cover
Contact Name
Ns. Made Ermayani, M.Kep
Contact Email
ermayani.made@gmail.com
Phone
+6281392200104
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Pasundan No. 21
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)
ISSN : -     EISSN : 26853086     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
The Focus and scope of Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) is contains scientific articles related to nursing research that covers particular issues on education and practice.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2022): October" : 8 Documents clear
Pengaruh Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan Penyakit Covid-19 Terhadap Perubahan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Universitas Kristen Indonesia Jakarta Timur Yanti Anggraini
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 4 No 2 (2022): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v4i2.243

Abstract

Abstrak Latar Belakang Penyakit Covid-19 merupakan penyakit baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus- 2 dimana penyakit ini telah menjadi pandemik dan harus diwaspadai karena tingkat penularan relatif cepat. Karena tugas yang menumpuk, mahasiswa berkumpul bebas dan tidak melakukan jaga jarak dalam mengerjakan tugas, sehingga mahasiswa mudah terjangkit penyakit Covid-19. Diperlukan edukasi tentang pencegahan penyakit Covid-19 ke mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa perawat. Metode Metode penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner pre dan post sebelum dan sesudah intervensi edukasi kesehatan tentang pencegahan penyakit Covid-19 sebanyak 43 mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Universitas Kristen Indonesia Tingkat 1,2 dan 3. Hasil Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya perbedaan peningkatan tingkat pengetahuan mahasiswa perawat sebelum dan sesudah intervensi pemberian edukasi tentang penyakit Covid-19 di Universitas Kristen Indonesia dengan P-Value = 0,029 (P < 0,05). tidak ada hubungan antara usia terhadap perubahan tingkat pengetahuan mahasiswa perawat dengan P-Value = 0,608 (<0,05). Tidak ada hubungan antara Jenis Kelamin terhadap perubahan tingkat pengetahuan mahasiswa perawat dengan P-Value = 0,156. Tidak ada hubungan antara Pendidikan Terakhir terhadap perubahan tingkat pengetahuan mahasiswa perawat dengan P-Value = 0,182. Tidak ada hubungan antara Tingkat Semester terhadap perubahan tingkat pengetahuan mahasiswa perawat dengan P-Value = 0,700. Kesimpulan Edukasi kesehatan mempengaruhi perubahan tingkat pengetahuan tentang pencegahan penyakit Covid-19 sebelum dan sesudah intervensi. Disarankan agar institusi pendidikan atau tenaga kesehatan sering memberikan edukasi kesehatan tentang pencegahan penyakit Covid-19 ke mahasiswa jurusan lain, kampus lain bahkan masyarakat umum. Kata Kunci: Edukasi, Mahasiswa, Covid-19
STRATEGI PENCEGAHAN PADA KECEMASAN PERAWAT DALAM PENANGANAN PASIEN SELAMA PANDEMI COVID-19 Ardiansyah Ardi
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 4 No 2 (2022): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v4i2.244

Abstract

Covid-19 adalah jenis baru dari coronavirus, hal ini membuat petugas perawat dalam memberi pelayanan lebih sulit dalam kondisi normal, rasa takut tertular menjadi salah satu pemicu masalah psikologis yang dapat menimbulkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang strategi pencegahan pada kecemasan perawat dalam penanganan pasien selama pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method mengunakan model embedded design, metode penelitian yang mengkombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif sekaligus. Teknik penentuan sampel menggunakan kuota sampling. Metode kualitatif dalam penelitian ini untuk memperoleh gambaran strategi pencegahan kecemasan perawat, dengan melakukan wawancara mendalam (in-depth interview) pada 6 partisipan perawat yang di ambil dari total sampel tersebut. Dan peneliti juga menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur tingkat kecemasan pada 113 perawat dengan kuesioner Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS) yang disebar melalui google form. Penelitian ini menghasilkan 5 tema yaitu : 1) Kecemasan perawat, 2) Upaya perlindungan diri, 3) Peran orang terdekat, 4) Selalu berfikir positif dan melakukan kegiatan spiritual, 5) Melakukan kegiatan yang menyenangkan dan melakukan aktivitas fisik. Dan dari total 113 perawat yang bekerja di setiap masing-masing ruangan berbeda, rata-rata memiliki tingkat kecemasan ringan dan sedang. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat ada beberapa cara atau stategi yang dilakukan perawat, yang mana telah berhasil dikendalikan dalam mengatasi kondisi kecemasan, pada saat menangani pasien selama pandemi covid -19. Diharapkan perawat dapat mengenali lebih dalam masing-masing dari strategi pencegahan yang ada, agar dapat memilih dan menerapkan strategi pencegahan yang sesuai sehingga dapat menyelesaikan permasalahan ansietasnya dengan efektif.
HUBUNGAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DENGAN ANSIETAS MAHASISWA TINGKAT IV DALAM MENYUSUN SKRIPSI DI PRODI NERS STIKES SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2022 Risa Br Tarigan
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 4 No 2 (2022): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v4i2.247

