Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan
Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan aims to facilitate interaction, discussion and updating of ideas from Students of Education, Sociology and Anthropology in Indonesia. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan contains empirical research in the fields of Education, Sociology and Anthropology.
Articles
496 Documents
Motif Literasi Informasi Mahasiswa Gen Z dalam Memilih Konten Kecantikan pada Media Sosial TikTok
Rara Agnesia;
Evelynd Evelynd
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1395
Penelitian ini bertujuan menjelaskan motif mahasiswa dalam menggunakan literasi informasi kecantikan melalui media sosial TikTok. Ada kecenderungan konsumsi berlebihan terhadap konten kecantikan di TikTok, menunjukkan ketergantungan pada konten kecantikan yang mendorong konsumsi berlebihan, hingga standar kecantikan tertentu yang cenderung seragam, dan mengurangi sikap kritis dalam memilih informasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Fenomenologi Alfred Schutz untuk mengungkap makna yang dibangun mahasiswa dari interaksi dengan konten kecantikan yang mereka konsumsi. Metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus, dapat menjelaskan secara mendalam motif literasi mahasiswa dalam memilih konten kecantikan TikTok. Pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling, 10 informan dengan kriteria: mahasiswa Departemen Sosiologi, pengguna aktif TikTok, dan riasan wajah yang full make up. Data dikumpulkan dengan studi observasi mahasiswa yang menggunakan riasan wajah full make up dan pengguna aktif TikTok, studi wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara yang disiapkan dan hasil dari wawancara direkam, dan ditulis di buku catatan, dan studi dokumen berupa (screenshot) konten yang dicari, produk yang disimpan, keranjang shop Tiktok dan influencer mereka ikuti . Untuk mengkaji kredibilitas dari penelitian digunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman dengan reduksi data untuk memfokuskan motif mahasiswa, penyajian data dengan mengelompokkan motif, dan menarik kesimpulan degan mencocokkan hasil dari seluruh data. Penelitian ini menarik diteliti karena penggunaan TikTok memperlihatkan motif mahasiswa berdasarkan pengalaman mengkonsumsi konten kecantikan sebagai alternatif untuk mencari informasi kecantikan, menunjukkan adanya dorongan di balik tindakan tersebut. Schutz membagi motif menjadi dua yaitu: because-motive: alasan historis mengapa seseorang melakukan suatu tindakan. Dan In-order-to motive: tujuan yang ingin dicapai.
Peran Keluarga dalam Menangani Perilaku Negatif Anak Putus Sekolah Mandiri Finansial di Sungai Pampan
Ifransyah Ifransyah;
Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1424
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam menangani perilaku negatif anak-anak putus sekolah yang telah mandiri secara finansial di Dusun Sungai Pampan Kecamatan Batang Kapas. Hal ini menarik untuk diteliti karena aspek kemandirian anak perlu dibangun dalam keluarga namun ketika kemandirian berkonsekuensi munculnya perilaku negatif akan memunculkan masalah dalam keluarga. Inilah yang menjadi alasan peneliti tertarik untuk lebih jauh meneliti peran keluarga dalam perilaku negatif yang muncul karena anak telah merasa mandiri secara finansial. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada peran keluarga terhadap perilaku negatif anak karena merasa mandiri secara finansial. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Struktural Fungsional dari Talcott Parsons. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi non partisipan, wawancara mendalam dengan 13 informan yang didapat melalui teknik purposive, dengan kriteria yang terdiri dari pihak nagari Koto Nan Tigo sebanyak 3 orang, anak putus sekolah sebanyak 2 orang, keluarga sebanyak 4 orang dan tetangga terdiri dari 4 orang, serta studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis hasil temuan dalam penelitian ini menggunakan skema analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa peran keluarga dalam menangani perilaku negatif anak-anak putus sekolah yang telah mandiri secara finansial di Dusun Sungai Pampan, Kecamatan Batang Kapas. Peran tersebut meliputi: pembentukan karakter anak, membangun kembali kepercayaan diri anak, melakukan kontrol terhadap aktivitas-aktivitas anak, dan kerja sama orang tua dengan saudara dalam menangani perilaku negatif anak.
