra Hindu Bali Brahmandika, Pande Gede; Putra Gotama, Putu Bayu Ariska
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.381

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk ingin menelusuri kembali secara lebih mendalam ngrehang Barong dan Rangda secara khusus penelitian ini bertujuan ingin mendeskripsikan, menginterpretasikan dan memberi penjelasan terhadap permasalahan yang diajukan. Penelitian ini menggunakan teori sastra. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, studi pustaka mendalam terhadap informan. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini adalah : pertama, proses pembuatan barong rangda dan rangda setelah prosesi itu bahan tapel tersebut dibawa pulang dan secara niskala sudah memutus hubungan dengan tempat dimana potongan kayu itu didapat sehingga kelak di kemudian hari tidak ada keharusan nangkilang tapakan. Kedua, Barong rangda dan Rangda, sebagai sarana ngrehang atau napak pertiwi
Nilai-Nilai dan Representasi Kehidupan Masyarakat Bali Dalam Darah Taji Ayu Paramanandani, Ni Kadek
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai serta representasi kehidupan masyarakat Bali dalam Darah Taji karya Ni Made Kartika Riskyanti. Buku yang dijasikan sebagai obyek penelitian adalah buku antologi Cerita Pendek (Bahasa Indonesia, Bahasa Bali) dan Puisi, yaitu pada cerita pendek berbahasa Bali berjudul Darah Taji karya Ni Made Kartika Riskyanti. Data dikumpulkan dengan metode studi dokumen kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam cerpen berjudul Darah Taji karya Ni Made Kartika Riskyanti terdapat nilai-nilai adiluhung, yaitu nilai agama, nilai logika, nilai etika, dan nilai estetika. Serta cerita ini pun merepresentasikan kehidupan masyarakat Bali, khususnya dalam sistem mata pencaharian, sistem organisasi sosial, dan sistem religi.
Struktur Dan Ajaran Tattwa Dalam Teks Aji Maya Sandhi Sugiarka, I Gede
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.383

Abstract

Banyaknya Ajaran Agama Hindu yang dituangkan dalam bentuk lontar berhasil disusun oleh penulis/sastrawan merupakan karya sastra yang mendukung dan memperkaya budaya Bali. Salah satu Lontar dari hasil terjemahan adalah Lontar Aji Maya Sandhi, yang inti ajarannya belum dapat dipahami oleh masyarakat secara umum. Disebabkan karena rendahnya minat dan bahasa yang digunakan dalam lontar tersebut memakai bahasa jawa kuno, walaupun ada beberapa lontar yang sudah dialih bahasakan ke dalam bahasa bali maupun bahasa Indonesia, tetapi masyarakat maasih belum mengerti dan paham tentang makna serta ajaran-ajaran yang terkandung dalam lontar tersebut. Maka sebagai kalangan akdemis yang berkecimpung dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan Agama Hindu merasa terpanggil dan berminat untuk menggali, mengkaji, serta mengungkap ajaran-ajaran yang terkandung dalam lontar tersebut Rumusan Masalah Bagaimanakah Struktur Forma Teks Aji Maya Sandhi? Bagimanakah Struktur Naratif Teks Aji Maya Sandhi?Ajaran Tattwa apa saja yang terkandung dalam Teks Aji Maya Sandhi? Jenis metode penelitian yang diguakan adalah metode kualitatif .Dalam penelitian sastra, penelitian ini menggunakan metode kualitatif.Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris atau metode non ekspirimen, Jenis dan Sumber Data Jenis data yang dipergunakan adalah data kualitatif. Sumber data merupakan penentuan sumber-sumber informasi yang nantinya dapat digunakan dalam menguji hipotesis. Dalam penelitian ini metode yang dipergunakan adalah pencatatan dokumen atau kepustakaan. Penelitian ini dipergunakan metode analisa nos statistik atau pengolahan data secara deskriptif
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Purwakerthi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Bamboo Dancing Yanti, Ni Komang Tirta Novi
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.384

Abstract

Penerapan model pembelajaran yang kurang tepat berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa, seperti yang dialami oleh siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Purwakerthi dalam mata pelajaran Agama Hindu. Perlu diterapkan pembelajaran yang inovatif, salah satunya adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe bamboo dancing. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Purwakerthi dengan subyek penelitian 29 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes digunakan untuk memproleh data hasil belajar Pendidikan Agama Hindu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe bamboo dancing dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu. Rata-rata hasil belajar Pendidikan Agama Hindu siswa dari 73,1 pada awal siklus 1 meningkat menjadi 77,41 diakhir siklus II. Jadi dapat disimpulkan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe bamboo dancing hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 4,31. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat diajukan saran kepada pihak-pihak terkait seperti: kepada para pendidik di Sekolah Dasar Negeri 3 Purwakerthi khususnya guru Agama Hindu, untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe bamboo dancing dalam pembelajaran Agama Hindu, lebih meningkatkan pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan metode yang variatif, dan berusaha untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe bamboo dancing pada mata pelajaran lain karena terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Harmoni Tri Hita Karana Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar Jatiyasa, I Wayan
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.386

