cover
Contact Name
Ns. Made Ermayani, M.Kep
Contact Email
ermayani.made@gmail.com
Phone
+6281392200104
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Pasundan No. 21
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)
ISSN : -     EISSN : 26853086     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
The Focus and scope of Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) is contains scientific articles related to nursing research that covers particular issues on education and practice.
Articles 97 Documents
PENERAPAN TERAPI PIJAT KAKI TERHADAP PENURUNAN CURAH JANTUNG PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS. RUMAH SEHAT TERPADU DOMPET DHUAFA BOGOR Aulia Rahmah, Nia; Afriyanti, Desi
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 7 No 2 (2025): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v7i2.632

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah meningkat di atas batas normal, baik pada tekanan sistolik maupun diastolik, Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika Tekanan sistolik > 140 mmHg Tekanan diastolik > 90 mmHg. Terapi pijat kaki dapat menurunkan aktivitas jantung dalam memompa darah. Pijat kaki juga mengurangi kontraksi pada dinding pembuluh nadi kecil. hal ini mengakibatkan, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah menurun. Oleh karena itu, pijat kaki dapat menjadi alternatif pengelolaan hipertensi yang sederhana dan aman. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi penerapan, sebelum dan sesudah di lakukan terapi pijat kaki terhadap penurunan curah jantung pada pasien hipertensi. Metode pengumpulan data menggunakan studi kasus dengan sebelum dan sesudah penerapan terapi pijat kaki, penelitian ini melibatkan 15 reponden dengan hipertensi derajat 1 sampai dengan 3 diruang rawat inap penyakit dalam di RS Rumah Sehat terpadu Dompet Dhuafa Bogor. Terapi ini dilakukan selama 3 hari dengan durasi waktu 30 menit, frekuensi 1 kali 1 hari, didapatkan hasil penelitian Pre intervensi nilai rata-rata yaitu 147/86 mmHg dengan klasifikasi (hipertensi derajat I). kemudian, hasil post intervesi di dapatkan nilai rata-rata yaitu 138/83 mmHg dengan klasifikasi (normal tinggi). Terapi pijat kaki dapat menjadikan alternatif pendamping untuk menurunkan tekanan darah.
PENERAPAN SENAM KAKI DIABETES MELLITUS TERHADAP KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RSUD CIBINONG BOGOR TAHUN 2025 Arinda, Diva; Afriyanti, Desi
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 7 No 2 (2025): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v7i2.635

Abstract

Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang biasa di sebut silent killer, karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala awal yang jelas tetapi jika tidak didiagnosis cepat dapat menimbulkan kematian. Pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita diabetes selain farmakologis juga bisa dilakukan dengan cara Nonfarmakologi, yaitu dengan melakukan senam kaki, Senam kaki diabetes mellitus adalah aktivitas senam yang melibatkan gerakan ritmis pada kaki yang dapat dilakukan dengan mudah dan bertujuan untuk mengontrol kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi Senam Kaki Diabetes terhadap penderita diabetes mellitus tipe II. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus dengan melibatkan 15 Responden yang sedang di rawat di RSUD Cibinong Kota Bogor. Penerapan dilakukan selama 3 hari Hasil penelitian ini menunjukan terdapat penurunan setelah penerapan senam kaki diabetes mellitus tipe II yaitu Hasil kadar gula darah sewaktu pada masing-masing pasien terjadi penurunan dengan rata-rata hasil Pre sebesar 291.8 mg/dL dan Post sebesar 245.8 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Senam Kaki Diabetes Mellitus Tipe II ini dapat diterapkan sebagai terapi Non-Farmakologis pelengkap yang membuat insulin bekerja lebih efektif terhadap penyerapan glukosa ke dalam darah menjadi efisien dan dapat menurunkan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II.
PENGARUH HYDROTERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Wan April, Wan April Suffer Happy Hia
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 7 No 2 (2025): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v7i2.648