Resiliensi Sosial PKL dalam Menghadapi Ketidakpastian Regulasi Relokasi Pascarevitalisasi Lapangan Cindua Mato Kota Batusangkar
Melan Utami;
Erianjoni Erianjoni
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1454
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana PKL melakukan resiliensi terhadap ketidakpastian regulasi pemerintah daerah Kabupaten Tanah Datar terkait relokasi pascarevitalisasi Lapangan Cindua Mato Kota Batusangkar. Lapangan Cindua Mato di Kota Batusangkar, sempat mengalami revitalisasi dan menyebabkan para PKL yang berjualan di area Lapangan di relokasikan oleh pemerintah daerah. Namun tidak adanya regulasi yang jelas yang mengatur mengenai relokasi PKL ini sehingga para PKL harus mampu bertahan serta beradaptasi dengan situasi yang mereka hadapi. penelitian ini memiliki keunikan karena akan mengulas tentang resiliensi sosial yang dilakukan oleh PKL dalam menghadapi ketidakpastian regulasi mengenai relokasi yang mereka alami. Penelitian ini dilakukan di Lapangan Cindua Mato dengan menggunakan metode kualitatif melibatkan informan sebanyak 13 orang dengan pendekatan purposive melakukan wawancara kepada PKL yang direlokasikan oleh pemerintah, pengunjung lapangan yang, pemuda dan masyarakat setempat serta pihak pemerintah dari Dinas PARPORA Kabupaten Tanah Datar dan pihak pemerintah dari Dinas KUKMP Kabupaten Tanah Datar. Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini adalah Struktural Fungsional Talcott Parsons, yang menyatakan bahwa semua elemen dalam sistem itu harus berfungsi agar PKL mampu bertahan dalam menghadapi segala situasi yang mereka alami. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa resiliensi sosial yang dilakukan oleh PKL dalam menghadapi ketidakpastian regulasi relokasi di Lapangan Cindua Mato Kota Batusangkar seperti memperkuat solidaritas komunitas pedagang, mengandalkan dukungan budaya dan tradisi lokal, meningkatnya pendapatan PKL dan memanfaatkan media sosial sebagai media promosi dagang. Implikasi penelitian ini mengusulkan agar para PKL mampu melakukan resiliensi sosial agar tetap bisa bertahan menghadapi segala bentuk tantangan yang akan mereka hadapi kedepannya.
Dampak Sosial Jalan Tani terhadap Perubahan Solidaritas Petani di Jorong Mudik Palupuh
Nadilla Erniati;
Eka Vidya Putra
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1469
Pembangunan jalan tani di Jorong Mudik Palupuh memicu perubahan sosial, terutama pada bentuk solidaritas petani pisang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dampak sosial pembangunan jalan tani pada petani di Jorong Mudik Palupuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe pendekatan studi kasus yang melibatkan informan penelitian sebanyak 16 orang yaitu petani pisang, masyarakat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Agam, Dinas PUTR Kabupaten Agam, Wali Nagari Koto Rantang, dan Wali Jorong Mudik Palupuh. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive dengan kriteria: terlibat dalam aktivitas pertanian, terlibat dalam pembuat kebijakan, tinggal dan mengalami langsung pembangunan jalan tani, memiliki pengetahuan atau pengalaman mengenai perubahan sosial yang terjadi setelah adanya pembangunan, serta bersedia memberikan informasi yang relevan dengan fokus penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data Miles & Huberman yang dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Perspektif yang digunakan pada penelitian ini adalah teori perubahan sosial Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan interaksi sosial, pola kerja, nilai mata pencaharian, dan perubahan hukum yang lebih restitutif muncul sebagai dampak pembangunan jalan tani. Kajian ini menegaskan transisi masyarakat dari solidaritas mekanik menuju solidaritas organik. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengkaji dampak sosial pembangunan jalan tani melalui perspektif Durkheim.
Strategi Buruh Tani Perempuan dalam Pemenuhan Ekonomi Rumah Tangga di Nagari Bukik Limbuku
Fauziah Hani;
Muhammad Hidayat
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1475
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya perempuan dari rumah tangga miskin turut bekerja sebagai buruh tani di lahan milik orang lain untuk menambah penghasilan rumah tangga. Buruh tani Perempuan juga menghadapi tantangan dan ketimpangan sosial, seperti diskriminasi upah berdasarkan gender dan beban ganda dalam peran mereka sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami tentang Strategi yang dilakukan buruh tani Perempuan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga di Nagari Bukik Limbuku, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Pendekatan yang digunakan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria; Buruh tani perempuan dengan ekonomi kurang mencukupi, suami buruh tani perempuan dan pemilik lahan tempat buruh tani perempuan bekerja. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang dilakukan dengan skema analisis Miles dan Huberman. Keterbaruan dari penelitian ini terletak pada penggunaan teori mekanisme survival James C. Scott sebagai pisau analisis yang selama ini tidak banyak digunakan dan penelitian ini dilakukan pada konteks sosial yang berbeda. Hasil penelitian menemukan bahwa buruh tani perempuan di Nagari Bukik Limbuku menerapkan beberapa strategi dalam pemenuhan ekonomi rumah tangga; menerapkan hidup hemat, mencari pekerjaan sampingan, memanfaatkan bantuan dari nagari, lingkungan sekitar dan mendapatkan dukungan dari keluarga. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan buruh tani tidak hanya berperan sebagai pelengkap pendapatan rumah tangga, tetapi sebagai aktor ekonomi utama yang mengembangkan strategi adaptif untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga.
