cover
Contact Name
Setyoko
Contact Email
-
Phone
+6281378980456
Journal Mail Official
fisikafkip@unsam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Fisika - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan -Universitas Samudra Jl. Kampus Meurandeh No. 1, Langsa Lama, Kota Langsa - Aceh - 24416
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Gravitasi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Published by Universitas Samudra
ISSN : 2715548X     EISSN : 27155498     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains merupakan jurnal peer-reviewed, yang diterbitkan secara berkala 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samudra. GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains ini berisikan artikel hasil penelitian ataupun hasil kajian studi literatur di bidang kajian Pendidikan Fisika dan Sains Fisika dengan scope: penerapan dan pengembangan model pembelajaran, Pengembangan media pembelajaran, kajian kurikulum, pembelajaran berbasis praktikum dan implementasi aplikasi terapan bidang sains fisika: Garavitasi, Termodinamika, Ilmu Bumi dan Antariksa, sains Kebumian, Sains Komputasi, dll.
Articles 115 Documents
Implementasi Problem Based Learning dengan Pendekatan Scaffolding terhadap Pemahaman Konsep Momentum dan Impuls Hashfi Aufar Tandriajeng; Heni Rusnayati; Winny Liliawati
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 9 No 01 (2026): GRAVITASI: JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v9i01.14381

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep siswa pada pembelajaran fisika masih menjadi permasalahan. Tujuan penelitian ini ialah menguji efektivitas penerapan Problem-Based Learning (PBL) dengan pendekatan scaffolding terhadap pemahaman konsep siswa pada materi momentum dan impuls. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi berasal dari salah satu SMAN di Bandung yang berjumlah dua kelas dengan teknik Purposive Sampling yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kontrol, masing-masing 32 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes pemahaman konsep dengan bentuk pilihan ganda untuk mengukur aspek pemahaman Wiggins dan McTighe yaitu explanation, application, interpretation, perspective. Hasil yang diperoleh antara kelas Eksperimen dan Kontrol menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p<0,05). Peningkatan pada kelas eksperimen termasuk kategori sedang (<g>=0,68) dengan aspek explanation kategori sedang (<g>=0,60), interpretation kategori sedang (<g>=0,68), perspective kategori sedang (<g>=0,52) dan aspek application kategori tinggi (<g>=0,82). Efektivitas kelas eksperimen terhadap kelas kontrol termasuk kategori kuat (d = 0,81). Dengan demikian, model PBL dengan pendekatan scaffolding dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi rendahnya pemahaman konsep fisika siswa pada materi Momentum dan Impuls dibandingkan dengan model PBL.
Penerapan Model Kooperatif TGT Berbantuan Physics Ludo dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Usaha dan Energi Siswa Keysha Fadhila Zahra; Heni Rusnayati; Dedi Sasmita
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 9 No 01 (2026): GRAVITASI: JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v9i01.14402

Abstract

Kegiatan pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru, dan minimnya variasi dalam penggunaan media pembelajaran, membuat siswa kesulitan dalam memahami konsep, khususnya mengenai materi usaha dan energi. Kondisi ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka, yang menekankan pentingnya pembelajaran yang bermakna, menyenangkan serta partisipasi aktif siswa, belum sepenuhnya dilaksanakan dalam pendidikan. Karena itu, dibutuhkan pembaharuan dalam metode pengajaran untuk meningkatkan keterlibatan serta pemahaman konsep siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi apakah terdapat peningkatan pemahaman konsep siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) yang dipadukan dengan media Physics Ludo, penelitian ini juga ingin mengetahui bagaimana respons siswa terhadap model pembelajaran ini selama proses belajar. Sejumlah 32 siswa kelas sebelas dari salah satu SMAN di Kabupaten Bandung berpartisipasi dalam penelitian ini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Tes pemahaman konsep dan kuesioner respons siswa termasuk di antara instrumen yang digunakan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perhitungan N-Gain untuk mengidentifikasi peningkatan pemahaman konsep siswa, serta konversi skor guna mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran. Hasil analisis mengindikasikan bahwa pemahaman konsep siswa berkembang dengan nilai N-Gain sebesar 0,54 yang berada pada kategori sedang. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh indikator pemahaman konsep dengan kategori yang sama. Respons siswa berada pada kategori sangat baik dengan persentase 81%, yang mengindikasikan bahwa model TGT berbantuan media Physics Ludo mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, serta mendorong siswa untuk lebih aktif dan fokus. Dengan demikian, model TGT berbantuan Physics Ludo memiliki dampak positif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan mendukung prinsip pembelajaran kurikulum merdeka.
Relevansi Penggunaan Software Mind Mapping dalam Problem Based Learning terhadap Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran Fisika: Tinjauan Pustaka Ni Ketut Ananda Satianingrat Sancaya; I Wayan Suastra; Putu Widiarini
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 9 No 01 (2026): GRAVITASI: JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v9i01.14452

