cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 2,344 Documents
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas VII SMP Materi Zat dan Perubahannya Sahrul Ramadhan Harahap; Halim Simatupang; Tria Gayatri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas VII SMP pada materi zat dan perubahannya. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Swasta Imelda Medan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan menggunakan metode quasi-experimental dan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari 4 kelas, sedangkan sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling, yaitu kelas VII-C sebagai kelas kontrol (25 siswa) dengan model Direct Instruction dan kelas VII-D sebagai kelas eksperimen (25 siswa) dengan model PBL. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal yang disusun berdasarkan aspek kompetensi literasi sains PISA 2018. Teknik analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s Test, uji hipotesis Independent Sample T-Test dua pihak (Two-tailed), serta uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 83,2 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 75,8. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan literasi sains antara kedua kelas. Selain itu, hasil uji N-Gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata 0,73 (kategori tinggi), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,61 (kategori sedang). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh dan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi sains siswa.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza ) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Nuraisyah Fitri Lesti; Suci Rahmawati; Septi Wulandari; Putri Mulia; Yona Harianti Putri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13363

Abstract

Penggunaan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dapat menimbulkan masalah resistensi, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak terhadap bakteri Escherichia coli. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi, kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Escherichia coli. Variasi konsentrasi yang digunakan yaitu 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif, sedangkan ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli mulai terbentuk pada konsentrasi 20% sebesar 0,10±0,17 mm, kemudian meningkat pada konsentrasi 40% sebesar 0,75±0,22 mm, 60% sebesar 2,18±0,67 mm, dan mencapai nilai tertinggi pada konsentrasi 80% sebesar 5,78±1,66 mm. Sementara itu, kontrol positif menunjukkan daya hambat yang sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, yang ditunjukkan dengan terbentuknya clear zone dan meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi.
Formulasi dan Evaluasi Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Murbei (Morus alba) Riska Dea Ananda; Rose Intan Perma Sari; Putri Mulia; Deni Maryani; Oky Hermansyah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13405

Abstract

Sediaan emulgel merupakan sediaan topikal yang menggabungkan antara fasa emulsi dengan basis gel. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan formulasi dan evaluasi sediaan emulgel berbahan aktif ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) dengan variasi konsentrasi ekstrak F0 (0%), F1 (1%), F2 (5%), dan F3 (10%). Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diperoleh rendemen sebesar 14,72%. Sediaan yang dihasilkan kemudian diuji melalui berbagai parameter, meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe emulsi, viskositas, dan hedonik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki tampilan fisik yang baik serta homogen tanpa adanya partikel kasar. Nilai pH masing-masing formula berada dalam kisaran 4,5–6,5 sehingga sesuai dengan pH kulit. Daya sebar sediaan berada pada rentang 5–7 cm yang menunjukkan kenyamanan saat diaplikasikan. Semua formula tergolong emulsi tipe minyak dalam air (O/W). Namun, hasil pengukuran viskositas menunjukkan bahwa hanya F0 dan F1 yang memenuhi kriteria, sementara F2 dan F3 memiliki kekentalan yang lebih rendah dari standar. Berdasarkan uji hedonik, F1 memperoleh tingkat penerimaan tertinggi dari panelis. Dengan demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun murbei (Morus alba) berpotensi diformulasikan dalam bentuk emulgel, dengan F1 sebagai formula paling optimal ditinjau dari sifat fisik dan tingkat kesukaan panelis.
Aktivitas Antibakteri Dan Antijamur Ekstrak Etanol Daun Jamblang (Syzygium cumini L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes, Pseudomonas aeruginosa Dan Jamur Candida albicans Ulfah, Mariam; Irawan, Ade; Febriyanti, Audy Zahra
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13516

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengamatan peneliti terhadap banyaknya kasus penyakit kulit di Indonesia, salah satunya adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur yang dapat diobati dengan bahan alami seperti daun jamblang (S. cumini L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dan membuktikan kemampuan ekstrak etanol daun jamblang (S. cumini L.) dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes, Pseudomonas aeruginosa, dan Candida albicans. Ekstrak dibuat dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% selama 3x24 jam. Kemudian dilakukan skrining fitokimia, analisis KLT dan pengujian aktivitas antibakteri dan antijamur dengan variasi konsentrasi 20%, 40%, dan 60% menggunakan metode difusi cakram. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun jamblang mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, tanin, saponin, dan flavonoid yang berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Aktivitas antibakteri dan antijamur menunjukkan bahwa konsentrasi 60% memiliki zona hambat terbesar, yaitu bakteri P. acnes sebesar 14,38 mm, P. aeruginosa sebesar 12,61 mm, dan jamur C. albicans sebesar 11,23 mm, sehingga semua hasil dikategorikan "kuat
Pemulihan Ketahanan Pangan Pascabencana melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Pengadaan Pompa Air pada Persawahan Irigasi yang Rusak di Dusun Telusung Desa Persiapan Rigeb Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh Tahun 2026 Ana Apriana; Nurul Aini Siagian
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13523