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah secara kronis yang menjadi faktor risiko utama komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Pada lansia, hipertensi sering terjadi akibat proses penuaan yang mengurangi elastisitas pembuluh darah dan fungsi organ tubuh lainnya. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah hidroterapi rendam kaki air hangat. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas hidroterapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan enam lansia hipertensi berusia 65–73 tahun di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru. Intervensi dilakukan dengan merendam kaki peserta dalam air bersuhu 37–40°C selama 15–20 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut, dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 10 mmHg dan diastolik sebesar 7 mmHg. Selain menurunkan tekanan darah, peserta melaporkan perasaan rileks, kaki terasa lebih ringan, dan keinginan untuk melanjutkan terapi secara mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa hidroterapi rendam kaki air hangat merupakan intervensi yang aman, mudah diterapkan, dan efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi, serta direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin di rumah sebagai bagian dari pengelolaan hipertensi pada lansia.
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN DENGAN POST OPERASI APPENDECTOMY DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR Fajar, Muhammad; Afriyanti, Desi
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 7 No 2 (2025): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v7i2.665

Abstract

Appendectomy adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mengobati appendisitis, yang melibatkan pengangkatan appendix yang meradang. Untuk mengurangi risiko komplikasi seperti perforasi, peritonitis, atau abses, prosedur ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Kerusakan jaringan dapat menyebabkan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang dikenal sebagai nyeri. Pengelolaan nyeri dapat dilakukan dengan tindakan farmakologis dan non-farmakologis. Tindakan farmakologis melibatkan pemberian analgesik untuk meredakan nyeri. Sementara salah satu tindakan non-farmakologis meliputi intervensi pengelolaan nyeri seperti terapi relaksasi genggaman jari. Tujuan studi ini adalah untuk menentukan penerapan terapi relaksasi genggaman jari terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca operasi appendectomy. Metode yang digunakan dalam studi ini bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini menggunakan 15 responden yang mengalami nyeri ringan (1-3) dan nyeri sedang (4-6). Hasil penelitian sebelum diberikan terapi relaksasi genggaman jari, rata-rata nyeri berada pada skala nyeri 4 (nyeri sedang). Hasil penelitian setelah diberikan terapi relaksasi genggaman jari selama 3 hari menunjukkan penurunan nilai rata-rata skala nyeri, yaitu rata-rata skala nyeri 3 (nyeri ringan). Dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi relaksasi genggaman jari dapat mengurangi intensitas nyeri pasca operasi appendectomy dengan penurunan intensitas nyeri dari skala 3 (nyeri ringan).
Kesiapan Perawat Dalam Mengikuti Asesmen Kompetensi Di Rumah Sakit : Studi Deskriptif PURNOMO, DWI PURNOMO; Damanik, Chrisyen Damanik
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.430

Abstract

Latar Belakang : Penyelenggaran asesmen kompetensi perawat berdasarkan jenis dan kualifikasi perawat klinis, dengan informasi bagaimana kesiapan perawat dalam mengikuti asesmen kompetensi. Kompetensi seorang perawat memberikan peranan penting untuk meningkatkan kualitas mutu asuhan keperawatan. Tujuan : Terdeskripsikan kesiapan perawat dalam mengikuti asesmen kompetensi di RSUD Malinau tahun 2023 serta karakteristik responden. Objek responden penelitian adalah perawat klinis I-III. Metode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Dalam proses pengumpulan data menggunakan pendekatan secara cross sectional dimana objek penelitian diukur secara bersamaan dalam waktu yang sama. Penelitian dilakukan pada bulan januari 2024 dengan melibatkan 90 responden dengan metode total sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner kesiapan perawat dalam mengikuti asesmen kompetensi dengan mengembangkan kalimat modifikasi dari penelitian sebelumnya yang hasil analisis berupa data deskriptif yang dilengkapi dengan tabel. Hasil : Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin perempuan dengan jumlah 63 perawat (70,0%), usia perawat terbanyak yaitu 31–40 tahun sebanyak 58 responden (64,4%), pendidikan terakhir responden sebanyak 63 perawat (70,0%), dan lama bekerja di RSUD Malinau terbanyak 10 tahun sebanyak 52 perawat (57,8%). Kesiapan dikategori berdasarkan jenis kelamin proporsi perempuan paling besar adalah tidak siap dengan (35,6%), usia paling besar adalah tidak siap pada usia 31-40 tahun dengan (36,7%), pendidikan terakhir paling besar adalah siap pada D3 Keperawatan dengan (36,7%), lama bekerja >10 tahun paling besar adalah berbanding sama antara siap dan tidak siap yaitu 26 responden (28,9%). Kesimpulan : Sebagaian besar responden memiliki kategori siap dalam mengikuti asesmen kompetensi, kesiapan ini berjumlah 46 responden dengan persentase 51,1%.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN PERSIAPAN COLONOSCOPY PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X TANGERANG SELATAN prabawati, dewi; Apriyanto, Ade
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.436