Strategi Keluarga dalam Pemenuhan Pangan: Studi Kasus Keluarga di Kelurahan Cupak Tangah Kecamatan Pauh
Anggela Mahesti;
Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1477
Penelitian ini mengungkap bagaimana keluarga dalam konteks budaya Minangkabau beradaptasi menghadapi keterbatasan ekonomi, fluktuasi harga bahan pokok dan resiko kerawanan pangan melalui strategi pemenuhan pangan berbasis sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan menjelaskan strategi keluarga di Kelurahan Cupak Tangah dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong, ternak kecil, hasil panen dan jaringan sosial sebagai upaya mempertahankan keberlangsungan pangan rumah tangga. Kajian ini menghadirkan perspektif baru dengan mengaitkan praktik pemenuhan pangan keluarga pada budaya Minangkabau dan menganalisisnya melalui kerangka AGIL untuk memahami bagaimana keluarga menjalankan fungsi adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, serta pemeliharaan pola dalam situasi ekonomi yang tidak stabil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus dengan informan purposive sebanyak 11 ibu rumah tangga dari latar pedagang, petani dan peternak bersifat non partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga menerapkan berbagai strategi seperti pemanfaatan lahan untuk menanam sayuran dan buah, beternak, menjual sebagian hasil panen, menyimpan pangan jangka panjang, serta menerapkan pola pengelolaan pangan yang efisien. Nilai gotong royong, praktik berbagi hasil dan budaya matrilineal Minangkabau memperkuat pemenuhan pangan melalui dukungan sosial dan pewarisan nilai. Implikasi penelitian menegaskan bahwa strategi berbasis keluarga mampu meningkatkan pemenuhan pangan dan memperkuat ekonomi rumah tangga. Temuan ini menjadi dasar penting bagi upaya pemberdayaan keluarga dalam mengurangi kerentanan pangan dan mendukung pencegahan stunting di wilayah berpendapatan rendah.
Pertukaran Sosial Antara Pengedar dan Pemakai Narkoba di Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam
Reski Kurniawan;
Erianjoni Erianjoni
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1478
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pertukaran sosial yang terjadi antara pengedar dan pemakai di Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam. Penelitian ini menarik untuk dikaji karena hubungan antara pengedar dan pemakai tidak hanya sebatas transaksi jual beli narkoba, tetapi juga melibatkan pola pertukaran sosial yang lebih kompleks. Penelitian ini memiliki keunikan karena mengkaji bagaimana interaksi yang terjadi antara pengedar dan pemakai dalam transaksi narkoba yang jarang diteliti sebelumnya. Untuk menjelaskan permasalahan penelitian ini teori yang digunakan adalah teori pertukaran sosial dari George C. Homans. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara snowball dengan informan kunci yaitu pemakai beriniasal RM (27 tahun) dan jumlah informan sebanyak 15 orang yang terdiri dari 2 orang pengedar narkoba dan 13 orang pemakai narkoba. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Data dianalisis dengan teknik analisis Mattew Milles dan Huberman dengan proses reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 bentuk pertukaran sosial yang terjadi antara pengedar dan pemakai narkoba di Nagari Kubang Putiah Kabupaten Agam, yaitu (1) pertukaran barang untuk kepuasan dan keuntungan, (2) pertukaran jasa, (3) pertukaran informasi, (4) pertukaran kepercayaan. Maka dari itu penelitian dapat disimpulkan bahwa pola hubungan antara pengedar dan pemakai narkoba berlangsung karena adanya pertimbangan rasional untung–rugi yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
Perempuan Single Parent Sebagai Female Breadwinner di Kampung Simpang Tigo Talao
Ramona Chania;
Annisa Citra Triyandra
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1482
Artikel ini menjelaskan faktor-faktor yang mendorong perempuan single parent di kampung Simpang Tigo Talao. Tulisan ini menitikberatkan pada pendekatan rasional individu berdasarkan sumber daya, pertimbangan, serta pilihan yang dimiliki oleh perempuan single parent kemudian diartikan dengan teori pilihan rasional yang dikemukakan oleh James S. Coleman. Penelitian ini bertujuan mengkaji keputusan perempuan single parent yang telah menjalankan peran ganda selama bertahun-tahun. Pandangan terhadap status janda memiliki karakteristik tersendiri masyarakat sering memandang posisi perempuan single parent sebagai pihak yang rentan, namun realitas lapangan menunjukan bahwa keputusan perempuan single parent sebagai female breadwinner merupakan pilihan rasional yang berfokus pada keberlanjutan hidup keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan rasional yang mendorong perempuan single parent memilih menjadi female breadwinner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pengumpulan data menggunakan oservasi non partisipan serta wawancara mendalam dengan 13 informan yang didapat melalui teknik purposive, terdiri dari perempuan single parent, anak perempuan single parent, keluarga atau teman dari single parent, wali nagari, kepala kampung. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan perempuan single parent menjadi pencari nafkah utama dipengaruhi oleh (1) faktor ekonomi, (2) dukungan sosial, (3) stigma masyarakat, (4) tantangan perempuan single parent. Implikasi penelitian menegaskan bahwa perempuan single parent sebagai female breadwinner di kampung Simpang Tigo Talao untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak. Hal itu dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dengan pertimbangan yang logis yaitu memaksimalkan reward (keuntungan) dan meminimalkan cost (kerugian).