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana Tri Hita Karana diterapkan dan bagaimana hal itu berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Studi ini bersifat kualitatif. Jenis purposive sampling digunakan untuk memilih subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik jenis statistik deskriptif, menggunakan pendekatan yang disebutkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang luas dan harmonis, mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dasar, dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Parahyangan, pawongan, dan palemahan adalah tiga komponen utama yang memengaruhi kepala sekolah, guru, pegawai, dan siswa.
Tradisi Megibung Di Kabupaten Karangasem Kajian Folklor Putra Gotama, Putu Andyka Andyka; Artika, I Wayan; Artawan, Gde; Paramarta, , I Ketut
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.387

Abstract

Hadirnya revolusi industri 4.0 tidak hanya berdampak pada perubahan kemajuan teknologi, namun juga berdampak pada kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Dampak tersebut mengakibatkan bergesernya nilai-nilai dari beberapa kebudayaan. Pergeseran ini terjadi di seluruh pulau di Indonesia, salah satunya adalah Bali. Setiap kabupaten di Bali sangat kaya dengan tradisi begitu pula halnya dengan Kabupaten Karangasem. Salah satu tradisinya adalah tradisi megibung. Walaupun tradisi megibung ini sarat akan nilai-nilai yang baik, namun seiring perkembangan zaman sekarang ini, tradisi megibung sudah mulai tergantikan posisinya dengan prasmanan. Hal ini disebabkan karena adanya anggapan terhadap nilai-nilai negatif dari tradisi megibung yang mengakibatkan munculnya resistensi dari tradisi tersebut. Oleh karena itu, dalam hal ini akan dibahas mengenai konsep dasar tradisi megibung dan nilai positif, serta negatif dari tradisi megibung. Selanjutnya penelitian ini menggunakan pendekatan empiris. Sementara itu, penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif. Metode penentuan subjek yang dipakai dalam penelitian ini adalah sampling nonprobability dengan jenis purposive sampling (sampling yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu). Metode pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara dan studi kepustakaan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara induktif mulai dari Reduksi data, klasifikasi data, display data, interpretasi data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah dapat disimpulkan bahwa megibung memiliki konsep dasar adalah makan bersama. Ada beberapa tata tertib yang mesti diikuti dalam proses megibung yaitu mulai menikmati hidangan ketika sudah dipersilakan oleh pemilik hajatan, tidak boleh mengambil makanan yang berada di depan seseorang, anggota terdiri atas 6-8 orang dalam satu kelompok, memulai dan mengakhiri proses megibung dilakukan bersama-sama, dan dipimpin oleh orang yang dituakan di kelompok tersebut. Tradisi megibung sarat akan nilai-nilai positif, diantaranya adalah nilai kebersamaan, gotong royong, kedisiplinan, demokrasi, toleransi, kekeluargaan, dan religius. Selain nilai positif tersebut di atas, megibung juga memiliki nilai negatif bagi sebagian masyarakat. Nilai negatif ini menyebabkan munculnya resistensi yang mengakibatkan tradisi megibung ini mulai bergeser ke prasmanan. Nilai negatif tersebut antara lain adalah……….
Peningkatan Motivasi Berprestasi Dan Prestasi Belajar Ipas Melalui Pembelajaran Kontekstual Handayani, Ni Nyoman Lisna
Lampuhyang Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v15i2.388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan motivasi berprestasi dan prestasi belajar IPAS antara yang mengikuti pembelajaran kontekstual dengan peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 1V SDN 1 Banyuning. Sampel diambil dengan cara random sampling. Data motivasi berprestasi peserta didik diukur dengan menggunakan kuesioner motivasi berprestasi. Data prestasi belajar IPAS peserta didik diukur dengan menggunakan tes prestasi belajar. Data yang terkumpul dianalisis dengan Manova. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, motivasi siswa yang belajar dengan pembelajaran kontekstual secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 6,804; p<0,05). Kedua, prestasi belajar IPAS siswa yang belajar dengan pembelajaran kontekstual secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 15,034; p<0,05). Ketiga, secara simultan motivasi dan prestasi belajar IPAS antara siswa yang belajar dengan pembelajaran kontekstual secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional

Page 1 of 2 | Total Record : 13