Abstract

Colonoscopy berfungsi sebagai deteksi dini adanya keganasan kolorektal atau gangguan sistem pencernaan lain. Kegagalan dalam pelaksanaan tindakan colonoscopy salah satunya karena persiapan yang tidak dilakukan dengan benar sehingga pembersihan usus tidak maksimal dan berakibat pada penundaan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan persiapan colonoscopy pada perawat rawat inap di RS X Tangerang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kuasi eksperimen. Responden penelitian berjumlah 122 orang yang dibagi 61 orang sebagai kelompok intervensi dan 61 orang sebagai kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan tehnik simple random sampling. Kelompok intervensi diberikan edukasi terkait persiapan colonoscopy dalam 2x pertemuan selama 5 hari. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan persiapan tindakan colonoscopy. Hasil statistic Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh bermakna pada pengetahuan persiapan colonoscopy setelah diberikan intervensi edukasi (p-value =0,008); hasil statistic Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada post kelompok kontrol dan intervensi (p-value 0,000). Disarankan agar pihak RS dapat memfasilitasi pemberian edukasi terkait persiapan colonoscopy bagi perawat karena terbukti dapat meningkatkan pengetahuan sehingga kegagalan persiapan colonoscopy dapat diminamilisir
Video Animasi Sebagai Media Edukasi Menurunkan Stigma Gangguan Jiwa Remaja Kurniati, Safra Ria; Khariroh, Shamilatul; Ernawati, Ernawati; Nurlis, Putri Apricilia
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.444

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu isu kesehatan mental yang menjadi perhatian utama dunia saat ini. Perkembangan teknologi memungkinkan arus informasi yang diterima menjadi tidak terbendung, salah satunya tentang isu gangguan jiwa. Akan tetapi stigma gangguan jiwa masih dirasakan tinggi, termasuk pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan kesehatan melalui media video animasi berpengaruh terhadap stigma gangguan jiwa pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 82 siswa dan siswi SMP dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Social Distance Scale untuk mengukur stigma mengenai gangguan jiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean pretest adalah 26,23 dengan SD ±3,72 dan nilai mean posttest sebesar 22, 54 dengan SD ±4,86. Uji paired t-test menunjukkan bahwa p value sebesar 0,001. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan video animasi secara signifikan bisa berpengaruh terhadap stigma gangguan jiwa pada remaja. Perawat jiwa dalam hal ini dapat menggunakan media yang lebih menarik seperti media video animasi dalam memberikan pemdidikan kesehatan pada remaja untuk mengurangi stigma gangguan jiwa
Hubungan Dukungan Keluarga Emosional dan Penghargaan dengan Kualitas Hidup Lansia Pasca Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Kapih fitri, sela fitri
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.448

