cover
Contact Name
Baharuddin
Contact Email
-
Phone
+6285288492636
Journal Mail Official
dirasatjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. I Gusti Ngurah Rai, No. 39, Bulak, Klender, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
ISSN : 19078099     EISSN : -     DOI : -
Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban is an academic journal published twice yearly by Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Indonesia Jakarta. It is a multi-disciplinary publication dedicated to all aspects of Islam and the Islamic world. Contributions from scholars of related disciplines are welcomed.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
INTERNALISASI NILAI QUR’ANIDALAM BANGUNAN PENDIDIKAN ISLAM Miftahuddin
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 13 No 02 (2018): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak terlalu berlebihan jika pendidikan Islam ditunjuk sebagai institusi yang paling dianggap gagal dalam misinya, ketika kehidupan ini telah dipenuhi oleh berbagai penyimpangan dan degradasi moral yang terasa sangat massif akhir-akhir ini. Penilaian ini dianggap wajar karena core dalam pendidikan Islam adalah tatanan nilai moral dan etika luhur yang seyogyanya sanggup ditransformasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegagalan tersebut diyakini karena nilai qur’ani yang menjadi hulu seluruh tatanan nilai itu telah mulai meredup, ika tidak disebut padam dalam sistem pendidikan Islam itu. Maka dipandang penting meniupkan kembali nilai qur’ani tersebut secara komprehensif mulai dari akar filosofis, tujuan, kurikulum, proses dan metodologi hingga evalusi dalam sistem pendidikan Islam. Dan tarikan nafas qur’ani yang kemudian ditiupkan tersebut seharusnyalah dihirup sempurna dan utuh dari al-Qur’an dan tentu al-Sunnah yang menjadi sumber utama pendidikan Islam.
A DELIBERATION ON SOME IMPORTANT ASPECTS OF VALUES AND THE PARADOX OF PRESENT DAY Roslan Abd Jelani
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 13 No 02 (2018): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Islamic value system, the individual is not considered as a mechanical tool in the social system. Rather, it gives to each – the individual and society – their rights accordingly. Through this system, a person is able to evaluate all his actions based on the truth of Revelation. He will know that not everything dictated by personal interest is permissible. This research will argue that moral dynamism can’t be achieved until all the systems that deemed to fit the worldview of Islam can be harmonized based upon the experience of gaining and realizing the reality and truth. The righteous person is the one who, in his various capacities, moves by the guidance of Revelation, hence achieve the glorified success (al-falah) and real happiness (al-sa’adah).
MARTABAT TUJUH SEBUAH ONTOLOGI SUFI Baharuddin AbdRahman
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 13 No 02 (2018): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The controversy surrounding waḥdat al-wujūd vs waḥdat al-syuhūd is still considered to be perennial, especially in the ṣūfī circle. This study is an exposition of the seven degree of existences (marātib al-wujūd) from the perspective of al-Makassarī. Using the literature study, this research succeeded in structuring the dignity wujūd as follows: first Dhāt al-Ḥaq, second al-Waḥdah, third al-Wāḥidiyyah, fourth al-Arwaḥ, fifth al-Mitsal, sixth al-Syahādah, and seventh al-Insān al-Kāmil.
TEORI KEDATANGAN ISLAM DAN PROSES ISLAMISASI DI NUSANTARA Sirojudin Mursan
