cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 2,344 Documents
Tinjauan Patofisiologi dan Penatalaksanaan Abses Paru Ikhfana Syafina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12792

Abstract

Abses paru merupakan infeksi lokal pada jaringan paru yang ditandai dengan terbentuknya rongga berisi pus akibat nekrosis jaringan, umumnya disebabkan oleh aspirasi bakteri anaerob dari rongga mulut atau saluran napas atas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau mekanisme patofisiologi dan strategi penatalaksanaan abses paru berdasarkan literatur ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah studi pustaka deskriptif kualitatif dengan menganalisis berbagai jurnal, buku teks, dan publikasi ilmiah dalam kurun 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses inflamasi yang masif menyebabkan kerusakan jaringan dan pembentukan abses, terutama pada individu dengan faktor risiko seperti gangguan kesadaran, alkoholisme, dan imunosupresi. Penatalaksanaan utama meliputi pemberian antibiotik spektrum luas secara empiris, dilanjutkan dengan terapi spesifik berdasarkan kultur. Intervensi seperti drainase perkutan atau pembedahan dilakukan pada kasus yang tidak responsif terhadap terapi medikamentosa. Terapi suportif turut mendukung pemulihan pasien secara menyeluruh. Kesimpulan dari studi ini menegaskan pentingnya diagnosis dini dan pendekatan multidisipliner dalam pengelolaan abses paru guna menurunkan komplikasi dan meningkatkan angka kesembuhan
Pemulihan Ketahanan Pangan Pascabencana melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Pengadaan Pompa Air pada Persawahan Irigasi yang Rusak di Dusun Telusung Desa Persiapan Rigeb Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh Tahun 2026 Ana Apriana; Nurul Aini Siagian
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13523

Abstract

Kerusakan jaringan irigasi akibat bencana hidrometeorologi pada awal tahun 2026 menimbulkan gangguan serius terhadap aktivitas pertanian di Dusun Telusung, Desa Persiapan Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Terhambatnya aliran air menuju lahan sawah meningkatkan risiko penurunan produktivitas dan mengancam stabilitas pangan rumah tangga petani. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan sebagai upaya pemulihan distribusi air sekaligus penguatan kapasitas kelompok tani dalam mengelola sistem irigasi alternatif secara berkelanjutan. Program berlangsung pada 28 Januari hingga 28 Februari 2026 dengan melibatkan 20 anggota kelompok tani, 20 relawan bencana desa, dan 50 mahasiswa sebagai fasilitator lapangan. Pendekatan yang digunakan memadukan solusi teknis dan penguatan kelembagaan. Secara teknis, dilakukan pengadaan dan instalasi pompa air portable untuk mengalirkan air dari sumber terdekat menuju petakan sawah yang terdampak. Secara sosial, kegiatan dilengkapi dengan pelatihan pengoperasian alat, penyusunan sistem pembagian air, serta pembentukan mekanisme perawatan berbasis kesepakatan bersama. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sebagian besar lahan yang sebelumnya mengalami keterbatasan air kembali memperoleh suplai secara lebih stabil. Selain itu, kemampuan petani dalam mengoperasikan dan memelihara peralatan meningkat, serta tata kelola kelompok menjadi lebih terorganisir. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai respons darurat, tetapi juga mendorong terbentuknya kapasitas adaptif masyarakat dalam menghadapi risiko serupa di masa mendatang. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan desa melalui pendekatan partisipatif dan pemanfaatan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan lokal
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) Fraksi N-Heksan, Etil Asetat Dan Air Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS Bunga Mari Sembiring; Sulasmi Sulasmi; Nischayanty Hulu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11934