Abstract

Jika Lansia pasca Stroke tidak mendapat perawatan dan pengobatan yang tepat, maka kualitas hidupnya akan berdampak negatif. Keluarga mempunyai tugas untuk merawat dan memberi dukungan moral serta kebutuhan rohani kepada lansia. Tujuan studi ini adalah untuk memahami hubungan antara dukungan keluarga Emosional dan Penghargaan dengan kualitas hidup para lanjut usia setelah mengalami Stroke di wilayah kerja puskesmas Sungai Kapih Samarinda. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang. Wilayah kerja Puskesmas Sungai Kapih berjumlah 87 orang lansia yang menjadi populasi penelitian. Terdapat 87 lansia pasca Stroke yang tinggal bersama keluarganya di daerah kerja Puskesmas Sungai Kapih dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Total Sampling. Alat pengumpulan informasi dalam bentuk kuesioner mengenai dukungan emosional dan penghargaan keluarga serta kehidupan bersama. Metode statistik yang digunakan adalah Spearman Rank. Kesimpulan: mayoritas lansia mendapat dukungan keluarga Emosional yang tinggi dengan kualitas hidup yang baik yaitu sebanyak 51 responden (81,0%), dan dukungan penghargaan yang tinggi dengan kualitas hidup baik yaitu sebanyak 43 responden (95,6%). Kebanyakan lansia juga memiliki kualitas hidup yang baik, yaitu 54 responden (62,1%). Hubungan dukungan emosional dan penghargaan keluarga dengan kualitas hidup lansia pasca Stroke adalah signifikan (p = 0,000).
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN KELELAHAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Hidayat, Bayu Febriandhika; Kristina
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.456

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan menjadi salah satu gejala yang sering dikeluhkan oleh penderita diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2, yang dikenal dengan istilah Diabetes Fatigue Syndrome (DFS). Kelelahan terkait diabetes dapat terjadi pada penderita diabetes tanpa melakukan aktivitas saat di rumah, namun penderita diabetes cenderung untuk mengabaikan kelelahan yang dirasakan untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaannya. Kadar gula darah yang tinggi sering diasumsikan sebagai salah satu penyebab penderita diabetes melitus mengalami kelelahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gula darah dengan kelelahan pada penderita diabetes. Metode: penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Secara keseluruhan jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 50 responden. Data di analisis menggunakan uji koefisien korelasi di microsoft excel. Hasil: gula darah responden <126 mg/dL berjumlah 13 orang, 126 – 200 mg/dL berjumlah 25 orang dan >200 mg/dL berjumlah 12 orang. Responden yang mengeluhkan kelelahan berjumlah 39 orang (78%) sedangkan 11 orang responden tidak mengeluhkan kelelahan (22%). Penelitian ini menunjukan hubungan yang lemah antara gula darah dan kelelahan pada penderita diabetes dengan nilai koefisien korelasi 0.2677. Kesimpulan: Hubungan antara gula darah dengan kelelahan pada penderita diabetes memiliki korelasi lemah, hal ini bisa disebabkan karena kelelahan pada diabetes bersifat multifaktorial. Saran: peneliti selanjutnya bisa mengaitkan lebih banyak variabel dalam penelitian yang berhubungan dengan kelelahan pada diabetes. Kata kunci: Kelelahan, Gula Darah, Diabetes
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MANAJEMEN DIRI PASIEN DIABETES MELITUS TIP 2 DI POLI RAWAT JALAN SATU RS SWASTA PALANGKA RAYA AMK, Apir; Titin, Rolina
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 6 No 2 (2024): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v6i2.457

Abstract

Manajemen diri pada penderita diabetes mellitus tipe 2 merupakan suatu tindakan yang bertujuan untuk melindungi pasien terhadap penyakitnya dan sebagai upaya mencegah terjadinya komplikasi. Selain manajemen diri, penderita diabetes melitus juga perlu memiliki pengetahuan yang baik agar mampu mengelola masalah kesehatannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan manajemen diri pasien diabetes melitus tipe 2 di poliklinik rawat jalan salah satu rumah sakit swasta di Palangka Raya. Metode menggunakan metode korelasional dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus (DKQ 24) dan angket manajemen diri diabetes melitus (DSMQ) yang bersifat tertutup karena telah mempunyai 40 pilihan jawaban dan dibagikan kepada responden pada bulan Februari-Maret 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan manajemen diri pasien diabetes melitus tipe 2 di poliklinik rawat jalan tunggal RS Swasta Palangka Raya, dengan p value = 0,05 dengan Sperman’s rank correlation sebesar 0,006. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan manajemen diri pasien diabetes melitus tipe 2 di poliklinik rawat jalan salah satu rumah sakit swasta di Palangka Raya. Peran tenaga kesehatan diperlukan dalam dalam memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 agar manajemen diri dapat tercapai optimal.

Page 9 of 10 | Total Record : 97