Abstract

Ansietas suatu respon emosional yang terlihat langsung dari tubuh maupun perilaku individu yang dipengaruhi oleh alam bawah sadar yang diketahui secara khusus faktor penyebab terjadinya ansietas. Faktor penyebab ansietas terdiri dari banyak ciri fisik, kognisi, dan perilaku. Relaksasi nafas dalam suatu tindakan melakukan inspirasi dan ekspirasi secara maksimal, sehingga menstimulasi reseptor regang paru secara perlahan, merangsang saraf parasimpatis dan menghambat saraf simpatis. Penyusunan skripsi dapat diketahui bahwa mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik relaksasi nafas dalam dengan ansietas mahasiswa tingat IV dalam menyusun skripsi di prodi Ners STIKes Santa Elisabeth Medan Tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 114 responden, dengan jumlah sampel 103 reponden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa teknik relaksasi nafas dalam saat menyusun skripsi memiliki kategori baik sebanyak 67,0% dan tingkat ansietas responden dalam kategori sedang sebanyak 59,2% dari 103 responden. Hasil uji spearman rank dengan p-value 0,026 (p<0,05) dinyatakan ada hubungan teknik relaksasi nafas dalam dengan ansietas mahasiswa tingkat iv dalam menyusun skripsi di prodi ners stikes santa elisabeth medan tahun 2022. Penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber dan pengembangan ilmu tentang hubungan teknik relaksasi nafas dalam dengan ansietas mahasiswa dalam menyusun skripsi.
PROFIL PENGELOLAAN OBAT DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH KEC. WAJAK KAB. MALANG (ANALISIS FENOMENOLOGI) Devanus Devanus Lahardo; Ani Riani Hasana; Veronica Tindaon
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 4 No 2 (2022): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v4i2.255

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data Susenas, jumlah lansia di Jawa Timur telah mencapai 4,45 juta jiwa. Populasi lanjut usia di Kabupaten Malang termasuk cukup tinggi. Menurut data, pada tahun 2018 jumlah lanjut usia Kab. Malang mencapai 8,57% (Badan Pusar Statistik, 2018). Dalam kehidupan sehari-hari ketidakpatuhan dan kepatuhan dipengaruhi oleh interaksi nilai yang diyakini oleh seorang lansia, pengetahuan dan pengalaman hidup lansia, dukungan keluarga, kemampuan tenaga profesional dalam mengajarkan dan menganjurkan sesuatu, serta komplesitas cara dan aturan hidup yang diterapkan oleh lansia yang berhubungan dengan konsep diri lansia. Berdasarkan fenomena tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian kualitatif mengenai profil pengalolaan obat di Griya Lansia Husnul Khatimah Kec. Wajak. Kab.Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pengelolaan obat mrliputi cara mendapatkan obat, pelayanan yang diberikan dan cara penggunaan obat. Pengambilan data dilakukakan dengan wawancara mendalam ( in depth interview), dan peneliti sebagai instrumen penelitian. Hasil wawancara partisipan dianalisis, menentukan kata kunci, menyusun sub tema dan menentukan tema utama. Hasil : didapat 8 sub tema yang menghasilkan 4 tema yaitu : pengalaman empiris, kerjasama, tidak mengambil resiko dan komunikasi terapeutik. Kesimpulan dengan kerjasama yang baik membuat lansia tidak kekurangan obat serta melalui pengalaman para perawat dan caregiver mampu mendistribusikan dan peyimpanan obat dengan tepat dan baik. Saran dari penilitian ini adalah bagi penelitian selanjutnya meneliti mengenai analisis faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan di Griya Lansia Kata Kunci : pengalaman,lansia,petugas kesehatan, pengelolaan obat
ANALISIS FAKTOR DAN SITUASI YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PREVENTIF PENYEBARAN COVID-19 PADA ANAK USIA PRESCHOOL DAN USIA SEKOLAH DI DUSUN PANDANSATI KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Yafet Pradikatama Prihanto; Maria Prieska Putri Panglipur Ati; Nadia Oktiffany Putri
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 4 No 2 (2022): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v4i2.257