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 13 No 02 (2018): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya pembahasan serta perdebatan tentang kapan pertama kali Agama Islam Masuk ke tanah Indonesia, hal ini menjadi polemik yang tidak ada ujungnya. Semua kalangan mengklaim bahwa teori dan pendapatnyalah yang paling benar dengan didukung oleh data-data, fakta, dan artefak-artefak yang dikaji begitu lamanya, dalam tulisan ini penulis membahas tentang teori-teori kedatangan atau pertama kali masuknya agama Islam di Nusantara dari berbagai sudut pandang baik itu dari pedagang Gujarat, Cina, dan Arab. Dalam tulisan ini penulis menuangkan gagasan bahwa memang benar banyak teori yang mendukung argumen mereka masing-masing tetang kapan pertama kali masuknya Islam ke Nusantara, semua pendapat dikuatkan oleh data-data yang tergolong akurat, dan penulispun memahami bahwa begitu hebatnya antusias masyarakat Indonesia dalam mengkaji dan menela’ah kapan pertama kali Islam masuk kewilayah Nusantara serta bagaimana bentuk Islamisasi dilakukan di tanah air Indonesia.
ALAM DAN KAUSALITAS DALAM KOSMOLOGI AL-GHAZALI Syafa‘atul Jamal
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 13 No 02 (2018): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the Islamic intellectual tradition, the concept of necessity of cause and effect in an event is different from the Western paradigm. In fact, it has been recorded very clearly in a lengthy discussion between al-Ghazali and several other philosophers, such as al-Farabi, Ibn Sina or Ibn Rusyd. Al-Ghazali doubted the theory by asking a few questions; like is it true that causality is causal ? Or is every fact in this theory must and must happen. If this is so, will this be the true fact of an event? This study is a type of library, trying to explore al-Ghazali’s views concerning the concept of causality in one of his major works, "Tahāfut al-Falāsifah.”
SIMBOL DAN NILAI BUDAYA BANGSA ARAB (SURIAH) PADA NASKAH DRAMA HARIMAU DI HARI KE – 10 SYEKH ZAKARIA TAMIR: KAJIAN SEMIOTIKA Khambali
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 13 No 02 (2018): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra merupakan gambaran kehidupan sosial masyrakat yang disusun fiktif namun tetap terangkat dari fakta-fakta empiris. Naskah drama Harimau di Hari yang ke–10 adalah karya sastra dari Syekh Zakaria Tamir yang hidup di zaman Perang Dunia I dan II. Seperti kita saksikan bersama bahwa pengarang merupakan kelahiran Suriah, hidup ketika sedang terjadi perang dunia I dan II. Bangsa Suriah yang merupakan turunan bangsa Semit memiliki kebudayaan tinggi dan sempat menguasai wilayah yang cukup luas dari masa ke masa baik pra Islam maupun pasca Islam, pada saat itu (kondisi ketika pengarang membuat naskah) bahkan sampai kini kekuatan dan kehebatan bangsa Suriah sudah dikuasai oleh bangsa asing yaitu Perancis (Suriah di bawah kendali Perancis) dan negara-negara barat lainnya. Melakukan analisis naskah drama dengan menggunakan pendekatan semiotik sama seperti menganalis naskah jenis sastra lainnya yang menggunakan pendekatan semiotik, yaitu bertujuan menemukan makna yang terkandung di balik setiap tanda. Simbol-simbol yang ditampilkan adalah simbol Hamriamu sebagai lambang kekuatan, lapar sebagai lambang kelemahan, pawang sebagai lambang kecerdikan, penonton sebagai lambang provokasi.
Praktik Pernikahan Dini Di Kalangan Mahasiswa Lipia Jakarta dan Implementasinya Terhadap Proses Pendidikan Harry Pribadi Garfes; Abdul Azzam Lathif
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 15 No 01 (2020): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1001/ds.v15i01.120