Abstract

TJRadikal vbevbas adarlah msrolekul yang memirliki satu atau rlevbih erlekttjrsron tidak vbetjrpasangan sehingga sangat tjreaktif; tjreaktivitas ini dapat metjrusak serl-serl tuvbuh dan memicu vbetjrvbagai penyakit degenetjratif. Untuk mencegah ketjrusakan akivbat tjradikarl vbevbas, dipetjrrlukan senyawa antisroksidan yang mampu menettjrarlkan tjradikarl vbevbas. Sarlah satu tanaman yang diketahui mengandung antisroksidan adarlah kerlengkeng (Dimsrocatjrpus rlsrongan RL.), yang secatjra ttjradisisronarl terlah digunakan sevbagai srovbat dan mengandung senyawa aktif sepetjrti frlavsronsroid, tanin, dan fensrorl. Daun kerlengkeng vbetjrpsrotensi menjadi sumvbetjr antisroksidan arlami, namun sevbagian vbesatjr penerlitian sevberlumnya hanya menggunakan eksttjrak utuh tanpa merlakukan pemisahan ftjraksi. Dengan merlakukan ftjraksinasi vbetjrdasatjrkan kepsrorlatjran perlatjrut, dihatjrapkan aktivitas antisroksidan datjri eksttjrak daun kerlengkeng dapat ditingkatkan. Tujuan penerlitian ini adarlah untuk mengetahui aktivitas antisroksidan ftjraksi n-heksan, etirl asetat, dan aitjr datjri eksttjrak etansrorl daun kerlengkeng (Dimsrocatjrpus rlsrongan RL.) menggunakan metsrode DPPH. Daun kerlengkeng dieksttjraksi dengan metsrode masetjrasi menggunakan etansrorl 96%, kemudian dirlakukan ftjraksinasi menggunakan perlatjrut n-heksan, etirl asetat, dan aitjr. Uji aktivitas antisroksidan dirlakukan pada ksronsenttjrasi setjri 4, 6, 8, 10, dan 12 ppm dengan metsrode DPPH, dengan pengukutjran avbssrotjrvbansi menggunakan spekttjrsrofsrotsromettjri UV-Vis pada panjang gerlsromvbang 517 nm, setjrta vitamin C sevbagai pemvbanding. Hasirl penerlitian menunjukkan vbahwa ftjraksi n-heksan, etirl asetat, dan aitjr datjri eksttjrak etansrorl daun kerlengkeng memirliki kemampuan antisroksidan, di mana ftjraksi etirl asetat dan ftjraksi aitjr tetjrgsrorlsrong sevbagai antisroksidan sangat kuat, sedangkan ftjraksi n-heksan tetjrgsrorlsrong kuat, dengan nirlai IC50 aktivitas antisroksidan masing-masing adarlah 9,84 ppm untuk ftjraksi etirl asetat, 11,88 ppm untuk ftjraksi aitjr, 82,18 ppm untuk ftjraksi n-heksan, dan 3,63 ppm untuk vitamin C sevbagai pemvbanding
Analisis Manajemen Laboratorium IPA di SMP Negeri 3 Alasa Talumuzoi Denius Hulu; Torozidulu Waruwu; Hardikupatu Gulo; Natalia Kristiani Lase
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12958