Abstract

Pembelajaran fisika menuntut kemampuan berpikir kreatif untuk memahami konsep abstrak dan menyelesaikan masalah kompleks, namun capaian kemampuan tersebut masih belum optimal dalam praktik pembelajaran. Model Problem Based Learning (PBL) telah banyak digunakan untuk meningkatkan kreativitas melalui aktivitas pemecahan masalah, sementara penggunaan software mind mapping berpotensi memperkuat proses kognitif melalui representasi visual dan organisasi ide. Kajian ini dilakukan menggunakan pendekatan narrative literature review terhadap 21 artikel yang relevan untuk mengidentifikasi pola hubungan antara PBL, mind mapping, dan kemampuan berpikir kreatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa PBL secara konsisten meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dengan kategori sedang hingga tinggi pada berbagai indikator seperti fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Integrasi mind mapping, khususnya dalam bentuk digital, menunjukkan kontribusi dalam mengorganisasi ide, mengembangkan alternatif solusi, serta memperkuat elaborasi gagasan. Meskipun demikian, jumlah penelitian yang secara langsung mengkaji integrasi keduanya masih terbatas dan implementasinya belum terstandarisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan software mind mapping dalam PBL memiliki relevansi konseptual yang kuat dalam mendukung pengembangan berpikir kreatif, namun masih memerlukan penguatan bukti empiris melalui penelitian yang lebih terstruktur dan spesifik, khususnya dalam konteks pembelajaran fisika.
Analisis Nilai Peak Ground Acceleration (PGA) Gempa Tapanuli Utara Menggunakan Metode Atkinson–Boore dan Rekaman Akselerograf Fatimah Isma; Lailatul Husna Lubis; Patra Tarigan; Sugeng
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 9 No 01 (2026): GRAVITASI: JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v9i01.14483

Abstract

Kabupaten Tapanuli Utara merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi karena dipengaruhi oleh sistem Sesar Sumatera dan zona subduksi. Pada tanggal 15 September 2024, telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 5,7 pada kedalaman 131 km. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai Peak Ground Acceleration (PGA) melalui dua pendekatan, yaitu rekaman langsung instrumen akselerograf dan estimasi empiris menggunakan metode Ground Motion Prediction Equation (GMPE) Atkinson-Boore (2003) tipe in-slab. Analisis dilakukan pada 36 titik grid di wilayah Tapanuli Utara dengan mempertimbangkan pengaruh jarak hiposenter dan kondisi tanah setempat Vs30. Hasil penelitian menunjukkan nilai PGA maksimum dari metode Atkinson-Boore sebesar 0,0416 g, sedangkan data rekaman akselerograf menunjukkan nilai 0,0211 g. Variasi nilai PGA dipengaruhi secara signifikan oleh kondisi geologi lokal; wilayah dengan Vs30 rendah (Site Class C dan D) yang didominasi material lunak seperti Tuffa Toba menunjukkan amplifikasi guncangan yang lebih tinggi. Konversi nilai PGA ke skala Modified Mercalli Intensity (MMI) menghasilkan tingkat intensitas IV hingga V MMI, yang dikategorikan sebagai guncangan ringan hingga sedang. Secara statistik, metode Atkinson-Boore cenderung overestimate terhadap data aktual dengan nilai residual 0,12–0,37 dengan rata rata sebesar 0,26, dan nilai RMSE sebesar 0,0152 menunjukkan bahwa model ini masih cukup akurat dan representatif untuk digunakan dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi di wilayah tersebut.
The Implementation of the Fruit Battery Assisted Inquiry Model to Improve Fifth Grade Students’ Understanding of Science Concepts at SD IT Muhammadiyah 06 Lhokseumawe Asywaq Fadilah
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 8 No 02 (2025): GRAVITASI: JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v8i02.14999

Abstract

This study was motivated by the low levels of student engagement and conceptual understanding of science among fifth- grade students at SD IT Muhammadiyah 06 Lhokseumawe regarding simple electrical circuits, due to a teaching approach that tends to be theoretical. This Classroom Action Research (CAR) aims to improve the quality of the learning process and student outcomes through the application of a guided inquiry model supported by lemon bio-batteries. The research subjects consisted of 24 students. Data were collected through observations of teacher and student activities as well as written tests at the end of each cycle. The results showed a significant improvement in the quality of the learning process, with teacher activities and student engagement reaching 100% (Excellent) in Cycle II. This improvement had a linear impact on learning outcomes, marked by an increase in the class average score from 77.92 (Cycle I) to 86.67 (Cycle II). The class passing rate surged dramatically from 66.67% to 91.67%, thus exceeding the success target (≥80%). In conclusion, the guided inquiry model using lemon batteries proved effective in optimizing student engagement while ensuring their conceptual understanding of IPAS.

Page 12 of 12 | Total Record : 115