Abstract

Kerusakan jaringan irigasi akibat bencana hidrometeorologi pada awal tahun 2026 menimbulkan gangguan serius terhadap aktivitas pertanian di Dusun Telusung, Desa Persiapan Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Terhambatnya aliran air menuju lahan sawah meningkatkan risiko penurunan produktivitas dan mengancam stabilitas pangan rumah tangga petani. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan sebagai upaya pemulihan distribusi air sekaligus penguatan kapasitas kelompok tani dalam mengelola sistem irigasi alternatif secara berkelanjutan. Program berlangsung pada 28 Januari hingga 28 Februari 2026 dengan melibatkan 20 anggota kelompok tani, 20 relawan bencana desa, dan 50 mahasiswa sebagai fasilitator lapangan. Pendekatan yang digunakan memadukan solusi teknis dan penguatan kelembagaan. Secara teknis, dilakukan pengadaan dan instalasi pompa air portable untuk mengalirkan air dari sumber terdekat menuju petakan sawah yang terdampak. Secara sosial, kegiatan dilengkapi dengan pelatihan pengoperasian alat, penyusunan sistem pembagian air, serta pembentukan mekanisme perawatan berbasis kesepakatan bersama. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sebagian besar lahan yang sebelumnya mengalami keterbatasan air kembali memperoleh suplai secara lebih stabil. Selain itu, kemampuan petani dalam mengoperasikan dan memelihara peralatan meningkat, serta tata kelola kelompok menjadi lebih terorganisir. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai respons darurat, tetapi juga mendorong terbentuknya kapasitas adaptif masyarakat dalam menghadapi risiko serupa di masa mendatang. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan desa melalui pendekatan partisipatif dan pemanfaatan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan lokal
Kualitas Nutrien Tepung Daun Indigofera sp. Terfermentasi (7 Hari) dengan Penambahan EM4 (Effective Microorganisme 4) Sebagai Pakan Fungsional Ayam Petelur Harfina Rais; Rikardo Silaban; Andre Meiditama Kasenta; Nani Irwani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13489

Abstract

Pakan merupakan komponen utama dalam usaha peternakan ayam petelur, karena berperan langsung terhadap produktivitas, kualitas telur dan efisiensi usaha. Harga pakan yang tidak stabil dan cenderung tinggi disebabkan oleh ketergantungan pada bahan baku impor. Salah satu solusi permasalahan ini adalah dengan memanfaatkan bahan pakan lokal, yaitu Indigofera sp. Tanaman ini mempunyai kandungan protein tinggi tapi serat kasar yang tinggi juga, sehingga perlu pengolahan berupa fermentasi dengan penambahan bioaktivator EM4 agar kualitas nutrient meningkat dan pemanfaatannya lebih optimal untuk ayam petelur. Penelitian ini bertuan untuk menganalisis kualitaas nutrien tepung daun indigofera yang difermentasi dengan penambahan EM4 pada level berbeda selama 7 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. P1 ditambahkan EM4 sebanyak 0,5%, P2 ditambahkan EM4 1%, P3 ditambahkan EM4 1,5%, P4 ditambahkan EM4 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM4 sampai level 2% nyata (P
ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP Escherichia coli Windi Apriandri; Suci Rahmawati; Samwilson Slamet; Aina Fatkhil Haque; Dwi Kurnia Putri; Delia Komala Sari
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13362