Mengungkap Akar Masalah: Fenomena Nikah Dini di Desa Bukit Putus Luar Kabupaten Pesisir Selatan
Asnifar Yulia Witra;
Wirdanengsih Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1486
Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai tingginya angka pernikahan dini di Desa Bukit Putus Luar, Kecamatan Linggo Sari Baganti. Praktik ini marak dilakukan secara tidak tercatat (nikah siri) karena berada di bawah batas usia minimal 19 tahun sesuai Undang-Undang Perkawinan, dan telah diterima sebagai norma sosial yang dominan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pendorong dari fenomena ini dan menguraikan dampak negatifnya terhadap remaja putri. Penelitian berlangsung di Desa Bukit Putus Luar kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan Agustus s.d Oktober 2025. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi Interpretif (Hermeneutik), untuk memahami secara mendalam esensi dan makna pengalaman hidup. Kerangka analisis penelitian ini diperkuat oleh Teori Fenomenologi Sosial Alfred Schutz, khususnya konsep-konsep seperti stock of knowledge at hand, typification, dan lifeworld (dunia kehidupan). Data dikumpulkan melalui teknik observasi non partisipatif, wawancara mendalam , dan studi dokumen dengan menggunakan teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman. Teknik dipilih secara purposive dengan kriteria perempuan nikah dini dalam rentang usia 16-17 tahun. Hasil penelitian menunjukkan praktik pernikahan dini didorong oleh mekanisme sosial budaya yang kuat, berpusat pada upaya menjaga kehormatan keluarga dan menghindari aib akibat pergaulan remaja, serta faktor tingkat pendidikan yang rendah dan keterbatasan ekonomi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan bahwa pernikahan dini telah mengakar kuat sebagai strategi sosial budaya untuk menjaga martabat keluarga semata, yang berimplikasi menyoroti adanya kontradiksi dan pertentangan kuat antara aturan hukum negara dengan hukum tak tertulis masyarakat adat dalam menyikapi isu pernikahan anak.
Terjebak Tren: Gaya Hidup Konsumtif Generasi Z di Era Media Sosial
Ayunda Pratiwi;
Ayu Adriyani
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1488
Pesatnya perkembangan media sosial telah mengubah pola perilaku Generasi Z, terutama dalam hal konsumsi yang semakin dipengaruhi oleh tren digital dan kebutuhan akan pengakuan sosial, sehingga mendorong ketertarikan penulis untuk meneliti fenomena maraknya gaya hidup konsumtif di kalangan anak muda yang terlihat khususnya melalui praktik menghadiri konser, mengikuti tren viral, serta membagikan pengalaman tersebut di media sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis gaya hidup konsumtif Generasi Z di era media sosial serta memahami peran FOMO dalam mendorong perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Kota Padang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang 2 orang berstatus sebagai mahasiswa, 2 orang berstatus sebagai pekerja, dan 1 orang berstatus belum bekerja. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Analisis juga diperdalam menggunakan teori masyarakat konsumsi Jean Baudrillard, khususnya konsep konsumsi sebagai tanda dan konsumsi sebagai simbol, untuk memahami makna sosial di balik praktik konsumsi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai ruang konstruksi realitas konsumsi melalui konten visual. Konsumsi tidak lagi didasarkan pada kebutuhan fungsional, melainkan pada upaya membangun citra diri, memperoleh validasi sosial, dan mempertahankan eksistensi di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa gaya hidup konsumtif Generasi Z merupakan hasil konstruksi sosial yang terbentuk melalui interaksi antara media sosial, tekanan kelompok sebaya, dan kebutuhan pembentukan identitas.