Abstract

Laboratorium IPA memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran sains di sekolah karena memungkinkan siswa untuk memahami konsep ilmiah melalui pengalaman praktikum. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada manajemen yang baik, mencakup perencanaan, keselamatan, peningkatan kualitas, dan pelaksanaan kegiatan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen laboratorium IPA di SMP Negeri 3 Alasa Talumuzoi ditinjau dari empat aspek utama, yaitu perencanaan, keselamatan dan keamanan, peningkatan kualitas, serta pelaksanaan kegiatan praktikum. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap koordinator laboratorium serta guru IPA, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi aktual pengelolaan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aspek perencanaan masih kurang karena belum adanya dokumen program kerja tertulis dan sistem administrasi yang terstruktur; (2) aspek keselamatan dan keamanan tergolong rendah akibat minimnya fasilitas keselamatan dan belum adanya SOP tertulis; (3) aspek peningkatan kualitas laboratorium masih terbatas karena sarana dan prasarana belum memadai serta kurangnya pemeliharaan rutin; dan (4) pelaksanaan kegiatan praktikum tergolong cukup, tetapi belum berjalan optimal karena frekuensi praktikum masih rendah. Manajemen laboratorium IPA di SMP Negeri 3 Alasa Talumuzoi belum terlaksana secara optimal. Diperlukan peningkatan dalam aspek perencanaan, penyediaan fasilitas keselamatan, pemeliharaan sarana, serta peningkatan intensitas praktikum agar laboratorium dapat berfungsi maksimal dalam mendukung pembelajaran IPA.
Etnobotani Jirus pusaka (Pembersihan Pusaka) Pada Suku Melayu Deli Di Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan Wahyu Hadiyansyah Nasution; Aswarina Nasution; Ashar Hasairin; Tri Harsono; Wina Dyah Puspita Sari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan sistem kepercayaan (cosmos), pengetahuan lokal (corpus), praktik pemanfaatan (praxis), serta menentukan nilai Index of Cultural Significance (ICS) tumbuhan yang digunakan dalam tradisi jirus pusaka (pembersihan pusaka) masyarakat Melayu Deli di Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi jirus pusaka dipercaya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjaga warisan leluhur. Sebanyak 9 spesies tumbuhan dari 8 famili dimanfaatkan dalam tradisi ini. Pemanfaatan tumbuhan dilakukan melalui tahapan perendaman, penggosokan, pembilasan, pengasapan, dan peminyakan. Hasil analisis Index of Cultural Significance (ICS) menunjukkan bahwa kelapa memiliki nilai tertinggi sebesar 64, sedangkan serai memiliki nilai terendah sebesar 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan memiliki peran penting dalam pelestarian tradisi jirus pusaka (pembersihan pusaka) masyarakat Melayu Deli.
Profil Fitokimia dari Minyak Atsiri Cascara Kopi Robusta Lampung (Coffea canephora) Destra Mika Novtasari Damanik
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12115

Abstract

This research evaluates the influence of fruit maturity level (red bean and green bean) and extraction methods on the phytochemical profile of essential oil derived from cascara of robusta coffee (Coffea canephora) from Lampung. Extraction was carried out using steam distillation, hydrodistillation, and Soxhlet methods, with compound analysis performed via GC-MS. The results showed that the Soxhlet method was the most effective, yielding the highest amount of essential oil from green bean cascara (5.5%) compared to red bean (4.75%). The phytochemical profile of green bean cascara was dominated by caffeine (75.59%), phenols (8.3%), and quinic acid (6.99%), while red bean cascara contained caffeine (62.12%), phenolic compounds (11%), and Maillard reaction products. Only five compounds were shared between both samples. In conclusion, the maturity level of coffee fruit and the extraction method significantly affect the phytochemical content and yield of essential oil from robusta coffee cascara.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT BUAH BIWA (Eriobotrya japonica (Thunb.) Lindl.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Gratia Apulina Cindylawsa Purba; Putri Anggita; Fitri Wahyu Dhini
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13070

Abstract

Buah biwa (Eriobotrya japonica (Thunb.) Lindl.) mempunyai nilai gizi yang tinggi selain itu daun dan bijinya mengandung khasiat obat. Daging buah biwa mengandung asam malat, asam tartarat, asam sitrat, karoten, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antioksidan dari fraksi etil asetat buah biwa. Pengujian aktivitas antioksidan buah biwa dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) secara spektrofotometri UV-VIS. Hasil pengujian aktivitas antioksidan pada metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) menunjukkan bahwa  fraksi etil asetat buah biwa memiliki aktivitas antioksidan kategori kuat  dengan nilai IC50 sebesar 68,3371 µg/mL. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat menunjukkan adanya aktivitas antioksidan yang kuat dengan metode DPPH
Kajian Literatur tentang Pembelajaran Biologi Berbasis Pendidikan Karakter dalam Pengembangan Sikap Ilmiah dan Tanggung Jawab Belajar Siswa Syafii Syafii; Iin Murtini
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i2.13996