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa gangguan fungsi kehidupan pada anak prasekolah dan sekolah antara lain gangguan fisik, dan gangguan perkembangan diantaranya terhambatnya aktifitas fisik, sosialisasi, kognitif, emosi, serta kepribadian anak, hingga dapat mengganggu masa depan anak sebagai dampak jangka panjangnya. Hal tersebut harus diidentifikasi situasi serta faktornya agar dapat segera dilaksanakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Situasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan Covid-19 pada anak usia pra-sekolah dan sekolah di desa Pandansari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada anak usia 4-12 tahun di dusun Pandansari, Kabupaten Malang dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tentang kesehatan umum (ghq-28); kuesioner pengetahuan tentang pencegahan COVID-19; kuesioner kepercayaan terhadap profesi keperawatan; kuesioner sikap terhadap COVID-19; kuesioner persepsi risiko infeksi COVID-19; kuesioner tingkat keparahan yang dirasakan dari COVID-19; kuesioner kemanjuran diri yang dirasakan dari pencegahan COVID-19; kuesioner ketahanan; kuesioner dukungan sosial yang dirasakan; kuesioner aksesibilitas layanan kesehatan serta kuesioner perilaku pencegahan COVID-19. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara atau laporan dari orang tua responden. Analisis data menggunakan SEM. Hasil penelitian ini adalah Goodness of Fit pada SEM hasil dari pengolahan AMOS diperoleh nilai c2 (chi-square)/ df sebesar 12,91 cukup besar (≤ 3) antar variabel yang berarti model belum fit. Selanjutnya, nilai NFI sebesar 0,912 (0,90-0,95), nilai TLI sebesar 0,887 (≥0,90), nilai CFI sebesar 0,918 (≥0,90), dan nilai GFI sudah cukup tinggi sebesar 0,996 (≥0,90) sehingga menunjukkan bahwa model hipotesa sudah fit/ sesuai. Adapun nilai factor loading pada masing-masing konstruk sudah baik (≥ 0,50). Faktor Predisposisi, factor penguap, factor pemungkin berpengaruh positif terhadap Perilaku Pencegahan Covid-19. Nilai Standardize estimates yang dihasilkan adalah 0,26 (p < 0.01) yang menujukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Faktor Predisposisi Perilaku Pencegahan Covid-19. Nilai Standardize estimates yang dihasilkan adalah 0,26 (p < 0.01) yang menujukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Faktor Predisposisi terhadap Perilaku Pencegahan Covid-19. Kata Kunci : anak, pra-sekolah, sekolah, pencegahan penyebaran, covid-19
HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP KUALITAS HIDUP STAF PELAYANAN AMBULAN KOTA SEMARANG SELAMA PANDEMI COVID-19 Kristianto Nugroho
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 4 No 2 (2022): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v4i2.264