Abstract

Pernikahan adalah akad yang sangat kuat yang mengadung ketentuan-ketentuan hukum kebolehan hubungan seksual dengan lafadz nikah dan kata-kata yang semakna dengan untuk membina rumah tangga yang sakinah dan untuk mentaati perintah Allah SWT dan melakukanya merupakan ibadah. Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi Mahasiswa LIPIA Jakarta dalam memutuskan untuk menikah di usia muda dan juga bagaimana pengaruh pernikahan muda bagi mereka yang melaksanakannya. Dewasa ini sering sekali terjadi pernikahan dini di kalangan mahasiswa LIPIA Jakarta. Secara umum pernikahan dini di kalangan mahasiswa LIPIA Jakarta terjadi karna adanya kesadaran mahasiswa terhadap hukum-hukum Allah yang tidak dinginkan seperti zina, maksiat. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut maka, pernikahan adalah solusi yang di halalkan agama Islam. Penelitian yang berjenis kualitatif ini, dilakukan dengan pendekatan lapangan, dan menggunkan teknik analisis deskriptif untuk mendapatkan kesimpulan yang utuh berdasarkan hasil wawancara, yang kemudian dituangkan kedalam kesimpulan tanpa menambah dan menguranginya. Adapun hasil atau kesimpulan dari penelitian ini yaitu: Pertama, penyebab ataupun alasan mahasiswa LIPIA Jakarta melakasanakan pernikahan di usia muda dikarenakan memang dari keinginan diri sendiri yang sudah ada jauh hari dari hari pernikahan, adanya tawaran dari pihak keluarga perempuan kepada pihak keluarga laki-laki untuk melaksanakan pernikahan di usia muda. Dan juga ada kesadaran diri untuk menjaga kerohanian pribadi dari kemaksiatan karna dengan menikah bisa membentengi diri dari godaan-godaaan kemaksiatan terkhusus perempuan. Dan juga agaknya ingin mempunyai teman hidup yang bisa diajak cerita ataupun meneruskan kehidupan secara bersama yang kemudian kedua pasangan ini merasakan mawaddah, sakinah, warahmah. Kedua, pengaruh dari pernikahan dini yaitu, mencoba menjadi dewasa lebih dini karena banyak faktor yang menyebabkan harusnya bersikap dewasa terhadap diri sendiri maupun pasangan.
Konsep Relasi Pendidikan Orang Tua dan Anak dalam Pandangan Islam Ahmad Mustaghfirin; Andrie Kurniawan
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 15 No 01 (2020): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1001/ds.v15i01.121

Abstract

Hubungan orang tua dan anak seringkali renggang dikarenankan adanya kesenjangan sosial, miss komunikasi atau pun broken home. Imbasnya terkadang seorang anak mencari perhatian lebih seakan terkesan nakal dan keras kepala. Maka dari itu perlu diperhatikan kembali seperti apakah hubungan Rasulallah dengan anak-anaknya, dan bagaimana Rasulallah mendidik anak-anak tersebut. Hubungan orang tua dan anak dalam pendidikan memiliki kaitan erat, dan orang tua memilki tanggung jawab serta diharuskan memenuhi hak dan kebutuhan anak dalam pendidikan. Jenis penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan perpustakaan, sumber data yang digunakan yaitu buku-buku referensi yang bersifat primer maupun sekunder dan sesuai dengan tema penelitian penulis, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara membaca dan menganalisa setiap buku referensi yang sesuai dengan pembahasan kemudian disadur untuk mendapatkan hasil kesimpulan yang sesuai dengan pembahasan penulis. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu analisys content, analisis ini digunakan untuk mendalami makna di balik teks tersebut atau menganalisa data-data yang bersumberkan dari buku perpustakaan, dan dalam hal ini penulis lebih memfokuskan kepada buku prophetic parenting (cara mendidik anak menurut Rasulallah), serta artikel dan bahan bacaan yang berkenaan terkait tema. Orang tua harus bisa menjadi seorang figure yang baik, suri teladan yang diharapkan menghasilkan seorang anak yang mencintai keluarganya dan juga mencintai Allah dan Rasulnya sehingga mampu memberikan naungan kelak di akhirat nanti.
Kearifan Lokal Islami Suku Duri dan Implementasinya dalam Manajemen Sekolah Di Era Pandemi Covid-19 Rusmawati Rustam
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 15 No 01 (2020): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1001/ds.v15i01.122

Abstract

Artikel ini akan mendiskusikan bagaimana kearifan lokal Islami suku Duri diimplementasikan dalam praktek manajerial sekolah di era pandemi Covid-19. Sebagai suku yang telah menrima Islam, kearifan lokal suku Duri seperti sipakatau, sipakalakbih, sipakario, dan sipangingaran kental dengan nilai ajaran Islam. Artikel ini pertama-tama akan menganalisa proses Islamisasi suku Duri dari perspektif historis dan filosofis untuk menunjukan adanya Islamisasi pandangan dunia yang kemudian melahirkan kearifan lokal Islami. Selanjutnya, dengan pendekatan autoetnografis, akan dijabarkan bagaimana kearifan lokal tersebut berperan penting dalam adaptasi manajerial sekolah selama pandemi Covid-19. Penelitian ini berjeniskan Kualitatif menggunakan pendekatan kepustakaan dan lapangan, dan dalam pengumpulan datanya penulis melakukan wawancara dengan tokoh yang mengetahui seluk beluk persoalan yang sedang penulis teliti, selajutnya untuk teknik analis data, penulis menggunakan metode analisis deskriptif yang menjabarkan fakta lapangan dengan teori dari kepustakaan kemudian di sajikan kedalam tulisan ini untuk mendapatkan kesimpulan secara utuh, berdasarkan hasil penelitian, maka kesimpulan yang di dapatkan yaitu, Islamisasi yang terjadi di tanah Duri telah sampai pada tahap pembebasan bahasan dan akal manusia-manusia Duri dari unsur-unsur tidak Islami menjadi lebih sejalan dengan Islam. Oleh karenanya, kearifan lokal yang lahir dan berkembangpun sangat kental dengan nilai-nilai Islam. Kearifan lokal tersebut, terutama sipakatau, sipakalakbi, sipakario, dan sipangingaran, adalah modal yang sangat penting dalam segala aktivitas kehidupan suku Duri, termasuk dalam adaptasi manajerial mengahdapi pandemi Covid-19. Studi kasus ini memang masih berkekurangan sebab lingkupnya yang cukup sempit, namun studi ini bisa menjadi ilustrasi bagaimana penyerapan Islam ke dalam sendi-sendi budaya lokal memiliki efek yang baik bagi masyarakat setempat, dalam hal ini terutama dalam sektor pendidikan dalam suasana bencana (pandemi).
Implementasi Premarital Check Up Sebagai Syarat Pra Nikah Di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Abang Fahrul Shodikin; Harry Pribadi Garfes
DIRASAT: Jurnal Studi Islam dan Peradaban Vol 15 No 01 (2020): Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1001/ds.v15i01.123

Abstract

Salah satu persyaratan administrasi ketika hendak mengajukan permohonan pernikahan yang harus dilengkapi adalah surat keterangan sehat dari kedokteran atau puskesmas, surat keterangan sehat dikeluarkan setelah dilakukan tes kesehatan oleh instsnsi yang berwenang dengan mengeluarkan hasil yang valid dan diakui. Tujuan dari penulisan ini dimaksudkan untuk mengetahui urgensi premarital check up sebagai syarat pra pernikahan, kemudian bagaimana implementasinya di masyarakat, mengingat pentingnya premarital check up untuk mewujudkan rumah tangga yang sehat, harmonis dan bahagia. Penelitian ini bertolak dari pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah, selaras dengan ligitimasi pemerintah yang meghasruskannya, hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan rumah tangga dan keturunan yang di hasilkan selama berumah tangga, namun masih banyaknya pasangan yang mengabaikan pemeriksaan kesehatan tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan, maksudnya penulis terjun langsung ke lapangan dalam hal ini yaitu Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanah Abang dan melakukan observasi serta wawancara kepada Kepala KUA Tanah Abang, Penghulu KUA Tanah Abang, Staf KUA Tanah Abang dan pasangan calon pengantin, Teknik analisi data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, ditemukan bahwasanya terdapat data yang menunjukkan tentang pelaksanaan premarital check up sebagai syarat pra pernikahan di wilayah Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanah Abang, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih dirasa kurang maksimal, sebab pelaksanaan premarital check up tersebut hanya diwajibkan terhadap calon pengantin wanita dengan pemberian imunisasi Tetanus Toxoid sedangkan calon pengantin laki-laki tidak diwajibkan, dan tentunya ini akan menjadi sebuah kejanggalan dan perlu dibenahi lagi, agar semua calon pengantin berada dalam kondisi sehat ketika hendak melangsungkan pernikahan.