Abstract

Pembelajaran biologi bukan hanya berfokus pada penguasaan konsep, namun juga berperan dalam mengembangkan karakter peserta didik, khususnya sikap ilmiah dan tanggung jawab belajar. Namun, hasil penelitian mengenai implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran biologi masih tersebar pada berbagai publikasi sehingga diperlukan kajian yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran biologi berbasis pendidikan karakter dalam pengembangan sikap ilmiah dan tanggung jawab belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang disusun berdasarkan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar menggunakan kata kunci pembelajaran biologi, pendidikan karakter, sikap ilmiah, dan tanggung jawab belajar. Berdasarkan hasil pencarian awal diperoleh 239 artikel. Setelah melalui proses identifikasi, hasil penyaringan judul dan abstrak, diikuti dengan pemilihan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, mengasilkan 16 artikel yang digunakan sebagai sumber utama analisis. Investigasi yang dilakukan mengindikasikan bahwa metode pengajaran, pemebelajaranbiologi yang tertanam dalam pendidikan karakter memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sikap ilmiah dan tanggung jawab belajar siswa. Integrasi nilai karakter melalui pembelajaran berbasis inquiry, guided inquiry, scientific inquiry, kegiatan praktikum, pembelajaran berbasis proyek, dan media pembelajaran berbasis karakter mampu meningkatkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, objektivitas, tanggung jawab, kedisiplinan, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, pembelajaran biologi berbasis pendidikan karakter merupakan strategi yang efektif dalam membentuk peserta didik yang memiliki kompetensi akademik sekaligus karakter yang baik.
Evaluasi Penggunaan Obat Generik Berdasarkan Indikator Peresepan Di Puskesmas Permunas Batu VI Nursifa Khairunnisa; Ridwan Affandi; Beta Haninditya
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12492

Abstract

Penggunaan obat yang rasional merupakan aspek penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana penggunaan obat generik di Puskesmas Perumnas Batu VI sesuai dengan indikator peresepan yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif terhadap 149 resep pasien selama periode Januari hingga April 2025. Parameter yang dianalisis meliputi: rata-rata jumlah obat per resep, persentase penggunaan obat generik, penggunaan antibiotik dan injeksi, serta kesesuaian obat yang diresepkan dengan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN).Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah obat per resep adalah 2,91, melebihi standar WHO (1,8–2,2) dan target Kemenkes (≤2,6). Persentase obat generik yang diresepkan mencapai 97,92%, telah memenuhi standar WHO (>82%) tetapi belum mencapai target Kemenkes (100%). Penggunaan antibiotik sebesar 44,96% juga melebihi batas WHO (
Respons Fisiologis Manusia terhadap Penurunan Suhu Inti pada Kejadian Hipotermia: Suatu Studi Literatur Siti Nuraisah A Ujung; Muhammad Azhari; Diana Putri K Tambunan; Putri Amanda; Koko Pribadi; Indah Rizka Apriliani; Melva Silitonga
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13219

Abstract

Hipotermia merupakan kondisi penurunan suhu inti tubuh yang dapat menimbulkan risiko fisiologis serius. Pemahaman tentang respons fisiologis manusia terhadap hipotermia penting untuk pencegahan dan manajemen klinis. Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur mengenai mekanisme fisiologis yang terjadi pada tubuh manusia akibat penurunan suhu inti. Penelitian ini menggunakan metode, dengan meninjau publikasi ilmiah terbaru terkait respons fisiologis terhadap hipotermia, termasuk mekanisme termoregulasi, metabolisme energi, habituasi terhadap dingin, dan adaptasi jaringan adiposa. Berdasarkan studi literatur, tubuh manusia merespons penurunan suhu inti melalui mekanisme vasokonstriksi perifer, menggigil, peningkatan kapasitas non-shivering thermogenesis melalui adiposit cokelat dan beige, serta habituasi terhadap paparan dingin berulang. Mekanisme ini membantu mempertahankan homeostasis internal dan melindungi organ vital. Namun, paparan dingin yang ekstrem atau tidak terkontrol dapat memicu respons maladaptif, termasuk gangguan koagulasi, infeksi luka, dan inflamasi berlebihan setelah pemanasan ulang.literatur menunjukkan bahwa respons fisiologis manusia terhadap hipotermia bersifat kompleks dan melibatkan berbagai mekanisme adaptif. Pemahaman mendalam terhadap mekanisme ini penting untuk strategi pencegahan dan manajemen klinis pada individu yang mengalami hipotermia.