Abstract

Beban kerja yang dialami staf ambulan pada masa pandemi covid-19 mengalami peningkatan drastis yang menimbulkan kelelahan hingga stres kerja. Kelelahan dan stres yang berkelanjutan akan menimbulkan permasalahan pada kualitas hidupnya, seperti angka burnout yang tinggi hingga permasalahan psikososial yang buruk. Hal ini akan berpengaruh pada kualitas kerja individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja terhadap kualitas hidup staf ambulan Kota Semarang pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan cross sectional study. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 74 responden dengan teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji gamma tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan ketiga domain kualitas hidup staf ambulan Kota Semarang pada masa pandemi covid-19 (p-value >0,05). Staf pelayanan ambulan memiliki tingkat beban kerja tinggi (48,6%), kualitas hidup: compassion satisfaction pada kategori tinggi (73,0%), burnout (85,5%) dan secondary traumatic stress (81,1%) pada kategori rendah. Tingginya motivasi dan tanggung jawab serta kecintaan terhadap pekerjaan membuat staf pelayanan ambulan memiliki kualitas hidup yang baik meskipun pada situasi pandemi covid-19 mereka dihadapkan dengan beban kerja yang berat.
Identifikasi Aspek Dominan Illness perception pada Pasien Diabetic Foot Ulcer Cynthia Eka Fayuning Tjomiadi; Onieqie Ayu Dhea Manto
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 4 No 2 (2022): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v4i2.269

Abstract

Abstract Background: Diabetic Foot Ulcer (DFU) is a microvascular complication in diabetes mellitus which allows it to be prevented through multidisciplinary collaboration that involves the active participation of patients, namely the application of self-care behavior. But unfortunately self-care behavior itself is still relatively low. Many studies have identified the relationship between knowledge and behavior to prevent LKD, but knowledge is not the only factor that influences this. Illness perceptions is a person's point of view that plays an important role in behavior and decision making. So, it is necessary to identify the dominant aspects of illness perceptions in DFU patients. Objective: This study aims to identify the dominant aspects of illness perceptions on LKD patients. Methods: This research design uses a descriptive quantitative method with data collection through a questionnaire survey. Results: This study used 43 samples after being identified there were 2 dominant aspects of illness perception in LKD patients, namely aspects of treatment control and coherence. Conclusion: The higher the patient's confidence in the treatment control and understanding of the disease, the better the foot care will be. Keywords: Diabetic Foot Ulcer, Dominant aspect, illness perceptions
KEPATUHAN KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN OLEH MAHASISWA PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT Aprilia Nuryanti; Pandu Aseta; Ratna Kusuma Astuti
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 4 No 2 (2022): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v4i2.314

Abstract

Rumah sakit adalah fasilitas penyelenggaran kesehatan yang berpotensi pada keselamatan pasien karena melibatkan banyak profesi, tenaga pendukung, peralatan, teknologi, dan obat-obatan. Mahasiswa praktik wajib melaksanakan salah satu sasaran keselamatan pasien yaitu ketepatan identifikasi pasien di seluruh kegiatan sama seperti yang dilakukan petugas di RS. Tujuan penelitian untuk menggambarkan pengetahuan dan perilaku kepatuhan identifikasi pasien yang dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku ketepatan identifikasi pasien. Subyek penelitian adalah 47 orang mahasiswa tingkat akhir di program studi diploma tiga keperawatan Politeknik Insan Husada Surakarta pada periode praktik November–Desember 2021. Analisis univariate tiap variabel dan uji korelasi dua variabel dengan Pearson Product Moment telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan yang baik (38,3%). Perilaku ketepatan identifikasi pasien menunjukkan hasil yang baik pada sebagian besar sampel (68,3%). Analisis korelasi menunjukkan r=0,037 dengan nilai signifikansi 0,803 sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku ketepatan identifikasi pasien. Prediktor perilaku tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan. Institusi pendidikan dapat mengembangkan metode pembelajaran praktikum yang menarik, kreatif dan inovatif pada topik keselamatan pasien.

Page 1 of 1 | Total Record : 8