Abstract

Masalah resistensi antibiotik dalam mengatasi infeksi bakteri saat ini mendorong pencarian bahan alam sebagai alternatif pengobatan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi aktivitas antibakteri dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap bakteri Escherichia coli ATCC-8739 pada berbagai tingkat konsentrasi. Kedua bahan alam tersebut diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan melalui metode difusi cakram menggunakan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan rasio perbandingan kombinasi 1:1. Penelitian ini juga menggunakan DMSO sebagai kontrol negatif dan Ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil pengujian menunjukkan terbentuknya zona hambat di sekitar cakram pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% serta pada kontrol positif. Nilai diameter zona hambat yang dihasilkan secara berturut-turut adalah 0,7 ± 0,12 mm, 1,63 ± 0,41 mm, 3,93 ± 1,75 mm dan 6,13 ± 1,43 mm. Temuan ini membuktikan bahwa kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki efektivitas yang terus meningkat seiring bertambahnya konsentrasi. Konsentrasi 80% menghasilkan diameter zona hambat terluas dan menjadi konsentrasi terbaik dalam kategori sedang.
Implementasi Inklusif Untuk Anak ABK Mengenal Warna, Gambar Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Dwi Arenta Azzahrara Lubis; Ramadhani Sitorus; Widya Marisi Siagian; Harumi Siregar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan inklusif dalam membantu anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Dasar, khususnya dalam pengenalan warna dan gambar. Dalam konteks pendidikan inklusif, anak ABK membutuhkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan dan gaya belajar mereka, sehingga keterlibatan visual seperti warna dan gambar menjadi media penting dalam menstimulasi pemahaman bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa di kelas inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi media visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan fokus, partisipasi aktif, serta kemampuan komunikasi dasar anak ABK. Selain itu, kolaborasi antara guru kelas, guru pendamping, dan orang tua juga memainkan peranan penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran inklusif ini. Dengan demikian, penggunaan warna dan gambar bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran yang adaptif dan efektif bagi anak ABK di lingkungan sekolah dasar
Peran Keluarga Dalam Konsep Psikologi Dalam Perkembangan Anak Usia Dini Di Desa Sukaraya Namora Lumongga Lubis; Ramona Dumasari Lubis; Chainny Rhamawan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13672

Abstract

Perkembangan anak usia dini merupakan fase fundamental yang menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Dalam tahap ini, keluarga memiliki fungsi utama sebagai lingkungan pertama yang memberikan stimulasi psikologis, sosial, dan emosional kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dalam konsep psikologi perkembangan anak usia dini di Desa Sukaraya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 30 keluarga yang memiliki anak usia 3–6 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76,7% keluarga telah menerapkan pola asuh demokratis, 70% orang tua aktif mendampingi kegiatan belajar anak, dan 73,3% keluarga menunjukkan komunikasi interpersonal yang baik. Anak-anak dari keluarga dengan pola asuh positif memiliki tingkat kemandirian, kemampuan sosial, dan kepercayaan diri lebih tinggi dibandingkan anak dari keluarga dengan pola asuh otoriter. Faktor pendidikan orang tua dan kondisi ekonomi keluarga turut memengaruhi kualitas pengasuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keluarga berperan signifikan dalam perkembangan psikologis anak usia dini, terutama pada aspek emosional, sosial, dan kognitif. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi parenting bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak di lingkungan keluarga
Biosaka sebagai elisitor dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi untuk meningkatkan Serapan Nitrogen (N) dan Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Irda Nila Selvia; Ummi Hafizah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13754

Abstract

Produksi pakcoy mengalami penurunan sebesar 9,69% dari tahun 2022 ke tahun 2023. “Meningkatnya minat masyarakat untuk mengonsumsi pakcoy tidak diiringi dengan peningkatan produksinya. Produksi optimal akan difasilitasi oleh pertumbuhan tanaman yang kuat. Akibatnya, penting untuk memasukkan biosaka sebagai elisitor dan bahan organik dalam bentuk kotoran sapi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua perlakuan. Faktor awal adalah biosaka, dengan tingkat konsentrasi sebagai berikut: B1 = 1 ml Biosaka per liter air; B2 = 2 ml Biosaka per liter air; dan B3 = 3 ml Biosaka per liter air. Faktor kedua adalah pupuk kandang kotoran sapi, yang diberikan pada dosis berikut: P1 = 25 ton/Ha; P2 = 35 ton/Ha; dan P3 = 45 ton/Ha, menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Pemanfaatan biosaka, pupuk kandang kotoran sapi, atau kombinasi keduanya dapat meningkatkan pertumbuhan dan penyerapan nitrogen tanaman pakcoy, terbukti dari peningkatan bobot kering tajuk, bobot kering akar, rasio tajuk akar, dan serapan nitrogen tanaman. Konsentrasi biosaka yang optimal untuk meningkatkan serapan nitrogen tanaman adalah 2 ml/L air. Dosis optimal pupuk kandang kotoran sapi untuk meningkatkan pertumbuhan dan penyerapan nitrogen tanaman pakcoy adalah 35 ton per hektar. Kombinasi optimal untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pakcoy adalah konsentrasi biosaka 3 ml/L air yang dikombinasikan dengan 25 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi, sedangkan kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan serapan nitrogen tanaman adalah konsentrasi biosaka 2 ml/L air yang dikombinasikan dengan 35 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi